ff oneshoot : but i love u

Title: “but I love u”

Genre : tak bisa dijelaskan (?) yg penting YAOI but niatnya sad romance *pasaran amat yak!

Rate : PG

Length : oneshoot

Pairing : G-dragon-TOP

 

Terinspirasi dari lagu “but I love u”-nya g-dragon yg bener” saya suka! Denger deh lagunya..! #promo

Kayaknya lebih enak kalo baca ni ff sambil denger lagu westlife yang slow” deh. Haha.. trus lgu bigbang yg slow” jga trutama haru haru.. hehe.. #saran #mending ad yg baca

 

***

 

Cinta itu bukan hanya sebuah perasaan main-main. Tetapi benar-benar serius menyayangi orang itu. Cinta itu menguatkan. Setidaknya jika orang yang dicintai itu benar-benar merasakan perasaan itu.

 

***

 

“seung hyun, kamu tuh sayang nggak sih sama aku?!” bentakku kesal.

Seung hyun menatapku. Terlihat jelas pancaran kasih sayang dari matanya. Aku tidak bisa berkutik lagi kalau dia sudah menatapku begitu. Matanya menghipnotis. Ya! Aku selalu merasa lebih baik kalau menatap mata sendunya itu. Seung hyun tersenyum lalu mengusap rambutku lembut.

“kalau aku sayang kenapa?” tanyanya lembut.

Aku tidak bisa menjawab lagi. Seung hyun sudah ada di depanku. Berlutut di depanku sambil menggenggam erat tanganku.

“hyunnie, kau mau mati? Kau mau orang-orang tahu hubungan ini?” bisikku di kupingnya.

“aku ingin membuktikan cintaku padamu. Jadi, aku harus melakukannya!” seung hyun menyandarkan kepalanya di atas pahaku. Orang-orang menatap kami dengan tatapan heran. Aku selalu takut dengan tatapan ini.

Aku dan seung hyun adalah sepasang kekasih dari 3 bulan lalu. Tidak ada yang tahu hubungan ini kecuali teman dekat seung hyun. Kenapa teman dekatnya? Karena aku tidak punya teman. Aku tidak tahu kenapa aku tidak mempunyai teman padahal sikapku sudah cukup baik pada orang. Aku cukup sopan dan berbudi luhur. Sejak aku dekat dengan seung hyun hidupku berubah. Aku jadi termotivasi untuk belajar, aku jadi sering tersenyum, dan aku sering menciptakan lagu. Seung hyun adalah orang yang tampan, baik, supel, perhatian, dan pintar. Ia tidak pernah melarangku melakukan hubungan lain selain dengannya. Aneh? Ya! Aku saja bingung kenapa. Tapi dia selalu bilang kalau itu adalah untuk kebaikanku. Kebaikan? Itu malah membuatku merasa kalau dia tidak mencintaiku! Apakah dia punya simpanan lain? Aku tidak tahu. Tetapi seingatku dia hanya punya aku. Di HP-nya tidak pernah tersimpan pesan dari perempuan kecuali ibunya. Hal ini malah membuatku bertambah bingung. Bagaimana mungkin ada orang yang bilang ‘sayang’ tetapi membiarkan orang yang disayang itu pergi atau berhubungan dengan orang lain.

“kau sudah rasakan cintaku kan?” tanya seung hyun membuyarkan lamunanku tentang dirinya.

“umm.. yeah!” jawabku seadanya.

Seung hyun bangun dari duduknya. Lalu mengecup keningku. Bisa kurasakan mukaku memerah karena malu. Mukaku panas karena bibirnya menyentuh keningku ini. Seung hyun lalu mengulurkan tangan untuk menyuruhku pergi dari kantin ini untuk kembali ke kelas.

“yong, maaf nanti aku nggak bisa nganter kamu pulang. Maaf banget ya!” ujar seung hyun penuh penyesalan.

Aku tidak heran! Dia selalu sibuk pada hari-hari seperti ini. Ia punya segudang kegiatan yang wajib dilakukan seperti bimbel, nge-band, dll. Hampir tidak ada waktu untukku tetapi dia tetap menyisakan waktu untukku. Aku senang walaupun aku harus mendapatkan waktu sisa.

“kamu marah ya?” tanya seung hyun. “aku harus bimbel yong. Aku kan sudah kelas 3, sebentar lagi aku kan masuk high school. Kamu juga sebentar lagi!”

Aku mengangguk memaklumi. Lalu masuk ke kelasku tanpa pamit. Aku yakin seung hyun pasti hanya tersenyum penuh pikiran positif.

 

@besoknya@

 

Aku kembali ke sekolah. Biasanya aku bertemu dengannya di gerbang ini. Tetapi sekarang kenapa dia tidak ada? Apakah ia telat? Ohh.. mungkin benar! Be positive yong! Aku ingat kata-kata ini. Kata-kata positif yang diberikan seung hyun ketika aku benar-benar merasa kesepian karena tidak ada orang di rumah. Karena tidak menemukan seung hyun, aku akhirnya masuk ke dalam.

“ji yong,” panggil yong bae, teman se-band seung hyun.

“ne?”

“umm.. seung hyun mana?” tanyanya sambil menengok ke kanan dan kiri mencari seung hyun.

“aku tidak tahu!” jawabku seadanya. “aku harus ke kelas hyung. Umm.. annyeong.”

Aku langsung berjalan ke kelas tanpa mempedulikan yong bae hyung yang sepertinya bingung dengan keadaan seung hyun. Ia memang selalu datang ke sekolah. Jadi, sangat mengherankan kalau dia tidak masuk. Dia itu salah satu murid teladan! Semua penghargaan tentang IPA dan matematika pasti ia sabet! Tidak pernah pulang dengan tangan kosong kalau ia sudah mengikuti lomba itu. Itulah yang membuatku benar-benar bangga padanya!

Saat istirahat, aku mencari seung hyun ke kelasnya. Tetapi dia tidak ada. Katanya ia ijin. Dan aku tanya yong bae hyung, ia bilang juga tidak tahu ijin apa. Mungkin lomba? Ahh.. mungkin! Be positive yong!

“yong bae hyung!” panggilku saat aku melihat yong bae hyung di kantin.

“ne?” tanya yong bae hyung.

“apa seung hyun bilang padamu kemana ia ijin?”

Yong bae hyung menggeleng. “aku juga tidak tahu!” yong bae hyung menepuk pundakku. “sabar! Seung hyun akan kembali. Jangan takut, ok?”

Aku mengangguk saja sambil tersenyum. Senyum paksaan. Ya.. aku memaksakan senyum ini! Aku tidak mau yong bae hyung tahu kalau aku benar-benar cemas tentang seung hyun.

Besoknya, aku kembali mencarinya ke kelasnya. Tetapi tetap saja aku tidak menemukannya. Hyunnie, kau kemana??

Tepat seminggu setelah hari dimana seung hyun menyatakan kalau ia benar-benar menyayangiku. Aku menyerah. Aku menyerah mencari keberadaannya. Harusnya aku mencari ke rumahnya! Tapi bagaimana jika aku tidak tahu? Aku benar tidak tahu dimana tempat tinggalnya. Bahkan anggota keluarganya pun aku tak tahu. Yang kutahu hanya seung hyun. Choi seung hyun.

Aku duduk di bangku taman yang biasa aku dan seung hyun duduki kalau mengunjungi tempat ini. Aku menikmati angin sepoi-sepoi ini sendirian. Tanpa seung hyun yang bisa dijadikan sandaran kalau aku ngantuk akibat angin ini.

“ji yong!”

Aku menengok ke arah suara dan mendapati yong bae hyung sedang tersenyum. Aku balas senyum. Lalu ia duduk di sampingku.

“kau mau tahu dimana seung hyun?” tanya yong bae hyung.

Aku tersentak. Lalu mengangguk. Aku menenangkan diriku dulu agar siap mendengar setiap kata tentang seung hyun dari mulut yong bae hyung.

“aku harap jangan marah!” kata yong bae hyung.

“pasti!” aku menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Yong bae hyung memelukku erat. Aku terus memberontak untuk melepas pelukannya. Akhirnya yong bae hyung melepaskanku.

“ada apa dengan seung hyun?” tanyaku.

“maaf aku terpaksa berbohong.” Jawab yong bae hyung. “aku menyembunyikan sesuatu darimu.”

Apa sih maksudnya? Benar-benar orang ini ingin membuatku mati penasaran!

“seung hyun..” yong bae hyung menatap langit. “ia sedang melihatmu diatas!”

“ma-maksudmu—“

ia sedang melihatmu diatas! Apakah seung hyun—

“ia ada disana?” aku bertanya sekali lagi sambil menunjuk ke arah langit.

“ia kritis. Tidak ada harapan lagi untuknya!”

Deg—

“a-apa ma-maksudmu?” aku harus mengontrol bicaraku. Aku harus menahan air mataku.

Dddrrttt… dddrrrttt…

Getaran HP yong bae hyung terasa sampai tubuhku. Menggetarkan pertahananku sampai air mataku yang sedari tadi kutahan membanjiri pipiku. Yong bae hyung tersentak setelah menerima SMS yang dikirimkan orang di HP-nya. Lalu menarik tanganku tanpa menunggu persetujuanku. Aku hanya mengikutinya tanpa memberontak. Yong bae hyung membawaku ke mobilnya dan mengendarai mobil sampai ke rumah sakit besar. Ia lalu menggandengku masuk ke dalam RS itu sambil sesekali menyeka air mata. Sebenarnya apa yang terjadi dengan seung hyun-ku? Apakah ia mendapat kecelakaan yang sebegitu parah? Akhirnya yong bae hyung melepaskan pegangannya. Ia jatuh terduduk di depan dae sung, salah satu anggota band-nya juga yang sedang duduk di kursi depan ruang ICU.

“ma-mana seung hyun?” aku memberanikan diri bertanya.

Dae sung mendekatiku. Ia menepuk pundakku sambil memberikan sinyal untuk menguatkanku. Tetapi sama saja. Aku tidak merasakan apapun. Tidak ada energi positif yang bisa diambil dari tatapannya. Beda dengan tatapan seung hyun!

“ia lelah di dalam sana.” Kata dae sung. “ia menghembuskan nafas terakhir. Tepat setelah yong bae bilang ia dan kau sampai di RS ini!”

Deg—

Seperti ada yang mengganjal jantungku aku mendengar kata-kata ini. Seung hyun-ku, ia pergi! IA PERGI! Pergi jauh ke tempat yang tidak tahu ada dimana itu.

“be-benarkah?” tanyaku tak percaya.

Dae sung mengangguk. Lalu pintu ICU dibuka dan keluarlah beberapa orang dokter dan suster sambil membawa tempat tidur dorong yang diatasnya berbaring orang dengan selimut yang menutupi seluruh badannya.

“anda keluarga choi seung hyun?” tanya dokter itu pada aku, dae sung, dan yong bae hyung.

“aku temannya. Keluarganya tidak bisa kesini sekarang. Mereka—sedang pergi ke tempat yang jauh!” jawab dae sung hyung.

Satu-satunya orang yang tidak menangis. Ia masih bisa tegar di depan kami semua. Dae sung memang orang yang tidak mau menampilkan kesedihannya di depan orang. Cukup ia dan tuhan yang boleh tahu kesedihannya.

“ji yongie, ini seung hyun-mu!” kata dae sung.

Aku langsung mendekati jasad yang ada di atas tempat tidur itu. Aku membuka kain yang menutupi kepalanya itu dan melihat seorang lelaki dengan tampangnya yang polos tertidur di kasurnya. Melepas lelah akibat bebannya di dunia selama ini. Matanya yang menghipnotis tertutup karena lelah melihat keadaan ini. Bibirnya yang selalu melantunkan lagu-lagu dan kata-kata indah tertutup karena lelah berbicara. Aku menurunkan kain itu sampai ke pinggangnya. Ku genggam tangannya yang biasa menggenggamku kalau aku sedang membutuhkannya. Ku berikan kehangatanku berharap ia akan bangun lagi.

“hyun,,” aku menggenggam tangannya yang dingin itu. Lalu menangis di sampingnya. “kenapa kau meninggalkanku secepat ini?” tanyaku lirih. “kenapa???”

Dae sung dan yong bae hyung menepuk pundakku. Yong bae hyung lalu membisikkan sesuatu kepadaku.

“aku akan tunjukkan sesuatu padamu. Peninggalan seung hyun!” bisik yong bae hyung. “aku akan tunjukkan setelah seung hyun dimakamkan.”

6 thoughts on “ff oneshoot : but i love u

    1. kitty ai-chan

      .o~,,dh end y,,hehe
      .sya jga sering(g bisa d blng sering si) maen d blog’a hanae-san,tpi bca ff ini dsni,jdi ga tau kalo d sna udah end,,gomawo,,^_^7

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s