What Makes Sungje Cry

Title : What Makes Sungje Cry
Genre : comedy, friendship, OOC, ga jelas, etc
Length : oneshoot
Main cast : GeonJe
Other Cast : CSS members~ (Tanpa tetua)
A/N : ANNYEONG!!!!!!!
Lagi rajin nih gue sehari share sesuatu ==a hahha… sekarang ff oneshoot lagi. Gue lagi bingung gimana cara lanjutin secret sama TTL ==” jadi…. KABUR!!!!! *author ga tanggung jawab*
Ff ini spontan dateng di pikiran gue karna ngebayangin tubuh Sungje yang makin montok aja sedangkan dia mau comeback she’s gone waktu itu ==” maap kalo ada kesalahan kata. Wabillahi taufik wal hidayah *EEEEH* dan maap kalo ada typo dan semacamnya. Without editing karna gue udah ngantuk ==”

****

“HUEEEEEEEEE GEONIIIIIIL!!!!!!!”
Geonil tersentak mendengar namanya dipanggil dengan jelas walau telinganya tertutup headset dan didalamnya sedang memutar lagu full rap berbahasa inggris.
“Eh hyung? Wae?” tanya Geonil panik melihat hyung kesayangannya itu menangis padahal baru saja ia keluar dari kamarnya 30 menitan.
“Hueeeeeeee jangan tanya sekarang!! Aku pusing!!!”
Geonil menghela nafas. Ia mematikan musik yang sedang berputar di iPhonenya. Ia menatap Sungje yang memunggunginya sambil terisak. Sepertinya ada hal yang membuat hyung kesayangannya itu menangis sampai tertekan seperti itu.
“Ceritakan padaku kalau sudah siap.”

***

“Sungje hyung masih tidak mau bicara?” tanya Jihyuk.
Geonil menggeleng. Ia benar-benar stress karena terlalu memikirkan yang terjadi pada Sungje. Sudah 4 hari ini Sungje mengurung diri di kamar dan tidak mau makan. Sesekali ia keluar hanya untuk minum. Tidak seperti biasanya. Biasanya Sungje tidak mengelak kalau diberi cemilan. Sekarang kalau kebetulan bertemu Jihyuk di dapur dan si happy buta menawarkan cemilannya Sungje pasti akan menggeleng sambil tersenyum lemah. Kantung matanya terlihat makin besar sekarang. Jihyuk yakin Sungje tidak mungkin tidak kenapa-napa. Pasti ada apa-apanya!
“Sungje hyung membuang semua cemilan yang waktu itu kita beli!” lapor Sungmo pada Geonil dan Jihyuk yang sedang berada di dapur untuk menggosip.
“Mwo?!” mata Geonil membulat sempurna. Geonil ingat tadi malam Sungje mengumpulkan snack ketika ia masih sedikit sadar dengan dunianya. Suaranya terdengar agak berisik. Geonil kira Sungje akan memakannya…
“Kita melihatnya bersama! Sungje hyung membuang makanannya dengan wajah lesu dan kemudian kembali ke kamarnya lagi.” Jelas Kwangsu sedikit panik.
“Sebelumnya kita sempat bertanya kenapa ia membuangnya. Tapi ia malah diam dan hanya tersenyum lemah! Geonil-ah, tanyakan kenapa dia begitu!!!” tambah Sungmo sekaligus menuntut.
Geonil menghela nafas. Ia jatuh terduduk di kursi didekatnya. Ketiga member lain pun ikut duduk dan menanti keadaan selanjutnya.
“Kalian percaya kemarin Je hyung menamparku karena aku terlalu sering bertanya ‘Wae? Wae? Wae?’? aku ingin dia tenang dulu baru menjelaskan.” Kata Geonil mengingat kejadian dua malam lalu.
“Tapi ini sudah gawat!! 4 hari hanya minum dan dia tidak menyentuh sedikitpun makanan yang kita sediakan!” kata Sungmo.
“Geonil-ah, bantu kami ya? Sebentar lagi kita comeback! Masa kau tega membiarkan Je hyung lemas diatas panggung?”
Geonil menggeleng. “Ani! Aku tetap akan menunggunya tenang dulu baru meminta penjelasan!”
“Tapi—“
“Tidak ada tapi-tapian!” Geonil berdiri tegas. “Pokoknya aku akan menunggu—Je hyungie?”
Semua perhatian terarah pada pandangan Geonil. Sungje berjalan dengan lesu ke arah dapur. Ia menatap Geonil yang terlihat sangat jelas di pandangannya.
“Geo—“ dan Sungje pun langsung pingsan sebelum nama yang dimaksud benar-benar terucap dengan benar dan lengkap.

***

Sungje membuka matanya perlahan. Matanya terasa sangat berat sekarang. Sungje menggerakkan kepalanya kesamping kanan. Ada selang infus mengalir ke tubuhnya. Lalu ke kiri, dan Sungje bisa melihat sesosok pria sedang tertidur dengan pulas. Sungje menghela nafas. Ia lalu mencoba bangun dan ingin kabur. Tapi sayangnya sebelum keinginannya itu terpenuhi pria di sebelah kirinya tersentak dan terbangun dari tidurnya.
Pria itu tersenyum manis. “Kau sudah bangun hyung?”
Sungje mendengus kesal mendengar pertanyaan yang sering ada di drama itu. “Belum!” jawabnya ketus.
“Oh kalau begitu aku mau tidur lagi.”
Sungje tersenyum geli. Ia menatap Geonil yang sepertinya memang benar-benar lelah. “Kau lelah? Tidur saja disini.”
“Seharusnya kau pindahkan aku ke kasur! Jangan suruh aku ke kasurnya!”
“Anak ini! Masih mending kusuruh daripada kudiamkan!”
Geonil tersenyum. “Aku panggil dokter dulu ya.”
Sungje mengangguk. Geonil berdiri dan bersiap berjalan cepat mencari dokter.
“Geonil-ah!” panggil Geonil sebelum Geonil benar-benar menutup pintu kamar inapnya.
“Ne?”
“Belikan aku makanan.” Sungje tersenyum polos. “Baegopa…”
Geonil terkekeh pelan. “Neee!!”

***

Gleek..
Sungje menelan ludah berkali-kali menatap semua makanan yang terpampang di depannya. Chicken teriyaki, pizza, spageti, kimbap, bulgogi, jajangmyun, oseng-oseng tempe, oseng-oseng kangkung, sayur bayam, kimchi, dan semuanya ada disitu!
“Geonil-ah…” Sungje menggeleng untuk menghalau bayangan yang akan muncul di pikirannya.
“Makan dong. Sudah kubelikan.” Kata Geonil menggoda.
Sungje menatap Geonil yang sepertinya ingin menjahilinya. Ingin menggodanya karena hal yang ditutupinya ketahuan.
“Makan saja sendiri! Selera makanku hilang!” kata Sungje. Ia kembali tiduran dan memungungi Geonil.
Geonil menghela nafas. Pasti Sungje salah paham!
“Tuh kan…” gumam Geonil parno. Ia melihat punggung Sungje bergetar. Tidak salah lagi kalau si leader pengganti sedang menangis.
“Kau jahat!!” kata Sungje.
Geonil menggeleng. “Hyung…”
“Singkirkan makanan itu dan jangan tunjukkan itu lagi padaku!”
“Makan salah satu dari itu, baru kusingkirkan.” Kata Geonil. Ia berjalan ke depan Sungje.
Sungje tersentak dan langsung bangun dari posisinya. Ia menatap Geonil dengan matanya yang masih sembab.
“Sini…” Geonil memeluk Sungje lembut untuk menenangkannya. “Jangan paksakan dirimu.”
Sungje mengeratkan pelukannya pada Geonil. Tubuh Geonil hari ini benar-benar hangat. Entah kenapa Sungje menyukai ini.
“Makanlah. Lalu ceritakan sedetail-detailnya padaku. Oke?”
Sungje melepaskan pelukannya. Lalu mengangguk dan mengambil sendok untuk menyuap beberapa makanan.
Prang!!!
Sendok itu langsung jatuh. Kondisi tubuh Sungje tidak kuat walau hanya untuk mengangkat sendok. Geonil mengambilnya dan mengelapnya dengan tisu yang sudah disediakan pihak rumah sakit di laci meja sebelah kasur.
“Memang enak tidak makan 4 hari!” ejek Geonil sambil menyendokkan kimchi ke mulut Sungje.
“Tidak.” Jawab Sungje dengan mulut penuh kimchi. “Sini biar aku saja!”
Sungje sudah cukup kuat sekarang untuk menghabiskan makanan yang ada didepannya. Geonil tersenyum bahagia melihat Sungje kembali.

Di lain pihak….

“Kalau kau lebih muda dariku pasti sudah kutonjok!” kata Kwangsu setelah mendengar cerita dari manager Han.
“Tapi kan memang seharusnya begitu…” Manager Han membela diri.
“Tapi kau tahu sendiri kan tetua kita sekarang sensitifnya seperti apa? Kenapa tidak pakai cara yang lebih halus?” tambah Sungmo untuk memprovokasi manager itu.
“Yang penting sekarang kan Sungje bisa makan enak. Tuh… romantis lagi!”
Pandangan 4 orang itu mengarah ke dua orang lelaki yang ada didalam. Sungje menyantap makanannya dengan nikmat dan sesekali menyuapi Geonil yang sepertinya menggodanya.
“AAAAAAA~~~~~~” Manager Han dan 3 member Choshinsung itu menghayati drama itu.
“Ini benar-benar lebih romantis dari Meteor Garden!” komentar Jihyuk.
“I Give my First Love to You!” tambah Kwangsu.
“Secret Garden!” Sungmo nimbrung.
Dan mereka pun terus menonton adegan romantis itu tanpa mengajak authornya T.T

***

* END *

And what makes Sungje cry? Wanna know what is this? Yeah, just read it😀

~flashback~

“Beratmu sekarang berapa?” tanya Manager Han pada Sungje yang sedang memakan cemilan setelah mendiskusikan konsep untuk comeback Korea mereka.
“70 kilo lebih mungkin?” jawab Sungje tidak yakin. Mungkin lebih dari 75 kg menurutnya.
“Coba timbang!”
Sungje menghela nafas. Ia menaruh kertas berisi sketsa album dan berjalan ke arah timbangan dengan malas.
“78 kilo?!” Manager Han menggeleng kaget.
Sungje berjalan kembali ke tempatnya dengan santai. Ia kembali mengambil cemilan yang disediakan dan memakannya sampai habis.
“Kau harus diet!!”
“UHUKK…” Sungje langsung tersedak.
Manager Han menyodorkan minuman dengan wajah datar. “Pokoknya sebelum sebulan kau harus mengurangi 10 kg dari berat badanmu sekarang!”
“Kalau begitu susah! Jangan-jangan aku mati duluan sebelum sampai target.”
“POKOKNYA SEBELUM SEBULAN BERAT BADANMU HARUS TURUN 10 KILO!”
“Tapi…”
“Tidak boleh makan malam! Apalagi cemilan! Kau harus makan nasi sangat sedikit HANYA pada pagi hari. Siang hari kau makan pisang, malamnya pisang lagi, dan malamnya kau hanya minum air!”

****

END

8 thoughts on “What Makes Sungje Cry

  1. laladwiputri

    WAAAAAAK ini komedi banget sumpah yg aku terka sungje jealous sama geonil karena sesuatu entah itu ia baca apa ia liat apa ia rasakan(?) pokoknya saya benar-benar tertipu sama ff ini ngakak! ini deep comdey thor aaaaaah mau ff yg kayak gini lagi thor mau mau :3

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s