Good Day *oneshoot*

Title : “Good Day”
Genre : ga jelas~
Length : oneshoot aja~
Cast :
–    Park Geonil
–    Lee Ji Eun a.k.a IU
Dislaimer : cast bukan punya gue. Gue ga punya apa-apa selain hak untuk menulis~
A.N : gara-gara denger lagu good day jadi pengen bikin ff yang castnya IU, dan cast cowo geonil..😄 no protest !! seterah gue dong bikinnya gimana😀

Inspirated by IU’s song and MV “Good Day”
So, maybe there’s some scene like the MV😀

***

Langit biru cerah telah tergantikan oleh langit jingga yang perlahan redup. Langit senja menyapa dunia sebagai awal dari berakhirnya kegiatan hari itu, dan membiarkan tubuh-tubuh pekerja mengendurkan sarafnya, mengistirahatkan tubuhnya.
“Bye, Geonil!!” ucap gadis cantik itu agak ragu.
“sayang..” ralat lelaki di seberang.
“Bye, Geonil sayang!!” ulang gadis cantik itu lagi sambil tersenyum.
“ne, bye shawty!!” lelaki di seberang melambaikan tangannya sambil tersenyum. Mempersilakan sang pujaan hati untuk memasuki rumahnya, istananya.

*

Dear diary..

Ji Eun mulai menggoreskan tinta hitamnya ke atas buku diary yang ia jadikan teman untuk segala curahan hatinya.

Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan! Hari dimana aku dan Geonil bersatu, menjadi sepasang kekasih. Yaa.. walaupun MUNGKIN tidak selamanya..

~flashback

“Ji Eun-ah, would you..” lelaki itu menghentikan ucapannya ketika menatap kedua bola mata Ji Eun. “would you..”
“apa?” tanya Ji Eun kesal.
“Be my girlfriend????” lelaki itu akhirnya mengatakan kalimat terakhir sambil menyerahkan sebuket bunga yang biasa diberikan untuk pasangannya. Geonil menutup matanya sambil menolehkan kepala ke samping, tidak mau menatap wajah orang yang menjadi pujaannya.
Ji Eun mengangguk. Lalu tersenyum pada lelaki yang selalu menjadi pujaannya.

~end flashback

Walaupun Geonil terlihat ragu, tapi aku yakin, ia sungguh-sungguh. Ia berlutut.. berlutut di depanku sambil memberikan sebuket bunga yang biasa diberikan untuk sang kekasih. Dan kini.. aku mendapatkannya..

Tidak ada yang lebih baik daripada menerima pemberian dari sang pujaan hati, walaupun ia tidak menyukainya, tapi terimalah! Buat ia senang!!

Terlalu lama aku menunggu untuk ini..
Ia tidak pernah mengutarakannya!! Tapi aku tahu, bahwa Geonil juga mencintaiku. Ia tidak pernah berani menatap mataku.

~flashback sebulan lalu

Ji Eun memasuki toko bunga yang biasa didatangi ibunya. Pemilik toko bunga itu sudah dikenal dekat oleh Ji Eun. Jadi ia tidak harus dongkol atau kesal jika disuruh ke toko bunga, walaupun ia tidak suka bunga.
“Mau pesan bunga apa?” tanya seseorang dengan suara berat khas lelaki.
Ji Eun langsung menoleh. Seseorang yang dikenalnya sudah berdiri tegak di depannya dengan senyum mengembang yang selalu menjadi kebanggaannya. Senyum yang selalu membuat jantung Ji Eun berdetak tak karuan, sehingga aliran darah tidak berjalan lancar ke setiap bagian tubuhnya.
“Ah.. Geonil-Shi!” akhirnya Ji Eun berucap. “err.. ummaku bilang—“
“bunga untuk di ruang tamu? Berwarna putih dan harum, right?” tanya lelaki tampan itu, Park Geonil.
Ji Eun mengangguk. Toko bunga temannya itu memang sering dibanjiri orderan bunga penghias ruang tamu yang harum. Termasuk oleh ibu Ji Eun.
“err.. ini..” Geonil menyerahkan bunga penghias ruangannya sambil menatap ke bawah. Entah apa yang ditatapnya di bawah sana.
Ji Eun menerimanya dengan tangan bergetar, menahan gejolak rasa yang harus ia beritahukan pada dunia, bahwa ia sudah sangat mencintai lelaki itu.
“ini uangnya..”
Geonil langsung mendongakkan kepala. Lalu mengambil uangnya dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu ia kembali melayani pelanggan yang baru datang.

~end flashback

Diary, tahukah kau bagaimana rasanya ketika ia mengucapkan kata ‘saranghae’ setelah aku mengatakan ‘iya’? senang!! Senang sekali!! Geonil tersenyum.. senyum itu..

Ji Eun tersenyum sendiri mengingat pernyataan cinta Geonil yang tidak terlalu romantis seperti yang lainnya.
“mian ne? aku bukan orang yang romantis. Aku tidak bisa menjadi seperti mereka. Aku hanya bisa menjadi diriku yang seperti ini. Semoga saja aku bisa menjadi harapanmu, ne? saranghae, ji eun-ah!!”

Setelah itu, Geonil menggenggam tanganku. Lalu mengecup keningku. Benar-benar lembut, diary!!

Cup~
Hanya satu detik memang. Tapi itu membuat ji eun tidak bisa berkedip selama beberapa menit. Kecupan itu membuatnya salah tingkah. Tidak mampu mengendalikan dunianya.

Janji itu..
Ia mengucapkannya!! Mengucapkannya di depanku dan juga beberapa orang yang datang ke taman! Memalukan memang. Tapi.. itu manis!!

“aku tidak tahu berapa lama aku akan hidup. Aku tidak tahu kapan aku akan meninggalkanmu sendiri disini, bersama kenangan-kenangan manis kita, tapi aku tahu kalau aku benar-benar mencintaimu, sampai kapanpun! Bahkan sampai aku dijemput oleh malaikat pencabut nyawa.” Geonil berlutut. “Tapi disini aku berjanji, aku akan menjaga perasaanku, akan menjaganya disini, di dalam hatiku.”

Memang terdengar ragu. Tapi itulah kenyataannya.. Manusia tidak tahu kapan waktu akan menjemputnya kan? Dan Geonil tidak melupakan teori waktu itu, dan mengucap janji akan ada untukku.
Okay, aku pikir ini kali terakhir aku mencoretmu, diary kecilku.. aku sudah punya Geonil, ia siap menjadi teman curhatku..
Terima kasih untuk waktumu selama ini~!!

Buku diary itu di tutup. Tepat di halaman terakhir ji eun mencoret diary-nya lagi dengan curahan hatinya tentang pujaan hatinya yang kini telah menjadi miliknya.

~END

Astagfirullah, ini apaan yak ??
Sumpah gue lagi gaje jadi ga ada yang bener nih !!

2 thoughts on “Good Day *oneshoot*

  1. seungri's wife

    Hulaaaaa gua comment lagi!!
    Manis banget asli~ tapi kurang panjang kurang kerasa legitnya. *plakkk

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s