[VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 1)

pt1

Title : Love is A Nightmare

Genre : shonen-ai, angst, romance

Length : 1 of ?

Main Cast : Han Sang Hyuk, Lee Hongbin

Other Cast : VIXX members

A/N : N-nyeonghaseyooo….

I’m back again one more time say annyeong/? /okeskip/ setelah gue memutuskan kembali meraih mimpi /tsaah/ gue pun melanjutkan vixx’s story yang sempet amburadul karna bingung ceritanya gimana. Ini jg amburadul Cuma ga emeseyu aja…

Okee semoga pada ga kapok baca vixx’s story. Rencananya 2shoot. Oke happy reading ^^

Prev VIXX’s Story ==> Perfect Love Project // Failed Holiday 12 // Smooth Break Up // Song of The Heart // Failed Holiday (Again)

****

“Hyung, aku mau mengatakan sesuatu padamu,” Hyuk menatap Hongbin sungguh-sungguh, tapi lelaki di depannya sudah menatapnya malas.

“Cepat!”

Hyuk mengumpulkan seluruh tenaganya. Bibirnya kelu dan tidak ada kata terucap. Seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Bahkan kini kakinya sudah bergetar hebat menahan berat tubuhnya.

“Hyung aku—“

“Hongbin-ah!” suara seseorang terdengar berseru, kemudian mengambil Lee Hongbin dan menjauhi Hyuk.

 

==============================Love is A Nightmare================================

Hyuk terbangun dari mimpi buruknya. Kepalanya pusing dan pandangannya berputar-putar. Ini masih jam 2 dan ia malah terbangun, mengingat waktu latihannya.

“Ah ya, aku kan sudah di rumah,” Hyuk menepuk kepalanya. Kemudian mengedarkan pandangan ke arah kanan, terlihat seseorang yang masuk ke dalam mimpi buruknya malam ini.

Tidak bisa tidur lagi.

Hyuk meninggalkan kasur dan mengambil air dingin di dapur. Kemudian tersedak pelan melihat sebuah bayangan sedang berpose seperti menelepon.

“Ya?….Tidak, aku sedang di tempat lain…. jangan ikut! Aku akan pulang besok.” Hyuk mengintip sedikit, ternyata itu Leo, orang yang dengan tiba-tiba ada di kereta dan berjanji tidak akan mengatakan apapun pada siapapun.

“Aku ingin tidur. Ne…” Leo meletakkan ponselnya ke atas meja, kemudian merenggangkan tubuhnya dan menguap lebar. Persis seperti kudanil.

“Hyuk?”

Hyuk yang tertangkap basah sedang mengintip langsung menaruh gelasnya di atas sofa. Kemudian kembali ke kamar karena takut kena damprat Hyung tertua kedua itu.

Hyuk kembali ke kamar dan melihat Hongbin masih tertidur dengan wajah indahnya. Hyuk tanpa sadar tersenyum dan membenarkan letak selimut yang menutupinya.

Hyuk menjatuhkan dirinya ke atas kasur yang untungnya tidak membangunkan Hongbin dari tidur singkatnya. Kini posisinya tepat berada di depan Hongbin, menatap intens wajah lelaki itu dari dekat.

“Kalau aku menyukaimu aku janji akan meminum susu putih…” Hyuk bergumam tanpa sadar. “Tapi kalau aku benar-benar menyukaimu apa aku harus meminumnya…”

Hyuk menggelengkan kepalanya. Otaknya mulai tidak beres jika sudah memasuki waktu malam. Hyuk pikir ia harus tidur beberapa jam lagi untuk memulihkan fungsi otaknya.

Mimpi itu berlanjut menjadi mimpi yang indah. Tapi….. apa kenyataannya akan benar-benar indah seperti mimpi?

****

“Selamat pagi..” Hongbin menyapa Hyuk dengan ramah seperti tuan rumah.

Tiba-tiba perasaan tidak enak menggerogoti hatinya. Hyuk memalingkan pandangannya dari Hongbin. Canggung.

“Aku haus,” Hyuk berucap tak jelas, kemudian mengambil sebotol air dingin dari kulkas dan menenggaknya sampai habis. “Oh Tuhan!” sekarang perutnya kembung.

Hongbin tertawa menatap Hyuk yang terlihat sangat konyol hari ini. Ketika Hongbin mengalihkan pandangannya ke arah lain, matanya bertemu dengan mata Leo yang menatapnya tajam. Hongbin tersenyum seraya mengatakan ‘Selamat pagi’ dan dibalas Leo dengan gumaman ‘Selamat pagi’ lagi.

Mereka berdua mungkin tidak tahu Hyuk sedang mati-matian menghancurkan botol minum yang ada di tangannya.

Leo duduk di sebelah Hongbin yang sedang menonton berita pagi. Hongbin memulai pembicaraan yang hanya dibalas Leo dengan gumaman tidak jelasnya.

“Hei… Hei…” Hyuk tiba-tiba menyeruak diantara Hongbin dan Leo untuk menonton berita pagi ini. Seperti tuan rumah yang mempunyai kekuatan Overpower, Hyuk langsung mengganti channel TV-nya menjadi siaran kartun.

Hongbin mengambil remotnya kembali dan menggantinya ke acara musik trot di channel yang tidak dikenalnya.

Hyuk mengambil kembali remotnya dan menggantinya ke acara kartun lain dari channel internasional.

Hongbin merebut remot itu lagi untuk mengganti channel. Ia sedang tidak dalam mood menonton kartun.

Leo menyunggingkan sedikit senyum melihat dua maknae dalam grupnya malah berebutan remote dan merubah channelnya dua detik sekali. Kemudian dengan lihainya ia mengambil remot itu dari genggaman kedua maknaenya dan menggantinya secara asal.

Sempat hening sejenak karena channel yang dipilih asal oleh Leo adalah iklan produk lingerie yang menampilkan model-model cantik dari berbagai belahan negara.

“Ya ampun!!!!” kakak Hyuk yang baru masuk ke rumah langsung memekik kaget melihat tayangan yang sedang ditonton ketiga anak muda yang baru beberapa tahun mendapat sertifikat mengendarai kendaraan.

Ibu Hyuk tertawa melihat reaksi berlebihan kakak Hyuk, kemudian menggeleng dan melenggang masuk ke dapur.

“Mereka sudah besar..” kata ibu Hyuk.

Hyuk, Hongbin dan Leo saling pandang, kemudian Leo langsung pamit ke kamar mandi sedangkan Hyuk dan Hongbin tetap di tempat.

“Taekwoon Hyung!!!!!!”

****

Hongbin menepati janjinya untuk mengambil gambar yang ‘katanya’ hilang dari memorinya. Lelaki itu kini sedang sibuk memotret pemandangan apapun yang ditemuinya menuju sungai indah tempat dewi-dewi mandi.

“Hyung, berhentilah menatap kamera!!” Hyuk merasa seperti patung asmat karena ia tidak diajak berbicara atau melakukan apapun. Leo disebelah Hongbin hanya berjalan dalam diam sambil mendengarkan lagu. Sekarang Hyuk menjadi patung asmat yang terbuang.

“Kan aku sudah bilang mau mengambil foto,” Hongbin menjawab kalem sambil terus memerhatikan kameranya.

Tidak lama kemudian Hongbin menyandung sebuah batu. Kamera DSLRnya dengan reflek terlepas dari genggamannya.

‘bruk!’

‘grep!’

“Astaga!” Leo menggumamkan kekagetannya tanpa terdengar dua anak itu.

“Hyung, gwaenchana?!” Hyuk memeriksa tubuh Hongbin yang jatuh tersandung. Tidak ada luka apapun, hanya saja Hongbin sedang meniup-niup lututnya sekarang.

“Kenapa kau hanya selamatkan kameraku?!” Hongbin mengelus lututnya yang kini memerah.

Hyuk menatapnya dengan perasaan bersalah. “Mian—bukan begitu. Kau kan tahu kau—“

Leo mengulurkan tangannya pada Hongbin tanpa banyak bicara. Hongbin berhenti meniup lututnya dan mengulurkan tangannya balik tanpa basa-basi. Lagi-lagi Hyuk menjadi patung asmat terbuang yang sudah tidak berharga lagi.

“Terima kasih telah menyelamatkan kameraku,” Hongbin tersenyum manis seraya mengambil kameranya yang ada di tangan Hyuk, kemudian kembali berjalan bersama Leo.

Hyuk sudah tidak tahan lagi. Sebentar lagi ia akan membalas dendam! Tapi….. untuk apa membalas dendam? Untuk kekalahan telaknya dari Leo atau karena acara ‘pengacangan’ dirinya?

“Tidak jadi… aku akan mendapat masalah lagi dari N Hyung…” Hyuk berjalan mundur, kemudian berlari ke rumahnya.

****

“Gambar apa saja yang kau ambil?”

Hongbin menatap Leo tak percaya. Lelaki itu mengajaknya berbicara?

Hongbin menoleh ke belakang, siapa tahu ada orang lain yang sedang diajak bicara olehnya.

“Boleh aku lihat?” Leo bertanya lagi.

Hongbin reflek menggeleng. Tidak boleh! Ini rahasia!

Hampir seluruh dari foto-foto di dalam DSLR-nya adalah foto orang disampingnya. Hongbin tidak pernah mengatakan pada siapapun tentang ini, bahkan pada Hyuk dan Ravi yang sangat dekat dengannya.

“Baiklah,” satu hal yang Hongbin suka dari Leo adalah lelaki itu tidak pernah memaksa. Tidak seperti yang lainnya…

“Aku dan Ken putus…” Leo menerawang jauh ke depan sambil memasang wajah datar. “…di tempat ini.”

Hongbin menurunkan kameranya dan ganti menatap lelaki itu. Leo terlihat sangat menderita, mungkin di matanya.

“Tepatnya di jembatan itu,” lanjut Leo lagi sambil menatap jembatan tempat ia ‘hampir’ mengakui rahasianya pada Hyuk.

“Kenapa kalian putus?” tanya Hongbin, pertanyaan ini telah merasuki pikirannya sejak mereka berdua tidak menunjukkan hubungan baik lagi.

“Aku tidak yakin,” Leo tersenyum lirih. “Mungkin aku belum membahagiakannya.”

‘Ken Hyung bodoh!!’ Hongbin mengumpat dalam hati. Apa yang kurang dari Leo? Leo tampan, dia juga baik, dia tulus, dan…. tidak ada yang lain selain dia! Kenapa Ken menyia-nyiakannya? Hongbin berjanji tidak akan melepaskan Leo jika ia menjadi Ken.

“Tidak apa-apa, toh hubungan kita sudah membaik..” Leo tersenyum lagi, kali ini lebih lepas.

“Kalau begitu kenapa kalian putus? Aku melihat kalian…. cocok,” Hongbin memaksakan diri tersenyum. Hatinya sebenarnya sakit. Padahal ia yang menawarkan diri untuk menjadi ‘pak comblang’ untuk pasangan Ken-Leo.

“Mungkin belum saatnya, tidak ada yang tahu kan?” Leo menghela nafas panjang. “Aku ingin pulang.”

Hongbin mengangguk. “Aku juga.”

Hongbin tidak mengikuti langkah Leo yang pelan. Ia memilih berjalan cepat agar tidak terlihat air mukanya yang berubah.

“Hongbin-ah!” Leo memanggil. “Kakimu… tidak apa-apa kan?”

Hongbin menghentikan langkahnya. Seketika itu pula jantungnya tidak berdetak sejenak, kemudian digantikan dengan detak yang lebih keras dan memberikan senyum di wajahnya.

“Gwaenchana!” Hongbin membalikkan badannya sekilas. Kemudian berjalan kembali sambil menyunggingkan senyum bodoh.

Leo mengganti lagu di mp3-nya menjadi lagu Goodbye dari Myname. Lagu yang diberikan Ken saat berbalas lagu tempo hari. Kini lagu itu menjadi harapannya setiap hari.

‘Aku tahu kita akan bersama lagi besok. Mari bertemu lagi di dalam mimpi’

****

“Romantis sekali…” Hyuk menyambut Hongbin dan Leo dengan sindiran halus. Suasana hati Hyuk sedang buruk sekarang.

“Kau cemburu?” Hongbin tertawa menatap sang maknae sambil mengacak rambutnya. “Tenang saja, aku milikmu.”

“Uhuk!” Leo berdeham dengan sengaja.

“Kau cemburu?” Hyuk mengulang pertanyaan Hongbin pada Leo.

Leo hanya membalasnya dengan dengusan.

“Aku milikmu, Hyung,” Hyuk mengulang jawaban Hongbin pada Leo yang langsung dibalas dengan lemparan earphone.

Hyuk dan Hongbin tertawa keras, menertawakan Leo yang dengan mudah terprovokasi ucapannya.

Pandangan mata Hyuk tidak sengaja bertemu dengan tatapan Hongbin. Untuk kesekian kalinya di hari ini Hyuk merasa otaknya tidak beres. Jantungnya juga dengan tiba-tiba seperti mendapat serangan dari pemain tinju terkemuka dari seluruh dunia.

Hyuk tidak sadar kalau Hongbin dan Leo sudah meninggalkannya sendiri di ruang tamu.

“Eommaaa!!!” Hyuk tiba-tiba memanggil ibunya. “Eomma membeli susu hari ini?”

Ibunya yang sedang membersihkan kamar menatap Hyuk dengan heran. ‘sejak kapan anakku mengabsen belanjaanku?’ pikirnya.

“Ya, untuk noona-mu.”

Hyuk mengernyit mendengarnya. “Memang noona hamil?”

Ibu Hyuk langsung melayangkan kepala vacuum cleaner ke lengan Hyuk. “Kau lupa? Noonamu itu sudah hamil 5 bulan!”

Hyuk menepuk kepalanya. “Astaga aku lupa!” dengan sigap Hyuk langsung mendatangi kakaknya yang sedang melakukan ‘treatment’ suami-istri.

“Oow…” Hyuk pura-pura tidak tahu dan langsung menjadi penengah bagi kakak dan kakak iparnya. “Noona, bagaimana rasa susu putih?”

“Ha?!” kakak Hyuk mengernyit bingung, begitu juga kakak iparnya.

“Iya, bagaimana rasa susu putih? Aku selama ini tidak menyukainya jadi tidak meminumnya. Hyeongbu apa tahu rasanya?”

Kakaknya dan kakak iparnya saling pandang.

“Ya, rasanya seperti itu…” kakak iparnya menjawab pelan, sembari membayangkan rasa susu putih—walaupun yang dibayangkan lain dengan yang ditentukan.

“Kau ini kenapa sih? Keluar sana!” kakak Hyuk mengusir Hyuk dari tempat tidur.

“Noonaaaa!!” Hyuk merengek, meminta jawaban pasti tentang rasa susu putih.

“Kau kan tidak suka susu putih. Ya sudah tidak usah dipaksakan kalau tidak mau minum. Rasanya tidak enak! Sana pergi!”

Hyuk kini benar-benar digiring pergi oleh kakaknya yang sedang hamil. Untuk ke-ribuan kalinya Hyuk benar-benar yakin otaknya telah meradang setelah melakukan aktivitas padat akhir-akhir ini.

Hyuk bertemu Leo setelah didepak keluar dari kamarnya. Leo tidak menggubrisnya sama sekali, tapi langsung tersenyum kala melihat Hongbin.

“Yaa-“ Hyuk melenguh pasrah. Kenapa tubuhnya jadi sepanas ini melihat adegan bahagia dua ‘visual’ grup itu.

“Wae?” tanya Hongbin yang sudah rapi. Sepertinya bersiap ke suatu tempat lainnya.

“Jangan pergi tanpaku!”

Hongbin dan Leo mengernyit bersamaan. Hyuk dengan sigap langsung mengambil jaketnya yang tergeletak di atas tumpukan baju kotor dan berjalan ditengah-tengah Leo dan Hongbin.

“Aah cuacanya cerah kan? Mau ke pasar? Mungkin ada makanan enak disana. Oh ya, kita kan sedang diet. Tapi biasanya di musim ini banyak makanan enak. Perutku kan karet, aku bisa makan sepuasnya. Menurutmu bagaimana, Hyung?” Hyuk berbicara dalam satu tarikan nafas untuk setiap kalimatnya. Ia bertekad membalas Leo sebelum terlambat dengan mengacanginya seperti patung asmat terbuang yang tak berharga.

“Kau mau berkebun lagi? Tapi sekarang tidak sedang berbuah. Tenang saja aku tidak akan menggunakan ulat bulu lagi. Aku benar-benar minta maaf soal yang itu…” Hyuk kembali berbicara dalam satu tarikan nafas. “Hyung, sebenarnya kau mau kemana? Kau kan bilang—“

“Berisik!” Hongbin yang sudah melewati batas kesabarannya langsung menghentikan ocehan aneh Hyuk. “Hari ini kau kenapa sih?”

“Aku? Hahaha…” Hyuk malah tertawa dan jadi salah tingkah. “Aku baik-baik saja. Hahaha…”

“Gila!” Hongbin mengumpat pelan.

“Yaa, aku gila. Aku gila karenamu, Hyung!” Hyuk keceplosan—dan dia tidak menyadarinya. “Kau mendatangi mimpiku dan kau tidak sadar? Oh Hyung kau benar-benar….”

“Mwo?!”

“Mwoya?!”

Leo dan Hongbin mengungkapkan kekagetan yang sama. Mereka menghentikan jalan mereka dan melongo menatap punggung Hyuk yang jauh ke depan.

“Kenapa? Ada yang salah? Ayo pasarnya semakin dekat,” Hyuk menjadi orang paling tidak peka seantero dunia di hari yang indah ini.

Hongbin benar-benar ingin membenturkan kepala Hyuk untuk menyadarkannya. Tapi Leo seperti sudah berpengalaman dalam masalah seperti ini.

“Hyuk jatuh cinta,” gumam Leo.

“Hm?” Hongbin tidak sengaja mendengar gumaman Leo.

Leo melanjutkan langkahnya, memilih pura-pura tidak peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Kemudian ada pesan singkat yang masuk ke ponselnya.

‘My lion, bogoshippo T.T’

Leo tersenyum. Hari ini dua orang jatuh cinta. Jung Taekwoon, dan Han Sang Hyuk.

Hanya saja….. masih ada beribu pertanyaan dari hati Lee Hongbin. Lelaki itu sedang jatuh cinta, kepada Jung Taekwoon, orang yang tepat di sampingnya.

****

To be continued….

Udah garing melempem beneran ~_~ ditunggu komennya. Komen sangat berharga untuk author hehehe…

22 thoughts on “[VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 1)

    1. LaillaMP Post author

      iya nih biar keliatan ga jombs jadi jatuh cinta dulu xp
      uke atau seme akan menyusul di cerita selanjutnya xDD makasih udah baca + komen yaa <3<3<3

      Reply
  1. LhyeoJung83

    Lanjut thor,, ceritax keren banget,, udah tak tebak beanie suka sama leo,, wow so complicated banget,, hyuk=>beanie=>leo=><=ken,, sebnerx leo balikan lagi ato gak sih sama leo,, smsx ken sampe my lion my lion gitu,, kkkekekeke lanjut ya thor,, next chapx aku tunggu banget,, semangat nulisx,, aku suka aku suka,,:-) figthing thor,,,!!!!

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      hihihi ternyata ketebak, padahal mau dijadiin rahasia publik /sstt jangan kasih tau beanie ya xD/

      next chap kalo bisa abis UN ya. makasih ya udah baca + ninggalin jejak <3<3<3<3

      Reply
  2. aa

    Authorniiim huwaaaaa lanjut ceritaanya seru bangeeett. Authorkelas berapa?? Un sma/smp/sd nih kelajutan ceritanya di publish?? Cepet update yaa ditunggu banget ga kuat ah bacanya keren kereen

    Reply
  3. Jung Ji Ah

    hyukbinnnnnnnnnnnnn >……< gemesin xD
    lanjutin dong thor, geregetan ngebacanya, mana hongbin pake gak peka sama hyuk lagi :3 buat hongbin peka, tapi jangan suruh hyuk minum susu putih, gak kuat(?) xD
    lanjut ya thor^^

    Reply
  4. NSF

    Akhirnya leobin boleh ga?._. aku suka banget sama ceritanyaa. Tp berhubungan aku ga pernah bisa bayangin hongbin jd seme, makanya aku lebih prefer LeoBin drpd HyukBin. Biasanya kalo HyukBin kan hongbin semenya~~ kecuali kalo hongbinnya jd uke sih gapapa :3 mhehe

    Ditunggu lanjutannya :DD

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      ngg… untuk urusan akhir saya ga bisa janji karna tergantung tangan ini mengetik /plok/ yah ditunggu aja akhirnya hyukbin/leobin atau sayaxleo /abaikan/ makasih udah baca dan komen btw <3<3<3

      Reply
  5. Pingback: [VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 2-End) | Kumpulan Fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s