[VIXX’s Story] Smooth Break Up [3rd Story of Perfect Love Project]

Title : Smooth Break Up

Genre : shonen ai, canon, ooc, romance, angst, etc

Length : oneshoot

Main Cast : VIXX Members~

a/n : inilah kelanjutan dari kisah cinta member bikseuu u,u kisah pertama adalah Perfect Love Project, dilanjut dengan Failed Holiday 1 dan 2, kemudian inilah kisah ketiganya. Rencananya mau ada kelanjutannya lagi. Rencana loh ya xp

karna banyak yang minta Keo, inilah persembahan saya untuk kalian keovers/? Maap kalo garing-garing melempem gini. Maklum aja gue lebih ada feel ke hyukbin *karna hyukbin maknae jadi harus ngalah sama hyungnya hihih/?* moga yang baca pada ninggalin jejak ya ehehe😀
***

Hongbin tertawa melihat Hyuk yang sedang didandani ala perempuan oleh stylish mereka. Bukan… ini bukan konsep baru VIXX. Ini hanyalah acara hiburan dimana VIXX akan meng-cover Wonder Girls untuk menghibur semua kalangan.

Hongbin benar-benar tidak bisa berhenti tertawa menatap Hyuk yang merengut karena ditertawakan Hyung-nya sendiri.

“Aku akan dengan senang hati menertawakanmu nanti, Hyung!” ancam Hyuk.

“Silakan saja,” Hongbin mencubit pipi Hyuk. “Kyeopta…. hahaha…” kemudian pergi.

“Ehm,” seseorang langsung berdeham setelah bertemu Hongbin.

“Waeyo?” tanya Hongbin padanya, Leo.

“Tidak apa-apa,” jawabnya.

“Kau sudah lihat Ken Hyung kan? Bagaimana menurutmu?” tanya Hongbin agak canggung.

“Seperti tante-tante di Karaoke,” jawabnya singkat. Kemudian Leo pergi dari hadapannya dengan terpincang karena cedera.

“Ken Hyung, kata Leo Hyung kau terlihat seperti tante-tante karaoke,” adu Hyuk pada Ken. Kemudian Ken tersenyum biasa saja.

“Oh, dia memang tidak peka,” kata Ken. Kemudian melengos pergi seperti Leo tadi. Perbedaannya hanya Ken tidak terpincang karena cedera, tapi lebih karena high heels.

Hongbin kemudian mengulurkan tangannya. “Bertaruhlah pasti mereka sedang bertengkar!”

Hyuk menumpuk telapak tangannya ke atas telapak tangan Hongbin. “Sepertinya mereka akan berakhir.”

 

***

 

Keesokkan harinya masih sama.

Ken dan Leo sepertinya memang sedang dirundung masalah serius. Bahkan Ken meminta Hongbin untuk menukar posisinya agar menjadi di sebelah Leo.

“Tidak, aku ingin bersama Binnie Hyung!” kata Hyuk ketika Ken sudah menarik Hongbin untuk menjauhi kasurnya.

“Makanya kalian cepat-cepat jadian! Sudah aku disini kau disana!” kata Ken mengusir Hongbin.

Hyuk menatap punggung Hongbin yang sedang berjalan menuju kasur barunya di sebelah Leo. Dalam hati Hyuk sangat ingin menindih Ken sampai gepeng atau menceburkannya ke dalam Sungai Han.

Handphone Hyuk bergetar, ada SMS masuk. Hyuk langsung membukanya dan tersenyum untuk membalasnya.

 

To : Hongbin Hyung

 

Apa kubilang. mereka mulai pisah ranjang. Aku menang.

 

Diseberang sana handphone Hongbin juga ikut bergetar.

 

To : Hyukkie

 

Ya, kau mau apa sekarang?

 

Tidak ada balasan karena Hyuk sudah tertidur pulas.

 

****

 

Dan di hari-hari berikutnya barulah N dan Ravi sadar ada yang tidak beres dengan pasangan Leo dan Ken.

“Sepertinya ada yang tidak beres dengan kalian,” kata N memulai pembicaraan di pagi yang indah itu.

Ken pura-pura tersedak, sedangkan Leo tetap bersikap biasa, tapi kehilangan nafsu makan. Hyuk dan Hongbin saling bertatapan sambil mengirim sinyal “Dasar tidak peka” pada sang leader.

“Kalian kenapa?” tanya Ravi pada Ken dan Leo.

Duo main vocal itu diam membeku. Hongbin dan Hyuk sudah selesai makan dan ingin tambah lagi. Tapi melihat situasi yang tidak memungkinkan akhirnya Hyuk dan Hongbin lebih memikirkan taruhan mereka.

“Kami putus….” kata Leo pelan. “….dengan baik-baik.”

“Jinjja?!” seketika semua orang di meja makan itu kaget. Ravi bahkan sampai tersedak air minumnya.

“Iya,” Ken tersenyum lebar seperti biasa. “Seperti yang kalian lihat, aku dan Leo Hyung tidak seperti Hyuk dan Hongbin yang selalu mesra. Kami memang tidak cocok. See?”

N menggeleng. “Kenapa kalian putus?”

Ken dan Leo saling bertatapan. Kemudian mereka sama-sama menundukkan kepala, merasa disidang dengan kasus perkosaan.

“Ada masalah apa diantara kalian? Siapa yang memutuskan pertama kali?” tanya N lagi. Kini ia sudah melupakan dak galbi yang ia inginkan dari kemarin.

“Aku…” Leo dan Ken menjawab di waktu yang bersamaan. Kemudian kedua orang itu bertatapan, dan hilanglah sudah nafsu makan diantara semuanya.

“Mana mungkin kalian sama-sama meminta putus. Ngaku!” sang leader menjadi galak. Suasana menjadi sehitam kulitnya.

“Kami memang meminta putus bersama, makanya kubilang kami putus dengan baik-baik,” kata Leo, kemudian keluar dari lingkup meja makan.

 

****

 

Hubungan Ken dan Leo makin membaik walaupun Ken sudah benar-benar menjaga jarak dengan lelaki itu. Leo menjadi lebih murung, tapi tetap saja ia menutupinya dengan wajah datar. Ken bisa menutupinya dengan baik. Ia tetap tertawa dan tersenyum, seakan tidak ada yang terjadi padanya akhir-akhir ini. Semuanya palsu, dan Leo dapat merasakannya.

“Mana hadiah taruhanku kemarin?” tanya Hyuk sambil mengadahkan tangannya pada Hongbin. Hongbin yang sedang asyik menghunting gambar hasil jepretannya kemarin tidak terlalu memperhatikan Hyuk.

“Hyung!” Hyuk duduk disamping Hongbin, memperhatikan tangan lelaki itu asyik memilih dan mengedit gambar yang dibidiknya.

“Sebentar,” Hongbin mengetikkan nama file untuk hasil editannya dan menatap Hyuk yang sedang asyik melihat layar laptop.

“Bagaimana kalau aku mengajukan taruhan lagi?” tanya Hongbin untuk mengalihkan perhatian Hyuk.

“Tapi hadiah taruhanku hari ini bisa diambil kan?” kata Hyuk tidak mau kalah. “Oke, taruhan apa lagi yang kau ajukan?”

“Hm,” Hongbin men-sleep monitor laptopnya agar Hyuk tidak terlalu terpesona dengan hasil jepretannya. “Masih tentang kedua orang itu. Aku bertaruh kalau sebenarnya Ken Hyung yang memutuskan hubungan mereka.”

Hyuk mendesis kesal. “Tidak bisakah kita memilih jawaban yang sama?”

Hongbin tertawa, merasa menang. “Kalau kita memilih jawaban sama siapa yang menang?”

Hyuk mengerucutkan bibir. “Oke, aku pilih Leo Hyung.”

 

****

 

Ken terbangun di tengah malam, menyadari perutnya belum terisi sejak tadi siang. Cacing-cacing perutnya meronta dan membuat perutnya dilanda kerusuhan. Lelaki itu bangun dari posisinya, menatap ke seluruh penjuru kamar. Lengkap, masih ada Leo. Ken menghela nafas, mencoba berdiri dengan sisa tenaganya mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.

Sial. Bahkan stok mi instan pun tidak ada di lemarinya. Ken mengambil gelas, meminum segelas air dan merasa lebih baik. Ia tidak perlu makan lagi. Ketika ingin kembali, ia melihat bayangan orang yang dikenalnya. Lelaki itu berdiri, terpaku.

Tidak ada kata-kata terucap, seperti biasa. Ken menghela nafas, menenangkan diri. Kemudian berjalan dengan santainya melewati wujud asli bayangan itu.

“H-Hyung,” Ken mencoba menyapa dengan nada biasa, tapi yang terucap malah terbata, terdengar tidak biasa.

“K-Kau sedang apa?” tanya Ken lagi, mencoba dengan nada biasa. Keringat dingin mengucur deras melewati pipi mulusnya.

Leo menatapnya sekilas, kemudian berjalan melewatinya tanpa membalas sedikit pun ucapan Ken.

“Kita… putus dengan baik-baik kan?” tanya Ken, menatap Leo yang mengambil air dengan gelas bekasnya.

Leo diam, menatap kucuran air dari dispenser yang telah memenuhi gelas dibawahnya. Ken tidak berusaha menegurnya, karena seluruh tubuhnya kini telah membeku di tempat.

“Bagaimana… kalau kita berteman dengan baik-baik? Seperti… seperti biasanya?” Ken kembali melanjutkan “pidato”-nya.

Air masih mengucur deras dari mesin dispenser itu sampai gelas berukuran sedang itu tidak bisa menampung kucuran airnya. Leo tidak mematikannya, sengaja, untuk mengalihkan pandangannya dari lelaki dibelakangnya.

“B-Baiklah,” Ken tersenyum samar, mencoba mencairkan ketegangannya. “Aku.. tidak akan berhubungan denganmu lagi. M-Maafkan aku, aku… maafkan aku.”

Kemudian langkah kaki Ken terdengar menjauh. Leo mendorong tonjolan di atas kucuran air itu, memutus aliran air yang masih terus mengeluarkan isinya selama masih ada. Leo membawa gelasnya ke atas meja, kemudian mendudukkan dirinya di atas kursi dan menatap kosong ke depan. Bayangan wajah Ken menari-nari di depannya, seperti layar proyektor yang menampilkan gambar dari media yang tersambung dengannya. Lelaki itu tidak kuat lagi, air matanya ia biarkan menetes, menyaksikan kisahnya sendiri yang terpantul dalam bayangannya.

 

****

 

Liburan singkat beberapa waktu lalu…

 

Hari ini benar-benar melelahkan. Tapi itu lebih baik karena melelahkannya bukan karena pekerjaan, tapi permainan. Para anggota grup muda itu saling tertawa, menertawakan nasib mereka masing-masing setelah memancing ikan dengan cara lama. Tidak lupa juga menertawakan nasib yang lain, yang bajunya basah kuyup setelah didorong dengan sengaja. Kemudian menertawakan juga tentang tangkapannya yang luar biasa sedikit. Entahlah, hari ini mengapa begitu spesial.

Malamnya, mereka menyantap ikan yang dibeli ibu Hyuk dari pasar. Ikannya besar-besar dan dibuat dengan sangat enak oleh ibu Hyuk. Kemudian salah satu dari mereka memulai lelucon, disambut dengan guyonan lain yang mengocok perut.

Waktu tidur. Ken dan Leo masih berdebat siapa yang harus tidur di kasur. Leo menyuruh Ken untuk tidur di kasur dan ia dibawah, tapi Ken tidak mau karena ia sudah tidur di atas tadi malam. Leo tidak menurut, ia tetap tidur dibawah, menjaga Ken dari bawah. Lelaki itu tersenyum, mengucapkan selamat tidur dengan lembut dan menggenggam tangan kanan Ken.

Keesokkan harinya keadaan berubah. Ketika yang lain tertidur dengan pulas, Ken mengajak Leo keluar. Menikmati udara kebebasan yang tinggal menghitung detik. Leo mengantuk, tapi demi lelaki itu ia mengangguk, mengiyakan dengan tulus tanpa berpikir apa yang akan terjadi nanti. Ken masih tersenyum, menikmati semilir angin yang menggelitik wajahnya. Leo juga tersenyum, menikmati wajah orang yang sangat dicintainya itu.

Langkah kaki keduanya berhenti di tengah jembatan gantung yang menghubungkan dua desa. Dibawahnya adalah sungai yang dipenuhi batu dengan aliran air yang deras. Leo mengikuti arah bola mata lelaki itu, menikmati pemandangan dibawahnya sambil mendengar suaranya, suara alam.

“Sungai itu… indah kan?” tanya Ken membuka pembicaraan.

Leo mengangguk, tersenyum menatap mata air jernih yang mengalir dibawahnya.

“Sungai itu… mengalir. Seperti itu..” Ken tersenyum penuh arti.

“Ya,” Leo akhirnya menjawab.

“Tapi,” Ken menatap Leo, tapi yang ditatap tidak menyadarinya. “kau tidak seperti air itu.”

Leo mengangguk. “Tentu saja. Aku adalah tanah, dan mereka adalah air..”

Ken menghela nafas panjang. “Maafkan aku, aku sangat lelah.”

Leo kemudian menatap Ken. “Kau sakit? Ayo kita…”

Ken menggeleng. Mengalihkan pandangannya pada alam sekitar “Aku lelah.”

“Kau membicarakan apa? Ayo kita pulang kalau kau lelah!” kata Leo dengan nada khawatir.

“Bukan itu,” Ken menggeleng. “Aku lelah dengan semuanya. Aku ingin putus.”

Seperti tiba-tiba ada petir yang menyambar langit malam ini, menggelegar dan terasa hingga ulu hati. Leo mencoba mencerna semuanya.

“Maafkan aku, aku tidak bisa melanjutkannya. Aku.. aku tidak tahu kenapa. Aku.. aku ingin putus.”

Leo ingin melakukan adegan seperti di drama, meninggalkan orang yang telah menghancurkan hatinya dan tidak mempedulikannya. Tapi tidak semudah itu. Kakinya benar-benar tidak bisa digerakkan. Nafasnya tercekat, ingin membuka matanya dari mimpi buruk ini.

“Kumohon, kita berpisah dengan baik-baik ya? Aku bukanlah yang terbaik untukmu. Aku.. bukan orang seperti itu.”

“Lee Jaehwan,” Leo menatap Ken yang mengalihkan pandangan darinya. “Tatap mataku.”

Ken menggeleng. “Hyung, kumohon. Aku tidak bisa bersamamu. Aku bukan orang yang bisa menerimamu apa adanya. Aku mencintaimu, tapi…”

“Kalau kau mencintaiku kenapa kau mengucapkan itu?” tanya Leo, kali ini ia tidak bisa mengontrol nada suaranya. “Beritahukan alasan kenapa kau merasa kau bukan yang terbaik. Bahkan aku tidak pernah memikirkan hal itu!”

“Kumohon jangan tanya alasannya. Kau mencintaiku tanpa alasan pasti, kan? Dan sekarang aku memutuskanmu tanpa alasan pasti,” Ken menangis, dan Leo tidak bisa lagi menjadi orang yang menghapuskan air matanya.

“Selamat tinggal,” Ken meninggalkan Leo sendiri di atas jembatan gantung ini.

Langkah kaki Ken makin menjauh. Leo tidak berusaha menghentikannya, hanya memanggil namanya dalam hati.

“Selamat tinggal,” Leo membalas ucapan terakhir Ken setelah bayangan lelaki itu benar-benar tidak terlihat lagi. Baiklah kalau itu maumu. Kita berpisah dengan baik-baik.

 

****

 

To : My Lion

 

Selamat tinggal. aku mencintaimu, My Lion.

 

Draft saved.

 

-end-

 

 

32 thoughts on “[VIXX’s Story] Smooth Break Up [3rd Story of Perfect Love Project]

  1. V

    ……. aaaaa!!! Mengapa begini jadinya (sobsob)
    *puk2 abang Tektek

    omo omo.. “seperti tante-tante di Karaoke..” hahhaha
    Leo omong ketus jadi lawak deh ya

    Lanjut ya? ya ? ya? pretty please~
    o(>. <)o bbuing bbuing~*take it lol

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hahaha biar greget jadiin ken ama leo menderita /digampar leo/ leo kan emang lawak walaupun ga seprofesional sule/?

      mm…. kelanjutannya tunggu banyak pihak ya/? lol

      Reply
  2. heensoo

    ceritanya kenapa jadi gini, knpa jadi kasihan leonya, ahh makin penasaran ini sama kelajutan hubungan merekaaa, hyukbin kerjaan taruan mulu >< ,

    Reply
  3. mrsbangster

    Lah…

    Kenjumma malah minta cere *plak

    Ini nggak dikasih alasan yang jelas nih, kenapa kenjumma minta break?

    Masih nggantung rasanya, thor…

    Kayak makan ikan durinya kesangkut di tenggorokan xDD

    Maaf bru bisa komen disini. Entah knp kemaren2 komen gabisa mulu *sigh*

    N-nyeong~

    *lambai2 bareng Bin

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      sengaja karna niatnya mau bikin lanjutan xD jadi sekarang-sekarang harus bikin penasaran biar ada feelnya /? hehehe….
      mungkin komen ga bisa karna belom ke approve. maklum wordpress suka minta persetujuan dulu buat yang baru ngomen awal-awal🙂

      Reply
  4. mrsbangster

    Duh komenku kok dari kemaren gabisa msuk ya? *sigh*

    Aaaaah! Jangan putus dong jangaaannnn~

    Kenjumma, balikan ya sama babang Leo? Oke? Oke??? Kesian tuh babang Leo ngorek2 tanah mulu pundung di pojokan (?)

    Laila-ssi, dilanjutin yaak yaaak? Nanggung niih, kkkkk~

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      belom ke approve aja kali jadi ga mau masuk hehe….
      okee pasti dilanjut. tunggu aja semoga inget apa yang harus ditulis *writer’s block kumat*

      Reply
  5. mrsbangster

    Aelah~

    Emang sih klo udah kena WB, dunia terasa hambaaar bagai sayur kurang garam *eh

    Oke oke, ditunggu next partnya. Sesempetnya ajaa xDD

    Reply
  6. Shin Hyun Young

    hiiiaaaa itu Leo-Ken kpn jadiannya? O.o
    knp mereka putus?
    Ken tega bgt sama Leo u.u

    miiin pokoknya aku req sequel lagi!
    astagaaaa demi apapun ini ngegantung bgt -_-

    keep writing author-nim~
    hwaiting! ^^

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      jadiannya ada di cerita-cerita yang akan datang/? hahahaha….
      emang harusnya ada sekuel tapi berhubung lagi kena penyakit aneh/? author jadi lupa ceritanya gimana. semoga masih mau nunggu ^.^

      makasih semangatnya ^^

      Reply
  7. Shin Seul Young

    aaaaaakkkkkkkkkkkkkk authoooooorrrrrrrrrrrrrrrr ini nyesseeeeeeekkkk abis ;;;-;;;;
    kenapa kenapa kenapaaaa??? >< /?
    lanjutin dong thor…sumpah ini masih gantung, ibarat lagi pup, pupnya putus dan cuma keluar setengah, setengahnya masih di dalem, mau ancang2 keluar tp susah /?
    lanjutin ya thor ayo semangat aku tau author pasti bisa *cling* *bawa pompom bareng ravi*
    ini ff vixx paling keren absurd lucu bin ajaib pokoknya..paporit begete… +.+

    Reply
  8. ningbymin

    Sekalinya ada keo malah di bikin kaya gini. Ihhh elu parah ya thor, biarin mereka bahagia napa sih #esmoni..

    Pan mereka couple favorit gue wwoooooyyyyy…. etthhh daahhh knpa malah di cere bere begini huuaaaa…. andwaeeeee kaga boleh putuusssss… itu kasian dua”nya haddooohhhh @l#guling”

    Reply
  9. N- nyeong! xD

    hhuuaaaaaa!!! TT.TT kenapa mreka putus??? dan kenapa LeoKU yg sakit hati??? ngga rela bgt demi apapun!!! Ken please knpa km tinggalin Leo?? apa alesannya?? apa???hhuuaaaa#nangis+kejang2! TT.TT

    Ih sumvah sakit bgt ni ati baca Leo ditinggal ana Ken.. sebenernya knpa sih?
    please thor,jngan dibikin gantung critanye.. sellesein ampe tuntas biar ati aye adem T.T

    Reply
  10. Widya arfanda

    Aduh thor cerita nya kok keren sampe menyentuh hatih akoehh*lebayy loe!! Thor cepet ya bikin lanjutannya gak sabar nih apa lagi kalo pemeran utamanya hyukbin :3

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      dooh kalo hati kesentuh bisa dong diambil/? /plok
      lanjutannya ada kok kalo ga salah lanjutannya song of the heart. yaa pokoknya ubek-ubek aja belom jauh kok dari postingan ini hehehe

      Reply
  11. BinHwan

    Kenapa sad end *mewek ? Pdhl ntu couple fav aku bgt di VIXX -.- . Buat ff VIXX lg dong ya? Yg pairnya KeO atau HyukBin. Dan entah knp kalau baca ff Navi atan Leon gk ada feelnya:/ . Overall critanya bagus.

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      jangan mewek plis hehehe /kasih tisu seroll/ udah ada kok muter-muter aja cari ff hyukbin. kadang nyelip doang sih tapi kata komentar orang malah lebih sweet cerita hyukbinnya daripada cast utamanya xD /apaan sih/

      makasih udah baca + komen yaa <3<3<3

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s