S.E.C.R.E.T (Part 2)

Title : S.E.C.R.E.T
Genre : ROMANCE, COMEDY, M-PREG, BOYXBOY, YAOI, sedikit CANON, OOC, FICTION, ETC *gue caps. Sorry v^^
Length : 2 of ?
Author : LaillaMP
Main Cast :
–    Park Geonil
–    Kim Sungje
Other Cast :
–    Kim Kwangsu
–    Yoon Sungmo
–    Song Jihyuk
A/N : Karena permintaan Lia unnie yang pengen baca ff S.E.C.R.E.T ini, jadilah saya lanjutkan dan… SAYA PUNYA KACAMATA BARU!! #infopenting
Ah ya gue lupa, ada sedikit typo di part 1. Manager Han nemuin berkas pemeriksaan Sungje itu seminggu setelah periksa. Tapi gue nulisnya sebulan. Pabo deh gue!
Okay, kemaren ada yang protes karna gue bikin sungje begini. Ah, sebelumnya saya minta maaf. Saya akan berhati-hati dalam memosting. Sekarang saya akan tekankan DON’T LIKE DON’T READ!! DON’T LIKE DON’T BASH! YOU BASH I’LL BASH BACK #plakplakplak
Ngga ding. Gue ga mau main bash. Hahaha.. okay, sekali lagi INI YAOI AREA, DON’T LIKE DON’T READ, DAN JANGAN PERNAH MEMBAYANGKAN INI TERJADI DI DUNIA NYATA!! BEDAKAN FIKSI DAN NONFIKSI YAA😀 *maap caps rusak ==”
Dan juga, ga usah komenin jeleknya editan gue! Hahaha… douzoo ^^

****

<< Previous

‘Kim Sungje dan Park Geonil mengundurkan diri dari Supernova?!!’

Header di setiap postingan di grup atau komunitas khusus Choshinsung fans dibanjiri oleh berita itu. Geonil dan Sungje sudah resmi mengundurkan diri dari Choshinsung. Tentu saja dengan alasan yang dikarang, melanjutkan sekolah. Lagipula di Choshinsung mereka berdua belum lulus *digaplok
Di hari yang indah ini, para member Choshinsung mengantarkan dua member yang paling berpengaruh pada Choshinsung ini ke bandara. Tujuan yang tertera di tiket yang mereka bawa adalah Jerman.
“Jangan lupakan kami!” Kwangsu memeluk Geonil dan Sungje bergantian.
Sungje menitikkan air mata. Tidak kuat meninggalkan para member. Tapi karena kenyataan bahwa dia hamil harus ditutupi maka ia harus rela meninggalkan mereka dan semua kenangan manis dan pahit bersama.
“Entah apa yang akan Yunhak hyung lakukan kalau kau kembali. Aku tidak mau membayangkan.” Sungmo juga memeluk Geonil dan Sungje bergantian. “Jangan lupakan kami.”
“Tidak akan.” Geonil berucap yakin. “Aku masih akan mengontak kalian. Kalau kalian kangen tinggal telpon.”
Semua tertawa kecil.
“Hyuuuung!!!” giliran Jihyuk yang memeluk Sungje erat. “Hyung, jaga keponakanku ya! Dia pasti akan lucu!!”
Sungje tersenyum sambil membalas pelukan Jihyuk. “Iya. Tidak akan kusakiti ponakanmu.”
“Geonil-ah, awas kau menyakiti Sungje hyung! Kubunuh kau!!” Jihyuk mengancam Geonil.
Geonil tertawa. Ia memeluk tubuh besar si happy buta itu. “Jangan terlalu banyak makan mie karena aku tidak bisa memasak untuk kalian lagi.”
“Masakanmu pasti akan kurindu!!” Kwangsu berujar jahil.
Geonil dan Sungje tersenyum.
“Pesawat kami akan berangkat. Annyeong!!” Geonil melambaikan tangan.
Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk melambaikan tangan untuk membalas ucapan perpisahan itu. Entah untuk sementara, atau malah selamanya.
“JANGAN LUPA KEMBALI!!!!” teriak Jihyuk sambil melambaikan tangan lebih cepat.
Geonil dan Sungje menoleh. Mereka mengangkat dua jempol masing-masing. “TIDAK AKAN LUPA!!!! TUNGGU KAMI!!”
Dan Geonil dan Sungje pun pergi untuk menutupi fakta. Sebuah rahasia yang seharusnya tidak terjadi di masa ini…

>> Part 2 <<

Sebulan kemudian di dorm Choshinsung…

“Bertiga. Ckckck..” Sungmo menatap dorm yang sebulan ini ditinggal dua orang suami istri itu. Yang satu leader pengganti, satunya lagi magnae cerewet yang limited edition di dunia ini.
“Aku yakin anak Sungje hyung dan Geonil pasti cerewet seperti keduanya!” kata Jihyuk pada Kwangsu di sebelahnya. Ucapan itu terdengar di telinga Sungmo yang sedang membaca buku di kamarnya yang tidak tertutup.
“Perpaduan antara ibu dan ayahnya yang sama-sama preman walaupun di zaman berbeda, pasti anaknya akan… WOW!!” Kwangsu ikut berkomentar.
“Kalau anaknya perempuan….” Mereka berdua berujar bersamaan dan mengkhayal bersamaan. Mau tahu???

| K & J Imagination |

“Jihyuk ajushiiiiii!!!!!!!! Ambilkan susuku diatas kulkas!!!!!!” teriak seorang gadis kecil mengenakan gaun merah muda yang sedang bermain di bak pasir.
“Tunggu!!” sahut Jihyuk yang sedang mencabut rumput.
“AJUSHIIIIIIII PALLI WAAAAAAA!!!!!!!”
Jihyuk menatap anak itu emosi. “Ya! Kau tidak bisa lihat ajusshi sedang mencabut rumput liar? Kalau rumput liar ini memakan tanaman kesayangan ajusshi bagaimana?!” Jihyuk balas marah.
“Ya makanya cepat ajusshi ambilkan susuku dan berikan sedikit pada rumput liarnya biar tidak memakan tumbuhan ajusshi!” kata anak perempuan itu polos.
Sungje yang baru selesai memasak—yang entah darimana ada kemampuan ini(?)—keluar dan melihat pertengkaran tidak hebat yang dilakukan Jihyuk dan anak perempuannya.
“Sayang, kenapa?” tanya Sungje pada anak gadisnya yang cantik.
Tiba-tiba Geonil datang sambil memakan sebuah snack berukuran besar yang cukup untuk dua orang menonton bioskop.
“Honey bunnie sweetie, ada apa sayangku?” tanya Geonil lembut pada anak perempuan manisnya.
“Dia menyuruhku mengambilkan susu di kulkas! Tidak sopan sekali. Ajarilah dia kesopanan!!” teriak Jihyuk galak.
“Lagian ajusshi sudah kusuruh dari kapan tahu belum jalan juga!” sungut si anak perempuan.
“Kamu masih punya kaki kan? Pakailah kaki itu untuk berjalan? Tidak jauh kan ruang tamu sama taman belakang?” Geonil berkata bijak.
“Tapi appa, kan jauh juga. Kira-kira 40 langkah kaki kecilku. Lalu aku harus kembali lagi dan melangkah 40 kali lagi. Lalu kalau aku haus lagi aku harus mengambilnya. Lalu… lalu… lalu…”

| Imagination End |

“Ckckck..” Jihyuk dan Kwangsu menggeleng khilaf mengkhayalnya.
“Kalau laki-laki bagaimana?” kata Jihyuk akhirnya.
Kwangsu membuat awan dari imajinasinya. Jihyuk pun juga, dan mereka pun hanyut dalam khayalan tentang anak laki-laki Sungje dan Geonil…

| J & K Imagination Part 2 |

DUAGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!
Pintu jati itu ditendang dengan tidak manusiawi oleh seorang anak laki-laki berseragam cerah khas anak TK. Kemejanya yang tadi pagi masih tersembunyi rapi dibalik celananya kini keluar sepenuhnya dan memperlihatkan gaya preman khas anak kecil. Topi biru yang menjadi penutup kepalanya diarahkan kesamping. Semakin memperlihatkan kalau anak itu memang benar-benar bandel dan keras kepala.
“APPAAAAAAA MINTA UAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!!!!!!!!!!!!!” teriak anak laki-laki itu menggelegar.
Jihyuk dan Kwangsu yang sedang menonton TV di ruang keluarga yang jaraknya tidak jauh dari pintu menutup telinganya rapat-rapat. Suara itu diwariskan Sungje untuk anaknya.
Anak laki-laki itu kesal karena ayahnya ternyata tidak mendengar ucapannya. Ia pun masuk ke dalam rumah santai member Choshinsung dan bertanya pada Kwangsu dan Jihyuk yang ditemuinya pertama kali.
“Appa mana?!” tanyanya ketus.
Kwangsu menunjuk arah pintu. “Tadi pergi dengan ummamu.” Jawabnya.
“MWO?!! PANTAS SAJA TIDAK MENJEMPUTKU! DASAR APPAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” anak itu berteriak lagi. Suara Sungje yang cempreng benar-benar diwariskan pada anak laki-lakinya. Kwangsu dan Jihyuk menutup telinganya lebih rapat lagi untuk memperkecil kemungkinan mereka tuli karena teriakan maut itu.
“Ya sudah kalau tidak ada appa. Aku minta uang pada kalian!” anak laki-laki itu mengadahkan tangan.
“U-uang?” tanya Jihyuk tidak yakin. Masa anak sekecil upil gini udah ngerti uang?!
“Iyalah uang! Palli waa!!!” anak itu memaksa.
Kwangsu mendesah kesal melihat kelakuan anak itu yang makin lama makin nyolot. Ia pun mengeluarkan selembar uang yang ada di kantungnya, 100 won.
“Ck! Masa Cuma segini?! Mau buat apaaa?!! Minta lagi!!”

| Imagination End Tiba-tiba |

Kwangsu dan Jihyuk kembali khilaf membayangkan sosok anak Geonil dan Sungje. Mereka sama-sama berdoa semoga saja kenakalan ayah dan ibunya di masa kecil tidak akan diwariskan kepada anak-anaknya.
“Ya! Kita disuruh menghadap CEO Kim.” Tiba-tiba Sungmo sudah didepan dua rapper itu dengan wajah cuek seperti biasa. *nama CEO-nya gue karang ya😀 jangan percaya !!
“Ada apa ini? Kenapa kita disuruh menghadap CEO?” tanya Kwangsu.
“Molla. Makanya ayo. Ganti baju! Kutunggu didepan.” Sungmo berlalu cuek.
Jihyuk menatap Kwangsu. “Sepertinya lebih menyeramkan anak Sungmo nanti.”
Kwangsu mengangguk menyetujui. “Iya.”

***

@ GeonJe place

Geonil masih sibuk dengan iPhone-nya dan membuka twitternya. Sekarang twitternya bukanlah twitter official-nya yang sudah dikenal publik, tapi twitter rahasianya untuk terus berinteraksi dengan member choshinsung lain.

Timeline-replies (?)

@870713_: YA @PG_1105!! Eodika?! Kenapa tidak pernah memberitahukan keberadaanmu? Bagaimana keadaan Je hyung?

Geonil tersenyum membaca mention dari Jihyuk. Ah, dari akun palsu Jihyuk maksudnya yang dimohon jangan dicari keberadaannya sekarang karena ini palsu.

@PG_1105: @870713_ aku disini! Aku sedang menjaganya. Hahaha.. mian aku sedang sibuk. Akhir-akhir ini permintaan istriku sedang banyak u,u

Lalu ada tweet dari Kwangsu, ah, akun palsu Kwangsu. Yang lagi-lagi jangan dicari keberadaannya karena ini palsu.

@MRK_0422: I miss you so guys @PG_1105 and @freshSJ_

Dan dibalas Geonil :

@PG_1105: I miss you too :* RT @MRK_0422: I miss you so guys @PG_1105 and @freshSJ_

“Ehem.. ehem.. senyum sendiri. SMS dari siapa?” tanya Sungje yang ternyata daritadi memandangi wajah Geonil yang sedang tersenyum manis.
Geonil nyengir kuda. “ada yang merindukan kita. Hahaha..”
Sungje menghela nafas. “Geonil-ah, susuku habis. Belikan ya?”
Geonil menatap istrinya lembut. Ia tertawa kecil melihat wajah penuh kepolosan dan keinginan Sungje. Ia hampir saja kehilangan kendali melihatnya. Jangan-jangan nanti ia malah membuat ‘kembaran’ untuk anaknya yang sudah dua bulan didalam.
“Ya sudah aku akan belikan. Kau mau ikut?” tanya Geonil.
Sungje menggeleng. “Aniya.”
“Wae? Semua orang percaya kok kalau kau itu perempuan. Lihatlah wajahmu sekarang. Ck. Aku saja tidak percaya istriku secantik ini.”
Wajah Sungje memerah. Tapi ia berusaha membalas ucapan Geonil. Tapi tetap tidak ada yang bisa diungkapkan.
“Ya sudah kalau tidak mau ikut.” Geonil mengambil jaketnya di kamar.
“A-ani!! Aku ikut!!” Sungje mengikuti Geonil dari belakang.

***

“Kita sekalian beli 5 saja ya.” Geonil memasukkan 5 susu yang tersisa di rak ke dalam troll.
“Ya! Kalau ada yang mau membeli juga bagaimana? Kan kasihan. Nanti bayinya kurang nutrisi. Sudahlah beli 2 saja.” Kata Sungje sambil mencoba mengambil beberapa susu itu untuk dikembalikan ke tempatnya.
“Sudahlah. Ini supermarket. Pasti banyak stok susu ini.” Geonil berlalu cuek sambil mendorong trolley-nya.
“Geonil-ah!!” Sungje mencoba berlari kecil.
“Ya!! Jangan berlari!!” Geonil langsung menangkap tubuh Sungje yang sudah oleng. “Ck. Kan waktu itu dokter sudah bilang kalau kandunganmu tidak terlalu kuat. Memang kuat, tapi tidak terlalu kuat. Makanya jangan banyak terguncang, ya?”
“Tapi kan aku tidak lemah!”
Geonil menghela nafas menyerah. Semenjak hamil Sungje jadi makin sensitif. Ya tentu saja begitu.
“Tuh kan pramuniaganya menaruh susumu lagi. Makanya kita tenang saja, ya?” Geonil tersenyum manis dan berjalan meninggalkan Sungje yang masih terpesona sekaligus bingung. Setelah beberapa menit barulah Sungje berjalan pelan mengikuti langkah panjang Geonil.
“Geonil-ah,” ucap Sungje lemas.
“Wae?” Geonil menatap Sungje cemas. “Kau kenapa? Mana yang sakit? Ah ya, aku akan membayarnya. Kau tunggu….. aishh tidak ada tempat duduk pula disini. Ah, tunggu. Kau masuk saja kesini.”
Sungje menjitak pelan kepala Geonil. “Jangan berbicara secepat itu. Aku tahu kau rapper dan kau memang bisa berbicara cepat. Aku pusing!”
“Mantan rapper, sayangku.” Geonil tersenyum. “Mau beli apa lagi?”
Satu setengah jam pun dilalui Sungje dan Geonil berbelanja bahan-bahan yang menurut mereka penting.

***

“MEMBER BARU?!” pekik Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk bebarengan.
“Iya.” CEO Kim mengangguk santai.
“Secepat ini?!” Sungmo berkata pelan.
“Aku punya banyak simpanan trainee. Dan aku sudah pilihkan dua untuk pengganti sementara Sungje dan Geonil.” CEO Kim berkata dengan santai. “Yoon Sungmo, kau juga kan orang pengganti Jinon dulu. Jadi tidak ada bedanya kan?”
Sungmo menelan ludah. Lalu menghela nafas. “Ne, sajangnim.”
CEO Kim menelepon seseorang. Beberapa menit kemudian datanglah dua lelaki memakai kaus oblong santai dan celana jeans dengan gaya khas anak muda.
“Itu Kim Jaehwan dan Song Jikyung.” CEO Kim memperkenalkan dua anak muda itu. “Mungkin kalian sudah mengenal mereka?”
Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk menelan ludah mereka bersamaan. Kedua anak muda yang diperkenalkan CEO Kim menunduk hormat pada ‘senior’nya.
“Jikyung akan menjadi magnae. Ia lahir tahun 90.” Kata CEO Kim lagi.

***

@870713_ @PG_1105 @FreshSJ_ ada anggota baru T.T

Jihyuk menulis itu untuk Geonil dan Sungje. Ia benar-benar tidak nyaman dengan keberadaan dua anggota baru yang lebih muda darinya. Tapi itu harus diterima karena suara keduanya memang sejenis dengan suara Geonil dan Sungje dan mungkin bisa memberikan hal yang berbeda dari grupnya.

Triiing *?*

Sebuah pesan dari twitternya. Sungje menjawab mention.

@FreshSJ_ @870713_ jinjjayo?!

@870713_ @FreshSJ_ nee T.T dia lebih muda dari Geonil-mu.

@PG_1105 @870713_ lebih muda dariku?! Berarti lebih muda darimu? Kau bisa membully-nya!! Hahaha…

“Ternyata asyik mentionan dengan Geonil dan Sungje hyung.” Kwangsu tertawa kecil karena daritadi memanggil Jihyuk tidak ditanggapi.
“Aku bilang kalau ada anggota baru.” Kata Jihyuk.
“Kau bertanya soal keponakan kita?”
Jihyuk menggeleng. “Belum.”
“Sini kutanyakan.”
“YA.. YA.. YA..” Sungmo tiba-tiba keluar dari tempat persembunyiannya. “Disini ada orang lain selain kita. Jangan berbicara dengan sangat bebas sekarang.”
Kwangsu dan Jihyuk menatap dua orang member baru yang akan mulai beraktivitas beberapa bulan lagi.
“Ah ya, aku lupa kalau ada kalian.” Jihyuk tersenyum pada dua member muda itu. “Kalian bisa menempati kamar Sungje hyung dan Geonil.”
“Mereka memang tinggal disitu sekarang!!!!” Sungmo menghela nafas kesal. Pandangannya mengarah pada dua anggota baru yang masih canggung. “Maaf. Sepertinya kalian akan kita tinggal sebentar.”
“Mau kemana?” tanya manager Han yang tiba-tiba datang.
“Mau membeli cemilan!” kata Jihyuk.
“Walaupun membeli camilan harus denganku.” Kata Manager Han.
“Yaaahhhh…” 3 senior Choshinsung itu melenguh kesal.

***

“CHOSHINSUNG’S SUNGJE HAMIL? DAN GEONIL YANG BERTANGGUNG JAWAB?!”

Manager Han meletakkan tablet PC-nya di atas meja tepat didepan mata 3 member Choshinsung senior dan dua member barunya. Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk sedikit memekik kaget.
“D-darimana…”
“Jinjjayo?” Kim Jae Hwan menatap tak percaya melihat judul dari postingan dari sebuah web terkenal. Ia lalu mengambilnya untuk membaca tulisan yang tertera beserta fotonya. Tapi, Sungmo langsung mengambilnya paksa.
Kwangsu dan Jihyuk yang duduk disamping Sungmo langsung nimbrung mau melihat. Begitu juga dengan Jae Hwan dan Jikyung.
GLEEKKK… DEGG….
Mereka semua menelan ludah bersamaan dan jantung mereka pun sama-sama berhenti sejenak melihat lampiran foto yang ditangkap secara candid.
“Perutnya membesar…” komentar Jikyung.
“Mereka romantis.” Tambah Jae Hwan juga.
“Sungje hyung cantik.” Kata Jaehwan dan Jikyung bersamaan.
“Geonil pabo!” komentar Sungmo sadis.
“Ha?!” duo magnae—Jaehwan & Jikyung—kaget.
“Ya Tuhan kenapa dia bodoh sekali?!!” Sungmo melempar tablet itu. “Ya! Itu artinya reputasi kita hancur. Ah, kenapa juga kita lupa memberitahu ‘jangan biarkan Sungje hyung keluar’!” katanya pada Kwangsu dan Jihyuk.
“Telpon dia, Kwangsu-ah!!”
“Kau bisa ganti berapa Sungmo-ah untuk mengganti tabletku?” Manager Han menatap Sungmo sambil menunjuk tabletnya yang dilempar secara tidak manusiawi.

***

Drrtttt….. drrrttt….. drrrttttttt…. Drrrttt…… drttttt….
Handphone Geonil bergetar lebih dari 3 kali. Tanda ada telepon. Geonil merutuki orang yang meneleponnya malam-malam begini. Geonil bangun dari posisinya dan menatap Sungje yang tidur membelakangi dirinya dengan keadaan setengah bugil setelah melakukan hubungan badan.
“Yoboseyo?! Kalian tahu kan beda waktu Korea dan Jerman? Hoahhmmmm…” sambut Geonil pada si penelpon.
‘Bukannya kau memang tidak bisa tidur jam 11 malam?’ ucap orang diseberang tanpa dosa.
‘’Kenapa kau malah berbicara tidak jelas?!!’ terdengar suara Sungmo dari samping Kwangsu—si penelpon. ‘Ya! Park Geonil, kenapa kau bodoh sekali, eoh? Kenapa kau membiarkan Sungje hyung keluar?’
Geonil bingung. Sudah sebulanan tidak bertelepon kenapa Sungmo malah marah-marah. Yah.. mungkin Sungmo lagi datang bulan *geonil ngaco!
“Kau berbicara apa sih? Jelaskan dulu, baru ke point!” kata Geonil.
‘Website besar K-Pop mempublish berita baru dan ada fotomu dan Sungje hyung waktu di supermarket! Entah ini benar atau tidak tapi… itu terlihat seperti sebenarnya.’
Geonil menguap lebar. “Ck.. lalu?”
‘Banyak komentar dari antifans! Itu artinya reputasi Supernova akan hancur dan kita akan miskin!! MISKIN KAU DENGAR?!!’
‘Ya.. Ya.. Ya.. Kemarikan teleponnya!!’ suara Jihyuk disampingnya berusaha untuk merebut kembali handphone Kwangsu agar Sungmo tidak terbawa emosi.
‘KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB PARK GEONIL!!’

TIT… TIT… TIT…

Sambungan internasional terputus.

***

“Waeyo?” Sungje melihat kegundahan pada diri Geonil paginya.
Geonil menatap istrinya sambil menggeleng. Ia memaksakan diri untuk tersenyum manis seperti biasanya. “Aniya.”
“Kau tidak baik-baik saja. Iya kan?”
Geonil menghela nafas. Ia memalingkan wajah dari Sungje. “Maybe.”
“Ada apa? Ceritakan padaku!!” Sungje setengah memaksa.
“Kau tidak perlu tahu, sayangku.” Geonil mengelus rambut Sungje lembut. “Makanlah.”
“Aniya! Kau harus cerita dulu, baru aku makan!”
Geonil melenguh kesal. “Makan dulu..”
“Ani!”
“Jangan membantahku, ya?” Geonil berusaha lembut pada istrinya yang sedang sensitif.
“Hiks… kau kenapa menyembunyikan semua dariku? Wae? Memangnya aku selemah itu sampai tidak boleh tahu masalahmu? Hiks.. kau saja tahu masalahku. Hiks… Geonil-ah, kau jahat!!”
Geonil mengacak rambut gondrongnya. Ia menggaruk rambutnya, menjambaknya, membenturkan kepalanya diatas meja. Geonil bingung, kenapa Sungje jadi menangis sekarang.
“Ssssttttt sayangku cintaku manisku Sungje-ku sayang, cup cup…” Geonil memeluk istrinya lembut.
“Hiks… Geonil-ah!!”
Geonil makin mengeratkan pelukannya. Ia tidak mau Sungje tahu kalau sebenarnya diam-diam ia sering menangis kalau Sungje menangis.
“Geoniiiil!!”
“Iya sayang.. sssttt… mian ne? aku tidak akan membuatmu menangis lagi.” Geonil menghapus air matanya dan menatap Sungje lagi.
“Aku sesak! Kenapa kau malah mengeratkan lagi? Kalau aku mati bagaimana?”
Geonil menghela nafas. Ia lalu tertawa kecil menyadari kebodohannya. “Iya aku salah lagi. Mian ne?”
“Geonil-ah…”
“Huhm??”
Sungje tersenyum menggoda Geonil. Geonil pun tidak bisa berkutik dan terus mengikuti arah senyum Sungje.
“Kok malah melamun?!!” Sungje mengerucutkan bibirnya manja.
“Nyonya Park, kau mulai menggodaku sekarang.” Geonil mengambil segelas air yang ada di meja dan meminumnya sampai habis. “Habiskan makananmu!”
“Suapin!” Sungje berkata manja.
Geonil menghela nafas. Lalu mengangguk sambil mengambil piring yang berisi nasi dan lauknya dengan tangan gemetar.
“Kau kenapa? Tanganmu…”
Geonil menggeleng. “Aniya, gwaenchana. Aaa~”

***

Sementara itu, di Korea, 3 member Choshinsung senior sedang berdialog bersama bos mereka. Berita bahwa Sungje hamil dan Geonil menjadi penanggung jawabnya.
“Berita ini benar tidak?” tanya CEO Kim pada Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk.
Mereka bertiga diam dan menundukkan kepala. Tidak berani mengaku yang sesungguhnya.
“Berita ini benar tidak? Bahwa Sungje dan Geonil sudah menikah dan mereka sering melakukan ‘itu’ di dorm ketika manager Han tidak di dorm? Lalu Sungje hamil…” CEO Kim menggeleng bingung. “Kelihatannya itu tidak masuk akal.”
Lenguhan nafas terdengar dari ketiga member choshinsung. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Semuanya benar. Tapi mereka tidak ada yang mau mengaku.
“Sepertinya aku benar. Berita ini tidak benar kan? Tapi… melihat foto mereka di supermarket… ck.. kelihatannya memang benar.”
CEO Kim tahu kalau sebenarnya 3 member choshinsung ini tahu semuanya. Tapi ia belum memaksa mereka bertiga untuk berbicara.
“Kalian tidak mau berbicara?” tanya CEO Kim pada mereka berdua.
Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk menggeleng bersamaan.
“Apa yang kalian tahu tentang berita ini?” tanya CEO Kim lagi.
Kembali gelengan yang didapat CEO Kim.
“Aku yakin kalian pasti tahu. Jawablah.” CEO Kim benar-benar tidak sabar untuk mengetahui jawaban para member.
Nafas Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk sama-sama tidak teratur. Mereka mengetahui semua dan ingin memberitahukannya pada CEO Kim, tapi bibir mereka terus mengatup dan tidak mau mengakuinya.
“Okay. Aku akan memanggil mereka dan membawa mereka kembali kesini. Ck. Dasar anak bodoh! Beraninya mengkhianatiku.”

***

“zutto kimino chikakude zutto kimiwo miteita
Oh no, Oh no ( I need you back now)
ima suguni aitakute..”

Lagu Comeback To Me mengalun lembut dari ponsel Geonil ketika ia baru saja mengantarkan Sungje tidur. Malam ini ia tidak bisa tidur lebih awal seperti kemarin. Insomnianya kumat.
“Yoboseyo?” kata Geonil sambil mengernyitkan dahi untuk mengetahui siapa yang meneleponnya. Nomor handphonenya ini sebenarnya hanya diketahui oleh member choshinsung lain.
‘Park Geonil, eodiya?’ tanya orang diseberang.
Geonil mengernyit lagi. “Mian, nuguseyo?”
‘Eodiya, Park Geonil? Kau tidak ingat aku?’
DEG….
Suara itu memang jarang didengarnya. Namun ia tak asing dengan suaranya. Suara CEO Kim, bosnya.
‘Aku tidak mau tahu, kau harus menjelaskan padaku seluruhnya besok. Mau tidak mau kau harus ke Korea besok dan bawa Sungje serta bagaimanapun caranya.’

Tit…. Tit…. Tit…
Sambungan internasional kembali terputus.
Geonil membiarkan iPhone-nya jatuh ke lantai. Tangannya terlalu lemas untuk mengambil kembali ponsel mahal itu. Nafasnya tercekat. Ia tidak tahu kenapa berita itu bisa ada di internet. Siapa yang mengenalnya di negara ini? Di tempat terpencil ini?
Dan ah ya, sepintar-pintarnya kau menyimpan bangkai baunya pasti akan tercium juga. Begitu juga dengan aibnya ini. Sudah tercium kemanapun.
Geonil lemas. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Haruskah ia ke Korea dan menjelaskan semuanya dan membiarkan reputasi grupnya hancur? Atau… ia berdiam disini dan menghindar dari seluruh media yang mencarinya?

***

TBC

Anjirrrrr keriting jengkol (?) ini tangan gue ngetik akhir chap 2!! Otte? Nggak memuaskan ya? Gue juga bingung kenapa ceritanya malah jadi kayak gini? Ckck..

Gue ga mau tau, pokoknya harus komen!! *plakk
Yang baca tolong yah di komen apa kurang dan apa lebihnya *kalo ada* kalo ga ada lebihnya ga usah diumbar (?)

Mohon maaf kalo ada semacam typo atau apalah. Namanya juga pemula pastilah masih begini *dari hampir 3 tahun lalu nulis masih pemula?!! #abaikan

Makasih bagi yang udah nungguin ff ini. Terutama Lia unnie yang katanya sampe kebawa mimpi ini lanjutannya u.u

Maap Cuma share 4 ff untuk hari ini karna gue ga ada waktu buat nyelesein para ff yang terbengkalai~

See ya’ll at end chap!! *amin*

One thought on “S.E.C.R.E.T (Part 2)

  1. kitty ai-chan

    .mwo?!geonje ketauan?8O
    .tidak!!!apa yang akan terjadi selanjutnya??kita tunggu episode berikutnya#plakk!!abaikan
    .bagus kok lailla-ssi,,,^_^b
    .mmm….mau komen apalagi yah?dah de sgtu aj,,,hahagh
    .abis’a bngung mo komen apalagi
    .keep writing ne!!fighting!!!\(^o^)/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s