“little boy in love” part 1

Title : “little boy in love”

Length : chaptered (1 of ??)

Pair : lee ki kwang X yang yo seob

Suka ga suka ma ni kopel,, biarin !! yg penting aye pengen jodohin ni dua orang yang aye kenal di b2st.. cekidot~

***

“tuan muda..” panggil salah satu pelayan di rumah keluarga yang. “tuan muda, sudah pagi!”

Seorang anak laki-laki berumur 8 tahun itu membuka matanya perlahan. Sambil mengerjap-ngerjapkan mata, ia mencoba beradaptasi dengan sinar matahari yang menyinari dunia dengan teriknya.

“YANG YO SEOB!!” teriak pria tinggi tegap dengan galaknya. “MAU JADI APA KAU KALAU BEGINI?!!”

Anak laki-laki yang bernama Yang yo seob, atau panggil saja yoseob, langsung bangun dengan sempurna. Pria itu—yang adalah ayahnya—sudah berdiri tegak di depan kasur king size anaknya.

“apa aku harus memberikanmu tempat di loteng agar kau bangun dengan tepat setiap hari?” tanya pria itu, yang hyun suk.

Yoseob diam. Kepalanya ditundukkan karena takut melihat wajah ayahnya yang sedang marah. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan air mata agar tidak jatuh.

“angkat kepalamu dan cepat mandi! Kita harus bertemu klien hari ini!”

“ne, sajangnim.”

Harus diakui bahwa keluarga ini adalah keluarga yang paling disiplin. Harus bangun di jam yang sama setiap hari, harus makan makanan yang bergizi, yang harus selalu diambilkan oleh pembantu, harus bekerja untuk menambah penghasilan padahal uang yang terkumpul sudah lebih dari orang terkaya di negaranya, dan harus tidur pada larut malam.

Anak laki-laki yang bernama yoseob itu sudah selesai mandi setelah 10 menit berada di dalam kamar mandi. Setelah berpakaian rapi ala bangsawan, keluarga itu pergi ke tempat klien berada. mereka diantar oleh supir pribadi dengan mobil yang dirancang sendiri untuk keluarga itu. Perancangnya adalah beberapa produsen mobil terkenal dunia.

Yoseob termenung sendiri di dalam mobil mewah itu. Pandangannya dialihkan keluar, ke arah anak jalanan yang sedang bermain bersama teman sebaya, memainkan alat musik sambil bernyanyi dengan suara melengkingnya. Dua orang anak laki-laki lalu mendatangi mobil mewah keluarga Yang sambil menyanyikan lagu dengan suara cemprengnya. Yoseob memperhatikan mereka berdua. Bersenang-senang.. bermain bersama.. menikmati masa kecil.. tanpa beban.. tanpa lelah.

“terimakasih..” ternyata dua anak itu telah diberi sumbangan dari supir. Jadi tidak ada pemandangan menarik lagi untuk yoseob.

“kau mau seperti itu? Pergi saja dari rumah dan bernyanyi! Waktu adalah uang. Jadi, jangan pernah kau menyiakan waktu!” kata yang hyun suk dengangayaseriusnya.

Yoseob mengangguk lemas. Ia masih lemas. Tidak ada tenaga untuk mencari uang. ia hanya ingin hidupnya dipenuhi dengan kesenangan masa kecil. Lalu ia akan bersusah-susah di kemudian hari.

“ne, sajangnim..” jawab yoseob lemas.

Semua orang di keluarga Yang harus memanggil yang hyun suk dengan sebutan ‘sajangnim’. Tak terkecuali yoseob, anak laki-laki yang masih polos, yang tidak tahu apa-apa tentang bisnis.

*yang yo seob POV*

Tuhan..

Haruskah aku menjadi apa yang ayah mau?

Haruskah aku terus memanggilnya dengan sebutan ‘sajangnim’ padahal dia ayahku sendiri?

Haruskan aku dijadikan kuda pacu yang akhirnya akan mati karena stress?

Tuhan..

Aku hanya ingin menikmati hidup.

Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri.

Aku ingin mencari sesuatu yang membuat ayahku sendiri bahagia.

Bolehkah itu, tuhan? Bolehkah??

*end POV*

Setelah beberapa menit di dalam mobil, akhirnya keluarga terhormat itu sampai di tempat tujuan. Tempat ini benar-benar mewah. Dengan gedung bertingkat 30 yang setiap lantainya disediakan 7 lift. Lantainya adalah lantai marmer mahal yang tidak bisa dibeli oleh sembarang orang. Ruangan bos ada di lantai pertama, ruangan paling menonjol di kantor itu. Yoseob dan ayahnya masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan dokumen-dokumen penting itu.

“selamat pagi, pak!” sapa yang hyun suk ramah.

Seorang pria tinggi, berjas rapi dengan dasi hitam polos dan gayanya yang angkuh tapi tegas, berdiri untuk mempersilakan pimpinan dari YG corp itu duduk di sofa ekslusif.

“pagi, pak. Silakan duduk.” Kata pria itu ramah.

Yoseob dan ayahnya duduk di bangku yang sama dengan jarak yang berjauhan. Sofa itu berwarna putih. Busanya sangat empuk, bisa saja orang tertidur di sofa itu. Ditambah lagi udara dingin dalam AC yang memenuhi ruangan.

“inikah anakmu yang paling dibanggakan?” tanya pria itu sambil mengangkat wajah manis yoseob untuk dilihat detailnya.

“yah.. itu anak laki-laki satu-satunya. Namanya yang yo seob.” Jawab yang hyun suk bangga.

Yoseob menatap tanpa dosa ke arah klien ayahnya yang diketahui bernama jung jae joong. Biasa dipanggil tripple J oleh rekan kerjanya.

“bagaimana, kau tertarik dengan produkku?” tanya yang hyun suk to the point.

Tripple J mengambil proposal yang memuat tentang program kerja YG corp yang terletak di atas meja. Setelah meneliti semuanya, memikirkan dampak positif negatif dari produk itu, tripple J menganggukkan kepala setuju.

“ok. Saya terima!!”

Sementara itu di tempat lain, di kediaman salah satu pelayan di rumah keluarga Yang, seorang pemuda berusia 17 tahun sedang berusaha menelepon ke rumah majikan ibunya untuk mengabarkan bahwa ibunya tidak bisa bekerja beberapa hari.

“yoboseyo? Disini kediaman tuan—“

“aku tahu!!” sergah pemuda itu panik. “tolong berikan izin untuk ibuku agar bisa istirahat di rumah!”

“siapa ini??”

Pemuda itu menghembuskan nafas panjang untuk merilekskan diri. “kau harus mengabulkan permintaanku dulu, baru kusebutkan namaku!”

“ok.. ok..” lelaki di seberang sudah menyerah berdebat dengan pemuda itu. “kau siapa?”

“aku lee ki kwang. Anak dari park sung hye. Kau tahukansiapa dia?”

“oh kau ternyata!” lelaki di seberang mendesah lega. “ibumu boleh beristirahat di rumah. Tapi kau harus menggantikan posisi ibumu, daripada di pecat!”

“separah itukah??”

“yah.. kau tahukantuan rumah disini? Begitu kejamnya sampai anaknya saja takut padanya! Ckckck..”

Pemuda yang bernama ki kwang itu mengelap peluh yang jatuh karena kepanasan, dan kelegaan. “ok. Besok aku akan cuti kuliah untuk bekerja disana sampai ibuku sembuh.”

“datanglah kesini sebelum esok hari!”

Tut—

Ki kwang berlari ke kamar ibunya untuk memberitahukan hal penting yang tadi dikatakan pengurus keluarga Yang.

“kau boleh kesana. Jagalah kesehatan!” pesan ibunya.

“yah.. aku tahu!” ki kwang tersenyum manis. “apa yang biasa ibu lakukan disana?”

“hanya membantu mengerjakan pekerjaan rumah, membangunkan tuan muda, mengajak tuan muda bersenang-senang, dan—“

“tuan muda? Cih!! Kenapa harus pakai tuan muda?”

Ibunya tersenyum lembut. “mereka lebih tinggi derajatnya. Jadi boleh saja kita memanggilnya tuan muda.”

Tuan muda yang ada di bayangan ki kwang adalah anak muda yang angkuh, dingin, maniak uang, selalu keluar malam-malam bersama perempuan, selalu bersikap buruk pada orang yang derajatnya tinggi di sebelahnya, dan tentu saja, malas dan bodoh.

“yoseob bukan anak yang seperti itu!” kata ibunya menjawab seluruh bayangan bodoh ki kwang. “yoseob anak laki-laki berumur 8 tahun, yang hidupnya dipenuhi oleh pekerjaan, bukan kesenangan! Yoseob selalu kesepian. Sering sekali ia menangis di taman belakang, tengah malam. Untungnya tidak ada yang tahu, jadi ibu tidak dipecat karena tuduhan menculik yoseob.”

Ki kwang langsung mencabut tuduhan tidak berdasar itu. Ia membayangkan anak laki-laki yang berumur 8 tahun, yang wajahnya akan merona kalau diberikan semacam camilan atau mainan. Ki kwang jadi tidak sabar menunggu hari esok!

“anak itu susah dibangunkan. Jadi, kau harus ekstra sabar membangunkannya. Jangan seperti membangunkan kiseop, hyungmu itu!”

Ki kwang tertawa kecil mengingat kejadian pagi tadi. Saat ia menendang kiseop dengan kerasnya sampai hyungnya itu susah buang air. Untungnya dengan sedikit ramuan hasil racikan ayah, kiseop bisa sembuh dalam 2 menit.

“ok, bu. Ki kwang bakal melakukan yang terbaik!” kata ki kwang dengan senyum.

“berangkatlah sekarang. Jarak gwangju keseoullumayan jauh.”

Ki kwang mengangguk. Lalu mempersiapkan segala sesuatunya. Dari pakaian, bekal, sikat gigi, sandal, sepatu, dan camilan sisa kemarin. Ki kwang tidak perlu mandi lagi karena tadi barusan mandi. Jadi, ia langsung ke halte bus mencari bus jurusanseoul.

Kembali ke yoseob. Sekarang anak itu dan ayahnya sedang ada di restoran bintang 5 yang ada di dalam kantor tripple corporation. Yoseob menyantap makanannya tanpa mood sedikitpun. Makanannya pun hanya di berantaki.

“jangan memalukanku disini!” bisik yang hyun suk di telinga yoseob.

Yoseob langsung diam dan menyendokkan makanan ke mulutnya. Setelah acara makan-makan selesai, yoseob dan ayahnya langsung pulang ke rumah.

Kembali ke rumah.. keadaan makin memburuk.

Yoseob langsung mendapat semburan lava dari ayahnya yang tertahan sejak tadi bertemu dengan tripple J.

“apa itu yang ditunjukkan oleh pengusaha, yoseob-ssi? Apa itu yang diberikan untuk klien? Apa itu yang dijadikan penilaian terakhir untuk pengusaha??”

Yoseob bersikap seperti biasa. Kepala ditundukkan, tangannya yang dingin ia coba hangatkan, kakinya yang biasa diam menghadapi orang membeku. Seperti tidak ada kehidupan lagi di ruang tamu itu. Tapi kemudian, ruangan itu kembali hidup. Seorang pemuda yang datang dari kampung di gwangju menyapa dengan senangnya.

“siapa kamu??” tanya yang hyun suk dingin.

TBC

TBC-nya emang ga tepat nih.. gatau dah ni masuk prolog ato chapter.. tapi mohon RCL-nya ya.. suka ga suka !! khusus yg iklas^^ gomapta

One thought on ““little boy in love” part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s