[FF Colab] Fly To Love (Part 2)

fly-to-love-poster[poster by : ©chioneartposter]

Title : Fly To Love

Genre : comedy, romance, shonen-ai, ooc, etc

Length : Part 2 of ?

Author : Salma Rizky

Cast :

~ Oh Sehun *EXO*

~ Xi Luhan *EXO*

~ other EXO members

A/N : annyeong, salma imnida, gua author+temen sebangkunya si bebeb laila/? Makasih yang udah baca moah, gua baru pertama kali buat ff lemonan, tapi kalo baca sering, apalagi kalo castnya emak bapak saya.

Udahlah gua kaga mau banyak komen wkwk happy reading~

 

Lailla’s Note : jangan lupa di komen yaa… ini hasil kerja keras colab kita yang kudu LDR (Lama Di Rasain) chapt 3 bakal saya yg lanjut ^-^

 

***

“WOHOOOOOOOO”

Chanyeol yang sedang berada di dekat Sehun teriak begitu kencang hingga Sehun menutup kedua telinganya.

“Kau kenapa sih idiot? Teriak seperti orang gila,” ujar Sehun.

“Aku dapat nomor ponsel Luhan Hyung. Bahagia nya aku Sehun,”

“Selamat lah,” ujar Sehun tak peduli.

“Jadi?,”

“Jadi apa maksudmu?,” Tanya Sehun. Chanyeol menjitak kepala Sehun.

“Yak! Appo pbabo!,”

“Kau idiot Sehun. Tentu saja kau harus terus membantuku,” ujar Chanyeol sambil memamerkan senyumannya.

“Hhhh…. Baiklah idiot, ah kau tau Yeol?,” tanya Sehun.

“Apa?,”. “Tadi.. Saat aku ke kamar mandi aku bertemu Luhan hyung, dia menangis..,” ujar Sehun hati-hati.

“MWO? BIDADARI RUSA KU MENANGIS SEHUNNA? OH TIDAK, ADA APA DENGANNYA?,” sontak Chanyeol yang terlihat bahagia menjadi frustasi hanya karna tahu kalau Luhannya menangis.

“Mana aku tahu, saat aku bertanya dia malah marah-marah, lalu pergi begitu saja,” balasnya.

Chanyeol kembali murung. Sehun menjadi sedih melihat sahabatnya yang idiot ini menjadi murung seperti itu.

“Sudahlah, tak usah dipikirkan, aku yakin dia baik-baik saja,”

***

Esoknya, Sehun berjalan pelan menuju kantin. Bersama Chanyeol tentunya. Si idiot itu terus saja menampilkan senyumannya yang menawan hingga membuat yeoja yeoja yang ada di sekitarnya melirik ke arahnya.

“Simpan senyuman bodohmu itu Yeol. Kau tau, kita menjadi pusat perhatian,” ujar Sehun.

“Biarkanlah. Terkenal sedikit tidak apa-apa kan? Hahahaha,”

Sehun memutar bola matanya, “Terserahlah,”

 

“Kau mau apa?,” Tanya Xiumin. “Apa saja,” Luhan tersenyum.

“Baiklah, tunggu disini ne?,” Xiumin pun memesan makanan untuknya dan untuk Luhan.

Sambil menunggu Xiumin, Luhan memainkan ponselnya. Luhan sedang tidak ingin makan siang bersama Jongin karna insiden kemarin. Tanpa sepengetahuan Luhan, di kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikannya terus menerus.

Sehun yang sadar sedari tadi temannya itu tidak memakan makanannya. Padahal dia sudah antri berlama-lama dibarisan agar bisa mendapatkan makan siang mereka berdua.

‘Hhhh. Anak ini’ Batinnya

“Yeolli!,” ujar Sehun. Chanyeol masih belum menjawabnya.

“Yeolli!!!!,” Masih belum dijawab.

“YEOLLIIIIIII PBABOOOOOO! IDIOT! TAK TAHU DIRI!,” Sehun berteriak hingga seisi kantin melihat kearahnya.

“Mianhae..” ujar Sehun sambil membungkukkan badannya.

‘Bocah sialan’ batinnya lagi.

“Kau tahu Sehun? Luhan hyung sangat cantik,” ujarnya.

“TERSERAH KAU SAJA,” Sehun pun bangkit dan membuat Chanyeol kebingungan.

“Hey, mau kemana kau?,” Sehun tak menjawab dan dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol yang melakukan lagi aktivitasnya itu –Memandangi Luhan–.

***

 

 

Sehun POV

Hari ini Chanyeol membuatku ingin menonjoknya. Karna sedari tadi dia terus memandangi namja yang sangat ia sukai itu. Sampai-sampai aku memanggilnya tak dijawab karna terlalu memandangi bidadarinya. Bocah sialan.

Daripada pusing memikirkan idiot itu lebih baik aku ke atap sekolah saja. Disini sangat indah sekali. Lebih baik aku tidur saja.

Aku bersender pada tembok yang lumayan jauh dari pintu atap sekolah. Aku memasangkan headset lalu memutar lagu kesukannku.

Sehun POV end

Luhan yang sudah menyelesaikan makan siangnya bersama Jongin pun bergegas pergi ke kelas masing-masing. Namun saat di kelas ia bosan dan akhirnya berjalan-jalan keliling sekola dan sampailah ia berada di atap sekolah.

 

“Wah, disini indah ya. Aku baru tau, sejuk pula,” ujar Luhan.

Tiba-tiba dia mendengar dengkuran halus dari seseorang. Dan dia pun mencari tau asal suara itu.

‘Ini kan anak yang sering kabur itu, Oh Sehun,’ batinnya.

Luhan terus mendekatinya,

‘Tampannya kalo Sehun sedang tidur,’ batinnya lagi

‘Aku jadi tidak enak karna kemarin telah memarahinya’ ujarnya pelan

Tanpa sadar Luhan mengelus pipi Sehun dengan lembut sambil memandangi wajah damai dari seorang Oh Sehun

“Sunbae,” ujar Sehun datar. Sehun menampilkan tatapan datarnya kepada Luhan.

Sontak Luhan kaget dan menghentikan kegiatannya di pipi Sehun.

“Ahh… M-mianhae Sehun-ah, aku mengganggu tidurmu,” ujar Luhan gugup.

“Tak apa, kalau begitu aku pergi,” ujar Sehun sambil bangun dari tempat duduknya.

Namun pergerakkannya terhenti karena ada tangan yang menggenggam tangannya.

“Eumm…. Temani aku ne?,” ujar Luhan malu-malu.

“Arraseo…,” ujar Sehun

 

Sudah hampir 2 jam Hoobae dan Sunbae itu menghabiskan waktu mereka entah itu bercerita atau bermain sesuatu di atap sekolah. Sehun pun tak mengerti kenapa dia mau saja menemani Luhan disini, tapi tak apa-apa lagian pelajaran setelah istirahat sangat membosankan. Dan mungkin dia bisa memberikan banyak informasi tentang Luhan kepada Chanyeol.

“Sehun-ah, mianhae ne,” ujar Luhan

“Untuk apa?,” jawabnya

“Untuk yang di kamar mandi kemarin, Suasana hatiku sedang kacau saat itu, Aku… minta maaf..,”

“Tak apa, sunbae, aku mengerti,” balasnya.

“Sehun-ah, panggil aku hyung saja,” ujar Luhan.

“Wae?,” jawabnya. “Tidak ada alasan apapun,”

“Baiklah, hyung,” ujar Sehun lagi.

‘Ternyata, Luhan hyung lucu juga ya saat seperti ini, kukira dia memang kejam,’ batin Sehun.

“Sehun-ah, wae?,” tanya Luhan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

“A-ah, gwenchana hyung,” balasnya.

“Kajja kita kembali ke kelas, pelajaran terakhir akan segera berakhir,”

Sehun dan Luhan pun beranjak dari tempat duduk mereka lalu bergegas ke kelas mereka masing-masing.

 

“Aku pulang,” ujar Luhan kepada mama dan papanya.

“Eomma? Appa? Kalian mau kemana?,” teriak Luhan.

“Astaga Luhan, bisa tidak jangan berteriak seperti itu?,” ujar sang mama.

“Biar appa jelaskan, appa dan eomma akan pergi ke Swiss selama 3 bulan dan sementara ini kau akan tinggal di rumah teman appa yang kebetulan anaknya satu sekolah denganmu, nah ini dia,” ujar appa Luhan sambil memperkenalkan seseorang yang berdiri di samping mamanya.

“Kutitipkan anakku padamu ne, Hyojin,” ujar mamanya,

“Ta-tapi aku bisa tinggal disini appa, eomma, jebal…” ujar Luhan.

“Tidak Luhan. Appa tau kebiasan burukmu. Sudahlah kami tidak ada waktu. Jaga nama baik dirimu dan keluarga, arraseo Xi Luhan?,”

“Ne, appa…,” jawabnya lesu.

Setelah kepergian appa dan eommanya ia pun membereskan semua perlengkapannya.

“Sudah semua Luhan?,” tanya Hyojin.

“Ah ne, ahjumma,” jawab Luhan.

“Jangan memanggilku seperti itu, panggil saja eomma ne,” katanya.

“Baiklah eomma,” Luhan pun tersenyum.

Luhan dan Hyojin telah sampai di rumah Hyojin.

“Eomma pulang,” ujar Hyojin

“Eomma!!!!! Kemana saja? Sehan laper eomma,” ujar seorang anak kecil,

“Mianhae, eomma tadi sedang kerumah teman eomma, ah, kenalkan ini Luhan hyung, dia akan tinggal disini sementara bersama kita,” ujar Hyojin.

“Wahhh… Annyeonghaseyo, Oh Sehan imnida,” ujar anak kecil tersebut.

‘Tunggu… Oh? Marga dia Oh? Apakah…’ batinnya.

“Hyung, kenapa bengong?,” tanyanya lagi.

“Ah, mianhae ne, annyeong, nama hyung Xi Luhan, panggil saja Luhan,” ujarnya lembut.

“Hyung sangat cantik, Sehan gamau manggil Luhan pake hyung, maunya nuna,” ujarnya polos.

“MWO? NUNA? Tapi aku namja Sehan,” balasnya frustasi.

“Jeballlll…..,”

“Hhh arraseo, hanya untukmu saja,” ujar Luhan sambil tersenyum manis.

“Nuna bentar ne, Sehan panggil hyung Sehan dulu,” anak itu pun berlari menuju lantai atas.

“HYUNG! KAJJA KE BAWAH ADA SESEORANG!,” kata Sehan semangat.

“Nugu? Teman arisan eomma? Hyung malas Sehan,” ujarnya.

Tanpa ba-bi-bu Sehan langsung menarik tangan hyungnya.

“Nuna, kenalkan ini, hyung Sehan, nama Sehun,” ujar Sehan.

Luhan membalikkannya badannya dan…

“SEHUN….”

“LUHAN…”

Luhan POV

Aku jadi bingung kenapa kedua orang tua ku menitipkanku begitu saja kepada temannya. Aku sudah besar, dan aku bisa hidup sendiri yah walaupun kadang aku mempunyai kebiasaan buruk jadi mau bagaimana lagi.

Selama 3 bulan kedepan aku menginap di rumah milik Hyojin ahjum—ah tidak, eomma. Aku penasaran siapa anak yang katanya satu sekolah denganku, hoobae kah? Mungkin. Hanya butuh 25 menit aku dan Hyojin eomma sudah sampai dirumah.

“Eomma pulang,” ujar Hyojin

“Eomma!!!!! Kemana saja?,” ujar seorang anak kecil. Ya kira-kira umur 6 atau 7 tahun.

“Mianhae, eomma tadi sedang kerumah teman eomma, ah, kenalkan ini Luhan hyung, dia akan tinggal disini sementara bersama kita,” ujar Hyojin.

“Wahhh… Annyeonghaseyo, Oh Sehan imnida,” ujar anak kecil tersebut.

‘Tunggu… Oh? Marga dia Oh? Apakah…’ batinku.

“Hyung, kenapa bengong?,” tanyanya lagi.

“Ah, mianhae ne, annyeong, nama hyung Xi Luhan, panggil saja Luhan,” ujarku lembut.

“Hyung sangat cantik, Sehan gamau manggil Luhan pake hyung, maunya nuna,” ujarnya polos.

“MWO? NUNA? Tapi aku namja Sehan,” aku frustasi. Bagaimana bisa aku dipanggil “nuna”. Aku ini namja dan satu lagi aku manly.

“Jeballlll…..,”

“Hhh arraseo, hanya untukmu saja,” ujarku menyerah sambil tersenyum manis.

“Nuna bentar ne, Sehan panggil hyung Sehan dulu,” anak itu pun berlari menuju lantai atas.

“HYUNG! KAJJA KE BAWAH ADA SESEORANG!,” kata Sehan semangat.

“Nugu? Teman arisan eomma? Hyung malas Sehan,” ujarnya.

Tanpa ba-bi-bu Sehan langsung menarik tangan hyungnya.

“Nuna, kenalkan ini, hyung Sehan, nama Sehun,” ujar Sehan.

Luhan membalikkannya badannya dan…

“SEHUN….”

“LUHAN…”

1 detik

2 detik

3 detik

……….

Wajah kami bertatapan, dan….

Tatapan itu, tatapan saat aku bersamanya di atap sekolah tadi siang, datar.

“Eoh? Sehunnie, kenalkan, ini Luhan, dia akan tinggal bersama kita selama 3 bulan,” ujar Hyojin santai.

“MWO?,” teriak Sehun.

‘Aku yakin selama 3 bulan hidupku tak tenang,”

Luhan POV end

 

Author POV

Hyojin menjitak kepala anak sulungnya.

“Yak! Appo eomma,” ujar Sehun meringis kesakitan

“Eomma tak mau dengar kata protes darimu Sehunnie. Lihat adikmu, dia sangat senang jika Luhan berada disini, eomma benarkan?,” adikknya pun mengangguk senang.

“Terserahlah,” Sehun memutar bola matanya dan langsung pergi begitu saja.

“Sehunnie, perkenalkan dirimu terlebih dahulu. Ck! Dasar anak itu,” ujar Hyojin.

“Tak apa eomma, aku sudah mengenalnya,” ujar Luhan.

“Jinjja? Sedekat apa kalian disekolah?,” ujar Hyojin penasaran.

“Ah, i-itu maksudku, aku tau kalau dia itu Sehun, kami jarang bertemu dan mengobrol, karna kesibukan masing-masing,” ujar Luhan.

“Ah ku kira kau dan dia sudah dekat, ternyata belum ya,”

“Iya, eomma,”

“Baiklah, kau harus istirahat, biar Sehan yang mengantarmu ke kamar Sehun,”

“MWO? K-KE K-KAMAR SEHUN?,” jawab Luhan sedikit berteriak.

“Mianhae ne, kamar disini cukup untuk kami berlima, kau tak mungkin tidur bersama Sehan kan? Lagipula appa dan eomma setuju saja kalau kau sekamar dengan Sehun,” kata Hyojin.

‘Ini semakin mempersulit suasana saja,’ batin Luhan.

“Baiklah,”

Sehan menarik tangan Luhan dan segera menuju kamar Sehun.

“Hyung…,” Sehan mengetuk pintu kamar Sehun. Tak lama pintu itu pun terbuka. Menampilkan wajah Sehun yang mungkin…..cukup kusut.

“Ada apa?,” tanyanya datar.

“Eomma menyuruhku untuk mengantarkan Luhan nuna ke kamar hyung karna kalian sekarang sekamar,” ujar Sehan bahagia.

Sehun menatap datar Luhan terus menerus, seperti sedang berfikir. Karna terasa risih ditatap seperti itu, Luhan hanya bisa menundukkan kepalanya.

‘Sialan anak itu,’ batin Luhan.

“Masuk,” ujarnya tegas.

‘Semoga semua akan baik-baik saja,’ batin Luhan.

Sehun POV

Jujur, aku tak menyangkan, namja idaman sahabatku ada disini, di rumahku. Dan akan menginap dirumahku selama 3 bulan. Sejujurnya, aku biasa saja dan ya tidak terlalu risih akan keberadaannya disini, tapi kalau ia sampai menggangguku, itu beda urusan.

Kalau aku memberi tahu ini kepada Chanyeol, aku jamin 100% dia akan lari kesini dan meminta untuk menginap disini juga selama 3 bulan. Ah itu menyusahkan, mungkin besok sajalah aku memberi tahunya.

“Sehun,” ujar Luhan.

“Apa?,” jawabku.

“Apa kita…….berbagi ranjang,”

‘Ck! Pertanyaan macam apa itu,’ batinku.

“Ya,”

“Kau serius?,”

“Ya,”

“Apa tak ada pilihan lain?,”

“Memang kenapa kalo kita satu ranjang? Bukankah kita sama-sama namja?,” ujar Sehun.

“Ah iya, kau benar,” jawabnya.

“Lebih baik kau beristirahat, aku masih harus menyelesaikan tugasku dulu, hyung,” ujar Sehun.

Luhan pun langsung tidur di atas kasur king size milik Sehun dan langsung terbang ke arah mimpinya.

“Jaljayo, Sehun,” gumam Luhan.

 

TBC

11 thoughts on “[FF Colab] Fly To Love (Part 2)

  1. karinaalysia

    yey #bersorak luhan tinggal d.rumah sehun dan tidur d.kmar sehun😀 haha luhan d.panggil nuna sma sehan, walau knyataannya luhan emg cntik sih kya prempuan :v #peace oppa
    apakah yg akn terjadi selanjutnya dgn hunhan y?

    Reply
  2. victoriakim

    Oh jadi orang tuanya sehun sama luhan temenan toh…
    Ah,coba aku jadi luhan gitu tinggal dirumahnya sehun.#ngayalsampekiamat
    Lucu ceritanya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s