Smile, Sungje!

Title : Smile, Sungje!
Genre : Shonen-Ai, Romance, Angst, Canon, OOC, dan terutama GAJE!
Length : oneshoot
Cast :
–    Park Geonil
–    Kim Sungje.
–    CSS members
A/N : Karena ada permintaan dan juga keinginan dari diri gue yang belom kesampean buat nyemangatin Sungje, maka ff ini ada untuknya. Walaupun ini pake bahasa indonesia dan gue ga mungkin translate pake bahasa korea karna gue ga bisa dan inggris yang pas-pasan ==”
Anggap aja disini pada tinggal di dorm karena sekarang Sungje tidur di rumah gue terus
Sekali lagi, DON’T LIKE DON’T READ!! KALO MASIH TETEP MAU BACA, TERIMA NASIB BIAS LO GUE JADIIN BEGINI!!
Maaf kalo gaje, biasalah gue lagi ga dapet ilham buat ff bagus *emang pernah gitu gue punya ff bagus?

***

“Semua lengkap?” tanya sang leader pengganti dengan lantang.
“Siap!!” jawab semuanya serentak.
“Formasi!!” Sungje berteriak layaknya seorang pemimpin dan memberikan para member contoh gerakan dance untuk lagu baru grup berjudul “She’s Gone”
“Han, dul, set, net! Han dul set net! Han dul set net! Bisa?”
“Neee!!”
Tidak ada yang bisa membantahnya sekarang. Sungje sudah senior di grup. Apalagi urusan dance. Tidak ada yang melebihinya. Ah, Jihyuk dan Geonil mungkin bisa? Entahlah. Tapi Sungje paling dibutuhkan disini.
“Ck. Kakiku sakit.” Gumam Sungje pelan. “Kita lanjutkan!!” Sungje menatap ke kaca besar yang memperlihatkan wajahnya dan para member satu persatu.
“Hyung, gwaenchana?” tanya Geonil dari belakang.
Sungje menatap ke belakang. Ia menatap Geonil sambil mengangguk dan mengatur nafasnya.
“Baguslah.” Jawab Geonil akhirnya. “Lanjutkan saja.”
“Okay. Lihat. Han dul set net!! Han dul set net! Han dul set net! Han—“
“Hyung!!” Sungmo dari belakang mengangkat tangannya. “Gerakan kakinya susah. Bisa kau ulangi lagi? Aku lupa. Hehe…”
“Yaaaaaaaah =____=” member lain protes.
Sungje tertawa. “Ah ne. Kau lihat dulu. Kalian juga! Nanti mengaku bisa malah tidak bisa! Kutendang satu-satu kalian!”
Semuanya tertawa kecil. Sungmo memperhatikan gerakan kaki Sungje yang sangat lincah. Perlahan Sungmo pun bisa menggerakkan kakinya selincah sang lead dance.
“Kita mulai dari awal.” Sungje menghela nafas perlahan. Lalu membuat tempo dengan bibirnya sendiri. “Han dul set—ahhhh…”
Seperti adegan di kebanyakan drama, Sungje malah tersandung kakinya sendiri dan hampir saja jatuh kalau lengan kekar Geonil yang tepat dibelakangnya tidak menahannya.
“Sepertinya kau yang harus kutendang sekarang, hyung.” Canda Geonil.
“Ahhhh…. Terserah!! Kenapa kakiku sakit?”
Geonil dan semua member langsung panik.
“Ck! Jihyuk-ah, luruskan kakinya!!” pinta Geonil panik.
“Neee…” Jihyuk langsung meluruskan kaki Sungje perlahan.
“Ahhhssshhh… sakitt!!”

****

“Pergelangan kakinya cedera. Perlu waktu sekitar 4 minggu untuk istirahat total.” Kata Dokter Hwang memberitahu para member dan manager.
“MWO?!!” semuanya memekik kaget.
“4 minggu?!!” raut wajah Jihyuk berubah panik. “Sungje hyung…. Kita…. Ada K-Dream di Tokyo Dome tanggal 29 nanti…”
“Comeback Korea….” Kwangsu menambahkan. Ia menggeleng cepat.
“Comeback Jepang… rilis album…” Sungmo berujar tidak kuat.
“Ani…. Ani!! Aniya… pasti tidak mungkin kan? Dokter, bisakah kau berikan obat agar dia bisa cepat sembuh?!!” Geonil berkata setengah panik.
“Obatnya hanya itu. Istirahat total 4 minggu.”
Helaan nafas sama-sama dihembuskan semua orang di ruangan itu—kecuali si dokter yang tampak tenang-tenang saja.
“Ck. Tidak adakah teknologi canggih yang bisa menyembuhkan cedera dalam beberapa hari saja? Kita harus latihan lagi. Belum lagi, comeback… ck. Kenapa harus sekarang?!!” kata Geonil.
“Nanti kita jelaskan baik-baik pada Sungje hyung. Tenanglah.” Jihyuk menepuk pundak Geonil.
“Yang harus kita lakukan hanya latihan dan mengajari Sungmo menari yang baik. Okay?” kata Kwangsu sambil menatap Sungmo dengan ujung matanya.
“Ya!! Kenapa aku lagi?” protes Sungmo.
“Ya… ya… ya… jangan bertengkar. Sekarang kita tinggal pikirkan bagaimana cara menjelaskannya pada Sungje!” kata manager Han menengahi pembicaraan antar member itu.

***

“Sungje hyung belum makan dari pagi.” Kwangsu melirik jam tangannya.
“Kan hyung lagi diet.” Balas Jihyuk sambil mengambil ramen lagi.
“Kalau diet tidak boleh makan pasti kita-kita yang dulu pernah diet tidak akan hidup sampai sekarang.” sambung Sungmo nyambung.
Jihyuk nyengir lebar. Debat kusir selesai.
Di sisi lain, Geonil menatap pintu kamar Sungje yang tertutup rapat dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Entah kenapa perasaan Geonil saat ini sangat tertekan. Tertekan melihat Sungje didalam sana yang selalu menangisi kebodohannya karena lalai saat latihan.
Tokk… tokkk… tokkkk…
Geonil mengetuk pintu kamar Sungje pelan. Berharap sosok didalam kamar yang sudah mengurung diri lebih dari 6 jam itu keluar.
“Hyung!!” panggil Geonil pelan.
“Nanti dia marah lagi. Sudahlah..” kata Kwangsu.
“Sungje hyunggg!! Kau belum makan kan?! Makan dulu!!” lanjut Geonil tanpa menghiraukan ucapan Kwangsu.
“Geonil-ah, nanti dia malah marah! Kalau dia update status tentang ini bagaimana?” Jihyuk mendukung Kwangsu yang ingin Geonil diam saja dan membiarkan Sungje melakukan apapun.
“Mau update status pakai apa?! Handphone saja hilang!” sambung Sungmo yang asyik membaca komik Jepang terbarunya.
“Oh iya.” Jihyuk menelan ramen terakhirnya dan menaruh mangkuknya di atas meja.
“SUNGJE HYUUUUUNGGGG!!!!!! KALAU KAU TIDAK KELUAR KUDOBRAK PINTU INI!! PALLIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!”
Semua orang di dorm itu melonjak kaget. Sungmo sampai menjatuhkan komik yang sedang dibacanya. Padahal itu bagian paling inti yang ada di cerita. Ketika sang wanita meminta cerai pada suaminya dan suaminya menolak padahal ia mempunyai istri lain diluar sana. Dan istrinya juga mempunyai suami di rumahnya. Pokoknya ceritanya sangat absurd dan random! *ini kenapa jadi ngomongin komik yang dibaca momo sih?*
Klekk..
Orang yang menghuni kamar itu membuka pintunya. Geonil mendesah lega setelah memastikan itu memang benar Sungje. Bukan kakaknya, apalagi adiknya. Karena ia tidak punya adik sama sekali.
“Hyung, kau mau ma…kan…” ucapan Geonil terhenti ketika melihat dua panci ramen itu habis dilalap member. Eh, sebenarnya lebih dari satu panci itu Jihyuk yang menghabiskan. *rakus ==a
“Kau mau makan apa? Biar aku buatkan?” Tawar Geonil.
Sungje menggeleng dan mencoba tersenyum. “Aniya. Aku mau tidur. Jangan ganggu aku.”
“Kau belum makan dari tadi!”
“Aku sedang diet.”
Geonil menarik tangan Sungje yang ingin cepat-cepat berbalik badan. “Pokoknya kau harus makan!”
“Aniya Geonil-ah.”
“Ya sudah. Latihan saja kalau begitu.”
JLEB! (?)
Hati semua member yang mendengar ucapan Geonil langsung tertusuk dengan lembut. Geonil ngajak perang!
“E… B-bukan—“
SREKKK DUGGG!!!!!
Sungje langsung menghentakkan tangan Geonil dan menutup pintunya dengan keras. Geonil mengusap dahinya berkali-kali karena dia ternyata dekat dengan pintu dan tentu saja kena ampasnya.
“Sudah kubilang—“
“Diam kau!” Geonil menatap Kwangsu sengit.

***

Klekkk…
Sungje menoleh dengan wajah penuh air mata. Geonil, teman sekamarnya datang sambil membawakan semangkuk mie dan juga air putih di nampan.
“Terserah ini mau diapakan.” Geonil menaruh nampan berisi semangkuk mie dan air putih itu diatas meja kecil ditengah-tengah kasur mereka.
Geonil lalu berbaring di tempat tidur dan memunggungi Sungje. Sungje menatapnya sebentar lalu ikut memunggunginya.
Sudah hampir 3 hari Sungje menghabiskan waktu di kamar hanya untuk menangis dan menyesali semuanya. Makan pun sering lupa dan tidak pernah habis. Geonil agak kewalahan dengan sifat kekanakan roomate-nya ini.
“Kau tahu kenapa di sebakwi waktu itu aku mengatakan kau berhati lembut?” tanya Geonil tanpa menatapnya.
Sungje diam di posisinya. Ia tidak mau mendengar ucapan Geonil yang menurutnya sekarang tidak ada artinya dan hanya membuang-buang waktu.
“Itu bukan karena kau sering menangis. Tapi lebih karena kau itu peka. Peka terhadap keadaan sekitar dan kau menangis karena tersentuh oleh kepekaan itu.” Geonil menghela nafas. “Aku sebenarnya tidak mengerti juga ucapanku. Tapi kuharap kau bisa mengambil maknanya.”
Sungje diam. Ia juga tidak mengerti dan masih mempunyai pertanyaan kenapa Geonil bilang ia berhati lembut waktu itu.
“Berhati lembut bukan berarti harus terus menangis. Dan menyesal bukanlah jalan yang baik pada saat ini. Kau boleh menyesal, tapi secepatnya kau harus bangkit kembali dan tidak membuat orang khawatir.”
Sungje mengerucutkan bibirnya. Setengah malu dan setengah marah. Ia ingin berbalik badan dan berbalik memarahi Geonil karena tanpa sadar harga dirinya dijatuhkan.
“Memangnya aku membuat orang khawatir?”
Geonil berdeham mengiyakan. “Kau tahu berapa banyak tweets fan yang bertanya kemana Sungje dan mengapa ia tidak memberi kabar.”
“Jadi aku harus apa?”
“ Ya beri kabarlah pada fans! Tuh handphoneku ada dibelakangku. Ambil saja kalau mau update. Ingat, log out dulu!”
Sungje berbalik badan. Menatap punggung Geonil yang bidang dan selalu tegak. Tentu saja karena Geonil rajin berolahraga dan berenang. Malah kadang-kadang ia iri pada magnae yang satu ini, yang selalu ingin menjadi leader. *kayaknya ini authornya yang ngiri sama si geonil deh. Beneran!*
“Tapi sebelum kau beri kabar kau habiskan dulu mie-mu! Katanya kan lagi diet, makanya kubikinkan mie, bukan nasi goreng.”
Sungje tersenyum. “Padahal aku ingin nasi goreng.”
“Katanya lagi diet.”
Sungje tertawa kecil. Dan itu sukses membuat Geonil langsung berbalik badan dan menatap wajah sang leader pengganti yang sedang dilanda kegalauan ini.
“Nah begitu. Jangan terus-terusan menyesal dan menangis! Kau dilahirkan di dunia ini bukan untuk itu.”
“Ck. Mentang-mentang kau sedang menasehatiku kau jadi memanggilku dengan ‘kau’, bukan ‘hyung’ atau panggilan sopan lainnya!” sungut Sungje sambil memasukkan mie ke dalam mulutnya dengan sumpit yang dipegangnya.
“Lalu aku harus memanggilmu apa? Apa Sungje-sama?”
“Ya tidak begitu juga!! Terserah lah! Kau cerewet sekali!”
Geonil tertawa kecil. “Ini. Aku mau tidur ya. Habiskan dan jangan lupa berolahraga besok.”

***

“Ck. Kenapa aku selalu diberi baju berkerah seperti ini? Mencekikku! Sepertinya stylisher ini ingin aku mati.” Sungut Geonil yang baru saja menerima baju untuk membuat video sapaan di K-Dream Live concert.
Geonil lalu melemparkan baju itu dan tidak bergerak beberapa saat.
“Kalau saja aku yang membuat baju untukku sendiri… ck! Pasti aku tidak akan tersiksa. Aaaah ummaaaaa!!!!”
“Ck. Kau berisik sekali.” Seseorang tiba-tiba datang dan mengagetkan Geonil.
“Hyung, kau—“
“Aku bukan orang lemah. Aku dilahirkan di dunia ini bukan untuk jadi orang lemah.” Ujar Sungje menirukan ucapan Geonil dengan edit sana sini.
“Kakimu…. Tidak apa-apa?”
Sungje menghela nafas. “Sakit sih. Tapi… aku tidak kuat mendengarmu mengeluh terus. Kau dilahirkan—“
“Terserah!!” Geonil langsung mengakhiri ucapan Sungje.
Sungje mengambil baju yang dilemparkan Geonil di sofa. Ia lalu menyuruh Geonil untuk memakainya. Awalnya Geonil menolak, tapi daripada mendengar Sungje mengoceh seperti ibu-ibu jadi dia memilih diam.
“Uhukkk.. ahhhh… ini mencekik tahu!! Kau tidak tahu saja aku tidak bisa memakai baju seperti ini!” lirih Geonil sambil terus menarik kerah bajunya.
“Aku sudah lebih dari 5 tahun hidup menjadi temanmu. Aku tahu semua tentangmu karena kau membocorkannya sendiri!” Sungje terus menarik baju itu agak kebawah untuk memperkecil tekanan di dekat leher Geonil.
“Kita tukaran baju saja ya hyung?” kata Geonil dengan sangat memohon.
Sungje menggeleng. “Kakiku sakit. Kalau kupaksa jalan ke ruang ganti sembuhnya pasti lama.” Sungje kembali mengotak-atik pakaian Geonil sampai Geonil lelah dan ingin mencopot pakaiannya lagi.
“Sudah lebih enak?” tanya Sungje yang mendengar deru nafas Geonil yang seperti biasa.
Geonil mengangguk. “Iya.”
Sungje dan Geonil saling bertatapan beberapa detik. Sungje lalu tersenyum menyadari si magnae yang selalu ingin menjadi leader ini malah melamun dan tidak mendengarkan ucapan Sungje.
“Diam-diam kau mengikuti jejakku ya?”
“Ha?” Geonil baru tersadar dari lamunannya.
“Kau membaca tweet fan. Tumben.”
Geonil mendesis. “Memangnya tidak boleh?”
“Heran saja kenapa kau mau repot-repot membaca tweet fan dan memberitahu padaku kalau mereka bertanya tentangku.”
“Kau cerewet sekali!”
Sungje menepuk pundak Geonil. “Ck. Biar bagaimanapun aku ini tetap seniormu. Panggil aku dengan sopan.” Sungje lalu tersenyum dan membalikkan badan. Dengan sedikit terpincang ia berjalan ke tempat dimana member menunggunya.
“Sunbae, kau harus berjalan dengan cepat. Sini kubantu.” Geonil langsung merangkul Sungje dan membantunya berjalan.
Sungje tertawa kecil. “Cih! Gomapta hoobae!”
“Saranghae sunbae…”
DEGG
Geonil tertawa kecil melihat perubahan raut wajah Sungje. “Kau percaya? Aku kan hanya bercanda.”
Sungje tersentak. “B-bercanda?” Sungje menatap Geonil kesal.
“Tapi kalau kau benar suka ya, aku juga harus mengakuinya.”
“Kalian lama sekali! Palli!” manager Han sudah berdiri di ujung koridor.
“Kakiku kan sakit. Jalannya pasti lama.” Alasan Sungje.
“Terserah!”

****

Malamnya….

“Kalian kenapa malah melihatku? Ayo lanjutkan latihan!” omel Sungje karena ia dilihat sebegitu dekatnya oleh member.
“Tapi, sepertinya koreografi ini terlalu keras untukmu, hyung.” Kata Kwangsu.
“Yang latihan kan kalian.” Dengus Sungje. “Jangan banyak alasan! Cepat latihan. Aku bisa mengurus kaki jelekku ini sendiri. Palli! Aku akan melihat kalian.”
Semua member langsung mengambil posisi untuk memulai latihan. Sungje melihat mereka semua. Iri. Ya, ada sedikit.
Tapi ia yakin, kakinya akan sembuh sebentar lagi. Dan ia juga tidak akan mengulangi kesalahan ini. Mungkin ini ujian untuknya karena selalu meremehkan kesehatan dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada kaki.
“Jangan melamun! Kau dilahirkan di dunia bukan untuk melamun!” teriak Geonil.
Sungje tersentak. Ia menatap Geonil yang sedang latihan. “Ya! Latihan!”
Geonil tertawa keras. Koreografi hancur.
Jihyuk menjitak kepalanya.
Kwangsu menonjok pundaknya.
Sungmo menendang pelan kaki Geonil.
Sungje menjewer telinga Geonil keras-keras.

****

END (?)

Endingnya ga banget yah?
Bingung sih gue mau dijadiin apa. Masa gue jadiin NC? Puasa woy puasa!!!! #plakkk
Okelah, sekali lagi gue Cuma mengarapkan komen dari kalian. Terserah apa aja! Mau ngebash juga ga papa. Gue ladenin kok  #oranggila

6 thoughts on “Smile, Sungje!

  1. Sooyeon Choi

    Ah.. ga NC nih ga NC #yadongnyakumat
    Sya ga bisa berkata apa apa lgi selain “FF ini bagus banget!!”😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s