TWINS HIGH SCHOOL part 2

Title : “twins high school”

Length : chaptered (2/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

Other cast : Find yourself~~

 

Annyeong…!!

Yoochunnie twins here..

Oh ya, saya mau ralat. Murid di kelas X-5 tuh 17 orang! Baru sadar saya kebanyakan muridnya.. haha..

Ini FF makin lama makin gaje aja ya ?? kalo pada ga suka saya berentiin dah ni FF..

Douzoo..

 

***

 

“ok..” pak siwon memulai acara pengajarannya dengan satu kata dua huruf itu. “kalian buka buku fisika halaman 225.”

Yoochan membuka buku itu dan meletakannya di sisinya sendiri. Buku itu memang disediakan satu untuk berdua, untuk membantu menumbuhkan kerja sama antar saudara.

“chan!!” yoochun mencoba merebut buku itu dari jangkauan yoochan.

“ooo.. tidak bisa!!” yoochan membuka bukunya kurang dari 90 derajat untuk menghindari yoochun.

“ehh, dimarahin baru tau rasa lo!!” ancam yoochun.

Yoochan menurunkan bukunya. “udah biasa kaliiii..”

Yoochun baru sadar kalau saudara kembarnya sudah sering dimarahi, dan mendapat hukuman fisik. Akhirnya ia hanya bisa menatap pasangan kembar lain yang lebih mesra darinya dan saudaranya. Ia menatap iri ke 3G (trio ji) yang walaupun kembar 3, tapi persaudaraan tetap dipegang. Mereka memakai buku untuk bertiga. Sedangkan ia? Satu kembaran saja sudah membuatnya keok.

“nih! Gue udah ngerti!” yoochan melempar buku itu ke depan yoochun dan menimbulkan suara yang sangat keras.

Pak siwon, langsung menatap yoochan dengan tatapan khas guru yang amat sangat baik. Ia tersenyum manis pada gadis itu.

“pak, saya beneran takut deh kalo bapak suka saya! Senyumnya.. hiii~~” kata yoochan cablak.

Semua anak langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan yang keluar dari bibir murid baru itu. Dalam hati mereka—terutama para cewek—ingin menikam yoochan yang sudah berani membuat pak siwon, guru terganteng seantero sekolah malu.

“saya gak suka kok sama kamu..” kata pak siwon tenang. “saya Cuma sayang sama kamu, karna kamu murid saya. Saya juga sayang sama murid-murid twins..”

Semuanya langsung bersorak gembira.

“oh my god.. lebay deh!!” kata yoochan.

“SUDAH.. SUDAH!!” kata pak siwon. “kita lanjutkan!”

semua langsung kembali ke pelajaran. Pak siwon menerangkan setiap rumus dari yang ditanyakan oleh soal. Yoochan hanya manggut-manggut karena ia sudah pernah mempelajarinya sebelumnya.

“yong jun hyung, kerjakan soal nomor 2!!” pinta pak siwon.

Yang dipanggil tidak langsung ke depan. Tapi malah memberi jitakan gratis pada kembarannya yang perempuan.

“yahh. Itu tinggal dikali terus dibagi susah amat. Ckckck..” kata yoochan. “ampun dah tu orang! Kembarannya keliatan pinter, ngapa dia kagak?”

Yoochan kembali melanjutkan monolognya.

“yahh dia juga gatau rumus sih, jadi bingung sendiri kan! Makanya apalin dong!” katanya. “yahhh dia malah nulis rumus apa tuh! Ga ada tuh rumus gitu di—puehh.. puehhh..”

Yoochun tertawa lepas—namun masih bisa dikontrol—setelah sukses memasukkan gulungan kertas ke mulut yoochan yang tidak berhenti bermonolog. Yoochan yang kesal langsung menginjak kaki yoochun.

“AAAAARRRGGGG~~ BEGO SAKIT!!!” katanya sambil menendang betis yoochan.

Yoochan balas menendang lagi. “ehh, gue juga!!”

Yoochun balas jitak sekarang.

Yoochan balas tampar.

Yoochun balas tampar pipi kanan.

Yoochan balas tampar pipi kiri.

Yoochun balas narik rambut yoochan.

Yoochan balas teplok (?) jidat yoochun yang kelewat jenong.

“anjrittt monkey!! Sakit!!” yoochun mendorong yoochan ke samping. Untungnya sebelahnya tembok, jadi yoochan tenang.

“who’s monkey here??” yoochan menendang yoochun ke samping dan terjadilah..

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..

Semua anak tertawa lepas melihat yoochun jatuh terduduk di samping shindong si gendut. Yoochan dengan puas ikut tertawa sambil melempar gulungan kertas ke arah kembarannya. Sedangkan yoochun yang emosi dengan kembarannya langsung mencopot sepatu adidasnya dan memasukannya ke mulut yoochan dengan paksa.

“mampus lo!! Makan tu sepatu!!” kata yoochun sambil menjambak rambut yoochan.

Pak siwon yang melihatnya hanya bisa menggeleng pasrah. Kenapa murid-murid gue jadi gini? Akhirnya ia mengambil langkah tegas. Menjewer dua anak keluarga park sampai ke lapangan!

 

***

 

“gara-gara lo sih, chan!!” omel yoochun sambil menjaga keseimbangannya.

“kok gue? Yang mulai siapa?” tanya yoochan balik sambil menjaga keseimbangan tubuhnya pula.

“kalo lo ga bermonolog ria kayak tadi, dijamin deh kaga bakal begini!!”

“siapa suruh dengerin? Ckckck..”

“eh, lo tuh bego apa kelewat idiot sih?!”

“sayangnya gue kelewat jenius!”

“oh jenius ya? Saking jeniusnya albert einstein aja kalah! Ckckck..”

“oh pastilah. Albert einstein kan murid gue. Emang lo yang ga punya pengikut? Ckckck..”

“pengikut? Gue ga punya. Tapi kalo pada ikut gue pasti ga sesat kayak lo!”

“hahaha.. ajaran lo apa sih? Dipalak choi bersaudara diem aja, dimarahin guru nangis, dikatain temen bales ngatain, mukul kembarannya selalu pake benda, manja-manjaan sama umma, minta sambil nangis sama appa, tebar pesona di depan cewek-cewek murahan, ckckck..”

“yahh masih mending. Daripada ditantangin geng motor mau aja, ditantangin 3 points mau aja, ditembak cowok malah ditolak mentah-mentah, ga berani deket anak kecil, ga berani ulet bulu, takut banget sama brokoli, suka banget ngisepin darah, takut sama nenek gara-gara pernah dimasukkin ke panti, ga punya hape karna takut dibacain isinya sama kakek-nenek umma-appa, ga punya malu buat deket sama cowok-cowok buat dijadiin temen, dan tentunya ga bakal nolak kalo ada cowok pengen megang-megang!”

Ucapan yang awal-awal sampai hampir akhir adalah fakta. Tak bisa ia pungkiri dan ia harus mengalah. Tapi yang terakhir?

Yoochan menurunkan tangan dari kupingnya, juga kaki kirinya yang diangkatnya. Lalu mendorong yoochun sampai terjungkal ke belakang. Yoochun yang kaget reflek langsung berteriak. Membuat perhatian tertuju pada mereka. Yoochan menindih tubuh yoochun dan memberi bogeman gratis pada wajah yoochun.

“jaga tuh mulut lo!! Yang awal emang fakta, tapi yang akhir itu karangan!! Ini dunia asli, tolol!!” yoochan memukuli wajah yoochun lagi seperti orang kesetanan. Beberapa orang mencoba menariknya. Tapi malah orang itu yang kena. Jadi dua guru dengan bodi besar dan bagus keluar dan melerai pertengkaran saudara kembar itu.

“BERHENTI!!!!” teriak salah satu guru yang berbadan tinggi besar. Dikenal dengan nama ok taecyeon.

Satu guru lagi yang bernama ok taeyang langsung mencoba mengangkat tubuh yoochun untuk mendudukkan posisinya. Yoochun yang wajahnya penuh dengan darah dan lebam langsung dibawa ke UKS guna mendapat pengobatan. Sedangkan yoochan langsung ditarik ke ruang BP.

 

***

 

7 orang guru dengan pasangan masing-masing—kecuali pak taec—mengadili yoochan di ruang BP yang tertutup dan bercahaya remang. Ruangan itu lebih baik lagi diberi nama ‘death room’ daripada ruang BP.

“siapa nama kamu?” pak taec memulai pidatonya.

“park yoochan!” jawab yoochan datar.

“umur?” tanya pak siwon.

“14!” jawab yoochan kesal—karena pak siwon sudah menanyakan umurnya tadi di kelas

“berapa lama jadi murid twins?” sekarang pak seunghyun yang bertanya *laki gue euyyy..

“23 jam lalu saya datang kesini. Dan 2 jam lalu saya baru masuk ke kelas!” jawab yoochan dengan nada tenang.

“dari sekolah mana?” tanya pak ryeowook sekarang.

“SMA daeham!”

“kamu tahu apa motto sekolah ini?” pak ryeohwan—kembaran pak ryeowook—bertanya dengan nada galak.

“menjadikan anak-anak kembar hidup tenram dan damai tanpa perseteruan tidak jelas!” jawab yoochan yang masih ingat dengan slogan di pintu masuk twins.

“dan kamu tahu apa hukuman bagi anak yang membuat perseteruan?” pak junho memberikan tekanan pada setiap kata yang penting (?)

“MENSKORSING SAUDARA KEMBAR DAN MENYURUH MEREKA MENGERJAKAN TUGAS DI LUAR!” 7 orang itu menjawab serempak.

Dia yang nanya dia yang jawab. Ckckck.. dasar guru aneh!!! Batin yoochan kesal.

“jadi,” pak junsu—kembaran pak junho menambahkan, “karna kau murid baru, masih bisa dimaafkan. Kalian bisa belajar di kelas besok!”

 

In other side..

Yoochun mengerang kesakitan ketika wajahnya di tempeli es batu yang di balut kain putih. Air mata terus mengalir dari ujung matanya saking sakitnya. Beberapa anak terus mengamati kejadian di UKS. Mereka ada yang memuji yoochan, ada juga yang mencaci yoochan. Terutama para cewek.

“gila tu orang! Si yoochun jadi jelek gitu mukanya gara-gara dia!”

“emang!! Sarap..! ga bersyukur amat punya kembaran mukanya ganteng manis imut gitu!”

“ahh~ mending kembar sama gue aja dah!! Dijamin ga bakal gue apa-apain wajah manisnya.”

 

***

 

Yoochan masuk ke kelas kembali dengan wajah penuh amarah. Ia memasukkan seluruh barang yang berserakan di meja ke dalam tas. Setelah itu ia gendong tas-nya dan hendak keluar.

“mau kemana?” tanya youngmin yang berpapasan dengan yoochan di depan pintu.

“keluar!” jawab yoochan ketus.

“loh.. loh..” kwangmin datang dengan tergopoh. “kenapa?”

“BISA GAK GA HALANGIN JALAN GUE? ATO GUE BEJEK-BEJEK MUKA LO KAYAK YOOCHUN!!”

Jo twins langsung menyingkir dan memberi jalan pada gadis itu. Setelah itu yoochan berjalan dengan gaya premannya yang membuat anak-anak langsung menyingkir dan masuk ke kelas masing-masing.

Jo twins saling pandang.

“yoochun emang kenapa?” tanya kwangmin pada kakaknya.

Youngmin menggeleng sambil mengangkat dua bahunya. “tadi katanya pas lagi dihukum duaan berantem. Ehh yoochun bonyok!”

“kok bisa?” tanya kwangmin kaget.

“eh, yoochan tuh bukan cewek biasa bro!!” youngmin membisikkan sesuatu pada kembarannya. “yoochan itu pernah ngalahin geng motor Cuma dengan satu tenaga!!”

Kwangmin tak percaya. Tapi dari cerita kembarannya sepertinya memang benar adanya. Dia jadi takut membiarkan anak itu pergi.

“mau kemana?” tanya youngmin saat kwangmin langsung berlari kencang ke arah yoochan pergi.

“nyari dia!!” jawab kwangmin sambil menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Lalu kembali berlari.

“gue ikut!!!”

 

***

 

Yoochun ke asrama dengan membawa luka lebam di wajahnya. Kepalanya amat sangat pening karena mendapat bogeman gratis dari kembarannya yang sudah memegang sabuk hitam taekwondo di umur 7 tahun.

“mana tu anak?” tanya yoochun sambil menahan sakit di wajahnya. “chan!!”

Akhirnya ia mengambil jaket dan mencoba mencari adiknya dalam keadaan separah itu. Walaupun yoochan sering banget—kelewat sering malah—menjahili yoochun, memukul yoochun, mengniaya yoochun, tapi sebagai kakak yang baik yoochun akan selalu sayang pada adiknya. Yahh.. walaupun kadang-kadang suka kesel sendiri.

 

***

 

Di sisi lain, yoochan sedang berjalan menuruni tangga di sekolahnya yang sepi. Di lantai atas—tempatnya berdiam dari tadi—lampunya dipadamkan. Itulah tempat yang pas untuk yoochan. Tempat yang gelap, tentram dan damai.

Ia tidak mau berurusan dengan kembarannya, kasusnya yang baru dikalangan murid-murid, dan juga hukuman yang akan diterimanya karna yoochun melaporkan ke umma dan appanya.

“chan~” sebuah suara di kegelapan membangunkan bulu kuduknya. Yoochan menengok kesana kemari untuk mencari sosok dalam kegelapan itu.

“chan~” lagi-lagi suara itu memanggilnya. Sontak yoochan langsung bersandar di pegangan tangga dan bertanya, “siapa?”

Secercah cahaya muncul di persimpangan (?) tangga antara lantai 3 dan lantai 4. Baru kali ini yoochan merasakan ketakutan yang luar biasa.

“AAAAARRRGGGHHH~~” teriak seseorang setelah terkena bogem mentah.

Yoochan langsung mengambil senter dari orang itu dan menyenternya. Betapa kesalnya ia ketika mengetahui bahwa yang mencarinya adalah orang yang tidak diinginkannya.

“sarap!! Gue udah takut setengah idup lo malah nyenter-nyenter!!” sembur yoochan langsung pada lelaki di depannya, jo kwangmin.

“y-ya maap.” Kwangmin memberikan jaket kepada yoochan. “i-ini pake dulu. Takut lo kedinginan!”

Yoochan tersenyum. “ga perlu! Gue berlapis kok. Yuk turun!!”

 

***

 

“kok lo tau gue disitu?” tanya yoochan langsung ketika di kantin.

Kwangmin tersenyum. “gatau! Feeling aja.”

Yoochan melahap kentang gorengnya. “umm.. perasaan lo tajem banget ya! Apalagi ama kembaran lo!”

Kwangmin langsung cemberut mendengar yoochan mengatakan ‘kembarannya’ di depan kwangmin.

“hubungan gue sama youngmin ga semulus yang laen!” kata kwangmin.

Yoochan mencelupkan kentang goreng panjangnya ke dalam saus sambal yang super pedas. Lalu memasukannya ke mulutnya. “lo kate gue sama yoochun mulus? Mimpi terbesar keluarga gue tuh ngeliat gue sama yoochun akur! Ckckck…”

“itu kan buat nilai chemistry, chan!!”

Yoochan membelalakkan mata. “nilai chemistry? Apa tuh? Perasaan di sekolah lain kagak ada?”

“iya. Cuma disini yang ada nilai itu!” kata kwangmin. “chemistry yang menentukan lulus atau tidaknya kita disini! Kalo kita pinter se-einstein pun, kalo chemistry ama kembarannya keok sama aja boong! Disini tuh menjunjung tinggi persaudaraan!”

Yoochan mengangguk-anggukan kepalanya. “bahaya banget nih!!”

“astaganagagede YOOCHAN..!!!” seseorang berteriak sambil mendekati yoochan dengan tampangnya yang lagi galak.

“kangen?” tanya yoochan sinis.

“anjir ni bocah!!” yoochun menarik tangan yoochan. “gue udah cariin lo sampe ke balkon. Ternyata lo bocah ada disini lagi pacaran! Ckckck..”

“siapa yang pacaran?” kwangmin ikut nimbrung di pembicaraan dua saudara kembar itu. “kita Cuma maen kok!”

“ini dinner bareng. Mana ni bocah makannya banyak lagi!!” yoochun menempeleng kepala yoochan kebawah—padahal yoochan sedang mencampurkan saus tomat dan saus sambal bekas makannya.

“YOOCHUN LOLOT, PEDES TAU..!!!!!”

 

***

 

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

I HATE THIS LOVE SONG..

I’M SO STUPID I’M SO STUPID I’M SO STUPID IN LOVE..

EVERYNIGHT IN MY DREAM I SEE YOU I FEEL YOU..  

WOYYYY PEMALES..!! BANGUN..!!!

10 alarm di kamar 2wins yoo belum juga berhasil membangunkan sang empu dari tidur nyenyaknya. Kejadian semalam benar-benar menyisakan kecapekan yang amat sangat besar.

 

~flashback

 

Yoochun langsung membawa yoochan ke kamar setelah yoochan membersihkan wajahnya dari bekas saus campuran yang rasanya benar-benar mak nyuss. Lebih dari gado-gado deh pokoknya!! *apaan sih ni author gaje –‘

“arrrggghhh.. sakit tau..!! ahhh~~ sakit..!!” erang yoochan karena kakaknya tidak bisa melepaskan tangannya dari kupingnya.

“biar tau rasa lo!!” kata yoochun dengan evil smile-nya.

“haaah~~ tapi ga usah pake jewer bisa kan?”

“udah sepaket!! Ga bisa ditawar-tawar!!”

Yoochan berusaha menyingkirkan tangan yoochun dari kupingnya.

“mau paket merah, bonyok, rumah sakit, ato kuburan?” tawar yoochun.

“sekarang siapa yang sesat, hah?” yoochan mencoba membangunkan siwon (read : simba) yang sedang tidur. *abaikan

“oh?! Jadi masih masalahin yang tadi?”

Yoochun melepaskan jeweran dari kuping adik kembarnya.

“belom cukup gue bonyok gini, hah?” tanya yoochun kesal. “lo mukul gue tuh kaya kesetanan deh!!”

“emang gue kesetanan, setan!!” yoochan meneplok (?) jidat yoochun.

“ebujet ni anak beneran—“ yoochun langsung memperlakukan hidung yoochan seperti kuping kembarannya tadi sambil berjalan ke atas, menaiki tangga.

Di kamar, belum selesai juga mereka bertengkar. Untung saja di setiap kamar tidak tembus dengar. Jadi tidak ada yang bisa mendengar mereka bertengkar dan adu mulut di jam 10 ini.

“eh dumber, lo mau bikin gue mati nutup idung gue, hah??” yoochan berteriak murka.

“eh loser sejati, lo sendiri juga pengen bunuh gue kan? Tapi ga bisa? Hahaha.. gue udah nyolong nyawa kucing jadi ada banyak!!”

“yaelah.. Cuma 10 doang! Nanti ketabrak kereta juga ngilang tu angka satunya!!”

“iya!! Tapi nyawa gue sekarang ada 8, jadi jangan pernah nyoba bunuh gue! Nanti malah dapet malu.”

“oh yeah?! Bukannya lo yang malu yah?”

“malu? What for? Emang gue punya malu di depan lo?”

“oh anak manja ini udah bertransformasi jadi anak SOK kuat ya? Ckckck.. sayangnya ga cocok banget tuh!!”

“hahaha.. iyakah??”

“iya!!” yoochan mendekatkan wajahnya ke wajah kembarannya.

“oh?!” yoochun juga ikutan begitu, sambil melotot.

“pengecut!!”

“pecundang!!”

“dumb!!”

“idiot!”

 

Bye bye bye bye my love~

Bye bye bye bye my love~

 

Lagu love bye love mengalun lembut dari HP yoochun. Perdebatan tak jelas itupun langsung selesai.

 

*end of story* RALAT *end of flashback*

 

Dan sekaranglah saat yang paling menegangkan. 2wins yoo bangun dan melihat bahwa mereka sama-sama tidur di sofa karena tadi malam juga ada acara berebut tontonan. Mata mereka ternyata sama-sama tidak kuat, dan akhirnya tertidur di satu tempat yang sama.

“Gue dulu!!”

“gue!!”

“ladies first!!”

“gentlement first!!”

“ga ada tuh ketentuan gitu.”

BRAKK!!

“gue dulu!!”

“ehh,, keluar!!”

BRAKK!!

“ladies first, dari dulu!!”

“sekarang ga jaman tuh! Apalagi ladies setengah gadungan kayak lo.”

“yaudah. Sekarang siapa yang paling muda?”

“yang tua yang duluan!!”

“ehh ketentuan darimana tuh?”

“dari lahir. Yang keluar duluan kan gue!!”

“ya berarti yang keluar yang tua ya?”

“iyalah.”

“siapa yang tua gue tanya?!”

“gue!!” yoochun menyadari kebodohannya, dan akhirnya pasrah akan kesempatan mandinya. Ia pun keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa.

Begitulah kehidupan 2wins yoo. Apapun pasti bisa dijadikan bahan perdebatan dan menimbulkan korban! Termasuk orang tua 2wins yoo yang kadang-kadang kalau pulang ke rumah langsung disambut sama suara piring plastik diadu, spatula dijadiin pedang, telur yang harganya mulai melambung dijadiin senjata..

Kadang-kadang mr dan mrs park dibuat gila. Tapi juga senang karena dengan begitu mereka akan saling membutuhkan. Tapi tidak ada tanda-tandanya sampai anaknya hidup sekarang.

Kakek-nenek dari 2wins yoo pun sedikit merasa terganggu oleh kelakuan dua anak itu—walaupun dalam hati terdalam bangga karena dua anak itu adalah penghasil penghargaan terbesar di sekolah.

Om-tante, sepupu-sepupu dan anggota keluarga lain sering sekali menunggu kedatangan double troublemaker itu. Biasanya mereka menjadi stalker gratisan 2wins yoo untuk melihat adegan sinetron dari pasangan kembar itu.

“heboh sih” atau “gaje!” atau malah ada yang terang-terangan mengatakan “unnie-oppa seru banget berantemnya! Aku jadi pengen deh punya kembaran kayak gitu”

 

***

 

“kalian lagi?” pak seung hyun menatap kesal ke arah dua murid yang mendapat kasus kemarin. Tapi tatapan tajamnya—yang lebih tajam dari piso dapur—mengarah ke yoochan yang tidak menunduk sama sekali.

“kalian telat lagi?” pak seung hyun menahan emosinya.

Yoochun mengangguk, sedangkan yoochan yang kelewat stress malah meralat perkataan gurunya.

“kami baru sekali kok telatnya!!” kata yoochan yang langsung mendapat hukuman sikut yoochun.

Pak seung hyun seperti menyadari kelancangannya. Saking marahnya dia lupa menghitung berapa kali murid kesayangannya (?) itu telat.

“ya sudah. Taruh tas kalian dan ikut saya ke lapangan!”

 

***

 

Kira-kira lanjut gak yah ??

Udah lah.. 8 halaman nih.. takut kepanjangan nanti susah diliat dari HP !! haha..

Maap ya kalo ceritanya makin ancur. Seperti biasa, saya ga memaksa orang untuk komen. Hanya memberikan komen jika anda ikhlas~

See y’all at part 3 !!

5 thoughts on “TWINS HIGH SCHOOL part 2

  1. Na_Young^^v

    Hahaha bikin ngakak>>sampe di katain orgil ketawa2 di dpn hp,pdhl gak ada yg lucu*curcolmodeon<<lanjut thor di tunggu!!new read lam kenallucu*curcolmodeon<<lanjut thor di tunggu!!new read lam kenal

    Reply
  2. Lidyaatrueelf^^

    annyeongg..
    saya reader baru disinii..
    kamu author di blog ‘yaoi fanfiction’ juga kan??
    salam kenal yahh..
    ^^

    ooh iyaa..
    ff kamu keren-keren dehh..
    masih baca sebagian..

    oh iyaa..
    ff yang ini chapter selanjutnya ditunggu yak thorr..

    good ff..
    ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s