FF : Change / Prolog

Title : CHANGE
Genre : fantasy gaje, comedy, life, romance
Length : prolog of ?
Cast :
–    Park Yoochan #authoregois
–    Jung Yunhak
–    Kim Sungje
–    Other
A/N : bukan maksud gue nambah utang lagi, tapi karna ini ff adalah sebagian impian gue~ ngga sebagian juga sih. Semuanya juga~~😄
Ff ini terinspirasi dari 49 Days. Dan mungkin ada beberapa juga yang scenenya hampir sama~ trus saya juga pernah baca komik, judulnya Change kalo ga salah. Ceritanya hampir hampir kek gini juga #serbangikutdahgue

***

-PROLOG-

“Niga mibda neo yorobeun!!!!!!!!!!” teriak gadis itu frustasi.
Di depannya, berkumpul orang-orang dewasa yang baru saja membuatnya frustasi. Mereka adalah 5 temannya, 5 guru, kedua orangtuanya dan satu kembarannya.
“Ucapkan lagi?!” kata ibunya kesal.
“NIGA MIBDA NEO YOROBEUN!! KALIAN SELALU MEMBANTAHKU!!” teriak gadis itu kencang.
“Park Yoochan!!!” ayahnya mulai naik darah.
PLAK!!
Satu tamparan dilayangkan khusus untuknya. Ruangan guru yang tadinya hening langsung mengucap “Ha” secara bersamaan. Semua perhatian terarah pada ayah dan anak yang sedang beradu tatap.
“Sejak kapan appa mengajarimu begitu?!” tanya sang ayah dengan suara mencekam. “SEJAK KAPAN?!”
Gadis bernama Yoochan itu benar-benar muak dengan keadaan. Ia pergi dari ruangan itu dan berlari sekencang ia bisa. Tidak ada yang mau, tidak ada pula yang bisa mengejarnya.

***

“Mana uangmu, BODOH?!!”
Samar-samar Yoochan mendengar ada orang yang mengatakan itu dengan kasar. Gadis itu beranjak dari tempat ia duduk di samping sungai Han. Kakinya melangkah pelan-pelan untuk mengintipnya.
“A-aku.. tidak punya—“
PLAAAK!!
Tendangan melayang ke perut lelaki yang tersungkur di bawah. Yoochan menutup mulutnya kaget. Tubuhnya berguncang, menahan emosi yang akan segera meledak dari kepalanya.
“SIALAN!!” umpat gadis itu dengan suara kecil.
“dari kemarin kan.. sudah kusuruh kau membawa uang yang banyak!! Kenapa kau tidak menurutinya???” lelaki berbadan tinggi besar itu terus menendang lelaki yang tersungkur di bawah. Bersama dengan 3 temannya yang bertampang preman dan berbadan besar.
“Mian.. Sungje-yaa..”
“MWO?? MIAN???” ternyata lelaki tinggi besar yang menjadi pemimpin dalam pemalakan itu bernama sungje.
“Kata apa itu??!” tanya Sungje geram. Kakinya masih saja menendang lelaki itu.
“Sialaaaaan!!!” akhirnya Yoochan muncul dan balik menendang Sungje dan 3 anak buahnya sampai tersungkur.
Sungje dan 3 temannya menatap kesal ke arah gadis berbadan lebih kecil dari mereka yang berhasil melumpuhkannya hanya dengan satu tendangan dan plintiran tangan.
“Apa?? Kau mau memukulku balik?!” tanya Yoochan lantang. “Kalau tidak, bisa kan pergi?! Aku tidak mau membunuhmu di tempat yang indah seperti ini!”
Seperti terhipnotis, Sungje dan ketiga kawannya itu berdiri. 3 kawannya yang belum dikenal itu kabur duluan. Sedangkan Sungje yang masih tidak terima mendekati Yoochan.
“Tunggu balasanku!” kata Sungje dengan suara pelan.
“Aku tidak akan menunggu!” balas Yoochan santai.

*

“Gomapseumnida!! Jeongmal gomapseumnida!!”
Lelaki yang ditolong Yoochan di sebelah sungai Han itu terus mengucapkan terima kasih yang tiada putusnya.
“Ne, Cheonmaneyo! Aku kan sudah bilang!!” balas Yoochan kesal.
Lelaki itu menatap Yoochan. “err.. mianhae, sudah merepotkanmu..”
Yoochan menggeleng. “Ani. Menolong adalah kewajibanku..”
“Kau.. superhero?”
Yoochan menatap lelaki itu kaget. “A-ah..” Yoochan tersenyum. “baru kali ini ada orang yang mengerti.”
Sekarang giliran lelaki yang belum diketahui namanya itu yang kaget. “maksudmu..?”
Yoochan menatap langit malam yang tidak berhias bintang satu pun. “aku selalu berharap menjadi superhero. Berani, membela yang benar, dan jagoan. Aku ingin menjadi seperti superman, batman, atau superhero lain.”
Lelaki itu tertawa kecil menanggapi ucapan Yoochan.
“Ah.. err.. Aku Jung Yunhak. Kau?” lelaki itu mengulurkan tangannya.
Yoochan menjabat tangan Yunhak. “Park Yoochan..”
Yunhak tersenyum. “Kita.. berteman ya?”
Yoochan menatap Yunhak dengan mata berbinar. Tapi kemudian mata yang berbinar itu kembali mendung.
“Aku yakin kau akan menyesal..”
“Untuk apa aku menyesal? Aku yakin aku berteman dengan orang yang baik!”
Yoochan tersenyum. “Kau percaya? Secepat itu?”
“Aku memang mudah mempercayai orang. Makanya, kau jangan mengecewakanku ya?”
Yoochan tersenyum. Lalu mengangguk. Yunhak pun ikut mengangguk sambil tersenyum. Mereka tertawa bersama.
“Kita janji ya, jadi teman?” Yunhak mengangkat jari kelingkingnya.
Yoochan tersenyum. Lalu mengangguk. “Ne!!”
“Gomapta..”
“Na do gomapta, Yunhak..”

****

— 5 tahun kemudian —

“Yoochan-ah, kau masuk?”
Yoochan menggeleng. “Aku tidak tahu.”
“Kau belum membukanya?”
“Aku tidak berani..”
Yunhak langsung mengambil amplop yang digenggam Yoochan. Lalu membaca isinya. Dan betapa terkejutnya ia karena..
“KAU MASUK!!!!!”
Dua sahabat itu bersorak gembira. Mereka saling berpelukan dan berteriak histeris. Perjuangan mereka untuk masuk di SMA yang sama tidak sia-sia.
“Jadi, kita rayakan dimana?” tanya Yunhak sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Rayakan di rumah saja..” Tiba-tiba orangtua Yunhak datang. Ayah Yunhak merangkul Yoochan. Sedangkan ibunya merangkul Yunhak.
“Otte?” tanya Yunhak meminta persetujuan Yoochan.
“Molla~”
Yunhak menatap kedua orangtuanya sambil tersenyum manis. “Sepertinya Yoochan mau ke tempat lain~”

***

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s