[VIXX’s Story] Failed Holiday {Day 2}

Title : Failed Holiday {Day 2}
Genre : comedy, shonen-ai, romance, etc
Length : twoshoot—end
Cast : All member VIXX
A/N : okay maafkan daku. Setelah sekian lama bersemedi ternyata menemukan jalan cerita aneh. Dan kalo ga sreg ama selera elu pada, kaga usah di protes. Salahin aja tempat semedinya -_-“
Kemaren ada kesalahan juga di length. Gue nulis oneshoot ye -_- *keracunan lagu oneshot* pokoknya ini part end buat failed holiday. Ga usah ada yang protes #plak

****

Pagi itu sangat canggung………
“Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Hyuk pada N dan Ravi yang sedang menatapnya sambil senyum-senyum.
“Ani,” N menggeleng.
“Kalian melakukan apa kemarin? Ritual mal—“ mulut Hyuk langsung dibekap Leo dengan kimchi.
“Mereka mengintip jalan-jalan kita kemarin, Hyukkie,” kata Hongbin sambil memasukkan kimchi ke dalam mulutnya.
“Oh pantas saja bulu kudukku berdiri semua kemarin,” balas Hyuk santai. “Kukira ada makhluk halus yang menggangguku.”
PLOK!
Kepala Hyuk di tempeleng Ravi. Tapi dengan cepat Hyuk menghindar dan mengambil jatah kimchi milik Hongbin yang masih tersisa.
“Ehm, dilarang menyakiti Tuan Rumah!” kata Hyuk rada sombong.
“Haisss… magnae ini….” N hampir menjitak kepala Hyuk kalau magnae itu tidak bersembunyi duluan di belakang tubuh Hongbin.
“Omo… ada hubungan apa sih diantara kalian?” tanya Ken yang daritadi terpesona dengan kemesraan dua magnae ini.
“Apa?” tanya Hongbin dingin sambil menyingkirkan tangan Hyuk yang ingin mencuri bagian kimchinya. “Kau sudah makan banyak tadi!” kata Hongbin pada Hyuk.
Hyuk mendengus kesal dan mengambil kimchi jatah N. N juga langsung memukul tangan Hyuk dengan sendok yang dipegangnya. Hyuk meringis perih.
“Nih,” akhirnya Hongbin memberikan jatah terakhirnya pada Hyuk. Lumayanlah ada 3-4 suapan.
“Aku tidak akan mau percaya kalau tidak ada hubungan diantara kalian,” kata Leo setelah menelan kimchinya yang terakhir.
“Tuh kan! Leo Hyung yang pekanya kadang-kadang saja merasakannya!” kata Ken sambil mencuri waktu untuk mencubit pipi Leo yang selalu ditolaknya mentah-mentah.
“Kau yang tidak peka, tahu!” kata Hyuk mengingat perjuangannya untuk membuat Ken peka akan perasaan Leo.
“Mana mungkin pecinta binatang mengerti hal seperti itu,” Ken menghela nafas. Dalam hatinya tersimpan rasa kecewa terhadap lelaki disampingnya. Dan lelaki disampingnya juga bisa merasakan kekecewaan itu.
‘Mianhae..’ kata itu terucap hanya dalam hati.
“Eh ngomong-ngomong, tadi Ibu dan Noona-mu kemana?” tanya N pada Hyuk untuk mencairkan suasana setelah perang batin Ken dan Leo.
“Bantu-bantu di Kebun. Ini sudah masa panen, makanya warga desa pasti berbondong-bondong ikut membantu yang punya sawah,” jawab Hyuk sambil mengelap bibirnya dari kuah kimchi dengan lengan bajunya.
“Bagaimana kalau kita juga membantu?” kata Ken semangat.
Hyuk mengangguk. “Mau? Ayo!”

****

Seluruh warga desa yang melihat kedatangan 6 member VIXX menatap takjub pemandangan di depannya. 6 laki-laki muda yang tampan dengan baju seadanya yang siap untuk dikotori mengatakan ingin membantu mereka memanen hasil bumi.
N, selaku leader membungkukkan badan pertama kali, diikuti dengan 5 adik-adiknya yang lain. Warga desa hanya tahu Hyuk, yang sering membantunya semasa kecil dulu.
“J-jadi, boleh tidak kami membantu sedikit?” tanya N sedikit gugup karena dilihat oleh puluhan pasang mata ibu-ibu.
Beberapa ibu-ibu yang sudah tersadar dari ketampanan 6 member VIXX itu mengangguk dan langsung memberikan gunting dan keranjang untuk memanen.
“Gomapseumnidaaaaaaa!!!!!!!” N, Leo, Ken, Ravi, Hongbin dan Hyuk membungkuk sopan seraya tersenyum dan siap bekerja.
“Itu yang paling tinggi anak saya lho… ganteng kan?” ibu Hyuk mempromosikan anaknya sendiri.
“Kupikir yang rambut merah itu kulitnya terlalu hitam…” kata ibu yang sedang mengangkut hasil wortel ke mobil bak di seberang.
“Yang punya lesung pipi itu tampan sekali. Omoooo… siapa namanya? Dia akrab sekali dengan anakmu,” ibu yang lainnya mencolek ibu Hyuk.
“Itu Hongbin. Dia visual grup kata Hyuk. Dia memang dekat dengan anakku,” dan kemudian ibu-ibu itu saling berbincang mengenai Hyuk dan Hongbin.

****

“Bukan begitu!!” Hyuk memberitahukan cara untuk memetik buah naga pada N dan Ravi. Hyuk memegang buah itu dan memotongnya pelan. Kemudian memasukkannya perlahan ke keranjang yang diberikan tadi.
“Terimakasih magnaeku…” N tersenyum lebar pada Hyuk yang langsung dibalas pelototan Ravi.
“Anggap dia seperti makhluk Tuhan lainnya yang butuh kasih sayang,” Leo mencontohkan cara memotong terong dari pohonnya pada Ken.
“Berlebihan,” kata Ken pelan.
“Tanaman ini ditanam dengan penuh cinta, kalau tidak mana mungkin bisa tumbuh sebagus ini. Maka kita juga harus—“
“Iya… iya Hyung sayaaaaang!!” Ken mengikuti cara Leo yang lembut dan jatuhnya malah terkesan memaksa. Hyuk dan Hongbin yang secara tidak sengaja melihat mereka tertawa.
“Kau sudah selesai, Hyung?” tanya Hyuk pada Hongbin yang bertugas memetik cabai.
“Sebentar lagi,” balas Hongbin sambil terus tersenyum melihat Leo dan Ken yang beradu argumen untuk memetik hasil bumi ini.
Hyuk tersenyum kecil, kemudian membantu pekerjaan Hongbin yang hampir selesai. Ia sendiri sudah selesai memetik lobak yang jadi pekerjaannya sewaktu kecil. Kini tinggal ia generasi muda yang masih senang memetik hasil bumi desa ini.
“Sudah selesai?” tanya ibu pemilik kebun.
“Sudah,” jawab Hongbin dan Hyuk bersamaan.
“Masih ingat cara memanjat kan? Itu banyak buah apel yang sudah matang. Kalian petik ya. Ini keranjangnya,” ibu itu memberikan masing-masing satu keranjang untuk menaruh apel.
Hyuk dan Hongbin sama-sama membungkuk. “Terima kasih!” dan mereka pun langsung berlari ke kebun apel.
Di kebun apel sudah banyak juga orang yang memetik apel segar dari pohonnya. Hongbin dan Hyuk menelan ludah ketika melihat buah segar itu di dalam keranjang.
“Siapa duluan yang mau naik?” tanya Hongbin.
“Memangnya kau bisa?” tanya Hyuk balik, yang langsung dibalas dengusan kesal Hongbin.
Hongbin melepas sepatunya, kemudian menaiki pohon apel yang tidak terlalu tinggi itu dan langsung hinggap di rantingnya.
“Uwooooo ada monyetnya VIXX!!” teriak Hyuk sambil tertawa keras. “Auooooooooo!!”
“Yaisssshhh…” Hongbin langsung mengambil buah apel secara asal dan melemparkannya pada Hyuk. Dengan cepat Hyuk menangkapnya dan memasukkannya ke dalam keranjang.
“Kerja bagus, Hyung. Pilihanmu besar sekali!” Hyuk juga langsung menaiki pohon itu dan duduk di salah satu ranting tepat di depan Hongbin.
Kecanggungan langsung menguasai diri Hongbin. Ia tidak bisa fokus sekarang, melihat Hyuk ada di depannya sibuk memilih apel mana yang layak panen dan belum layak panen.
“Cepat kerjakan! Kalau terpesona denganku bilangnya nanti saja!” kata Hyuk sambil terus memilih apel.
Hongbin menendang kepala Hyuk dengan kakinya yang bebas. Kemudian ia memilih-milih apel yang terlihat besar dan segar.
“Ingat Hyung, ambil apel yang menurutmu siap panen. Terkadang ada apel yang sudah besar tapi belum siap panen. Jadi akhirnya apel itu tidak laku,” Hyuk berceramah sambil memilih apel.
“Sejak kapan magnae ini bisa berbicara sebaik ini?” Hongbin tertawa kecil. “Oh ya sebentar lagi kau 19 tahun ya. Pantas saja.”
Hyuk tertawa kecil. “Kalian sering memperlakukanku seperti anak kecil. Padahal nyatanya aku cukup matang seperti apel ini. Walaupun kecil, tapi dia siap.”
Hongbin tersenyum. “Aku sangat menyukai sisi bijakmu.”
Hyuk balas tersenyum sambil melemparkan beberapa apel yang sudah dipetiknya ke keranjang.
Keheningan akhirnya menyelimuti mereka. Mereka sama-sama sibuk memilih apel yang siap panen, bukan hanya besar.
“Sayang sekali kalau tidak difoto,” Hongbin mengeluarkan iPhone-nya dan mulai memotret Hyuk yang sedang serius memilih apel. “Hyukkie smile!!”
Hyuk reflek menoleh dengan tampang heran dan Hongbin dengan cepat langsung menekan ikon foto untuk mengabadikan tampang itu.
“Whoahhh… tetap idiot seperti biasa,” Hongbin menutup hasil jepretan terakhirnya dan kembali membidik foto-foto yang menurutnya harus diabadikan.
“Hyung, hapus!!” Hyuk berusaha merebut iPhone Hongbin untuk menghapus foto idiotnya itu.
“Sudah lanjutkan saja memetik apelnya!” Hongbin kembali memasukkan iPhone-nya dan melanjutkan kegiatannya.
Hyuk dongkol. Dua kali dikerjai dengan kamera. Bisa gawat kalau foto itu tersebar di dunia maya. Bisa-bisa dia langsung punya banyak fans yang ga rela dia nikah.
Hyuk tersenyum penuh arti. Ia memiliki ide jahil yang hampir sama seperti kasus N, Ken dan Ravi kemarin.
“HUAAAAAA ULAT!!! ULATTT!!! ADA ULATTTT!!!!!!” teriak Hyuk heboh sambil menunjuk arah dekat Hongbin.
“WHOAAA MANA? MANA? MANA? AAAA ULATT!!! ULAT!!! TOLOOOOOONG!!!!” Hongbin berteriak panik.
“ITUU…. ITUUUUU…. ITUUUUU….” Hyuk menunjuk arah Hongbin.
“AAAAA!!!!!! ULAAAAATTTT!!!!” Hongbin reflek lompat dari pohon dan langsung membersihkan seluruh tubuhnya dari kemungkinan ulat itu bertengger di bajunya. Bahkan Hongbin sampai rela melepas bajunya dan mengibaskan bajunya sambil berteriak panik meminta tolong.
“Kena kauuuu!! Hahaha….” Hyuk langsung tertawa setelah melihat orang-orang dari penjuru kebun mendatangi tempatnya untuk menanyakan keadaan Hongbin.
“Huh!”
“Dasar anak muda!”
“Bercanda terus!”
“Ini serius tahu!”
“Lagian kau mau saja dibodohi!”
“Seharusnya tidak usah takut. Disini jarang ada kupu-kupu, mana ada ulat!”
Hyuk meminta maaf dengan tulus setelah turun dari pohon. Dan ia sangat menyesal telah mempermalukan Hongbin hanya karena masalah sesepele ini. Padahal sebelumnya Hongbin telah memujinya karena kedewasaannya.
“H-Hyung, mianhae,” kata Hyuk pelan dan sedikit panik. “A-aku…”
Hongbin memakai bajunya dan langsung meninggalkan Hyuk ditempat dengan keranjang apel yang belum terlalu penuh. Hyuk ingin mengejarnya, tapi… sepertinya Hongbin benar-benar marah.
“Kau melakukan apa padanya?” tanya Ravi.
Hyuk tidak tahu harus menjawab apa walaupun ia tahu kejadiannya. Hyuk terdiam dan melihat langkah Hongbin yang menjauh. Perlahan semua member menyusul Hongbin. Tinggal ia dan Leo yang masih ada disitu.
“Walau aku tidak tahu kejadiannya, aku yakin ini sangat keterlaluan. Hongbin tidak pernah semarah itu kan padamu?” kemudian Leo berjalan meninggalkan Hyuk.
Hyuk menghela nafas. Ternyata ia belum cukup dewasa. Lelaki dewasa tidak akan melakukan kesalahan se-fatal ini kan?

***

Dan makan siang hari ini benar-benar tidak ada tawa riuh yang memecah keheningan rumah ini. Ibu dan kakak perempuan Hyuk sudah mengetahui masalahnya dan memilih diam, membiarkan Hyuk sendiri yang menyelesaikan atas permintaannya sendiri.
Seluruh member tidak berpihak kemanapun. Mereka sama-sama menyuruh kedua magnae itu untuk berdamai saja, tidak usah ada dendam. Mereka satu grup, mereka di trainee bersama, mereka sama-sama mendapatkan kamar yang sama sebelum debut dan setelahnya, dan sekarang mereka satu meja—walaupun Hyuk dan Hongbin saling berjauhan.
“Hongbin-ah, kau belum berbicara sedikitpun daritadi,” kata N. Ia leader, dan harus menjadi orang ketiga untuk menyelesaikan masalah ini untuk menyelamatkan reputasi grup.
“Kalian yang menyeretku masuk ke dalam kubangan masalah ini. Aku tidak mau kalian sama-sama dirugikan karena masalah sepele ini,” kata N setelah Hyuk mengatakan kalau ia akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
“Ini bukan masalah sepele!” kata Hongbin.
“Lalu kalian ingin menyelesaikan masalah ini sendiri, maksudku, berdua?” tanya N dingin. “Perlu waktu berapa lama?”
Baik Hyuk maupun Hongbin diam.
“Sehari? Dua hari? Setahun? Dua tahun? Seabad?” sindir sang leader. “Kita masih ada pekerjaan lain yang mengharuskan kita bersama.”
Hening. Semuanya tersihir ucapan sang leader.
“Masalah ini sepele di mataku. Aku tidak akan menyerahkan masalah ini pada kalian. Aku tidak bisa menunggu selama itu. Aku bisa saja mati sebelum VIXX hilang dari ingatan kalian—“
“Hyung!” Ken langsung memotong. “Jangan pakai kata seperti itu! Menyeramkan.”
N menghela nafas. “Oke, aku tidak bisa menunggu selama itu. Banyak konsep yang sudah dipersiapkan untuk VIXX ke depannya, dan tentunya kalian ingin kan mewujudkan konsep itu?”
Hening lagi.
“Lee Hongbin, Han Sanghyuk,” N berhenti sejenak untuk menelan ludah karena tenggorokannya terasa kering. Ravi kemudian memberikan segelas air putih yang langsung ditolaknya mentah-mentah.
“Lihat aku!” perintah N.
Kedua magnae itu masih fokus dengan pemandangan dibawah mata mereka.
“LEE HONGBIN, HAN SANG HYUK!” teriak N. “Apa perlu aku membawa kalian ke hutan belantara tanpa penduduk agar kalian bisa saling membutuhkan kemudian memaafkan? Tapi itu sangat terpaksa. Aku tidak akan mengambil jalan itu.”
“Sudahlah, Hyung. Percayalah kami bisa menyelesaikannya berdua. Maaf mengganggu ketentraman kalian,” kata Hongbin.
“Apa jaminannya?” tanya N, menguji kedua anak ini.
Keheningan kembali terasa. Hanya ada suara ketukan kuku jari Ken yang memukul-mukul bagian bawah meja dengan pelan.
“Apa?” tanya N lagi karena keheningan ini menyiksanya.
“Aku… akan meminum susu putih,” kata Hyuk pelan, hampir tidak terdengar walaupun N bisa mendengarnya karena posisinya bersebelahan dengan sang magnae.
“APA?” tanya N lagi dengan suara keras.
PRANGGG!!!
Terdengar suara panci yang tidak sengaja jatuh dari dapur. Mungkin ibu atau kakak Hyuk kaget mendengar teriakan N.
“Aku akan meminum susu putih, di DORM!” kata Hyuk lantang.
Semua kaget, dan Hongbin lebih kaget. Semua orang tahu Hyuk tidak suka susu putih. Dan sekarang untuk menjamin keberhasilan rencananya menyelesaikan masalah itu berdua Hyuk harus meminum susu putih.
“Andwae,” tanpa sadar Hongbin menggumamkan itu.
Leo yang disebelahnya mendengarnya tanpa sadar. Hanya saja tidak terlalu jelas dan ia tidak mau langsung mengumumkannya ke seluruh member.
“Okay,” N menganggukkan kepalanya takjub dengan keberanian magnaenya ini. “Kalian semua saksiku!” N menunjuk Ravi, Ken dan Leo bergantian. “Kalau mereka berdua tidak berhasil berdamai sampai di dorm, Hyuk minum susu putih!”
“Tidak secepat itu juga!” protes Hyuk.
“Kenapa? Kau takut?” tanya N. “Kalau begitu biar aku turun tangan.”
“Tidak perlu!” kata Hongbin. “Rencanamu pasti akan membuatku membencimu.”
N mengangguk sembari menyilangkan tangannya di depan dada. “Aku tunggu. Jam 4 nanti kita dijemput untuk pulang ke Seoul, dan aku tidak mau mendengar keheningan dari kalian berdua!”
Setelah itu mereka sama-sama masuk ke kamar yang disediakan keluarga Hyuk untuk 6 tamunya. Ada total 3 kamar tidur di rumah itu. Kamar kakak Hyuk yang menjadi kamar tamu, kamar Hyuk, dan kamar Orangtua Hyuk. Kakak Hyuk sudah bekerja di ChunCheon dan sekarang juga statusnya seperti Hyuk, pengunjung. Ayah Hyuk sedang sibuk mengurus pekerjaannya di Seoul dan memungkinkan ibu dan kakaknya tidur satu kamar. Kamar tamu adalah kamar yang paling luas di rumah itu karena hanya ada satu kasur tingkat dan lemari pakaian. Hyuk dan Hongbin berada di kamar yang sama atas permintaan ibu Hyuk, dan empat member lainnya tidur di kamar tamu. Dua di kasur dan dua di bawah dengan kasur lipat. Ravi dipersilakan untuk menempati tingkat kedua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan member. Dan biasanya Leo menyuruh Ken untuk tidur di kasur bawah Ravi agar lelaki itu tidak kedinginan. N lebih suka tiduran dibawah karena ia bebas bergerak kemanapun. Dan itu membuat Leo bisa terbangun malam-malam karena tiba-tiba memimpikan dirinya ditendang pada kejuaraan Taekwondo dan kalah telak.
Kamar Hyuk seperti kebanyakan kamar anak laki-laki lainnya yang mengidolakan anime dan segala macamnya tentang superhero. Kamar Hyuk tidak terlalu berantakan karena dibereskan oleh Hongbin kemarin. Di kamar ini mereka berdua kadang bergurau tidak jelas dan tertawa kecil malam-malam. Hyuk sering membuat Hongbin jengkel dengan menaruh miniatur anime kesukannya di tempat yang bukan semestinya. Tapi Hongbin tidak pernah semarah itu padanya. Itu hanya lelucon ulat bulu kan? Hyuk berjanji untuk tidak menggunakan ulat bulu untuk leluconnya lagi. Lebih baik ia memakai katak sebagai leluconnya walau di pohon apel sekalipun!
“Hyung, maafkan aku,” kata Hyuk. “Maaf, aku benar-benar tidak sengaja. Aku—“ Hyuk tidak bisa melanjutkan ucapannya. “Aku…”
Hongbin tetap membereskan barang-barangnya dan memasukannya ke tas tanpa mengacuhkan ucapan Hyuk.
“Hyung…”
Hyuk tidak mau menyerah. Sebenarnya ia tidak seberani itu meminum susu putih untuk jaminan keberhasilannya. Tapi itu semata-mata untuk meyakinkan leadernya agar tidak melakukan kejahatan tersembunyinya dengan modus menyelamatkan grup.
“Hyung, mian—“ Hyuk tersentak ketika Hongbin melepas tangan Hyuk dari pundaknya dengan halus.
Hyuk menghela nafas. “Hyung, aku benar-benar minta maaf. Sungguh, aku… aku tidak tahu kalau akan jadi begini. Aku…”
Hongbin kemudian keluar kamar. Kamar itu terasa sangat pengap untuknya. Tidak ada udara yang bisa masuk dan membuatnya sesak.

***

“Bin-ah, kakimu sakit?” tanya Leo ketika melihat Hongbin berjalan tidak seperti biasanya.
Hongbin menatap Leo dengan wajah datar. “Gwaenchana.”
“Kau jatuh dari ketinggian berapa meter?” tanya Leo lagi.
Hongbin berlalu tak acuh.
“Aku akan mengatakan pada semuanya—“
“Tidak perlu,” kata Hongbin. “Aku benar-benar tidak apa-apa. Kau tenang saja.”
Hongbin berjalan ke dapur dengan kondisi kakinya yang tidak terlalu baik. Tapi biasanya rasa nyerinya akan hilang dalam beberapa jam.
“Sekarang aku mengerti kenapa kau mengatakan ini bukan masalah sepele,” kata Leo dari belakang Hongbin.
Hongbin menghela nafas setelah menghabiskan segelas air mineralnya. “Aku pernah merasakannya saat bermain basket dulu, dan itu sangat menyakitkan.”
“Tapi sebenarnya kau bisa memaafkan Hyuk, kan?” tanya Leo kemudian.
Hongbin menggeleng. “Aku tidak tahu.”

****

Sekarang pukul 3 sore. Hanya ada waktu sekitar 1 jam untuk mempersiapkan segalanya.
“Jangan lupa, iPhone-mu sedang di charge di depan,” kata Hongbin pada Hyuk yang sedang memasukkan baju-baju bersih ke dalam tas.
Hyuk menatap Hongbin yang kembali keluar kamar setelah sekitar 5 menit berada di dalamnya. Ia tidak tahu pasti apa Hongbin telah memaafkannya atau belum. Daritadi Hongbin bersikap acuh tak acuh padanya. Contohnya saat makan kimchi tadi. Hongbin tidak berusaha untuk merebut jatahnya dari tangan Hyuk dan membiarkan saja magnaenya itu menikmati kimchinya. Hongbin juga diam saja ketika Hyuk berniat membantunya mencuci piring. Lalu Hongbin juga tetap mengingatkannya untuk membawa kembali barang-barang yang awalnya dibawa dari dorm, walaupun dengan wajah datar.
“Hyung, kau memaafkanku atau tidak?” tanya Hyuk sambil menatap tas Hongbin. “Memangnya sefatal itu sampai dia marah?”
Klek..
Pintu kamar terbuka. Hongbin masuk sambil mengecek iPhone-nya yang diletakkan di atas meja belajar Hyuk.
“Hyung, kau bisa memaafkanku kan?” tanya Hyuk langsung.
Hongbin mematikan iPhone-nya. Kemudian menatap Hyuk tak acuh.
“Ani, berpura-puralah memaafkanku. Kita lakukan selama beberapa hari. Kalau kau tidak kuat, aku akan melakukan janjiku,” kata Hyuk. “Untuk kali ini, aku benar-benar meminta padamu.”
Hongbin berpikir sejenak. Kemudian mengangguk. “Baiklah, kuterima,” kemudian ia kembali keluar.
Hyuk menghela nafas, sedikit lega. Setidaknya sedikit berakting bisa mengulur waktu untuk bersiap menyelesaikan tunggakan jaminannya.

****

“Eomma, Noona!!” panggil Hyuk ketika semuanya telah bersiap untuk pulang kembali ke Seoul.
Dua wanita yang sedang mencoba membuat kue kering langsung berlari ke ruang tamu. Mereka tersenyum.
“Sayang sekali kalian pulang sebelum mencicipi kue kering buatan kami,” kata Noona Hyuk.
N tersenyum. “Jweisonghamnida. Lain kali kita pasti akan mencoba semua masakan kalian.”
“Kapan-kapan main lagi ya, dan jangan ada permusuhan lagi. Tidak baik!” petuah Ibu Hyuk.
“Ne, omonim,” kata semuanya.
“Kami sudah baikan,” kata Hongbin sambil merangkul pundak Hyuk disampingnya.
Ibu dan Noona Hyuk tersenyum. Begitu juga member lain. N menghela nafas lega karena mereka berhasil menyelesaikan masalahnya sendiri.
“Kalau begitu jangan diulangi. Kalian kekanakan!” komentar Noona Hyuk. “Oh ya, ini ada titipan dari warga desa. Kata mereka maaf tidak bisa memberikan banyak.”
N menerima bungkusan berisi beberapa buah dan sayuran lain yang tadi dipanen. Semua member langsung berebutan mengambil apel, kecuali Hyuk dan Hongbin.
“Ini,” Ken menawarkan apel yang ada ditangannya untuk Hyuk. Hyuk menolak dengan halus. Ken juga menawarkannya pada Hongbin, yang juga ditolak dengan sangat halus.
“Aniyo, gomawo,” kata Hongbin.
“Kalian memang jodoh,” kata Ken kemudian sambil menggigit apelnya lagi.
Plak!
N langsung memukul kepala Ken dengan pisang. Semua yang ada di ruang tamu itu tertawa.
“Sudah berangkat sana. Jemputan kalian sudah datang,” kata ibu Hyuk pada 6 member VIXX.
Semua mengangguk. Kemudian bangkit dari bangkunya dan berpamitan dengan ibu dan Noona Hyuk.
“Terimakasih atas tumpangannya. Maaf merepotkan!” kata N sambil membungkuk sopan.
“Terimakasih juga!!” diikuti Leo, Ken, Ravi, Hongbin dan Hyuk yang membungkuk sekilas.
“Sukses terus ya. Jangan sombong,” kata Noona Hyuk.
“Ne, Noonim. Kami pamit,” Leo mewakili teman-temannya yang lain berpamitan.
6 member VIXX akhirnya keluar dari rumah sederhana keluarga Hyuk dan langsung memasuki Van.
“Jamkaman!” Hyuk tiba-tiba ingat ia lupa membawa sesuatu dari kamarnya.
“Palli!” kata N.
Hyuk langsung keluar Van dan memasuki rumahnya dengan cepat. Ibu dan kakaknya yang belum sampai ke dapur bingung melihat Hyuk kembali ke kamarnya.
“Ini dia,” Hyuk mengambil jaket kesayangannya dengan cepat dan menyebabkan bantal yang dilewati jaket itu jatuh.
Sebuah foto jatuh. Iya. Hyuk mengambilnya dan tidak mampu berkedip selama beberapa detik.
Itu foto Leo, diletakkan dibawah bantal yang ditiduri Hongbin satu malam ini. Hyuk bingung. Selama ini ia tidak pernah menyimpan foto member dibawah bantalnya, apalagi foto Leo. Tapi Hongbin… untuk apa ia menyimpan foto Leo ini? Ini foto yang sepertinya diambil candid, ketika Leo sedang bermain bersama anak kucing entah dimana.
Apakah…. Hongbin menyukainya? Tapi Hongbin sama sekali tidak menunjukkan apapun, bahkan ketika dicurhati habis-habisan oleh Leo tentang perasaannya pada Ken, dan Hongbin pun masih baik-baik saja ketika Leo pertamakali mengatakan ia telah berhasil menyatakannya pada Ken.
Ada apa ini sebenarnya?
“Kau sedang apa, eoh? Ayo kita pulang!” kata Ken yang sudah berada di ambang pintu.
Hyuk menyimpan foto itu dengan asal di jaketnya. Kemudian kembali ke Van bersama Ken.

*~ End ~*

Ga percaya? Yaudah -_-“
Endingnya ngegantung ga sih? Ngga kan? Ngga ada yang penasaran kan? Wkwk…
Maaf kalo gaje, emang gue ga tau gue mau kemanain ini cerita. Gue pengen nyiksa HyukBin HAHAHAAAA *ketawa setan*
Rencananya sih yah gue mau bikin sekuel, dan ini menyangkut masa depan Hyukbin. Tapi kalo ada 10 orang yang dukung sih /plakplokplakplok

41 thoughts on “[VIXX’s Story] Failed Holiday {Day 2}

  1. Pearls

    min………. endingnya sumpeh ye bikin geregetan ;—; sequell dongg,
    oh iya btw annyeong gue readers baru, maaf klo comentnya baru di ff ini, tp gue udh baca semua ff vixx lo kok… dan itu keren!!!! daebak!!! hehe

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      sengaja :p /digampar/
      annyeong juga. woles aja. ngomen aja udah seneng banget gue. itung-itung buat ngeramein blog kesayangan gue ‘-‘

      Reply
  2. V

    ………….…… aaaaaaa!!!

    Endingnya begitu amat sih.. Tapi ok juga sih,jadi gemes sendiri hahaha
    Keren nih ff nya serius .. Semua ff yg aku baca disini juga bagus2 semua :’)

    keep writing ya. Fighting!! (^.^)9

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      biar greget jadi buat ending greget /iniapa/

      whaaaaa makasih-makasih!! ^_^ ada juga yang bilang ff disini bagus {} makasih udah baca ^^

      Reply
  3. anggisayhun

    Min bikin sekuelnya doong… Gue demen sama HyukBin jugaaa ^^ FF-nya bagus min. Akhir-akhirnya bikin gregetan. Semua FF VIXX udah gue baca dan *2thumbsup* Keep writing min, fighting🙂

    Reply
  4. HHyo

    Endingnya gantung AUTHOOR._.
    Ohiye, ane reader baru. Mian baru ngomen di FF ini, hp langsung jadi ngeselin begitu mau komen dan netbook entah kenapa selalu aja kerestart-_-
    eh, napa jadi curhat? Ane cuma mau minta sequel, itu aja!

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      sebelum curhat dilarang mari curhat /abaikan/

      iya ga papa. yang penting ngomennya ikhlas ‘–‘ netbook kerestart kepanasan mungkin ‘-‘ sekuelnya insya allah ya……… #plok

      Reply
  5. jnyna

    annyeong! thor, gantung amat dah-_- kasian hyuk ama hongbin, jangan siksa mereka ;A;(?) but you should totally make the sequel, it’ll be great! go go go~

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      biar greget dan pada penasaran makanya digantungin /? wkwk….
      ditunggu aja. lagi dibuat kok. entah ini duluan atau keo duluan yang bakal selesai xD

      Reply
  6. Shin Hyun Young

    Miiiiin ini sumpah ya.
    Knp endingnya ngegantung gini? -_-
    Hongbin-Hyuk ngga jadian, Leo-Ken juga gmn critanya =.=
    Pkoknya sequel miin! Aku minta sequel! u.u
    Gregetan bgt sumpah -.-

    Reply
  7. LaillaMP Post author

    sengaja :p belom waktunya hyukbin jadian. pada masih kecil/? keo tunggu tanggal diemnya/?
    udah ada rencana buat sekuel doain aja moga beneran jadi hehe

    Reply
  8. Pingback: Smooth Break Up [3rd Story of Perfect Love Project] | Kumpulan Fanfic

  9. Shin Seul Young

    endingnya gitu amat thor? ;;-;; *cekek ken/?
    itu si hongbin nyolong foto leo yang ada di bawah bantal gue tiap malem…pantesan pas dicek ternyata di foto cuma ada kucing doang, leo nya antah berantah/? wkwk
    author ada bakat buat bikin org penasaran…cukaeeee /?

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      /pukpuk ken/
      itu foto imut leo yang kuambil candid dari kameranya mas hyuk:\
      sudah seharusnya ada kalo bakat itu/? huahahahhahaaa /ketawa setan/ /dilempar panci/

      Reply
  10. Restiatitanelfningsih

    tuh kan, aq pasti kcolongan 1 judul. kpan leo curhat sma kong? kpan keo dc0mblangin? tp btw, suka bnget kalo leader lg jd org yg bijak. tp kalo lg s0mplak lbh suka lg.😄

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      ngga kok emang sengaja ga diceritain dulu xD
      dia ga tercipta buat bijak-bijak amat jadi mendingan somplak sih wkwkwk….
      makasih udah baca😀

      Reply
  11. N- nyeong! xD

    astaghfirullah*elus dada ini mah bkan nggantung lagi,tpi udah nyangkut -_-
    Penasaran akut tingkat tinggi!!!!
    Cintanya nyambung kemana mana,sebenernya hongbin tuh ska sama siapa?sma hyuk apa sma leo??? trus apa tadi ada part yg hyuk ngatain ken ngga peka dan ternyata itu buat leo??oh my aku pusing,,,,,,,, trus si ken knpa ngga nerima perasaan si Leo??? hyuk cemburu ngga sih?
    liat foto nya leo disimpen ma hongbin?? #aarrrgghhh!jambak rambut*frustasi >.<

    Reply
  12. damien

    ini fict unyu sekaleeee, keo moment nya astaga… bikin overdosis!!! itu si ken sok manja njirrr. lah hongbin marah…. pasti ganteng banget aww!!!! pasti! pasti! disini n galak ya… serem udah kayak emak-emak/?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s