[Lyrics Series] But You Love Me [Story Two]

Title : But You Love Me

Length : Ficlet / 839 words

Genre : Angst, romance, ooc

Main Cast : Kang Seung Yoon (Winner), ‘Chan’ (imagine as you)

 

Yah kembali lagi pada project 18 tahun saya yang ga jelas ini xD

Kali ini saya bawa story 2-nya dan story 3 juga udah kelar sebagai endingnya xD

Maafkan kalo ada kesalahan, dan semoga kali ini ada yang baca.

Monggo ^_^

BGM : Epik High – Dont Hate Me

 

****

Kelas sudah benar-benar sepi. Tapi Kang Seung Yoon yang ‘rajin’ benar-benar mencintai sekolahnya. Ia tidak mau pulang, bahkan untuk selamanya.

Langit di luar makin kelabu. Menurut prakiraan cuaca hari ini akan ada badai besar. Itu alasan bagus bagi Seung Yoon yang tidak mau pulang.

Petir sudah terdengar menyeramkan diluar. Seung Yoon mengeluarkan ponsel dan earphone-nya, kemudian menempelkannya di kedua telinganya. Musik rock yang memekakan telinganya sudah bisa mengalahkan suara badai diluar. Lelaki itu merasa sangat rileks dan menyandarkan punggungnya di atas tembok sambil memejamkan matanya.

EVERYBODY HATE ME?!! SO WHAT?!!

Seung Yoon menyunggingkan senyum mendengar lirik dari lagu rock yang entah darimana ia dapatkan ini.

Badai makin menggila diluar. Seung Yoon sudah tidak kuat menahan kantuknya. Listrik mati dan ia bisa melihat semuanya lagi. Beberapa arwah baik anak kecil sampai orang dewasa menghampirinya. Seung Yoon tidak peduli.

“Yoon-ah?! Seung Yoon-ah? KANG SEUNG YOON!!!”

Tentu saja teriakan ini tidak terdengar oleh orang yang sedang mendengarkan lagu rock hardcore melalui earphone megabass. Suara yang memanggil dirinya terus terdengar, bahkan sampai menggetarkan badai.

Seung Yoon membuka matanya setelah lagu selesai. Kemudian kembali mengencangkan otot-otot tubuhnya yang dipakai tidur dengan posisi setidaknyaman ini. Badai belum berlalu. Seung Yoon hendak memejamkan matanya lagi ketika melihat sesosok gadis di depan pintu kelasnya.

Tiba-tiba gadis itu menatapnya, tajam di tengah kegelapan. Seung Yoon berusaha tidak berteriak. Ia sering melihat hantu, tapi tidak seperti ini…..

“AAAAAAAA!!!!!!” ‘hantu’ gadis itu berteriak. Seung Yoon juga reflek berteriak sampai tidak ingat posisinya sebagai ‘medium’ bagi para hantu.

“Chan-ah? Itu kau?” Seung Yoon baru sadar kalau itu bukan hantu.

Seung Yoon kembali menatap sekeliling. Benar-benar badai, kenapa ada gadis ini di sekolah? Pasti Seung Yoon hanya berhalusinasi. Ia kembali duduk setelah beberapa langkah berjalan.

Seung Yoon-ah, neo eodi? Aku takut….

Satu hal lagi yang bisa dilakukan Seung Yoon selain berbicara dengan makhluk astral, yaitu membaca pikiran lewat rambatan tanah. Ketika ia berpijak di satu tempat yang sama dengan yang lainnya semua pikiran bisa terbaca. Tapi untungnya ia selalu mendengarkan lagu-lagu yang bervolume keras untuk mematikan suara-suara pikiran orang lain.

Seungyoon langsung berlari ke pintu depan kelasnya. Sudah tidak ada lagi bayangan gadis sebelah rumahnya itu.

“Chan? Chan-ah?” Seungyoon memanggil nama gadis itu. Tapi hanya petir yang membalas ucapannya.

“Seungyoon-ah,” Chan tiba-tiba ada disampingnya, memeluk dirinya sendiri karena kedinginan.

Seungyoon langsung memeluknya, lega. Tubuh gadis itu basah total. Seungyoon menghela nafas panjang.

“Yoon-ah….” Chan mencoba melepaskan diri dari pelukan Seungyoon. Tapi Seungyoon seperti tidak mau melepasnya.

“Aku sesak…..”

Seungyoon tertawa kecil dan melepaskan pelukannya. Wajahnya memerah dan jantungnya berdetak tidak karuan. Ia sempat membaca pikiran gadis itu yang juga tidak kuat menahan rasa sesak di dadanya.

****

Seungyoon terus menatap gadis disampingnya yang sedang membetulkan rambutnya yang kusut parah.

Badai masih belum mau berlalu dari tempat mereka berteduh. Listrik belum juga nyala, dan petir tidak henti-hentinya membuat kegaduhan ketika mereka terdiam.

“Boleh aku jujur?” Chan bertanya, tapi Seungyoon hanya diam.

“Tentang?”entah kenapa Seungyoon jadi tidak bisa membaca pikiran Chan.

“Perasaanku.” Chan menghela nafas panjang. “Kurasa…. Aku menyukaimu.”

Seungyoon terdiam. Tapi juga merasa rohnya terbang dalam kata-kata Chan.

“Aku menyukaimu. Aku tidak tahu persisnya. Tapi… Aku menyukaimu.”

Seungyoon masih terdiam. Chan merasa air matanya terjun bebas dari pelupuk matanya. Akhirnya penderitaannya atas memendam perasaan itu bisa dikeluarkan.

“Lupakan. Aku hanya bergurau,” dan suara badai di luar mulai mereda.

Chan dan Seungyoon berada pada situasi yang tidak memungkinkan untuk berbicara. Di zaman yang sudah modern ini tidak mengenal strata gender, siapapun boleh melakukan pekerjaan apapun, bahkan siapapun boleh memulai jujur tentang perasaannya. Seungyoon tahu ia tidak seharusnya mengabaikan perasaan gadis itu. Seungyoon sering menghalau pikirannya yang selalu merasa ‘aneh’ berada di dekat Chan. Seungyoon juga tidak pernah lupa memikirkan apa yang akan dilakukannya besok untuk bersama Chan lebih lama. Hati kecil Seungyoon menjerit.

“Aku bisa melihat mereka,” Seungyoon menunjuk sekumpulan hantu berwujud anak SMA yang tidak terlihat oleh mata Chan.”yang tidak terlihat olehmu.”

“Aku tahu.” gadis itu berucap pelan.

“Orangtuaku tidak menyukainya. Mereka selalu merasa terancam. Dan aku tidak mau mengancammu.”

Sekarang giliran Chan yang diam. Gadis itu tidak tahu apa yang membuat Seungyoon selalu menatap jendelanya dengan tatapan sedih. Chan selalu berusaha menghiburnya, tapi tidak berani menanyakan semuanya.

“Maafkan aku, kita-”

“Seungyoon-a,”Chan memanggilnya. “Bagaimana perasaanmu padaku?”

“Ah?”

Chan menghela nafas. “Jadi selama ini bertepuk sebelah tangan…”

Seungyoon menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Seungyoon bersumpah pada dunia dan seisinya bahwa ia tidak berniat menjadikan gadis ini hanya bertepuk sebelah tangan. Seungyoon juga menyukainya, tapi ia tidak mau kecewa lagi karena kemampuan yang ia dapatkan.

“Tanganmu…” Seungyoon menyodorkan telapak tangannya, kemudian Chan ikutan menunjukkan telapak tangannya dengan ragu.

Tap!

Seungyoon berani bersumpah lagi kalau kali ini ia tidak takut lagi pada apapun. Semuanya sudah tersirat bahwa gadis ini menerimanya dengan penuh rasa sayang. Tangan Seungyoon menggenggam tangan Chan yang basah.

“Kau tidak akan bertepuk sebelah tangan,” Seungyoon menepuk tangan Chan dengan pelan, kemudian Chan tersenyum dengan sedikit air mata di pipinya.

“Aku menyukaimu juga, Chan.”

Badai di sore ini sudah berlalu. Seungyoon terpaksa membatalkan rencananya menginap di sekolah karena wajah Chan yang mulai pucat karena kedinginan. Seungyoon memberikan jas dan jaketnya pada Chan sambil memeluknyadari samping. Gadis itu kini miliknya.

-Story Two End-

One thought on “[Lyrics Series] But You Love Me [Story Two]

  1. Pingback: [Lyrics Series] And I Love You [Story Three-End] | Kumpulan Fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s