ff : “tonight”

Title : “tonight”

Rate : NC 17 *mungkin

Length : oneshoot

Cast : GD X TOP

Ni ff kdua yg saya share.. kalo ada yg keberatan saya minta maaf.. hoho.. *bow

***

Tonight..

Tonight..

Tonight..

Ji yong terus melangkah sambil tersenyum tanpa peduli orang lain berkata apa. Ia baru saja menerima telepon kalau orang yang selama ini jadi pujaannya akan bertemu dengannya nanti malam. Ji yong harus pergi kesana, bukan dia yang pergi kesini.

Ji yong POV

Belum pernah aku merasa sesenang ini. Orang yang menjadi pujaan hatiku menyuruhku untuk datang ke rumahnya. Ohh.. aku benar-benar dimabuk cinta!

“ya! Ji yong-ah, kenapa kau terus tersenyum?” tanya ajusshi penjual stick saat aku melewati gerobaknya.

“gwaenchana. Tadi aku dapat nilai bagus!” jawabku bohong.

“ahh.. kau memang benar-benar anak yang pintar!”

“gamsahamnida..”

Aku kembali berjalan diiringi senyumanku yang menawan ini *narsis!!* setiap ada orang menyapa, aku menyapanya balik. Benar-benar dunia yang indah!

*end ji yong POV*

Seung hyun POV

Aku tidak sabar menunggu malam ini! Kenikmatan akan dunia ini tidak akan sirna setelah aku mencobanya! Aku benar-benar berharap malam ini akan datang lebih cepat 5 jam.

“seung hyun-ah, kau tidak makan?” tanya omma.

“ani! Sisakan untuk nanti malam saja!” jawabku.

Memikirkan ini benar-benar membuatku kenyang. Aku terus memperhatikan langit yang dari tadi tidak berubah menjadi malam.

Aku tahu anak polos itu menyukaiku. Pasti anak itu akan melakukan sesuatu untukku! Aku sengaja memilihnya untuk menjadikannya ‘korban’. Yeah.. korban.

*end seunghyun POV*

Author POV

Detik demi detik..

Menit demi menit..

Jam demi jam terlewati oleh dua insan berbahagia itu dengan hati tak kuat. Ji yong sedang berusaha me-mix and match pakaiannya agar terlihat rapi di depan pujaan hatinya. Sedangkan seung hyun, sedang berusaha menahan nafsu sampai lelaki itu datang.

@ 9.00 pm

Ji yong berangkat dari rumah dengan mobil sedan ayahnya yang terparkir rapi di garasi. Dengan gayanya yang super mantap ji yong mengendarainya dengan kecepatan rendah ke alamat yang sudah di tunjukkan seung hyun. Akhirnya tibalah ia di rumah besar bergaya eropa klasik yang indah.

“kau! Masuk..” kata seung hyun ramah dengan senyuman melelehkan bagi ji yong.

Setelah memarkirkan kendaraan pribadi keluarganya, ji yong masuk ke dalam rumah indah itu. Seung hyun menuntunnya masuk ke dalam. Keadaan di dalam rumah sangatlah menyeramkan. Dinding di cat dengan warna merah atau hitam, ada dua labu halloween yang tampak menyeramkan dibawah cahaya remang-remang ini, ada sebuah benda yang menghiasi meja, yang sangat mencolok dari yang lainnya.

“kenapa? Mencolok semua ya?” tanya seung hyun membuyarkan lamunan ji yong.

“umm.. eh—iya..” jawab ji yong gugup.

Seung hyun tersenyum dan menggandeng sang kekasih menuju tempat yang sepi, romantis, dan menyenangkan. Di tengah meja makan ada lilin aroma terapi yang dibentuk menjadi bentuk ‘love’. Seung hyun menarik kursi ke belakang untuk di duduki ji yong. Setelah ji yong duduk, seung hyun juga duduk di depannya. Suasana pun berubah tegang.

“umm.. tidak adakah orangtuamu?” tanya ji yong mencairkan suasana.

“ibuku, sedang mengurus para han—maksudku ponakan. Dan ayahku, dia meng—eh mencari tambahan penghasilan!” jawab seung hyun gugup.

Ji yong menarik nafas panjang dan mengeluarkan dari mulut untuk merilekskan tubuhnya. Ia merasa ada yang aneh pada pujaan hatinya itu karena salah mengucapkan kata. Akhirnya acara dinner pun dimulai.

“tidak makan?” tanya ji yong sambil menyuapkan sup ke mulutnya.

Seung hyun menggeleng. “Aku sudah makan!”

“oh..”

Ji yong melanjutkan makannya sambil sesekali menengok ke arah seung hyun yang dengan gaya cool-nya yang membunuh setiap wanita.

“oh ya.” Kata ji yong. “apa yang mau kau lakukan? Kenapa aku yang diundang?”

Seung hyun tersenyum santai seakan tidak mempunyai beban. Padahal theresia menunggunya di dalam kamar. Seung hyun akhirnya mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku jas-nya.

“maukah kau menerimaku sebagai kekasihmu?” tanya seung hyun dengan nada sungguh-sungguh.

Ji yong jelas tak mampu berkata-kata. Ia berusaha menahan haru akibat ‘lamaran dadakan’ itu. Akhirnya ia menerimanya dengan sangat yakin.

“andaikan theresia tahu hal ini!” batin seung hyun.

Ok. Sekarang seung hyun berhak atas tubuh ji yong, walaupun belum sepenuhnya. Ia hanya ingin merasakan ‘sedikit’ cairan yang memenuhi tubuh ji yong selain air.

“umm.. ke kamarku? Ayo.. ku tunjukkan sesuatu!” kata seung hyun.

Seung hyun POV

Akhirnya aku bisa mendapatkannya! Eittss.. aku bukan ingin merasakan tubuhnya. Aku tidak bernafsu untuk melakukan itu dengannya. Aku saja belum pernah mencumbui theresia dua kali *parah!!!!!!

I’m a vampire. Yeah.. aku vampir! Tidak ada yang tahu kecuali aku dan keluargaku. Sudah jelas kan apa yang kuinginkan?

Seung hyun POV end

Seung hyun langsung menutup pintu kamarnya yang gelap. Ia mencari keberadaan theresia, sang kekasih dari negeri hantu. Setelah menemukannya, ia tersenyum dan memberi kode. Setelah itu, seung hyun mendorong ji yong yang sedang menikmati pemandangan kamar ‘kekasih’-nya.

“do u love me?” tanya seung hyun manis.

“y-yes..” jawab ji yong gugup.

“berarti, aku bebas atas hak tubuhmu!”

Ji yong mengerutkan kening. “maksudmu?”

“yeah. Kau mengerti kan?”

“ani!”

Seung hyun mengeluarkan gigi taringnya yang berguna untuk menghisap darah orang. Matanya memancarkan sinar kehororan yang membuat orang ketakutan saat menatapnya.

“aku punya theresia!” kata seung hyun. “semua yang kuucapkan, hanya untuk merebut darahmu dariku!”

Seorang perempuan dengan baju khas vampir mendekati seung hyun. Lalu mencumbui seung hyun di bagian pipi.

“she’s theresia!” kata seung hyun. “baby, u wanna try?”

“kau dulu!” jawab theresia.

Seung hyun menggigit bagian leher ji yong. Memberikan ‘kissmark’ bagi sang korban. Darah yang keluar menjadi santapan terlezat para vampir.

Nyawa ji yong diujung tanduk. Ia masih bisa merasakan semua yang terjadi. Termasuk lehernya yang sedang digerogoti dua vampir. Setelah santapan habis, seung hyun dan theresia meninggalkan ji yong di tempat dan mencari mangsa lain.

“it’s the best night ever!” kata seung hyun pada theresia.

“yeah. I want it since—“ theresia menghitung waktu.

“ok. I want to feel ur body twice!”

“ok. Where?”

“everywhere!”

“ok.. I’ll wait.”

FIN

Ini impian saya bikin yg vampir” gitu.. haha.. gomawo buat yg baca *mending ada yang mau