Unpredictable Life

Title : Unpredictable Life
Genre : straight, angst, hurt, OOC *parah!*, life, etc
Length : ?
Main Cast :
~ Kim Sungje
~ Park Yoochan
Other Cast : Choshinsung members~
A/N : Waaah lama ga bikin ff cast kopel abadi gue #plakk
Ada yang kangen sama kopel maksa besutan L-Ent gak? Hahaha…
Ini ff maunya gue bikin oneshoot, tapi ntar jadinya longshot. Kalo mau gue jadiin chaptered takut males lanjutin. Jadi… galau😦
Sok atuh dibaca aja. Mau komen silakan, ga komen juga ga papa. Gue ga mau maksa. hahaha

***


Lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali ia harus menerima klakson dari sedikit mobil yang sedang melintas di jalan sepi itu.
Kim Sungje menghentikan mobilnya sebentar di pinggir jalan. Ia memejamkan matanya, mencoba menghalau rasa pusingnya setelah menghadapi beberapa orang yang mengaku fansnya dan mengganggunya. Mengambil gambarnya, menyentuh pipinya, mengecup bibirnya, memukul dadanya, bahkan sampai menyentuh bagian bawahnya. Entahlah. Apa karena ia sedang mabuk makanya wanita-wanita kurang kerjaan itu mengganggunya? Atau karena memang postur tubuhnya yang menggoda?
Kim Sungje, seorang member boyband yang cukup terkenal di Korea, dan lebih terkenal lagi di Jepang, berumur 26 tahun dengan postur tubuh yang sempurna. Tingginya 184 dengan berat ideal, kulitnya putih, wajahnya tampan, suaranya bagus, dancenya keren, sangat sempurna. Tapi dibalik kesempurnaan luarnya ia juga memiliki masalah seperti manusia pada umumnya. Ia sangat tempramental. Ia tidak suka diganggu, ia tidak suka wanita pengganggu yang sering mengikutinya kemana-mana. Ia kekurangan kasih sayang, walaupun di usianya ke 26 ini ia telah menerima banyak ucapan selamat ulangtahun dan cinta dari para penggemarnya, tetap saja ia masih mencari kasih sayang yang lain. Masalahnya yang lain adalah ketika ia harus menghadapi kenyataan kalau ternyata Park Geonil, magnae di grupnya yang menjadi bintang utama drama yang diperkirakan akan sukses besar, dan juga satu film yang akan mulai syuting tahun depan. Dan Han Hyosung, yang menjadi kekasihnya sejak 2 bulan lalu itu memutuskannya.
“AAARGGGHHHHHHHHHHHHH!!!!” Kim Sungje memukul stir mobilnya kesal. Ia mengacak rambutnya sampai benar-benar berantakan. Kemudian ia mulai menyetir lagi dengan kecepatan ekstra cepat, melebihi kecepatan yang diperbolehkan. Tapi ia tidak peduli, ini hidupnya, jalan ini sebagian adalah dari pajak yang dibayarkannya tiap tahun, dan ia boleh menggunakannya dengan semena-mena.
Tak lama kemudian lelaki itu sampai di depan rumahnya, rumahnya sendiri. Ia keluar dari mobilnya untuk membuka sendiri pintu gerbang besarnya.
“Ck kenapa pintu ini sangat menyusahkan?” lelaki itu menendang pintu gerbangnya dengan kesal. Kemudian membuka pintu itu dengan kesal.
Sungje berjalan kembali untuk memasukkan mobil sedannya, dan melihat ada sosok wanita sedang tertidur di bawah pohon depan rumahnya.
“Dasar pengganggu! Kau sengaja menungguku untuk memperkosamu seperti yang diinginkan fangirl lain? Sini akan kukabulkan permintaanmu!” Sungje langsung menyeret gadis itu agar masuk ke mobilnya dan membawanya ke dalam rumahnya.
“Eh… apa yang kau lakukan?” gadis itu terbangun dan bertanya dengan suara lemah pada Sungje.
“Kau menungguku pulang kan? Ini aku sudah pulang,” Sungje tersenyum dingin.
“Ani.. Aku hanya—“
“Ayolah masuk saja. Kau mau berapa ronde? Kau haus kan?” Sungje menarik gadis itu ke dalam mobilnya.
“Aniya..” sekuat tenaga gadis itu mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Sungje, lelaki yang tidak ia ketahui asal usulnya. Tapi akhirnya ia kalah, tentu saja.

****

Gadis itu terbangun keesokkan harinya. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Sakit, semuanya sakit. Ia kembali menangis.
Ia menatap ke sekelilingnya. Kamar besar ini menjadi neraka baginya. Tadi malam ia diseret kesini dengan tidak manusiawi. Lelaki yang terus marah-marah itu menyeretnya. Kalau ia tidak mau mengikutinya, lelaki itu pasti akan menamparnya, atau menendangnya.
Kasur putih ini empuk, ia tidak pernah merasakan kasur seempuk ini. Tapi seempuknya kasur ini tetap saja neraka. Disinilah akhirnya untuk pertamakalinya ia disentuh orang yang tidak dikenalnya. Ia masih bisa merasakan selangkangannya sakit tak tertahankan. Ia juga masih bisa merasakan keberadaan benda panjang tumpul milik laki-laki yang tadi malam tertanam di dalam mahkotanya, walaupun benda itu sudah tidak disitu lagi.
Park Yoochan menatap keadaan kasurnya, terdapat bercak darah keperawanannya. Habis sudah harga dirinya. Ia akan mendekam dalam penyesalan seumur hidupnya karena pernah melewati jalan ini, dan bertemu dengan orang depresi macam lelaki itu.
“Mianhae..” ucap seseorang dari belakangnya.
Yoochan menangis lagi. Kini air matanya benar-benar dikeluarkan semua. Ia tidak bisa menahannya lagi, dan ia berharap Tuhan mencabut nyawanya sekarang juga. Ia tidak akan menolak jika Tuhan menjebloskannya ke neraka yang paling dalam karena ia memang salah, ia sangat berdosa.
“A-aku sedang mabuk kemarin dan aku… aku benar-benar minta maaf,” ucap lelaki itu.

~ Flashback ~

Kim Sungje langsung menghempaskan tubuh Park Yoochan diatas kasur putih mahalnya yang berukuran besar. Kemudian ia menanggalkan semua pakaiannya dan langsung menindih Yoochan yang sedang dalam keadaan lemah diatas kasur. Ia melumat bibir gadis itu dengan penuh nafsu dan tidak mengizinkan gadis itu mengambil nafas. Gadis itu memberontak dengan lemah, tapi Sungje malah menambah nafsu di dalam ciumannya. Setelah melepaskan ciumannya, Sungje melepas paksa dress sederhana yang dipakai Yoochan dan melemparkannya ke sembarang tempat. Sungje juga melepaskan bra dan celana dalam yang dipakai gadis itu.
“Apa yang kau lakukan… sakittt…” racau gadis itu lemas.
Sungje tidak peduli. Ia terus mengeluar masukkan jari-jari panjangnya ke dalam liang vagina Yoochan dan tidak peduli akan teriakan kesakitan gadis itu.
“Kenapa kau berteriak seperti kesakitan? Seharusnya kau menikmati ini. Aku beritahu ya, aku sering melakukan ini dengan Hyosung, pacarku! Kau mau menyebarkan berita ini ke media? Sebarkan saja! Dan katakan pada mereka kalau aku memperkosamu. Aku sudah muak dengan sasaeng fans sepertimu, dan aku pun muak dengan Hyosung yang memutuskanku di hari yang sama aku ditolak oleh sutradara film untuk menjadi pemeran utamanya! Aku gila!!!!!”
Sungje kembali menyerang bibir Yoochan dengan ganas. Yoochan berusaha untuk melawan. Tapi apadaya, ia hanyalah seorang perempuan yang lemah dari tenaga laki-laki, dan ia juga lemas karena belum makan dari pagi. Yoochan merasakan ada cairan anyir yang masuk ke dalam mulutnya. Ia bisa menduga kalau ini cairan darah yang bercampur dengan liur.
Tuhan, maafkan hambamu yang lemah ini… Yoochan mengirimkan sebait doa untuk Tuhan. Biar bagaimanapun ini dosa besar. Sebelum menikah, ia sudah dinodai. Ia sangat berdosa.
“Ahhhhh….” Yoochan mengerang keras. Vaginanya disodok benda tumpul panjang yang keras. Berkali-kali ia berteriak agar lelaki itu berhenti melakukan itu padanya. Keperawanannya diujung tanduk.
Tuhan…. Panggilnya dalam hati. Ia berharap Tuhan mendengar ucapannya.
Semenit kemudian ia menyerah. Tuhan sepertinya tidur, tidak mendengar ucapannya. Sekarang keperawanannya benar-benar tinggal selangkah di ujung tanduk. Sebentar lagi ia jatuh, jatuh ke dalam lubang hitam besar yang panas, neraka.
Sungje mulai menggerakkan pinggulnya ke atas dan kebawah. Ia berpegangan pada payudara Yoochan yang tidak terlalu besar. Sungje meremas payudara itu dengan sangat kasar dan menyedot putingnya sesekali.
“Ahhhh… hentikannnn…,” Yoochan menggelinjang. Seperti ada yang akan keluar dari vaginanya. Ia pasrah dan membiarkan cairannya dan darah keperawanannya mengalir deras dan membanjiri kasur putih itu.
“Kau baik sekali telah memberikan ini untukku. Ini benar-benar ekslusif,” lelaki itu menyindir. Ia menatap gadis di bawah tubuhnya dengan dingin. Kemudian meninggalkannya sendiri di kamar besar itu.

~ End Flashback ~

“Aku tahu aku bukan orang baik. Tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk memperbaiki dosaku, Tuhan,” Yoochan masih meringkuk di bawah selimut tebal yang menutupi tubuhnya semalaman. Ia menangis, dan ia tidak bisa menghentikannya.
“Jebal, maafkan aku. Aku… aku…”
Yoochan menggeleng. “Bukan salahmu. Ini salahku. Aku yang berdosa, dan inilah hukumannya.”
Sungje merasa dadanya dipukul keras. Bukan, bukan karena ia mempunyai penyakit jantung. Mendengar kata-kata yeoja itu…
“Bukan…”
“Aku memang berdosa!! Tapi kenapa Kau menyuruh namja sialan itu menyentuhku, Tuhan? Tidak bisakah aku memperbaiki semuanya dari awal?”
“Agasshi…”
Yoochan meremas selimut tebal yang menutupi tubuhnya dengan kesal. Ia ingin berteriak. Tapi tidak ada tenaga. Seharian ia belum makan.
Sungje hendak menyentuh pundak Yoochan untuk menenangkannya. Tapi gadis itu langsung tahu dan menyuruhnya untuk tidak menyentuhnya.
“Jangan sentuh aku. Aku wanita kotor. Sudah jangan sentuh aku..”
Sungje menggeleng. Ia kemudian menarik punggung Yoochan dan langsung membuat gadis itu telentang di kasur.
“Kenapa? Kau mau menyentuhku lagi? Kau tidak cukup mengotoriku?”
Sungje menggeleng. “Aku minta maaf!! Benar aku minta maaf! Aku tidak tahu—“
“Ini bukan salahmu. Tolong jauhkan aku. Tolong..”
Sungje frustasi. Baru sekali ini ia bertemu dengan orang serepot ini, sepasrah ini. Sungje tidak tahu kalau sebenarnya ialah yang sangat berdosa.
“KAU INI KENAPA? AKU INGIN MEMBANTUMU, KENAPA KAU TIDAK MAU DIBANTU? AKU SUDAH MINTA MAAF, DAN KAU TIDAK MAU MEMAAFKAN. MAKSUDMU APA? MAUMU APA, WANITA KOTOR?!” Sungje emosi. Ia tidak bisa mengontrol ucapannya.
“Jangan… Jangan katakan itu…” gadis itu kembali menangis.
“LALU APA YANG KAU INGINKAN? AKU TIDAK MENGERTI JALAN PIKIRANMU!”
Yoochan menatap Sungje lemah. “Nikahi aku, jebal.”
“M-mwo?!” Sungje menggeleng tak percaya.
“Nikahi aku, karena kau telah mengambil kehormatanku.”
“Tapi…”
“Kenapa? Bukannya kau minta maaf padaku? Hanya inilah cara untuk menebus maafmu padaku.”
Sungje menarik nafas berkali-kali. Ia tidak habis pikir kenapa gadis yang baru ditemuinya malam tadi memintanya menikah, padahal Hyosung yang setiap hari disentuhnya tidak pernah meminta untuk dinikahkan. Malah memutuskannya.
“Kau tidak mau? Kalau tidak, inilah dosa yang akan kau tanggung seumur hidupmu,” Yoochan turun dari tempat tidur. Ia memunguti pakaiannya yang berceceran di setiap penjuru kamar. Ia masuk ke kamar mandi di dalam kamar itu, dan mulai membasuh setiap lekuk tubuhnya, dan kembali merasa berdosa melihat selangkangannya yang penuh darah keperawanannya.

***

“Tidak bisakah kita memakai cara damai? Aku akan membayarmu berapapun yang kau mau, dan kita fair! Kita sama-sama beruntung, dan lupakan masalah ini selamanya,” kata Sungje pada Yoochan yang masih bergeming di atas kasur setelah mandi.
“Kau pikir hidup ini dibayar dengan uang?” tanya Yoochan sambil menatap lelaki itu datar. “Kalau hidup bisa dibayar dengan uang, aku juga ingin membayar untuk membeli kebahagiaan.”
“Tapi, kalau masalah ini harus melibatkan asmaraku—“
“Ini sebagian dari salahmu, karena kau menyentuh gadis yang tidak tahu apa-apa dan baru saja didepak keluar dari gereja tempatku tinggal.”
Sungje menghela nafas. “Oke, kau minta aku menikahimu? Tapi aku bukanlah pria baik-baik seperti yang orang kira.”
“Aku tidak pernah mengira kau orang yang baik, tuan,” Yoochan menghela nafas panjang. “Aku bertemu denganmu di malam itu dan aku tidak pernah berpikir bahwa kau orang baik.”
“Ya, kau benar. Kau tahu itu. Jadi, kenapa kau mau menikah denganku?”
“Hanya status,” Yoochan mengangguk. “Status, karena aku disentuh olehmu, dan bisa saja sperma yang sudah kau buang di rahimku ini berbuah janin.”
“Tapi tidak semuanya bisa langsung, nona!” sindir Sungje. “Mengaku saja, kau sasaeng fans yang pura-pura bodoh kan? Kau mau aku menikahimu kan?”
Yoochan menatap Sungje datar, lagi. “Dari kemarin kau mengatakan ‘sasaeng fans sasaeng fans’ terus. Bahkan aku tidak tahu apa maksud dari dua kata itu.”
“K-kau benar-benar tidak tahu? Jadi….” Sungje langsung menggeleng keras. Ia menatap gadis itu setelah menghela nafas berkali-kali. “Apa kau mengenalku?”
“Sama sekali tidak.”
“Lalu….” Sungje benar-benar tidak habis pikir. Ia salah. Benar-benar salah.
“Aku tidak tahu siapa kau, dan aku benar-benar tidak tahu apa maksud kata-katamu tadi. Sasaeng fans, Hyosung, media.”
Sungje mengacak rambutnya kesal. Ia keluar kamar untuk menenangkan diri. Setidaknya agar tangannya tidak mengambil vas bunga dan melemparkannya ke tubuh gadis polos itu.
Semenit kemudian Sungje masuk kembali ke kamar dan berdiri di dekat jendela. Yoochan masih bergeming di kasur itu sambil meringis jika menggerakkan kakinya.
“Okay aku akan menikahimu! Tapi, kau jangan beritahukan siapa-siapa tentang ini! Jangan beritahukan kalau kau istri dari Kim Sungje!” kata Sungje.
Yoochan mengangguk. “Namamu Kim Sungje? Kuterima itu, Tuan Kim.”
Sungje mengangguk. Entah kenapa ia sedikit mempercayai gadis ini.
“Memangnya kau siapa, sampai hubungan ini kau minta aku rahasiakan? Kau masih berhubungan dengan orang lain?”
Sungje menggeleng. “Ani. Aku sudah putus dengan pacarku. Baru tiga hari lalu.”
“Oh.”
“Tapi bukan itu masalahnya,” Sungje menatap Yoochan sekilas. Kemudian ia menatap keluar jendela. “aku masih merupakan member boyband.”
Yoochan membelalakkan mata. Pantas saja orang ini mengatakan fans-fans daritadi. Hanya saja ia tidak tahu maksud dari sasaeng fans.
“Kau… artis?”
Sungje tersenyum sambil mengangguk. “Begitulah.”
“Mianhae…”
Sungje menggeleng. Ia menatap Yoochan yang sekarang malah merasa bersalah.
“Kenapa kau selalu meminta maaf? Aku bosan mendengarnya. Ck, bahkan aku belum pernah mengucapkan maaf dari hati.”
“Jadi kau tidak sungguh-sungguh ingin meminta maaf padaku? Ck, kau orang yang terlalu arrogant, tuan.”
Sungje tersenyum lebar. “Ya, begitulah aku.”
Kedua orang itu tidak meneruskan pembicaraan. Yoochan menghela nafas. Ia mencoba menekuk kedua lututnya agar ia bisa memeluk kakinya. Ia sedikit meringis karena kembali merasakan sakit di daerah selangkangannya.
“Menyedihkan sekali. Aku ingin mencari pekerjaan, malah diperlakukan seperti ini. Sakit sekali,” sindir Yoochan pada lelaki yang sedang menerawang keluar itu.
Sungje tidak meresponnya. Ia biarkan saja gadis itu mengucapkan apapun yang ingin ia ucapkan.
“Kenapa kau tidak melawanku saja kemarin?” tanya Sungje setelah Yoochan tidak melanjutkan ucapannya.
“Karena aku lemah,” Yoochan menghela nafas. “Aku kelaparan saat itu, penyakit maagku kambuh, dan aku tinggal menunggu kematianku saja.”
Sungje menoleh ke samping. “Di meja makan ada roti bakar, baru saja kubuat tadi. Makan saja itu dulu.”
Yoochan menggeleng. “Kau punya pisau?”
“Untuk apa?”
“Bunuh diri,” Yoochan menggigit bibir bawahnya.
“Segitu tertekannyakah kau karena hanya tersentuh sekali? Itu juga belum tentu jadi janin!” Sungje membalasnya keras. Tapi untungnya tangannya tidak bermain di drama ini.
“Ya sudah nikahi aku saja untuk berjaga-jaga! Jika ini menjadi janin, cobalah untuk mencintaiku dan anak yang telah kau titipkan disini. Tapi jika tidak menjadi janin, ceraikan aku!” kata Yoochan tegas.
“Oke! Kita coba 3 bulan, kalau ternyata janin itu jadi, aku akan mencoba mencintaimu! Tapi jika tidak, jangan pernah berhubungan lagi denganku! Jangan pernah berkilah kalau kau pernah tinggal bersamaku, disentuh olehku, atau sekedar mengenalku!”
“Oke! Dan jangan pernah kau katakan pada siapapun kalau aku pernah disentuh olehmu! Itu hal yang paling memalukan sepanjang hidupku.”

— 3 minggu kemudian —

“Kim Sungje, apakah kau bersedia menjadi pendamping bagi Park Yoochan, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai ajal menjemput anda?”
“Ya, saya bersedia.”
“Dan Park Yoochan, apa kau bersedia menjadi pendamping bagi Kim Sungje, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai ajal menjemput anda?”
“Ya, saya bersedia.”
“Maka dengan ini, saya sah-kan mereka sebagai suami istri!”
Tidak ada tepuk tangan seriuh pernikahan pada umumnya. Ya, karena pernikahan ini rahasia, dan hanya di saksikan oleh keluarga dari pihak laki-laki. Yoochan tidak mempunyai orangtua dan saudara-saudara yang lain tidak mengakuinya lagi. Ya begitulah yang didengar Sungje sehingga ia bisa menikahi gadis itu secepat itu.
“Kau puas?” tanya Sungje setelah ijab kabul (?) itu selesai.
Yoochan menggeleng. “Kita tunggu 9 minggu lagi, dan itulah hasil akhirnya.”

********

END
Why end? Because life is unpredictable😄

4 thoughts on “Unpredictable Life

  1. VieLli

    Kurang begitu tau siapa2nya member CSS, cuma tau sekedarnya aja sm si Geonil doang. Tp gak tau knp kok ngeh baca yg ini. Mungkin awal2 ceritanya yg udah berasa konflik itu yg bikin greget dn penasaran. Tp serius aja kaget pas sampek tengah2 lhakok ada nc-nya. Oh my~ Dn aku pikir ini cerita bakal panjang tp gak taunya tiba2 end begitu aja, sesuai sm judulnya dn lengthnya yg oneshoot.

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hahaha salah saya juga ga pernah ngenalin cast-cast ff disini jadi pada gak ngeh siapa itu css hoho…. yang penting ada bayangan cowok aja/?
      itu juga ga sengaja ngasih nc dan ga ngeprotect karna menurutku itu biasa aja dan ga perlu disembunyiin/? ya karna hidup itu penuh ketidakpastian/? jadi ff ini berhenti dengan tidak pasti begitu maksudnya/? hohoho

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s