[Vignette] Again

Title : Again

Genre : Romance maybe?

Length : Vignette [1,043 words]

Cast : Terada Takuya (Cross Gene), Kwon Mina (AOA)

A/N : holla!! Kalo pada bertanya kenapa gue sering bikin straight akhir-akhir ini mungkin karena gue lagi ga ada ide buat yaoi xD

Sekarang bawain cast baru, yaitu Takuya. Kalo belom tau dia member cross gene yang jadi model MV Hyorin sama Jooyoung, dia bias pertama di cross gene heuheu :& dan Kwon Mina, dia member AOA yang rencananya mau gue jodohin sama tokoh buatan a.k.a Han Jungwoo xD gue milih dia karena namanya deket-deket sama Fuji Mina, artis Jepang yang cantik itu o.O

Maafkan kalo ga jelas. Yang penting jadi buat pesta ff lagi xD monggo ^_^

 BGM : G.O.D – Dashi (Again)

 ****

 

I decided then that if I ever got to meet you again I would never let you go..

[g.o.d – Dashi]

 

Takuya melangkah perlahan ke arah gedung pernikahan yang megah. Hari ini ia menjadi salah satu tamu ‘bayaran’ yang mendapat sekitar 2 juta untuk sekali datang. Keuntungannya selain mendapat uang, ia juga mendapat makanan gratis yang jarang sekali ada di hidupnya.

Agak menyedihkan sebenarnya karena pemuda berkebangsaan Jepang itu harus menjadi pendatang di negaranya sendiri. Takuya tinggal di negara ibunya, Korea Selatan, karena kedua orangtuanya bercerai tanpa alasan yang jelas. Ibunya sering menyebut nama ayahnya dalam mimpi, memimpikan untuk kembali bersama karena kesulitan ekonomi yang membuat leher tercekat karena kehausan.

Satu gelas jus jeruk diambil. Takuya tidak suka minuman yang memabukkan karena—yah, ini acara orang lain, bukan acaranya.

“Terima kasih sudah datang ke pernikahan kami,” mempelai pria yang mapan dari keluarga pewaris otomotif itu berpidato ria, mengucapkan terima kasih serta ucapan-ucapan lain yang tidak terlalu dimengerti Takuya—pemuda itu hanya ingat kata-kata dasar Bahasa Jepang saja.

“Nikmati pesta ini sampai malam!” dan pidato itu ditutup dengan tepukan tangan meriah dari para audience yang langsung terlarut dalam semarak pesta pernikahannya.

Takuya mengambil satu sushi untuk mengganjal perutnya. Ada niatan untuk membawa makanan-makanan ini pulang karena di rumahnya tidak ada stok mie instan lagi.

“Hey, nikmati pestanya, Bung!” seseorang menepuk pundaknya dengan keras, membuat pemuda bertubuh jangkung itu hampir terjerembab ke meja yang penuh sushi.

Haii, arigatou gozaimasu,” Takuya membungkuk kurang dari 90 derajat pada orang yang menepuknya itu.

Gedung pernikahan ini terlalu luas untuk hanya mengundang 1000 orang. Tempat ini bisa menampung 10.000 orang mungkin untuk berpesta dengan para geisha terbaik dari seluruh penjuru Jepang.

Pemuda bermarga Terada itu berjalan-jalan keluar di sekitar gedung, menikmati indahnya taman yang dirawat dengan sangat baik. Terlalu banyak bunga yang menawan hati untuk dicabut dan diberikannya pada sang ibu di Korea. Jujur saja, pemuda itu ingin menyerah saja mencari ayahnya untuk diajak kembali.

 

****

 

Acara resepsi resmi sudah dilaksanakan. Kini tinggal acara-acara antar pemegang saham saja untuk berkaraoke ria bersama mempelai pria yang tinggal menghitung umur.

Gadis itu menatap pantulan dirinya di cermin. Cantik, tapi menyimpan kesedihan yang amat sangat di dalam hatinya.

Ibu dan ayahnya sudah kembali ke apartemennya, meninggalkannya sendiri bagaikan anak anjing yang akan dijual ke penjualan hewan terdekat.

Keluarganya yang lain tidak peduli asalkan perusahaannya selamat, dan Kwon Mina, gadis cantik di pantulan cermin itu, harus menerima semuanya di usia semuda ini.

Maldo andwae! Aku tidak mau!”

Gadis itu melepas cincin di jari manisnya, meletakkannya perlahan di meja rias dan menyingkap gaunnya untuk memudahkannya berlari. Gadis itu harus melewati tangga kecil disebelah gedung ini untuk kemudian pergi ke taman dan melewati lubang kecil berkawat untuk keluar.

“Hei!” si tua itu sepertinya mengetahui kaburnya Mina dan mencoba mengerjarnya. Mina berlari seperti orang kesetanan dan menabrak seseorang yang sedang membungkuk untuk membelai Rainbow Rose. Tentu saja keduanya jatuh dan terjadi keheningan panjang.

“Kwon Min….a?” lelaki itu memberikan jeda kepada gadis yang tinggal beberapa jengkal darinya.

“Terada…” dan gadis itu masih mengingat nama depannya dengan jelas.

“Tangkap!!” terdengar komando yang sangat keras.

Takuya langsung menggenggam tangan gadis bergaun jutaan yen itu dan berlari kencang. Langsung ia hantam semua orang yang menghalangi jalannya, tak terkecuali penjaga keamanan gedung itu yang dibuat emosi dan ikut mengejarnya.

“Terada-san, aku… tidak kuat lagi!” Mina terengah-engah, menyuruh lelaki yang sudah lama tidak ditemuinya untuk berlari sendirian saja. Terserah apa yang akan dilakukan si tua bangka itu dan rombongan pengejarnya.

Takuya seakan tidak mendengar dan malah menyuruh si pengantin naik ke punggungnya, kembali berlari mengecoh orang-orang dengan masuk ke gang demi gang mencari tempat sembunyi. Setelah menemukan sebuah pembuangan sampah besar Takuya melepaskan Mina dari punggungnya.

“Sialan, gaun jenis apa itu?” tanya Takuya sambil memukul-mukul pundaknya sendiri.

“Entahlah. Terada-san, bisakah kau mencari tempat yang lebih baik?” Mina sedikit jijik melihat banyak lalat di dekatnya.

Takuya melepaskan jasnya dan menutup sebagian wajah Mina. “Ini lebih baik. Parfum 100 ribu,” kata Takuya. Ia juga tidak suka harus bersembunyi disini.

“Aku baru berpikir tentang ini,” Mina melepaskan jas Takuya dan memberikannya pada lelaki itu. “Harus tinggal dimana aku? Masa depanku ada padanya.”

Takuya menghela nafas, menatap wanita yang pernah menolaknya mentah-mentah karena ia tidak punya uang untuk membeli bento di kantin.

“Kau punya orangtua kaya,” kata Takuya. “Minta saja.”

“Sekarang mereka bergantung padaku,” air mata Mina mulai menetes. “dan aku malah berada di pembuangan sampah..”

“Ikut saja denganku,” Takuya bodoh! Lelaki itu langsung merutuki dirinya sendiri dalam hati. Mau ditaruh dimana Mina? Rumahnya tidak lebih dari tempat pembuangan sampah ini dan… tidak berbeda jauh.

“Tidak jadi—“

“Baiklah. Aku juga tidak mau menjadi budak lelaki tua itu…” Mina akhirnya tersenyum. “Tapi apa tidak apa-apa?”

Takuya berkedip beberapa kali ke arahnya, berpikir apa yang harus diberinya pada Mina. Toh sampai beberapa tahun ia lulus SMA juga belum memiliki uang untuk membeli satu bento setiap hari.

“Aku pernah menolakmu karena hal bodoh. Maafkan aku,” gadis itu menunduk.

Takuya menggeleng sambil tertawa kecil. “Tidak apa-apa. Toh sesuai kenyataan.”

Mina ingat saat itu ia pernah memberikan sisa bentonya pada Takuya karena lelaki itu hanya bisa menatap kantin dari luar. Dan yang dibencinya adalah ketika Takuya mengatakan menyukainya.

“Sepertinya sudah sepi. Mau ikut aku?” tanyanya sambil berdiri.

Mina menyambut uluran tangan Takuya yang membantunya bangun. Kakinya sakit sebenarnya karena berlari dengan sepatu hak.

“Aku harus membeli baju untukmu, ya,” Takuya akhirnya kembali membawa Mina di belakangnya.

Mina tersenyum. “Belikan yang mahal, ya!”

Takuya meringis. “Bahkan aku tidak punya mi instan di lemariku.”

“Benarkah? Kau masih belum punya uang untuk membeli bento?”

“Aku akan mencari pekerjaan yang tetap jika kau berjanji hidup denganku.”

Pernyataan cinta kedua. Mina menelan ludahnya dengan berat. Dirasakannya debar jantung yang tidak dapat dikontrol untuk kesekian kalinya di hari ini.

“Aku bercanda! Aku akan mencari pekerjaan, kok. Tenang saja,” Takuya langsung buru-buru meralatnya. Sebenarnya perasaan itu masih ada karena Mina belum menolaknya secara langsung. Gadis itu hanya menyuruhnya untuk membeli bento sendiri sebelum ‘menembaknya’.

“Nona Mina!” teriak dua orang lelaki pada gadis dibelakang punggung lelaki jangkung bertahi lalat itu.

“Terada lariiiiii!!!!” dan keduanya kembali menghadapi cobaan berat, berlari dari kejaran bodyguard sekuat yakuza suruhan suami resmi Mina.

 

Percayalah, aku akan memberikan semuanya untukmu, Kwon Mina. Lelaki itu kembali bertekad, demi orang yang pernah ‘menolaknya’.

 

Dan..

 

Aku akan membawa ayah serta menantu untukmu, Ibu. Tekad tambahannya untuk orang yang paling dicintainya.

 

.fin

 

Komentar ditunggu ^_____^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s