The Next Life (Sekuel Revenge) Epilog

Title : The Next Life (Epilog)
Genre : NC17, straight, romance, angst
Length : oneshoot
Cast :
–    Kim Sung Je
–    Park Yoorin
–    Kim Jun Young
A/N : nah ini epilognya!! Hahahaaa…
Karna gue adalah orang yang ga ngerti gimana cara bikin ending, jadilah ini ff rada ngegantung ceritanya. Silakan menebak sendiri apa yang terjadi setelahnya atau minta sungje buat nyusul gue ke surga #duaghhhhhh
Okay, typo may aplied. Kalo ada typo, mohon di-understand (?)……

***

Sudah 3 tahun. Tapi Sungje tetap tidak bisa melupakannya. Tetap tidak bisa melupakan rasa sedihnya. Ia menatap bingkai foto yang melengkapi hiasan di mejanya. Fotonya dengan dua orang yang sangat dicintainya. Park Yoochan dan Kim Jun Young.
“APPA!!!!” teriakan cempreng khas anak kecil itu membangunkan Sungje dari lamunan masa lalunya. Ia menatap anak laki-lakinya yang kini berusia 7 tahun.
“Appa pasti belum makan!” Junyoung meletakkan kotak bekal berwarna kuning di atas meja kerja ayahnya. “Ini aku dan Yoorin ajumma yang membuatnya.”
Sungje langsung membuka kotak bekal itu. Hanya ada nasi dan telur dadar yang digulung. Ada juga sosis yang dibalut mie kering. Sungje langsung melahapnya.
“Appa pasti lupa makan! Kan sudah sering kuingatkan jangan lupa makan!” sungut Junyoung kesal.
Sungje tertawa kecil sambil menatap anaknya. “Iya appa lupa. Kau seperti ibumu saja kalau appa lupa makan pasti marah-marah!”
Junyoung mengangguk. “Kalau appa mati kan aku tidak punya siapa-siapa. Andwae! Aku tidak mau!”
Sungje tertawa kecil mendengar tuturan kata dari anak satu-satunya itu. Ia mengacak rambut hitam tebal Junyoung. Lalu memakan masakan anaknya.
“Oh Yoorin-ah, ini buatanmu juga? Gomawo.” Kata Sungje sambil terus melahap sosis mie-nya.
Yoorin menggeleng. “Aku hanya membantu menggoreng sedikit. Yang lainnya urusan Junyoung.”
Pandangan Sungje mengarah pada anak laki-laki itu. Anak yang dititipkan Yoochan di dunia ini. Sungje menatapnya terus. Lama-lama anak itu jadi semakin mirip istrinya. Sungje menghela nafas. Lalu mencoba tersenyum.
“Umma cantik sekali.” Junyoung mengambil bingkai foto yang ada di atas meja ayahnya.
“Iyalah.” Timpal Sungje bangga.
“Kenapa aku merasa umma mirip Yoorin ajumma?”
Sungje menghela nafas. Lalu mengacak rambut hitam lebat anaknya. “Umma dan Yoorin ajumma itu kakak adik. Tentu saja mereka mirip.” Ya, itu kenyataan yang baru Sungje ketahui baru-baru ini.
“Kenapa appa tidak menikah dengan Yoorin ajumma saja? Kan mirip umma, biar appa tidak merasa kesepian lagi.”
Sungje menghela nafas. Ia menatap anaknya yang masih terpesona dengan kecantikan ibunya. Di seberang sana Yoorin tersenyum kecil.

***

“Oppa tidak usah memikirkan ucapan Junyoung. Dia kan masih kecil.” Yoorin memperhatikan Junyoung yang sedang asyik memilih mainan.
Sungje tersenyum kecil. “Aku bukan memikirkan ucapannya. Aku hanya bingung kenapa anak sekecil itu sudah bisa mengatakan itu? Aku saja tidak pernah terpikirkan untuk mencari ibu baru untuknya.”
Junyoung masih asyik memilih deretan mobil-mobilan di rak besar.
“Mungkin dia yang lebih kesepian. Aku selalu meninggalkannya. Kalau ada ibunya kan dia bisa main dengan ibunya.” Kata Sungje iba. “Tapi aku terlalu egois. Aku tidak mau mencarikannya ibu baru karena aku tidak mau Yoochan tergantikan.”
Yoorin menggeleng. Kini ia sudah dewasa. Sudah mengerti perasaan orang, tidak egois lagi. “Aku mengerti perasaanmu, oppa.”
Junyoung sudah menetapkan pilihannya pada satu mobil-mobilan berukuran besar yang digerakkan dengan remote control. Sungje membayarnya dan langsung keluar mall menuju tempat parkir mobilnya. Sepanjang perjalanan Sungje terus menatap Junyoung yang masih terpesona dengan model mobil-mobilan itu.
“Aku tidak tahu senyum itu senyum palsu atau tidak.” Sungje terus menatap Junyoung.
Yoorin menggeleng yakin. “Itu senyum tulus.”
“Appa, mobil ini bagus kan? Kalau aku besar nanti aku mau membuat mobil yang lebih bagus dari ini dan bisa mengantarkan appa ke surga untuk bertemu umma. Appa mau?” Junyoung berkata polos.
Sungje tersenyum lebar mendengar keinginan anaknya itu. Ia segera berlari dan memeluk anak laki-lakinya sambil terus menciumi setiap inci wajah Junyoung.
“Appa mencintaimu, Junyoung-ah..” ucap Sungje tulus di telinga Junyoung.
Junyoung membalas ucapan ayahnya. “Na do saranghae appa.”

***

“Junyoung-ah, sudah malam! Tidur sayang!” Sungje menunjuk jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam. Sungje masih berkutat dengan komputernya.
“Appa juga tidur dong! Direktur kan juga butuh istirahat!” Junyoung masih memainkan mobil-mobilannya.
Ucapan Junyoung pasti tidak disengaja. Tapi Sungje yakin itu ucapan dari Yoochan karena ia tidak terlalu memperhatikan pola tidurnya akhir-akhir ini.
Sungje mendekati Junyoung, lalu membujuknya untuk tidur.
“Junyoung mau kalau punya umma baru?” tanya Sungje sebelum Junyoung sampai di tempat tidurnya.
Junyoung mengedikkan bahu. “Molla.”
Sungje naik ke tempat tidur yang sering ia dan Yoochan tiduri dulu. “Jawab yang jujur! Junyoung mau kalau punya umma baru?”
Junyoung tersenyum kecil. “Mau saja.”
Sungje memeluk Junyoung. “Tunggu ya sayang. Appa akan mencarikan yang terbaik..”
Junyoung mengangguk. Ia mencari posisi tidur yang enak. Lalu mulai tertidur di pelukan ayahnya.

***

“Kenapa kau tidak kasihan dengannya? Lihatlah anak anjing ini kedinginan!! Kakinya juga berdarah. Pinjam sebentar jasmu!!” Yoochan berteriak ketakutan melihat anak anjing di tangannya itu kedinginan. Ia berusaha untuk menghangatkannya padahal bajunya juga basah terguyur hujan.
“Kau kira jasku ini murah?! Ini—“
“Aku tahu!! Tapi tolonglah anjing kecil ini. Dia tidak berdosa, kenapa ia harus menerima nasib malang seperti ini?” air mata gadis itu langsung mengalir deras. Membuat Sungje tidak tega. Ia melepaskan jasnya dan membungkus anak anjing itu. Lalu membawanya ke dokter hewan terdekat.
“Kenapa kau mau menolong anjing itu? Dia kan bukan siapa-siapamu. Belum tentu dia bisa membalas budimu!” Sungje bersungut kesal karena jasnya kini basah.
Yoochan tersenyum sambil menatap anak anjing yang ditolongnya itu di dalam ruangan. Anak anjing itu sedang dibersihkan badannya.
“Dia tersenyum saja sudah kuanggap membalas budi.” Yoochan menatap anak anjing yang menyalak kecil karena dimandikan.
GUK! GUK! GUK!
Anak anjing itu hendak kabur ketika bertatapan dengan mata Yoochan. Tapi dua dokter yang sedang memandikannya itu langsung menangkapnya.
“Tuh, dia melihatku. Dia mengucapkan terimakasih!” Yoochan melambaikan tangannya ke arah si anak anjing yang masih menyalak kecil di dalam sana. “Iya sama-sama.”
Sungje menghela nafas bingung. Tapi dalam hati ia merasakan ada hal yang berbeda. Sepertinya doanya dulu terwujud. Ia bisa merasakan ketulusan. Dan itu adalah ketulusan dari seseorang terhadap makhluk Tuhan yang lain.
“Kau mau memilikinya?” tanya Sungje sambil menatap makhluk kecil nan imut itu di dalam.
Yoochan mengangguk.
“Biar kuberikan itu untukmu!” Sungje masuk ke dalam ruangan itu dan berbicara dengan orang yang memandikannya. Setelah hampir setengah jam didalam sana, Sungje membawa anak anjing yang telah diobati kakinya dan bersih itu keluar.
“Untukmu.” Sungje memberikannya pada Yoochan.
“Eh?”
“Ini hadiah untuk orang yang telah menunjukkanku ketulusan.”

***

END

Otte??? Pantaskah ini dibuatkan sekuel? Kalo mau yaaa tunggu gue punya waktu, kalo ga mau tebak aja sendiri~ #authorkabur

Gomawo buat yang udah baca ini ff ^^ dan lebih gomawo lagi yang udah ngomen dan menyukai cerita ini😀 *lempar kolor sungje #plak

12 thoughts on “The Next Life (Sekuel Revenge) Epilog

  1. tita

    pantes thor,, aku suka ni cerita,,
    bagus kok!!
    author, bisa ga bikin ff aku sama sungje #ditabok lemari (just kidding ^^)
    oiya salam kenal ya buat author.na
    gomawo

    Reply
    1. LailaMP Post author

      mau kubikinin? kalo mau oke aja. tapi… terima nasib kalo sungje bakal comeback to me lagi XDD

      iya salam kenal juga ^^ naneun lailla imnida, 15 yo, hampir grade10, from bogor ^^ *gaada yang nyuruh intro woy!!!

      Reply
      1. tita

        mau mau mau,,^^
        iya boleh deh, yang penting sungje bahagia (?)

        wawa,,, lengkap amat intro,na hoho, sama dong aku juga mw klas 10,,,umur aku baru 14, nama wuli, dari bandung tapi sekarang ada disidoarjo (nyasar) malah aku lahir dibangkalan (tambah nyasar),, hehehe

  2. Sherlock

    That’s cool and kinda sad story..

    Ehm,ketemu jg ff nya sungje🙂
    coz susah bgt cari ff dia >.<

    Kekeke~
    btw.. saya punya usulan nih, buat ff sungje lagi tapi katagori harem ( istilah di manga/komik)
    saya kepengen bgt baca ff yg berbaun ini, jadi gini sinopsisnya:
    sungje terlibat cinta setiga, dua atau tiga gadis sangat tulus mencintainya. jadi siapa yg akan Sungje pilih di antara 3 gadis tu?
    Maap kalau sinopsis saya kacau ._.V
    #kabur bawa kutang suzy. eh (?)

    Reply
    1. LailaMP Post author

      hehehe thanks🙂
      disini gampang kok nyari ff sungje selama dia masih sama saya XDD

      thanks usulanya. kebetulan saya juga mau bikin ff kayak gitu. ditunggu aja yaa🙂 hehehe….

      kesian kutangnya suzy dibawa ==a😄

      Reply
  3. Sherlock

    most welcume sista🙂

    oke deh saya akan senang hati selalu baca fanfic anda🙂

    yaudah kutang suzy buat anda saja😀
    *Throw away*

    Reply
  4. LailaMP Post author

    @tita : nama koreanya apa? tapi ngantri dulu ya *banyak pesanan u.u* eh genrenya mau apa?

    @sherlock : *tangkepkutangsungje (?)

    Reply
  5. Sherlock

    Kalau ff sungje hyung jadi pria playboy dan terjalin cinta segita dengan dua wanita cantik, anda tertarik atau tidak untuk membuatnya seperti itu?🙂
    maaf saya sekedar saran saja >,<

    Reply
  6. Shin Seul Young

    loh ini ceritanya yoochan knapa? kok malah sama yoorin? yah kok jd ga mudeng gini wkwk
    keren thor ceritanya…. sweetnya si sungje dapet duhh hehe
    bikin sekuel dong thor klo bisa..kok masih gantung sih menurutku..

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      saya emang ahli bikin orang ga mudeng/?
      laki saya kalo dipaksain emang sweet. sayang kalo lagi ga dipaksain yang keluar gilanya semua….
      emang sengaja gantung biar ga usah ribet-ribet/?

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s