Ai Kotoba?

Title : Ai Kotoba?
Genre : comedy romance *author ga punya referensi* OOC *dikitlahhhh* gaje
Length : oneshoot
Cast :
–    Cho Kyuhyun
–    Lee Soo Yeon
–    Kim Jong Woon a.k.a Yesung
A/N : HEEEEEY!!!!! LAILLA COMEBACK!!!!!!! YEAYYYYYY!!!! *gilasendiri
Sorry gue tinggalin ff karna kacamata gue rusak u,u
Waktu itu di twitter ada yang request ff yekyu tapi ga yaoi. Tapi sorry gue lupa siapa tuh yang req. dia Cuma req cast, jadi gue bikin begini.
WARNING!! INI FF GAJENYA DIATAS RATA-RATA!! JANGAN NGEBASH GUE KARENA GUE LAGI RANDOM DAN PIKIRAN GUE LAGI KEMANA-MANA!!
DON’T LIKE DON’T READ YAAA😀 #CAPSKEJEPITMAAP

***

“Uang!!!”
Hanya kata itu, tapi bisa membuatku mati berdiri. Eits, aku bukan gadis lemah. Aku bisa berpura-pura cool walaupun dalam hati yang terdalam aku benar-benar ingin lari.
Cho Kyuhyun selalu membuatku pusing! Baru saja aku masuk ke kelas X-2 eeeh sudah ditagih olehnya. Katanya kalau tidak punya uang tidak boleh masuk kelas.
Kasus ini sama seperti kasus sinetron lainnya. Cho Kyuhyun itu anak ketua yayasan yang kaya dan sombong. Ia bisa melakukan apapun yang dia mau dengan bebas karena orangtuanya jarang ada di sekolah.
“Masuklah. Biar anak ini kuurus.” Dan akhirnya ada juga penolongku. Dia sepupu Cho Kyuhyun. Namanya Kim Jongwoon yang entah kenapa lebih terkenal dengan nama Yesung. Yah, namanya bagus.
Yesung ini sering menjadi penolongku dari Kyuhyun. Dia jarang masuk dan tergolong anak yang malas dan bandel. Tapi menurutku…. Tidak juga.
“Gomawo.” Ucapku pada Yesung untuk yang ke sekian kali sejak 3 bulan lalu.
“Tidak perlu mengucapkan terimakasih. Aku tidak bermaksud menolongmu.” Kata Yesung cuek.
“Oh. Tapi… kau sudah menolongku. Terima kasih lagi.”
Yesung menatapku tajam. Tapi aku langsung pergi dan kabur dari tatapan tajam matanya.

***

“UANG!!!!” tagih Kyuhyun lagi keesokkan harinya. Ah anak ini memang paling berbakat menjadi preman daripada anak sekolahan.
Aku menatapnya. “Tidak ada!”
“Bohong!”
“Benar! Kau periksa saja.” Aku melepaskan tanganku dari dada.
“Apa aku harus meraba—“
PLAKKKK!!!
Satu tamparan gratis kuberikan pada si evil jelek yang paling kubenci ini. Aku lalu menerobos pertahanannya dan dua temannya dan duduk manis di kursiku.
“Uangmu bodoh! Jangan pura-pura tidak bawa!” kata Kyuhyun kasar.
“Aku memang tidak bawa! Nih.. nih.. kau lihat? Mana aku bawa?!!” kataku kasar.
“Dasar—“
Tiba-tiba Yesung datang lagi. Kali ini ia langsung menjambak rambut Kyuhyun dan menyingkirkan wajah evilnya dariku.
“Jangan ucapkan terimakasih lagi!”
Aku menghela nafas. “Iya.”
“Kau beruntung!” kata Kyuhyun sambil menatapku tajam. “Tapi uangmu dulu, baru kau tenang.”
“Kyuhyun-ah!!!” gertak Yesung.
“Hahahaha……” aku tertawa tertahan melihat raut wajah Kyuhyun setelah mendapat gertakan Yesung yang menurutku biasa saja.

***

“Soo Yeon-ah,” ayahku memanggilku. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke drama yang sedang tayang di stasiun TV kesayanganku.
“Ne, appa?” tanyaku manis.
Aku yakin ini berita menyedihkan. Raut wajah ayahku seakan tidak tega untuk memberitahukan maksudnya kepadaku, anak satu-satunya. Mungkin ini pengumuman kalau aku…
“Kau ingat pesan bibi Lee?” tanya appa lembut.
Pesan bibi Lee? Bibiku yang di Amerika itu sudah lama tidak kuketahui kabarnya. Kenapa dengannya? Kenapa dengan pesannya?

Ketika Soo Yeon SMA, kau pindah kesini ya, temani bibi dan nenek disini…

DEG…

Aku… sudah… SMA…
Dan artinya……

***

Sehari… dua hari… tiga hari… sampai akhirnya seminggu aku tidak masuk sekolah. Ya, minggu depan aku akan pindah ke Amerika untuk menemani bibi Lee dan nenek. Aku sengaja tidak masuk agar aku tidak terlalu merasa sedih karena meninggalkan tanah tercintaku.
TING NONG…
Aku menoleh ke segala arah mencari appa dan ummaku. Tapi aku baru ingat kalau mereka sedang mengurusi segala dokumenku untuk ke Amerika. Jadilah aku yang membukakan pintu rumah.
“Kenapa tidak masuk seminggu ini?” tanya orang yang ada didepanku sekarang dengan sangat cuek.
Aku menyandarkan punggungku ke kusen pintu. “Masalahkah untukmu aku tidak masuk seminggu ini?”
“Kemana saja kau seminggu ini?!” tanyanya lagi.
“Kau kenapa sih?” aku menghela nafas. “Kenapa tiba-tiba peduli padaku?”
“Memangnya selama ini aku menyingkirkan Kyuhyun untuk apa? Untuk siapa? Dan untuk apa aku selalu melarangmu mengucapkan terimakasih?”
Aku diam. Jantungku berdebar cepat. Aku menatap Yesung yang matanya selalu memancarkan ketidakpastian. Aku tidak percaya anak ini bisa menyukai orang juga.
“Aku menyukaimu.”
DEG..
Lagi-lagi jantungku berdetak sangat cepat. Tapi…
“Soo Yeon-ah!!!!” tiba-tiba seorang namja datang lagi dengan tergopoh. “Aku terlambat! Shit!” ucapnya kesal.
“Aku duluan.” Yesung berdecak kagum untuk dirinya.
“Soo Yeon-ah, mian! Pasti aku yang membuatmu tidak masuk selama ini. Mianhada. Aku tidak akan menjahilimu lagi, aku tidak akan meminta uangmu lagi. Kau bebas melakukan apapun..” Kyuhyun mengatur nafasnya. “Nan jeongmal joahaeyo..”
DEG
Dua lelaki menyatakan cinta padaku. Yang mana yang harus kupilih?
Ah, yang pasti aku lebih memilih untuk pergi ke Amerika, melanjutkan sekolahku. Kalau kalian masih jodohku, kalian pasti akan menungguku…

***

END (?)

Tuh kan gaje!! Yang baca kudu komen pokoknya!! #plakkplakkkplakkk

2 thoughts on “Ai Kotoba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s