KUMPULAN DRABBLE // GEONIL-SUNGJE // BOYXBOY // RANDOM GENRE

Hellooooooo!!!!
Keseringan main di AFF gue jadi demen bikin-bikin kumpulan drabble kayak gini wkwk.. *maklum cari ff hyukbin yang ada Cuma disitu sambil nungguin ff forbidden love YunJe*
Ini juga salah satu janji gue ke Lia Unnie. Maaf ya Unnie-ya aku melanggar janjiku untuk menamatkan TTL ._.v tapi insya allah akan tamat………………………… suatu saat nanti /digebukin
Okee, mohon dibaca dan dikomentari. WARNING!! IT’S BOYXBOY!! ALSO IN DRABBLE #2 AND #6 THERE’S SOMETHING ‘THAT’ LOLS😀

***

Drabble #1

PRINCE, I LOVE YOU

Kim sungje menatap lurus ke arah seorang lelaki yang sedang sibuk memotong-motong sayuran untuk dimasukkan kedalam panci yang berisi air mendidih. Sesekali ia tersenyum melihat lelaki itu walaupun tidak ada hal yang harus ditertawakan.
“Wae?” tanya lelaki itu sambil memotong bawang setelah beberapa sayuran dimasukannya ke panci.
Sungje tersenyum. “Aniya,” balas Sungje sambil terus menatapnya.
Park Geonil menghentikan aktivitasnya sebentar setelah potongan bawang itu selesai dicincangnya. Ia menatap lelaki yang dicintainya itu dengan lembut.
“Berapa persen tingkat ketampananku hari ini?” tanyanya manis.
Sungje menggeleng. “Boleh aku mengambil kalkulator dulu?”
Geonil menggeleng. “Jangan. Tetaplah disini, nikmati saja ketampananku.”
Geonil menggoreng bawang yang tadi dipotongnya. Setelah itu menyajikan sup ayam yang telah dibuatnya sebelumnya.
“Prince, Saranghaeyo,” ucap Sungje dengan lembut pada lelaki di depannya.
Geonil menarik bangku dan duduk didepannya. Ia tersenyum. “Nado saranghae, my love..”

***

Drabble #2

LOVE 100%

“Kalau kutanya berapa persen kesiapanmu hari ini, apa jawabanmu?” tanya Sungje pada Geonil yang sedang mengganti bajunya.
“Menurutmu?” tanya Geonil balik.
“Eumm…” Sungje mengerutkan kening. “Lebih dari 50%?”
Geonil tersenyum. “Sok tahu,” balasnya.
“Lalu?”
“Aku juga tidak tahu.”
Sungje menghela nafas kesal.
“Kalau kau bertanya berapa persen cintaku padamu untuk hari ini aku bisa menjawabnya,” kata Geonil lagi.
“Berapa?” Sungje tersenyum menggoda.
“10%!”
Sungje mendengus pura-pura kesal. “Benarkah?”
Geonil tiba-tiba menempelkan bibirnya dengan cepat ke bibir merah Sungje. “Setelah ini baru full 100%.”
Sungje tersenyum. Kemudian meraih kepala Geonil dan meraih bibir lelaki itu, menyapunya bersih sampai tidak terlihat ada kotoran apapun di bibirnya.
“Bertambah 100% lagi,” kata Geonil. Kemudian memeluk Sungje dan keluar kamar bersama.

***

Drabble #3

DO YOU WANT SOME TEA?

Park Geonil sedang asyik membaca buku yang baru dibelinya kemarin. Hari ini hari Minggu, dan buku itu merebut salah satu hari Minggu terbaik untuk Sungje.
Sungje hanya duduk di taman belakang sambil sesekali bersenandung kecil, mengikuti irama lagu yang di dengarkannya dari mp3 Player-nya.
Geonil sudah menyelesaikan bacaannya. Ia berjalan ke dapur untuk mencari lelaki yang dicintainya. Tidak ada, kemana dia? Di dapur itu juga hanya ada teh.
Taman belakang! Hanya tempat itu yang bisa dikunjungi Sungje selain kamarnya. Geonil mengambil dua cangkir dan menuangkan teh ke dalamnya.
“Do you want some tea?” tanya Geonil.
Sungje tetap bersenandung bersama mp3 playernya. Geonil kembali menawarkan teh padanya.
“I don’t,” kata Sungje kemudian.
“Why?” tanya Geonil.
“I want everytime with you,” balas Sungje.
Geonil mengangguk. “Okay. I’m yours and you’re mine, okay? Now, let’s drink this tea.”
Sungje tersenyum. Kemudian mengambil salah satu cangkir dan meminum teh itu bersama Geonil, di hari Minggu.

***

Drabble #4

NOW I’M FALL IN LOVE WITH YOU

Sungje menutup pintu kamar orang yang ingin dia temui pertama kali di pagi ini. Tapi keinginan ini harus diurungkannya sekali lagi. Ada orang lain di dalamnya, dan orang itu adalah orang yang sangat dekat dengannya.
Sungje bukan siapa-siapa dibandingkan dengannya.
“Kim Sungje!” teriak seseorang.
Sungje baru saja menurunkan knop pintunya ketika suara itu sampai di telinganya. Sungje sama sekali tidak bergerak dari posisinya.
“Kim Sungje!” teriaknya lagi.
Sungje diam.
“Kau tahu, sekarang aku baru sadar,” kata orang itu, Park Geonil.
“Apa?” tanya Sungje sedikit lirih.
“Aku jatuh cinta padamu, dan sekarang aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.”
Sungje tersenyum kecil. “Benarkah? Baguslah kalau begitu.”
Langkah kaki Geonil perlahan mendekatinya. Kemudian memeluknya dari belakang dengan hangat. “Aku jatuh cinta padamu, aku mencintaimu, bersiaplah untuk kencan malam ini.”
Sungje mengangguk. “Baiklah, kuterima.”

***

Drabble #5

OFFICIALLY MISSING YOU

Ini bukan Park Geonil.
Park Geonil itu baik, sabar, dan bisa diajak kompromi.
Tapi sekarang kenapa?
Semua takut menghadapinya.
“Pasang foto ini ke seluruh penjuru dunia, kalau bisa kalian memakai baju bergambar ini untuk bertugas dan beraktivitas!” kata Park Geonil.
Seluruh karyawan melongo parah. Cuma satu penyebab orang ini menjadi gila seharian ini, yaitu Kim Sungje. Dia bukan siapa-siapa di kantor ini, tapi dia yang memegang kendali keamanan disini.
“Kau gila? Membuat orang tahu tentangku?” tiba-tiba seseorang muncul dari pintu masuk ruang HRD.
“M-Mwo?” Geonil tidak bisa berbicara apapun. Kemudian ia berlari dan memeluknya erat. “Kau kemana saja? Aku merindukanmu, bodoh!”
“Kau yang bodoh. Aku biasa tertidur di kamar mandi kenapa sepanik itu?” kata lelaki manis itu dengan santai dan tanpa dosa.
“Kau yang bodoh, kan sudah kubilang jangan meninggalkanku sedetik pun! Diamlah di sisiku dan jangan kemana-mana!”

***

Drabble #6

ONLY ONE FOR YOU

“Ini untuk Eomma,” Geonil memberikan kue pertama untuk ibunya. “Ini untuk Appa,” kemudian kue kedua untuk ayahnya. “Dan untuk Noona,” Geonil memberikan potongan besar ketiga untuk kakak perempuannya.
Sungje menatap potongan kue besar terakhir itu dengan mata berbinar. Kue tiramisu itu memang sudah menggoda imannya dari awal ia melihat ibu Geonil membuatnya.
“Dan terakhir sekali untukku,” Geonil memakan sendiri kue itu dengan nikmat.
“Mwo?” Sungje menatap potongan kue itu dengan tatapan nanar. Tidak ada kue untuknya? Kenapa Geonil sejahat itu di hari ulangtahun sendiri?
“Mau, eoh?” tanya Geonil ketika tinggal satu potongan kecil untuk ukuran mulut.
Sungje gondok. Kesal. Ingin marah. Ingin ngamuk. Ingin menghancurkan seluruh isi rumah! Apalagi setelah melihat kue itu sudah benar-benar habis dan tidak tersisa sedikitpun kecuali remahannya.
Geonil menatap wajah kesal Sungje dari ekor matanya. Setelah menentukan waktu yang tepat ia mentransfer kue itu dari mulutnya ke mulut Sungje. Dengan cepat Sungje langsung menelannya.
“Michin neo!” umpat Sungje kesal.
Geonil tersenyum menggoda. “Hanya satu untukmu, dan itu dariku. Jangan mau diberikan seperti itu oleh orang lain!”

***

Drabble #7

SMILE YOU MY LOVE

“Sudahlah…” Geonil memeluk Sungje dengan lembut. “Anjing itu lebih baik pergi daripada terus kesakitan disini. Kau tega melihatnya merintih seperti itu?”
Sungje menelungkupkan wajahnya ke atas lututnya untuk menghindari kontak mata dengan lelaki itu.
“Hyung, kita bisa membeli anjing lain kan? Anjing seperti itu tidak hanya satu kan di dunia?”
Sungje kembali menangis sesenggukan mengingat kenangannya dengan anjing kesayangannya yang telah mati 3 hari lalu.
“Kau kehilangan anjing kecil itu, dan aku kehilangan senyummu. Sangat menyakitkan melihatmu seperti ini,” Geonil mengelus lembut rambut Sungje. Kemudian menyandarkannya ke dadanya. “Tersenyumlah, sekali saja, dan kau akan terus tersenyum…”
“Kemudian aku gila?”
Geonil mengangguk. “Aku yang gila.”
Sungje tersenyum kecil dalam pelukan hangat Geonil. Hujan telah berhenti, dan Sungje pun memejamkan matanya sambil tersenyum agar tidak menyakiti pangerannya.

****

Drabble #8

I WANNA HAVE A BABY

“Geonil-ah,” panggil Sungje ketika Geonil sudah membelakanginya untuk tidur.
“Hm?” tanya Geonil balik.
“Apa kau berpikiran sama denganku, kalau Samuel sangat lucu?” tanya Sungje lagi. Ia mengingat wajah anak laki-laki berusia 3 tahun yang ditemuinya di tempat penitipan bayi tadi.
“Ya..”
“Aku tidak tahu kenapa wajah anak itu membuatku gila.”
Geonil tersenyum kecil. “Kau ingin punya anak?”
Sungje langsung membulatkan matanya. “Eoh? Eh? Eng… Ti-Tidak..”
“Jawab saja yang jujur..”
Sungje terdiam sesaat. Kalau boleh ia memang ingin sekali punya anak. Tapi… tidak mungkin kan ia melahirkan?
“Aku… ingin punya anak,” kata Sungje pelan. “Iya, aku ingin punya anak. Aku ingin punya anak darimu dan aku ingin kita mengurus bayi bersama.”
Hening. Kenapa tidak ada jawaban?
Sungje menatap punggung Geonil yang tidak berpindah sedikitpun dari posisinya. Terdengar dengkuran halus dari nafasnya. Untung saja. Ia berharap Geonil tidak mendengarnya.

***

Drabble #9

WOULD YOU MARRY ME?

“Kalau seandainya aku bukan pengusaha kau mau menerimaku tidak?” tanya Geonil pada lelaki di depannya.
Sungje menyeruput milkshake-nya dengan nikmat. Kemudian menatap Geonil dengan datar. “Tentu saja.”
“Kalau seandainya aku tidak punya uang banyak, kau malu tidak berjalan denganku?” tanya Geonil lagi.
“Tidak.”
“Jika aku mengatakan aku mencintaimu tanpa status-statusku yang direktur perusahaan ini itu kau mau bilang apa?”
“Tentu saja ‘Aku juga mencintaimu, Park Geonil yang biasa-biasa saja.’” Jawab Sungje gemas. Anak ini terlalu sering bergurau!
“Pertanyaan terakhir, kalau aku mengatakan ‘maukah kau menikah denganku?’ kau mau mengatakan apa?”
Sungje menghentikan seruputannya pada milkshake itu setelah mendengar kata “Menikah.”. menikah? Apa Geonil senekat itu untuk menikahinya?
“Apa?” tanya Geonil lagi, menuntut kejelasan.
“Aku ingin menikah denganmu juga, Park Geonil yang biasa-biasa saja,” balas Sungje sambil tersenyum malu.

***

Drabble #10

I JUST WANNA SAY I LOVE YOU

“Park Geonil!” panggil Sungje pelan pada lelaki yang duduk disampingnya dengan wajah mengantuk.
Geonil menyelipkan bolpoint-nya ke atas telinganya. Kemudian menatap lelaki cantik disebelahnya dengan kesal. Ini sudah panggilan yang ke-6 dan lelaki itu tidak mengatakan apapun selain memanggilnya.
“Apa?” tanya Geonil kesal.
“Gwaenchana. Perhatikan ke depan!” kata Sungje.
Geonil mendengus. Ia tidak konsentrasi. Hanya ingin tidur dan tidur saja di rumah.
“Ya Park Geonil!” panggil lelaki itu lagi.
Geonil tidak menyahutinya sampai lelaki itu memanggilnya lebih dari 10 kali. Ia tidak mau meladeni lelaki kurang kerjaan sepertinya.
“Aku hanya ingin mengatakan ‘aku mencintaimu’. Kau dengar? Aku… mencintaimu!” kata Sungje.
Kemudian bel berbunyi. Dan Sungje dengan cepat langsung pergi sebelum Geonil sempat bergerak untuk membalas ucapannya.

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Maap ya Cuma 10. gue bingung mau ngapain lagi. Ini juga gue buat malem-malem #gananya
Okee makasih bagi yang udah baca. Maaf kalo ga ada rasanya. Maklumin aja guenya baru balik ke dunia fanfic lagi u,u
Atas perhatian dan komentarnya saya ucapkan terimakasih ^~^

4 thoughts on “KUMPULAN DRABBLE // GEONIL-SUNGJE // BOYXBOY // RANDOM GENRE

  1. V

    waaa aku suka yg 2,5,sama 7 ~

    aneh deh,kok aku sebel ya sama setekah baca yg 8*plakk lol

    over all, u r gorgeous ~ aku suka baca drable2 km.
    Andai aku bisa bikin beginian hahaha.

    keep writing ya (^_^)9

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      aaah ada juga yang baca *o* iya aku juga sebel ama yang 8 -_- /digampar geonje/

      aaa makasih pujiannya ^.^ kalo mau dicoba ntar juga bisa. cari inspirasi dari mv berdrama atau ff orang lain aja ^^ semangat!!

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s