[VIXX’S Story] Failed Holiday (Again) [HyukBin Story]

Title : Failed Holiday (Again)

Length : chaptered maybe ‘-‘

Genre : boys romance, ooc

Cast : Lee Hongbin, Han Sanghyuk, and other VIXX members

A/N : N-Nyeong~ /dadah-dadah/

Akhirnya setelah sekian lama gue balik bawa VIXX’s Story. Mungkin udah garing melempem ya ceritanya…

Kalo ada kecacatan/? bahasa disini mohon dimaapin karna gue udah lama banget ga nyentuh ff~

Okee happy reading cemuahhhh~~~

sebelumnya boleh dibaca😀 Perfect Love Project | Failed Holiday (Day 1) (Day 2) | Smooth Break Up | Song of The Heart

 

***

 

“Taruhan kemarin sepertinya aku menang.”

“Lalu kau mau apa?”

 

============================= Failed Holiday (Again)==================================

Hubungan Ken dan Leo sedikit membaik, hanya saja sekarang Leo agak berjaga jarak sedangkan Ken seperti ingin mendekati Leo kembali. Leo mencoba terlihat tidak nyaman ketika Ken mendekatinya dan akhirnya ia akan pura-pura ke dapur untuk mengambil minum dan sedikit tertawa kecil. Hyuk dan Hongbin pernah tidak sengaja memergoki Leo yang seperti itu, minum dan tertawa kecil seperti orang gila. Dan penyebabnya adalah karena Ken. Pernah juga Leo benar-benar tertawa ketika Ken berlari untuk mengejarnya sampai terjatuh. Itu semua membuat kedua maknae dalam grup itu saling sepakat….

“Mereka masih sama-sama mencintai,” Hyuk dan Hongbin tidak sengaja mengucapkan bersama, dan keduanya kini yang menjadi tokoh gila karena tertawa oleh ucapan yang tidak ada lucunya sama sekali.

“Aku penasaran kenapa mereka harus putus,” Hyuk menghela nafas. “padahal kupikir mereka tidak buruk juga..”

Hongbin hanya mengangkat bibir sebelahnya sambil mengedikkan bahu, mencoba tidak peduli. Hatinya berkecamuk, ingin peduli tapi terkesan mencampuri, tapi kalau ia acuh tak acuh Hyuk akan terus memenangkan taruhan yang dibuatnya sendiri.

“Menurut analisaku, Ken Hyung yang memutuskan,” kata Hyuk setengah berbisik.

“Menurutku juga,” Hongbin menyetujui. Dalam hati ia mengatakan ‘aku menang!’ dan sudah banyak hal yang ingin ia inginkan dari Hyuk.

“Jadi taruhan kemarin aku menang kan?” Hongbin melepas satu earphone-nya.

Hyuk tertawa. Ia mengangguk walaupun sebenarnya ia tidak tahu pasti siapa yang memutuskan hubungan kedua orang itu. Tapi untuk sekali saja ia ingin membiarkan Hongbin menang dalam taruhan ini.

“Lalu kau ingin apa? Jangan yang aneh-aneh!”

Hongbin mengangguk. “Jadwal kita kosong minggu depan. Aku ingin ke rumahmu lagi.”

Hyuk tersenyum lebar sambil menatap Hongbin yang berwajah datar. “Kau mau meminta restu untuk meminang kakakku? Kakakku sudah punya suami, Hyung.”

Hongbin mendengus sambil menendang pelan kaki Hyuk. “Aku tahu itu. Aku ingin minta restu pada ibumu untuk menikahimu.”

Hyuk hampir saja melempar pot bunga yang kebetulan dilewatinya. Hongbin tertawa agak keras dan kabur sebelum Hyuk sempat melangkah ke samping untuk mengambil pot bunga itu. Selang beberapa detik Hyuk yang tertawa karena Hongbin menabrak Hwang Sei Joon, bos Jellyfish Entertainment itu.

“Ini kantor, bukan lapangan!” Hwang sei Joon terlihat sok galak, tapi Hyuk tetap tertawa.

“Annyeonghaseyo sajangnim,” Hyuk membungkuk sedikit.

Hwang Sei Joon akhirnya pergi dari tempat itu dan meninggalkan Hyuk dan Hongbin yang masih memiliki urusan dengan benda ketiga, pot bunga.

 

****

 

To : Hyuk

 

Kali ini pastikan tidak ada yang menguntit

 

Hyuk menatap Hongbin yang berada jauh di kasur seberang bersama Ken. Hongbin menatap langit-langit kamar seperti memikirkan sesuatu, sedangkan Hyuk menatap handphone-nya memikirkan jawaban apa yang harus diberi.

 

To : Hongbin Hyung

 

Kau benar-benar ingin ke rumahku? Kupikir hanya bercanda

 

Hongbin mengalihkan pandang ke arah Hyuk dengan tatapan membunuh. Hyuk mencoba bergidik ngeri untuk menggodanya.

 

To : Hyuk

 

Jepretan liburan kemarin banyak yang terhapus. Aku ingin mengambilnya lagi

 

Hyuk mengangguk-angguk. Percaya saja…

Hongbin menghela nafas lega di tempatnya. Untungnya Hyuk tidak bertanya apa-apa lagi tentang jepretannya. Ada untungnya memiliki Hyuk yang polos sebagai sahabat, karena ia akan percaya saja apa yang diinginkan sahabatnya.

 

To : Hongbin Hyung

 

Benarkah? Bukannya ingin meminangku?

 

Hongbin kembali menatap Hyuk dengan tatapan sok membunuhnya. Akhirnya ia membalas pesan kakaotalk itu dengan cepat.

 

To : Hyuk

 

Kubunuh kalau kau bertanya lagi!

 

****

 

“Jadi kau benar-benar serius?” Tanya Hyuk pada Hongbin yang sedang membersihkan lensa DSLR-nya.

Hongbin mengangguk tak acuh, kemudian Hyuk duduk di kursi yang masih tersedia.

Kini di dorm hanya ada mereka berdua. Tidak ada member lain karena mereka sibuk berbelanja untuk pulang minggu ini.

“Aku punya rencana yang lumayan bagus. Semoga saja kau juga berpikir begitu,” Hyuk mengambil tabnya, kemudian sibuk mencoret-coret dengan touchpen-nya.

“Jadi, kita berangkat di waktu yang agak berbeda. Aku pergi duluan, tentu saja, tapi kita menaiki kendaraan yang sama. Aku akan memesan tiketnya kalau kau setuju,” Hyuk mencoret lagi tabnya. “Kau pastikan tidak ada yang menguntit—“

“Kau pikir mereka tidak akan curiga? Kalau begitu ini sama saja seperti kemarin,” Hongbin memasukkan DSLR-nya ke dalam tas kecil tempat biasa menaruh benda keramatnya itu.

“Lalu bagaimana?” sudah kuduga akan seperti ini. Bisik Hyuk dalam hati.

“Kita pergi sekarang,” Hongbin menatap jam tangannya. “Masih ada kereta yang mengarah ke rumahmu jam 5 nanti.”

“Sekarang? Bukannya justru mereka lebih curiga?” Hyuk menghela nafas. “Oke, ini masih jam 3 dan bus itu ada jam 5. kita harus melakukan apa selama 2 jam menunggu?”

“Tidur.”

Kemudian kedua maknae grup itu adu argumen, merencanakan hal-hal lain yang lebih efektif untuk menghindari para Hyung yang ingin ikut campur urusan mereka. Akhirnya mereka menyetujui satu hal yang sialnya terdengar oleh salah satu manusia yang menyelinap masuk tanpa mengucap salam.

 

****

 

“Syukurlah mereka benar-benar tidak pulang sampai jam segini,” Hyuk memposisikan tubuhnya senyaman mungkin di atas kursi kereta. Hongbin menatap keluar dengan tatapan datar, entah apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini.

“Kau sebenarnya kenapa?” tanya Hyuk karena tidak mendengar Hongbin berkomentar sekali pun.

Hongbin menggeleng. Ia masih sibuk melihat orang-orang yang terus berdatangan untuk naik ke kereta ini.

Hyuk mencoba mencari objek yang dilihat Hongbin, sampai ia tidak sadar kalau ia adalah objek yang dilihat orang-orang diluar sana.

Hongbin menghela nafas panjang. “Jangan terlalu banyak melihat keluar. Matamu bisa ketinggalan disini.”

Kemudian pengumuman kereta akan diberangkatkan menggema sampai ke dalam kereta. Hyuk dan Hongbin makin mencari posisi yang nyaman untuk dapat beristirahat selama beberapa jam sebelum sampai di tempat tujuan.

Setelah pintu kereta tertutup, kedua pemuda itu sama-sama akan memejamkan mata. Tapi impian itu pupus sudah karena ada seseorang lain yang ‘mengganggu’ perjalanan mereka.

Sempat terjadi ketegangan diantara dua orang yang sampai di tempat itu duluan. Tapi akhirnya mereka merahasiakannya dengan media yang lebih baik.

 

To : Hyuk

 

Sudah kubilang pastikan tidak ada yang mengintip lagi!

 

Hyuk menerima pesan itu dan berusaha untuk tidak membanting ponselnya.

 

To : Hongbin Hyung

 

Aku kan tidak menjanjikan apa-apa. Lagian ini juga idemu

 

Hongbin pasrah. Ia ingat Hyuk tidak berjanji apa-apa padanya. Tapi kenapa harus ‘orang ini’ yang mengganggu—tidak juga sebenarnya—perjalanan mereka?

 

To : Hyuk

 

Gwaenchana. Mianhada.

 

Hyuk menatap Hongbin yang benar-benar menyesal. Hyuk jadi merasa bersalah karena membentaknya lewat kakaotalk.

“Aku akan pergi kalau kalian merasa terganggu,” orang itu berucap dengan sangat tenang sambil mengangkat tasnya.

“A-Ani… Hyung..” Hyuk dan Hongbin sama-sama mencegah orang itu pergi.

Orang itu tersenyum mengejek, kemudian kembali duduk dan merencanakan hal-hal lain yang tidak pernah terbayangkan oleh orang lain.

Setelah itu tidak ada pembicaraan lainnya. Hanya saja Hyuk dan Hongbin seperti bertelepati dengan hati masing-masing. Seseorang menyesal, dan seorang lainnya lebih bersyukur akan kehadirannya.

 

-tbc-

 

Mungkin disini ceritanya rada garing-garing melempem gitu ya… maafin aja xD

Rencananya lanjutannya mau gue kasih judul berbeda. Masa failed holiday mulu buat Hyukbin kan kasian ~_~

Okee semoga kalian penasaran. Kalo ngga? Yaudah /mojok/ dan semoga kalian belom tau siapa yang menghancurkan liburan hyukbin kali ini xD

31 thoughts on “[VIXX’S Story] Failed Holiday (Again) [HyukBin Story]

  1. keynuin

    alah mak ini namanya bukan garing thor tapi bikin orang penasaran kirain yg kemarin uda gak lanjutannya eh ternyata…..
    di tunggu next story authornim^^

    Reply
  2. damien

    kapan hyukbin baikan? ini kok udah bisa bercanda aja? apa masih akting? kalo iya hebat dah akting nya sampe segini nya wkwkwk. leo ketawa? serius? itu manusia masih bisa ketawa? wah… =)) heh, jan bilang si hongbin mau ke rumah hyuk cuma buat ngambil poto leo yg ternyata sudah pd hyuk… kalo iya ane potek😦

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hyukbin baikan waktu hujan tiba…..
      alhamdulillah leo masih satu spesies sama kita/? jadi dia bisa ketawa huahahhaa /plok
      err………… maybe yes maybe no kkk xD

      Reply
  3. SuwariMG

    gw baru nemu nie blog, gw suka ff tetang vIXX apa lagi ff hyukbin….
    nice story skaligus bikin penasaran…
    ditunggu next chapternya…..

    Reply
  4. Pingback: [VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 1) | Kumpulan Fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s