“101 vs 505” prolog

::PROLOG::

BREAKING NEWS :

“PARK MIN SEUL, ISTRI DARI HWANG LEE HYUN, PEMIMPIN AGEN 101 DITEMBAK MATI TADI MALAM DI PASAR MALAM KOTA SEOUL YANG SEDANG RAMAI-RAMAINYA. DIA DITEMBAK TEPAT DI KEPALANYA YANG MENYEBABKAN DIA MENINGGAL DI TEMPAT”

NEWS.COM :

“… DIA DITEMBAK MATI DIBAGIAN KEPALA OLEH ORANG BERMASKER HITAM YANG MENUTUPI WAJAH SEHINGGA SULIT UNTUK DILACAK PEMBUNUHNYA…”

KOREAN MAGAZINE :

“…JENIS PELURU YANG MENANCAP DI KEPALA KORBAN ADALAH PELURU DARI PISTOL TERBARU YANG SANGAT CANGGIH. GOSIPNYA, ORANG ITU ADALAH SURUHAN DARI AGEN 505…”

***

Begitulah penggalan berita dari TV, online, dan media cetak yang membicarakan tentang kematian Park Min Seul, istri dari Hwang Lee Hyun. Dia ditembak mati di bagian kepala yang disaksikan anaknya sendiri, Hwang Chan Mi. dia ditembak dari jauh sehingga dia tidak mengetahui siapa yang membunuh ibunya. Sekarang, anak itu tidak bisa menerima pangilan atau wawancara karena dia masih shock.

***

Hwang’s family home

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Hwang. Mrs Hwang meninggal mengenaskan dengan darah yang selalu keluar dari kepalanya. Sekarang jenazahnya disemayamkan di rumahnya. Chansung, anak tertua korban hanya bisa memandangi wajah ibunya yang telah tertidur di petinya. Sedangkan Chanmi, anak bungsu mereka hanya menangis di pelukan kakaknya.

“Chanmi-ah, ulljima!” kata Chansung menenangkan adiknya itu.

“Chansung-ssi, dipanggil hwang ajusshi!” kata Jae Joong, kakak sepupu Chansung. “Ditunggu di ruangannya!”

“Chanmi?”

“Biarkan dia denganku!” Jae Jong mengambil alih Chanmi dari pelukan Chansung. Dia memeluk adik sepupunya itu erat.

_mr.Hwang’s room_

“Chansung-ssi, aku yakin kau bisa melakukan ini!” kata mr.Hwang dengan wajah sedih. “Aku tidak bisa mengerjakan tugas agen sekarang!”

“Appa, aku masih 16 tahun! Aku masih terlalu kecil! Suruh saja Jae Joong hyung!” kata Chansung.

Mr.Hwang membuka kacamatanya. Dia menatap Chansung penuh harap. “Aku mau kau, Chansung! Aku percaya kau!”

“Appa, tapi—“

“No, Chansung. You’re the best! Keep the faith!”

“Appa—“

“Chansung, please. Jae Joong dan kau sudah kupertimbangkan. Aku lebih percaya kau!”

“Iya. Kau percaya karna aku anakmu, iya kan?”

“Hwang chan sung—“

“Appa.. please. Aku masih harus mengurus klub basket!”

“Itu urusan gampang! Ingat, agen ini! Agen ini untuk menyelamatkan Korea Selatan!”

“Tapi appa—“

“Masa depan Korea Selatan, ada di tanganmu! Sebentar lagi gencatan senjata akan berakhir!”

Deg—

Degup jantung chansung serasa berhenti sementara. “Gencatan senjata akan berakhir!”

***

Di sisi lain..

“Wow.. lemah juga pertahanannya!” kata Seung Hyun yang sedang melihat berita di koran. “Masak hanya segitu dia sudah kalah? Kemana saja dia?? Haha..”

“Ya! Seung Hyun-ah, ini..” Siwon menunjukkan gambar seseorang di komputer. “Ini sasaran utama kita!”

“Mwo? Kenapa dia?”

“Hyung-aa!!” teriak seorang lelaki yang tak lain adalah Min Hwan, adiknya. “Kembalikan!! Itu pistolku!!”

“Ya! Minhwan-ah, appa memberikannya untukku! Bukan untukmu!!” teriak kembarannya, Minho.

“Minho-ssi, kembalikan!!”

“Aniyo! Ini punyaku! Aku yang pantas!!”

BRAK!!

Pintu digedor yang menghasilkan suara yang sangat keras.

“Ada apa hyung?” tanya Minho dan Minhwan bersamaan.

“Berisik tahu!!” geram Seung Hyun emosi.

“Mianhe, hyung! Minho mengambil pistolku!” kata Minhwan sambil menunduk.

“Minho, Minhwan!!” kata Siwon dengan suara pelan. “Kembalikan pistolku!”

“Mwo? Ini pistol kan untukku!” bantah Minho.

“Bukan!! Ini untukku! Lihat saja M!!” timpal Minhwan.

“MINHO.. MINHWAN!!!” teriak Siwon geram.

Minho menyerahkan pistol itu pada Siwon yang diterima Siwon dengan tatapan dingin. Lalu Siwon dan Seung Hyun meninggalkan kamar adik kembarnya.

**sekilas info**

Satu-satunya orang yang boleh memakai komputer di Korea Utara selain penguasa/petinggi korea utara adalah keluarga penguasa agen 505. dan juga untuk agen 505 untuk kepentingan negara.

(back to story)

“Siwon hyung, kenapa dia yang jadi sasaran?” tanya Seung Hyun sambil menunjuk foto seorang laki-laki SMA di komputer.

“Nanti kau juga tahu! Kau cari saja sendiri!” jawab Siwon sambil memakai jas yang dari tadi menyentel di kursinya. “Aku ke markas dulu! Ajarkan Minho dan Minhwan!”

“Mwo? Kenapa aku?”

“Kau yang lebih keras! Seunghyun-ah, lakukan yang terbaik!”

“Shit!!”

***

Di kediaman keluarga Hwang, pelayat-pelayat dari segala penjuru kota datang. Kerabat dari korban juga datang.

“Kasihan dia!” komentar salah satu pelayat.

“Iya! Apalagi anaknya masih remaja! Belum terlalu dewasa!”

“Katanya dibunuhnya di depan mata anaknya ya?”

Itulah komentar-komentar dari beberapa pelayat yang datang. Mereka menatap dua anak dari korban yang terdiam di depan peti ibunya.

“Chanmi, terimalah! Ini takdir!” kata Jae Joong menenangkan adik sepupunya itu.

“Jae hyung, don’t say anything to Chanmi, please!” kata Chansung tanpa menatap Jae Joong.

Chanmi berlari meninggalkan peti ibunya diikuti kakaknya dibelakang. Dia berlari ke kamar.

“Chanmi-ah,” panggil Chansung.

TOK.. TOK..

Pintu kamar diketuk seseorang.

“Chansung-ssi, ke ruanganku!” kata mr Hwang.

“Ne, appa!”

@mr.Hwang’s room

“Kau siap?” tanya mr Hwang pada anaknya yang menatap datar di ruangan itu.

“Semoga!” jawab Chansung singkat.

Mr Hwang menepuk pundak Chansung. “Chansung-ssi, sasaran selanjutnya aku! Lindungi aku! Kau tak mau kan kehilangan orangtua lagi?”

Chansung terdiam. Dia teringat ibunya yang meninggal saat dirinya sedang memeriksa sesuatu bersama ayahnya.

“Chansung-ssi, ku mohon..”

“Aku belum siap!”

“Kenapa? Kau sudah kuajari strategi perang! Kau sudah ku ajari tugas agen, kau sudah ku ajari menembak yang baik! Kau sudah ku ajari semuanya. Apa lagi yang kau takutkan?”

“Aku takut kehilangan teman!”

“Tak ada istilah teman di agen! Yang ada tim, dan musuh!”

“Itu sebabnya aku takut kehilangan—“

“Sssttt.. trouble is a friend! Makannya aku tak suka kau mengajak teman-temanmu ke rumah!”

Besoknya..

BRAK!!

BRAK!!

BRAK!!

Barang-barang yang ada dilempar ke penjuru ruangan kecil berdinding biru itu. Chanmi pelakunya! Dia masih kesal dengan perlakuan pembunuh itu! Dia masih teringat semua yang terjadi.

“Chanmi-ah!!” mr hwang mencoba menghentikan perbuatan anaknya itu. “Chanmi, apa-apaan kau??”

Chanmi berhenti melempari barang-barangnya. Dia menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.

“Aku tahu kau kesal. Aku tahu kau benci dengannya. Aku tahu kau ingin balas dendam! Tapi—“

“Tapi apa? Aku ingin ikut omma!!” kata Chanmi sambil melempar boneka beruang besar dari ibunya.

“Ani, Chanmi-ah! Ayo! Aku punya cara yang tepat untukmu membalas dendam! Tapi, tunggu sampai umurmu 18 ya!”

Chanmi berhenti. Dia menatap ayahnya yang sekarang tersenyum memandanginya. Mr Hwang merangkul putri kecilnya yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 itu.

“Chansung-ssi!” panggil mr Hwang kepada anak lelaki pertamanya. “Tugasmu dimulai sekarang!! Pulang sekolah nanti!”

“Tapi appa—“

“Sekarang!! Masa depan di tanganmu!”

“Appa—“

“Chansung-ah, untuk apa semua itu kalau bukan untuk kepentingan agen ini? Hah? Ingat, pulang sekolah!!”

“Appa!!! Aku ada rapat pengurus tim!! Tim-ku akan mengikuti lomba di brazil nanti!!”

“Aku tak butuh alasan! Oh ya, berikan izin untuk Chanmi! Dia akan ku ajari sesuatu! Ok?”

Mr Hwang lalu pergi bersama chanmi keluar. Chansung yang sedang menyuap roti ke-6-nya langsung terdiam. Tak mengunyah makanan yang menggugah selera itu.

“Shit!!” geram Chansung sambil memukul meja. Mendingan aku berangkat daripada disini! Heu.. melelahkan!! Kenapa harus aku??

@ 505

“Shim Changmin-ssi, you’re so..!!” kata Siwon bangga sambil menepuk pundak Changmin, anak buah kesayangannya. “Ternyata tak sia-sia aku mengajarimu melakukan itu!! Sebentar lagi kemenangan milik kita!!”

“Yup! Changmin-ssi, bagaimana kau melakukannya?? Sepertinya dari dulu Siwon hyung hanya mengajarimu menembak dari jarak 2 meter! Siang hari lagi! Kenapa kemarin sampai 10 meter? Gelap lagi!” tanya Seung Hyun.

“Ah.. hyung! Aku hanya memakai otak encerku ini!” kata Changmin bangga.

“Ouh.. aku baru tahu kalau kau punya otak seperti itu! Haha..”

Orang-orang agen 505 sedang menikmati masa kejayaannya. Mereka merayakannya dengan meminum soju dan wine!

“Oh my.. aku sampai lupa!” kata Seung Hyun. “Kita harus memanfaatkan kesempatan ini! Aku akan ke selatan untuk mengambil itu! Ada yang mau temani? Aku butuh sekitar.. umm.. 15 orang!”

“Aku!” kata Dong Wook.

“Aku!” kata Siwon.

“Aku juga!” kata Ki Kwang.

“4 orang! Ada yang mau lagi? Eh.. 20 orang saja! Lebih banyak lebih baik!” kata Seunghyun. “Ji Yong!!”

Ji Yong kaget dan menoleh ke arah Seung Hyun. “Ne?”

“Ok. 5 orang! 15 orang lagi?”

“Minho, Minhwan!” usul Siwon.

“Mereka terlalu kecil!” bantah Seung Hyun.

“Biar bagaimanapun, aku yang lebih dewasa!” kata Minho kesal karna disamakan dengan Minhwan.

“Ok, biar bagaimanapun juga, dia sudah lebih baik! Pilih dia!” kata Siwon.

“Ok. 6 orang!”

“Aku!” Jonghoon mengangkat tangan.

“Semua ketua harus ikut!!” kata Seunghyun.

“Hyung, aku ikut dong!!” kata Minhwan.

“Minhwan, kau belum dewasa!” kata Siwon.

“Tapi Minho—“

“RUBAH SIKAPMU!!” bentak Seung Hyun emosi.

“Changmin??” usul Dongwook.

“Iya juga! aku lupa! I’m sorry!” kata Seunghyun.

Changmin membalas dengan senyum. “Kenapa Seungri tak ikutan saja?”

“Mwo??” Seungri menatap Changmin dengan tampang babo. *dicincang vi*

“Ok. Siapa lagi yang mau?”

@ 101

“Sepertinya ketua agen ini akan diganti!” kata Jae Joong.

“Diganti?!? Kenapa?” tanya jun hyung tak percaya.

“Kau tahu? Setelah istrinya meninggal, dia merasa dialah incaran selanjutnya! Makannya ketuanya diganti!”

“Oo.. begitu!” kata orang-orang di ruangan itu.

Suasana markas besar agen 101 sangat sepi. Beberapa anak buah sedang menjaga markas masing-masing dan beberapa lagi sedang menjaga tempat penyimpanan senjata.

@ Chansung’s school

“Sung-ah?” kata Chae Rin bingung. “Kau ada masalah?”

“Banyak!” jawab Chansung dingin.

“Oh.. mian. Ternyata sedang marah!” Chae Rin bersiap meninggalkan kelas.

“Ya! Chae rin-ah! Menurutmu, apa susah menjaga agen itu?”

“Ani. Sama sekali tidak! Malah menyenangkan!”

“Appa bilang, tak ada istilah pertemanan disitu!”

“Iya. Hanya istilah! Tapi kau masih boleh berteman! Kenapa tidak?”

Chansung diam. Chae Rin juga.

“Oh ya,” kata Chae Rin membuka pembicaraan lagi. “kenapa kau bertanya itu?”

“Umm.. tak apa!”

Chae Rin mendekatkan mukanya ke muka Chansung. Chansung menatap Chae Rin aneh. Dia merasa Chae Rin akan menciumnya.

“Chae Rin-ah? Apa yang kau lakukan?” tanya Chansung geram tanpa membuka matanya.

“Kau disuruh ayahmu jadi anggota 101 ya?” tanya Chae Rin penuh selidik.

Chansung membuka matanya. “Kok tahu??”

“Chae Rin gitu! Apa posisimu? Anggota biasa or..?”

“Ketua inti..”

“Mwo?” Chae Rin tertawa kecil. “Tak salah?”

“Kenapa memangnya? Kau tak suka??” ”Bukan begitu!! Kan ada Jae Joong oppa yang bisa diandalkan!! Kenapa dia memilihmu?”

“I don’t know! Mungkin karna aku anaknya, jadi dia tak mungkin menyerahkan jabatan itu ke orang lain!”

“Chansung-ssi, pakailah kesempatan ini!!”

Chansung mempertimbangkan nasihat Chae Rin. Sebelum memutuskan, Chae Rin mengajak ngobrol lagi.

“Kemana Chanmi? Masih shock-kah?”

“Ya, begitulah! Tadi kamarnya diberantakin. Bisa kupastikan saat itu dia benar-benar depresi!”

“Pastilah! Kau tak tahu kan hati anak sekecil dia? Anak 13 tahun yang masih harus mendapat bimbingan ibu, tiba-tiba ibunya pergi meninggalkannya selamanya?”

Chansung kembali mendapat pelajaran berharga dari Chae Rin. Betapa adik kecilnya itu shock karena ditinggal tiba-tiba.

“ya!! Chansung-ah!” kata chae rin sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Chansung.

“Eh?”

“Bengong!”

“Wae?”

“Dipanggil juniormu!”

“Chansung hyung, semua sudah berkumpul!” kata Junsu.

“Umm.. ok.. kau tunggu saja!” kata Chansung sambil tersenyum. Lalu mengalihkan pandangan ke Chae Rin. “Dasar!!”

“Waeyo? Au..” Chansung menjitak keras kepala Chae Rin. Chae rin lalu balas menjitaknya. Tapi Chansung lari lebih cepat. Jadi tak kena.

@ meeting’s room

“Mianhe, aku telat!” kata Chansung mengawali pembicaraan. “Umm.. kalian tahu kan sebentar lagi akan di adakan lomba di Brazil? Dan kita berhasil mendapatkan kesempatan kesana!”

“Ne!!”

“Karna aku sudah kelas 3, aku tidak bisa lagi ikut perlombaan ini. Sayang sekali~ padahal aku ingin sekali kesana. Tapi, aku mengharapkan kalian bisa melakukannya! Aku akan mengajari kalian sampai bisa! Sampai jago!”

“Jinja? Ow.. oke!!” komentar salah satu junior.

“Now, ayo ke lapangan!”

@ field

“Karna kalian akan menghadapi remaja di tempat lain yang tentunya perawakannya lebih tinggi, ini caranya! Kalau kau ingin..” belum sempat Chansung menjelaskan, HP-nya berbunyi. “Mian, sebentar ya. Ok?”

Chansung keluar lapangan untuk berbicara pribadi pada ayahnya.

“Ne, appa?”

“Chansung-ssi, kenapa kau tidak ke markas??”

“Haruskah?”

“Chansung-ssi—“

“Suruh saja Jae hyung untuk sementara! Aku sibuk!”

BIP—

Sambungan telpon diputus paksa Chansung. Saat Chansung akan memasuki lapangan lagi, telponnya berbunyi lagi.

“Appa—“

“CEPAT KE MARKAS ATAU KAU KUBUNUH!!”

“Ne.. ne appa!!”

Chansung kembali ke lapangan dengan wajah pucat.

“Mianhe, yorobeun. Aku ada urusan mendadak. Yah.. biasalah appa-ku selalu mencampuri urusannya padaku. Mianhe..”

“Ne, hyung!” kata semua serempak.

“Hyukkie, kau kan biasa menonton NBA, pasti kau bisa! Ok? Bye all.. aku janji besok akan kesini!!”

Chansung keluar gedung sekolah. Disana ia sudah disambut oleh lelaki-lelaki kekar berbaju serba hitam. Mereka memakai kacamata hitam juga.

Apakah orang ini mau membunuhku?  Pikir Chansung.

“Tuan Chansung,” panggil salah satu lelaki. Lelaki yang lain membukakan pintu di satu mobil sport warna hitam. Dan keluarlah seorang lelaki yang ia kenal.

“Appa?” Chansung menganga tak percaya. Mr Hwang memberi senyum dingin.

“Aku akan mengantarmu ke markas! Kau harus memperkenalkan diri pada yang lain kalau kau adalah ketua inti baru!”

“Appa—“

“Masuk!!” appa memberi kode pada seorang bodyguard untuk membukakan pintu mobil sport-nya. “Kau tak mau naik yang hitam? Naik saja yang lain? Mau yang merah? Atau—“

“Terserah!!”

@ 505

“Ok, nanti malam kita akan adakan perpindahan sementara! Siapkan semuanya untuk keperluan itu!” perintah Seung Hyun.

“Ne!!”

“Sekarang, kalian boleh balik ke markas kelompok! Laksanakan!!”

“Siap!!”

Tinggallah di ruangan itu 2 orang, Seung Hyun dan Siwon.

“Siwon hyung, kenapa kau menunjuk orang itu untuk di bunuh? Untuk jadi incaran?” tanya Seung Hyun yang masih bingung karna Siwon menunjukkan foto anak lelaki SMA.

“You must find out, boy! Ok?” Siwon tetap tidak memberi tahu. Yang membuat Seung Hyun selalu kesal. Why don’t you tell me bro??

***

Chansung sudah sampai di depan markas besar agen 101.

“Pakai ini!” mr Hwang memberikan pakaian warna hitam yang sangat mencolok.

“Appa, bagaimana bisa aku memakai pakaian jelek ini?”

“Hwang Chan—“

“Ne.. ne..” Chansung lalu masuk ke kamar ganti untuk mengganti pakaian sekolahnya sebelum masuk ke ruangan meeting.

“Keren!” komentar Chanmi yang ikut turun juga.

“Chanmi!!”

“Ayo ke ruangan!! Semua sudah menunggu!” kata mr Hwang.

Mereka bertiga lalu berjalan ke lantai 14, tempat pertemuan para anggota agen. Orang-orang agen sibuk membicarakan tentang hal-hal yang tidak jelas.

“Perhatian!” kata jae joong. “Agen 101 akan memperkenalkan anggota baru yang juga akan menjadi ketua inti!” semuanya terdiam. “Ok, hwang ajusshi..”

Hwang Lee Hyun dan 2 anaknya masuk. Semuanya terdiam dan membisu melihat 2 anak yang belum dewasa itu.

“Chansung!!” mr Hwang memberi kode pada Chansung untuk memulai berbicara.

Chansung berdehem sejenak untuk melegakan tenggorokannya. “Annyeonghaseyo. Naneun Hwang Chan Sung imnida. Aku adalah..”

DOR !! DOR !!

Suara pistol itu mengagetkan semua orang yang ada di markas besar itu. Siapakah pelakunya? Ternyata..

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s