KUMPULAN DRABBLE // COFFEE SHOP // RANDOM GENRE // BAP

Holaaaah haloooooohhhh

Udah lama ga bikin drabble wkwk… kali ini gue mau bikin drabble bap yang seharusnya selesai di masa coffee shop berakhir -_- hahaha….

Mohon diberi kritik dan saran atau apapun lah yang ada di kolom komentar. Gue kangen blog ini rame sama komentar-komentar :((

 

****

BAP_1371691563_af_org

Drabble #1

 

Cast :

–          Bang Yongguk

–          You

 

Aku tidak tahu kenapa Café ini menjadi tempat pertama yang kudatangi setelah menginjakkan kaki ke SamChungDong.

Aku langsung memesan Italian Café Latte dan waffle berukuran sedang ketika seorang pelayan datang dan menanyakan apa pesananku. Aku menatap seluruh penjuru kafe yang lama tidak kudatangi ini.

Kafe ini menyimpan segalanya. Kenangan manis, pahit, sampai kenangan yang tidak bisa kulupakan walaupun aku telah pergi dari negara ini 3 tahun lamanya. Seharusnya waktu 3 tahun bisa membuatku sedikit melupakannya, melupakan kafe yang hanya berjarak beberapa meter dari stasiun.

Pesananku datang, diantar oleh seorang lelaki yang agak asing untukku. Tapi aku merasa pernah bertemunya…

“Bang Yongguk?” aku menatapnya intens. Dia menoleh, dan dia membalasku dengan senyum.

“Jal jinaeseyo?” tanyanya lembut. “Oremanieyo.”

Aku tersenyum lemah, tidak tahu apa yang harus kukatakan. Air mataku perlahan turun. Ini air mata bahagia.

“Syukurlah kau tidak melupakanku,” Yongguk tersenyum pilu. “Aku merindukanmu.”

Dia tidak akan tahu seberapa gilanya aku merindukannya di belahan dunia lain. Aku ingin memeluknya, tapi aku sadar aku bukanlah siapa-siapanya.

“Aku juga,” menyedihkan, merindukannya yang hanya menganggapku sebagai adiknya.

“Aku kembali bekerja ya. Annyeong,” Yongguk membungkukkan badannya sedikit.

Aku langsung menangis setelah ia benar-benar pergi dari hadapanku. Aku menyukainya, tapi tidak ada sedikitpun keberanian untuk mengungkapkannya. Dan aku sekilas melihatnya juga mengeluarkan air mata, entah air mata apa.

 

~ End ~

 

A/N : tau akhh… perasaan gue gagal mulu kalo buat drabble -_-“ maafkan daku Om Yongguk #sungkem

 

****

 

Drabble #2

 

Cast :

–          Kim Himchan

–          You

 

Aku menyesap espresso double ini dengan pelan. Menikmati aroma kopi ini yang menenangkanku setelah rutinitas kerja di hari ini. Aku menghela nafas panjang. Mengingat perlakuan bos dan hampir semua karyawan kantor tadi yang tidak puas dengan hasil kerja kerasku. Kurang ini lah, kurang itu lah. Argghh! Aku hampir gila!

Lagi-lagi aku menyesap espresso double ini lagi dengan cepat. Ketika cangkir espresso double ini kuturunkan aku sedikit kaget. Melihatnya lagi… astaga orang ini!

“Apa kabar?” lelaki itu langsung mengambil espresso double dari tanganku tanpa izin. Kemudian meminumnya sampai hampir habis.

“Lama tidak bertemu,” lelaki itu tersenyum lebar dan tanpa dosa.

“Lama?” Aku masih menatapnya dengan datar. Baru juga tadi pagi kita bertemu. Setelah itu aku langsung melemparnya dengan sendok dan melayangkan jitakan maut pada kepalanya.

Kim Himchan, dari dulu tidak pernah berubah. Tetanggaku sejak kecil itu kini sudah berusia 24 tahun. Anak itu makin tampan dan tinggi, tapi tetap saja manja di mataku.

“Kenapa sekasar itu pada tetangga kecilmu?” tanyanya sambil mengerucutkan bibirnya sedikit.

“Menjijikkan!” kataku.

Himchan tertawa kecil. “Benarkah? Kalau aku bilang aku mencintaimu kau mau bilang apa?”

Aku diam. Himchan sepertinya tidak bercanda. Ia tidak tersenyum jahil seperti biasa dan ia menatapku lekat. Aku merasakan aroma espresso double mendekatiku. Aku diam dan tidak tahu harus bergerak kemana. Sampai akhirnya aroma espresso double itu menghilang dan membekas di bibirku.

“Aku mencintaimu, kau mau bilang apa?” tanyanya lagi.

Aku tersenyum malu. “Aku juga mencintaimu.”

 

~ End ~

 

A/N : AAAAAAAAAA HIMCHAAAAAAAAAAAAN!!!!

 

****

 

Drabble #3

 

Cast :

–          Jung Daehyun

–          You

 

“Annyeong,” lelaki itu lagi. Aku mendengus kesal dan mengalihkan pandanganku darinya.

Lelaki ini bernama Jung Daehyun, dan dia mengaku sebagai kekasihku. Kekasih apa? Aku saja tidak ingat kapan terakhir aku kesini.

“Kau memang melupakanku, tapi kau tidak melupakan tempat ini,” katanya.

Aku mengernyit heran. Peace Café? Aku memang sering kesini walaupun aku lupa dengan siapa. Mungkin kakakku.

“Kau… benar-benar melupakanku?” tanyanya lagi. Kali ini dengan raut wajah sedih. Aku tidak tahu kenapa ia sangat sedih ketika menanyakan tentang itu. “Melupakan”? memang kita pernah saling mengenal? Bahkan aku tidak ingat sedikitpun.

Daehyun menangis. Aku baru kali ini melihat laki-laki menangis di depanku. Daehyun menatapku dengan matanya yang masih basah.

“Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa menjagamu. Maafkan aku karena membuatmu seperti ini. Maaf membuatmu lupa semuanya, dan maaf karena aku tidak bisa melupakanmu.”

Kemudian Daehyun pergi setelah aku tidak menggubris sedikitpun kata-katanya. Aku kembali teringat saat aku dan seseorang pergi naik bus setelah aku kabur dari rumah. Aku memaksanya untuk membawaku pergi karena tidak siap dijodohkan, kemudian bus yang kutumpangi terbalik dan aku mengalami luka. Aku menggenggam tangannya dan dia tidak sadarkan diri. Iya, aku mengingat. Dia…. Jung Daehyun?

Aku langsung keluar café dan berlari mengejarnya. Daehyun pasti belum jauh! Aku menyeka bulir air mataku dan terus mengejarnya, berharap dia bisa kukejar.

“Tidaaak!!” aku memekik ketika melihat Daehyun diam ditengah lalu lintas yang ramai.

Ini sangat cepat. Aku memeluknya dari belakang dan kemudian suara klakson saling bersahutan. Aku memejamkan mataku, membiarkan semuanya terjadi. Kemudian aku merasakan ikatan tanganku di pinggangnya merenggang. Daehyun menatapku, kemudian memelukku erat.

“Kau sudah mengingatnya?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Ne, Mianhae.”

Daehyun masih memelukku dengan erat. Kehangatan pun menjalari seluruh tubuhku. Kami tidak menghiraukan suara-suara klakson dan umpatan orang-orang yang menyuruh kami menyingkir.

“Aku mencintaimu…” katanya lembut.

Aku mengangguk. “Aku sangat mencintaimu,” balasku.

 

~ End ~

 

A/N : Kepanjangan –“ biarin dah yang penting jadi. Mana daehyun begitu ihhhh….

 

****

 

Drabble #4

 

Cast :

–          Yoo Youngjae

–          You

 

“Café Latte!”

Aku dan pria sebelahku tiba-tiba mengucapkan hal yang sama di kasir berbeda. Aku dan dia saling bertatap, dan dia tertawa kecil dan kembali fokus pada pesanannya. Aku menundukkan kepalaku dan langsung menyetujui apa yang si kasir tawarkan padaku.

Kalau dihitung, kira-kira sudah hampir 5 kali aku dan lelaki itu mengucapkan pesanan yang sama. Dan sudah 5 kali pula aku akhirnya memilih Café Latte sebagai minuman yang kupesan—padahal aku sama sekali tidak menyukainya.

“Boleh aku duduk disini?” tanya seseorang.

Aku mendongakkan kepalaku. Aku baru sekitar 3 menit berada di meja ini dan membuka laptopku. Lelaki itu lagi. Dia masih memegang secangkir sedang Café Latte di tangannya.

“Sepertinya tidak boleh…”

“Tunggu!” aku menyuruhnya duduk sedangkan aku sibuk sendiri memencet keyboard laptopku dengan asal.

“Neowa gadeon coffee shop. Uri deulmanui coffee shop. Ni hyanggiga naneun igoseseo meonghani anjaisseo…”

Aku menghentikan gerakan tanganku di atas keyboard laptopku. Aku terdiam dan menikmati setiap lirik yang dinyanyikannya.

“Yoo Youngjae,” aku tidak sengaja menyebutkan namanya. Dan ketika aku hendak menatapnya ia menghilang.

“Youngjae-ya, geuriweosseo?” aku kembali menekan keyboard laptopku dan menulis satu nama.

“YOO YOUNGJAE”

~End~

 

A/N : Agak aneh dan…………………… menyeramkan.

 

****

 

Drabble #5

 

Cast :

–          Moon Jongup

–          You

 

Kalau ditanya tentang tempat yang kusuka, aku akan menjawab kafe.

Kalau ditanya minuman apa yang kusuka, tentu saja aku menjawab kopi.

Dan kalau ditanya apa yang lebih kusukai disamping kafe dan kopi, yaitu dia. Ya, dia.

 

Gadis itu sangat cantik di mataku. Dia memang bukan tipe idaman lelaki lainnya—dan aku sangat berterimakasih karenanya. Gadis itu selalu tersenyum dan membalas senyum bodohku yang kelewat sering. Singkatnya, aku mencintainya.

 

“Moon?” suara lembut gadis itu mengalun lembut. Mungkin ini hanya halusinasiku.

“Moon? Kau tidak apa-apa kan?” tanya suara itu lagi.

Aku benar-benar berhalusinasi. Mana mungkin gadis itu memegang keningku dan…. Ya Tuhan, aku menciumnya! Aku tidak bercanda! Ini benar!

Gadis itu menatapku datar, kemudian menjauh dariku dan meminta bantuan pada barista lain di sebelahku. Aku menatapnya nanar, benar-benar gila! Moon Jongup, kau benar-benar sinting!

“Jangan memberiku harapan palsu, Moon! Ciuman itu tidak disengaja kan? Kau tidak menyukaiku kan?”

 

~ End ~

 

A/N : karna drabble gue juga males bikin panjang-panjang karena panjang hanya milik siapapun yang berumur /? Dan sebenernya gue ga tega bikin bibir innocent jojong berdosa disini….

 

****

 

Drabble #6

 

Cast :

–          Choi Junhong (Zelo)

–          You

 

AKU BENCI CHOI JUNHONG!!

AKU BENCI RAKSASA BODOH ITU DIMANAPUN! BAIK DI SEKOLAH MAUPUN DI KAFE! AKU BERSUMPAH AKU MEMBENCINYA LEBIH DARI APAPUN!

“Buang sampah!” kata Junhong sambil memberikan sebuah polybag besar yang sudah terisi sampah. Baunya benar-benar menyengat. Aku benci diberi pekerjaan ini—padahal sebenarnya aku barista.

“Buang saja apa susahnya sih!” katanya menyebalkan.

Aku mengambil polybag itu dan berjalan ke belakang, ke tempat sampah besar khusus kafe ini. Aku langsung melempar polybag sesampainya di tempat sampah besar yang mengeluarkan bau busuk.

“Memangnya dia siapa? Kenapa selalu memintaku membuang sampah?!” aku menggerutu sendiri. Kemudian langkahku terhenti karena dicegat 2 orang berbadan besar.

“APA?! Kalian mau menambah bebanku, eoh?” tanyaku langsung pada dua orang itu. Aku benci diriku sekarang karena selalu terbawa emosi dalam melakukan apapun.

“YAAA!!” aku berteriak ketika dua lelaki itu membawaku dari tempat itu. Mereka menutup mulutku dan mengatakan akan membuatku senang. Tuhan tolong aku….

……….

Aku membuka mataku dan merasakan punggungku ditepuk. Aku sadar kalau aku menangis sekarang. Aku ketakutan.

“Aku janji tidak akan memberimu hukuman itu lagi,” kata Junhong. “Jangan menangis lagi.”

Junhong kemudian memberiku secangkir caramel machiato hangat. Minuman kesukaanku, dan orang ini tahu aku menyukainya.

“Choi Junhong, aku membencimu!” kataku akhirnya. Aku mengambil caramel machiato itu dan meminumnya pelan.

“Tidak apa-apa. Aku juga membencimu,” katanya datar.

Kemudian kami menghabiskan waktu di ruang istirahat kami dengan secangkir caramel machiato. Ternyata orang ini lumayan juga. Aku membencinya!

 

~End~

 

A/N : Ige mwoya?!! -____- gue ga tau harus gue apain cerita junhong. Ini gue buat dari jaman coffee shop dan berakhir disaat promosi Jepang. Kampret banget haha…

 

****

 

Yo yo yo dipilih mau yang mana. Gue sih suka yang jojong. Maklum bias gue /? Wkwk…

2 thoughts on “KUMPULAN DRABBLE // COFFEE SHOP // RANDOM GENRE // BAP

  1. VieLli

    Ketawa baca tulisan author yg manggil ‘Om Yongguk’😀
    Paling gak tau maksudnya cerita bagian si JaeJae, gak mudeng O,o)a

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s