TWINS HIGH SCHOOL part 1

Title : “twins high school”

Length : chaptered (1/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

–       Jo twins a.k.a jo kwangmin & jo youngmin

 

Annyeonghaseyo yorobeun…!!!

Disini semua cast aye jadiin kembar !! no bash, no plagiat, karna ni ff jelek-jelek juga mikir. Ok ???

 

***

 

“ANDWAE!!!!!” teriak sepasang anak kembar keluarga park, park yoo chan dan dan park yoo chun.

“enak aja jadi satu sekolah sama dumb satu itu!” tolak anak perempuan satu-satunya keluarga park, park yoo chan.

“eh, yang ada lo yang dumb!” balas yoochun, anak laki-lakinya.

“udah deh ga usah dibales, loser!”

“eh, yang ada lo tuh yang loser!”

“hahaha.. loser apaan yang ga pernah berenti dapet ranking 1 di kelas?”

“loser apa yang selalu berantem ga jelas di belakang lapangan?”

“oh?! Dumb banget tuh kalo diem terus dipalakin sama choi bersaudara!”

“loser banget kalo di skors seminggu sama guru!”

“dumb tuh yang ga pernah dapet 3 besar di sekolah? Ckckck..”

Mr dan mrs park hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar adu mulut anak kembarnya yang tidak pernah akur. Dari kecil malah. Tidak ada yang bisa mengalah dari keduanya.

Yoochun dan yoochan adalah anak kembar yang perbedaan lahirnya 7 menit. Yoochun yang lebih tua. Anak laki-laki yang satu itu memang tidak sejagoan adiknya yang perempuan.

“sudah bertengkarnya?” tanya mr park dengan nada menyindir, setelah dua anak itu saling membuang muka.

“BELOM!!!” jawab keduanya sambil memberi bogeman jarak jauh.

Mr park memberikan kode kepada istrinya. Setelah itu mrs park langsung masuk ke kamar anak perempuannya.

“jadi?” mr park mencoba memanas-manasi dua anaknya.

“sekali nggak mau, tetep nggak mau!” jawab yoochan.

“mendingan di titipin ke rumah nenek di osaka deh!” jawab yoochun.

“nenek kan baik sama lo. Pantes aja mau sama lo!” kata yoochan sengit.

“heh, ngiri ya? Makanya jadi anak baik!” balas yoochun tak kalah sengit.

“oh?!”

 

***

 

“YOOCHAN, CEPET!!” teriak mr park kesal karena anak perempuannya yang satu itu tidak kunjung datang ke meja makan.

“mau kemana sih? Pagi-pagi udah siap!” tanya yoochun dongkol sambil memasukkan makanan ke mulutnya.

“pagi? Jam 9 dibilang pagi? Ckckck..” balas yoochan yang tiba-tiba datang dan langsung mengambil roti bakar.

“kayak sendirinya bangun paling pagi aja!”

“gue bangun lebih pagi daripada lo, park yoochun!”

“oh yeah?! I don’t care e e e e e e..”

“damn!!”

 

***

 

Setelah selesai sarapan, keluarga park langsung berjalan bersama ke depan rumah untuk menemui mobil audi pribadi milik keluarga. Mereka akan pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan tanpa sepengetahuan dua anak kembarnya. Karena pasti mereka bakal ngamuk kalau diceritakan tempat tujuannya.

Mr dan mrs park duduk di jok depan pastinya. Sedangkan dua anaknya di belakang dengan posisi berjauhan. Mereka berdua memang tidak bisa akur walaupun hanya sehari. Sejam saja belum bisa. Inilah yang membuat orangtua mereka bingung. Padahal jelas-jelas mereka lahir di hari, tanggal, waktu dan tempat yang sama. ASI-pun mereka berbagi. Tapi kenapa tidak bisa akur??

Inilah satu-satunya jalan. Memasukkan mereka ke TWINS HIGH SCHOOL. Sekolah dengan fasilitas yang bagus dan tidak sembarang orang bisa masuk. Bukan uang yang diperlukan disini. Tapi ANAK KEMBAR! Sekolah ini berbeda dari sekolah lain. Bukan hanya karena muridnya anak-anak kembar, tapi untuk menentukan kelulusan juga harus membuktikan ‘chemistry’ anak-anaknya.

Inilah alasan mr dan mrs park untuk memasukkan anak kembarnya ke twins walaupun harus merelakan anak-anaknya yang jauh dari pengawasan. Apalagi anak perempuannya yang lebih jahil dan galak dari anak perempuan lainnya.

“ma, mau kemana sih?” tanya yoochan yang mulai bosan dengan pemandangan dari dalam mobil.

“iya! Sampe bosen disini.” Sambung yoochun.

“dasar plagiat!” kata yoochan sengit.

“mulai deh.. mulai deh..” sindir mr park kesal karena pasti pertandingan adu mulut akan dilaksanakan.

“nanti umma ga bisa liat kalian lagi deh..” kata mrs park tiba-tiba yang membuat 2wins yoo—sebutan anak kembar itu—membulatkan mata.

“maksudnya-umma—“ kata yoochan terbata.

“MAU BUANG KITA?!!!” sambung mereka berdua serempak.

“BUKAAAN!!!” sergah mrs park langsung. “tega banget umma mau buang darah daging umma sendiri.”

“lagian katanya umma nanti ga bisa liat kita lagi. Emang kita mau dititipin ke panti jompo apa?!” kata yoochan.

“HAHAHA.. lo aja tuh yang dimasukkin panti jompo. Kan udah cukup umur!” kata yoochun terkekeh.

“HAHAHA.. sebelumnya lo dulu dong. Kan lo yang lebih tua. Hayooo..” balas yoochan.

“kan kita kembar! Jadi bareng dong..”

“jih enak banget! Ogah amat gue jadi kembaran lo! Ckckck..”

“udah terlanjur lahir chan.. terima aja kali..”

“TAPI KENAPA GA KEMBAR SAMA AVRIL LAVIGNE GITU YANG CAKEPAN?! KENAPA HARUS SAMA ANAK MANJA KELUARGA PARK? CKCKCK..”

“YOOCHAN..!!!!”

Dengan emosi yoochun langsung melempar bantal ke arah yoochan. Tapi langsung ditangkap oleh tangan terampil yoochan.

“hahaha.. anak manja kan pakenya benda! Ckckck..” sindir yoochan yang sukses membuat mr park emosi dan akhirnya menghentikan mobilnya.

“UDAH!!!” teriak mr park. “kalian benar appa buang lho kalo ga selesai-selesai berantemnya!!”

Semua langsung diam.

“yoochan, sini kamu di depan sama appa! Biar ga onar di belakang!” kata mr park.

Mrs park langsung membuka pintu kanan dan bertukar posisi dengan yoochan. Dan akhirnya nyamanlah keadaan di mobil.

Setelah beberapa jam berada di dalam mobil mewah itu, sampailah keluarga park ke sebuah gedung tinggi besar yang megah. Tempat parkir saja mungkin bisa menampung ribuan mobil dan motor.

Keluarga park memasuki pintu gerbang di gedung megah itu. Mata yoochan dan yoochun langsung membulat melihat keadaan gedung. Lapangan serbaguna yang mungkin digunakan untuk upacara, dan beberapa gedung. Tapi bukan itu yang mereka bingungkan. Tapi sebuah tulisan..

“TWINS HIGH SCHOOL?!!!” pekik mereka berdua.

Tiba-tiba dua orang wanita cantik yang tinggi dengan pakaian kembar mendatangi keluarga itu. Dan setelah dilihat baik-baik, dua orang itu KEMBAR!

“annyeonghaseyo..” sapa dua wanita cantik itu santun.

“saya jung hyo min,” salah satu wanita memperkenalkan diri.

“dan saya jung hyo ri..” satu wanita lagi membungkukan badan.

“SELAMAT DATANG DI TWINS HIGH SCHOOL.” Sapa mereka berdua kompak.

“siapa nama kalian?” tanya jung hyo min.

Yoochan dan yoochun saling pandang. Meminta salah satu dari mereka untuk memperkenalkan diri duluan. Karena bosan dengan keheningan ini, mrs park langsung merangkul pundak yoochun.

“yang laki-laki ini park yoochun. Yang perempuan park yoochan. Beda lahirnya 7 menit..” kata mrs park memperkenalkan anaknya.

“WOA~ JARANG SEKALI ADA YANG BERBEDA JENIS!” kata hyo twins itu.

“kita memang beda,” sekarang yoochan bersuara. “yang perempuan jagoan, yang laki-laki MANJA!”

Twins hyo tersenyum menanggapi perkataan yoochan.

“tapi yang perempuan BERANI PAKE OTOT, yang laki-laki BERANI PAKE OTAK!!” balas yoochun sambil menekankan 6 kata yang saling berkaitan.

“lebih beda lagi, yang perempuan PUNYA OTAK dan yang laki-laki PUNYA OTAK TAPI GA DIPAKE!!”

“dan yang lebih penting, yang perempuan OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG GA BENER, dan yang laki-laki OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG BERMANFAAT!”

“STOOOOOP!!” teriak mr park emosi. “ini ga bakal selesai kalo dilanjut. Umm.. miss, tolong antar anak saya ke asramanya!”

“WHAT?! ASRAMA?!!!” pekik 2wins yoo.

“iya,” jung hyo ri tersenyum. “disini anak kembar akan mendapat kamar yang sama, dan fasilitas yang sama. Tidak peduli perempuan atau laki-laki!”

“what?! Sekamar sama dumber?” tanya yoochan tak percaya.

“ya ampun.. sekamar sama loser?!” pekik yoochun tak kalah heboh (?)

“tapi kasurnya ada 2 kok!” kata jung hyo ri cepat-cepat daripada dua anak itu ribut lagi. “jadi kalian bisa tenang kok!”

“tapi gimana mau tenang deket sama si jagoan ayam itu?!” sindir yoochun.

“yah ma. Yoochun mau mati tuh!” balas yoochan. “cepet selamatin! Nanti keburu is det tu anak!”

“umm.. kita langsung ke asrama aja yuk. Orangtua-nya mau ikut?” tanya hyo min.

“i-iya..”

 

***

 

Sore pun tiba. Mr dan mrs park sudah pulang ke rumah kembali dan meninggalkan dua anak kembarnya di asrama THS *author ketauan males tulis nama* dan suasana pun berubah tegang. Sebelumnya mereka belum pernah berada pada ruangan yang sama. Sekolah saja mereka berbeda.

Sebelumnya, yoochan dan yoochun bersekolah di SMA DaeHam *author ga punya nama lain yang lebih bagus* tapi yoochan dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan sedang bertengkar melawan geng brandal di sekolah lain. Akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memindahkan mereka berdua ke sekolah baru yang bagus itu setelah mereka pisah sekolah selama 3 minggu.

“keluar ahh~” kata yoochan dan langsung berdiri dari kasur.

“ehh, ikut!” ujar yoochun.

Yoochan tersenyum jahil. “ehm ehm.. anak mami takut nih.. kasiaaaan~”

“g-gue kan pengen nyari temen!”

“eh, anak manja ini mau punya temen juga yah? Kirain temennya sama boneka barbie atau teddy bear!!”

“KYAA~ MATI LO CHAN~!!!!”

 

***

 

Malam…..

Waktunya makan!!

Anak-anak twins high school langsung berhamburan keluar asrama dan berkerumun di ruang bawah. Ruang bawah adalah ruangan yang penuh makanan. Ada berbagai macam makanan yang disajikan disitu. Mereka tidak perlu membayar. Tapi orang tua yang membayar setiap bulannya. Mereka juga makan bersama di tempat yang hampir sama dengan kantin. *bayangin BBF deh😄

“hai!” seorang lelaki menyapa yoochan yang akan memasukkan makanan ke mulutnya.

“kenapa?” tanya yoochan tanpa senyum kepada lelaki itu.

“b-boleh duduk disini?” tanyanya.

Yoochan mengangguk. “silakan! Ga ada yang nempatin kok!”

Lelaki itu langsung menaruh nampannya di meja dan duduk di tempatnya. Ia tersenyum terus hingga membuat yoochan kehilangan napsu makannya.

“siapa nama lo?” tanya yoochan to the point.

“jo kwangmin!” jawab lelaki itu malu-malu. “lo?”

Yoochan mengulurkan tangan. “park yoochan.”

Lelaki manis bernama kwangmin itu membalas uluran tangan yoochan. Ia lalu tersenyum malu-malu(in) sambil menundukkan kepala.

“kelas berapa?” yoochan lagi sambil memasukkan sesendok kecil ice cream ke mulutnya.

“X-5. ka-kamu?” tanyanya balik.

“jangan aku-kamu ah! Geli!” kata yoochan. “anggep aja kita udah kenal. Jadi bilang aja lo-gue.”

“i-iye..” kwangmin mengangguk. “lo-kelas-berapa?”

“yaelah kaku banget sih min!!” kata yoochan kesal. “nada biasa kalo lo ngomong sama kembaran lo aja ngapa!”

Kwangmin menyedot jus alpukatnya. “itu dia! Aku sama youngmin kan ngomongnya setengah-setengah!”

Yoochan mengangguk-angguk tak mengerti sambil memasukkan beberapa sendok es ke mulutnya.

“jadi kembaran lo namanya youngmin? Jadi gue kudu panggil lo kwang dong kalo mau nyingkat. Kalo gue panggil min malah ge-er tu kembaran lo!” kata yoochan dengan logat khas-nya.

“i-iya. Aku sama youngmin beda 6 menit.” Katanya. “a-aku sama youngmin beda banget!”

et dah ni orang. Disuruh bilang lo-gue tetep aja kamu-aku! Emang kita pacaran apa? Batin yoochan kesal.

“gue sama yoochun juga beda!” kata yoochan langsung. “gue jagoan, nah laki satu itu manjanya minta digetok! Tadi aja hampir nangis Cuma gara-gara perang bantal di mobil! Ckckck..”

“ke-kembaran kamu—cowok?” tanya kwangmin malu-malu.

“ya ampun kwang.. gue udah bilang jangan panggil aku-kamu!! Geli tau gak?! Serasa dunia sempit!” kata yoochan protes. “iya kembaran gue cowok. Tuh lagi dikerubungin 3 cewek!” pandangan sengit yoochan mengarah pada meja nomor 18 yang dihuni 4 orang.

“keliatan banget playboy-nya..” kata kwangmin.

“playboy sih. Tapi yah.. kalo udah deket gue keliatan banget cengengnya. Liat aja tuh mukanya! PALSU~!!!”

Kwangmin tersenyum memandangi wajah jengkel gadis yang baru dikenalnya itu. Gadis yang cukup manis, pikir kwangmin. Tapi juga sok akrab. Udah serasa dunia ini miliknya aja!

“nambah lagi boleh gak sih?” tanya yoochan karena persediaan es-nya tinggal tempatnya saja.

Kwangmin hampir tidak bisa menelan saking kagetnya. Ini cewek beneran apa bukan sih?

“ya udah ya kwang. Gue ke kelas kamar dulu! Masih laper sih! Bye~~”

“bye juga~”

 

***

 

“pokoknya lo yang di sofa!!”

“eh, lo kan cowok, micky!!”

“eh, jangan panggil pake nama amrik ah!!”

“kenapa? Takut ketauan ya kalo lo ga pantes jadi american boy?”

“yaudah, nicky, lo di sofa ya!! Kan lo tau gue manja!”

“oh?! Iya deh buat anak MAMI pasti DIBOLEHIN! Daripada minta balon bentuk dirigen minyak!”

Yoochan langsung duduk di sofa. Ia mengeluarkan i-podnya dan memasang headphone ke kupingnya. Setelah itu ia menyambar PSP yang tadi ia sembunyikan di bawah bantal jumbo sofa merah itu.

Yoochun memandangi saudara kembarnya yang sedang asyik dengan dua benda kesayangannya—hasil dari tabungannya selama beberapa bulan. Ia lalu mendekatinya dan mengubah keputusannya.

“udah gue di sofa! Sekali-kali aja!” kata yoochan.

“nggak! Gue cowok, gue yang harusnya di sofa!” kata yoochun sambil menarik tangan saudara kembarnya.

“baru nyadar cowok?” yoochan menyeringai nakal. “karna ini malem, gue jadi cowok. Jadi kita impas! Lo di kasur, gue di sofa.”

“nggak!! Nanti gue yang dimarahin!”

“ehh, nggak!! Nanti gue yang urus. Jadi, lo di kasur! Cepet!! Udah jam 10. ngantuk gue mau tidur!” yoochan merebahkan dirinya di sofa. “selimut!!!”

 

***

 

Jam weker yang berjumlah 10 buah dipasang di kamar asrama milik 2wins yoo. Jadi jam 5 pagi jam itu akan berteriak keras membangunkan sang empu yang masih terlelap. Apalagi 2wins yoo termasuk anak-anak yang susah bangun pagi.

Yoochan bangun lebih dulu dari kembarannya—seperti biasa. Ia lalu membangunkan yoochun dengan cara apapun.

“eh dumber, bangun!!” kata yoochan.

“hooaaaammm.. 5 menit!!” tawar yoochun.

“shittttt damn!!”

Yoochan masuk ke kamar mandi yang tersedia di kamar. Ia lalu keluar lagi membawa segayung air dan menyiramkannya tepat di wajah yoochun.

“bangun.. bangun.. bangun.. pemales..!!” yoochan menampar-nampar pipi yoochun dengan keras sampai anak itu terbangun. Lalu kembali masuk kamar mandi sebelum ditampar balik.

“KYEA~!! TANGGUNG JAWAB LO CHAN KASUR BASAH..!!”

 

***

 

Hari pertama 2wins yoo sekolah di twins high school memberikan kesan yang baik di awal. Dari murid-muridnya yang semuanya kembar—dan duduk di satu meja yang sama, guru pengajarnya juga kembar walaupun dua-duanya tidak mengajar di satu kelas.

“hai, yoochan!” sapa seseorang pada yoochan saat gadis itu sedang membaca buku.

“eh, kwangmin!” balas yoochan sambil tersenyum. Ia menyuruh yoochun untuk menyingkir dari bangkunya dan mencari tempat lain sementara karena ia dan kwangmin akan mengobrol panjang lebar.

“ka-kamu X-5 juga?” tanyanya tak percaya.

“kalo gue disini berarti iya dong..” jawab yoochan geram.

“umm.. oh ya, ke-kembaran aku mau kenalan sama kamu!” kwangmin menunjuk satu laki-laki yang sedang duduk di barisan kedua dari depan yang sedang menatapnya dengan tajam.

Laki-laki yang menjadi objek itu langsung berdiri dari bangkunya dan mendatangi bangku tempat yoochan dan kwangmin duduk. Ia mengulurkan tangan dan tersenyum.

“jo youngmin!” katanya to the point.

Yoochan membalas uluran tangannya. “pasti tau kan nama gue!” yoochan langsung melepaskan uluran tangannya.

“d-dia yoochan. Park yoochan!” kata kwangmin memperkenalkan yoochan.

“iya. Eh, lo kembarannya yoochun ya?” tanya youngmin langsung akrab.

“iya! Orang sejagat kuburan juga tau gue sama yoochun kembar. Emang kita mirip ya?” tanya yoochan heran.

Youngmin tertawa kecil. “nama kalian mirip sih. Dan anak-anak lagi pada heboh ngomongin lo berdua!”

Yoochan membulatkan matanya. “what?! Emang gue sama yoochun punya skandal apa sampe pada heboh? Apa karna gue tidur di sofa tadi?”

“mwo-a?!!” pekik jo twins bersamaan.

“bukaaaan!!” kata youngmin buru-buru. “kalian kan kemaren datengnya heboh banget. Jadi digosipin deh! Apalagi sama trio itu!”

“trio itu?” tanya yoochan. “siapa?”

“dasar murid baru!” tiba-tiba yoochun datang dan langsung menoyor kepala kembarannya. “trio itu tuh ji yeon, ji young sama ji hye! Mereka kembar 3!”

“what?! Kembar 3? Ga mabok tuh emaknya?” pekik yoochan yang lebih bagus dibilang candaan.

“ye ini anak!” yoochun menoyor kembali kepala kembarannya. “ranking 1 se-DaeHam kok gitu aja gatau? Cckck..”

“ehh, gue diemin lo ye! Nanti di kamar gue obok-obok tu perut lo biar gue sumbangin tu bagian dalemnya ke orang yang membutuhkan!” ancam yoochan sambil menonjok pelan perut yoochun.

“HAHAHA.. GA MEMPAN!!”

 

TTTIITTTTUUUUUTTTTEEEEETTTTTOOOOOTTTTTTT… *ngga banget dah bunyi belnya

Bel masuk berbunyi. Anak-anak kelas X-5 berlarian ke tempatnya masing-masing. Yoochan dan yoochun berada di meja paling belakang karena mereka datang terlambat. Mereka juga saling menjauhkan kursi karena tidak mau terlihat ‘mesra’ seperti pasangan lainnya. Seperti pasangan trio ‘ji’ yang duduk bertiga di satu meja, atau double ‘yong’ yang berjenis sama dengan yoochan dan yoochun.

Tap! Tap! Tap!

Seorang guru pria dengan gayanya yang keren masuk ke kelas X-5 dan langsung menyambut dengan senyuman manisnya. Para wanita di kelas langsung meleleh dibuatnya—tentu saja kecuali yoochan yang menganggap cowok bukanlah orang yang harus disuka atau dicinta.

“annyeonghaseyo yorobeun..” sapanya ramah. “annyeonghaseyo dua murid kembar baru yang ada di belakang!”

Yoochan dan yoochun langsung duduk tegak di tempatnya.

“silakan perkenalkan diri kalian di depan sini!” kata guru itu.

Yoochan dan yoochun langsung berdiri dari tempatnya. Mereka berjalan dengan cool ke depan. Para murid yang lain hanya bisa melebarkan mata dan menganga lebar melihat pemandangan itu.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochan imnida. Bangapseumnida^^” yoochan memperkenalkan diri lebih dulu karena ia kalah bermain suit tadi sebelum guru tampan itu masuk.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochun imnida. Bangapseumnida^^” yoochun membungkukan badannya sambil tersenyum manis. Membuat para wanita di kelas langsung berteriak kagum.

Oh my god.. kenapa berisik banget sih ini anak-anak? Cuma ada 27 anak aja berisiknya kaya gini. Ckckck.. batin yoochan.

“siapa yang lebih tua?” tanya guru itu.

“saya!” yoochun langsung menjawab. “aku 7 menit lebih dulu dari dia.”

“dan dia lebih cengeng dari lelaki manapun!” kata yoochan—membeberkan rahasia.

“eh, jangan ngajak berantem deh!” bisik yoochun.

“ok.. ok..” guru tampan itu mengelus pundak dua anak itu. “umur kalian?”

“14!!” jawab mereka serempak.

“14 tahun china. Jadi kita masih 13 tahun di tahun sebenarnya.” Kata yoochan mewakili kembarannya.

Semua murid langsung bertepuk tangan ria karena kaget ada anak yang dibawah umur seperti mereka.

“nama bapak siapa?” tanya yoochan langsung.

Guru tampan itu tersenyum. Ia baru akan menjawab pertanyaan itu ketika seorang guru yang tampan juga, dengan tinggi yang semampai pula, ia masuk ke ruang kelas memberikan lampiran dari kepala sekolah.

“kembar?” tanya yoochan pada dua guru tampan itu.

Dua guru itu saling pandang. Lalu tersenyum dan memandang yoochan dengan tatapan khas gurunya.

“saya siwon. Choi siwon!” guru kelas X-5 memperkenalkan diri pertama kali.

“saya seung hyun!” guru yang baru datang itu tersenyum.

“dia murid termuda disini, hyun!” kata siwon. “yang perempuan yoochan, yang laki-laki yoochun.”

“oh.. bangapseumnida!” kata seung hyun tersenyum.

“ne..” jawab yoochan tanpa malu.

“n-ne..” dan jawab yoochun malu.

“ok. Cuma nyerahin lampiran dari pak yunho. Sudah ya!” seung hyun lalu keluar dan kedua murid baru dipersilakan duduk kembali.

 

***

 

Perjalanan si kembar di hari itu tidak berhenti sampai di situ. Masih banyak yang perlu diceritakan. Hanya saja bukan di part ini..

See y’all next chap..!!!

TBC

2 thoughts on “TWINS HIGH SCHOOL part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s