Trully, I Missing You

Title : Trully, I Missing You
Genre : comedy, romance, friendship, shonen-ai, gaje, canon, etc etc etc
Length : oneshoot
Main Cast : mau tau? Baca dulu😀
Other Cast : of course CSS members~
A/N : entah kena pelet apa gue jadi bikin YunMo, dan ini SEHARIAN!! SEHARIAN GUE DI KAMAR CUMA BUAT NGETIK INI! Hasilnya pendek dan jelek ya? Itu karna gue lagi berantem belain momo buat yunhak di RP -_-
Oke ini ff ga jelas dan CANON! Wassalam~

***

“Sungmo-ya, Yunhak hyung akan libur 3 hari! Dia akan main kesini!” kata Jihyuk antusias.
Sungmo menatap Jihyuk dengan tatapan yang tidak biasanya. Antara marah dan ingin menerkamnya hidup-hidup. Akhirnya Jihyuk berbalik badan dan kembali ke kamarnya.
Sudah hari ke-100 Yunhak—big hyung sekaligus leader Choshinsung—pergi menjalani kegiatan wajib negara, wajib militer. Dan di hari ke 100 lelaki itu berjanji untuk datang ke dorm untuk berlibur seharian. Terutama bersama salah satu dari 5 adiknya di Choshinsung.
Sungmo masuk ke kamarnya dan menutup pintunya dengan kasar sehingga menimbulkan suara besar dan memekakan telinga. Sepasang kekasih di kamar sebelah mengomel tidak jelas karenanya.
Entah kenapa ia jadi benci sendiri mengingat ucapan Jihyuk yang mengatakan Yunhak akan berkunjung ke dorm dan menginap sehari disini. Sepertinya Sungmo sangat tidak menginginkan Yunhak kesini.

***

4 member Choshinsung melongo menatap Sungmo yang terus-terusan keluar masuk kamar mandi. Beribu terkaan mereka dapatkan. Dan akhirnya mereka setuju kalau Sungmo…
“Datang bulan?!” pekik mereka semua kecuali Sungje.
“Ya! Pikiran kalian kenapa sih selalu kacau? Dulu aku marah-marah juga kalian bilang datang bulan!” kata Sungje sambil menjitak satu-satu member Choshinsung.
“Aaaauu!!” rintih mereka semua. Terutama Geonil yang selalu mendapat pukulan yang paling keras dari yang lainnya. Padahal Geonil-lah yang punya hubungan khusus dengan Sungje.
“Sepertinya justru istrimu yang datang bulan!” bisik Kwangsu pada Geonil.
“Yaa!! Menggosip terus! Ayo teruskan kita mau buat apa besok saat Yunhak hyung datang!”

Di sisi lain…

Sungmo terus menutup kupingnya dengan lagu-lagu yang sering ia dengarkan. Tapi kebanyakan ballad. Jadi akhirnya Sungmo pun bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan teman-temannya diluar.
Sungmo benar-benar tidak ingin mendengar apapun yang berhubungan dengan Yunhak saat ini. Bahkan setiap lagu Choshinsung yang ada suara Yunhaknya langsung ia skip dan cari lagu yang lebih baik lagi.
“Tanya Sungmo saja! Dia kan lebih tahu selera Yunhak hyung!” terdengar usulan Jihyuk yang terdengar sangat masuk akal. Semua yang Yunhak suka memang Sungmo tahu. Bahkan beberapa dosanya saja Sungmo hafal.
“Iya. Seperti Sungje hyung yang tahu apa saja yang kusuka. Iya kan?” terdengar juga suara Geonil yang sepertinya menggoda Sungje.
“Sudah cukup cukup cukup!!! Cukup penggodaan busukmu itu magnae tua!” Kwangsu menengahi dunia GeonJe. “Oke, besok kita bangun pagi-pagi dan membuatkan makanan untuk Yunhak hyung! Sekarang kita tidur saja!”
Hufftt…
Sungmo menghela nafas lega. Akhirnya teman-temannya tidak akan mengganggunya dengan pertanyaan seputar kesukaan Yunhak. Karena hari ini benar-benar Sungmo tidak mau membicarakan apapun dengannya!

***

“HYUUUUUUUUUUNG!!!!!!!!!!!!!!” teriak Sungje untuk pertama kalinya karena melihat sosok Yunhak di depan pintu menggunakan pakaian santai. Sungje langsung berlari setelah menaruh panci panas dan memeluknya erat.
“Sabar ya.” Jihyuk menepuk pundak Geonil yang sedang dilanda kegundahan karena sekarang Sungje jadi mengacanginya.
“Ya! Kalian apa kabar?” tanya Yunhak setelah melepaskan diri dari pelukan maut Sungje.
“Baik…” jawab semuanya kecuali Geonil yang manyun sambil terus menatap Sungje yang menempel di tubuh Yunhak seperti boneka karet.
“Ya, Geonil marah itu!” bisik Yunhak pada Sungje.
“Biar saja! Siapa suruh menerima tawaran drama romantis lagi!” balas Sungje menyindir.
“Modus!” gumam Jihyuk.
“Sungmo mana?”
Semua sontak melihat ke kamar yang tertutup rapat selain kamar mandi. Yunhak berjalan ke depan pintu kamar itu dan meninggalkan adik-adiknya yang lain yang sedang menontonnya.
“Sungmo-ya!” panggil Yunhak sambil mengetuk pintunya. “Yoon Sungmo!!”
Tidak ada sahutan dari dalam. Sungje, Geonil, Kwangsu dan Jihyuk berlari untuk melihat adegan itu lebih dekat.
“Ya Yoon Sungmo, kau tidak merindukanku, eoh?” tanya Yunhak sambil terus mengetuk pintu itu. “Sungmo-ya… Jangan diam disitu. Banyak makanan disini!”
Yunhak meraih gagang pintu kamarnya sebelum wajib militer itu. Tidak dikunci ternyata. Empat member lain tertawa kecil.
“Sungmo-kun…” panggil Yunhak.
Sungmo diam di kasurnya. Tidak bergerak sama sekali. Bahkan tidak terdengar deru nafasnya sama sekali.
“Kau belum mati kan?” tanya Yunhak sambil memijat pelan pundak Sungmo. “Sepertinya badan ini telah dipakai lama ya. Pasti lelah.”
Sungmo tidak menunjukkan gerak apapun. Tapi Yunhak bisa tenang selama nafas lelaki itu masih berhembus.
Yunhak membisikkan sesuatu pada Sungmo. Tapi member lain tidak tahu. Keempat memberpun menyingkir dan memilih bergosip sendiri.

***

@ 11.00 PM

Yunhak tidak bisa tidur. Ia terus-terusan keluar masuk kamar dan mengambil air dingin di kulkas. Sesekali ia melihat gerak gelisah Sungmo. Tapi Yunhak tidak mau mengganggunya.
“Hyung…” ucap seseorang dengan suara kecil.
Yunhak tidak terlalu mendengarnya. Tapi ini seperti adegan di film. Jangan-jangan ada setan anak kecil dari tempat wajib militernya memanggilnya!
Bulu kuduk Yunhak seketika berdiri. Ia memang paling ogah berurusan dengan hantu. Nonton horor aja ogah, apalagi…
“Hyung….” ‘sosok’ itu memeluknya dan menyandarkan kepalanya di punggung Yunhak. ‘sosok’ itu menangis. Tapi Yunhak langsung tahu ini siapa dan tertawa sendiri karena ia membayangkan sosok itu sebagai hantu.
“Ya… Dasar anak nakal!” Yunhak langsung melepaskan pelukan Sungmo dan berbalik badan menghadapnya. Sungmo masih berlinang air mata ketika menatap Yunhak.
“Hyungieee!!!!” Sungmo memeluk Yunhak lagi.
Yunhak tertawa kecil. “Dasar anak kecil!”
“Kenapa baru pulang sekarang???”
“Kau sering mengunjungiku kan!” Yunhak mengelus punggung Sungmo lembut. “Untuk apa aku mengunjungi sini?”
“Aku kan juga—“
“Apa?” Yunhak mulai menggoda Sungmo karena anak itu diam setelah mengucap kata itu.
“Kuriunnare…”
Yunhak tertawa keras. Sungmo tersenyum malu dan ingin pergi dari situ. Tapi kemudian ia menarik tubuh Yunhak ke kamarnya.
“Let’s do something there..” kata Sungmo.
“What will you do, little dongsaeng?” tanya Yunhak jahil.
“Here you can see, big hyungie..” Sungmo langsung mengunci pintu kamar setelah sampai.

***

“Waaaah mereka mau melakukan apa?” tanya Jihyuk dengan suara pelan.
“Pasti ‘itu’!” tebak Geonil pervert.
“Dasar pervert!” Sungje menjitak kepala Geonil kasar.
“Auuuu!!!” rintih Geonil.
“Sudah ditutup! Bubar!! Bubarr!! Bubarrr!!” Kwangsu membubarkan diri paling awal. Lalu semuanya.

#wanna know what GeonJe do after this? Look this :D#

“Kau sengaja memanasiku di depan Yunhak hyung?” tanya Geonil setelah masuk kamar.
Sungje menghela nafas panjang. “Kalau iya kenapa?”
“Aku cemburu!”
“Oh, kudanil bisa cemburu.”
Geonil menghela nafas kesal. Tapi sebisa mungkin ia menahan amarahnya di depan Sungje, didepan orang yang paling disayanginya.
“Dengarkan aku, Kim Sungje,” Geonil menatap tepat didepan mata Sungje. “kalau aku tidak menerima tawaran itu, tandanya aku tidak dapat uang. Kalau tidak dapat uang, kau dan anak kita mau diberi makan apa nanti?”
Sungje manyun. Ia masih kesal karena Geonil menerima tawaran drama romantis. Tapi benar juga kata Geonil. Sungje pun dilema.
“Sekarang tidur. Terserah kau mau berpikir buruk apa tentangku karena menerima drama romantis ini. Dan bayangkan bagaimana rasanya melihatmu berciuman seperti itu di drama.” Geonil merebahkan diri di sebelah Sungje dan memunggunginya.
Sungje mendengus. Ia memang pernah begitu. Menerima drama yang ternyata ada adegan terlarang. Dan ia sempat bertengkar hebat dengan Geonil.
“Mianhae.” Sungje memeluk Geonil dari belakang.
“Zzzzz…” Geonil sudah tidur.
“Sweet dream.”

#sementara Jihyuk & Kwangsu….#

“Kenapa aku harus menjadi yang tersial disini?” pekik Jihyuk kesal.
Daritadi ia didiamkan Kwangsu. Bahkan sekarang juga. Kwangsu sudah tidur sedangkan Jihyuk tidak bisa tidur. Jihyuk akhirnya membuka twitter dan men-stalk twitter Kwangsu. Isi tweetnya sama saja. Tidak ada tanda-tanda kalau Kwangsu ‘selingkuh’.
Selingkuh?
Jihyuk langsung batuk sendiri. Kenapa ia bisa berfikiran begitu?
“Oh ya, aku kan normal tidak seperti dua pasangan itu. Hok.” Jihyuk terbatuk sendiri lagi.
“Tapi aku sendiri sekarang! Siapa yang mau denganku???”

*Gue jawab ya, Ji! Gue mau!! Tapi Cuma buat simpenan oke?*

***

END (?)

Dipersilakan untuk bantai sungje (?)

6 thoughts on “Trully, I Missing You

  1. laladwiputri

    hahahaha hampir mau buat nc ya? :p yaAllah thor akhirnya di update ini ff yg di ungkit-ungkit di twitter tetep aja komedi hehe but i do love it😉 next update-annya buat BBGB ya author😀

    Reply
  2. liaprimadonna

    yaampun sungmo galau kenapa? yunhak gk pulang galau, yunhak pulang juga galau
    *sungmo: masalah buat lo #sungmoalay
    itu nc di skip yak buahahahahahaha
    adegan geonje selalu bikin ngakak, yg paling kasian disini emg jiji yak, kenapa kwangsu cuek gitu sih?
    ayo bikin kwnghyuk bisa kali lai -.-
    ini terlalu pendek!! #plak

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s