#20HariMenulisDuet

<< previous

 

Type: Flashfiction
Author: @andray1009 & @geooniil2

“MinJi-ya! Bisa tolong bantu aku membungkus kado-kado ini?” teriak Donghae oppa dari lantai bawah.
“Tapi oppa… Aku sedang mengerjakan pr ku!” tolakku.
“Ayolah…. Lima menit saja…,” suara Donghae oppa melemah. Sepertinya dia sudah kelelahan. Huh, terpaksa. Aku harus membantunya.
“Nah, bagus. Untung kau kesini. Tolong bungkus kado-kado ini ya, aku ada urusan sebentar.” kata Donghae oppa padaku, sesampainya aku di lantai bawah.
Aku mulai membungkus gaun-gaun cantik di hadapanku ini, “Yak! Oppa! Sebenarnya gaun-gaun ini untuk siapa sih? Manis sekali…,” tanyaku.
“Gaun itu semuanya untuk… Ah, yeoboseo. Iya, aku akan segera datang tapi…,” Donghae oppa menjauh, masih dengan telfon genggam di tangannya. Hmmmh… Sibuk sekali sih oppa ku yang satu itu.
Gaun-gaun ini benar-benar indah, beraneka warna. Memangnya siapa sih yang mau menikah? Perasaan… Eh, chakkaman… Jangan-jangan gaun ini untuk…
“Arasseo, arasseo. Gaunnya akan selesai ku bungkus setengah jam lagi. Aku janji tidak akan membuat Hyuri menunggu.” klik. Sambungan telfon terputus. “Bagaimana, adikku? Sudah selesai?” tanya Donghae oppa.
“Ha? Kau gila, oppa? Aku baru saja mulai membungkus gaun yang ini. Gaun ini untuk siapa sih oppa?” tanyaku lagi.
“Oh… Ini gaun untuk Hyuri.” jawab Donghae oppa sambil mulai membungkus gaun-gaun ini juga.
“Oh, Hyuri eonni mau pergi kemana?” tanyaku.
“MinJi-ya, kau terlalu sibuk dengan sekolahmu ya? Masa kau tidak tahu kalau minggu depan aku dan Hyuri akan menikah?” tanya Donghae oppa santai.
DEG! Tiba-tiba jantungku rasanya berhenti bekerja. Keringat dingin mulai membasahi keningku. Dan ku rasakan sepertinya kaki ku tak mampu lagi menahan tubuhku. Aku rasa aku akan jatuh pingsan…
“MinJi-ya! Waeyo?” tanya Donghae oppa sambil mengayun-ayunkan tangannya di depan mataku.
“Eh… Euuuu… Ani, oppa. Nan gwaenchanayo…,” jawabku. Oh tidak… Oppa kesayanganku akan menikah… Dengan… Hyuri eonni???? >__<

***
Ku habiskan waktu tidur siangku dengan menangis seharian di dalam kamar. Ku putar lagu 2PM kesukaanku, Back to You, dengan volume yang sangat tinggi untuk menutup suara tangisanku. Aku hancur.
Aku bingung dengan perasaanku, haruskah aku kecewa dan mengutuk diriku sendiri yang telah jatuh cinta dengan oppa tiri ku sendiri. Dan sekarang aku tidak bisa melepaskan namja itu begitu saja. Donghae oppa milikku, tak ada yang bisa mengambilnya dariku.
“DONGHAE OPPA, SARANGHAEEEE!!!” teriakku dibalik isak tangis menyedihkan ini, sambil terus membesarkan volume CD player di kamarku.
“MinJi-ya! Buka pintunya! Jangan menyalakan CD player dengan volume setinggi ini, MinJi-ya!” suara Donghae oppa dari balik pintu kamarku. Aku tidak peduli. Yang aku tahu sekarang adalah, semangat hidupku sudah menghilang. Hyuri eonni telah mengambil Donghae oppa ku!

tbc…

>>> next

 

“Minji-ya, eodiya?” tanya Donghae oppa ketika aku keluar kamar tak lama kemudian. Ia masih menunggu di depan pintu kamarku dengan sabar.
“Molla~” jawabku seadanya. Memang benar aku tidak tahu mau kemana dan melakukan apa.
“Oh.. Mau oppa antar?”
Aku menghela nafas. Tanpa sadar aku menatapnya. Menatap bola matanya. Jantungku pun berdegup tak karuan.
“Kau.. menangis?”
Aku langsung mengalihkan pandang. Bodohnya aku sampai ketahuan kalau menangis!! Untung saja dia tak menanyakan lagi penyebabnya.

****

Glek…
Aku meneguk segelas kecil minuman yang jarang aku minum. Dentum musik disko yang memekakan telinga tak ku hiraukan. Aku terus minum-minuman yang sebenarnya dilarang oleh oppa-ku.
“Ya!! Aku pesan satu botol lagi!” kataku pada seorang pelayan tampan yang kebetulan lewat di depan mejaku.
“Ne, agasshi!” jawabnya sambil tersenyum manis.
Aku tidak tahu berapa banyak soju yang sudah kutegak. Yang kumau hanya melupakan bayangannya dari pikiranku. Membiarkannya pergi bersama orang yang ia cintai.
“Ini agasshi!” Pelayan itu datang dengan satu botol soju.
“Gomawo!” kataku.
Pelayan tampan itu membantuku membukakan botol sojunya. Lalu membantuku menuangkannya di gelas. Aku langsung menegaknya sampai habis.
“Kau punya masalah?” tanyanya. “Err.. bukan maksudku ikut campur! Aku hanya heran, jarang ada perempuan yang minum sebanyak ini. Paling hanya minum beberapa tegak ia sudah mabuk.”
Aku tersenyum. “Aku tidak punya masalah,” jawabku. “Tapi aku punya TERLALU banyak masalah.”

*****

Aku mengerjapkan mata. Meresapi kehangatan sinar matahari pagi dan juga selimut tebal yang menutupi tubuhku. Aku tidak mau melepaskan selimut ini dari badanku. Benar-benar hangat.
Chakamman?!!
Aku dimana?!! Ya Minji-ya?!! Kau dimana????????
Saat sedang bingung dimana aku berada, seorang namja tampan memasuki kamar. Ia membuka pintu perlahan. Setelah melihatku yang sudah membuka mata lebar, ia tersenyum.
“Mian aku mengajakmu kesini. Aku tidak tahu dimana rumahmu. Tiba-tiba kau muntah-muntah lalu pingsan.” Namja tampan itu mengatakan dengan suara lembut. “ini minum dulu!”
Aku mengambil segelas air putih yang namja itu bawa. Lalu meminumnya karena tenggorokanku terasa kering.
“Agasshi, mian aku membawamu kesini. Tapi aku tidak melakukan apapun denganmu!! Sungguh!!” namja itu menaikkan dua jarinya sejajar dadanya. Aku tersenyum geli.
“Aku yakin kau tidak melakukan apa-apa. Karena aku merasa baik-baik saja sekarang.” Aku menghela nafas.
“Eh?” aku reflek melebarkan mataku melihatnya membawa handphoneku. Aku langsung mengambilnya tanpa melihat ada apa di handphonenya.
“Orang yang bernama Donghae meneleponmu terus! Dia juga mengirimkan banyak SMS. Tapi aku tidak membacanya sama sekali!!” wajah polos itu ditampilkannya. Ia melambaikan tangannya seperti anak kecil.
“Hari ini oppaku itu menikah.” Aku menghela nafas lagi. Kembali aku mengingatnya. “Aku tidak rela.”
“Kenapa?”

“Aku cemburu..” aku menatapnya.
“Untuk apa cemburu? Dia punya kehidupan sendiri, kau juga punya!”
“Salahkah kalau aku menyukai kakak tiriku? Aku ingin aku yang dinikahkan dengannya! Tapi—“
“Kau boleh cemburu. Tapi kau tidak bisa menikahinya. Karena ia sudah menjadi saudaramu!”
“Tapi aku benar-benar—“
“Masih ada cinta yang lain selain kakak tirimu itu.” Namja itu tersenyum. Entah kenapa aku merasa ia menyemangatiku. Membantuku untuk keluar dari masalah perasaanku.

tbc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s