Kisseuphobia (Part 1/2)

Title : Kisseuphobia

Length : twoshot [1/2]

Genre : comedy, angst, romance

Main Cast(s) : Lee Seunghoon (Winner), Hong Jihyun (OC)

A/N : Sejujurnya ini harus di post pas tanggal 24 kemaren dan bentuknya twoshot. Karna gue males ngerombak dan gue lebih sreg sama cerita ini jadilah gue bikin twoshot aja. Oke, ini kisah seharusnya komedi, kalo jadi angst gue ga tau ._.v

Dimohon komentarnya saudara-saudara ^____^

 

****

“Ciuman? Cih..”

 

“Hanya orang bodoh yang mau menempelkan bibirnya di bibir orang lain!”

 

“Ciuman itu… Menjijikkan!”

***

kisseuphobia1

Poster by Funluobell @ Poster Channel
Thanks for the awesome poster ^^
[ps : i use two of your poster dek!]

Satu kelas sedang dilanda keheningan parah setelah adegan yang menguras air mata sudah terlewati.

 

“Jihyun-a, kau menangis?” Naeun, gadis berambut panjang yang tergerai rapi menyikut teman disebelahnya, Hong Jihyun.

 

Jihyun dengan cepat mengusap air matanya. “Hm? Ani…” bodohnya suara tidak pernah salah.

 

Naeun hanya mengedikkan bahu. Ya siapa tahu Jihyun yang berhati sangat dingin itu bisa menangis hanya karena menonton sebuah film.

 

Hampir semua anak di kelas masih terdiam menyaksikan adegan-adegan selanjutnya. Jihyun kembali berkonsentrasi dengan filmnya tanpa mempedulikan adegan yang membuat imej dinginnya jatuh dan terkubur di dalam tanah.

 

“Kau… Percaya padaku, kan?”

Perempuan dalam drama itu mengangguk sambil menggenggam tangan pemeran pria yang tampan itu. Kemudian kepala si pemeran pria ini makin mendekat pada si wanita, makin dekat makin dekat dan….

 

“Huukk…” Jihyun mulai menampakkan fobia sekaligus alerginya melihat adegan tidak senonoh itu.

 

Naeun langsung kelabakan mencari plastik atau apapun untuk melindungi dirinya dari muntahan Jihyun. Jihyun yang tidak sengaja menoleh ke layar besar di depan kelasnya langsung merasakan sesuatu yang besar akan keluar dari mulutnya.

 

“Jihyun-aaaaa!!!” Naeun mengejar Jihyun sambil membawa kantung muntah di tangannya. Ia sudah yakin akan ada kejadian seperti ini ketika menonton film–apalagi ini film jepang.

 

****

 

Di sisi kelas lain sesuatu yang lain terjadi. Lee Seunghoon yang paling gila di kelas itu tertawa sendirian sampai para meja disekitarnya mendapat tabokan gratis dari tangan besar Seunghoon.

 

“Astaga…. Apa kau akan terus menonton film itu setiap hari?” Minho mengambil tasnya bersiap untuk pergi.

 

“Selama ini aku tidak menemukan adegan berbahaya di film ini,” Seunghoon melanjutkan tertawa ketika melihat karakter di layar laptopnya melakukan hal yang konyol.

 

“Bukannya Gru juga mencium para minions disitu? Dan Gru juga bahkan mencium Agnes yang imut itu,” Minho menggaruk kepalanya. “Ah! Molla!”

 

Minho kemudian keluar dari kelas dan meninggalkan biang rusuh kelas itu sendirian menonton despicable me.

 

Seunghoon mem-pause filmnya untuk sementara. Seunghoon sebenarnya sangat menyukai film, bahkan terlalu suka sampai akhirnya ia menemukan titik lemah dari semua adegan film yang ada di dunia.

 

Ciuman.

 

Hanya itu. Seunghoon mempunyai ketakutan dan kelemahan sendiri dengan satu adegan ‘penting’ dalam film itu. Seunghoon masih bisa mentolelir adegan ciuman di dalam kartun atau film anak-anak. Tapi tidak dengan adegan ciuman dalam film-film yang berkarakter manusia.

 

Seunghoon selalu pingsan melihat adegan yang bahkan bisa membuat orang lain ‘menyala’ jiwa dewasanya. Seunghoon sering memeriksakan ini pada psikiater di beberapa rumah sakit. Pada akhirnya semuanya mengatakan ‘kau yang harus menyembuhkan dirimu sendiri’.

 

Hanya Minho satu-satunya orang yang tahu tentang kelemahannya. Tidak ada yang mencurigai Seunghoon yang gila di kelas ini. Bahkan anggota eskul teater tidak pernah curiga ketika Seunghoon menghilangkan adegan ciuman dalam beberapa drama.

 

“Gawattttt!!!!” Minho tiba-tiba datang dan mendobrak pintu kelas. Seunghoon yang baru saja akan menekan tombol space menghentikan gerakannya.

 

“Kau…… Anak-anak memilihmu dalam drama….”

 

Seunghoon memiringkan wajahnya sedikit. “…Lalu?”

 

“…Sleeping beauty!!!!!!!!!!”

 

Ribuan jarum menusuk tubuhnya. Seunghoon merasakan sakit disekujur tubuhnya. “Aku…… Jadi putrinya?”

 

“Tidaaaak!!!” Minho menggeleng frustasi. “Adegan ciuman!! Kau selama ini menghindarinya dan kau akan mencium pemeran wanita…”

 

God. Seunghoon menelan ludahnya dengan sangat sulit. Yang dipikirkannya kini hanya reputasinya. Sebagai murid tergila di kelas dan wakil ketua eskul teater.

 

“Sudah kubilang suruh Seungyoon saja—““

 

“Seungyoon sedang mengikuti seleksi olimpiade. Satu-satunya orang yang pantas jadi pangeran hanya kau!” Minho mengacak rambutnya. ”Eh tapi…. itu hanya berlaku untuk ‘melihat’ saja kan? Bukan ‘melakukan?”

 

Seunghoon menatap Minho sengit. Padahal Minho adalah satu-satunya orang yang berada di tempat kejadian ketika Hyuna, cinta pertamanya, hendak mencium pipinya di malam pertama berkencan.

 

“Ah ya… aku akan mengatakan hal lain yang lebih masuk akal..”

 

“Siapa pasanganku?” tanya Seunghoon akhirnya. Hanya aku yang bisa menyembuhkan diriku sendiri…

 

“Entahlah, sedang dirundingkan..” Minho akhirnya keluar kelas lagi.

 

Kini tinggalah Seunghoon di dalam ruangan, menikmati semilir angin yang menusuk setiap inchi tulangnya. Seunghoon sudah tidak punya tenaga lagi untuk menekan tombol space di laptopnya. Nafasnya melenguh pasrah menghadapi hari-hari selanjutnya. Mau menyumpahi siapapun juga pada akhirnya fobianya ini tidak akan sembuh.

 

****

 

Seunghoon sudah melewati satu jam pelajaran bahasa yang disukainya. Sebentar lagi waktu pulang, tapi Seunghoon tidak berniat untuk keluar dari gudang tempat menyimpan kursi atau meja yang rusak ini.

 

Drrtt….

Ponselnya bergetar di dalam saku celananya. Seunghoon seharusnya tidak membuka pesan ini.

 

From : Jinwoo Sunbaenim

Jangan lupa latihan pukul 4 hari ini ^^

 

Gaya menulis Jinwoo yang sok imut ini kadang membuat Seunghoon geli sendiri. Tapi yang membuat pesan ini lebih menggelikan adalah waktu latihan. Seunghoon bersumpah tidak akan datang hari ini.

 

To : Jinwoo Sunbaenim

Kalau dramanya diganti aku akan datang

 

Send.

Seunghoon menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kepalanya pusing karena bau-bau ‘gaib’ di ruangan menyedihkan ini.

 

Drap!

Seunghoon langsung merapatkan dirinya ke meja di sebelahnya—takut ketahuan. Oh Tuhan semoga saja ini bukan makhluk halus…

 

“Shireo! Jangan cari aku!” suara orang yang baru masuk gudang itu terdengar bergetar. “Ganti dramanya!”

 

Seunghoon mulai menjauhkan dirinya dari meja yang tinggal menghitung waktu lagi untuk benar-benar runtuh.

 

“Naeun-ah, aku mohon. Kau kan tahu semuanya…” suara seorang gadis. Seunghoon mencoba mengintip dari celah-celah meja yang menutupi dirinya. “

 

Ah, Hong Jihyun. Seunghoon mulai bernafas lega. Tapi karena kelegaannya itu kakinya malah menyentuh meja rusak di dekatnya.

 

“AAAAAAA—“ Seunghoon buru-buru membungkam mulut Hong Jihyun tanpa mempedulikan kakinya yang makin merusak penghuni gudang.

 

“Lee Seunghoon?” Jihyun membeo ketika menatap kaki panjang didekatnya. “A-aku….”

 

Seunghoon mengangguk. “Kau mau sembunyi?”

 

Jihyun mengangguk pasrah. Ia ketahuan kabur dalam latihan perdana drama sleeping beauty oleh wakil ketua klub ini.

 

“Ya sudah disini saja,” Seunghoon kembali ke tempat persembunyiannya.

 

“Kau juga bolos?” tanya Jihyun setelah sampai di tempat persembunyian wakil klub itu.

 

“Iya.”

 

Setelah itu hening. Baik Seunghoon maupun Jihyun sama-sama diam dan tidak berminat membuka pembicaraan.

 

“Wakil ketua..” Jihyun menghela nafas panjang. “Bisa pecat aku dari drama ini? Atau dari klub sekalian?”

 

Jihyun menceritakan semuanya. Tentang dirinya yang akan muntah melihat adegan ciuman, tentang dirinya yang tidak ada prestasi apapun tiba-tiba harus menjadi putri yang tertidur, sampai sekarang ia dikejar-kejar Naeun untuk latihan.

 

Seunghoon tertawa kecil. “Bodoh sekali.”

 

“Mana tahu kalau aku punya kelemahan seperti itu!” Jihyun menatap Seunghoon sengit. “Kau… Kenapa malah kabur?”

 

Seunghoon seperti mendapat semangat tersendiri. Ia sudah tahu siapa pasangannya dalam drama ini dan…. pasangannya pun ‘sama’ sepertinya.

 

“Kau tahu siapa pasanganmu?” tanya Seunghoon kemudian. “Itu aku..”

 

Jihyun menggeleng sambil tertawa kecil. Tidak mungkin! Katanya yang sering mendapat peran utama Kang Seungyoon, anak jenius dari kelas sebelahnya. Tapi Lee Seunghoon…….

 

“Jugeotda.” Jihyun hampir pingsan saat itu.

 

*****

 

Seunghoon melambaikan tangannya pada Jihyun yang baru keluar dari ruang kelasnya. Jihyun yang melihat lelaki dengan kaki panjangnya yang ramping itu langsung melangkah lebih cepat ke arah lain. Dengan sedikit langkah panjang, Seunghoon sudah bisa menangkap pergelangan tangan Jihyun.

 

“Lepas!!” Jihyun menyerah. Ia benar-benar menyesal telah menceritakan semua pada Seunghoon. Seunghoon mungkin akan lebih menyiksanya dan memberikan peran seperti ini jauh lebih intens lagi.

 

“Aku diam, tapi kau ikut,” Seunghoon tersenyum kecil sambil menggandeng Jihyun menuju ruang teater.

 

Jihyun terpaksa mengikuti Seunghoon. Jinwoo Sunbaenim menyambutnya dan menobatkan keduanya menjadi “TroubleCouple of the Day”.

 

“Oh! Kupikir kalian lupa jalan kesini,” Kata Jinwoo sambil memberikan setumpuk skenario untuk pemeran utamanya.

 

Jihyun mendesis pelan. “Kupikir malah kau yang lupa dimana letak otakmu.”

 

“Ne?” Jinwoo merasa terpanggil.

 

Jihyun menggeleng serba salah. Kemudian melirik Seunghoon yang tertawa kecil dibelakang skrip drama.

 

****

 

“Seunghoon-a….” Jihyun mendekati Seunghoon yang sedang membaca skenario.

 

Lee Seunghoon mengangkat skrip dramanya sampai menutupi wajah. Ia tidak siap dibawa tertawa lagi oleh gadis itu.

 

Sudah seminggu ini Jihyun melancarkan aksi tidak-mau-melakukan-drama-ini pada Seunghoon—ya walaupun Seunghoon wakil ketua tapi bukan dia yang ikut andil dalam pembuatan drama akhir semester ini.

 

Pada awalnya Jihyun mengomel tentang drama yang dipilih Jinwoo. Sleeping beauty sudah terlalu sering ditampilkan di drama. Tapi Jinwoo ngotot mengatakan ini bukan sekedar Sleeping beauty. Jinwoo malah sedikit memasukkan cerita ‘asli’ dari Sleeping beauty yang makin memuakkan Jihyun yang alergi ciuman.

 

Di hari kedua Jihyun mulai mengomel tentang properti. Pangeran akan membangunkan putri yang tertidur itu di kerajaannya yang tertutup semak tebal. Membuat semak akan sangat memuakkan karena Jihyun membenci warna hijau. Oke alasan itu masih lumayan.

 

Di hari selanjutnya berbagai alasan muncul, dari mulai SMS rekaan dari ibunya—Seunghoon tahu karena Jihyun mengeluarkan kedua ponselnya untuk saling mengirim pesan—atau alasan datang bulan—yang besoknya tidak ada tanda-tanda datang bulan lagi. Ada juga alasan yang sangat bodoh, ia ingin membeli dorama ‘Itazura na Kiss’—Seunghoon tertawa sampai bergulingan mendengar ini—dan hari ini….

 

“Aku habis muntah,” kata Jihyun dengan tampang lemas. “Melihat adegan ciuman.”

 

Lee Seunghoon meletakkan skripnya. Kemudian menghela nafas berkali-kali menghadap Jihyun. “Hong Jihyun…” Seunghoon menghela nafas lagi. “Mau datang ke pertemuan rutin?”

 

Jihyun mengernyit. Apa alasannya hari ini tidak meyakinkan? Pertemuan rutin? Oh tidak disana hanya ada pengurus dan Kang Seungyoon yang tampan dan tukang pemberi harapan palsu.

 

“Jam 7.”

 

****

 

Jihyun sedang menonton film Miracle in Cell No.7 ketika Lee Seunghoon yang berpakaian rapi menekan bel rumahnya. Jihyun masih memakai baju untuk santai di rumah–dress pink tipis yang bawahnya hanya sejengkal dari lutut.

 

“Aku tidak bilang mau ikut,” suara Jihyun terdengar serak. Jihyun tidak pernah berakhir bahagia jika menonton film itu.

 

“Aku juga tidak berminat ikut,” kata Seunghoon. Mengerankan karena nada suara lelaki itu jadi lebih pelan dan berat. “Boleh aku masuk?”

 

Jihyun ragu sejenak. “Tidak ada orangtuaku di dalam.”

 

Seunghoon mengangguk. “Baiklah, aku pulang saja.”

 

Jihyun menatap bayangan Lee Seunghoon yang makin menjauh dengan iba. Walaupun terbesit sejuta pertanyaan tentang lelaki itu tapi Jihyun tidak mau mengambi resiko kalau Seunghoon mungkin akan menciumnya.

 

“Lee Seunghoon!” Jihyun menelan ludahnya berat. Bagaimana aku harus mengatakan…… “Masuklah.” Kemudian Jihyun menutup pintunya dengan keras. Seunghoon yang baru sekitar 3 langkah dari pintu itu hampir melonjak kaget.

 

Jihyun langsung mengganti bajunya menjadi lebih tertutup agar tidak menimbulkan niatan buruk dari tamunya ini. Lagian bodoh sekali Jihyun mau mengajak Seunghoon masuk ke rumahnya yang sangat tertutup dari lalat sekalipun.

 

“Miracle in Cell No.7?” Seunghoon mencoba mengakrabkan diri. “Aku menangis terus menonton film ini.”

 

Jihyun mengangguk. “Nado. Menyedihkan sekali Yeseung harus kehilangan ayahnya saat ulangtahunnya.”

 

Seunghoon kembali fokus pada film yang sedang diputar ini. Hampir mencapai bagian akhir, dan Jihyun sudah menyiapkan film-film lain yang ‘aman’ dari adegan ciuman.

 

“Kau benar-benar punya alergi seperti itu?” tanya Seunghoon.

 

“Ya. Kau mau bukti?” tanya Jihyun sambil menunjuk cover drama Itazura Na Kiss yang baru dibelinya.

 

Seunghoon tertawa kecil. “Tidak… Jangan!”

 

Jihyun melempar kaset Itazura Na Kiss itu ke sembarang tempat. Ya, walaupun pemainnya setampan Yuki Furukawa tapi kalau melihat judulnya… sepertinya Jihyun lebih baik menonton film Home Alone berkali-kali.

 

“Mau menonton ini?” Seunghoon menunjuk CD yang tidak bercover. “CD demo drama kali ini.”

 

Jihyun mematikan playernya dan mempersilakan Seunghoon memasukkan CD itu ke dalam playernya.

 

Kim Jinwoo ternyata benar-benar handal dalam membuat CD demo. Ia adalah satu-satunya senior yang masih menyempatkan diri di klub ini sementara yang lainnya menyerbu perpustakaan untuk belajar.

 

Video dalam CD ini hanya berdurasi sekitar 10 menit. Ini hampir mencapai penghujung adegan. Sang putri yang cantik sudah tertidur dengan cantiknya dan pangeran berusaha menyelamatkannya. Tanpa disadari keduanya sama-sama memucat.

 

“Boleh aku tahu kenapa kau bisa alergi seperti ini?” tanya Seunghoon sambil menatap lurus ke arah TV.

 

Jihyun ragu sejenak. “Karena suatu kejadian.”

 

“Kejadian apa?”

 

Jihyun menatap Seunghoon tajam. Bahkan Naeun yang notabene sahabatnya tidak mau mencampuri urusan ini. Kenapa Lee Seunghoon yang baru-baru ini akrab dengannya malah ingin tahu banyak?

 

“Haruskah aku memberitahukannya?”

“Tidak perlu.”

 

Oh Tuhan! Kedua anak manusia itu sama-sama mengucapkan pekikan itu dalam hati. Kim Jinwoo yang memerankan pangeran sudah bersiap-siap mencium putri yang tertidur itu.

 

“Ciuman? Cih..” Jihyun menggenggam apapun yang ada di dekatnya, dan itu tangan Seunghoon.

 

“Hanya orang bodoh yang mau menempelkan bibirnya di bibir orang lain!” Lee Seunghoon ikut mengernyit, kepalanya mulai berputar tidak karuan.

 

“Ciuman itu… Menjijikkan!” baik Jihyun dan Seunghoon, mereka berdua tidak menyadari akan kata-kata yang keluar dari mulut mereka.

 

Pangeran dalam CD demo itu sudah mencium putri yang tertidur itu tepat di pinggir bibirnya. Jihyun langsung melepaskan genggamannya pada tangan Seunghoon dan berlari ke kamar mandi. Lee Seunghoon? Lelaki itu sudah ambruk di bawah sofa.

 

Adegan itu hanya berlangsung sekitar 3 detik. Tapi efeknya memakan waktu sampai 3 hari. Jihyun kembali dengan wajah pucat yang bercampur dengan rasa kaget. Lee Seunghoon pingsan di rumahnya….. karena adegan ciuman?!

 

****

To be continued……

 

4 thoughts on “Kisseuphobia (Part 1/2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s