17 Random Drabbles

Annyeong~ kembali lagi dengan gue dan sekarang ke kumpulan drabble~

Hari ini (24Desember2013) bertepatan dengan ulangtahun gue yang ke-17, gue pun berinisiatif/? mengisi blog dengan karya-karya gue. Niatnya mau buat 17 ff aja *bukan drabble* tapi akhirnya gagal karna gue beneran ga punya ide -_-

Kumpulan drabble ini mungkin membosankan atau apalah. Mana banyak banget lagi wkwk… semoga kalian tahan ^_~

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #1

 

Cast : You and Kang Junkyu (Myname)

 

Aku tertawa lepas setelah menuruni bukit bersalju bersamanya. Kang Junkyu menangkapku dengan sigap ketika aku hampir jatuh ke atas dahan pohon yang tumbang karena badai tadi malam. Kami tertawa sangat keras ketika melihat teman-teman yang lain malah terjatuh ke atas dahan itu dan harus menahan sakitnya.

“Kami menang!” kata Junkyu, kemudian kami bereuforia dengan menyanyikan lagu-lagu aneh.

Aku ikut dalam pesta gilanya. Kemudian aku menatapnya. Lelaki ini begitu mempesona. Ya Tuhan, maafkan aku…

“Junkyu, boleh aku memelukmu?” kemudian lelaki di depanku memelukku. Aku balas memeluknya dan jantungku berdetak sangat cepat.

 

***

 

Setelah itu semuanya terjadi begitu cepat. Kami tidak sedekat dulu. Junkyu adalah artis yang sedang naik daun dan aku hanyalah orang biasa yang menyukainya lebih dari idola. Sikap cuek Kang Junkyu yang sering menganggapku tidak ada tidak membuatku berhenti menyukainya. Justru aku lebih mencintainya sekarang.

Aku akan berhenti melakukan semuanya. Aku akan menjauhi Kang Junkyu sekuat tenagaku…

“Kau mau kemana, eoh?” tanya seseorang sambil memelukku dari belakang. Aku terkejut, kemudian memasang wajah datar karena aku tidak tahu harus melakukan apa. “Jangan kemana-mana, tetaplah bersamaku.”

Dan setelah ini aku tidak tahu, haruskah aku melakukan janjiku tadi atau tetap berada disampingnya?

 

-end-

 

a/n : ini adalah mimpi gue yang terjadi di tanggal 23 dini hari -_- lo harus percaya sampe sekarang gue bingung apa maksud mimpi itu.

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #2

 

Cast : Yoo Youngjae (BAP), Jung Eunji (A-Pink)

 

Jung Eunji menyembunyikan dirinya dari pandangan lelaki yang menjadi pengagum beratnya selama ini. Tapi seberat apapun ia menyembunyikan dirinya tetap saja terlihat lelaki itu, adik kelasnya, Yoo Youngjae.

“Sunbae, kumohon, dengarkan aku,” kemudian lelaki itu menghela nafas. “Aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu tanpa memandang apapun darimu. Maaf aku membuatmu takut. Aku tidak peduli kalau kau tidak menyukaiku karena aku lebih muda darimu. Tapi tolonglah, berikan aku kesempatan untuk membuktikan aku memang lebih dewasa dari sebelumnya…”

Kemudian terdengar langkah kaki menjauh. Eunji tetap terdiam dibawah mejanya sambil memikirkan ucapan terakhir Yoo Youngjae.  

 

***

 

“Yoo Youngjae,” lelaki yang sedang memikirkan cara untuk keluar dari persoalannya itu langsung menoleh ketika namanya dipanggil.

Eunji melangkahkan kakinya ke depan meja lelaki yang menjadi pengagum beratnya selama ia berada di sekolah ini. Eunji menatap wajah tanpa dosa lelaki itu dan tersenyum.

“Kuberi kau satu kesempatan. Kalau kau masih sering memukul lelaki yang sedang berada di dekatku bahkan sebelum kau tahu tujuannya, kau akan benar-benar mati karena tidak dapat cintaku!” katanya galak. Kemudian Eunji membalikkan badan, tertawa kecil karena berhasil membuat nyali Youngjae hampir ciut.

Setelah itu terdengar suara langkah kaki yang tidak sabaran. Seseorang memeluknya dari belakang, mengatakan hal-hal yang sangat pasaran di telinga Eunji.

“Sunbae, aku mencintaimu!!”

 

-end-

 

a/n : entah kenapa gue lagi suka sama couple ini. Sayangnya gue ga bisa bikin feel couple ini dalam ff -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #3

 

Cast : Kim Wonshik/Ravi (VIXX), Bang Minah (Girl’s Day)

 

Ravi mengepalkan tangannya diatas meja, sedangkan Minah menatap keluar jendela tak acuh.

Tidak ada pembicaraan antar mereka setelah terjadi kesalahpahaman yang sangat serius.

Ravi tidak mendengarkan penjelasan Minah, dan Minah terlalu sulit untuk menaikkan nada suaranya pada lelaki berbadan tinggi besar itu.

“Sudah kubilang aku tidak ada hubungan apapun dengan Hakyeon Sunbaenim. Kenapa kau yang marah?” Minah kembali menyulutkan api pertikaian. Tidak ada yang bisa memadamkannya sekarang.

“Memangnya tidak ada yang bisa kau dekati lagi selain makhluk gelap itu? Masih banyak lelaki tampan lainnya di sekolah ini!” kata Ravi sambil memukul meja dengan kepalan tangannya.

Minah reflek menatap asal suara. Kemudian menatap lelaki yang daritadi menyidangnya dengan ganas tanpa menyentuhnya.

“Memangnya masalah kalau aku dekat dengan Hakyeon Sunbaenim? Memangnya kau siapa?” Minah menghela nafas panjang.

“Kau………” Ravi menyerah. Ia memukul lemari dan menjatuhkan isinya sampai berantakan. Minah benar-benar tidak habis pikir kenapa memiliki teman seganas ini.

“Apa selama ini kau tidak sadar, aku…. Aku…..” Ravi terduduk disamping kursinya. Minah masih bergeming menatap aksi aneh lelaki itu.

“Kau kenapa? Kau menyukai Hakyeon Sunbaenim?” tanya Minah sok polos.

Ravi mengacak rambutnya. “Oke, aku menyukaimu! Puas!” kemudian Ravi pergi.

Minah tersenyum kecil dan bersorak dalam hati. Akhirnya lelaki itu bisa mengatakannya juga. Penantiannya terbayar sudah dengan ungkapan cinta itu.

“Aku juga menyukaimu, Kim Wonshik.”

 

-end-

 

a/n : mungkin gue harus bikin ravi lebih psiko lagi -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #4

 

Cast : Chae Jinseok (MYNAME), Kim Namjoo (A-Pink)

 

Namjoo melempar segumpal kertas ke arah lelaki yang sedang menyandarkan kepalanya ke tembok dengan pose sok rajin. Namjoo tertawa ketika Jinseok menyadari kertas itu mengenai kepalanya dan langsung terbangun dari tidurnya.

 

Kau masih ingat ritual malam natal kita kan? Kata isi surat itu

 

Kemudian Jinseok tersenyum. Ia mengambil bolpoin dan mulai menuliskan balasan dari pertanyaan tidak penting teman sebelahnya.

 

Tidak. Apa itu?

 

Kemudian Jinseok melempar kertas itu kembali ke pemiliknya. Untungnya gurunya sedang asyik berbicara dengan papan tulis untuk menjelaskan kenapa segitiga itu bisa menghasilkan sudut dan angka yang berbeda.

 

Kau tidak asyik!

 

Namjoo kembali melempar kertas itu pada Jinseok.

 

Ku jemput di rumahmu pukul 7.00. Aku tidak menerima alasan terlambat karena dandan, aratchi?

 

Dan selesailah pembicaraan mereka lewat surat itu. Namjoo dan Jinseok saling menatap, kemudian masing-masing mereka mengalihkan pandangannya ke tempat lain untuk menghindari sport jantung berlebihan.

 

-end-

 

a/n : no comment kenapa gue lagi demen ama dua anak ini. Mereka satu sekolahan dan kayaknya sih sekelas juga. Keren ga sih -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #5

 

Cast : Han Sanghyuk (VIXX), You

 

“Kita akhiri hubungan palsu ini,” kata Hyuk dengan nada datar.

Aku menatapnya. Ada rasa tidak tega untuk menghentikan hubungan walaupun hubungan ini palsu. Hyuk mengajakku berpacaran agar ia tidak harus dijodohkan oleh orangtuanya. Orangtuanya sudah muak dengan ke-playboyannya.

“Ok,” kataku sambil tersenyum dan menghela nafas.

“3 bulan, dan ini yang ditargetkan orangtuaku agar aku tidak dijodohkan,” Hyuk menyerahkan cek bernominal besar padaku. Jujur bukan ini yang kuinginkan.

“Terima kasih,” katanya lagi.

Aku tersenyum lemah. Cepat sekali hubungan ini berakhir, dan aku terlanjur jatuh cinta pada si playboy itu.

Seperti biasa Hyuk mengantarku pulang, walau hanya sampai depan gang—sesuai keinginanku.

“Sejujurnya….” Aku hendak berbicara ketika mata indah itu menatapku.

“Sejuurnya, aku sudah jatuh cinta padamu. Maukah kita memulainya dari awal dengan status hubungan asli?” kata Hyuk mendahuluiku.

Aku menatapnya lekat. Mencari kesungguhannya mengatakan itu di dalam matanya. Kemudian aku menunduk dan mengangguk pelan.

“Okay, sekarang kita pasangan asli!” Hyuk menyematkan cincin plastik murahan di jari manisku. “Kau tidak bisa kemana-mana. Kau milikku!”

 

-end-

 

a/n : kalo kalian inget sama drabble “Nae Yeojachingu Daejullae?” sebenernya ini versi asli dari Hyuk Version. Jauh banget kan bedanya -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #6

 

Cast : Jung Taekwoon/Leo (VIXX), You

 

Tidak mudah bagi Jung Taekwoon untuk mengetahui apa yang diinginkannya. Bahkan ia tidak bisa mengekspresikan apapun lewat gerak tubuhnya. Lelaki itu peka, tapi ia dengan santainya menepis itu semua dan memilih diam.

Aku masih terus menatapnya yang sudah selesai menjalankan hukuman karena datang terlambat. Lelaki itu tidak menunjukkan ekspresi apa-apa selain ekspresi lelah karena lari 25 putaran. Lelaki itu sangat tangguh, setidaknya di mataku.

Hari ini Valentine, dan aku berniat memberinya cokelat ketika yang lain malah menghindarinya untuk menjadi sasaran.

Sial, aku kalah telak. Ternyata banyak sekali yang mengantri memberikan cokelat pada lelaki dingin yang tampan itu. Aku mengurungkan niatku, kemudian membuang kotak berbungkus kertas berhias itu ke dalam tong sampah.

 

***

 

“Leo?”

Aku tertegun melihat seorang lelaki sudah berada di mejaku dan memakan sesuatu yang tidak asing bagiku. Itu cokelatku! Cokelat buatan tanganku!

Leo tidak berkutik. Ia menatapku datar dan mengatakan “Terima kasih” dengan nada pelan. Lelaki itu benar-benar dingin.

“Kenapa kau membuang cokelat seenak ini, padahal aku menunggunya dari dulu?” dan kemudian suasana di kelas ini hening. Aku sendirian dan aku tidak bisa bergerak.

 

-end-

 

a/n : entah kenapa kalo gue bikin tentang leo tuh ngalir mulu -3- setidaknya buat gue doang.

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #7

 

Cast : Kim Seokjin (BTS), You

 

“Otte? Kenapa aku selalu dijauhi olehnya?” Seokjin bercerita dengan lesu padaku. Akhir-akhir ini ia bertemu dengan seorang gadis, tapi gadis itu terlanjur melihat imej jeleknya saat berkumpul dengan geng Bulletproof untuk bertarung melawan geng Superwhole.

“Mungkin karena kau belum mencoba memberikan imej yang lebih baik pada gadis itu!” jawabku dan itu sudah terjawab daritadi.

“Bagaimana caranya? Bahkan dia langsung melengos pergi melihatku,” Seokjin mengerucutkan bibir.

Memang lucu membayangkan seorang ketua geng bengis sedang jatuh cinta dan gadis itu dengan hebatnya bisa membuat ketua geng bengis itu kembali ke posisi awal.

“Jin-ah, mungkin kau sekali-kali harus menjemputnya dan mengantarnya pulang. Atau menyuruh anggota gengmu menyerbu gadis itu dan kau berlagak menolongnya. Bagaimana?”

Seokjin mengangguk. “Ide bagus!”

“Hanya itu yang kau ucapkan?” aku menghela nafas. “Oke, setidaknya kau sudah merespon usulanku.”

Seokjin bersorak riang. Lelaki itu kembali menatap wajah manis gadis yang ada di layar handphone-nya. Gadis itu beruntung, setidaknya…. Menurutku.

 

-end-

 

a/n : agak curhat ini sebenernya -3- tidak apa-apa…

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #8

 

Cast : Lee Jaehwan/Ken (VIXX), Seo Jae-In (OC)

 

Jaehwan terus menutup mata gadis di depannya dengan kedua tangannya sambil berjalan. Gadis di depannya terus bertanya kemana ia akan dibawa, sedangkan lelaki itu hanya tersenyum jahil dan tidak berbicara.

Setelah cukup sampai di tempat yang semestinya, Jaehwan melepaskan tangannya dari mata gadis itu, Seo Jae-In.

Seo Jae-In tertegun. Taman di dekat sungai han itu terasa jauh lebih indah karena dekorasi-dekorasi khas ulangtahun. Jae-In menutup mulutnya, menahan tangis yang sebentar lagi akan pecah.

Jaehwan memeluknya dari belakang. Membisikkan kata-kata menenangkan karena ini hari ulangtahunnya.

“JaeIn-ah, jangan menangis, kumohon,” kata Jaehwan sambil mengecup pipi gadis itu dari samping. “Ini kubuat khusus untukmu.”

Jaehwan mengantar Jae-In ke depan meja yang diatasnya terdapat kue tart dengan hiasan berantakan. Jae-In yakin ini buatan Jaehwan sendiri.

Acara itu berlangsung singkat setelah Jae-In meniup lilin dan memotong kuenya. Memberikan potongan pertama untuk dimakannya bersama Jaehwan. Gadis itu mengucapkan terima kasih. Malam ini sangat indah.

“Kenapa kau memberikannya untukku? Aku kan gadis cacat, hanya punya satu mata dan satu tangan,” kata Jae-In memecah keheningan malam.

Jaehwan menghela nafas. Kemudian mengambil batu kerikil yang ada disampingnya untuk dilemparkan ke sungai.

“Kau malaikat,” kata Jaehwan. Ia kembali menceburkan kerikil yang ada di dekat kakinya. “Aku tidak peduli ada berapa mata yang kau punya, ada berapa tangan yang kau miliki, dan aku tidak peduli kalaupun kau tidak memiliki apapun.”

Jae-In tersenyum. Ia menyandarkan kepalanya ke atas pundak Jaehwan. Gadis itu mulai menangis lagi, kali ini karena bahagia.

“Selamat ulangtahun, gadis malaikatku…” dan bibir Jaehwan pun terulur untuk mencium bibir gadis yang disayanginya.

 

-end-

 

a/n : sebenernya mau bikin versi panjangnya. Tapi kayaknya waktunya ga cukup jadi gue urungkan niat itu dan malah bikin drabble-nya. Moga kali ini Jaehwan keliatan ga konyol-konyol banget..

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #9

 

Cast : Lee Jonghyun (CN Blue), Choi Junhee (Juniel)

 

Juniel menatap ke segala arah. Namsan Tower ini ramai, tapi tidak ada orang yang sedang ia cari. Gadis itu hampir menangis. Ia meneriaki nama orang yang dicarinya dengan panik. Orang-orang melihatnya aneh, tapi tidak peduli.

“Jonghyun Oppa,” Juniel menatap layar kosong handphone-nya. Tidak ada SMS maupun missed call darinya. Juniel ragu, apa lelaki itu benar-benar bisa menepati janjinya?

Satu jam, dua jam, tidak juga orang itu datang. Juniel berniat untuk pulang karena sepertinya orang itu melupakan janjinya. Gadis itu baru saja beranjak dari bangkunya ketika melihat seseorang berbadan tinggi besar didepannya.

“Maafkan aku,” katanya parau. “Maaf…”

Juniel menggeleng. “Tidak apa-apa,” kemudian gadis itu melangkah pergi menjauhi orang itu.

“Juniel-ah,” kemudian suara lemah itu tidak terdengar lagi. Juniel membalikkan badan dan melihat lelaki itu sudah berada di atas tanah.

“Oppa!!!” Juniel berteriak panik dan segera mendatangi tubuh lemah Jonghyun yang terkulai lemah. Gadis itu memeriksa suhu tubuh Jonghyun dan menangis.

“Seharusnya kau bilang kalau kau sakit!” Juniel meletakkan kepala Jonghyun di pahanya. Kemudian mengelus rambut lelaki itu dan berharap bantuan akan datang.

“Junhee-ya,” Jonghyun mengambil sesuatu dari balik sakunya. Kemudian memberikannya pada Juniel.

Juniel tertegun menatap benda itu, sampai-sampai ia tidak menyadari kalau Jonghyun telah dibawa ke dalam ambulans. Juniel langsung berlari ke dalam ambulans untuk menyusul Jonghyun.

“Saudara Jonghyun tidak apa-apa. Ia akan siuman sebentar lagi,” kata dokter yang menanganinya.

Juniel duduk disamping kasur Jonghyun, meletakkan kepalanya ke atas kasur sambil terus menatap cincin emas yang kini ada di tangannya.

“Apa maksudnya?” Juniel tersenyum lebar. “Aku akan menanyakannya setelah ia bangun nanti.”

Dan gadis itu pun meletakkan cincin itu kembali ke tempatnya.

 

-end-

 

a/n : mulai kesini kayaknya makin ngelantur -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #10

 

Cast : Kim Myungsoo/L (Infinite), You

 

Aku menatap butiran putih yang selalu jatuh dari langit. Aku berharap bisa keluar dan memainkan butiran itu.

“Kau sedang apa?” tanya seseorang disampingku.

Aku menoleh, kemudian kembali menatap pemandangan diluar. Salju turun makin deras dan aku tetap tidak boleh kemana-mana.

“Kita akan bermain kalau kau sembuh ya?” Myungsoo mengacak rambutku. Kemudian menuntunku ke kasur.

“Myung,” panggilku.

Myungsoo menghentikan pijatan di tanganku. Kemudian aku tertawa kecil melihat wajah tampannya yang sedikit kebingungan. Aku menggenggam tangannya, membawanya ke dekapanku.

“Aku mencintaimu, Kim Myungsoo…” kataku jujur.

Myungsoo tertawa. “Menurutmu, apa aku mencintaimu?” kemudian aku tertidur.

 

-end-

 

a/n : agak ambigu -_-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #11

 

Cast : Jo Kwangmin & Jo Youngmin (Boyfriend)

 

Youngmin menatap Kwangmin sengit, begitu juga sebaliknya. Mereka meletakkan tas masing-masing di sudut yang berbeda. Kemudian saling mendekat untuk membuktikan siapa yang paling kuat diantara mereka.

Tangan kedua anak kembar itu terangkat, menggepal dengan penuh emosi. Kemudian Youngmin menatap kedua mata Kwangmin yang lebih dulu menatapnya.

Dug!

Youngmin meninju pundak Kwangmin dengan kepalan tangannya, pelan. Kemudian tersenyum penuh arti dan mengambil kembali tasnya. Tangan Kwangmin masih mengepal di udara, menunggu mangsanya untuk dibunuh. Tapi kemudian ia juga tertawa.

“Kwangmin-ah, mulai sekarang kita bersaing dengan sehat ya,” kata Youngmin sambil menurunkan tangan Kwangmin dari udara.

Kwangmin menghela nafas. Kemudian mengangguk dan mengambil tasnya. Ia dan Youngmin keluar gudang tua itu bersama. Melupakan masalah tentang wanita yang membuat hubungan mereka renggang.

 

-end-

 

a/n : entahlah kenapa dua anak ini selalu gue bikin musuhan mulu -3-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #12

 

Cast : Lee Minwoo/TK (C-Clown), You

 

Aku berlari menyusuri jalan-jalan setapak di desa ini. Panik. Aku merasakan jantungku berdebar dengan cepat dan rasanya seperti mau keluar dari tempatnya. Ayolah. Aku terus memacu kecepatan lariku sebelum para rentenir itu menangkapku.

Setelah itu pandanganku menjadi hitam. Aku tidak tahu kenapa tubuhku terasa sangat ringan. Aku menjatuhkan diriku dengan baik di atas tanah.

 

***

 

Aku terbangun di sebuah ruangan yang sangat asing. Seluruh permukaan rumah ini terbuat dari kayu berwarna cokelat. Aku mencoba bangun dari tempat tidur dan merasakan ribuan palu memukul kepalaku.

“Kau sudah sadar?” tanya seorang lelaki tinggi kurus yang baru masuk ke dalam kamar. Aku mengecek keadaan pakaianku. Lengkap.

“Aku Lee Minwoo, pemilik villa ini. Kau boleh tinggal disini sampai keadaanmu pulih.”

Aku mengamatinya. Kemudian kembali berbaring di kasurku dan menutup wajahku dengan guling. Lee Minwoo tidak akan tahu kan kalau aku sebenarnya dikejar rentenir?

 

-end-

 

a/n : gue kapok bikin drabble banyak gini. Ceritanya ngalor ngidul -_- ga papa lah ini kan target masa lalu/?

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #13

 

Cast : Lee Jaejoon/Maru (C-Clown), OC

 

“Ibu kota Australia?”

“Canberra.”

“Ibu kota Jepang?”

“Tokyo.”

“Ibu kota Norwegia?”

“………” Jaejoon mencoba mengingat apa yang ditanyakan. Tes tahap awal dinyatakan gagal.

Jaejoon melangkah gontai keluar dari kelas sambil membawa buku ilmu sosialnya. Kemudian duduk disamping gadis yang sudah keluar lebih dulu.

“Aku salah di ibu kota Malaysia,” curhat gadis itu sedih.

Jaejoon menghela nafas. “Masih lebih baik. Aku baru sampai Norwegia sudah tamat,” kata lelaki itu sambil tertawa kecil. “Mau kubantu?”

Kemudian Jaejoon memberikan clue negara agar gadis di depannya bisa menjawabnya.

“Malaysia?”

“Kuala Lumpur.”

“Kanada?”

Gadis itu diam. Kemudian Jaejoon memukul pelan kepalanya dengan buku ilmu sosialnya.

“Sekarang kutanya. Ibu kota Norwegia apa?” Jaejoon menggeleng mendengar pertanyaan ini.

“Ya, kalian boleh masuk,” akhirnya guru ilmu sosial menyuruh anak-anak yang diluar masuk. Jaejoon menghela nafas panjang. Setidaknya hari ini ia bisa bersama gadis itu.

 

-end-

 

a/n : ngebayangin maru jatuh cinta tuh…. Hahhaa…..

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #14

 

Cast : Jung Hoseok/J-Hope (BTS), Min Yoonji (OC)

 

Yoonji menghela nafas panjang kala melihat kakak kembarnya lebih memilih untuk bersama Zinni, teman sekelasnya, daripada dengannya. Gadis itu menatap api unggun, mencoba mengaca apa yang salah pada dirinya. Kembarannya sering menyebutnya jelek, tidak cocok menjadi kembarannya. Kembarannya juga terang-terangan mengaku malu bila dekat dengan Yoonji.

Air mata Yoonji menetes. Kemudian gadis itu menghapusnya dan mencoba tersenyum. Walaupun sakit, tetap saja feelingnya mengatakan ia akan lebih baik.

“Yoonji-ah,” panggilan itu membuatnya menoleh. Yoonji menatap Hoseok, teman sekelasnya yang terang-terangan mengatakan suka padanya dan selalu ada ketika kembarannya menyakitinya.

“Kau bisa kedinginan kalau tidak memakainya,” Hoseok memakaikan syal pororo yang sengaja dibawanya pada leher Yoonji.

“Terima kasih,” kata Yoonji dingin.

Hoseok menggeleng. “Tidak perlu. Itu hal kecil,” kemudiah Hoseok duduk disamping gadis itu.

Yoonji menatap bayangan kembarannya dibelakang api unggun. Kemudian mulai menceritakan sesuatu pada Hoseok. Hoseok seperti biasa hanya menjadi pendengar, kemudian sedikit berbicara ketika gadis itu meminta pendapatnya.

“Hoseok-ah, aku tidak menyukaimu. Kenapa kau masih mau dekat dan mendengarkan ceritaku?” tanya Yoonji pada Hoseok.

Hoseok menghela nafas. “Aku juga tidak tahu.”

“Tidak bisakah kau meninggalkanku saja agar kau tidak sakit hati?”

Hoseok menggeleng. “Aku lebih sakit kalau meninggalkanmu yang tidak punya diary berjalan.”

Yoonji tertawa kecil. “Baiklah, beri aku waktu untuk menerimamu, ya.”

Hoseok menatap Yoonji dengan senyum mengembang. “Tentu saja, Nona. Tentu saja aku akan menunggu…”

 

-end-

 

a/n : drabble ini penuh kejutan. Yang gila-gila gue jadiin serius -_-

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #15

 

Cast : Jung Daehyun & Yoo Youngjae (BAP)

 

Daehyun menatap jijik ke arah lelaki di ujung sana. Lelaki itu terus menggigiti kukunya sambil sesekali mengucapkan nama ibunya.

“Dasar cengeng!” kata Daehyun sambil menendang pintu jati di depannya agar terbuka.

Sudah sekitar 3 jam ia dan Youngjae, anak manja keluarga Yoo itu terjebak di ruangan seni. Daehyun yang sedang mengajari Youngjae teknik vokal yang baik di belakang panggung tidak terlihat oleh orang-orang, dan mereka terkunci.

“Berhentilah memanggil ibumu! Memangnya ibumu bisa mendengarkanmu!” kata Daehyun geram.

Kemudian Youngjae benar-benar menangis. Daehyun mengepalkan tangannya, bersiap menonjok anak keluarga terpandang itu. Tapi akhirnya ia mengurungkan niatnya dan ganti menendang pintu jati ruang seni.

“Tidak ada gunanya. Kita tunggu sampai besok,” kata Daehyun. Ia mendatangi Youngjae yang kini ketakutan setengah mati.

Youngjae belum bisa berhenti menangis sampai 10 menit kemudian. Daehyun harus ekstra sabar dan sok menenangkan lelaki itu.

“Tenanglah, kita bisa keluar sebentar lagi,” Daehyun menyandarkan punggungnya ke tembok, membenturkan bagian belakang kepalanya dengan pelan dan menghela nafas panjang. Pundaknya kini terasa berat karena kepala Youngjae ada di atasnya. Daehyun kembali menghela nafas lebih panjang, kali ini ia bisa tenang karena tidak harus menanggung ketakutan sendirian.

 

-end-

 

a/n : no comment. Kenapa bisa gue selipin dua anak ini di drabble ini..

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #16

 

Cast : Jung Haewon (LU:KUS), Byun Jina (OC)

 

Jung Haewon tertidur di sampingnya. Byun Jina yang tidak bisa tidur seharian karena memikirkan masalah pelik hidupnya merasa iri. Ia ingin segera sampai di tempat tujuannya dan meninggalkan lelaki itu sendiri. Tapi sepertinya Haewon selalu tahu ketika Jina mencoba pergi dari sisinya.

Byun Jina mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya. Silinder panjang dengan ujung yang tajam dan mematikan. Gadis itu sudah kehilangan akal sehatnya, dan ia juga ingin Jung Haewon pergi dari dunianya, dan juga dunia ini.

Tusukan jarum dari benda itu tidak membangunkan lelaki itu. Tentu saja karena Byun Jina melakukannya dengan hati-hati dan profesional. Obat dalam suntikan itu akan bereaksi selambatnya 2 menit. Dan selama itu racun di dalamnya akan membekukan seluruh darah, menghentikan kerja syaraf dan akhirnya mencabut rohnya dari dunia.

Setelah memastikan tidak ada helaan nafas dari kedua lubang hidung Haewon, Byun Jina meninggalkan kursi itu. Ia biarkan Haewon disana dengan keadaan yang tenang, sedangkan ia pergi ke gerbong sambungan. Jina menggenggam erat besi pembatas di gerbong sambungan. Gadis itu tersenyum. Ia telah menemukan cara yang tepat agar Haewon bisa bertemu dengan orangtuanya di surga, dan ia pun bisa menemukan kehidupan lain yang jauh dari berita-berita tentang ayahnya.

Perlahan Byun Jina melepaskan pegangan tangannya pada pegangan besi itu. Kemudian membiarkan angin dan gravitasi menariknya ke bawah, menuju laut yang ada dibawah jembatan. Gadis itu tersenyum, mengatakan “halo” pada dunianya yang baru.

 

-end-

 

a/n : sebenernya ini cerita versi panjangnya mau gue jadiin tugas narasi imajinatif. Tapi karna terlalu sadis/? jadi ga gue lanjutin wkwk..

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Drabble #17

 

Cast : Kim Hyuna (4Minute), Jang Hyunseung (BEAST)

 

Kelas rusuh. Tentu saja karena troublemaker. Seperti biasa.

“Anak-anak, bisa diam tidak?!!” teriak guru dari kelas sebelah.

Anak-anak diam sebentar. Kemudian kembali berteriak rusuh bak orang demo kenaikan gaji.

Seperti biasa kejadian ini berada di kelas paling ujung, kelas terbodoh yang pernah ada di sejarah sekolah elit ini. Guru-guru menyerah, bahkan kepala sekolah pun ingin mengeluarkan mereka semua demi reputasi sekolah.

“Sebentar…. Sebentar…” ketua troublemaker, Jang Hyunseung maju ke depan kelas. Menaiki meja guru dan kemudian mengambil rotan yang menggantung disebelah papan tulis.

Hyunseung menimang-nimang rotan itu sambil menatap satu objek. Tidak ada yang tahu siapa itu—bahkan yang ditatapnya.

“Kau,” Hyunseung menunjuk satu orang di barisan kedua dari belakang yang sedang menopang dagu untuk istirahat.

“Hyuna!” teman sebelahnya melempar buku. Membuat gadis itu terbangun dan segera menatap kedamaian dari kelas rusuh ini.

“Iya kau, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku?”

Kelas kembali rusuh. Hyuna yang baru selesai menjalankan ritual paginya bingung. Kemudian kembali tertidur dengan posisi kepala diatas meja.

 

-end-

 

a/n : ah hyuna unni ga asik T.T

 

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

 

Sip. Gimana sama 17 drabblenya? Lumayan megel loh bikin banyak-banyak gini. Kapok gue wkwk… niatnya seiring bertambahnya umur bertambah juga drabble random kek gini /plak

 

Yang baca semua hayo ngaku. Yang baca tapi ga ngomen ngaku!! xD ga papa. Gue Cuma mau bilang kalo gue suka banget bagian DaeJae sama Jinnie-Namjoo😄 mereka imut banget wkwk…

 

Oke terima kasih udah mau meluangkan waktu buat baca kumpulan drabble ini ^^

11 thoughts on “17 Random Drabbles

    1. LaillaMP Post author

      semua tulisan yang saya tulisan berasal dari tangan/? huahahahhaa /digampar/ emang pengen jadiin ravi psiko sebenernya. niatannya mau ada adegan anu/? disitu >< /digaplok sendal/

      Reply
  1. VieLli

    Sebelumnya, selamat ulang tahun ^^ #maaptelat
    17 drabble yg bagus2. Hampir semuanya aku suka dan bisa dapet rasanya. Sukses bikin aku senyum2 sendiri gak jelas. Tp ada couple yg bikin aku gak terima, uri JaeJae sm EunJi. Oh no!! T,T Terdiri bermacem2 genre jd nilai tambah, jd gak bosen. Paling suka sm gaya bahasa dn penulisannya yg ringan, sederhana tp ngenak. Ah, daebak deh >_<)b Buat cerita yg mau dibikin panjang, mungkin boleh direalisasikan. Bakal ditunggu🙂 tp seandainya enggak jg gak apa, yg penting.. selamat berkarya ^^

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      aaaaa makasihhh🙂 saya ngerasa lebih muda jadinya/? /plak
      yah padahal aku lagi suka banget sama jaeji/? couple gara-gara MV Mini hoho….. ya cuma shipper biasa sih…
      sebenernya pengen bikin yang lebih panjang, tapi takut feelnya malah ilang atau lupa ditengah jalan. jadi ntar aja tunggu waktu nganggur/?
      okeee makasih lagi udah baca ^_^

      Reply
  2. VieLli

    Saeng blg gtu, jd berasa tua akunya #eh?
    Ya gak apa, emang saengnya lg demen sm itu couple gegara skoolooks mau apa lg. Toh jg aku baca kok, cuma gak bayangin ceweknya si EunJi. Hehe~
    Gak perlu maksain buat klo emang takut gak dpt feelnya. Emang orang nulis itu musti pertama kudu dpt feelnya dan jangan maksa, biar hasilnya bagus. Oke deh sama2🙂 selamat melanjutkan berkarya, saeng~ ^^

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hahahaa jangan merasa gitu ah unn. yang penting masih ada umur/?
      karna aku penggemar dari 2 grup itu jadi ya seneng banget mereka colab, dan pas liat jae sama eunji ih manis bangettt… jadi ikutan shipperin deh haha…
      iya feel itu yang terkadang susah didapat… okelah makasih saran-sarannya unnie🙂

      Reply
  3. VieLli

    Haha iya saeng😀
    He’eh gapapa orang emang suka sm mereka berdua, ya gak ada salahnya shipperin mumpung ketemu jg keduanya dlm satu scene.
    Iya sama2 saeng🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s