Till The End of Time

Title : “till the end of time”
Length : oneshoot
Genre : YAOI, gaje, aneh, little angst, romance
Cast :
–    kim junsu
–    shim changmin

annyeeeeoooonnngggg !!!!
ini sebenernya ff udah lama. Tapi baru gue share disini~ hahahaa~~
okeeeeee,, dibaca ya ~~~!! Mo siders, ato reader baru, ato reader setia, semua boleh liaat !!! yang mau ngeplagiat juga dipersilakan ^^ *author yang terlalu baik ato terlalu bego ? O.o

***

Changmin terus memperhatikan gerak-gerik junsu dengan mata membesar. Tidak ia hiraukan teriakan membahana diluar yang memanggilnya. Yang ada di depannya sekarang adalah junsu, lelaki cantik yang berhasil mencuri hatinya.
Tapi sekarang lelaki cantik itu sudah dimiliki orang lain. Dimiliki oleh teman terdekat changmin, yang lebih mencintai junsu, park yoochun.
Kecewa? Pastinya!
Changmin sangat kecewa, dan juga menyesal.
Mengapa ia terlambat menyadari perasaannya?
Mengapa ia terlambat mengakui perasaannya?
Dan mengapa pula ia menutupi semuanya sekarang?
Semua perasaan cintanya pada junsu harus dikubur dalam-dalam olehnya.
Biarkanlah angin membawa perasaannya pergi jauh..

*

Sementara itu, junsu juga tidak yakin.
Ia tidak yakin akan perasaannya terhadap anak pemegang saham JYP yang akan menikahinya hari ini.
Perasaannya tertuju pada shim changmin, sahabatnya.
Orang yang dicintainya, tapi tidak mencintainya.
Ya, bertepuk sebelah tangan.
Junsu hanya bisa mengukir senyum palsu di depan calon suaminya, dan juga ‘sahabat’-nya.
“neomu yeoppo!!” puji yoochun pada lelaki cantik itu.
Junsu hanya bisa menyembunyikan semburat merahnya sehabis dipuji lelaki tampan itu. Ia mengulum senyum malu dan menundukkan kepalanya.
“kajja. Istriku adalah yang paling cantik di dunia.” Yoochun mengulurkan tangannya untuk menuntun istrinya ke altar pernikahan.

***

“park yoochun, bersediakah kau mendampingi kim junsu, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai maut menjemput kalian?” tanya sang pendeta pada lelaki tampan yang memakai tuxedo putih.
Yoochun mengangguk sambil tersenyum, “siap..”
“dan kau kim junsu,” sang pendeta mengarahkan tatapannya ke seorang lelaki cantik yang kini disulap menjadi wanita. “bersediakah kau mendampingi park yoochun, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai maut menjemput kalian?”
Junsu berpikir sejenak. Yang ada di otaknya hanyalah seseorang yang selama ini menghantuinya.
Untuk apa ia menikah dengan idol school yang menjadi idaman para wanita, dan baik hati seperti park yoochun kalau tidak ada rasa cinta dihatinya?
Apa gunanya ia menyakiti perasaannya sendiri, dan juga menyakiti perasaan yoochun?
Tapi..
Ia ingin changmin bahagia. Ia ingin changmin menjalani hidupnya dengan normal, bersama perempuan yang lebih lembut hatinya.
Dan keputusan akhirnya, junsu mengangguk..

***

“changmin-ah, mianhe.” Junsu mengelus batu nisan yang mengukir nama pria pujaan hatinya sambil menggigit bibir bawahnya.
Seorang pria berjas hitam menyentuh pundak lelaki cantik itu. Junsu menoleh ke arahnya dan tersenyum. Seorang anak laki-laki berumur 3 tahun langsung memeluk junsu. Membuat senyum junsu makin mengembang.
“umma, uljima!!” pinta anak kecil itu, park yoon jun.
Junsu mengecup bibir anak itu. “ne, junnie. Umma tidak menangis lagi kan?”
Yoochun tertawa kecil memandangi pemandangan keluarga bahagia yang sudah dirintisnya 7 tahun. Terdiri dari tiga orang laki-laki. Satu sebagai istri, satu sebagai suami, dan satu sebagai anak.
“kita pulang?” junsu bangkit dan mengangkat yoon jun ke gendongannya.
“jalan-jalan!!!!!!” jawab yoon jun langsung dengan kencang. Padahal suara biasanya saja sudah bisa terdengar ke seluruh penjuru pemakaman.
“ya!! Kau mau membangunkan orang-orang yang tidur dibawah, hah?!” yoochun mencoba menasehati yoon jun.
“ne. aku tidak mau melihat umma menangisi tanah. Tanahnya saja tidak mau ditangisi!”
“darimana kau dapat kata-kata itu, hah?! Apa umma mengajarimu saat aku di kantor?” yoochun langsung mengambil yoon jun dari gendongan junsu.
“appa, kau membangunkannya!!” yoon jun menunjuk arah depannya. “mianhae~~”
Yoochun dan junsu tidak heran. Anak laki-lakinya itu punya kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi dengan hantu.
“appa, umma, mereka mau beristirahat. Ayo jalan!!” yoon jun memukul-mukul pundak ayahnya.
Yoochun dan junsu saling pandang. Lalu mengangguk dan berjalan pelan-pelan meninggalkan makam changmin.
Changmin meninggal 7 tahun lalu setelah yoochun dan junsu melaksanakan pemberkatan. Ia langsung keluar dari gereja tepat saat junsu mengatakan ‘iya’ untuk mendampingi yoochun.
Ini bukan drama, yang dimana changmin bisa menghentikannya dan berakhir dengan happy ending.
Changmin meninggal karena menyelamatkan seekor anak anjing milik anak kecil yang terjebak di peristiwa kebakaran. Anak kecil itu memohon dengan amat sangat pada changmin untuk menyelamatkan hewan yang malang itu. Dan disitulah akhir hidup changmin.
“annyeong, changmin hyung!!!” yoon jun menengok ke arah belakang sambil melambaikan tangannya ke arah makam changmin.
“akan kusampaikan!!” yoon jun menjawab pertanyaan yang tidak bisa di dengar dua orang dewasa di dekatnya.

Junsu POV

Hari ini sepertinya adalah hari yang sangat indah bagiku. Yoon jun melihat changmin!! Soo hwan memang tidak tahu hubunganku dengan changmin dulu.
“umma, changmin hyung titip salam!” kata yoon jun.
Aku menanggapinya dengan senyum pilu. Aku merindukannya, junnie-ku sayang. Andaikan aku yang diperbolehkan melihatnya.

*

Kami berjalan bersama ke pantai terdekat untuk melihat sunset ‘terakhir’ disini. Besok kami akan pindah ke paris mengikuti pekerjaan yoochun yang menetap disana.
Sesampainya di pantai, keluarga kecilku langsung bermain di bibir pantai.
Yoochun dan yoon jun membiarkan ombak kecil membasahi telapak kaki mereka. Dua orang lelaki itu tertawa bersama. Baju mereka basah semua, sinar matahari yang mulai redup merekam kejadian itu semua.
Aku menyandarkan kepalaku ke samping. Nyaman sekali.. angin pantai berhembus dengan lembut menyapu wajahku. Aku memejamkan mata untuk menikmati nikmat Tuhan yang satu ini.
Tapi..
Kenapa aku bisa bersandar dengan nyaman? Sedangkan yoochun dan yoon jun sedang bermain—
Aku mendongakkan kepalaku. Kulihat seorang lelaki dengan wajahnya yang tampan sedang tersenyum. Wajahnya memang lebih pucat, bibirnya juga, tapi senyum yang terukir di wajahnya tetap saja sama.
Aku menangis. Menumpahkan semua kekesalanku pada orang ini.
Shim changmin, setelah 7 tahun aku menunggumu ‘menampakkan diri’ di depanku, kenapa baru hari ini?
Aku tidak bisa menyentuhnya lagi. Hanya bisa memandangnya. Memandang senyumnya, wajahnya, lekuk tubuhnya..
Seiring berjalannya waktu, bayangan itupun menghilang. Tergantikan oleh langit gelap yang tidak berbintang. Aku menghapus air mataku.

*junsu POV end*

Yoon jun memandang nanar ke arah ibunya. Bayangan changmin sudah menghilang ditelan kegelapan.
Doa anak kecil selalu dikabulkan. Dan yoon jun tadi berdoa agar ibunya bisa bertemu dengan changmin, lelaki pujaan ibunya yang sudah meninggal.
“kita buka lembaran baru ya?” yoochun menyejajarkan tingginya dengan yoon jun sambil membelai wajah anak polos itu. “kita buka buku baru di prancis. Kita mulai dari awal ya?”
Yoon jun memang masih kecil. Tapi ia mengerti apa yang ayahnya katakan. Anak itu mengangguk polos dan disambut pelukan hangat yoochun yang menghangatkannya di malam ini.

END~~

HHHHHOOOOOOOOOAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
NGAPA GAJE GINI ??!!! ADA YANG BISA JELASIN ?!!! *plakk plakk plakk
Nama yoon jun adalah nama yang diusulkan oleh salah seorang teman saya. Hehe.. jangan pada protes yaaa !! XDD

Mianhe yaa jadi gaje gini..
Hehe..
Ga maksa komen, tapi berharap pada mau komen^^

2 thoughts on “Till The End of Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s