IT’S TOO LATE part 1

Title : “it’s too late”

Length : chaptered (1/??)

Genre : comedy, romance, sad, dll (?)

Cast :

–       Park hong jun a.k.a teddy park (1TYM)

–       Im tae bin a.k.a danny im (1TYM)

–       Oh jin hwan (1TYM) *namanya hampir sama kek anak gue ama jiyong ==”

–       Song baek kyung (1TYM)

–       Chae dong ha (mantan member SG Wannabe yang udah meninggal T^T)

–       Chae ha rin (OC)

Disclaimer : semua yang ada di ff ini punya saya, terutama taebin sama dongha *digampar rame rame* harin Cuma nama rekaan saya, jadi saya ga tau apa-apa kalo ada yang punya ni nama *kaburrrr !!!!* crita/plot disini juga punya saya, kalo ternyata sama kaya punya orang, itu bukan kesengajaan. And also, ini fiction !! *ngedance fiction – beast* kalo ada yang mau plagiatin ini ff, ga papa. Karna itu malah akan mengangkat citra saya sebagai author *plakkkkkk

A/N : annyeonghaseyo!! Balik lagi sama saya, kali ini saya bawa ff 1TYM perdana. Di FF ini, settingnya tahun 2003. anggap aja dongha masih di SG wannabe karna saya ga tau tahun brapa donghae ninggalin SGW. Dan juga anggap aja taun segini 1TYM masih jaya karna saya ga tau album trakhir tu kapan rilis😄. Kalo pengen tau tentang 2 boyband ini, searching aja ya^^

Okayyy,, don’t like don’t read!! Saya menerima bashingan ^^

 

***

 

“HONG JUN~A!!!!!”

Suara melengking khas yeoja mengalun dengan keras di ruang latihan khusus artis YG Entertainment. 4 orang namja yang ada di dalam ruang latihan itu langsung tersentak dan hampir jungkir balik saking kagetnya. Salah satu namja bertopi dengan gaya hip-hopnya yang kental langsung menunduk dan menutupi wajahnya dengan topi.

“seobang, ternyata sudah 9 jam 10 menit ya tidak bertemu! Bogoshippo!!” yeoja itu langsung merangkul tubuh orang yang bergaya hip hop kental itu.

“sampai dihitung waktunya!” seorang namja bernama taebin yang lebih dikenal dengan nama danny sedang berusaha menahan tawanya.

“isshh!! Mereka hanya iri saja pada kita. Iya kan, seobang?” yeoja itu meminta persetujuan dari namja bernama park hong jun, yang dikenal dengan nama teddy.

“ya!!” gertak teddy dengan nada kerasnya. “kau tidak ingat umur, hah? Sekarang kau sudah 21 tahun!! Kenapa tetap saja kau manja? Issshh!!”

Si yeoja itu mempouts bibirnya. Membuat teddy enggan untuk menatapnya lagi. Dengan hati-hati ia menggeser duduknya untuk menghindari yeoja pengganggu yang mengaku bernama chae harin, adik chae dongha dari SG wannabe.

Teddy dan harin menjadi tetangga sejak teddy tinggal di las vegas. Selama teddy hidup di las vegas, teddy tidak pernah—bahkan tidak mau—menyukai harin. Si yeoja tomboy yang sangat polos dan bodoh dengan yang namanya seni, terutama musik.

“seo—“

“panggil aku teddy!! Namaku belum ganti tahu!!” potong teddy langsung dengan ketus.

“n-ne teddy.” Harin berdeham. “umm.. temani aku ke toko buku ya? Aku dapat tugas dari dosen untuk membuat makalah tentang hukum!! Jebal??”

Teddy langsung menggeleng spontan. Membuat ketiga member 1TYM yang lain langsung tertawa lepas.

“sudahlah, ikut saja!!” kata oh jin hwan, si member tertua 1TYM.

“ani!!” tolak teddy langsung.

“hati-hati.. menyesal baru tahu!” song baek kyung ikutan memprovokasi.

“aissshhh!! Kalau tidak ada aku, tidak ada 1TYM tahu!!” teddy memukul kepala baek kyung yang ada di sebelahnya dengan topinya.

“satu keluar, tiga berkarya. Hayooo!!!” balas danny tak mau kalah.

Suasana di ruang latihan itu langsung ramai. Padahal hanya ada 5 orang di dalam ruang latihan itu. Dan hanya 4 yang berbicara.

“tenang saja,” baek kyung menepuk pundak teddy. “kami akan mengerjakan semuanya!”

Teddy menggeleng. “ani! Ini tugasku. Aku tidak bisa begitu saja meninggalkan tugas utamaku.”

“tugas utamamu kalau sudah mempunyai anak dari chae harin! Hahaha..” kata danny disambut dengan tawa kencang baek kyung dan jin hwan.

“be a husband and also a father..” ujar jin hwan dan kembali disambut tawa yang lainnya—kecuali teddy dan harin.

“yah.. seobang..” harin merajuk dengan puppy eyes andalannya.

Teddy menggeleng. “sekali tidak, tetap tidak!”

“aku sudah izin pada Yang sajangnim. Katanya tidak apa-apa kupinjam hong jun! Ayolaaah..”

“sudah kubilang panggil aku teddy!!” geram namja itu kesal.

“ehm.. Tugas leader aku saja yang mengerjakan. Kalian berkencan saja!!” kata danny memanasi.

Kali ini teddy mengangguk. Walaupun di dalam hati masih ada syarat yang berlaku untuk harin, dan juga hukuman yang berat untuk 3 anak buahnya.

Harin tersenyum senang ketika teddy menganggukkan kepalanya—walaupun tanpa ekspresi. Ya, hitung-hitung untuk ‘pendekatan’ yang lebih jauh.

Harin memang sudah menyukai teddy dari awal bertemu karena sebuah kejadian yang biasa di kalangan anak-anak. Harin sangat cengeng dari dulu, dan dia menangis ketika seorang temannya mengganggunya dengan membuang boneka dari prancis yang dibelikan khusus oleh ayahnya.

 

~flashback

 

Teddy berjalan bersama teman-temannya sambil bercanda. Teddy adalah anak yang populer di kalangan anak SD disekitarnya karena bakat rapping-nya yang diatas rata-rata anak seusianya.

TUKK!! *apa ini ???*

Sebuah benda jatuh dari lantai atas dan mengenai kepalanya yang tertutup topi. Ia memungut benda yang jatuh di tanah.

Teddy mendongakkan kepala ke atas, dan melihat seorang anak perempuan dengan wajah yang berurai air mata melambaikan tangannya dari lantai 3.

“ted, u know her?” tanya mike, salah satu temannya.

Teddy menggeleng. “no.”

“she is chae harin. She’s a millionaire’s daughter!” mike tersenyum pada gadis kecil itu.

“ohh.. so?” teddy masih tidak mengerti dengan ucapan mike.

“that’s an expensive doll, ted!! Keep it and sell to seller!!” luke ikut memprovokasi.

Teddy menggeleng. “no. I’ll give it to her!”

Teddy pun berjalan ke lantai 3, tempat yang paling atas di gedung Golden elementary school. Dia mencari gadis kecil itu di setiap ruang kelas yang tidak terpakai. Dan menemukannya di sebuah gudang tua. Gadis kecil itu menangis, membuat teddy iba dan langsung memberikan boneka itu padanya.

“hiks.. gamsahamnida..” katanya sambil menghapus air matanya.

“you.. korean?” tanya teddy pada gadis kecil itu.

Anak itu mengangguk. “I cant speak english well..”

Teddy mengangguk. “ara.. ara.. iremi muosimnika?”

“emm.. chae harin!” anak itu menyebutkan namanya. “neo?”

Teddy mengulurkan tangannya. “park hong jun. Keundae, panggil aku teddy! Aku lebih suka dipanggil dengan nama barat.”

“ne arasso!” gadis itu menjabat tangan teddy. “neo.. umm.. kelas berapa?”

“4!” jawab teddy sambil menatap keluar. “kau kenapa disini? Dimana ruang kelasmu?”

Gadis itu tersenyum. “dikelas 1 A dilantai 1.”

“lalu kenapa kau bisa sampai sini?”

Gadis kecil itu mulai bercerita sembari berjalan kebawah bersama teddy. Dari awal dia membawa boneka itu karena mengingatkannya dengan sang ayah yang sedang bekerja di dalam pesawat, dan ketahuan oleh roman si bocah tengil, yang langsung mencuri boneka kecil itu dan membawanya ke atas.

Belum selesai cerita itu, seorang anak laki-laki sepantaran teddy mendatangi mereka berdua. Wajahnya yang tampan makin tampan kala tersenyum.

“chae harin, hampir saja aku gila mencarimu!” kata anak laki-laki itu dengan bahasa korea yang lancar. “oh, I’m chae dongha. Who are you? Thank’s because you’ve helped me to found my sister..”

“I can speak korean too.” Kata Teddy. “naneun park hong jun imnida. Keundae, panggil aku teddy.”

“oh, bangapta, chingu-ya! Aku mengantar dongsaeng-ku ke kelas ya. Annyeong!” dongha membungkukan badan sambil menggandeng adiknya.

 

~end flashback

 

Sejak itulah mereka saling kenal dan tidak menyadari bahwa mereka bertetangga! Dan teddy dekat dengan dongha. Karena sekarang mereka punya pekerjaan masing-masing, teddy dan dongha jarang bertemu, dan malah putus komunikasi.

“seobang!!” harin menepuk pundak teddy yang masih bergeming.

“eh? Ayo!” kata teddy sambil berjalan keluar. “eh sebentar!”

Teddy dan harin berhenti di depan pintu ruang latihan. Ia berbicara tanpa membalikkan badan pada 3 member lainnya.

“aku pulang, kalian harus menyelesaikan konsep!” kata teddy yang sukses membuat 3 member lain menyairkan ‘mwo????’

“keundae hyung..”

“tidak ada tapi-tapian!!” teddy memutus ucapan danny. “pokoknya aku sampai sini kalian harus sempurnakan. Kalau tidak, aku akan memberikan sangsinya!”

“HYUNG!!!” teriak ketiga member. Tapi hanya di balas lambaian dari belakang *bayangin donggun di last farewell

 

***

 

“kenapa sih? Kok pada memperhatikan kita?” tanya harin karena risih dilihat orang-orang di mall.

“ya iyalah. Kau tidak ingat siapa yang kau ajak?” tanya teddy balik.

“huftt.. iya. Leader 1TYM!” jawab harin. “kalau dongha oppa yang kuajak, pasti aku langsung mati diinjak penggemar SG wannabe!”

Teddy tertawa kecil. “aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Kemana dia?”

Harin berlari kecil memasuki toko buku dengan tiba-tiba. Membuat teddy yang reflek langsung ikut berlari sambil menutupi wajahnya dengan kupluk hoodie-nya.

“kau ini bisa sabar sedikit tidak sih?! Aku kan kaget!!” kata teddy sambil terus mengikuti arah jalan harin yang lurus mengikuti arah rak buku.

Harin tetap saja memilih buku yang ada di jajaran filsafat. Padahal dia harus mencari tentang hukum untuk tugas makalahnya.

“ya! Kau bilang kau disuruh dosenmu untuk membuat makalah hukum! Bagaimana sih?!” protes teddy.

Harin langsung nyengir kuda. “hehe.. sebenarnya kan aku ingin mengambil beasiswa hukum! Tapi aku juga mau belajar filsafat.”

Teddy menganggukkan kepala. “aku tidak yakin kau bisa!”

Harin tetap diam. Dia sibuk dengan buku teori dari tokoh filsafat terkenal di tangannya.

Teddy mengalihkan pandangan ke segala arah. Mencari jajaran komik atau buku-buku yang enak untuk dibaca. Ia lalu pergi tanpa izin kesana. Lagian mau izin bagaimana, orang yang mau dimintai izin malah asyik sendiri?

 

*

 

Di satu waktu, song baek kyung, oh jin hwan, dan im tae bin a.k.a danny sedang berpikir keras untuk konsep album baru. Beginilah kalau di grup tidak ada leader.

“teddy hyung kenapa mencari konsep yang menyusahkan sih? Kan jadi bingung! Ckckck..” kata danny.

“oh!” baek kyung tersenyum sumringah. “tadi siapa yang bilang mau mengerjakan tugas leader??”

Jin hwan mengarahkan kepalanya ke sebelah, tempat danny si magnae duduk dan berpikir. Kedua hyung-nya langsung beranjak dari tempatnya duduk.

“eh hyung. Mau kemana?” tanya danny bingung.

“ingat siapa yang bilang mau mengerjakan tugas leader?” tanya jin hwan dengan senyum jahilnya.

ehm.. Tugas leader aku saja yang mengerjakan. Kalian berkencan saja!! Danny langsung menepuk dahinya keras. Kenapa ia bisa lupa kalau 1TYM ada 4 orang?

 

*

 

“seobang, menurutmu ini ba—“ harin menoleh kesana-kemari. Sosok yang diajaknya berbicara hilang dengan tiba-tiba. Ia menaruh buku itu ke tempatnya.

“ishh!! Dasar orang itu!!” harin mengambil ponselnya. Lalu mencari contact name ‘nae seobang’

“tidak diangkat lagi!” desah harin sambil terus menekan tombol hijau di HP-nya.

TUT.. TUT.. TUT..

“ishh!! Kemana dia?!!”

 

#in other side

 

Teddy terus membaca komik one piece sambil mendengarkan lagu di HP-nya. Dia tidak ingat lagi apa maksud dan tujuannya kesini, dan dengan siapa dia kesini. Yang ada di pikirannya hanyalah komik, komik, dan komik.

Tubuhnya tidak beranjak dari rak khusus komik jepang dari satu jam lalu. Dan dia berhasil menyelesaikan 17 komik selama itu.

“bagi saudara bernama teddy park, ditunggu kedatangannya di ruang informasi.” Seseorang dari speaker mall mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang lembut. Teddy langsung membuka satu headset untuk mendengarkan pengumuman lebih saksama. Kupluk hoodienya sudah lepas dari kepalanya, dan kacamata hitamnya dilepas karena ingin membaca. Jadilah orang-orang mengetahui kalau itu adalah leader 1TYM yang terkenal.

 

*

 

Danny kena batunya!!

Dia sekarang sendirian di ruang latihan yang luas. Dua hyung-nya yang ternyata mengetahui kesalahannya malah pergi ke kantin dan sampai 20 menit kemudian tidak kunjung datang.

“nih!” kata seseorang sambil memberikan kentang goreng dan soda.

Danny mendongakkan kepala ke atas. Melihat siapa yang memberikannya itu. Dan langsung tersenyum.

“we just kidd!” kata baek kyung sambil duduk di depannya, diikuti juga oleh jin hwan.

Danny mengangguk. “lalu kenapa lama sekali?”

“kita makan!!” jawab jin hwan.

“oh..” danny hanya meng’o’kan dan mengangguk tak jelas.

“aku sudah mengerti. Jadi..” jin hwan menjelaskannya pada 2 dongsaengnya sampai mereka benar-benar mengerti.

 

***

 

“paboya!!!” ucap teddy kesal pada harin saat mereka berada di mobil.

“mianhe. Lagian aku takut kau hilang!” jawab harin dengan wajah ditekuk.

“hisssh! Padahal tadi lagi seru tuh!” teddy mengingat adegan terakhir yang sedang dibacanya tadi.

“kenapa tidak dibeli saja?”

“memangnya kau beli?”

Harin baru ingat. Karena khawatir dengan teddy yang tiba-tiba menghilang entah kemana, jadi dia langsung ke ruang informasi dan tidak memikirkan lagi tugasnya, dan juga positif-negatifnya mengenai teddy yang dipanggil. Masa artis hilang di mall?

“mianhae.. aku kan khawatir. Kalau kau hilang, siapa yang mengantarku pulang-pergi?”

Teddy tersenyum mengejek. “ternyata aku hanya dijadikan sopir ya! Ckckck..”

 

*

 

“KAMI PULAAAAAANG~!!!!” teriak harin pada ketiga member 1TYM yang sedang bercanda di ruang latihan.

“hisss.. pabo!!” kata teddy. “tidak tahu saja, kalau mereka bercanda tidak ingat orang yang datang!”

“kenapa beda sekali dari dongha dan SG wannabe?” harin menggeleng.

“ya sudah. Sana ke SG wannabe. Disini tempatnya YG Family. Jadi tidak ada yang namanya SG wannabe. Anggota yang bernama dongha saja tidak ada. Tapi tidak tahu trainee-nya ada atau tidak!”

“nama oppa-ku kan terkenal! Pastilah ada yang bernama dongha!”

“terserahlah. Aku tidak memikirkannya! Pikirkan saja dongha dongha itu! Jadikan dia suami, biar tidak menggangguku.”

“ahh~ seobang~a!!”

Teddy menjitak pelan kepala harin. “sudah ku bilang kan dari dulu, PANGGIL AKU TEDDY!! ARA?!!”

Tiba-tiba 3 member 1TYM menyadari kejadian itu dan bertepuk tangan riuh sampai orang-orang di sekitar menjadi gempar karenanya.

“teddy hyung, kau memang cocok dengannya! Swear!!” kata danny.

“im taebin, posisimu sebagai magnae akan terusir!” teddy mengepalkan tangannya.

“ahh.. hyung. Aisss.. mukanya memerah!” danny terus-terusan menggoda si leader.

“bilang ke Yang Goon hyung ahh~~” baek kyung ikut memprovokasi.

“ya sudah. 1TYM bubar!!”

“KITA BIKIN 1TYM SEASON 2!!”

Untuk hari itu cukup segitu kemesraan teddy-harin yang menjadi sinetron gratis untuk para member.

“ok. Bagaimana persiapannya?” tanya teddy mengejek yang langsung dibalas anggukan kepala ketiga member.

“oppadeul, aku pulang! Annyeong..” harin memberi hormat pada member 1TYM.

“perlu diantar?” tanya jin hwan dengan senyum.

Harin menggeleng sambil tersenyum manis. “aniyo. Aku mau ke restoran seafood dulu. Dongha oppa mentraktir. Annyeong..”

 

***

 

“TEDDY SEOBAAAAAAANG~!!!!!”

Teriakan khas membuyarkan konsentrasi member 1TYM yang sedang latihan rapping untuk lagu baru. Teddy kembali mengomel tak jelas dengan suara rendah.

“seobang, mau ke toko buku lagi?” tanya harin dengan wajah berbinar.

“aniyo! Aku tidak mau kau mengumumkanku di speaker seperti kemarin!” jawab teddy langsung.

“no more! Please?” harin memohon dengan puppy eyes andalannya.

“kau punya mata tidak? Lihat kita sedang apa?!” hardik teddy marah. “jangan ganggu! Kka!!”

“ehmm..” dehaman seseorang membahana di ruang latihan. “salah satu ada yang mengantarnya! Jangan teddy kalau tak mau.”

“hyung?” kaget teddy, melihat managernya sudah di depan pintu.

Harin adalah anak kenalannya YG. Jadi dengan cara apapun harin bisa mendapat perhatian dari YG dan keluarga-keluarganya.

Kalau harin mau jadi bagian dari artis YG pun, bisa saja. Tapi masalahnya harin tidak berbakat di seni. Suara melengking kencang, badan terlalu kaku dibuat dance, akting hanya bisa seperti orang kesetanan, yang harin bisa hanyalah mengucapkan teori-teori tak jelas dari tokoh terkenal.

“ya sudah. Aku saja!” jin hwan menawarkan diri.

“nanti kau latihan denganku!” kata YG, lalu pergi dari tempatnya.

Jin hwan menatap harin. Gadis itu sekarang menunduk dan tidak menampilkan wajah polosnya. Member tertua 1TYM itu langsung merangkul harin dan membawanya keluar.

“bin, menurutmu bagaimana?” tanya baek kyung pada danny dengan berbisik.

“jin hwan hyung kan suka harin!!” jawab danny dengan suara biasa.

“ehm.. latihan lagi!” gertak teddy dan langsung latihan.

 

*

 

“mau cari buku tentang apa?” tanya jin hwan sambil menyetir mobilnya.

“emm.. tentang hukum sama filsafat. Mau ngambil beasiswa.” Jawab harin gugup.

Jin hwan dan harin tidak terlalu dekat. Jadi suasana di mobil langsung canggung. Tidak seperti teddy dan harin.

“beasiswa dimana?” tanya jin hwan lagi.

“harvard lagi buka pendaftaran beasiswa. Hanya 10 orang yang bisa masuk! Ckckck.. masih banyak orang yang lebih pintar daripada aku!” jawab harin.

“be positive! You can do it!” jin hwan tersenyum pada gadis itu.

“thanks, oppa!” harin tersenyum pada lelaki tampan itu *laki kan tampan :J*

 

=in other side..

 

“ya! Kalian ini serius tidak sih latihannya? Tidak usah ada 1TYM saja dari dulu kalau kalian begini!”

Teddy menjadi leader galak sekarang. Membuat danny dan baek kyung bergidik ngeri. Seandainya mereka menggantikan jin hwan yang sedang mengantar harin.. *ehh, untuk danny kudu nganter gue !! hahaha..*

“h-hyung, kita kan benar temponya!” baek kyung mencoba membalas perlakuan teddy.

“benar? Coba saja lagi! Tambah tidak benar!” hardik teddy sambil berjalan keluar. “aku sampai sini, kalian harus bisa!”

Danny dan baek kyung saling pandang. Lalu mulai latihan sampai bayangan teddy menghilang di balik pintu ruang latihan. Setelah memastikan leader galaknya keluar, mereka berpindah haluan menjadi ‘gossip man’

“kurasa karena ucapanmu tadi, teddy hyung jadi aneh!” tuduh baek kyung.

“mwo? Memangnya aku salah apa? Kenyataan kok jin hwan hyung suka harin!” balas danny tidak mau disalahkan.

“yee.. aku bukannya menuduhmu, babo!” baek kyung memukul kepala danny dengan gulungan kertas lirik. “aku hanya bilang, teddy hyung jadi aneh. Apa dia mulai—“

“LATIHAN! BUKANNYA MENGGOSIP TENTANGKU DISINI!” teriak teddy setelah memasuki ruang latihannya.

“n-ne hyung..”

 

**

 

“oppa, menurutmu lebih baik aku ambil filsafat, atau hukum?” tanya harin pada jin hwan yang masih setia menunggu di belakangnya.

Jin hwan berpikir. “pilih yang menurutmu kau jago disitu!”

“jago?” pikir harin sambil tertawa kecil. “tidak ada yang aku bisa!”

“pasti ada!” bantah jin hwan. “kau memilih jurusan hukum, tapi kau tertarik filsafat. Jadi terserah kau mau pilih yang mana. Ini jalan hidupmu, bukan hidupku.”

Harin menghembuskan nafas panjang. “uhhh.. kalau aku sanggup dua pasti tidak apa.”

Jin hwan menggerakkan tangannya ke atas kepala harin. Ia mengacak-ngacak dengan gemas rambut gadis yang sudah disukainya dari awal bertemu.

“aku ke tempat komik. Boleh?” tanya jin hwan dengan senyum manisnya.

Harin membulatkan mata. Teddy saja langsung nyelonong pergi, kenapa dia minta persetujuanku?

“t-tidak boleh ya? Ya sudah aku—“

“eumm.. aniyo, gwaenchana! Kesana saja. Aku pasti bakal lama disini!” harin langsung memotong ucapan jin hwan.

“n-ne. gomapta.”

Bahkan dia masih mengatakan terima kasih padahal aku tidak melakukan apa-apa?

 

*

 

Teddy terus mencengkram HP-nya dan enggan untuk melepaskannya. Wajahnya memerah menahan marah yang sejak awal sudah terasa. Dia terus berjalan di dekat ruang latihan dengan gelisah.

“hyung, hati-hati! Perbedaan antara cinta dan benci itu tidak lebih dari selembar kertas!” kata danny yang baru keluar dari ruang latihan.

Teddy tersenyum mengejek. “tau apa anak kecil tentang cinta?”

“I’m 23. and I know how to love someone!” danny menepuk pundak teddy sambil berjalan pelan ke arah samping.

“I’m 25. but actually, I’m still a kid. I don’t know how to love someone..” gumam teddy sambil merenungkan kata-kata danny.

 

***

 

“gwaenchana?” tanya jin hwan khawatir.

Harin menggeleng sambil menutupi hidungnya dengan tisu.

Tepat pukul 5.43, jin hwan dan harin mengakhiri kegiatannya di toko buku. Hidung harin tiba-tiba bermasalah karena mengeluarkan darah segar. Jadi jin hwan membawanya pulang secara paksa sambil mengambil beberapa buku yang sempat dipegang harin.

“kenapa tidak bilang kalau kau sakit, hah? Kan aku jadi repot sendiri!” kata jin hwan.

“mianhe oppa..” harin mengeluarkan wajah memelas.

“gwaenchana.. gwaenchana.. that’s just a little accident, right?” jin hwan melepas jaketnya, dan memakaikannya di tubuh kecil harin.

“I really don’t wanna see you cry. So, don’t cry please!”

“y-ye? I-I don’t understand.”

Jin hwan baru menyadari kebodohannya. Ini sama saja mengungkapkan cinta, oh jin hwan!! Batin jin hwan. Ia lalu tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.

“hehehe.. nevermind! Kajja!!”

Jin hwan menarik yeoja yang paling dicintainya ke dalam mobil.

Di mobil, hanya ada keheningan yang ada. Harin sibuk dengan ponselnya, dan jin hwan hanya sibuk menyetir dan mengawasi kendaraan dibelakangnya dari spionnya.

“oppa, boleh kupinjam HP-mu?” tanya harin.

Jin hwan meraba saku kanan celana panjangnya. Karena tidak menemukannya ia mencarinya di sebelah kiri, dan tidak ada juga!

“mungkin di saku jaketku!” kata jin hwan bingung.

Harin mencari benda kecil yang dipakai untuk berkomunikasi jarak jauh milik jin hwan di saku jaket. Tapi tidak menemukannya.

“oppa, tidak ada!” kata harin yang berhasil membuat jin hwan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

“wae? Apa jatuh? Hiiisssshhh!! Parah!!” jin hwan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

Harin langsung tersenyum jahil. Ia mengambil sesuatu dari luar telinga jinhwan sambil tersenyum lebih jahil dari yang tadi. Jin hwan hanya bisa melongo dan tidak bisa berpikir jernih.

“kau orang pertama yang kutunjukkan!” kata harin.

Jin hwan diam.

“dongha oppa saja tidak tahu.” Lanjut harin dengan senyum sumringah.

Jin hwan tertawa—tepatnya menertawai dirinya sendiri—karena telah tertipu dengan gadis yang lebih muda 4 tahun darinya. Tapi kemudian tawanya mereda karena mengingat satu nama.

“a-apa seharusnya..teddy..yang melihatnya?” tanya jin hwan terbata.

Harin mengangguk sambil menghembuskan nafas panjang. “huhhh!! Memang. Tapi aku sudah tahu kalau dia tidak akan mau mencintaiku. Mencoba saja tidak mau. Ckckck..”

“yeah. Tapi apa kau tak mau membuka..hatimu untuk yang lain?” jin hwan mengucapkan ‘hatimu’ dengan sangat hati-hati.

Harin menggeleng. “dunno!”

“OPPA, LANJUTKAN MENYETIR!!!!”

Jin hwan tertawa kecil. Lalu menyalakan mesin mobilnya dan kembali berjalan dengan tempo yang tidak terlalu cepat.

 

***

 

Sudah lebih dari 3 hari harin tidak datang ke gedung YG. Orang-orang YG—selain teddy—menjadi amat sangat heran. Karena harin adalah anak yang tidak mudah sakit, dan kalau sakitpun masih bisa datang dan berisik seperti biasa.

Jin hwan tidak konsentrasi untuk latihan. Berkali-kali teddy memarahinya karena dia tidak ingat dimana bagiannya. Jin hwan seperti kehilangan roh-nya..

“ya, apa karena wanita itu kau diam?! Ckckck.. kau ini idola. Kau harus profesional!!” kata teddy. “ya!!!”

Jin hwan mengangguk. “mian. Jeongmal mian. Aku akan serius.”

“cih! Buang kata-kata itu. Aku tidak percaya kau akan serius kalau wanita itu yang ada di pikiranmu!”

Jin hwan tersenyum pilu. Mencoba mengenyahkan pikiran buruknya terhadap gadis ‘kecil’ yang membuatnya seperti ini. Gadis yang benar-benar menarik, yang mencintai orang yang tidak mencintainya.

 

=in other side=

 

“kau benar tidak apa?” tanya dongha, kakak harin pada adiknya.

Harin menggeleng. “jeongmal! Aku masih bisa tersenyum kan? Jadi aku tidak apa-apa. Kau pergi saja!!”

Donghae menggeleng. “aniyo! Mana bisa aku meninggalkan adikku sendirian? Hari ini aku akan menjagamu.”

“tapi oppa. Jadwalmu—“

“kenapa? Aku dikeluarkan dari SG Wannabe juga tidak apa-apa. Aku hanya ingin adikku tidak apa-apa.”

Harin mencari kata-kata untuk melawan argumen kakaknya.

“aku tidak akan mati juga kalau tidak melihatmu. Ayolah pergi saja!!”

Dongha tersenyum. “aku yang akan mati kalau tidak melihatmu, chae harin.”

Harin diam.

Harin baru ingat kalau sekarang ia dan dongha tidak punya siapa-siapa. Ayah mereka mati saat menjalankan tugasnya, ibu mereka mati karena dibunuh oleh orang yang tidak bertanggung jawab, keluarganya yang lain jauh dari mereka.

Hanya harin yang dongha punya, dan hanya dongha yang harin punya. Jadi tidak mereka tidak bisa dipisahkan.

“kau berharap teddy kesini?” tanya dongha hati-hati, takut menyakiti hati adiknya.

“ne!! sangat!! Kau tidak tahu kan bagaimana rasanya jatuh cinta? Jatuh cinta itu bisa membuat orang yang—“

“ya, anak kecil tidak mengerti apa-apa tentang cinta!” dongha memutus ucapan adiknya.

“yee.. kau yang anak kecil! Yang tidak mengerti cinta, babo!!”

“ya! Chae harin..!!”

 

***

 

“okay. Kuberi waktu istirahat 20 menit. Terserah kalian ingin apa. Kka!!” kata teddy seraya mengusir 3 anak buahnya.

Baek kyung dan danny memilih untuk ke kantin YG karena dari tadi belum makan. Sedangkan jin hwan berlari ke tempat parkir.

“tuh kan, dia mencari harin!” kata danny kekeuh.

“memang benar dia mencintainya. Tapi kenapa harin tidak sadar?” tanya baek kyung.

“mungkin memang dia masih kecil, jadi tidak tahu siapa yang suka dan siapa yang disuka.” Danny mencoba menjadi ahli cinta disini.

“ohohoho.. memangnya kau tahu, kau suka–?” baek kyung mencoba memprovokasi danny.

“hyung.. aku kan hanya dekat dengan dara. Bukan apa-apa.”

“bukan dara, pabo!! Tapi bom!! Kau suka kan?”

“EHM.. kalian menghalangi jalanku.” Kata Teddy yang ternyata mendengar percakapan dua magnae itu.

“ehhh.. teddy hyung!!” danny mencoba tersenyum polos. “mianhe..”

Danny berjalan ke depan dengan pandangan ke belakang sambil tersenyum tak jelas ke arah teddy yang memberikan kilatan kemarahan. Sedangkan baek kyung dengan langkah biasa tidak mempedulikan danny yang benar-benar seperti orang bodoh.

BUKKKK!!!!!

“tuh kan.. ckckck..” baek kyung menggelengkan kepalanya melihat danny yang jatuh tersungkur karena menabrak Yang hyun suk, CEO YG entertainment.

“mian.. mian hyung!!!!!!!” danny langsung berlari ke kantin untuk menghindari omelan singkat bosnya.

 

*

 

“kau tidak apa?” tanya jin hwan pada harin.

Harin menggeleng. “ani.. aku hanya sakit biasa.”

“gedung YG jadi sepi kehilanganmu! Hahaha..”

Harin tersenyum. “iyalah. Kan aku troublemaker.”

Sempat hening sesaat karena harin dan jin hwan tidak punya bahan untuk diobrolkan lagi.

“bagaimana pekerjaanmu?” tanya harin membuka pembicaraan.

“fine.. tidak ada masalah.” Jawab jin hwan berbohong. Padahal dari tadi ia terus dimarahi teddy karena tidak menyimak.

“kau sendiri, bagaimana beasiswanya?” tanya jin hwan balik.

Harin menggeleng lesu. “pendaftarannya ditutup 3 hari lalu. Dari 3 hari lalu aku sakit. Yahh.. aku tidak bisa mengikuti tes hari ini.” Jawab harin kecewa. Tapi kemudian ia tersenyum lagi. “no problem!! Masih ada jalan lain kan untuk sekolah? Memangnya hanya harvard! Masih ada leiden, cambridge, sorbone.. iya kan?”

Satu yang jin hwan bangga dari gadis itu. Ia tidak pernah mau menyerah. Selalu ada jalan keluar di otaknya.

Tangan jin hwan mengacak rambut harin gemas. Setelah itu ia langsung tersentak. Banyak rambut rontok di tangannya. Rasa khawatir menyerang jin hwan.

“kenapa kaget begitu? Kan wajar rambut rontok setiap hari! Apa tidak pernah belajar IPA, hah?!” kata harin dengan tampang biasa. “kau takut aku kena kanker, eoh?”

Jin hwan tersenyum. “ani.. aku hanya kaget karena tidak pernah mengacak rambut orang sampai rontok. Memangnya tadi terlalu kencang ya? Mian—“

Intro lagu one love mengalun lembut. Jin hwan dan harin sama-sama mencari HP masing-masing.

Jin hwan diam, karena harin ikut mencari. Barangkali bukan HP-nya yang berdering. Tapi HP harin.

“HP-mu, berdering?” tanya harin pada jin hwan.

Jin hwan langsung mencari HP-nya di saku dan melihat ada 1 missed call dari teddy. Ia baru ingat kalau teddy hanya memberi istirahat kurang dari setengah jam.

“aku kembali ya!! Bye..” jin hwan langsung menyambar kunci mobil dan berlari dari kamar harin.

Harin menggeleng sambil tersenyum. Membayangkan kalau itu teddy.

Tapi tunggu!! Harin baru ingat kalau ringtone HP-nya dan HP jin hwan sama!! Apakah jin hwan mengikutinya, atau harin yang mengikuti jin hwan? Atau hanya sebuah kecelakaan? Just god knows!

 

***

 

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s