[VIXX’s Story] Perfect Love Project

Title : Perfect Love Project
Genre : comedy, friendship, yaoi, shonen-ai, ooc, etc
Length : oneshoot
Main Cast :
~ Kim Wonshik a.k.a Ravi
~ Cha Hakyeon a.k.a N
~ Han Sang Hyuk a.k.a Hyuk
~ Lee Hongbin a.k.a Hongbin
Other cast :
~ Lee Jaehwan a.k.a Ken
~ Jung Taekwoon a.k.a Leo
A/N : Ye annyeonghaseyo!!
Kembali lagi sama saya, author ga jelas yang suka seenak jidatnya ngeshare ff, dan hiatus u,u
Sekarang gue lagi keracunan ama vixx couple, dan entah kenapa pilihan pertama gue jatoh pada ravi x n, padahal gue mulai lirik-lirikan sama leo x hongbin. Tapi akhir-akhirnya gue pun sepakat sama hati gue kalo kopel paporit gue hyuk x hongbin u,u
Oke daripada banyak bacot mending lo baca aja ini ff! kalo suka like, kalo mau subscribe (?) *inget aff*

****

“Latihan selesai!!! Terimakasih atas kerja keras kalian!!” kata N si leader sambil menepuk tangannya.

Kelima member VIXX lainnya menghela nafas lega. Akhirnya latihan hari ini selesai. Sudah 4 jam tanpa berhenti mereka berlatih untuk performance besok.

Ravi duduk di posisi dancenya tadi. Ia tidak kuat berjalan setelah berlatih 4 jam non-stop. Ia sangat lelah. Tapi setelah melihatnya….

Ah ya, perkenalkan, rapper yang satu ini sedang jatuh cinta. Dan ia tidak tahu bagaimana caranya untuk mengungkapkannya. Ia juga tidak punya cukup keberanian untuk bersikap biasa di hadapannya.

“Waeyo?” tanya Hongbin.

Ravi menatap teman seperjuangannya. Hongbin mengulurkan tangannya untuk membantu Ravi berdiri.

“Aniya. Hanya lelah,” jawab Ravi sambil menerima uluran tangan Hongbin dan berdiri.

“Kau makin berat!” kata Hongbin sambil tertawa kecil.

“Sedikit saja,” balas Ravi tak terima. “By the way, yang lain mana? Kok hilang?” tanya Ravi. Baru diajak berbicara dengan Hongbin dan Ken tiba-tiba yang lain hilang. Bukan yang lain yang perlu dipertanyakan sebenarnya, tapi yang satu itu.

“Itu ada Hyuk,” kata Hongbin sambil menunjuk maknae mereka yang masih saja berlatih untuk koreografinya. “Leo hyung kan biasa duluan.”

“Kenapa kau masih berlatih? Tidak cukup 4 jam non-stop, eoh?” tanya Ken sambil mendekati maknae paling ambisius itu.

“Aniya. Aku hanya ingin terlihat lebih seksi di album baru,” jawab Hyuk sambil tertawa kecil.

“Tapi sepertinya aku yang lebih seksi,” Ken membuka sedikit bajunya untuk melihat bentuk perutnya setelah berlatih setiap hari.

“Manager memberikan kita ayam goreng! Cepat ke bawah!” kata sang leader dengan terengah.

“Leo hyung sudah disitu? Yeeee ayam!!!” Ken langsung berlari keluar.

N bingung. Sebenarnya yang ditanya itu Leo, atau ayam gorengnya? Entahlah. N tidak mau memikirkannya.

“Binnie, Hyukkie terutama. Tubuhmu sangat kurus! Cepat makan! Aku tidak mau dikira tidak memberimu makan!” N menyuruh dua maknae itu makan.

“Neee hyungieee…” Hyuk menatap Hongbin sebentar, kemudian keluar diikuti Hongbin di belakang.

“Kupikir Hyuk sudah terlalu gemuk..” pikir Hongbin, kemudian berjalan keluar.

Tinggal Ravi dan sang leader……

“Aku tidak disuruh? Oke hyung!” Ravi melengos keluar.

N ikutan sewot. “Kau dan aku harus rekaman VIXX TV. Kau jangan makan dulu!”

“MWO?!!” Ravi mendengus kesal.

***

Ravi benar-benar tidak bisa berkonsentrasi penuh hari ini. Tapi untungnya leader kesayangannya itu tidak terlalu mempermasalahkannya, asalkan ia masih menjadi moodmaker dan rapping dengan baik.

Memang yang namanya cinta terpendam itu menyakitkan. Salah satu kendala yang sedang dialami Ravi terhadap leadernya itu adalah status. Status mereka adalah teman, ya teman. Kalau Ravi menyatakan sekarang mungkin yang terjadi sangat kontras. Kalau diterima, mereka bisa menjadikan status teman itu sebagai ‘pasangan’, tapi jika ditolak, mungkin status teman akan dicabut, dan mungkin grup ini bisa hancur.

Ravi bimbang…

Hyuk dapat melihat kebimbangan Ravi, dan ia pun merasa harus menyelesaikan masalah salah satu hyungnya di VIXX itu.

“Hyukkie…” panggil seseorang.

“Diam!” kata Hyuk spontan karena ia sedang berpikir.

“Okay,” orang itu berbalik arah dan Hyuk pun baru sadar kalau itu…

“Binnie hyung!!! Mian… mian. Bukan begitu maksudku.. err… hyung, jangan marah?” Hyuk langsung menarik tangan Hongbin dan meminta maaf dengan fast motion.

Hongbin tertawa kecil. “Kenapa sepanik itu? Apa yang sedang kau pikirkan, bikseu magnae?”

“Ravi hyung menyukai Hakyeon hyung, tapi Hakyeon hyung tidak tahu dan Ravi hyung sudah tidak kuat menahan perasaannya. Menurutmu bagaimana?” tanya Hyuk langsung.

“Nyatakan saja,” jawab Hongbin santai.

“Tapi dia tidak beranii!!!” kata Hyuk setengah berteriak.

“Ya harus beranii!!!” Hongbin balas teriak.

“Kalian kenapa?!!!” tiba-tiba N sudah ada dibelakang dua magnae itu. “Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“A-aniya..” Hyuk dan Hongbin sama-sama menyunggingkan senyum bodoh.

“Masalah anak muda, hyung.” Kata Hongbin.

“Maksudmu aku tua, eoh?” N menjitak kepala Hongbin pelan.

“Bukan aku yang bilang ya…” Hongbin langsung menarik tangan Hyuk untuk menghindari serangan tebas leadernya.

“Dasar dua magnae kurang ajar!!” teriak N.

Hongbin dan Hyuk kemudian kembali ke tempat N berada.

“Hyung, nanti malam ke lotte world ya!” kata Hongbin.

Hyuk bengong. Tapi ia tidak mau bertanya dengan bodohnya untuk apa Hongbin mengajak kesana, karena namanya tempat bermain pasti Hongbin ingin bermain.

“Jam 6 ya. Kutunggu!” Hongbin mengedipkan satu matanya. Kemudian kembali menarik tangan Hyuk yang masih bengong karena tidak tahu maksud Hongbin mengajak N ke lotte world.

***

– jam 6 –

N sudah sampai di lotte world duluan dengan pakaian serba hitam seperti orang mau melayat. Tadi Hongbin meng-SMS kalau ia sedang mencari tukang minuman karena haus, makanya ia tidak ada di tempat.

“Ck katanya jam 6. ini sudah lewat 10 menit! Dasar magnae jahil!” rutuk N. Ia kesal.

“Unnie, itu kan N!” teriak seorang gadis pada orang disebelahnya, sepertinya kakak perempuannya.

“Mwo? Eodi?” kakaknya mencari sosok yang ditunjuk adiknya.

“Itu yang rambutnya putih!”

“Oh iya itu N VIXX! Oppaaaaaaaaa!!!!!”

DEG

Jantung N berdetak keras. Sepertinya pakaian serba hitamnya ini tidak memberikan keamanan dalam menunggu orang disini. Penyamarannya gagal. Lagian salahnya juga menunggu di depan pintu lotte world. Dan kini ia menjadi bulan-bulanan fans yang ingin minta foto, tanda tangan, cium tangan, cium pipi dan lain-lain.

“Hyuk, Hongbin, awas kalian!!” rutuk N dalam hati. Ia tetap tersenyum menghadapi fans yang tidak henti-hentinya mencari perhatian.

“Yang sudah dapat tanda tangan, foto, dan cium tangan boleh kebelakang dulu? Kasihan fans yang belum dapat. Kalian bisa datang lagi saat fanmeeting nanti, ya?” N mencoba sabar menghadapi fans yang ternyata masih saja lebih muda dari dia.

“Aaaaaa oppaaaaaaa!!!” fans dibelakang bersorak girang karena idolanya memikirkan mereka.

“Oppa saranghae!!!!! Aku akan beli 10 albummu!”

“Aku akan berikan cokelat 1 truk untukmu seorang!”

“Aku akan menunjukkan VIXX pada teman-temanku!”

“Aku akan menikahi oppa setelah lulus. Saranghae oppa!!!”

Fans makin ganas. N kewalahan. Ia ingin lari saja, setidaknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia sudah mengambil ancang-ancang untuk lari dan….

“Lari,” ucap seorang lelaki yang tiba-tiba datang dengan suara pelan. Ia melindungi tubuh kecil N dan membantunya keluar dari kerumunan fans. Setelah itu si penolong mengamit tangan N dan membantunya berlari cepat.

“Nuguseyo?” tanya N setengah panik.

Lelaki itu diam. Ia tetap mengamit tangan N untuk menghindari kejaran fans. Mereka berdua masuk ke dalam lotte world tanpa memberikan karcis. Kini yang mengejar mereka bertambah beberapa orang petugas keamanan.

Lelaki itu menarik N ke dalam tenda gelap yang tidak berpenghuni. Nafas keduanya saling memburu, mereka sama-sama ngos-ngosan. Lelaki itu masih memegang tangan N yang dingin. N tidak tahu siapa lelaki ini, terlalu gelap untuk melihat.

“Nuguseyo?” tanya N masih panik.

“Kau kenapa bisa ada disini?” tanya orang itu balik.

“Kau siapa?”

“Wonshik.”

Nafas N tercekat. Tapi kemudian ia bisa menghela nafas lega, karena setidaknya orang ini bukan orang jahat.

“Kau kenapa bisa sampai sini?” tanya Wonshik, alias Ravi.

“Hyukkie dan Binnie yang menyuruhku kesini,” balas N.

“Mereka juga yang menyuruhku kesini,” kata Ravi.

“Oh.”

Mereka berdua kembali mengatur nafas.

“Jadi kita dikerjai mereka?” N baru sadar.

Ravi tersenyum lebar. Ini kesempatan bagus. “Dasar magnae gila!” kata Ravi mengejek, tapi senang.

“Kita keluar?” tanya Ravi.

“Kakiku sakit.”

Ravi menghela nafas. “Luruskan kakimu. Kita disini dulu sementara sampai pegalmu hilang.”

Mereka berdua pun berada di area canggung. N menyandarkan kepalanya di pundak Ravi. Ravi mengelus jari-jari N yang masih menempel di tangannya.

Saranghae…

Kata itu terus menghantui Ravi. Ingin mengungkapkannya sekarang juga, tapi tidak bisa. Lidahnya terlalu kelu untuk mengatakan itu, padahal hanya 3 suku kata. Dan sebenarnya ini kesempatan bagus, karena mereka sedekat ini.

“Wonshik-ah, gomawo.” Kata N.

“Ne.” balas Ravi pelan. Apapun akan kulakukan untukmu, Hakyeon hyung.

“Kau mau pulang?”

Ravi menggeleng. “Molla.”

“Sayang kalau kita tidak memanfaatkan ini. Kita jarang keluar seperti ini lagi.”

Ravi mengangguk. “Ya sudah, kalau begitu kita main.”

“Tapi kan kita tidak membeli karcis.”

“Aku bisa jelaskan pada petugas keamanan. Kita nikmati saja liburan singkat ini. Lagipula ini malam minggu.”

Ravi bangun duluan. Kemudian ia menarik tangan N dan bersiap untuk keluar.

Diluar Ravi dan N langsung disambut oleh kedatangan 2 petugas keamanan. Ravi baru akan berbicara setelah petugas itu memberikan dua tiket lotte world untuk mereka.

“Tadi kami mengejar untuk memberikan ini. Kalian malah kabur. Mana banyak sekali yang mengejar.” Kata petugas yang memberikan tiket pada N dan Ravi.

“Kami kira kalian pencopet. Ternyata artis. Ya sudah. Nikmati kunjungan anda di lotte world~” petugas yang kedua membungkukkan badannya, diikuti petugas yang pertama. Setelah itu mereka berdua pergi dari hadapan Ravi dan N.

Mereka berdua kemudian tertawa keras, memalukan. Kemudian berjalan bersama mencari permainan yang seru.

“Kita mau main apa?” tanya N sambil celingak-celinguk mencari permainan yang akan dinaiki pertama kali.

“Apa?” Ravi bertanya balik. Sebenarnya bukan ini yang diinginkan. Ia hanya ingin sedikit lebih dekat dengan hyung-nya ini.

“Naik perahu itu saja yuk. Sepertinya seru.” N menunjuk Spanish Pirate Ship Swings, sebuah perahu besar yang mengayun sampai 75 derajat. Permainan yang sederhana, tapi bisa membuat kepala pusing tujuh keliling.

“Ya sudah.”

***

Di sisi lain, Hongbin dan Hyuk saling berhi-five ria. Rencana mereka ternyata lumayan juga, walaupun ada hal yang tidak terduga.

Awalnya mereka berdua mengkondisikan Ravi dan N bertemu di depan pintu lotte world, kemudian nanti petugas lotte world memberikan dua tiket pada mereka. Pasti Ravi dan N tidak akan menolak tiket semahal itu. Setelah itu mereka masuk dan berkencan tanpa sadar, dan Ravi mengungkapkan perasaannya. Kemudian mereka berdua menjadi sepasang kekasih.

Tapi ternyata malah ada insiden N dikerubungi fans, dan Ravi datang terlambat. Untungnya tiba-tiba Ravi masuk ke kerumunan dan menyelamatkan N. Mungkin ini adalah rencana terhebat yang akan menyatukan mereka.

“Hyung, aku juga mau main!” kata Hyuk.

“Kita melihat mereka dulu! Katanya kau yang mau membantu, ck.” Sungut Hongbin sambil menyeruput mikshakenya.

“Ya tapi….. biarkan saja mereka berdua. Aku juga ingin main!”

“Ya sudah, main saja sendiri.”

“Okay aku sendirian lagi.” Hyuk melengos pergi.

“Ya… ya…” Hongbin langsung menarik tangan Hyuk. “Aku bercanda! Kau mau main apa, little baby?”

*gue harus skip cerita hyukbin karna gue takut malah ga pokus ama navi u,u*

***

“Hahahahaaa lumayan gila!!!! Hahahahaaaaa…” N tertawa sendirian setelah turun dari wahana Spanish Pirate Ship Swings. Ravi langsung menutup mulut N.

“Mau membuat malu, eoh? VIXX leader menjadi gila setelah menaiki wahana Pirate Ship Swings!” kata Ravi.

“Aku hanya lega saja ternyata stress-ku bisa hilang kalau naik perahu itu. Naik lagi yuk!”

“Eeeeeh ani. Nanti malah kembali lagi stress-mu itu. Kita coba permainan lain. Sayang tiket 40000 won kalau tidak digunakan untuk bermain lagi.”

N mengangguk. Ia mencari permainan lain dan pilihan jatuh pada Bungee Drop, permainan dimana pengunjung duduk mengelilingi tiang kemudian dihempaskan di ketinggian 38 meter dengan kecepatan 90 km/jam.

“Hyung… yakin?” tanya Ravi.

“Keurom!! Kau yang tidak yakin? Ya sudah tidak usah naik saja!” jawab N dongkol.

“Ani. Aku takut kau kenapa-napa…” kata Ravi ambigu.

“Ck, dongsaeng yang baik. Gwaenchana, paling hanya muntah-muntah saja.”

“Kau kan penakut, hyung.”

“Kurang ajar!” N menjitak keras kepala Ravi.

“Kita cari yang lain saja. Err… itu ada rumah hantu!”

“Memang kau berani?”

“Kenapa daritadi kau merendahkanku? Ayo kita buktikan!”

Ravi tertawa. “Siapa takut!”

“Keundae, aku mau ke kamar mandi dulu.”

“Ikut!!”

N mengernyit. “Ngapain? Sudah tunggu di depan rumah hantu saja. Kalau disuruh masuk jangan masuk dulu! Tunggu aku!”

“Kenapa? Takut sendiri ya?”

“Cih, ngapain? Sudahlah aku mau ke toilet! Awas kalau kau pacaran dengan hantu didalam!”

“Kau cemburu?”

Wajah N memerah. “Dengan siapa?” kemudian ia berbalik badan menuju toilet.

Ravi menghela nafas panjang. Hormon adrenalin memacu jantungnya untuk berdetak 100 kali lebih cepat sekarang. Apalagi setelah mendengar kalimat sang leader tadi. ‘awas kalau kau pacaran dengan hantu di dalam!’

Jatuh cinta begini rasanya. Hanya ucapan kecil dibalas dengan angan-angan tinggi dan perasaan berbunga-bunga walaupun arti dibalik katanya adalah ambigu, alias bermakna ganda.

“Otte? Kencan kalian sukses kan?” tiba-tiba Hyuk sudah ada di depan Ravi yang sedang bengong.

“Dasar magnae gila!” Ravi langsung meraih kepala Hyuk dan membungkukkan badannya. Hyuk tertawa keras. Ravi menonjok pelan pundak Hyuk dengan sikunya, kemudian menendang pelan perutnya. Hyuk tetap tertawa keras, padahal Hongbin didepannya sampai komat-kamit tidak tega. Yang mempunyai ide ke lotte world kan sebenarnya Hongbin.

“Yaa!! Kau apakan anakku?” tiba-tiba N datang dan langsung mengambil Hyuk dari tangan Ravi. Hyuk masih tertawa kecil. Hongbin mendengus, gila.

“Aku tidak mau mempunyai anak sepertinya!” kata Ravi langsung.

“Memangnya ini anakmu? Ini kan anakku!” balas N. “Gwaenchana? Hanya aku yang boleh membully-mu, baby boy.”

Hongbin tertawa tertahan.

“Kongie, kau kemana saja? Kurang ajar kau membuatku dikerubungi fans seperti itu!” N langsung menoyor kepala Hongbin.

Hongbin tertawa bodoh. “Ini kan kerjaan anakmu.” Hongbin malah menyalahkan Hyuk.

“Ah terserah!! Sekarang jadi mau masuk rumah hantu tidak?!!” kata Ravi tak sabar.

****

“Kita taruhan! Menurutmu setelah dari sini N hyung akan tidur bersama Ravi hyung atau tidak?” tanya Hyuk pada Hongbin yang mulai panik setelah beberapa langkah memasuki rumah hantu.

“Di kamar kan ada Leo hyung. Paling Hakyeon hyung lebih memilih dengan Leo hyung daripada dengannya.” Jawab Hongbin setengah parno.

“Intinya?!!”

“Tidak!”

Hyuk mengangguk. Sebenarnya ia menanyakan ini agar ia sendiri tidak takut. Daritadi banyak bayangan melewatinya. Entah ini bayangan beneran atau bohongan.

“AAAAAA!!!!!” teriak Hyuk panik.

“AAAAAA!!!!” Hongbin ikutan panik.

“AAAAAA!!!!!” Ravi dan N yang ada di depan juga ikutan teriak.

“Waeyo?” tanya N kesal karena akhirnya ia berteriak, padahal belum jauh dari pintu.

“Ani. Tadi tali sepatuku terinjak. Hehe…” kata Hyuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia berbohong.

“Dasar!!” Hongbin menjitak kepala Hyuk.

“Sudah lanjutkan!” N menjadi komandan dalam ekspedisi rumah hantu ini.

Hening. Mereka berempat sama-sama tidak berbicara, mereka dicekam ketakutan. Ruangan makin gelap dan jarak pandang mereka tidak bisa sejauh diluar.

“Binnie hyung…” Hyuk meraba-raba sekitar, dan langsung digenggamnya lengan Hongbin.

“Kau memegang tanganku, kan?” tanya Hongbin.

Hyuk mengangguk. “Hm.”

Dua orang itu kembali tenang.

Di sisi lain…

Ravi sudah memperhatikan N, malah sering memperhatikannya. Hyung-nya itu ketakutan, tapi ia tidak mau berteriak seperti waktu dikerjai dulu, atau memegang tangannya. Ravi beberapa kali menangkap moment dimana N ingin memegang tangannya. Tapi akhirnya tidak jadi. Ravi membiarkan N ketakutan sendiri, sedangkan ia menonton leadernya itu ketakutan.

Suara-suara kecil mulai terdengar. Kemudian suara itu makin membesar. Kemudian mengecil lagi. Setelah itu terdengar isakan wanita yang saling bersahutan, diikuti suara anak kecil tertawa dan juga beberapa lampu sorot menyorot hantu wanita yang sedang menyusui anaknya. Kemudian lampu menyorot sebuah peti mati yang tertutup rapat, kemudian berderit perlahan dan membuka sendiri. Sesosok mumi bangun perlahan dari tidur panjangnya, dan bersiap keluar peti.

“Haaaaaa!!!!!” N langsung memeluk Ravi dan mengajaknya lari.

“Woooooowww!!!” Hyuk dan Hongbin ikutan kaget dan lari. Tapi kemudian mereka berdua tertawa karena sebenarnya mereka tidak melihat apa-apa.

“Ya, lihat!” Hongbin menepuk pundak Hyuk dan menunjuk pasangan Ravi-N yang sedang berjalan bersama sambil marah-marah.

“Hahaha!!” Hyuk tertawa keras. Hongbin menutup mulut Hyuk.

“Diam!” kata Hongbin.

“Okay. Kalau begitu kita kencan sendiri saja. Mereka sudah tidak perlu dikontrol kan?” Hyuk mengedipkan sebelah matanya.

Hongbin diam.

Hyuk menghela nafas. “Kau berpikir itu serius? Aniya. Aku hanya bercanda kok. Kau tidak menyukaiku kan? Aku juga tidak.”

“Cih. Memangnya siapa yang bilang aku menyukaimu?”

“Nah makanya aku bilang aku juga tidak menyukaimu, karena kau tidak menyukaiku.”

“Aku menyukaimu…” kata Hongbin. “sebagai adikku. Sudah ayo jalan! Aku bosan dengan tempat ini!”

****

“W-wonshik….” Panggil N pelan.

“Hmm?”

“Tempat ini masih jauh?”

Ravi mengangguk. “Mungkin.” Ravi kemudian tersenyum menggoda. “Kau takut?”

N mengangguk jujur.

Ravi menghela nafas. “Okay. Peluk aku saja.”

“Mwo?”

“Peluk aku. Memang kenapa?”

N menggeleng. “Ani.”

“Kau sering memelukku di dorm.” Ravi menelan ludah. Ini saatnya! Tapi ia masih saja bimbang.

“Kita tidak sedang di dorm, Kim Wonshik!” N mencoba menenangkan diri.

“Ya sudah kalau tidak mau.” Ravi berjalan duluan.

“Eeeeee Wonshik-ah!!” N langsung mengejar Ravi. “Jangan jauh-jauh!”

“Wae? Kau takut kehilanganku?” tanya Ravi sambil tersenyum jahil. “Tempat ini harus dilewati satu orang, tidak bisa dua orang.”

“Ck, ya sudah.” N mendengus. Ia benar-benar takut.

Sekarang ceritanya ia berada di kompleks pekuburan yang angker. Suara-suara burung hantu saling bersahutan, kemudian suara kucing, dan disusul suara anak-anak tertawa. Bulu kuduk N merinding.

“Ck kapan tempat ini berakhir?” gumam N.

Beberapa langkah kemudian ia keluar dari komplek pekuburan. Jalanan pun bisa dilewati dua orang. N langsung merapat pada Ravi.

“Hakyeon Hyung,” Ravi menghela nafas. Ia memanggil nama lelaki di sebelahnya dengan lembut.

“Hm?” dehaman serak N membalasnya.

Ravi terdiam sebentar. Kemudian menatap N dengan lembut, N balas menatapnya. Tatapan itu tidak biasa.

“Aku……” belum sempat Ravi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba seorang gadis memeluknya sangat erat. Ia menangis.

“W-wae?” tanya Ravi sambil mengelus punggung gadis itu.

“Aku takut.” Katanya.

“Ok. Uljjima.” Kata Ravi.

N tiba-tiba berjalan lebih dulu dari Ravi. Ia tidak terlihat ketakutan walaupun banyak hantu-hantu bermunculan di sisinya.

“Haishhh!!” Ravi mendengus kesal. Karena gadis ini N jadi pergi!

Tunggu!! Karena gadis ini N pergi tiba-tiba. Jadi…

“Kumohon cemburulah, hyung.” Kata Ravi dalam hati.

****

“Kau cemburu?” tanya Ravi.

“Kau mau bicara apa tadi?” tanya N balik, dongkol.

“Lihat aku dulu, baru aku bicara.” Kata Ravi.

“Untuk apa aku melihatmu?”

“Untuk mengetahui kejujuranmu, dan kau juga mengetahui kejujuranku.”

“Memangnya kau ingin tahu apa dariku?”

Ravi mencegat jalan N. Kemudian ia mencari tempat yang lumayan luas agar tidak mengganggu lalu lintas pengunjung rumah hantu.

“Kau mau apa?!!” N langsung melepas tangan Ravi dari tangannya. “Cepat!! Aku tidak punya waktu untuk berdiri disebelah peti mati ini!”

Ravi menghela nafas untuk menenangkan pikirannya.

“Cepat!!!!!”

“Iya!!! Aku menyukaimu!! Aku ingin kita jadi pasangan!!” kata Ravi dengan suara keras. “Aku menyukaimu sejak dulu. Aku menyukai orang yang pertamakali mengajakku mengobrol saat aku duduk di bangku jellyfish. Aku menyukai orang yang menjadi partner MC-ku di VIXX TV. Aku menyukai orang yang menjadi partner dance-ku di OTAKON festival waktu itu. Aku menyukai saat kau mengatakan aku adalah member favoritmu disana. Aku menyukai saat dimana kau memelukku. Aku juga menyukai moment dimana kau menjadi bantalku saat tidur. Aku selalu berharap yang menjadi artwork-ku adalah kau, yang selalu menempel di pundakku dan juga kusentuh didepan kamera. Aku menyukai dimana kita mengucapkan beberapa kata yang sama, dan itu adalah dejavu yang baik sepanjang masa.” Ravi menelan ludahnya. Ia sudah berhasil menyatakannya, walaupun setengah memaksa dan ditempat setidak elit ini..

“Aku menyukaimu, Hakyeon hyung. Bahkan perasaan ini lebih dari menyukai, tapi mencintai. Aku ingin selalu melindungimu, aku ingin selalu ada didekatmu, aku ingin kau hanya milikku.” Ravi menghela nafas, kemudian ia jatuh berlutut di depan N. “Mianhada….”

N tertegun mendengar pengakuan Ravi. Ne.. nado. Nado joahaesso. Nado saranghae, Wonshik-ah…

N menyamakan tingginya dengan Ravi. Kemudian menatap wajah lelaki itu yang basah karena air mata. N memeluknya erat.

“Wonshik-ah,” panggil N lembut. “bisa tidak kau cari tempat yang lebih baik untuk menyatakannya padaku? Kenapa harus di dekat peti mati ini? Lihat! Muminya bangun!!”

Ravi menatap mumi yang perlahan bangun karena merasa ‘terganggu’. Kemudian ia tertawa.

“Ya, mumi! Album baru kami mengandung mumi dance. Kau bisa terkenal!” kata Ravi sambil memeluk N yang ketakutannya kumat. “Dan jangan sentuh dia! Atau kubuat kau mati dua kali!”

****

— dorm —

“Hyung…” Hyuk memeluk gulingnya erat-erat, bersamaan dengan selimutnya yang ikut nyelip. “Binnie hyung…” Hyuk mengguncangkan tubuh Hongbin, berharap lelaki itu bangun.

“Hmmmhhhh…” Hongbin melenguh malas meladeni orang yang mengganggu mimpinya.

“Boleh aku tidur disini? Aku takut.” Kata Hyuk.

“Hmmmmhhhh…”

“Tidak apa kan?” tanya Hyuk.

“Hmmmhhhhh….”

Hongbin menggeser sedikit tubuhnya untuk mempersilakan Hyuk tidur disampingnya. Ia tahu kalau kejadiannya bakal seperti ini.

Hyuk memunggungi Hongbin dan memeluk gulingnya erat-erat.

“Sudah tidur?” tanya Hongbin.

“Belum.” Jawab Hyuk sambil mengeratkan pelukannya pada gulingnya.

Hongbin duduk di atas kasur. Kemudian menyelimuti Hyuk dengan selimutnya. Setelah itu ia mengelus rambut Hyuk lembut. Hyuk membalikkan badannya.

“Gwaenchana. Besok-besok tidak usah ada date sampai ke rumah hantu,” kata Hongbin.

Hyuk tertawa kecil. “Ne, hyung.” Kemudian ia mengingat sesuatu. “Kau ingat taruhan kita di rumah hantu tadi?”

Hongbin berpikir sejenak, kemudian mengangguk.

“Kau yang kalah kan. Hakyeon hyung akhirnya tidur dengan Wonshik hyung.” Kata Hyuk sambil tersenyum lebar *gue melting sumpah*

Hongbin mengacak rambut Hyuk. “Iya.. iya kau menang. Kalau kau menang kenapa? Mau hadiah apa?”

“Kita kan tidak ada kesepakatan hadiah apapun,” Hyuk memejamkan matanya perlahan.

“Jadi?”

“………”

Hongbin menatap wajah polos Hyuk yang tertidur. Ia tertawa kecil dan menghentikan elusan tangannya pada rambut magnae manjanya itu.

“Jaljayo, Hyukkie.”

***

“Cha Hakyeon, joha shiro? (Cha Hakyeon, kau menyukaiku tidak?)” tanya Ravi.

N menggeleng. “Ani. Nan saranghaessoyo. (Tidak. Aku mencintaimu.)” N tersenyum menggoda.

“Huihalgayo? (Apa kau menyesal?)”

N menggeleng. “Asalkan denganmu, aku tidak akan menyesal.”

Ravi mengangguk. Ia menyelimuti tubuhnya dan kekasihnya. Kemudian mereka berdua menutup mata sama-sama, sambil berpelukan.

***

“Kau yakin akan tidur disini?” tanya Ken pada Leo yang sedang menonton TV.

Leo mengangguk. “Iya.”

Ken meletakkan bantal dan gulingnya di bawah sofa. Kemudian ia merebahkan dirinya.

“Kau di dalam saja.” Kata Leo datar.

“Di dalam ada Hyuk dan Hongbin. Disebelahnya ada Hakyeon hyung dan Wonshik. Aku tidak bisa masuk.”

Leo menghela nafas. “Ya sudah. Pakai selimutnya.” Leo melemparkan selimutnya pada Ken.

“Hyung…”

“Gwaenchana.” Leo melanjutkan tontonannya.

Ken masih menatap Leo. Tapi Leo sudah fokus dengan tontonannya yang belum juga mulai daritadi. Kemudian Leo mengalihkan pandang pada Ken.

“Tidurlah. Ini film horor. Kau pasti takut.” Kata Leo.

Ken mengangguk. “Ne…” kemudian ia menutup wajahnya dengan guling dan selimut pemberian Leo.

Leo tersenyum kecil. Lalu kembali fokus pada tontonannya yang sudah mulai.

****

END

Kamprett!! Gue semangat bikin yang hyukbin doang masa u,u

I need therapy la la la la la therapy *masuk RSJ*

46 thoughts on “[VIXX’s Story] Perfect Love Project

  1. laladwiputri

    OMG!!! YOU POST THIS LOVEEEY STORY OMGOMGOMGOMG and even not COMEDY!! WOWWW HAHAHAHAHHAHAHAHA i guess now you are really a romance writer gahahaha i mean long ago you just write a (romance) FULL COMEDY hehe i really thanks to you cause in here you make a part of HYUKBIN a lot!!! wohoooo i really like them so much!!!!! waaaaa thank youuuu :*

    Reply
      1. laladwiputri

        pas kok ini hahaha comedy-nya nggak sepenuh biasa kamu nulis cerita gyeonje apa lagi gtop hahahaha😀 ih jangan di buat angst sih hyukbin-nya buat yg happy happy aja

      2. LaillaMP Post author

        kalo geonje atau gtop kan muka-muka enak dibully wkwk dan saat nulis ff mereka saya ga lagi ada masalah kaya di ff itu😦
        tunggu aja. karna nyukbin magnae jadi harus ngantri kalo mau jadi maincast u,u

  2. Anggie

    Hayyy… it’s me again!😀
    Haduh, haduh, ini sweet banget masa. Alternatif buat para namja, klo mau nyatain coba di tempat yg angker. Klo ditolak bisa pura2 kesurupan(?).
    HyukBin jg manis sekali~ /acak2 rambut Hyuk/
    Lagih dong, lagih… /nyempil di tengah2 Navi/

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      wkwkw lumayan tu lokasi walau rada ga elit

      hyukkie emang imut u,u sebenernya mau buat sekuel. tapi lagi sibuk tugas sama novel (?) haha u,u

      Reply
      1. Anggie

        Ooo… lg sibuk rupanya.
        Fighting, Lailla!! (sok akrab).
        Kpn2 aku main2 lg kesini. Sayang aku ga punya WP, punyanya AFF u_u
        Sampai jumpa!! /lambai2/ /geret N & Leo/

  3. infiniteyoungest

    UWAAAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA NEMU JUGA FF VIXX~~~~~~~~
    sebenernya gak suka yaoi sih, cuma alurnya kebawa aja. bahkan sampe ketawa ketiwi sendiri, paling suka pas Hyuk sama Hongbin itu <//////3 bias bias bias(?) '0')?
    keren intinnya, fighting yah nulis ffnya~ semoga bisa buat ff VIXX lagi ㅋㅋㅋ

    Reply
  4. reader

    gyaaaaa~ akhirnya nemu ff bikseu~ yaoi lagi >< kok lebih dapet feel ke hyukbin ketimbang navi ya? ._. tapi keren kok~ kkkk keonya kurang greget masa haha lanjutin buat bikseu dong x3 hehe kalau bisa sih, keo, kenbin, atau 93 liner xD kkkk daebak lah buat ff ini~

    Reply
  5. LaillaMP Post author

    maklumlah yang bikin juga malah fokusnya sama hyukbin u,u sebenernya keo cuma selingan aja biar semua muncul😄
    93liner? takut ah bikinnya. hahaha

    Reply
  6. yeosin

    Ciee…. Ciee…..

    Couple Navi akhirnya jadia juga…..
    Chukae…..

    Selama yah….
    Moga langgeng selamanya….

    Eh kenapa N sama Ravi bukannya N sama Hongbin yah couplenya????

    Ah entahlah yang pentinya ma ada couplenya aj….

    Kekekkekee

    Reply
  7. Kekematos

    AUTHOR!!!!!! AKU MENCINTAI MUUUUU :***♥♥♥
    buat ff nya VIXX yang banyak coba!!! >< plisssssss

    Reply
  8. Shin Hyun Young

    Hahaha cute bgt itu couple” VIXX ;D
    Sbenernya ini aku lagi nyari ff Leo-Ken… Eh malah nemu N-Ravi -.-
    Tapi ngga apapa lah, ini keren juga kok ::))
    Keep writing ya author-nim~ buat ff VIXX lagi lain kali ;;))
    Fighting! ^^

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      saya ga biasa bikin leo-ken haha.. tapi di aff banyak banget tuh keo. navi lucu kok. imut malah *tapi ga seimut hyukbin :xp*
      sip makasih semangatnya ^^

      Reply
  9. Pingback: Smooth Break Up [3rd Story of Perfect Love Project] | Kumpulan Fanfic

  10. Shin Seul Young

    waaaaaa
    ceritanya N-Ravi kan ya? tapi kok malah fokus ke HyukBin ><
    gilak si ravi nembaknya di rumah hantu -_-
    Leo-Ken terbuang tersingkirkan mengenaskan wkwk
    keren thor, baru nemu ini ff beruntung deh bisa nemu dan baca ini ff x))

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      maklumlah waktu itu lagi random mau buat navi nyangsang ke hyukbin.. sedikit parah tapi ya lumayan/?
      leo-ken ada ceritanya sendiri nanti hohoho….
      doh jadi geer /.\ harusnya saya yang beruntung dikomen ffnya terus hahaha😄

      Reply
  11. ningbymin

    BuahahhahH…. hyukbin bener” yak wwkwkkk

    Ravi lu mah maunya gratisan mulu #plakk tiket aja gratis. Itu bembak(?) Orang juga nyari tempat gratisan di samping peti mati pula #gubrakk

    Sumpah hyukbin nya bikin gue melthingghh kyyaaaaaaaaaaaaa….. hahaahah

    Keonya gantung brayy… mereka udah jadian blom sih? #tanyapadarumputbergoyang

    Reply
  12. Restiatitanelfningsih

    otteoke, aq sukanya Neo, tp langka bnget ff Neo, cri2, malah ktmu navi. ya udh bca aja. dan trnyta seru bnget stiap part hyukbin. navinya manis jg sh, tp tetep aja, aq suka bnget sma umma-appanya vixx. eotteoke?? #nangisbombay

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hahaha mian aku lebih suka navi-keo-hyukbin. ga ada feel buat bikin yang diluar itu tapi kalo baca berfeel xD
      hoho coba aja dibaca story-story mereka seru juga kok manis juga B) makasih udah baca🙂

      Reply
  13. damien

    mau dong di comblangin hyukbin wkwkwk. serius, mau ngakak pas ravi nembak trus n malah ketakutan. tapi gak jadi karna kasihan sama ravi hihi

    Reply
  14. Lolita Yandere69

    bahaha.. koplak ff nya.. mana tempatnya gak elit lagi ravi nyatain perasaan di tempat yang banyak setannya..
    untung aja disana leo gak dibikin yaoi juga.. kalo gak udah ilfil duluan liatnya *kurang terlalu suka cerita yaoi sih
    tapi tumben banget N gak dipasangin ama leo dicerita ini..

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      sebenernya ini belom yaoi dan akhir-akhir ini saya turunin pangkat jadi shonen-ai xD yah anggap aja ini alternatif buat nyatain perasaan/?

      makasih ya udah baca+komentar hehehe ^^

      Reply
  15. gabby

    anyong author-nim!! gue baper astaga baca ginian tengah malem ga baek ㅠㅠㅠㅠ senyum2 sendiri kek orgil wkwkwk ini ff gila babi suka banget gue yaampun 😍😍😍 pokoknya ini ff the best wkwk baper nya bkn cuma karna ravi n tp karna hyukbin leoken jugaaaa astaga bayangin gue baper berlipat ganda kek apa coba wkwk pokoknya keren lah author nya wkwkwk lanjut terus bikin ff vixx pair yaaaaaa fighting!!

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      Annyeong juga gaby-nim huhahahahahah xD hayoloh ane gatanggungjawab atas kebaperan ente ((plok)) ((langsung dirajam godam)) makasih udah suka fic ini yaa dan makasih udah baperin 3 pair wasalam yang bikin sakit kepala ini xD hehehehe… aku ada bikin fic vixx pair kok. Coba cek di library series yang vixx’s story ((lah jadi promo))

      Makasih ya udah baca dan komentar ^^

      Reply
      1. gabby

        ok aku cek library nya yaa wkwk huah ini ff udh lama jg ya wkwk ku kira ini author nya udh ga akan reply lagi ternyata masih aktif😍😍👍👍💕💕 ok sekian aku mau ber-baper-ria dgn ff lain nya wkwk

        iyaa makasih jg udh bikin ff ini😍👍

      2. LaillaMP Post author

        Hahahah siiiip ^^ iya ffnya emang udah lama waktu masih gila gilanya sama fangirling world xD Aktif dong takut ada yang nyariin huahahahah… oke selamat membacaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s