[VIXX’s Story] Failed Holiday {Day 1}

Title : Failed Holiday {Day 1}

Genre : comedy, shonen-ai, romance, etc

Length : oneshoot

Cast : All member VIXX

A/N : Aigoooo udah lama gue ga buat ff. canggung sih, tapi gue suka kkk. Sebenernya diem-diem gue suka bikin, tapi catetannya ilang dan gue lupa semua -_-

Okee sebenernya ini seri ketiga dari Perfect Love Project dan gue bingung harus gue bikin kayak gimana Keo-nya -_- ada yang mau bantu? Wkwk

Setidaknya ceritanya masih agak nyambung kalo udah baca PLP dan liat Hyuk TV (?)

Okeee cekidooottttttt

***

Setelah menjadi pak comblang untuk dua pasang hyung di grupnya, Hyuk bisa bernafas lega. Setidaknya tidak ada yang namanya cinta lokasi, atau cinta mak comblang dengan yang dicomblang, atau cinta pak comblang kepada partner comblangnya. Ravi dan N sudah memperingatkannya untuk selalu berhati-hati dengan yang namanya karma. Tapi Hyuk merasa biasa saja. Toh ia tidak pernah melakukan hal yang harus diberi balasan karma.

Sampai saat ini hubungannya dengan Hongbin biasa saja. Hanya sebatas hyung dan dongsaeng. Hyuk tidak pernah merasakan apapun yang sering dicurigakan 4 hyung lainnya. Hyuk tidak merasakan apapun ketika Hongbin dekat dengan siapapun. Mau dengan member lain, ataupun para mantan trainee yang dulu pernah dekat dengannya. Hyuk juga biasa saja ketika melihat perempuan lain mengobrol panjang lebar dengan Hongbin. Tidak ada yang salah kan? Hyuk masih normal kan?

“Ya! Bengong!” Hyuk langsung tersadar dari lamunannya setelah pundaknya disenggol. Ia menatap Hongbin yang kelelahan setelah latihan sendiri.

“Eh, hyung?” Hyuk langsung tersenyum melihat Hongbin.

Hongbin tersenyum lesu. Kemudian ia tiduran di sebelah Hyuk. Hyuk ikutan berbaring disebelahnya.

“Tolong ambilkan minum,” kata Hongbin tanpa menatap Hyuk.

“Ok. Jamkaman,” Hyuk berdiri dan mengambil air mineral yang sudah disediakan perusahaan setiap mereka latihan. “Ini.”

Hongbin menerima air dingin itu. Kemudian menempelkannya di dahinya.

“Kau kenapa hyung?” tanya Hyuk.

“Gwaenchana. Aku hanya sedikit pusing,” jawab Hongbin. Hongbin kemudian menatap maknaenya yang sepertinya mengkhawatirkannya. “Wae? Kau khawatir?”

Hyuk menggeleng. “Iya. Kalau kau pingsan seperti waktu kita latihan dulu bagaimana? Untung hanya aku yang tahu!”

Hongbin tersenyum lebar. “Mianhae. Itu kan tidak sengaja. Lagian kau kan tahu aku punya masalah kesehatan.”

Hyuk mengangguk. “Hyung, kau tidak apa-apa kan?”

Hongbin melebarkan matanya. Kemudian ia duduk. “Kenapa anak ini jadi memperhatikanku, eoh?” Hongbin mengacak rambut Hyuk.

Hyuk mendengus. Kemudian merapikan rambutnya. “Aku lapar. Buatkan aku makanan. Wonshik hyung dan Taekwoon hyung tidak bisa diganggu sekarang.”

Hongbin mendengus. “Buat saja sendiri!”

***

“Tumbenan perusahaan memberi libur. Lumayan dua hari di akhir minggu. Kalian mau kemana?” tanya N sang leader kepada para membernya.

Semuanya membalas dengan helaan nafas dan kerdikan bahu.

“Mungkin aku akan tidur sepanjang hari,” kata Ken.

“Sejak kapan hobi Wonshik jadi menempel padamu?” tanya Leo dengan wajah datar, walaupun sedang bercanda.

“Aku lagi….” Ravi mendengus kesal.

Semua tertawa.

“Iya sih, enakan tidur. Kan—“

“Mau pesan di hotel mana, hyung sayang?” serobot Ravi tanpa mempersilakan N menyelesaikan kalimatnya.

N langsung menempeleng kepala Ravi dengan bantal sofa.

“Hyukkie, Binnie, kalian mau kemana?” tanya N pada dua maknae yang sepertinya sedang berusaha keras untuk mencari tempat liburan.

Hongbin dan Hyuk menoleh. Kemudian menggelengkan kepala bersamaan.

“Waaah kalian serasi lho! Kenapa tidak kencan buta saja?” kata Ken.

“Kencan buta? Kita masih normal, hyung!” kata Hyuk.

Hongbin tersenyum.

“Awas kalau kemudian kalian jadian! Kusuruh Hyukkie minum susu putih!” ancam N.

“Andwaeee!!!” Hyuk menggeleng keras. “Aku tidak akan jadian dengannya! Minum saja susunya sendiri!”

Semua tertawa keras. Hyuk memang tidak bisa minum susu putih. Bisa-bisa dia di opname berminggu-minggu kalau minum.

“Ya sudah sekarang kita tidur biar besok bisa beraktivitas dengan baik. Besok hari terakhir sebelum libur 2 hari! Fighting!!” kata N.

Kemudian semuanya bubar. Ravi dan N memasuki kamar khusus di sebelah 4 orang yang tidur empet-empetan.

****

“H-hyung…” panggil Hyuk pada Hongbin yang sedang minum setelah perform.

Hongbin menoleh setelah menutup botol air mineralnya. “Hm?”

“Aku mau ke rumahku besok,” kata Hyuk.

“Oh. Bagus dong,” balas Hongbin datar.

Hyuk menatap Hongbin sambil menghela nafas. “Kau mau temani aku?”

Hongbin tertawa kecil. “Untuk apa? Bersih-bersih kamarmu? Kau kan sudah bisa membersihkannya sendiri.”

Hyuk menggeleng. “Entahlah. Aku hanya ingin mengajakmu. Kalau tidak mau—“

“Kau menyukaiku?”

Hyuk membelalakkan mata. “Ha? Kata siapa?”

Hongbin tertawa. “Lalu kenapa aku yang diajak? Kalau kau mau kan kau bisa ajak yang lain.”

“Mereka rusuh. Aku tidak mau mereka berisik di rumahku!” kata Hyuk. “Aku juga tidak tahu kenapa aku mengajakmu. Tiba-tiba aku ingat hobi memotretmu dan pemandangan di desaku juga bagus. Kau pasti akan suka. Oh ya, kan hanya kau yang belum tahu dimana rumahku. Yang lain sudah.”

“Ha? Memang kapan? Kok aku tidak ikut?” tanya Hongbin.

“Kau sakit!”

Hongbin mengangguk. “Oh. Oke. Mau berangkat jam berapa?”

“Hyung mau ikut? Jinjja?”

“Kalau tidak dijawab rencana batal!”

“mungkin malam ini biar sampai disana pagi. Udara pagi disana tidak akan membuatmu pusing!”

Hongbin mengangguk. “Oke. Hanya aku saja?”

Hyuk mengangguk. “Kau mau mengajak kakakmu, begitu? Tidak apa-apa sih untuk menemani noona-ku.”

“Noona-ku kan sudah punya suami dan anak. Sekalian diajak nanti. Tambah rusuh!”

“Makanya. Siap-siap saja di stasiun. Kita naik kereta yang jam 10.”

***

Hongbin tidak mampu mengerjapkan matanya. Ia terhipnotis pemandangan di depannya. Sebuah desa indah di pedalaman kota Busan yang masih asri. Terdapat banyak pohon dan rumah-rumah sederhana yang tidak saling adu tinggi. Suara burung berkicau masih bisa terdengar lembut. Orang-orang baru memulai aktivitasnya. Sekarang baru jam setengah 7, tetapi suasana disini terlihat sangat sibuk. Udara di desa ini masih dingin. Kabut masih menyelimuti desa itu.

“Otte?” Hyuk tersenyum lebar melihat Hongbin terhipnotis pemandangan ini.

CEKREK!

Hongbin langsung mengambil gambar pemandangan desa itu. Hyuk perlahan berjalan. Diikuti Hongbin yang terus menjepret dengan DSLR kesayangannya.

“Hyukkie, smile!!!” Hongbin mengarahkan kameranya pada Hyuk tiba-tiba.

CEKREK!

“Idiot! Hahaha…” Hongbin menunjukkan hasil jepretannya pada Hyuk. Hyuk tertawa sendiri melihat fotonya yang berekspresi absurd.

“Hapus!! Aku tidak mau tahu!!” kata Hyuk.

“Ani. Aku akan share di twitter!” balas Hongbin sambil menutup lensa DSLR-nya.

“Aku akan menghapusnya juga dari peredaran!” balas Hyuk tidak mau kalah.

“Memang kau bisa? Kau kan tidak tahu password twitterku! Password twitter sendiri saja tidak tahu!” kata Hongbin.

“Nappeun hyung!” kata Hyuk. “Untung kau lebih tua daripadaku. Kalau tidak sudah habis kau!”

“Ada keuntungannya juga ya,” Hongbin tersenyum manis. “gomawo sudah mengajakku. Kau berhasil membuatku tidak berkedip selama 2 menit!”

Hyuk tersenyum merasa menang. “Ne, cheonmaneyo. Mau ke kali dulu atau langsung ke rumahku?” tanya Hyuk. “Biasanya pagi-pagi banyak dewi-dewi mandi!” bisiknya.

PLOK!

Hongbin langsung memukul kepala Hyuk. Hyuk tertawa.

“Ke rumahmu saja!”

***

“Umma?” Hyuk mengetuk pintu rumah sederhananya sambil menyahut memanggil ibunya.

Pintu dibuka. Wanita parubaya itu langsung menyambut Hyuk dengan pelukan. Ia mencium pipi anaknya sambil terus berceloteh kalau ia sangat merindukan Hyuk.

“Waaah dongsaengku ini sudah pulang ternyata. Eh, Hongbin kan?” tanya seorang wanita muda lagi, kakak Hyuk.

Hongbin membungkukkan badan. “Ne, noona. Omonim. Annyeonghaseyo.”

“Tumben kau mengajak teman-temanmu. Biasa sendirian,” kata noona Hyuk.

Hyuk tersenyum. “Sekali saja. Hongbin hyung kan suka fotografi. Mungkin kalau diajak kesini dia bisa mengekspresikannya.”

Hyuk membuka sepatunya. Diikuti Hongbin yang masih saja terpesona dengan pemandangan desa ini.

“Tunggu, tadi noona bilang ‘teman-teman’? aku hanya mengajak Hongbin hyung kok,” Hyuk heran. Ia masuk lebih dalam ke rumahnya dan menemukan member lain sedang sarapan sambil bercanda rusuh ngelempar tulang ayam.

“MWO?!! KALIAN……” Hyuk membelalakkan mata. Bagaimana para member bisa tahu kalau ia dan Hongbin mau ke rumahnya? Apa mereka mendengar rencananya kemarin? Dan yang terpenting, apakah mereka mendengar kalau Hyuk bilang mereka akan merusuh jika diajak?

“Ternyata kami duluan yang sampai. Annyeong, Hyukkie!” N melambaikan tangannya. Diikuti Ravi dan lainnya.

Hyuk dan Hongbin membelalakkan mata.

“Aku baru ingat kalau Hakyeon hyung pernah kesini dulu,” Hyuk menghela nafas.

“Kan kau yang bilang hanya aku yang belum pernah ke rumahmu,” Hongbin berbisik pelan pada Hyuk.

Hyuk tersenyum kecil. Kemudian ia tersenyum terpaksa pada hyung-hyungnya. “Selamat datang di rumah sederhana ini. Kalau kau berisik langsung terdengar sampai keluar. Jangan ada yang berisik!”

“Ya! Sejak kapan umma mengajarkan anak umma sekasar ini pada tamu? Lagipula mereka hyung-hyungmu,” ibu Hyuk membawa sepiring roti bakar untuk dimakan anak-anak VIXX. “Maafkan Hyukkie ya. Silakan dimakan!”

N menggeleng sambil mengunyah roti bakarnya. “Gwaenchana. Kami memang sering bergurau seperti itu.”

“Jadi aku tidur dimana?” tanya Hyuk pada ibunya.

“Di kamarmu saja. Tapi kamarmu belum dibereskan. Kemarin anak tamu ayahmu mengompol di kasurmu,” jawab ibu Hyuk sambil tersenyum pada anaknya.

Hyuk menghela nafas. “Sabar….”

“Kau tidur dengan Hongbinnie saja ya. Ya Tuhan rambutmu sudah dipotong. Kau jadi tambah tampan. Tidak seperti dulu. Seperti preman pasar,” ibu Hyuk mengelus rambut Hongbin.

Hongbin tersenyum. “Ne, omonim. Sebenarnya aku tampan-tampan saja.”

“OHOK!” Ken tersedak tiba-tiba. Calon mantu itu omonim! Bisiknya dalam hati.

“Apa?” tanya Hongbin pada Ken.

“Keselek!” balas Ken sambil mengangkat gelas berisi air putihnya dan meminumnya dengan cepat.

****

CEKREK! CEKREK! CEKREK! CEK—

Hongbin hampir saja mengambil satu gambar lagi ketika melihat tiga orang yang dikenalnya berdiri di depan kamera. Hongbin menurunkan DSLR-nya.

“Kita belum di foto daritadi!” kata N.

Hongbin menghela nafas. “Pose!”

N, Ravi dan Ken langsung berebutan batu besar di tengah sungai jernih ini untuk difoto Hongbin.

“Aku ingin di atas!” N ngotot.

“Yang muda yang di atas!” Ken mendorong pelan tubuh N.

“Yang paling muda dan tampan yang harus disini!” Ravi mencoba merebut satu batu besar untuk diduduki.

“Huh…” Hongbin menghela nafas panjang. Kemudian mengalihkan kamera DSLR-nya ke tempat lain. Melihat pemandangan yang menurutnya paling indah dari seluruh pemandangan yang ada.

CEKREK!

Hongbin tersenyum lebar. Pasti foto ini akan menjadi trending topic di Twitter.

“Hongbin-ah, kami sudah siap!!” kata N.

Hongbin kembali membalikkan badan dan langsung membelalakkan mata melihat pemandangan didepannya.

“Kalian… Kalau seperti itu—“

“Jangan banyak komen! Cepattt ini mau jatuuuuh!!!” Ken mencoba menopang berat tubuhnya.

“1… 2……”

“Itu ada kodok!!! Awassssss!!!!” Hyuk berteriak dibelakang Hongbin. Hongbin hampir saja menjatuhkan kamera kesayangannya kalau tidak ingat ia berada dipinggir sungai.

“Ya!” Hongbin langsung menjitak Hyuk yang sedang tertawa nista diatas penderitaan para Hyung-nya.

N, Ken dan Ravi basah kuyup dan langsung mengejar Hyuk untuk membalas dendam. 3 lawan 1! Hongbin tersenyum. Ia kembali melanjutkan kegiatan berfotonya dan untungnya objek yang daritadi dijepretnya masih ada dan masih setia dengan pekerjaannya.

BYURRR!!!

Kemudian 3 orang yang ditertawakan tadi balik tertawa nista diatas seorang lelaki yang basah kuyup kecebur kali. Hongbin tidak menyia-nyiakan moment ini dan langsung menjepretnya dengan cepat. Mungkin ia akan langsung membagikannya kepada para Starlight yang membutuhkan dengan judul “3 lawan 1”

“Woooo Leo Hyunggggg aku merindukanmuuuuuuu!!!” Ken langsung mendatangi Leo yang sedang sibuk menangkap ikan yang terlihat berenang didalam sungai yang jernih ini. Ken langsung memeluk lelaki itu dari belakang dan membuatnya risih.

“Ya,” sentaknya datar.

“Wajahmu jangan sedatar itu juga. Ini bukan vixx tv!” Ken mengerucutkan bibirnya. “Dan aku bebas melakukan gwiyomi!”

“Terserah,” Leo langsung ke tengah sungai dan menangkap ikan kecil yang masih saja berenang santai padahal ada serangan yang akan menantinya.

“Orang-orang disini percaya ikan itu bisa menjadi jimat keberuntungan. Jadi, mungkin Hyung bisa menangkap dan menyimpannya untuk kemajuan VIXX di kemudian hari,” kata Hyuk sambil membasahi rambutnya dengan air yang mengalir.

“Jinjja?” Hongbin bertanya sambil terus mengarahkan kamera pada pemandangan disekitar.

“Hm. Aku juga tidak percaya. Katanya ikan ini juga bisa memberikan kelancaran dalam hubungan percintaan,” kata Hyuk lagi.

“Kalau begitu tangkap yang banyak untuk keberhasilan cinta Hyukie dan Binnie!” teriak Ken pada Leo di tengah sungai.

“OHOK!” N dan Ravi pura-pura keselek.

“Mwo? Ohok!!” Hongbin dan Hyuk beneran keselek.

“Uuuuu cute. Kubantu untuk mencari ne,” N mengambil jaring sakaratul maut yang ada dipinggir kali.

“Aku juga! Untuk balasan terimakasih karena telah menyadarkan Hakyeon Hyung,” Ravi menyingsingkan baju dan celananya yang basah.

“Aku bantu doa saja ya. Aku kedinginan brrr…” Ken meringkuk dipinggiran kali.

Hongbin ingin sekali melempar DSLR-nya pada semua member. Tapi daripada ia harus kehilangan semua data di kamera ini lebih baik ia simpan saja untuk kepentingan bersama.

“Apa maksudmu memberitahu mitos konyol itu?” tanya Hongbin sambil mematikan DSLR-nya, menghemat baterai.

“Hanya memberitahu mereka, siapa tahu mereka ingin supaya hubungan ini makin erat sampai kakek-nenek,” Hyuk berlalu tak acuh. “Mau pulang, Hyung?” tanya Hyuk pada Ken yang sedang menggesek-gesek tangannya yang memucat kedinginan.

“Iya,” Ken mengulurkan tangannya pada Hyuk untuk membantunya berdiri. Hyuk berjalan tak acuh melewati Ken.

Hongbin mengulurkan tangannya untuk membantu Ken berdiri.

Ken tertawa kecil. “Kau apakan adik kecilmu, eoh?” tanya Ken sambil menepuk pundak Hongbin.

Hongbin menghela nafas. Ya Tuhan……

 

****

Hari sudah malam. Waktu terasa cepat sekali setelah sampai disini. Mereka seperti hidup kembali. Member VIXX lainnya sudah tidur, kecuali Hongbin yang masih asik jeprat-jepret keadaan desa waktu malam.

“Ternyata kau disini,” kata sebuah suara.

Hongbin menyimpan DSLR-nya dan menatap Hyuk yang sedang memperhatikannya mengambil objek di malam segelap ini.

“Tujuanmu membawaku kesini kan untuk menemanimu dan memotret. Disini sudah banyak yang menemanimu dan aku hanya tinggal melaksanakan kewajiban kedua,” Hongbin mengangkat DSLR-nya kembali.

“Letakkan DSLR-mu dulu, Hyung. Kita jalan-jalan,” kata Hyuk.

“Kemana?”

“Kemanapun. Aku bosan.”

“Kalau tanpa kamera….”

“Tugasmu disini menemaniku kan? Ayo temani aku jalan!”

Hongbin terpaksa menurut. Ia masuk ke rumah Hyuk dan meletakkan DSLR-nya di meja tamu. Setelah menutup pintu mereka berdua berjalan santai.

“Sebenarnya……” tanpa sadar mereka mengucapkan itu bersamaan. Hongbin tertawa tertahan, sedangkan Hyuk tersenyum malu.

“Hyung duluan…” kata Hyuk.

“Kau saja.”

Hyuk menghela nafas. “Jujur aku menyukai saat-saat seperti ini.”

DEG…

“……saat dimana kita sedang berdua,” Hyuk menundukkan kepala.

Debar jantung Hongbin terdengar tidak santai. Setiap kata yang keluar dari mulut magnae VIXX itu memicu hormon adrenalinnya yang bekerja mengatur detak jantung.

“……saat dimana kau menganggapku sebagai teman, bukan adik kecil yang butuh belaian.”

Hongbin terdiam. Suasana sangat canggung. Hongbin tidak membawa handphone-nya, tidak pula membawa DSLR kesayangannya. Bisa-bisa mati berdiri dia mendengar Hyuk berbicara terus.

“Tapi aku juga nyaman bila kau……membelaiku,” kata Hyuk lagi yang membuat Hongbin membeku di tengah dinginnya udara malam.

“Hehe… Mianhae. Ini memang tidak penting,” Hyuk menggaruk kepala bagian belakangnya. “Kau mau bicara apa tadi?”

Hongbin menghela nafas lega. Untungnya tidak ada kata-kata lain, kata-kata lanjutan maksudnya. Seperti……

“Hyung?” Hyuk menepuk pelan pundak Hongbin.

Hongbin tersadar dari lamunannya. Ia menghela nafas dan menggeleng. “Aku lupa.”

Mereka berdua tidak lagi saling berbicara. Hanya menatap langit malam dan keadaan desa asri itu. Kadang-kadang pandangan mereka bertemu. Setelah itu mereka tertawa renyah, plus canggung.

“Hyuk……” Hongbin akhirnya mengeluarkan suaranya, sangat lembut, sampai-sampai terbawa angin yang menerpanya.

“Hm?”

“Gwaenchana…” Hongbin mengatur nafasnya agar tidak terdengar canggung.

“Kita disini saja,” Hyuk mengajak Hongbin berdiri diatas jembatan gantung diatas kali jernih yang tadi pagi mereka datangi.

Suara air yang bertabrakan dengan batu-batu besar itu terdengar sangat bergemuruh, hampir mengalahkan suara debar jantung kedua anak muda yang sedang melepas lelah itu. Keduanya terdiam, menikmati lantunan musik alami dari air dibawah.

Suatu saat nanti aku akan memberitahumu, Hyukkie. Benar, hanya kau yang kuanggap sebagai teman terbaikku..

Hyuk tiba-tiba menyandarkan kepalanya ke pundak Hongbin. Hongbin kaget, tapi melihat Hyuk yang nyengir lebar seakan tidak ada masalah membuatnya kembali tenang. Sebelumnya Hongbin juga pernah membelai rambut halusnya seperti adik kecil, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan perasaannya.

****

“Ini berita besar!!” N berbisik pada Ravi dari balik pohon besar yang menutupi pemandangan indah jembatan gantung itu.

“Kau membangunkanku hanya untuk ini? Aku mengantuk, Hyung…”

“Sssstt…” N menempelkan jari telunjuknya pada bibir Ravi. “Kau lihat, sepertinya ikan keberhasilan cinta itu memang bekerja baik.”

“Tapi mereka juga pernah melakukannya sebelumnya!” kata Ravi.

“Diam. Lihatlah, mereka sebenarnya lebih serasi daripada Jaehwan dan Taekwoon!” N tersenyum sendiri. “Aigo… Hyukkie manja sekali. Padahal padaku saja tidak pernah.”

Ravi melek dan ikut-ikutan senyum melihat Hyuk dan Hongbin berdua, tertawa sendiri seperti orang gila.

“Berita bagus untuk besok! Ayo kita kembali sebelum mereka kembali!” N langsung menarik tangan Ravi dan berlari pelan menuju rumah keluarga Han.

****

TBC

Apa yang dilakukan Hyukkie dan Binnie kemudian? Tunggu di 2nd Day!!😄

19 thoughts on “[VIXX’s Story] Failed Holiday {Day 1}

  1. N-MEL

    thor updatenya yg cepet yaa udah penasaran nih hahaha
    sering2 bikin ffvixx ya thor hehe sukses buat ff selanjutnya fighting!!!

    Reply
  2. V

    yaaahhhh lagi seru2 nya baca malah tbc~ *ciwit2 author*

    ditunggu lanjutannya ya,ditunggu,pasti ditunggu,ini lagi nungguin!

    -_- ok maaf lebay

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      ada part 2-nya kok. udah baca? tetep gantung sih wkwk….
      pengennya sih kasih sekuel tapi yaa… wajib nunggu😀😀😀

      makasih udah baca ^^

      Reply
  3. Pingback: Smooth Break Up [3rd Story of Perfect Love Project] | Kumpulan Fanfic

  4. Shin Seul Young

    aihh cuiwiwiwiitt aaaa hyukbiiiinnnnnnnnnn wkwk
    ravi-N kayak ibuk2 rempong tukang gosip masa LOL x.x
    ntar part.2 nya aku kasih komen yang lebih panjang dari ini wkwk seenggaknya aku bukan sider kan thor *tebar kecupan buat leo/? wkwk

    Reply
  5. ningbymin

    Aaiisshhh ini romantissss.. di selingin moment keo ama navi hahahah…
    Pasti setiap gue baca ff hyukbin. Kondisi(?) Si maknae masih normal(?)… haduhhh mari berjuang kong😛

    Reply
  6. Restiatitanelfningsih

    thor, pngen nanya. antara perfect love project sma failed holiday ada crita lain ga? dmana critanya hyukbin ny0mblangin keo? bingung. . .

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      sebenernya itu akan ada di cerita lain buat flashback-an keo nanti jadi ga di ceritain dulu di cerita lain hahaha….
      maaf kalo bikin bingung itu sengaja/?

      Reply
  7. N- nyeong! xD

    N nyeong new readers imnida,pecinta Yaoi hahaha :v
    kekwkw N+Ravi! kocakkkk😀 suka deh ama couple ini padahal niatan awa sukanya sma couple LEO+N..wakkss *plaked!

    aku tuh bngung sma hongbin dan hyuk,sebenernya mreka tuh saling suka ngga sih?ya gmna ya! biarpun mreka ngga suka tpi perlakuan mreka kya nunjukin mreka suka tpi ngga mau ngakuin#bahasanye -,- sotoy bgt ane*toyor
    Apalagi hongbin,ih mkin penasaran!ekekeke =D >_<

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hoho welcomee sebelumnya hehe😀
      mayoritas orang yang mampir disini emang sukanya n-leo tapi sayanya lebih suka n-ravi sama ken-leo hahaha….
      biar jadi rahasia mereka berdua aja saling suka apa nggak hohoho zD

      Reply
  8. damien

    astaga… ini kenapa jadi kayak acara vixx pulang kampung atau vixx si bolang. navi ikut mungkin wajar… si n khawatir ama anaknya/? lah ravi nurit aja, keo ini yg bingung ngapain ikutan juga wkwk. ending nya asik, ceilah hyukbin mesra amet tengah malem adaw =))

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s