THE ADVENTURE CLUB (prolog)

Title : “The Adventure Club”

Genre : horor *gatau seremnya mah*, a little comedy, a little sadistic, friendship, family, a little romance

Length : 5 Episode, entah berapa part dalam satu episode #plakk# ditambah prolog+epilog

Rate : PG 13+ ajalah..

Main cast : *liat di perkenalan*

Other cast :

Disclaimer : semua yang ada di FF ini punya saya, termasuk castnya *dibakar massa* kalo ternyata ada ff yang sama, ya maafkan saya.. saya ga pernah baca yang kaya gini soalnya..

A/N : ini baru prolog. Seterah dah mau kepanjangan/kelebaran/ketinggian ato begimana.. yang penting ini saya bikin ga sampe 2 hari *yaiyalahhhh

Happy readingggg..

 

-prolog-

 

Lapangan upacara dipenuhi anak-anak kelas 1 yang sedang berada dalam masa orientasi. Demo eskul sudah dilakukan beberapa club yang harus diikuti oleh anak-anak baru itu.

Di sisi lain, ada 3 orang yang sedang berdiskusi di ruang rapatnya, untuk mendiskusikan tentang anggota baru agar club itu tidak dihapus dari daftar eskul.

“okay. Gimana nih cara biar anak-anak tau tentang club ini? Biar kita ga di cemooh terus. Bosen kan jadi bahan gosipan aneh-aneh di sekolah?” ujar seung hyun sang ketua.

Dua lainnya mengangguk.

“kita tempel di mading, gimana?” usul yoochan.

Seung hyun menatap gadis itu. “gimana? Yang ada langsung dirobek sama kepsek! Kaya ga tau aja sekarang dia tuh murka banget sama club ini!”

Yoochan mengangguk. Dia harus memaklumi, karna setiap postingan di mading yang berhubungan dengan club petualang itu pasti akan dirobek oleh kepala sekolahnya, Mr sammy. Tapi kalau ada berita yang tidak benar tentang club petualang, dia akan mendukungnya dan tidak akan merobeknya.

“brosur?” yoochun, saudara kembar gadis tadi ikut memberi usul.

“nggak!!” tolak yoochan langsung. “nanti pasti kan dibuang juga sama anak-anak! Ketauan sama si pitak itu nanti kita mati!!”

Yoochun mengangguk mengerti.

“terus pake cara apa? Kita sebarin ke anak-anak kelas 1 secara lisan? Nanti malah jadi bahan omongan dan ketauan sama yang lain terutama sammy dan penggosip lain. Nanti aib di club ini bakal dikasih tau sama anak-anak yang hobby ngegosip dan anak-anak kelas 1 yang pengen ikut langsung terprovokasi.” Kata yoochun frustasi.

Mereka bertiga menghela nafas.

Sejak club petualang itu melakukan kegiatan diving yang mengakibatkan 5 orang sekaligus menjadi korban orang-orang sekolah jadi membenci mereka.

“perlu 6 orang biar club ini masih dianggap oleh warga sekolah.” Kata seung hyun. “ayo kita bangkitkan semangat petualang!! Fighting!!”

 

*

 

Anak-anak kelas 1 memasuki kelasnya dengan gembira. Mereka sibuk berdiskusi tentang pilihan mereka tentang kegiatan luar sekolah yang tadi di demokan.

Sepasang anak kembar hanya diam, tidak ikut berdiskusi seperti yang lainnya. Ekskul yang mereka inginkan ternyata tidak ada di daftar demo, padahal di brosur tertulis eskul itu.

“eh, mau ikut apa lo?” tanya seorang laki-laki berwajah manis pada anak kembar itu, yang yoseob.

Dua anak itu hanya menggeleng dan mengerdikan bahu.

“lo sendiri?” tanya kwangmin, anak yang bermata lebar.

“dance!” jawab yoseob mantap. “liat kan tadi keren banget tuh yang ngedance! Ada yunho hyung lagi yang jago banget! Ckckck..”

Anak kembar yang lebih dikenal dengan jo twins itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

“kok lesu gitu sih? Emang kalian mau ikut apa? Dance aja kali!! Kan lo pada keliatannya jago dance!” kata yoseob sambil duduk di depan kursi jo twins.

“kita udah bisa!” jawab youngmin, kakak kembar kwangmin. “kita udah pernah juara dance. Malah pernah dikontrak. Tapi kita masih kecil. Jadi fokus sekolah dulu!”

Yoseob tersenyum. “wow.. lo harusnya ikut lagi! Pengen tau gue kemampuan lo gimana!”

Jo twins menghembuskan nafas panjang. Mereka menundukkan kepala lesu. Harapan mereka untuk menjadi petualang pupus sudah.

“lo pada mau ikut apa sih sebenernya? Kan ga mungkin kalian kesini Cuma buat belajar!” tanya yoseob.

Kwangmin mengangkat wajahnya. Senyum manisnya mengembang walaupun dipaksakan.

“adventure!” jawabnya lemas.

“m-mwo? Adventure? Club yang paling dibenci? Ckckck.. lo mau mati disitu, hah?!” yoseob memasang tampang kaget.

“dibenci? Wae?” tanya youngmin ikut nimbrung.

“yeah.. kemaren ada 5 orang mati gara-gara diving. Dan 5 orang itu adalah kebanggaan sekolah. Jadi club itu harus dihindari!”

“tapi kenapa di daftar eskul ada? Gue bingung!!” kata youngmin.

“ehmm.. emang sih mereka masih ada di daftar. Tapi lebih baik kalian hindari deh club itu!”

“Cuma gara-gara 5 orang kebanggaan sekolah mati club itu dibenci? Kematian itu takdir tahu!!” kata kwangmin emosi. “lo tau dimana markas club itu? Please kasih tau!!”

“nggak!!” tolak yoseob. “gue ga mau kehilangan lo pada!”

Kwangmin menggeleng. “gue juga ga mau kehilangan nyawa! Tapi itu impian kita dari dulu. Dan orangtua kita setuju kalo kita masuk ke club itu!”

“tapi itu suram!! Nilai lo bakalan anjlok tau gak?!”

“makin tinggi pohon tumbuh, makin kencang angin yang menerpanya!” youngmin mencoba berperibahasa (?)

“yuk!! Kita harus cari tau tentang club itu!” ajak kwangmin yang dibalas anggukan youngmin.

 

***

 

Jungmin meremas surat yang bergambar winnie the pooh itu. Air matanya sebisa mungkin ia tahan agar tidak keluar. Masih terngiang kata-kata dalam surat itu yang meminta bantuannya.

Lelaki jangkung itu berdiri dari tempat duduk diatas atap sekolah. Lalu menatap suasana kota yang padat oleh kendaraan. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi.

“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya frustasi.

Tanpa dikomando, kakinya langsung bergerak dan berlari kencang menuju tangga. Kaki panjangnya terus mencoba melangkahi 1-2 tangga untuk menghemat waktu. Dengan surat di tangannya, ia mencoba mengumpulkan tekadnya.

Bruk!! Bruk!! Bruk!!

Beberapa anak jatuh tersungkur setelah ditabrak oleh kekuatan besar jungmin. Mereka saling melempar kata-kata untuk menyerangnya.

Salah satu korbannya adalah jo twins. Mereka hanya menahan emosi itu untuk menemukan club yang menjadi tujuannya sekarang.

 

*

 

BRAKKK!!!

Pintu ruang rapat club petualang di dobrak orang yang dikenal si kembar, tapi tidak dikenal seung hyun.

“wae gudae? Bisa kan ga pake dobrak gitu? Asma kembaran gue bakal kumat!” kata yoochan.

“m-mian..” lelaki itu membungkukan badan. “a-aku mau ikut!”

Senyum mengembang dan hembusan nafas lega memenuhi ruangan itu. Seorang laki-laki dari kelas XI-2 ingin masuk ke club yang ‘suram’ itu.

“g-gomapta!!” kata yoochan lemas saking senangnya. “gomapta!!”

“n-ne..” jungmin tersenyum.

 

***

 

“mau tanya ke siapa lagi? Sumpah deh! Kalo ga mau ngasih tau diem aja!! Jangan ngancurin mimpi orang dong!!” kesal youngmin sambil menendang tembok yang ada di dekat tangga.

“iya!! Kenapa sih emang? Kan murid disini ga Cuma 5 orang itu! Latih aja mereka biar kaya 5 orang itu!” kata kwangmin.

“yaudah. Masuk aja yuk!! Bosen gue marah-marah mulu!” ajak youngmin.

Mereka berjalan lesu menuju kelas.

Tapi langkah mereka terhenti ketika melihat seorang perempuan keluar dari ruangan yang sepertinya adalah kelas bekas atau malah gudang, karena lokasinya berada jauh dari ‘pandangan’ anak-anak.

“sunbae!!!!” teriak jo twins bebarengan.

Gadis itu menoleh. Lalu tersenyum.

“anak kelas 1?” tanyanya ramah.

“n-ne!!” jawab jo twins bebarengan lagi.

“bangapta, hoobae!!” katanya lalu membungkukan badan dan kembali masuk ke ruangan suram itu.

“sunbae!!” panggil kwangmin. Dadanya bergemuruh, ingin bertanya.

“ne?”

“i-itu ruangan apa?” tanya kwangmin takut-takut.

Gadis itu menghela nafas. Lalu mendekati jo twins yang masih berdiri mematung memandangi ruangan itu.

“kaget ya ada ruangan jelek disini?” tanyanya. “oh ya! Gue park yoochan!”

Gadis itu mengulurkan tangannya pada dua laki-laki kembar di depannya yang lebih tinggi beberapa senti darinya.

“jo youngmin!” youngmin menjawab lebih dulu sambil membalas uluran tangannya.

“jo kwangmin!” disusul kwangmin.

“YOOCHAN, LAMA BANGET SIH?!!!” teriak seorang lelaki dari dalam.

“IYA BENTAR!!” jawab yoochan berteriak juga.

Jo twins saling pandang. Ada orang lagi?? Batin mereka bingung.

“ini ruangan club petualang.” Jelas yoochan yang membuat mata dua anak itu berbinar. “a-adventure?” youngmin mencoba mengulangi dengan bahasa inggris.

“yes!! Adventure.” Yoochan tersenyum.

“YOOCHAN!!! JANGAN BIKIN GUE MARAH. CEPEEEEEEET!!!!!!!!!!!!!” teriak orang di dalam lagi.

“IYA DUMBER!! SABAR NAPA!!” balas yoochan kesal. “sori. Kakak gue udah manggil.”

“sunbae!!” panggil jo twins lagi.

“wae?” tanya yoochan yang sudah berada di depan pintu markas adventure club.

“kita—“

“MAU IKUT CLUB INI!!” teriak kwangmin lantang.

 

*

 

“MAU IKUT CLUB INI!!”

Kata-kata itu menggema di dalam ruangan khusus untuk club petualang atau markas. Yoochun, seung hyun dan jungmin bungkam. Tidak bisa melakukan apapun.

Seung hyun tidak bisa berkonsentrasi beberapa saat karena hal itu. Kemudian ia berdiri untuk melihat siapa yang mau bergabung dengan club suram itu.

“kita suka petualangan!” kata kwangmin sambil menundukkan kepalanya.

“kita masuk sini karena itu!” tambah youngmin.

Yoochan masih berdiri mematung di depan pintu. Di belakangnya sudah ada seung hyun yang siap menjaga kalau-kalau yoochan tiba-tiba pingsan. Sedangkan yoochun dan jungmin berdiri di belakang seung hyun.

“b-bener—“

“BENER!! SUMPAH!! KITA DARI TADI NYARI-NYARI CLUB INI SAMPE LANTAI 5!” teriak youngmin dengan nafas memburu.

Yoochan menarik nafas dalam-dalam. Lalu membuangnya perlahan untuk menanyakan sesuatu yang ‘mengganjal’ di hatinya.

“kalian tau kan kalo club ini dibenci warga sekolah? Kenapa masuk sini?” tanya yoochan dengan nada yang galak.

“chan..” gertak seung hyun.

PLAKK!!

“punya otak ga sih lo?!” tanya yoochun setelah menampar yoochan.

Yoochan menatap saudara kembarnya sambil tersenyum sinis. “gue punya otak. Makanya gue tanya itu!”

“tapi lo bakal ngebatalin rencana mereka untuk masuk ke club ini!!” kata yoochun dengan suara kecil.

“kita tahu kok!!” kata kwangmin mencairkan suasana. “tapi kita tetep pada pendirian. Kita pengen masuk club ini!!”

Seung hyun menatap bangga ke arah dua anak kembar yang sepertinya memang benar-benar berniat untuk masuk ke club. Ia lalu mengangguk.

“masuk.. masuk aja..” seung hyun speechless.

“ok.. kita harus rayain!!” kata yoochan.

“SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!”

Akhirnya, club petualang itu tidak bisa dihapus dari daftar eskul. Anggotanya sudah ada di jumlah minimal, 6 orang.

Suasana haru menyelimuti mereka. Yoochun yang paling mudah tersentuh langsung mengeluarkan air matanya sambil memeluk dua anak kembar yang baru masuk ke club.

“ehh kalian belom kenalan kan sama mereka?” tanya yoochan sambil menunjuk jo twins. “mereka kembar. Yang blonde jo youngmin, yang matanya lebar jo kwangmin.”

“ga nyangka ada dua pasang anak kembar disini!” kata seung hyun senang.

“iya…” celetuk jungmin.

“ehh, di club ini ada peraturannya!!” kata yoochan sambil tersenyum. “kita ga boleh egois, kita ga boleh mentingin diri kita sendiri! Kita harus berbagi. Mau susah, senang, atau apalah~”

“SETUJU!!!”

“kita ga boleh pelit. Kita berbagi disini. Kalian ada masalah, cerita aja!” kata yoochan sambil menatap dua anak kelas 1 di depannya.

“kalo PR minta ajarin yoochan atau seung hyun hyung aja! Mereka jago tuh!!” celetuk yoochun sambil menunjuk dua orang di sebelahnya.

Tawa menggema di depan markas club. Mereka tidak peduli sekarang. Dimana mereka berdiri, dimana posisi mereka di sekolah, dan lainnya.

“ehh satu lagi!!” yoochan menghentikan aktivitas tawa anak-anak. “disini, kita ga boleh diem aja! Kita harus ngomong. Jangan takut!! Petualang kok takut. Iya gak??”

Semuanya saling pandang. “SETUJUUUUUUU!!!”

“oke..” seung hyun mengangguk. “sekarang kita pikirin mau makan-makan dimana. Masuk ke dalem yuk!! Pegel nih berdiri mulu.”

“emang sih ini bekas gudang. Tapi kita udah rapiin kok!!” kata yoochan.

Semuanya langsung masuk ke dalam markas yang terhitung kecil. Lalu melanjutkan pembicaraan dan perkenalan mereka terhadap satu sama lain.

 

-prolog end-

 

Akan berlanjut ke episode #1 : first adventure

 

Are you ready????????

u-u-u-u-kiss brave sound.. brave sound.. *gaje

byeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s