Superstar

Title : “Superstar”
Genre : gaje, romance (?), rada angst dikit (?)
Length : oneshoot
Cast :
–    yong jun hyung
–    elvina ramadhianty as shin min ra
Disclaimer : all in this ff belong to Allah SWT except the story😀 and this fanfic just my imagination, my fiction and mine (?)
A/N : FF ini sudah dipesan (?) oleh elvina dari jutaan taun lalu. Tapi baru gue ketik karna gue lagi krisis waktu dan ide ==”
Mungkin ini ga akan memuaskan. Gue ga bisa bikin romance sih.. sungje aja ga pernah romance ama gue ==” *bawa-bawa laki
WARNING!!
CERITA SUPER DUPER GAJE, ALUR KECEPETAN, PENUH TYPO, SENGAJA GA PERHATIIN EYD *author males* SIAPKAN JANTUNG BUATAN (?) UNTUK MEMOMPA DARAH KE GUE (?) #makingaje

***

Punya pacar, err.. calon suami superstar?
Pasti mau!
Terkenal, tampan, banyak duit, ck..
Mana ada yang mau menolak?

*

“palli ireona!!!!!!” teriak minra pada junhyung. Gadis 19 tahun itu terus mengelitiki tubuh kekasihnya tanpa ampun.
“aaaah!! Geliiiiii!!!” junhyung memutar tubuhnya.
“makanya, bangun!!” minra ganti mengelitik lehernya.
GREEEEP!!
Junhyung menarik tangan minra sampai gadis itu kehilangan keseimbangan dan jatuh diatas tubuh kekar junhyung. Minra berusaha mengatur nafasnya karena detak jantungnya tidak bisa diajak kompromi sekarang. Walaupun junhyung sering melakukan ini, tapi tetap saja minra terpesona. Jangankan itu. Hanya melihatnya dari jauh, atau dari layar tv saja sudah tidak bisa diatur lagi detak jantungnya.
Chu~
Sedikit kecupan mengawali pagi itu. Minra membelalakan matanya. Junhyung tersenyum jahil sambil menjepit hidung minra dengan kedua jarinya.
“mana sarapannya? Aku lapar!!”
Minra langsung berdiri dari posisinya. Kemudian tersenyum malu dan mengambil makanan yang sudah ia buat untuk junhyung. Setelah menyiapkan semuanya, minra kembali ke kamar yang ditempati junhyung.
“ini pangeran tidur..” kata minra jahil.
“pangeran tidur, putri ngeliatin terus..” kata junhyung yang sukses membuat wajah minra memerah karena malu.
“makan bareng yuk..” ajak junhyung sambil mengerlingkan mata. “aaaa~”
Minra membuka mulutnya setelah junhyung mengangkat sumpit berisi makanannya ke mulut minra.
“JUNHYUUUUUUUUNG!!!!” minra memukul dada bidang junhyung dengan kesal karena romantisan ala remaja hari ini tidak terlaksana. Junhyung malah memasukan makanan itu ke mulutnya sendiri.
“ciee.. minra marah!” junhyung menjepit hidung minra dengan tangannya.
“aaah!! Sakit!!”
Junhyung tertawa. “hahaha.. biar tambah mancung nih!”
“udah ah!! Hahaha..”
Selesai makan, junhyung dan minra menonton tv bersama. Sebenarnya bukan tv-nya yang ditonton. Tapi malah tv-nya yang menonton kemesraan pasangan ini.
Hal ini jarang terjadi di kehidupan junhyung dan minra sekarang. Kehidupan mereka sudah berbeda. Junhyung adalah seorang member boygrup bernama BEAST. Sedangkan minra adalah anak kuliahan biasa yang statusnya belum diketahui fans beast, yang tergabung dalam BEAUTY.
“tv-nya ngiri tuh.. ngeliatin kita mulu!” kata junhyung sok gombal.
Minra mencubit pinggang junhyung agak keras. Tapi lelaki itu tidak mengeluarkan erangan apapun. Ia malah menatap gadisnya yang sering ia tinggal demi pekerjaannya.
“kangen banget deh!! Padahal baru berapa hari ya?” junhyung memeluk minra erat sampai gadis itu tidak mampu berkata apa-apa. Ia juga mempunyai perasaan yang sama seperti junhyung. Mana ada sih yang nggak kangen sama pacar sendiri? Err.. calon suami pula!
“berapa hari?! Udah sebulan lebih kali!! Urusin aja tuh fans! Pacarnya diem di rumah nangisin tunangannya!” balas minra kesal. Ada sedikit emosi memang ketika junhyung meninggalkannya untuk pekerjaan. Tapi itu cita-citanya. Mana bisa minra mengganggu?
“udah dong!! Nanti kan kita nikah.” Junhyung mencolek dagu tunangannya.
“emang kalo udah nikah kamu mau di rumah terus ngurusin aku?!!”
Junhyung menghela nafas. Lalu menggeleng. “maaf ya untuk yang itu.. aku nggak bisa tiap hari..”

***

Urusan pekerjaan membuat junhyung harus meninggalkan apartemen minra sore harinya. Sebenarnya ia sangat berat meninggalkan tunangannya itu sendirian disana. Tapi mau bagaimana lagi. Itulah yang harus ia lakukan untuk mendapatkan uang untuk menghidupinya dan keluarganya. Juga calon ‘keluarga baru’-nya.
“mian ne, chagiya??” junhyung mengelus rambut minra lembut. “nanti pas pernikahan aku cuti kok.. seminggu!! Jadi.. kita honeymoon sekalian bikin—“
PLAAAAK!!
Minra langsung menampar pelan pipi junhyung sambil tertawa kecil. Lalu mencubit pelan pinggang junhyung.
“ya udah. Nanti aku telpon yaa.. annyeong~” junhyung melambaikan tangannya. Lalu pergi dari hadapan minra yang masih terpaku. Belum mau melepaskannya lagi.

*

Drrrttt… drrrrtttt…
Handphone minra bergetar keesokan paginya. Gadis itu meraba-raba kasur untuk mencari benda kotak kecil yang bergetar itu. Lalu menekan tombol hijau yang sudah ia ketahui tanpa menatapnya.
“hmm??” minra berdeham. Masih setengah sadar.
“IREONAAA!! IREONAA!! Kau kan harus kuliah!! Bangun!!” teriakan orang di seberang membangunkan minra. Gadis itu membuka matanya lebar. Menikmati teriakan orang di seberang. Yang sedang membangunkannya.
“jagi?? Jangan tidur lagi!! Bangun dong.. Udah pagi nih..” kata junhyung.
Minra tersenyum. Lalu duduk di atas kasurnya. Masih memeluk guling karena malas berdiri.
“udah..” ucap minra manja.
“ya udah, bangun, mandi, makan! Kalo ga makan, ga boleh kuliah! Hari ini kan bahasan kesukaan kamu!”
“heeumm..” minra mengangguk sambil tersenyum malu.
“pokoknya nanti kita punya anak kamu harus udah S2, kalo perlu lulus sekalian! Biar junra ga usah nungguin mamanya pulang mulu!”
“junra?” minra menautkan alisnya. “nuguya?”
“yeee.. anak sendiri dilupain!!”
Minra tidak mengerti. Anak?
“junra kan nama anak kita nanti, sayang!! Kelamaan mikir deh! Mandi sana! Baunya sampe sini tau!!”
Minra tersenyum. “ne.. ne.. papa bawel!!”

*

Minra tidak bisa berkonsentrasi dengan mata kuliah hari ini. Dari awal masuk, sampai pulang teman-temannya terus membicarakan tentang comeback beast, otomatis nama ‘calon suaminya’ juga disebut.
“sudah lihat kan foto teasernya? Aah~ junhyung tampan ya!!”
“yoseob tambah manis!”
“hyunseung yang lebih tampan!!”
“doo joon oppa apalagi!”
“ahh.. dong woonnie yang manis..”
“gi kwang seperti biasa, benar-benar tampan!”
“tapi junhyung benar-benar perfect disini!”
Minra mulai emosi. Ia ingin berteriak pada teman-temannya kalau junhyung itu calon suaminya. Miliknya! Sebentar lagi ia dan junhyung akan menikah tanpa diketahui media dan pers! Tapi, kapan itu terjadi? Entahlah~ minra tidak yakin tanggal pernikahannya dalam waktu dekat ini.
“minra-ya! Bukannya kau juga suka beast? Mereka mau comeback loh!” kata nari, temannya.
Minra menanggapinya dengan senyum terpaksa. Lalu mengangguk tanpa mengatakan apapun. Untuk apa ia menanggapi, kalau ia sudah tahu dari dulu, dan dia pasti juga akan ‘cemburu’ dengan temannya itu.
“aku duluan ya!” kata minra gugup.
“nee~”

***

“sayang, udah pulang?” tanya junhyung.
Minra menggumam. “hmm..” sambil mengangguk.
“lagi bete ya?”
“aku cemburu buta, junhyung-ah!!”
Junhyung menghela nafas di seberang. “Wae? Kau dan aku punya ikatan, sedangkan teman-temanmu itu kan hanya fans biasa. Kau luar biasa, minra-ya!!”
Minra melempar guling ke bawah. Lalu mengambilnya lagi untuk melampiaskan kekesalannya.
“sebentar lagi kau comeback, junhyung-ah!! Kapan kau mau menikah kalau begitu?!!”
Junhyung di seberang tersenyum pilu. “mian ne, minra-ya!”
“aku bukan minta kata maaf!! Tapi kepastian!! Kau berjanji untuk menikahiku sebentar lagi. Kau terus bilang sebentar lagi.. sebentar lagi dan sebentar lagi. TAPI KAPAN?!!!” tanpa sadar minra mengeluarkan isi hatinya. Ia berteriak pada junhyung. Tapi junhyung hanya diam. Tidak bisa membalas.
“mian..” gumam junhyung lagi.
Minra langsung memutuskan hubungan telepon. Lalu membenamkan wajahnya di bawah bantal dan menangis di bawahnya.

***

Keesokkan harinya Minra tidak mau berhubungan dengan junhyung. Setiap telepon dan SMS tidak ada yang dijawabnya. Gadis itu mematikan HP-nya dari subuh sampai waktu yang tidak ditentukan.
Di tempat lain, tepatnya di gedung Cube Entertainment, junhyung tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Setiap telepon dan SMS tidak ada yang dijawab minra.
“hyung-ah, kenapa kau tidak jujur saja? Kasihan dia mengulur waktu terus!” kata gi kwang, teman se-grupnya.
Junhyung menggeleng. “ini surprise, gi kwang-ah! Aku ingin memberikan kejutan untuknya!!”
“tapi.. sebaiknya jangan di waktu yang kau mau, hyung! Yang ada—“
“yang mau menikah kan aku, kenapa kau yang bingung? Santai~ aku bisa menyelesaikannya!!”
“ya sudah, comeback kita tinggal menghitung hari. Kau sudah ditunggu yang lain di ruang latihan!”

*

“rencananya kau mau beli berapa kaset?”
“mungkin 6 kaset. Kau?”
“aku 8!!”
“bangga??”
“iya laah!! Kau mau beast kalah??”
Minra mendengus kesal ketika nari dan hana membicarakan beast di depannya. Raut wajah kecut menghiasi wajahnya. Ingin ia menutup kupingnya dengan headphone dan mendengar lagu sekeras mungkin. Tapi ia tidak membawa handphone, apalagi headphone. Sebenarnya bisa saja dari laptopnya ia mendengarkan lagu. Tapi lagi-lagi masalah headphone itu mengganggu. Terpaksa gadis itu harus mendengar gosipan tentang beast dan calon suaminya dari mulut teman-temannya.
“sssttt dosen datang!!” kata minra mengalihkan pandang kedua teman di depannya itu. Minra pun bisa tenang dengan tidak mendengar nama junhyung dan beast disebutkan.

***

Tut.. tut.. tut..
Junhyung membanting HP-nya ke atas sofa. Pikirannya kalut. Sudah 3 hari minra tidak mengaktifkan handphone-nya.
Ingin ia pergi ke apartemen minra dan meminta maaf sebesar-besarnya pada calon istrinya itu. Tapi jadwal mengekangnya.
Kemarin baru saja beast comeback stage. Biasanya minra orang pertama yang menelponnya malam-malam dan mengucapkan “good luck” untuk comebacknya nanti. Biasanya juga minra ada di bangku penonton paling depan, dan paling semangat meneriakkan nama junhyung. Setelah selesai tampil, minra akan menelponnya dan bilang “chukkae, comeback-mu berhasil!”. Tapi kemarin.. tidak ada ucapan semoga beruntung untuk comeback besok, tidak ada teriakan namanya yang paling keras, tidak ada juga ucapan selamat atas comebacknya.
“minra-ya, apa kau mau memberiku kejutan?” gumam junhyung. Ia sangat berharap itu terjadi. Tidak biasanya seperti ini. Dan pasti minra akan memberikan surprise untuk junhyung.

*

“mian, junhyung-ah..” gumam minra sambil menitikkan air mata di depan foto junhyung yang dibingkai manis olehnya sendiri.
Dari kemarin minra tidak mau ‘bersentuhan’ dengan HP, internet dan TV agar tidak mendengar nama junhyung dan juga grupnya. Tapi tetap saja ia mendengarnya, dari mulut teman-teman kampusnya. Bahkan mereka memamerkan album yang baru saja dibelinya di toko kaset terdekat.
Sebenarnya gadis itu sudah tidak marah lagi dengan junhyung. Lagipula marah untuk apa, apa karena ketidaksabarannya untuk mengikat janji setia dengan junhyung, atau karena cemburu buta yang selalu dipendamnya? Minra tertawa sendiri kalau mengingatnya.
Minra mengaktifkan HP-nya kembali setelah 3 hari tidak diaktifkan. Rasanya aneh sekali tidak bersentuhan ‘selama’ itu dengan handphone-nya, alat penghubungnya dan junhyung. Ratusan SMS dan missed call pun langsung menjadi ‘headline’ di HP-nya.
232 message.. 150 missed call
Hampir semuanya dari JUNHYUNG!!
“mian ya, chagiyaa..” minra berbicara pada foto junhyung yang dibingkai itu. “kemarin aku benar-benar tidak mau mendengar namamu disebutkan. Aku sebenarnya punya tiketnya. Kau mau lihat? Ini tiketnya! Bangku paling depan!” minra berhenti sejenak untuk menghapus air matanya. “tapi aku meneriakkan namamu JAUH lebih sering daripada yang lainnya.”

***

“junhyung-ah, palli!!!!” teriak doo joon kesal karena panggilannya dari tadi tidak direspon junhyung.
“ne, hyung!!” akhirnya junhyung memutus sambungan teleponnya dengan berat hati. Lalu mengikuti rombongan grupnya ke mobil.
Doo joon menepuk pundak junhyung. “gwaenchana.”
Junhyung menatap leader beast itu. Lalu tersenyum sambil mengangguk lemah. Mana bisa itu dibilang baik saja? Padahal junhyung sudah ratusan kali mengirim SMS dan telepon. Tapi dari semuanya tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti akan keadaan minra.
Yoseob, yang ada di sebelah kanan junhyung juga ikutan menepuk pundak junhyung. Memberikan semangat dengan senyumnya.
“fighting!! Minra noona pasti senang dengan idemu itu, hyung!!” kata yoseob dengan suara pelan, takut ketahuan yang lain.
“aku malah takut!” kata doo joon sambil berkacak dada.
“yang mau menikah kan dia. Kenapa kau yang repot??” gikwang mengulang pernyataan junhyung kemarin. Yang mengatakannya kemarin hanya bisa tersenyum malu.
“awas saja kalau aku punya anti fans gila!” kata yoseob geli. Tidak mau membayangkan lebih jauh.
“yang menikah kan dia, seobi-ah! Biarkan saja dia yang dapat anti fans!” seru gi kwang dari bangku depan.
“apa maksud kalian? Fans? Antifans?” sang manager yang baru datang mulai bertanya. Keenam member beast langsung tersenyum tak jelas. Tidak mau jujur.

*

“music core!!!” minra beranjak dari tempat tidur ketika ingat program yang akan menampilkan wajah junhyung dan kawan-kawannya di layar.
“aishh!! Kenapa aku bisa lupa?! Aku tidak pesan tiketnya pula!!” minra mencari remote. Lalu menyalakan TV untuk mencari channel yang menampilkan music core.
Masih iklan. Dan sepertinya acaranya belum berlangsung. Kalau sudah berlangsung pun pasti ia harus menunggu sampai segmen akhir untuk melihat tunangannya tercinta tampil.

*

“benar-benar tidak ada fans setia yang itu!” kata dong woon setelah melihat-lihat ke bangku penonton.
“iya! Padahal dia yang paling heboh meneriakkan nama junhyung!” tambah hyunseung sambil tersenyum jahil ke junhyung.
“menurutku paling cantik lagi!” ucapan doo joon itu membuat junhyung kesal. “err.. fans kita beauty kan??” alasan doo joon.
“tapi jangan dia juga yang paling cantik di matamu!!” kata junhyung sambil memicingkan mata kesal.
“ne.. ne.. dasar posesif!” kata doo joon kesal.
Junhyung kembali murung. Benar-benar tidak ada fans beratnya yang pasti datang paling pertama dan duduk di bangku pertama sambil membawa poster buatan dan light name (?) bertuliskan nama junhyung. *itu loh papan nama yang kelip-kelip (?) yang biasa dibawa fans !! gue gatau namanya !! ga pernah bawa nama sungje sih ==”
“sabar!!” kata hyunseung sambil menepuk pundak junhyung. “kita masih punya waktu untuk latihan sebelum tampil. Sebentar lagi segmen comeback stage.”

***

Mungkin salah satu beauty ada yang telah menempati bangku yang seharusnya ditempati minra. Ia pasti senang bisa duduk di bangku paling depan dan menikmati penampilan sang idola dari dekat.
Pertama kalinya sejak 3 hari lalu, minra menatap TV-nya, memegang remote-nya dan menyalakannya. Pikirannya melayang bersama khayalannya. Hatinya seperti teriris ketika TV menyiarkan preview comeback beast sebelum iklan.
“junhyung-aah..” gumam minra sambil menggigit bibir bawahnya. “junhyung-ah..”
Air mata yang selama ini ia tahan tumpah begitu saja. Tanpa bisa di bendung, apalagi di cegah. Gadis itu telah menyeka air matanya ketika jatuh melewati pipinya. Tapi tetap saja air mata itu masih meluncur.
“jun.. hyung.. mian..”

***

Penampilan beast itu ditutup dengan tepuk meriah dari para fans dan penonton yang datang. Mereka semua terpukau dengan penampilan mereka di atas panggung itu.
“huhh!!” lenguh keenam member beast lega. Akhirnya penampilan untuk comeback mereka selesai juga.
“benar-benar tidak datang..” kata junhyung sambil menggelengkan kepalanya. “apa aku harus memajukan—“
“ANDWAEEEEEEE!!!!!!” teriak lima lainnya. Semua yang ada di back stage menoleh ke arah member beast. Doo joon sebagai leader hanya bisa tersenyum malu dan menggumamkan kata maaf untuk kekacauan itu.
“andwae hyung!! Idemu bagus!! Memang begitu kalau mau memberi kejutan. Biar dia marah, nanti kan..” bisik yoseob sambil mengedipkan sebelah matanya. “nanti tinggal—“
“anak kecil ga usah ngomongin kawinan deh!!” doo joon membekap mulut yoseob. Para member tertawa renyah.

****

Tak terasa, sudah sebulan lebih kejadian protesnya minra ke junhyung itu berjalan. Minra masih belum mau bertemu junhyung. Padahal junhyung seminggu sekali datang ke apartemennya, walaupun tidak pernah disambut minra.

*

“atau hari ini saja kulamar? Aku benar-benar tidak tahan melihatnya selalu menjauhiku!” kata junhyung frustasi.
Semua member sontak berteriak sambil melambaikan tangan. Tidak terima.
“sebentar lagi acara yang kita tunggu mulai, hyung!! Sabar.. sabar..” kata yoseob.
“apa kau bisa sabar ketika sedang seperti ini?!!” ucap junhyung kesal.
Yoseob langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Wajah marah junhyung terlihat jelas. Doo joon sebagai yang tertua mencoba menenangkannya.
“aku yang akan mengundangnya ke konser. Otte?” doo joon mengedipkan sebelah matanya.
“good idea, hyung!!” kata yang lainnya. Junhyung tersenyum lagi.

***

Sebenarnya hari ini minra tidak enak badan. Tapi tetap saja ia paksakan ke kampus tanpa memakai jaket atau sweater.
Tanpa diprediksi sebelumnya hujan deras turun di sore hari setelah minra keluar dari kampus. Halte yang biasa ia jadikan tempat untuk menunggu bus berada jauh di seberang sana. Ia tidak yakin dengan kondisinya.
Minra kedinginan. Baju berlengan panjang yang dipakainya tidak mampu menghalau dinginnya udara di hari hujan itu. Giginya bergemelutuk. Benar-benar dingin udara sore itu.
Melihat kampus semakin sepi, minra akhirnya mengikuti orang-orang yang berlari ke halte di seberang. Halte itu jadi lebih ramai daripada biasanya. Untungnya minra bisa duduk di bangku yang ditinggalkan penunggu bus ketika bus yang ditumpanginya datang.
Rasa pusing itu akhirnya menyeruak ke seluruh tubuh. Minra tidak mampu membedakan warna selain hitam. Selama beberapa detik ada warna lain. Tapi kemudian hitam lagi.
Sesuatu yang menghangatkan menempel di badannya. Warna hitam yang menghiasi dunia minra berubah menjadi warna cerah yang lama ia nantikan. Hujan yang mengguyur seakan hanyalah mimpi di sore hari.
“minra-ya, tahan ne?” kata seorang lelaki panik. Tangannya terus bergerak untuk memposisikan jaketnya untuk menghangatkan minra.
Junhyung menggendongnya. Lalu membawanya menerobos hujan dan masuk ke dalam mobil yang terparkir agak jauh dari halte. Minra tersenyum. Merasa bahagia. Bahagia sekali. Rasa sakitnya kini tidak ada apa-apanya dibanding rasa senangnya.

***

“sudah bangun, chagi?” tanya junhyung ketika minra membuka mata.
Minra mengerjap-ngerjapkan mata. Berusaha mengumpulkan cahaya dan nyawa untuk membangunkan jiwanya yang masih tertidur.
“Kenapa bisa sampai kena thypus? Padahal aku sudah sering mengingatkan untuk menjaga kesehatan!”
“junhyung?” kata minra lirih.
Junhyung berdiri di sebelahnya. Ia menempelkan jari telunjuknya di bibir minra sambil menggelengkan kepala. Menyuruhnya untuk diam.
“iya ini aku. Kau kangen kan? Sebulan tidak bertemu seperti seribu tahun tidak bertemu!” kata junhyung.
Minra mencoba bangun dari posisinya dibantu junhyung. Setelah duduk tegak di atas ranjang ia langsung memukul pelan perut junhyung sambil tersenyum lemah.
“kau kenapa sih? Masa hanya karena aku belum menikahimu saja kau marah?! Apa kau sudah benar-benar yakin denganku?”
Minra menghela nafas. “menurutmu?”
Junhyung ikutan menghela nafas. Lalu menatap calon istrinya yang sekarang terbaring lemah itu dengan penuh perhatian.
Shin minra..
Gadis itu.. tidak pernah lelah menunggunya.. selalu bersabar ketika ada fans lain memperlakukan junhyung ‘lebih’ dari idola.. selalu tabah mendengar namanya di sebut-sebut oleh teman-temannya.. selalu kuat menyimpan janji yang diberikannya..
Junhyung akhirnya mengangguk. Anggukan lemah. Tapi itu karena ia tidak bisa membendung perasaannya sekarang.
Lelaki itu kemudian memeluk minra. Memeluknya dengan erat. Amat sangat erat. Tidak mau, bahkan tidak rela melepasnya. Tidak ingin gadisnya itu pergi dari hadapannya. Tidak mau moment ini terjadi hanya dalam hitungan detik.
“junhyung-ah.. aku.. eugghhh!!” lirih minra kehabisan nafas.
“sudah.. lama kan.. kita.. tidak.. seperti ini?” tanya junhyung sedikit terisak. “mianhada.. mianhae.. karena belum bisa menjadi yang terbaik untukmu..”
Minra membalas peluk erat junhyung itu. Memang benar. Sudah lama mereka tidak melakukannya. Tidak berpelukan erat untuk melepas rindu. Tapi sekarang, mereka kembali melakukannya.
“yang penting kan sekarang sudah. Humm?” minra mengelus rambut junhyung lembut.
Junhyung melepas pelukannya. Wajahnya masih basah oleh air mata rindu sekaligus bahagia. Minra tersenyum. Membuat junhyung kembali tersenyum.
“besok konser tunggal beast kan? Kenapa kau malah disini?” tanya minra bingung.
Junhyung menggeleng. “aku bisa absen! Lebih baik aku dikeluarkan dari cube entertainment dan menemanimu kan?”
“junhyung-ah..”
Junhyung tertawa kecil. “Tenang!! Nanti aku juga balik ke dorm.”
“Yaah~”
Junhyung mengacak rambut minra gemas. Lalu membawanya ke pelukannya. Jantungnya benar-benar tidak bisa diatur detaknya. Minra bisa mendengarnya.
“Junhyung-ah, saranghae!” kata minra.
“Na do saranghae, minra sayang…”

—– backstage —–

“Jadi, rencananya gagal?” tanya yoseob pada junhyung.
Junhyung menatap yoseob lesu. Tidak ada semangat. Semangat yang sering ia tularkan pada yang lainnya tiba-tiba hilang begitu saja.
Dong woon menepuk pundak junhyung. Mencoba menyemangatinya.
Lalu Doo joon, ia memberikan sebotol air mineral. Lalu tersenyum. Ikut menyemangatinya.
Begitu pula dengan yang lainnya. Hyunseung dan Gi kwang, mereka mengangkat kedua tangannya dan berkata “Fighting”
“Walaupun tidak ada dia, kau bisa kan tampil sempurna di depan ribuan beauty? Eum?” Doo joon mengedipkan satu mata. “Fighting! Sebentar lagi acara dimulai!”

*****

“Dokter……” minra menatap dokter cha di depannya. Memohon untuk bisa keluar hari itu. Malam itu.
“Nona minra kan masih lemah..”
“Tapi aku janji besok sembuh!!” minra mengangkat dua jarinya.
Dokter Cha tersenyum. “Mana ada orang sakit bisa tahu sembuhnya kapan?”
“Dokter Chaaaaa!!!!!! Ganteng deh!!” rayu minra.
“Mau ngapain sih?”
“Nonton konser beast!! Disitu ada tu—err.. junhyung!!”
Dokter cha menghela nafas. Lalu menatap minra lekat-lekat.

——- konser dimulai ——

Junhyung menatap cincin peninggalan neneknya yang sedang ia pegang. Ia mengelusnya lembut. Rencananya pupus sudah untuk melamar minra secara resmi dan mengumumkan pada para fans tentang hubungannya dengan minra.
“Sebentar lagi giliranmu tampil solo, hyung!” kata Gi Kwang pada Junhyung yang sedang serius melihat cincinnya.
“Duet!” ralat seseorang.
Junhyung menatap seorang perempuan yang berdiri di samping Gikwang. Perempuan sexy yang menggoda iman, jiwa dan raga #ditabokhyuna
“Oppa, Doo joon oppa hampir selesai tuh!” kata hyuna.
Junhyung mengangguk. Lalu berdiri dan menghadap kaca. Melihat tampilannya sekarang. Ia memaksakan senyum di depan kaca. Untuk menyembunyikan masalahnya.
“Cincinnya bagus, oppa!” kata Hyuna dengan mata berbinar menatap cincin yang ada di kotak kecil diatas kursi. “Untuk siapa?”
Hyunseung memberi kode kepada Junhyung untuk bersiap-siap. Karena Doo Joon sudah di penghujung lagu.
“Kenapa kau terlihat senang sekali?” tanya Junhyung bingung karena Hyunseung terus tersenyum melihatnya.
“Ani.. hanya.. kau..”
“Kau menyukaiku?! Ani!! Aku sudah punya Minra, okay?” Junhyung menepuk pundak Hyunseung. “Cari laki-laki lain yang lebih baik!”
Hyunseung menendang kaki junhyung pelan. Lalu menggerutu sendiri dengan suara kecil.
“Memangnya tidak ada perempuan lain apa di dunia ini? Ckck!!” gumam Hyunseung.

****

Junhyung selesai bernyanyi duet bersama Hyuna. Tapi tetap saja sosok yang ia tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.
“Mungkin istirahat. Minra kan sedang sakit!” kata Junhyung dalam hati untuk menghibur dirinya sendiri. “atau di belakang? Biasanya kan orang-orang ingin membuat kejutan!”
Setelah Junhyung masuk ke backstage, giliran Hyunseung yang masuk panggung. Junhyung mengedarkan pandang ke segala arah di backstage. Tapi tetap saja yang ditemukan hanya member beast, staff dan benda-benda mati lainnya.
“Chagiya, kau dimana?… Oh.. kau baik-baik saja kan?… kenapa berisik sekali? Kau dimana?… Ya sudah. Istirahatlah. Aku akan menemuimu besok!”
Junhyung menghempaskan tubuhnya di sofa setelah menelepon calon istrinya. Seharusnya sudah menjadi istrinya besok. Tapi karena penyakit dadakan dan konser dadakan pula, rencana itu bubar. Junhyung harus mencari waktu yang tepat untuk menikah dengan Minra.

****

“Terima kasih bagi yang sudah datang ke beautiful concert!” kata Doo joon memulai sambutannya pada fans. *ceritanya udah lah beautiful!! Ahahah…
“Ne!! terima kasih karena kalian sudah menyempatkan diri melihat kami! Melihat konser comeback kami!” kata Hyunseung juga.
“Hari ini adalah hari spesial! Karena ini tour konser asia kami!! Keren kan?!” kata Yoseob dengan gaya imutnya.
Semua fans berteriak histeris.
Doo joon menatap para fans dari depan sampai belakang. Semuanya tersenyum. Ia pun ikut tersenyum. Tapi perhatiannya tertuju pada satu orang.
“Err.. aku juga ingin menyampaikan terima kasih untuk salah satu beauty yang duduk di kursi tengah. Yang memegang lightname (?) bertuliskan nama junhyung, walaupun ia masih mengenakan baju rumah sakit dan infus di tangannya.” Kata Doojoon.
Sontak semua fans mengarah padanya. Gadis beruntung itu tidak bisa membuka mulutnya. Matanya membelalak. Tak ia hiraukan lagi rasa sakit yang menderanya dari kemarin.
“Minra-ya..” Entah sadar atau tidak sadar, Junhyung mengucapkan nama Minra ketika mic-nya di depan bibir.
“MINRA-YA!!!!!!” Junhyung langsung melempar mic. Tanpa memperhatikan suasana ia langsung berlari menuju tempat dimana Minra duduk. Sorot lampu mengarah padanya. Sorot mata para fans juga.
“MINRAAAAA!!!! KENAPA KAU BISA DISINI?!!” Junhyung langsung memeluk Minra yang sedang duduk dalam kekagetan. Memeluknya erat seperti tidak mau melepasnya lagi. Ia menangis. Di depan ribuan mata fans.
“Jun—“
“begini saja!! Begini lebih baik!” kata Junhyung tanpa melepas pelukan Minra.
“Aku sesak..”
“Biarkan saja!! Kau tidak akan sesak lagi nantinya!”
Air mata para fans dan member beast turun. Sama-sama menikmati adegan romantis nan mengharukan pasangan muda itu.
Raut wajah fans dibuat lebih heran lagi. Junhyung mengambil sesuatu di jasnya setelah melepas pelukannya. Sebuah cincin berlian yang sudah ia simpan beberapa tahun setelah berpacaran akhirnya ditunjukkannya.
Yoseob datang. Membawakan mic. Member lain mengerubungi kursi penonton. Doo joon memberi isyarat untuk mengatakannya.
“I know you have waiting for this moment
And this is my confession
I love you till the end of my time
I love you the way you are
I love you now and forever..”
Junhyung menyeka air matanya. Ia berlutut. Disaksikan ribuan fans, yang nantinya akan disebarluaskan lagi.
“Would you marry me, princess? I love you! So much!! I don’t know how much it is. But I’m sure, that you are my precious person in my life.”
Sorakan meriah membahana di ruangan besar tempat konser berlangsung. Fans tentu ada yang kecewa. Tapi biar bagaimanapun, mereka harus menerima kalau idolanya itu memang bahagia.
“I-I do..” Minra menjawabnya dengan susah payah. Tenggorokannya tercekat. Tidak menyangka Junhyung akan melamarnya di tempat umum ini. Disaksikan oleh ribuan fans yang tentunya juga menyukainya.
Junhyung mengecup bibir Minra lembut. Hanya beberapa detik. Ia lalu tersenyum, dan kembali ke panggung. Bersama dengan member lainnya.
“Mianhada… Mianhada…” Junhyung langsung bersujud di atas panggung. Meminta maaf sambil menangis. Air matanya tidak bisa dikontrol lagi.
“Mianhae.. Kalian boleh mengusirku dari beast, atau dari Korea, atau mungkin dari dunia. Tapi izinkan aku, menjadi pendamping bagi gadis yang kucintai.
Kalian boleh membenciku, tapi aku mohon jangan benci beast! Jangan benci yang lain! Aku akan keluar, kalau kalian tidak mengizinkanku bersamanya. Aku akan menerima apapun yang kalian inginkan, asalkan aku bisa bersama dengannya, shin minra. Gadis yang hampir 10 tahun ini kucintai.”
“OPPAAAAAAAAA!!!!” teriak para fans.
Hyunseung turun. Memberikan mic pada salah satu fans untuk menjawab pernyataan Junhyung. Dengan air mata berlinang, fans itu mengangguk.
“Aku menerimanya.. Kami menerimanya.. Asalkan kau bahagia.. Kami.. selalu mencintaimu!!”
Gi Kwang turun panggung. Menjemput Minra untuk naik ke atas panggung.
“Aku hanya ingin mengatakan, aku akan tetap mencintai kalian! Mencintai para fansku! Aku mungkin memang ada yang punya. Tapi bagaimanapun, kalianlah yang membawaku sampai sejauh ini.” Junhyung menyeka air matanya dan air mata calon istrinya.
“Jadi, bolehkah aku menjadi pendampingnya?”
Serentak ruangan besar itu berteriak riuh. Menyetujuinya. Junhyung dan Minra sama-sama tersenyum. Junhyung mengecup kening Minra lembut.
“Aku sudah menunaikan janjiku, sayang..”
Minra mengangguk. “Ne, yeobo!!”

****

—– 3 tahun kemudian —-

“Aku ingin kau menari bubble pop di konser nanti!!” kata Minra memaksa.
“Aishh!! Yang lain? Rain-love song? Atau—“
“AKU MAUNYA BUBBLE POP!! Atau menari mister-kara!!”
Junhyung menghela nafas. Begini susahnya punya istri sedang hamil!
“Neee honey! Everything gonna I do for you..” kata Junhyung sambil mengecup puncak kepala Minra.
“Aku menunggu!!”

****

“Ini permintaan istriku. Sebenarnya aku malu. Tapi.. daripada nanti dia mengamuk dan aku tidak bisa berdiri disini, maka aku melakukannya.” Kata Junhyung dengan wajah memerah.
Alunan musik bubble pop – Hyuna mengalun. Sorot lampu mengarah ke Junhyung yang menari duet dengan Hyuna di tempat yang berjauhan. Semua fans tertawa.
“Suamimu keren!!” kata salah satu fans disamping Minra.
Minra mengangguk. “Nee!! Tapi lihat tampangnya, bodoh!!”

Bubble bubble bubble pop
Bubble bubble pop pop
Ah uh ah uh ah uh ah uh
Uh ah uh ah ah ah

^^ epilog ^^

Penantian selama ini akhirnya tercapai. Penantian panjang dua manusia yang berakhir dengan pernikahan. Saling menahan perasaan karena salah satu menjadi public figure yang terkenal, yang tidak bisa di pisahkan oleh media. Akhirnya dengan mengambil langkah berani, Junhyung melamar Minra di tengah konser. Dan itu tetap bertahan sampai sekarang.
“Minra-ya!” panggil Junhyung sambil menuntun Minra ke mobil.
“Ne?” tanya Minra balik.
“Kau masih mencintaiku kan?”
Minra menatap horor ke arah Junhyung. Junhyung hanya bisa tertawa.
“Terima kasih untuk semuanya.” Kata Junhyung tulus.
“Harusnya aku yang mengucapkannya, yeobo!”
Junhyung tersenyum simpul. “Kita sama-sama berterima kasih.” Junhyung menghela nafas. “Terima kasih sudah menungguku sejauh ini. Dan.. memberikan jagoan kecil ini!” junhyung mengelus perut Minra sayang. Minra terkikik kecil.
“Kau akan menjadi appa!” Minra masuk ke mobil dituntun oleh Junhyung.
“Dan kau akan menjadi umma. Tapi.. 3 bulan lagi!!” Junhyung menjepit hidung Minra. Lalu mencium bibirnya kilat dan menutup pintu mobil dan berlari ke pintu samping.
“Wajahmu lucu!” kata Junhyung sambil menyalakan mobil.
“Ini karenamu, tahu!!” Minra menjewer telinga Junhyung. “Ah.. enak juga ternyata menjewermu!”
“AAAAAHHHHH… Appoooooooo!!!!” Junhyung mengelus kupingnya yang memerah.
“Ahhhh.. lagi!! Enak sekali!! Tuh merah!! Lucu!!” Minra tertawa kecil.
“Kalau aku tidak punya kuping lagi bagaimana?”
Minra berbisik pada Junhyung. “Kuberikan kupingku untukmu..”
Junhyung mencolek hidung Minra. Lalu memakaikan istrinya sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
“Sekali lagi, terima kasih ya!” kata Junhyung ketika lampu merah.
“Terima kasih kembali, sayangkuu!!” balas Minra.
Junhyung melepas sabuk pengamannya. Lalu mencondongkan tubuh untuk meraih bibir Minra. Minra menutup matanya. Begitu juga Junhyung. Hampir sampai.. Hampir sampai dua bibir itu menyatu. Tapi..
TIN TIN TIN TIN TIN TIN TIN!!!!!!!
Mereka berdua tertawa kecil. Junhyung kembali memakai self-belt-nya. Lalu menjalankan mobilnya lagi.
“Saranghae, Minra-ya!” kata Junhyung dengan suara bergetar.
“Na do saranghae, yeobo!!!!” jawab minra sambil tersenyum.

****

END

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA SELESAIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!! #lapkeringet
Mian mian mian mian mian !!!!!! bukannya apa-apa. Gue beneran ga punya waktu buat ngetik ff!! nasib anak kelas 9 #malahcurhat
Otte elvina ramadhianty?? Mian ya kalo ga romance!! Gue ga bakat T.T #nangisdipojokan

Tinggal ff requestan Dinda, sama 2 ff yadong requestan temen gue!!
Okay, gomawo bagi yang baca !!!! ^^

2 thoughts on “Superstar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s