[Re-New] Fly to Love (Part 4)

fly-to-love-poster[poster by : ©chioneartposter]

Title : Fly To Love

Genre : comedy, romance, shonen-ai, ooc, etc

Length : Part 4 of  ?

Author : Salma Rizky

Cast :

~ Oh Sehun *EXO*

~ Xi Luhan *EXO*

~ other EXO members

A/N : Oke ini ff buatan gua sama temen sebangku gua, ff ini juga di post di sini nih di wordpress kolab temen gua. jan heran ya, jan berpikiran gua nyolong ini ff -_- dia suka kailu sedangkan gua hunhan shipper jadi maaf kalo disini ada adegan kailu, tapi hunhan tetap Berjaya kan😀 wkwkkwk sudahlah baca dulu ne ^^ jan lupa preview.

a/a/n : Sebenernya yang kemaren di post itu pre-revision ff ini T.T tapi malah di share. Maaf ya semua :((
Sebenernya sih ga beda jauh cuma ada perbedaan di bagian belakang aja hehe…. But please forgive me ._.

ps : Ini juga di post di ffn temen gue. Kalo ada yang sama itu emang kesengajaan/?

.

.

.

.

.

hunhan

Author POV

Luhan berlari dengan cepat. Ia tak memikirkan kakinya yang sedari tadi lecet karena sepatu yang tidak pas di kakinya karena ia terlalu terburu-buru, untuk menyusul Chanyeol, secret admirernya. Tak henti – hentinya Luhan menggumamkan nama Chanyeol dan meminta maaf.

Setelah 15 menit berlari ia datang dan menemukan Chanyeol yang sedang terduduk di kursi meja paling pojok sambil menenggelamkan kepalanya ke meja.

“Chanyeol-ssi?,” ujar Luhan.

“S-sunbae? Kau datang?,” tanyanya. “Tentu saja, maaf aku terlambat, apa kau baik-baik saja?,”

“Ne, nan gwenchana sunbae, sunbae mau makan apa? Kajja pesan,” kata Chanyeol.

“Baiklah, kali ini aku yang traktir sebagai permintaan maaf ku ne?,” balasnya.

Chanyeol tersenyum senang dan menggangguk.

Luhan sedang memesan makanan, sedangkan Chanyeol tak henti-hentinya tersenyum senang di bangku mejanya. Ternyata usaha nya tak sia sia.

“Nah ini makanannya,” ujar Luhan sambil memberikan nampan yang berisi makanan kepada Chanyeol.

“Gomawo, sunbae,” balasnya samil tersenyum lebar.

Luhan hanya tersenyum melihat tingkah hoobae sekaligus secret admirernya ini.

“Panggil aku hyung saja ne?,”

“Arraseo, hyung,”

10 menit tak ada yag membuka suara untuk memulai pembicaraan. Luhan memang sengaja tidak berbicara dulu karna ia bingung karna Chanyeol yang sedari tadi hanya tersenyum memamerkan sederet giginya yang putih cemerlang.

“Kau sahabat Sehun-ssi?,” akhirnya ia membuka suara.

“Tentu, kami bersahabat dari awal masuk,” balasnya. Luhan hanya bergumam.

“Apa Sehun sering bolos?,” tanyanya.

“Iya, tapi dia anak yang baik dan juga lucu,”

Luhan hanya ber-Oh ria.

“Sunbae, mau ku antar pulang?,” tawar Chanyeol.

“Ah, tidak usah, aku bisa pulang sendiri,”

Setelah selesai makan, Chanyeol hendak berpamitan kepada Luhan karena Luhan tidak mau di antar pulang. Luhan berjalan gontai ke arah halte, hari sudah larut. Luhan menuju halte bus yang tak jauh dari sana.

Luhan duduk sambil menunggu bus. Dia tak mau jalan lagi karna kakinya lecet akibat lari untuk menyusul Chanyeol tadi.

.

.

.

.

.

“Eomma, aku pulang,”

“Luhan, darimana saja kau? Kakimu kenapa?,” tanya Hyojin.

“Tak apa eomma, tadi hanya jatuh,”

“Aigo, kajja ikut eomma,”

Luhan hanya mengikuti Hyojin yang menuntunnya ke sofa. Sedangkan Hyojin mengambil peralatan P3K untuk mengobati Luhan. Sebenarnya ini hanya luka lecet yang tergolong kecil tapi Hyojin sepertinya menganggap luka ini serius.

“Nah, sekarang kembali ke kamarmu,”

“Eomma, apa Sehun sudah pulang?,”

“Sudah, dia ada dikamarnya,” Luhan mengangguk mengerti.

Luhan pun berjalan ke kamarnya ─ah tidak ke kamar sehun. Luhan pun masuk dan sudah mendapati Sehun yang sedang berbaring di kasur. Luhan menuju kamar mandi hendak membersihkan dirinya terlebih dahulu.

.

.

.

.

.

“Sehun,”

“…..”

“Sehun apa kau sudah tidur?,”

“…..”

“Sehun, apa kau marah? Aku meminta maaf, aku benar-benar menyesal. Aku sudah bertemu dengan Chanyeol dan kami makan bersama,”

“….”

“Hhhh, yasudahlah, jalja Sehun,”

Sebenarnya Sehun belum tidur karna tadi ia sempat tertidur sebentar menunggu Chanyeol. Mendengar pintu kamarnya yang terbuka Sehun memejamkan mata. Sehun menghela nafas panjang. Setidaknya ia lega, Luhan datang untuk menemui Chanyeol.

 

Esok paginya Luhan dan Sehun terlihat diam membisu di meja makan. Sehun sedang tidak mood untuk mengomel pagi ini.

“PAGI NUNA CANTIKKKKKKKKKK. PAGI HYUNG. PAGI UMMA,” teriak Sehan dari tangga.

“Sehan, hati-hati, jangan berlari di tangga,”

“Mian umma, NUNAAAAA,” ujarnya lagi sambil memeluk Luhan.

Luhan yang kaget langsung menghentikan makannuya,

“Pagi Sehan,” balas Luhan sambil tersenyum.

“Hyung, kau kenapa?,”

Sehun hanya memberikan tatapan datarnya.

“Kau cemburu aku berpelukan dengan Luhan nuna?,”

Sehun tersedak hingga wajahnya memerah.

“Tidak sama sekali,”

“Eomma, aku duluan,”

“Sehun, habiskan makanannya, Luhan nanti diantar siapa?,”

“Dia sudah besar, dan bisa berangkat sendiri,”

“Sehun!” ujar Hyojin.

“Gwenchana eomma, aku bisa berangkat sendiri,” ujar Luhan.

“Tak apa Lu?,”. Luhan mengangguk.

.

.

.

.

Seperti biasa Sehun membolos di pelajaran In Seonsaengnim. Menuju ke atap sekolah. Namun kali ini Chanyeol pun ikut. Sehun pun bingung kenapa ia ikut-ikutan bolos.

“Sehun, kau tahu, aku sangat bahagia,”

“Kau sudah mengatakan itu 3 kali ah tidak 4 kali,”

“Yeah, itu karena aku saking bahagianya kau tau? Makan bersama Luhan hyung ah itu merupakan suatu keajaiban,” ujar Chanyeol.

“Yeah aku tahu,”

“Bagaimana kalo kita pergi ke kantin? Jam istirahat sebentar lagi,”

“Baiklah,”

Chanyeol dan Sehun berjalan menuju kantin. Seperti biasa para yeoja-yeoja terus memperhatikan Chanyeol yang sedari tadi tersenyum. Hhh Sehun sudah kebal.

“Kau duduklah, aku akan memesan makanan,” ujar Sehun.

“Oke, pesankan aku bento seperti biasa,” Sehun mengangguk.

Chanyeol bahagia karna kejadian kemarin, entah ada setan apa yang merasuki dirinya. Chanyeol yang sedari tadi senyum-senyum tak sengaja melihat seseorang yang sangat ia kenal, yah sangat ia kenal, setiap malam selalu memimpikan orang ini, menatapnya hanya dari jauh, dan sekarang yang ia lihat adalah orang ini sedang tersenyum bahagia sambil bergandengan tangan dengan seseorang yang mungkin…………….apa benar?

“Nah ini makanannya,” ujar Sehun. Sehun yang bingung terhadap sikap Chanyeol akhirnya mengikuti arah pandang Chanyeol yang menuju…..

Luhan sedang bergandengan tangan dengan Jongin.

‘HHHHhhhh… hancur sudah,’ batin Sehun.

“Chanyeol, kau tak apa?,” ujar Sehun sambil menggoyang-goyangkan pundaknya.

“Sehun…..apa itu pacar Luhan hyung?,” kini wajah Chanyeol menjadi sendu. Sehun menghela nafasnya dan mengangguk lemah.

“Kenapa kau tak memberitahuku?,” tanyanya lagi.

“Aku takut kau akan sakit hati, Yeolli,” ujar Sehun. “Mianhae,”

“Gwenchana Sehunnie, mulai sekarang aku tak akan mengganggu hidupnya lagi,”

“Kau serius?,”. Chanyeol mengangguk lemah.

“Aku yakin suatu hari kau akan mendapatkan yang terbaik,”

.

.

.

.

.

Sehun berjalan gontai menuju kamarnya. Ia tak mempedulikan suara teriakan Sehan yang memanggilnya dan menanyakan Luhan. Mana Sehun tau dia ada dimana, memang Luhan siapa?

“HYUNG!!!!!!!!!!!!!!!!,” kali ini Sehan sudah berada di dalam kamarnya.

“Ada apa?,”

“Kemana Luhan nuna?,” ujarnya sambil cemberut.

“Dia sedang bersama pacarnya,” Mungkin benar.

“Luhan nuna tak punya pacar!,”

“Ya Tuhan Sehan, kau benar-benar menyukainya? Dia namja Sehan,”

“TIDAK! Luhan nuna itu yeoja,”

“Terserah kau sajalah,”
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan seseorang namja yang terlihat sangat berantakan.

“Nuna!!!! Nuna kenapa berantakan gini?,” tanya Sehan polos.

“Oh, tadi hyung sedang bermain bola dengan beberapa teman,” jawab Luhan sambil tersenyum.

“Hyung bilang kalau Luhan nuna sedang bersama pacar nuna, itu bohong kan?,” Luhan melihat ke arah Sehun yang sedari tadi memainkan smartphonenya.

“Aniya Sehan, hyung mau mandi dulu ne,”

“Ne nuna, dadah,” ujar Sehan sambil mencium pipi Luhan.

Luhan menatap Sehun sedari tadi. Sehun yang sadar sedang diperhatikan pun menoleh.

“Ada apa? Kau mengagumi wajah tampanku?,”

“MWO? Pede sekali kau Oh Sehun, aku lebih tampan darimu,”

“Kau tampan? Yang benar? Kau itu cantik,”

Tiba-tiba Luhan merona saat Sehun mengatakan itu.

.

.

.

Luhan POV

“MWO? Pede sekali kau Oh Sehun, aku lebih tampan darimu,”

“Kau tampan? Yang benar? Kau itu cantik,”

Aku kaget, dan tiba-tiba wajahku memerah karna perkataannya. Kenapa aku bisa malu seperti ini. Terlebih jantungku yang terus berdetak. Ah ada apa ini. Apa aku…. Tidak mungkin!

“terserah kau sajalah, aku mau mandi,”

Luhan POV end

.

.

.

Author POV

Hari ini hari Minggu.

Ting nong. Ting nong. Ting nong.

Chanyeol menekan bel dengan tidak sabar. Di tangannya sudah ada seplastik kaset PS beserta stiknya dengan tujuan untuk mengajak Sehun main.

“Eh Chanyeol,” Hyojin menyapa Chanyeol ramah. “Ada apa?”

Chanyeol menunjukkan senyum lebar nan idiotnya. “Aku mau mengajak Sehun main, ahjumma. Sehun ada?”

Setelah dipersilakan masuk oleh Hyojin, Chanyeol langsung melangkahkan kakinya ke kamar Sehun yang sudah diketahuinya sejak dulu.

Kata Hyojin, Sehun belum bangun karena semalam keluyuran. Jadi kalau Chanyeol bisa membangunkannya berarti harus menerima resikonya—dipukul dengan barang-barang di sekitarnya.

“Sehu~~~na~~~” Chanyeol memanggil nama Sehun sok lembut sambil tersenyum lebar. Kemudian berhenti ketika ia menubruk pintu kamar Sehun yang tidak pernah terkunci—kuncinya hilang katanya.

Tok.. Tok..

Untuk formalitas Chanyeol mengetuk pintu kamar Sehun. Kemudian menurunkan kenop pintu itu dengan pelan. Setelah melihat keadaan sekitar, Chanyeol mulai membuka pintu itu lebih lebar.

Deg.

Satu detik. Lima detik. 10 detik. 15 detik. Sampai 30 detik kemudian Chanyeol tidak bisa mengedipkan matanya. Ia tidak sanggup, bukan, tidak kuasa menutup matanya untuk hal seperti ini.

Di depannya terlihat malaikat yang dibalut handuk sedang merapikan rambutnya caramelnya yang basah. Sang malaikat kemudian mengambil bajunya di dalam lemari,

“Ah!”

Dua detik lagi yang tidak bisa disia-siakan untuk sekedar berkedip. Handuk yang menutupi bagian bawah Luhan terlepas begitu saja. Sayangnya itu hanya terjadi dua detik.

Sang malaikat dalam keadaan polos seperti itu yang diharapkan Chanyeol. Sekarang kadar cintanya terhadap sang malaikat naik drastis menjadi ratusan ribu persen, bahkan tidak terhitung lagi. Hal-hal seperti ini tidak akan pernah terlupakan. Mulai dari rambut caramelnya yang basah, tengkuknya yang putih bersih, lekuk punggungnya yang indah seakan menerjunkan Chanyeol dari hal-hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, sampai dua detik terakhir tadi yang benar-benar tidak pernah diimpikan sebelumnya.

Luhan seketika menghentikan kegiatannya, merasa ada yang aneh dengan hawa di kamar itu. Lelaki itu membalikkan badannya dan terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu kamar Sehun dengan mata melebar bagaikan mata ikan emas yang tidak pernah menutup.

Luhan menelan ludahnya perlahan, kemudian menyadari sesuatu.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Luhan berteriak untuk pertama kali sambil merebut selimut Sehun untuk menutupi tubuhnya. Chanyeol pun ikut berteriak walaupun tidak tahu apa masalahnya. Ia ikut berteriak karena malaikatnya berteriak.

“Kau….. apa…..” Luhan kehilangan kata-katanya.

“A-aku…” Chanyeol tergagap, tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Matanya memerah karena lupa berkedip.

“Kau…. Lihat apa saja?!” Luhan mengeratkan selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.

“A-Aku….” Chanyeol menelan ludahnya dengan berat. “Itu… yang bawah…. Iya…”

“MWO?!!” Luhan hampir menangis. Tapi akhirnya ia berteriak keras sampai Chanyeol bisa menutup matanya setelah kejadian tadi sambil menutup kupingnya dengan kedua tangannya.

BRUK!!

Suara asing langsung memasuki kedua telinga mereka. Chanyeol mulai membuka matanya lagi tanpa melepaskan tangannya dari kupingnya.

“Berisik—“ Sehun jatuh dari tempat tidurnya setelah mendengar teriakan Luhan yang dapat memperparah kerusakan gendang telinga.

Seketika Chanyeol dan Luhan meihat ke arah Sehun.

“OMONA. SEHUN!!!! Kau tidak apa-apa” Tanya Chanyeol sambil membantu tubuh Sehun.

Sehun hanya membalasnya dengan tatapan datarnya.

Luhan yang mengerti akan situasi ini akhirnya pun pergi meninggalkan Sehun dan Chanyeol.

“Aku….permisi….”

Chanyeol pun ngangguk-ngangguk tidak jelas. Sehun yang masih di alam bawah sadarnya pun terbangun karna teriakkan Chanyeol.

“SEHUNNNNNN!!!!! KAU BERHUTANG SESUATU PADAKU!”

Sehun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia ingat, dia memang harus memperjelas ini semua.

“Tunggulah, aku ingin membersihkan diri dulu”.

***

To be cont….

4 thoughts on “[Re-New] Fly to Love (Part 4)

  1. victoriakim

    Hahahaha ngakak banget bagian terakhirnya!
    aduh sakit perut.
    Aneh aneh aja lagi si chanyeol
    penasaran sama kelanjutannya
    lanjut thor!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s