ff : “bad boy good boy” part 2

Title : “bad boy good boy”

Genre : yaoi, comedy (garing), crazy lah pokonya (?)

Rate : PG 13

Length : chaptered (2/??)

Main cast : GD X TOP

Walaupun yang suka couple ini ga banyak, terbukti di komen Cuma dapet berapa –“ jadi saya terus jijilin GTOP.. hoho.. makasih yg udah komen^^ jangan lelah komentarin tulisan saya karna ancur -,-“ haha..

“bagaimana? Ji yong mau?” tanya papi to the point.

Dreeennnggg…… *backsound

Maksudnya???????????

“yasudah.. masuk saja. Anaknya ada di dalam. Menunggu sang pangeran tiba!” goda pria dengan gaya ala pejabat negara yang suka caplok sana sini buat nyari keuntungan.

Keluarga choi masuk ke dalam rumah tempat keluarga kwon setiap hari tinggal. Seorang laki-laki yang sedang dirias sedemikian cantiknya membuat seung hyun terkesiap. Ternyata.. itu ji yong!! Seung hyun hampir pingsan. Mungkin karena ia punya asma yang mendadak datang, padahal tidak ada satu pun di keluarganya yang punya jenis penyakit itu.

“cantik banget!!” gumam seung hyun kagum.

Ji yong langsung menatap dengan penuh ketajaman ke arah seung hyun. Sedangkan yang ditatap dengan tampang begitu hanya bisa diam mematung, mencoba mencerna keadaan.

“AKU DIJODOHIN?!!!” teriak seung hyun, hampir pingsan.

Papinya menggeleng. “nggak!” jawabnya. “tapi DINIKAHKAN!”

Jreeennnggg…

Suasana saat itu benar-benar seperti adegan sinetron yang sedang dilanda emosi hebat setelah tahu dirinya di jadikan percobaan perjodohan. Tapi ini? Tanpa percintaan, tanpa perjodohan, dan langsung dinikahkan???

BRUKK!!!

***

Seung hyun membuka matanya kembali, setelah 3 jam pingsan karena tidak kuat dengan takdirnya sekarang. Ia menatap sekeliling. Ada maminya, papinya, orang tua ji yong, saudara perempuan ji yong, dan.. ji yong sendiri.

“pingsan karna kaget ngeliat ji yong cantik gini ya??” goda maminya.

“ikhh.. mami, aku masih normal!! Ogah amat aku liat dia..!” jawab seung hyun.

“ogah? Tapi tetep aja ganggu hidupku!” sindir ji yong sinis.

“oh?!”

“yeah?!”

“so?!”

“what?!”

Argumen-argumen tak jelas keluar dari mulut dua lelaki itu. Dua orang tua dari kedua mempelai akhirnya saling berbicara juga. Akhirnya seorang perempuan berusia sekitar 25-an keluar dari kamar adiknya.

“noona!!!” teriak ji yong manja sambil keluar dari kamarnya.

@ ji yong’s place

“noona kenapa?” tanya ji yong. “noona marah karna aku—“

“ngga kok! Aku Cuma ngantuk.” Perempuan itu menarik selimut sampai ke kepalanya. “yaudah, temenin seung hyun aja!”

Akhirnya ji yong menurut. Ia kembali ke kamarnya yang penuh dengan baju koleksi dari negara manapun, tempat seung hyun tidur dalam pingsannya selama 3 jam.

“ok.. kalian sekarang honeymoon dimana nih?” tanya mama ji yong.

“honeymoon gimana orang kawin aja belom!” gumam seung hyun, tapi masih terdengar papinya.

“kata siapa?” tanya papinya. “kan udah ada cincinnya, tuh..”

Seung hyun melihat ke arah tangannya berada. Melihat sebuah benda berbentuk lingkaran yang bolong ditengahnya, berwarna emas mengkilap dengan ukiran kecil berbentuk dua insan yang—

“TIDAK!!!!!” teriak seung hyun, lalu pingsan untuk ke-2 kalinya.

First night..

Malam pertama dimulai di rumah besar keluarga choi yang disediakan khusus untuk seung hyun, dengan acara saling mendiami. Satu lelaki tampan yang manja sedang menggigit es krim, kali ini bukan magnum. Tapi es krim rasa buah-buahan. Sedangkan lelaki yang satu lagi, sedang menghabiskan camilan yang diberikan seung hyun kemarin.

Beberapa menit kemudian, dua orang itu menoleh ke arah berlawanan. Mata mereka bertemu pandang. Suasananya jadi menegangkan. Mata terdingin berhasil di menangkan seung hyun, membuat ji yong langsung terbakar emosi melihatnya *lah??

“APA??” tanya mereka berdua bersamaan, lalu kembali fokus ke dalam dunianya.

“ahh.. es krim abis lagi!!” keluh seung hyun sambil melemparkan stik es ke belakang, ke arah ji yong.

“eh, abis ya abis. Tapi jangan dilempar ke aku juga kali!!” geram ji yong kesal.

“oh? Emang kupikir!”

Ji yong mendengus kesal. Di lemparnya chiki berukuran besar ke tanah, lalu mendatangi seung hyun sambil membawa bogeman mentah untuknya.

“ahh.. jangan gitu juga kali ngasih bogemnya!!” kata seung hyun sambil mengelus pipi mulusnya.

“oh? Emang kupikir?!” ji yong menirukan kata-kata seung hyun tadi.

“dasar plagiat!”

“oh? Emang kupikir?!”

“PLAGIAT!”

“oh?”

“PLAGIAT!”

“oh?”

“PLAGIAAATTT!!!!”

Second night..

Special night for author *plakk* Yeah… mau tahu kenapa? Karena malam ini beda dari malam kemarin. Bedanya seung hyun tidak mengemut es krim magnum lagi. Tapi lollipop yang cukup besar untuk diberikan ke perempuan yang disukai pada white day. Sayangnya seung hyun terlalu pelit untuk membagikannya pada orang lain, apalagi perempuan. Silakan menyiapkan pop corn untuk menikmati bagian ini! *ngga kok.. becanda

“jadi kamu udah tahu sebelumnya?” tanya ji yong to the point.

“belum!” jawab seung hyun, tepat dan akurat.

“terus? Kenapa kamu ngejar aku begitu? Sampe buat aku malu!”

“ehm..” seung hyun berdehem sengaja. “malu apa mau??”

“SEUNG HYUN!!!!”

Third night..

Kali ini berbeda. Ada yang lebih special! Mungkin mulai saat ini, hubungan mereka akan berjalan dengan lancar. Siapkan kembali camilan dan kantong muntah anda karena ini akan membuat anda mual *plakk

“kenapa kamu nggak ngaku aja kalo kamu suka aku?” tanya ji yong.

“hah? Emang aku gay!!” jawab seung hyun, sok jijik.

“eh anak mami yang manja, ini kan latihan! Katanya kamu mau minta aku ngegantiin pasha buat adegan ini??”

“oh iya.. lanjut!”

Take 2

“kenapa kamu nggak ngaku aja kalo kamu suka aku?”

“umm.. karena aku—“ seung hyun melirik naskah dramanya.

“karena aku cinta kamu!!” sambung ji yong.

Seung hyun langsung tersenyum menggoda. “beneran??”

Wajah ji yong memerah seketika. Seperti kepiting rebus yang baru saja matang.

“aduh.. begitu terpesonanya sama aku!!”

“SEUNG HYUN, KAPAN SELESAINYA?????”

Take 3

“kenapa kamu nggak ngaku aja kalo kamu suka aku?”

“umm.. karena aku cinta kamu!”

“semudah itukah kamu mengatakannya?”

“umm.. yeah..”

“lalu kenapa kau tak bilang dari dulu??”

“karena—“ seung hyun kembal melirik naskah.

“karena aku ingin memberi sesuatu yang membuatmu bahagia!” sambung ji yong untuk kedua kalinya. “apa??” sahut ji yong saat seung hyun menggodanya.

“aniyo.. ayo ulang lagi!!”

Take 4

“kenapa kamu nggak ngaku aja kalo kamu suka aku?”

“umm.. karena aku cinta kamu!”

“semudah itukah kau mengatakannya?”

“umm.. yeah..”

“lalu kenapa tak bilang dari dulu?”

“karena aku ingin memberi sesuatu yang membuatmu bahagia!”

“kau salah!”

“…………………………….” *pikir ndiri dah lanjutannya.. kaga kuat sayah !!

~finishing practice~

“makan apa nih?” tanya seung hyun lesu.

“makan kodok!” jawab ji yong asal.

“eh, ditanya baik-baik kok!”

“oh?! Emang kupikir? Weekk..”

“udah ah. Aku malas bercanda!”

“and then, mau makan apa?”

“makan yang ada aja deh!”

“adanya kodok tuh di luar. Ambil sana..!”

“JI YONG, AKU BILANG JANGAN BERCANDA..!!!!!”

##############################################

Back to school keesokkan harinya. Tidak ada lagi sapaan narsis seung hyun yang memanggil ji yong di keramaian. Kalau mereka bertemu, hanya ada tatapan sinis. Orang-orang di sekolah jadi tidak mendapatkan sinetron gratis setiap hari. Di taman pun begitu. Tidak ada sapaan jahil seung hyun lagi. Ji yong jadi merindukan masa itu.

“ahh!! Apa sih yang kupikirkan?!” gumam ji yong sambil memukul-mukul kepalanya. “sudahlah.. lebih baik aku mengerjakannya!!”

@ seung hyun place

“tumben diem!” kata seungri, teman sekelasnya. “tumben juga masih di sekolah!”

“baru pulang. Ngapain coba di rumah?!” jawab seung hyun.

“baru?” seungri memeriksa jam-nya. “kalau jam gue nggak salah sih, lo udah lebih dari 5 jam sejak sekolah bubar disini!”

Seung hyun menatap seungri, seakan ingin membunuh lelaki yang dianggapnya sebagai adiknya. Padahal umur mereka sama *gue samain di ff ini* karena mereka teman dekat, dari kecil sudah kenal, maka bahasa mereka pun bakal memakai bahasa gaul (?) yang dipelajari saat di indonesia dulu.

“oh ya, kenapa lu diem? Biasanya bakal main ke taman nemuin ji yong!” kata seungri.

“not for today” seung hyun menggelengkan kepala.

“cerita dong kalo punya masalah!”

Seung hyun menggeleng keras, dengan pipi digembungkan dan mulut dimonyongkan. Ekspresi yang paling dibenci seungri karena itu akan memalukannya.

“jangan-jangan lu—“ seungri sengaja menggantungkan kalimatnya. “DIJODOHIN!!”

Praaannnggg….

Seperti ada ribuan piring menjatuhi kepala seung hyun saat seungri mengungkapkan kalimat yang pentingnya. Hampir saja ia pingsan seperti kemarin saat dinikahkan paksa.

“ehm.. dengan siapa??”

Ffuuhhh.. untung dia kaga tau! Pekik seung hyun dalam hati.

“kok diem?”

Seung hyun mengambil tasnya, lalu berdiri dan keluar dengan perasaan lega sekaligus bingung. Entah kenapa ia bingung.

“hyun..” panggil seungri. “kenapa sih?!”

“no matter.” Jawab seung hyun datar.

Seung hyun memasuki mobil sport hitamnya dan melajukannya tanpa kenal suasana. Seungri yang biasanya nebeng mobil seung hyun, harus mendengus kesal karena kali ini harus mengeluarkan uang untuk naik bus.

@ home

“eh, dasar makan nggak ngajak-ngajak!” kata seung hyun sambil menarik kursi meja makan.

Ji yong menanggapinya dengan tatapan sinis.

“ya ampun, cemburu ya aku nongkrong sama seungri???” tebak seung hyun, sok tahu.

Ji yong melempar garpunya ke arah seung hyun. “ngga salah?? Aku bukan gay tahu!!”

“aku juga!”

“tidak ada yang bertanya!”

“tapi aku menjawabnya.”

“tidak ada pertanyaan, maka tidak ada jawaban.”

“oh?”

“yeah!”

“so??”

“what?”

*ini aja deh yg dijadiin bahasa GTOP.. biasa kan rap, skarang kaga! Hoho*

Seung hyun menggeliat dalam kasurnya. Hari ini jadwalnya tidur di kasur empuk. Memang dasar ortu mereka pelit. Masa rumah gede, fasilitas lengkap, kasur Cuma satu! Ckckck..

“mami, angkat dong!!” gumam seung hyun sambil terus memasang wajah panik. Keringat dingin membasahi wajahnya.

Ji yong, yang tidur di sofa luar kamar mendengar gumaman seung hyun. Bagaimana tidak, suara seung hyun besar, dan malam ini sangat sepi. Pukul 00.03

“mami!!!!” akhirnya seung hyun berteriak frustasi.

Terdengar isak tangis kecil dari dalam kamar. Tanpa perasaan apapun, ji yong masuk ke kamar dan melihat seorang lelaki tampan yang sedang putus asa. Ia pun mendekatinya dan HAMPIR memeluknya.

“dasar manja!” dengus ji yong.

Seung hyun langsung menghapus air matanya. “kok-bisa—“

“ini kan kamarku juga!”

“tapi malam ini, ini kamarku!”

“oh?” ji yong sengaja menghempaskan tubuhnya ke kasur king size itu. Dalam hitungan detik, bagai orang yang terhipnotis ji yong tidur.

“ahh.. dasar!!!” akhirnya seung hyun mengambil guling dan membawanya ke sofa depan.

^^morning^^

Matahari bersinar cerah dari 2 jam lalu. Awan hitam malam hengkang dari atmosfer dan tergantikan oleh awan putih kapas yang membuat hari lebih cerah. Tapi..

“JIYONG, CEPETAN DONG!! TUJUH MENIT LAGI MASUK!!!!” teriak seung hyun menggelegar, menyuruh ji yong segera keluar kamar dan memakai sepatu.

“IYA.. SABAR DONG!!!” sahut ji yong sambil keluar dan memakai sepatu dengan merk terkenal berwarna merah hitam.

“padahal aku udah sediain sepatu ini.. ckckck..”

“peduli??”

“nggak!” seung hyun mendelik ke jam tangannya. “5 MENIT LAGI!!!”

Akhirnya, daripada berlama-lama naik mobil ke sekolah dengan ancaman kemacetan yang panjang, ji yong dan seung hyun berlari sejauh beberapa kilometer untuk mengejar waktu. Tak dihiraukan teriakan orang-orang menentukan pemenangnya.

“kayaknya yang kecil tuh yang menang!”

“nggak! Yang gede lebih banyak tenaganya. Pastilah dia menang!”

Sedangkan yang menjadi objeknya, hanya terus berlari sampai nafas mereka tercekat.

“aku—nggak-kuat!!” ji yong jatuh terduduk di bawah pohon mangga.

“ayo dong! Udah 5 menit nih kita telat. Nanti kalo disuruh—“

“kamu aja deh yang masuk. Nanti aku bakal jelasin semua ke guru!”

Seung hyun tak tega. Akhirnya ia mengulurkan tangannya, berharap semoga lelaki mungil itu menerimanya dan berjalan bersamanya.

“nggak perlu! Aku bisa sendiri.”

Yeah.. ji yong benar. Ia bisa berdiri sendiri. Dan kembali berjalan, bukan berlari. Tangan seung hyun yang tak bisa diam kadang-kadang selalu mendekatkan tubuh ji yong ke tubuhnya. Membuat ji yong risih dan enggan berdekatan dengannya.

“aku tidak mau kau pingsan, makanya aku me—“

“tapi jangan begitu juga, kali!!”

Hening. Selama perjalanan hanya keheningan yang ada. Mereka sampai 7 menit kemudian, dan disambut dua satpam kembar yang tidak diinginkan. Pak sarijem dan pak chunijem.

“pak, kita kan masuk anak pinter disini!” mohon seung hyun.

“mau pinter, mau bodoh, mau kaya, mau miskin, tetap tidak bisa masuk kalau tidak memenuhi syarat!” kata pak chunijem.

“emang kita kenapa sih? Kita kan udah cukup pinter, kaya, dan—nggak jelek-jelek amat.” Kata ji yong. Kayak bapak! Sambung ji yong dalam hati.

“yaudah.” Seung hyun mengeluarkan senjata terakhirnya. “pokoknya, aku bakal keluar dari sini, nanti nggak ada yang jadi pengharum nama sekolah, nggak ada yang ngegaji bapak, dan—“

“ok.. ok.. kalian masuk saja. Kami yang akan menjelaskan pada guru kalian!” kata pak sarinem dan pak chunijem bebarengan.

“nggak usah!” tolak seung hyun lembut. “kita bisa sendiri. So, bapak-bapak yang terhormat mendingan jaga keamanan. Nanti di pecat lagi. Kan kepsek sekarang nggak nanggung-nanggung mecat semuanya kalo satu orang nggak becus!” *ini cerita tentang kepsek baru gw.. so, sorry kalo curhatan saya keluar disini

Pak sarinem dan pak chunijem mengangguk, memaklumi. Memang benar kepala sekolah yang cerewet, sok kaya, dan bermulut besar (?) itu akan memecat pegawainya yang tidak becus. And then, kita ke suasana GTOP..

“tuh kan, kalo nggak ada aku mau kemana kamu?” tanya seung hyun, sok pahlawan.

“pulang!” jawab ji yong enteng.

“ckckck.. nggak takut?”

“harus?”

“ini nih.. paling benci kalau ada orang yang bertanya ditanya balik. Ckckck..” gumam seung hyun yang tidak ditanggapi ji yong karena tenaganya habis.

“aku ke atas!” kata ji yong lemah setelah sampai di depan kelas seung hyun.

“ke UKS aja!” usul seung hyun, melihat kondisi entah istri atau malah suaminya yang lemah.

Ji yong memaksakan senyum. “no matter. Jangan pedulikan aku. Aku bukan anak kecil!”

Untuk kali ini, seung hyun merasakan sebuah perasaan yang tidak biasa. Entah ini yang dinamakan cinta, atau malah hanya perasaan sayang sebagai seorang yang—

“entahlah..” dengus seung hyun setelah melihat bayangan ji yong pergi menjauh ditelan tangga (?)

“kenapa kamu telat?” tanya bu teuki, guru terbaik yang pernah seung hyun kenal.

“ceritanya panjang!” jawab seung hyun sambil melempar tas ke sebelah seungri. Lalu duduk di kursinya.

“ceritakan!”

Seung hyun menghela nafas panjang. “daripada ibu denger cerita nggak menarik saya, mendingan terangin ke yang lainnya!”

“emang kamu udah ngerti sampai bilang begitu?”

Seung hyun mengangguk mantap. “disitu saja ibu salah. Masa rumusnya begitu? Kan jelas-jelas untuk mencarinya dibutuhkan rumus yang ada di halaman 123 buku paket!”

Semua anak langsung membuka buku. Termasuk seungri yang ada di sebelahnya. Dan setelah melihat rumusnya, anak-anak langsung meneriaki gurunya “SESAT”

Kita ke ji yong dulu yuk..

PLAK!!

Suara rotan yang dipukulkan ke meja guru yang lebih pantas dijadikan meja penghukum akhirat.

“kenapa kamu telat? Mau nyandang jadi cinderella gitu?” tanya bu heechul, guru bahasa yang paling cerewet yang pernah di temuinya.

“sebentar!” kata ji yong takut-takut. “sejak kapan cinderella telat dateng? Bukannya telat pulang?”

“ahh.. emang saya pikir! Cepat duduk!”

Istirahat..

Seung hyun sengaja mendatangi kelas ji yong di lantai 3. perasaan was-was masih menghantuinya. Eh, bukan gitu! Seung hyun takut nanti ji yong pingsan di tangga, terus guling-guling di tangga, kepalanya bocor, dan akhirnya berada di ruangan ICU dan meninggal. Adegan sinetron yang sering seung hyun tonton kalau sedang kesepian.

“kangen ya??” goda ji yong saat ia melihat seung hyun mendekatinya.

“nggak!” jawab seung hyun cepat. “Cuma pengen liat aja kamu lemes, nanti akhirnya digeret anak-anak!”

“beneran mau liat?”

“ngga ah! Nanti aku nggak boleh borong magnum lagi. Ckckck..”

Hening~

“eh,” seung hyun membuka jalan pembicaraan. Istirahat masih 5 menit lagi. “mau temenin ke mall nggak?”

Wajah ji yong langsung berubah cerah. “beliin sepatu louis vuitton terbaru ya!”

Seung hyun menggembungkan dua pipinya. “beli sendiri!”

“aku bilangin mami loh biar—“

“mau buka aib? Buka aja.. aku nggak ngelarang!”

“kenapa sih? Kok jadi serem gitu. Parno deh!”

TTTEEETTT..

Bel berteriak kegirangan menghentikan pembicaraan seru jiyong-seung hyun. Tanpa disadari, anak-anak kelas 1-d menonton dari luar. Anehnya, bukannya cemburu, malah mereka semua mendukung kalau dua orang itu menjalin hubungan khusus.

“aku dukung 100% kalo ji yong sama seung hyun hyung kawin!”

“aku 1000% dukung!”

“aku 1200%!”

“ahh.. serasi banget sih! Sumpah, best new couple!!”

@ seung hyun classroom

“eh hyun, semua orang dukung jiyong-seung hyun couple!” kata seungri menggebu-gebu, membuat seung hyun hampir mati kehabisan oksigen.

“KENAPA SIH SEMUA ORANG PENGEN BANGET GUE MATI?!!!” teriak seung hyun frustasi.

“eh? Gue salah? Sorry.. sorry..” seungri langsung memasang gaya menari sorry, sorry super junior yang sangat terkenal dari tahun 2009 lalu.

“ahh.. ga mempan! Lu mau nari jaipong campur jaranan juga kaga mempan di gue vi.. mendingan lu nari kecak di tali rafia deh pasti gue aplause kalo lu mati!”

Seungri langsung menoyor kepala sahabatnya. “suruh aja engkong lu! Gue Cuma bisa dance justin timberlake.. ckckck..”

#pulang sekolah#

“mo kemana?” tanya seungri begitu seung hyun sampai di depan kelas dan berbelok ke kanan.

“ke kelas ji yong!” jawab seung hyun tanpa ekspresi.

“ngapain tuh?? Cuit.. cuit..”

“nagih utang!” seung hyun menepuk pundak seungri. “lu naek bus aja ye.. gue kudu bareng sama tuh bocah. Babaii..”

Seung hyun langsung berlari menaiki tangga untuk sampai ke kelas 1-a. sampai disana, ia langsung disambut narsha, mantannya yang telah lulus tahun lalu.

“hai!” sapa narsha. “apa kabar?”

Seung hyun speechless. Jujur saja, ia masih menyimpan perasaan pada kakak kelasnya itu. Pertama kali bertemu saat seung hyun jadi korban salah tendang oleh anak kelas 3. dan ternyata yang menjadi perawat seung hyun di UKS adalah narsha.

“umm.. baik.” Jawab seung hyun akhirnya, masih canggung. “kau?”

Narsha tersenyum manis. “as u see,” narsha menunjuk badannya. “oh ya, kau mau ngapain?”

Seung hyun tersenyum. “menjemput orang.”

Raut muka narsha langsung berubah. Terlihat lebih galau (?). tapi kemudian ia menggantinya dengan raut wajah biasa.

“oh.. pacarmu?”

Seung hyun menggeleng. “entah aku harus menyebutnya apa. Ckckck..”

“kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan. Entah kenapa aku merindukanmu. Aku masih ingat waktu kau jadi korban salah tendang itu.”

Seung hyun tersenyum lagi. Masih malu dan canggung dirinya. “umm.. bisa. Kapan? Jangan hari ini karena aku ada janji lain.”

“bagaimana kalau besok?”

“umm.. ok! Jam berapa?”

“boleh ku minta nomormu? Biar ku jelaskan. Tulislah!”

Seung hyun menerima i-phone narsha, dan menuliskan nomornya disitu. Setelah itu ia memberikan kembali i-phone itu. Narsha tersenyum dan pergi setelah seorang lelaki datang dengan wajah di tekuk.

“sorry boy. He’s my friend..” narsha menunjukkan seung hyun ke lelaki itu.

“ohh.. ok. Ayolah aku lapar!” kata lelaki itu.

“ok hyun. Tunggu saja sms-ku. Micky sudah lelah menunggu.”

“ne, noona. Annyeong^^”

Seung hyun POV

Akhirnya aku bertemu lagi dengannya setelah setahun ini. Narsha noona melanjutkan di new zealand. Jujur, aku masih mencintainya! Aku pernah menyatakan cinta padanya. Tapi ditolak mentah-mentah olehnya karena ia menyukai temannya yang bernama DANNY *danny ITYM loh.. liat aja!! Saya aja masih demen bgt sama dia #ganggu

“ya!” gertak seseorang, siapa lagi kalau bukan KWON JI YONG??

“waeyo??” aku melihat wajahnya yang sedang marah. Aku jadi ingin menggodanya. “kenapa?? Kau cemburu ya aku dekat dengan narsha?? Hayo ngaku!!” aku mencoba mencolek lehernya. Tapi langsung ditepis dengan angkuhnya.

“ok, cukup sudah adegan sinetron murahan yang melihat pasangannya bercengkrama dengan mantannya.” Ji yong memasang tampang malas. “kau mau menggodaku? Silakan! Aku tidak akan membalas. Aku ingin pulang dan segera tidur karena aku habis dimarahi habis-habisan oleh heechul sonsaengnim. Kau tahu kan lelaki itu yang bibirnya lebar? Ckck..”

Tanpa sadar ia mencurahkan perasaannya padaku. Andaikan aku ada disana dan melihatnya dimarahi. Pasti aku tergelak habis-habisan! Hahaha..

End of hyunnie POV

Seung hyun masih tertawa sampai ji yong sudah turun duluan dan meninggalkannya. Anak-anak yang lewat langsung mengerubunginya dan bilang “orang gila.. orang gila..”

“eh,, ji yong mana??”

Semuanya langsung meninggalkan arena orgil itu karena sang ‘orgil’ tidak beraksi lagi. Seung hyun yang baru sadar langsung turun dengan cepatnya dan mencari sosok pasangannya—yang entah istri atau suaminya—kemana-mana. Bahkan 2 satpam yang biasa dikerjain anak-anak pun ditanya.

“wah.. nggak tahu den. Tadi sih pada pergi lewat pintu!” jawab pak chunijem.

“ya iyalah pak.. masak pergi lewat bawah tanah?? Nggak ada jalurnya!!” kata seung hyun kesal. “yaudah pak.. makasih.”

Akhirnya seung hyun sendiri pulang ke rumah dengan mobil sportnya. Ia ingin menelpon ji yong, tapi dari awal ketemu BELUM PERNAH SEKALIPUN ji yong memberikan nomornya kepadanya. Ji yong yang sudah tahu nomor seung hyun saja tidak pernah memiscall. Apalagi menelpon. Entah lelaki itu sudah menghapusnya dari memory otaknya atau belum.

“kenapa pulang duluan? Kau tidak tahu kan betapa malunya aku disana diteriaki orang gila oleh anak-anak kelas 1? Lalu aku harus bertanya pada dua satpam tak jelas yang di angkat oleh kepsek tak jelas itu? Dan akhirnya aku pulang sendiri! Aku takut kau hilang, pabo!!” sembur seung hyun sampai rumah.

Ji yong yang sedang mendengarkan lagu di i-podnya tidak mendengar sepatah kata pun dari mulut seung hyun. Membuat seung hyun geram dan langsung membanting i-pod itu ke lantai. Ji yong langsung menatap santai ke arah seung hyun.

“hello, are u okay??” tanya seung hyun.

Ji yong menggeleng sambil tersenyum. “nothing.” Katanya. “itu koleksi terakhir dari brian.”

Ji yong langsung meninggalkan seung hyun sendiri di dekat sofa. Ia pergi keluar tanpa membawa benda lain. Hanya uang dan HP yang ia bawa. Harta paling berharga yang dimilikinya sudah hancur tak bersisa di tangan destroyer handal seperti seung hyun.

Di rumah, seung hyun berlutut di bawah kepingan i-pod yang tadinya utuh langsung hancur. Ia mengangkat satu kepingan yang agak besar ke depan matanya. Disitu tertulis ‘brian mc knight’

OH MY GOD..!!!

 

TBC

Hhhuuuaahhh… maap ya kalo kepanjangan =p

Ditunggu komennya jangan sampe ngurang tiba-tiba.. tapi kalo ga suka tinggal bilang jangan dilanjutin aja deh.. hehe^^

Follow me @lailaisvip

Gomawo

2 thoughts on “ff : “bad boy good boy” part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s