“10.10.10” part 1

Title : “10.10.10”

Genre : *rada ga jelas sih*

Length : chaptered (1 of ??)

Huhuhu.. ANNYEONGG!!!!

Udah lama nih kaga bikin straight..

Ni sbenernya ide dari taun 2010, makanya dibikinnya banyak angka 10. saya ga suka angka 11 sih jadi ga diganti ni judul jadi 11.11.11 haha..

This ff was requested by my friend.. maap ya cha kalo kaga sesuai ama yang elu mau.. kalo ga suka tinggal bilang aja^^

***the story begin***

“nak, kau boleh memilih!” kata si malaikat pada anak laki-laki di depannya.

“aku mau.” Putus anak kecil itu.

“ok nak. Waktumu 10 bulan, 10 bulan, 10 hari. Kau harus kembali tanggal 10 bulan 10 tahun 10. pukul 10 lewat 10 menit lewat 10 detik, malam! Tempatnya sudah disiapkan.”

“baik, malaikat bersayap putih.”

“sekarang, turunlah nak lewat tangga itu.”

Anak laki-laki itu lalu menuruni tangga kecil yang berlapiskan emas murni itu. Setelah menuruni anak tangga terakhir, anak itu jatuh tengkurap di tempat yang tak dia ketahui. Anak itu menangis kesakitan. Merasakan darah yang mengalir dari hidung dan bibir yang jatuh ke tanah, tangan, dan lutut. Anak laki-laki itu meronta. Meminta tolong pada orang yang lewat. Tapi tak seorangpun yang mau menolongnya. Anak itu kembali menangis. Menangis lebih kencang. Tapi malah dijadikan tontonan. Anak itu kehabisan tenaga untuk berteriak. Tapi ia paksakan. Ia memanggil satu orang yang ada di pikirannya..

***

“omma? Dimana? Omma.. omma!!”

“kibum, ada apa nak? Bangun!”

Lelaki itu membuka matanya dan melihat seorang wanita membawa segelas air putih dengan tatapan khawatir.

“kau mimpi apa lagi nak?” tanya wanita itu yang ternyata ibunya.

Lelaki yang bernama kibum itu bangkit dari posisinya dan menerima segelas air putih itu dari tangan ibunya.

“mimpi yang sama seperti beberapa tahun lalu.” Jawab kibum setelah meneguk air minumnya. “tapi kurasa alurnya akan maju. Aku tidak mengerti!”

Ibunya tersenyum sambil mengelus lembut rambut anaknya. “ya sudah. Kau sudah bisa tenang kan?”

Kibum mengangguk sambil tersenyum. Lalu memasang posisi tidur seperti tadi dan mengatakan ‘selamat malam’ pada ibunya.

Setelah melihat kibum yang sudah terlelap, ibunya mencium kening kibum. Ia tersenyum dan menggumam, “andaikan kau tahu, nak. Aku menyimpan banyak rahasia darimu!” dan pergi dari kamar itu.

Paginya, kibum bangun tanpa disuruh. Ia langsung ke kamar mandi, ganti baju, dan sarapan. Setelah itu mengambil sepeda dari garasi. Ibunya sampai terheran-heran karena tidak pernah kibum sesemangat ini.

“kenapa tiba-tiba begitu? Adakah yang membuatmu jatuh cinta?” tanya ibunya, menggoda.

Kibum menaiki sepeda tuanya. “tidak!” jawabnya. “aku hanya merindukan sekolahku. Ahh~ rasanya 2 minggu seperti 2 abad!”

“kau pergi dengan minho?”

Kibum mengangguk. “pastinya! Omma, aku berangkat!”

“ne, josimae!!”

***

“kau tahu, seorang murid baru akan datang kesini!” kata minho terlalu semangat. “uhh.. kalau perempuan, aku akan mencoba melamar menjadi pacarnya!”

Kibum menyetandarkan sepedanya di parkiran. Lalu menatap sahabatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan tertawa kecil memandanginya.

“w-waeyo?” tanya minho. “kau masih normal kan?”

Kibum menyeringai dan menjitak kencang minho. “hello, kau tak pernah lihat aku dengan lelaki lain kan??”

“ne.. ne.. kajja!”

Dua sahabat itupun masuk ke dalam kelas. Kebetulan untuk kelas 2 ini kibum dan minho sekelas lagi. Dan kelas 3 otomatis akan kembali sekelas. Entah bagaimana perasaan dua orang itu karena akan sekelas 3 tahun di SMA.

“aku benar-benar tidak sabar!!” kata minho sambil melempar tas di sebelah kibum.

“hello, sekolah dimulai 10 menit lagi. Tak sabar kenapa? Mau melihat anak baru itu?? Ckckck..” balas kibum sok dingin.

“aku tak mau kalau ada laporan kau menyukainya nanti!”

“memang kau sudah menyukainya sampai bilang begitu? Bagaimana kalau ternyata murid baru itu cowok? Lalu gendut, bodoh, bengal, dan—“

“ckckck.. tidakkah kau tahu kalau aku sangat ahli dalam urusan perempuan? Dan murid baru itu dijamin perempuan. Cantik pula! Ahh~~ kujamin kau akan terpesona olehnya!”

Kibum telah terpengaruh omongan minho, walau hanya 10% dan ia memendam penasaran tanpa diketahui sampai bel masuk berdenting keras menyuruh anak-anak untuk memulai kegiatan rutinnya. Seorang guru, laki-laki tinggi dengan gayanya yang tegas masuk membawa seorang siswi yang cantik, tinggi dan manis. Semua laki-laki di kelas itu dibuat kaget karenanya.

“ini adalah teman baru kalian.” Yunho sonsaengnim memulai percakapan pertama pada jam pelajaran ini. “perkenalkan dirimu, nak!”

Perempuan itu menunduk hormat. Dengan gayanya yang malu-malu ia memperkenalkan dirinya.

“annyeonghaseyo, naneun lee ha sun imnida. Aku pindahan dari seoul.” Kata perempuan itu.

“ANNYEONGHASEYO~” balas semuanya serempak.

“tuh kan!” minho berbisik pada kibum. “apa kubilang! Kau bakal terpesona olehnya.”

Kibum bukannya terpesona. Hanya saja.. ia merasa familiar dengan perempuan itu! Padahal belum pernah sekalipun ia ke seoul, apalagi bertemu dengannya.

“apa yang membuatmu pindah kesini?” tanya yunho sonsaengnim pada murid baru itu.

“ayahku, yang memintaku kesini.” Jawab perempuan itu gugup.

“bukan karena pekerjaan?”

“sama sekali bukan!”

“ok, kau boleh duduk di meja yang kosong. Itu, sebelah hyo yeon mungkin?”

“ani!!” hyo yeon, murid yang paling centil di sekolah, menolaknya dengan sangat kasar. “jessy sudah memesan!”

“bukannya jessy masih di prancis sekarang?” tanya minho sok tahu.

Hyo yeon langsung diam. Lalu mengeluarkan alasannya. “siapa bilang dia ke perancis? D-dia sama sekali tidak kemana-mana!”

“oh?! Lalu kenapa kemarin ia membelikanku sepatu mahal dari desainer langganannya di perancis?” balas minho, mengambil alasan yang tak bakal benar.

Hyo yeon kembali diam. Dan saat ia mau mengeluarkan alasan tidak bergunanya, yunho sonsaengnim langsung melerainya.

“SUDAH!!” katanya frustasi. “BISA TIDAK KALIAN BERKELAKUAN SEPERTI ORANG DEWASA?”

Minho membalas dengan gumaman yang hanya bisa di dengar kibum. “haahh.. kita kan sedang dalam tahap pencarian jati diri!”

“bukannya kau sudah menemukannya?” goda kibum.

“hah? Memangnya apa?”

“ok, lupakan! Aku kan hanya menggoda.”

***

Kibum mendekati murid baru itu saat kelas sedang sepi. Hanya ada dua orang itu di dalam.

“annyeong..” sapa kibum sambil duduk di sebelah perempuan itu.

“n-ne.. annyeong..” balas perempuan itu.

“umm.. boleh kenalan?”

Perempuan itu mengangguk sambil mengulurkan tangan kanannya. “lee ha sun imnida!”

Kibum membalas uluran tangan perempuan itu. “kim ki—“

“HELLO!!! MINHO IS BACK!!!” teriak minho menggelegar di dalam kelas.

Kibum memandangi sahabatnya itu sengit. Diberikannya tatapan setan kepada minho yang sedang memegang banyak makanan di tangannya.

“ehmm.. annyeong ha sun-ssi!!” sapa minho genit pada murid baru itu.

“a-annyeong..” jawab ha sun.

“get out!!” minho memberikan kode dengan tangannya agar kibum keluar dari kelas. “ini waktunya aku dan si cantik!!”

Kibum mendekati minho dan langsung menamparnya. “ups.. tak sengaja! Hahaha..”

“KIBUM!!!! MATI KAU!!!!!!!!”

*kibum POV*

Entah kenapa, aku merasa murid baru itu—lee ha sun—adalah orang yang kukenal. Aku ingat mata sendunya, aku ingat hidung mancungnya, aku ingat bibir sexy-nya, aku ingat bau badannya. Tapi siapa dia sebenarnya?? Tidak mungkin kan dia orang yang kukenal padahal aku belum pernah melihatnya sebelumnya?

Aku berjalan tak tentu arah sambil melihat ke bawah. Mengingat kejadian yang berlangsung dengan cepat tadi. Aku bermimpi kejadian yang sama selama lebih dari 5 tahun lalu, tanpa lanjutan, aku masuk ke kelas dan diberitahu minho ada murid baru. Belum pernah sekalipun aku antusias terhadap murid baru. Lalu ha sun datang dan langsung membuatku merinding, entah kenapa ini. Lalu aku menggenggam tangannya yang dingin, merasakan hangat tubuhnya, dan—

Tidak ada kejadian lagi. Apakah ini suatu pertanda???

*kibum POV end*

“key, kau benar-benar akan pindah ke korea?” tanya seorang gadis pada lelaki yang bernama key.

“ne. aku tidak mau meninggalkanmu, sunnie-ah!” jawab key muram.

“ya sudah. Kita akan bertemu lagi kok! Kau tenang saja. Tunggu aku sampai dapat kesempatan ke sana ya!!”

Key tersenyum. Ucapan itu seperti hiburan untuknya. Walaupun hanya sementara efeknya.

“KEY, MAU APA LAGI?!!” tanya pria tampan yang adalah ayahnya.

“YA, TUNGGU!!” key mengucapkan salam perpisahan dan mendatangi ayahnya di mobil.

Gelap.. gelap.. gelap..

“HHAAAHHH…!!!” kibum kembali berteriak. Itu adalah mimpi pertama yang lebih berwarna setelah mimpi biasanya.

Kibum mencoba mengatur nafasnya yang tersengal karena deg-degan dengan mimpi itu. Mimpi yang sepertinya berlanjut dari yang kemarin. Di mimpi itu, kibum melihat seorang anak laki-laki dan anak perempuan, yang nama anak laki-laki itu adalah key. Dan anak perempuan itu.. entah siapa namanya.

Kibum meremas rambutnya gemas. Ia tidak bisa memejamkan matanya lagi padahal jam digital di kamarnya menunjukkan pukul 03.01. akhirnya ia hanya tiduran di kasur dengan posisi tangan menjadi bantal untuk kepalanya sampai pagi.

“kenapa? Kau dapat mimpi yang sama sampai kau lesu?” tanya minho saat ia dan kibum sedang mengendarai sepeda ke sekolah.

Kibum menghembuskan nafas panjang sambil melihat ke arah depan. “kali ini mimpinya berlanjut. Tapi aku tidak kenal siapa yang menjadi tokoh utama!”

“maksudmu???”

Kibum menghentikan sepedanya di pinggir jalan. Tiba-tiba saja rantai sepedanya copot. Akhirnya minho harus menunggu kibum demi kesetiakawanan.

“jadi, tokoh di dalam mimpi itu adalah anak laki-laki, dan anak perempuan yang tidak kuketahui siapa!” kibum menjawab pertanyaan minho tadi sambil membenarkan posisi rantai sepedanya.

“kenapa bisa? Tidak mungkin lah!!” minho menggelengkan kepala tidak mengerti.

Kibum sudah selesai membetulkan posisi rantainya. Tangannya penuh dengan oli sekarang dan harus mencari daun-daunan yang penuh embun untuk membersihkannya.

“tokoh di mimpi itu, adalah anak laki-laki yang bernama key, dan anak perempuan yang dipanggil ‘sunnie’! tempatnya yang pasti bukan tempat yang penuh malaikat dan bidadari cantik!” kata minho sambil menaiki sepedanya.

Minho mengayuh sepedanya dengan kecepatan yang sama seperti kibum. Pembicaraan masih berlanjut.

“lalu dimana?” tanya minho.

“di sebuah kota,” jawab kibum sambil mencoba mengingat tempatnya. “kota yang bagus, yang penuh dengan pepohonan, di perumahan.. jalan beraspal.. padat penduduk.. orang-orang membawa anjing untuk diajak jalan-jalan.. dan—“

“CUKUP!!” minho menghentikan deskripsi detail tempat yang kibum impikan. “intinya saja!!”

Kibum menggeleng. “aku juga tidak tahu. Tapi disitu, anak perempuan itu mengatakan ‘key, kau benar-benar akan pindah ke korea?’ padahal aku belum pernah kemana-mana. Ke seoul saja belum pernah!!”

Minho menggeleng tak mengerti. “benar-benar mimpi yang misterius!!”

Masih beberapa kilo lagi untuk sampai ke sekolah. Dan waktu yang agak panjang itu dilewati tanpa percakapan tentang mimpi.

“ajaib!” kata kibum setelah 15 menit terdiam. “setelah murid baru itu datang mimpiku berlanjut!”

Minho tertawa. “HAHAHA.. mungkin saja! Atau mungkin memang dia yang ada di mimpimu!”

“hah? Tidak mungkin! Memang aku pernah bertemu dengannya?”

“kemarin kau bertemu! Malah sampai bersalaman tanpa memberitahukan nama belakangmu. Kasihan..”

“jadi itu rencanamu datang disaat aku sedang menyebutkan nama??”

Dua sahabat itu sampai di sekolah. Seperti biasa mereka memarkirkan sepeda di tempat yang kosong, di dekat pohon agar selalu teduh.

“hey, jawab pertanyaanku!!” tuntut kibum.

“ne.. ne.. aku memang merencanakannya. Kenapa?!” tanya minho balik.

“memang tidak boleh hanya bertanya? Ckckck..”

Mereka berdua berjalan masuk ke kelas sambil saling menjitak. Sampai akhirnya mereka sampai ke kelas dan melempar tas pada tempat biasa.

“annyeong, ha sun-ssi!!” sapa minho sok dekat pada ha sun. minho duduk di sebelahnya sambil menggoda kibum dengan matanya. “bagaimana kabarmu?”

Ha sun tertawa kecil memandangi tingkah dua sahabat yang terkenal di sekolah itu. Yang paling sering mencari gara-gara dengan guru.

“semalam kibum memimpikanmu lho..” minho menggoda kibum lagi sambil mengedipkan mata jahil.

“memangnya nama orang yang ada ‘sun’-nya itu hanya dia?? Masih banyak, minho-ya!!!” balas kibum kesal sambil melempar buku ke arah minho.

“eittss.. jangan marah! Kan memang benar kau memimpikannya. Bukannya kau bilang—“

“min, kau mau rumah sakit, atau kuburan??” kibum menaikkan dua kepalan tangannya untuk menandakan tonjokkan.

“kalau rumah ha sun, bagaimana??”

Semua anak tertawa. Tak terkecuali ha sun sendiri yang menjadi korban dalam percakapan duo troublemaker itu.

“kau bisa ke rumah ha sun kalau kau sudah menjadi malaikat—“

“malaikat apa? Malaikat yang memberikanmu hidup 10 tahun itu?? Hahaha..”

Semuanya tertawa. Hanya kibum dan ha sun yang tidak mengeluarkan ekspresi apa-apa. Akhirnya bel masuk berbunyi. Diikuti oleh seorang guru wanita yang modis. Kim hee chul namanya.

“annyeonghaseyo, yorobeun!!” sapa bu heechul ramah.

“annyeonghaseyo, sonsaengnim!!” balas semua anak kelas 2-5.

“sekarang, buka buku halaman 145 dan pahami. Nanti kita akan ulangan.”

***

Istirahat..

Kibum kembali berada di dalam kelas bersama ha sun. gadis itu sekarang sedang membaca novel tebal yang sudah setengahnya dibaca. Kibum melihat ke sekeliling, mencari-cari sosok minho. Ia tidak mau sahabatnya yang paling jahil itu akan menguping. Setelah memastikan bahwa minho benar-benar ke kantin, kibum mendekati ha sun.

“boleh.. aku bertanya sesuatu?” tanya kibum hati-hati.

Ha sun menutup bukunya. Lalu tersenyum dan mengangguk sambil mempersilakan kibum duduk di kursi sampingnya.

“umm.. apa kau—“ belum sempat kibum menjelaskan, minho datang seperti biasa sambil membawa makanan yang dibawa dari kantin.

“minggir! Sekarang saatnya minho dan ha sun beraksi!!” kata minho sambil mendekati meja ha sun dan menendang kaki kibum agar ia bisa duduk di samping perempuan itu.

Kibum langsung bangkit dan kembali ke tempat duduknya. Padahal minho sudah menyuruhnya untuk pergi keluar agar hari ini benar-benar waktu untuk minho dan ha sun.

“aku tidak akan mengganggu. Tenang saja!!” kata kibum.

“key, mau kemana??” tanya anak perempuan itu pada key.

Key tersenyum. “tunggu saja.. aku akan kembali!”

“key, jangan tinggalin sunnie sendiri!!”

Key mendekati perempuan itu. Lalu mengelus lembut wajah anak itu yang bersemu merah.

“yaudah, kamu ikut aja ya!”

“beneran??”

Key mengangguk. Lalu mengamit erat tangan anak itu sambil berjalan bersama ke tempat yang tidak diketahui.

Semua pun menjadi gelap..

“mimpi lagi!!” kibum meremas rambutnya gemas karena mimpi itu kembali pupus di tengah jalan. “kalau sunnie itu ha sun, lalu siapa key???” kibum melempar bantal ke arah pintu. “ahhh.. lebih baik diam saja dan tunggu kelanjutannya!”

KRRRIIINNNGGG….

Bel masuk berbunyi dengan nyaringnya. Membuat anak-anak yang sedang menikmati kesenjangan waktu harus kembali ke rutinitas.

“kau dapat lanjutannya?” tanya minho berbisik.

“yeah..” jawab kibum seadanya.

“jangan-jangan kau lagi yang ada di dalam mimpi itu!” minho mengatur nada suaranya agar terdengar se-misterius mungkin.

“HEY, AKU KAN SUDAH BILANG KALAU DISANA HANYA ADA SUNNIE DAN KEY!! SAMPAI KAPAN KAU AKAN BILANG KALAU ITU ADALAH AKU???” kibum tidak bisa mengatur nada suaranya. Semua anak yang ada di kelas itu memperhatikan semburan kemarahan kibum kepada minho.

Ha sun tersentak kaget mendengar dua nama yang diucapkan kibum. Yang ada di dalam mimpinya. Ia ikut menatap kibum yang sedang berdiri sambil mengatur nafasnya perlahan. Wajah kibum yang terlihat dingin dan judes, benar-benar terpancar saat ia marah.

*lee ha sun POV*

“HEY, AKU KAN SUDAH BILANG KALAU DISANA HANYA ADA SUNNIE DAN KEY!! SAMPAI KAPAN KAU AKAN BILANG KALAU ITU ADALAH AKU???” teriak kibum dengan suara lantang.

Key.. sunnie..

Aku pernah mendengar nama itu..

Aku pernah memimpikan itu..

Aku pernah mengingat nama itu..

Aku sudah melupakan nama itu.. dan sekarang terdengar lagi..

Tidak mungkin!! Tidak mungkin!! Tidak mungkin ini adalah suatu kebetulan!!

Key-ku sudah mati hampir 9 tahun lalu karena kecelakaan!!

Key-ku sudah mati hampir 9 tahun lalu karena kecelakaan!!

Key-ku sudah mati hampir 9 tahun lalu karena kecelakaan!!

Jadi, mungkinkah dia hidup lagi??

Key…

*end POV*

TBC

RCL please.. gomawo^^

2 thoughts on ““10.10.10” part 1

  1. Anggre

    Wah. .
    Seru bngt eon critax. .
    Daebak. .
    Tuh kim kibum suju or shinee. .?
    Q pnsrn eon am lnjtx. .
    Kalo bsa jgn lama2 yah lnjutanx?!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s