[Kiriman FF] Black Swan

black-swan

  • Title: Black Swan
  • Scriptwriter: Radita
  • Main Cast: Han Sanghyuk (VIXX)
  • Support Cast: VIXX Member, find it yourself
  • Genre: Friendship, Angst
  • Duration: Vignette
  • Rating: PG-13
  • Poster : Thanks to RyeohyunYoon@HSG for awesome poster
  • Summary : Sanghyuk, memiliki 5 orang sahabat yang menyayanginya, tetapi suatu kejadian terjadi yang membuat Sanghyuk terpisah dari temannya …
  • Disclaimer : Makasih buat IFK, sudah menampung FF abal-abalku ini😀 . Untuk yang di italic adalah tanda flashback ya. Maaf untuk alurnya yang kecepatan, aku masih belum mahir buat FF dan selanjutnya…. Happy Reading ^^

I Don’t Believe Destiny.

Sanghyuk, lelaki yang kini sedang duduk di taman perumahannya menikmati tenggelamnya sang surya. Dia menantikan rembulan yang akan menggantikan surya di bumi. Setelah rembulan tampak malu-malu menunjukan wujudnya, lelaki itu berjalan menyusuri jalanan untuk menuju ke rumahnya.

Sesampainya dirumah, lantas ia membuka pintu dan menutupnya kembali. Dia lalu merebahkan badannya ke sofa empuk di ruang TV. Saat dia terbaring di sofa, tiba-tiba ia melihat fotonya dengan 5 orang lainnya, lalu dia tersenyum. Sanghyuk mengingat-ingat tentang masa remajanya yang menyenangkan. Dengan menjadi yang termuda diantara 5 teman lelakinya, tak membuat Sanghyuk bertingkah seperti anak kecil, sebaliknya ia bersikap dewasa, walaupun kadang – kadang ia kekanakan.

“Ah, menyenangkan sekali bahwa masa itu membuat bahagia. Bagaimana kabarnya Hyungdeul?” monolog Sanghyuk.

“Hakyeon hyung, kesini.” Bocah yang mempunyai lesung pipi itu memanggil bocah berkulit coklat itu.

“Kenapa Hongbin?” tanya Hakyeon

“Kau tahu ini apa hyung?” Hongbin memegang sol sepatu Hakyeon dan peralatan kesayangan Hakyeon dengan smirk nakal.

“ Yakkkk, anak nakal, Mau kau buat apa barangku?” Hakyeon lalu mengejar Hongbin yang berlari memutari 4 anak lainnya. 4 anak itu memandang mereka dengan wajah biasa.

“Hongbin-ah, kau jangan seperti itu pada Hakyeon.” Leo berkata sambil mengambil barang Hakyeon dari tangan Hongbin.

“Hongbin hyung, ayo kita main lainnya.” Hyuk mengajak Hongbin bermain PS di ruang TV.

Hongbin berjalan ke arah Sanghyuk dan langsung pergi dari ruang tamu yang terdiri dari Leo, Ravi, Ken dan Hakyeon.

            “Ahh, Sanghyuk kulihat semakin dewasa ya..” Hakyeon menghela nafasnya.

            “Maknae kita sangat dewasa, ketimbang kau Hakyeon hyung, Hahahahaha” Ken lalu tertawa keras lalu diikuti ledekan dari Ravi. Leo? Dia tampaknya menyetujui perkataan Hakyeon tersebut.

            “Hyung, bagaimana kalau minggu depan kita pergi ke pantai?” usul Ravi

            “Memangnya kau tak sibuk?” Ken menyahut dengan nada malas.

            “Kalau aku, tak masalah, bagaimana dengan yang lainnya?” Hakyeon menjawab dengan tangan menopang dagu.

            “Aku mau, lagipula minggu depan jadwalku kosong.” sahut Sanghyuk yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

            “Huwahh, Sanghyukie, kenapa kau langsung di hadapan kami?” Hakyeon meletakkan kedua tangan di pinggang.

            “Mianhae Hyung.” Sanghyuk langsung menunjukkan senyum 2 jari.

                        “Hyukie, kau mau ikut kami liburan ke pantai?” tanya Ken.

                        “Aku ikut, hyung. Lagipula aku minggu depan tak ada kegiatan apa-apa.” Sanghyuk menjawab sambil mencomot kue di ruang tamu yang disediakan oleh Ken.

                        “Semua sudah positif untuk ikut ke Pantai minggu depan?” tanya Hakyeon sambil melihat wajah temannya satu persatu.

                        “OK, Setuju.” Semua menyahut kecuali Leo yang hanya diam dan menyetujui kegiatan mereka yang akan datang.

            1 Minggu kemudian

                        “Hyung, bantu aku membawa bekal ini!” Sanghyuk berteriak memanggil hyungnya yang daritadi sibuk meneliti barang-barang yang akan dibawa ke pantai.

                        “Aigoo, Sanghyuk, aku akan kesana untuk membantumu.” Hongbin berlari menuju Sanghyuk.

                        “Ahh, Hyung. Cepatlah.” Sanghyuk membawa bekal di kedua tangannya dan ia terlihat keberatan dengan itu dan Sanghyuk juga memajukan bibirnya.

                        “Nah, mana bekal tadi?” tanya Hongbin, dan Sanghyuk langsung menyerahkan bekal tadi ke Hongbin dengan muka cemberut.

                        “Jangan cemberut Sanghyuk, kita ini mau liburan seharusnya kau senang.” Hongbin menaruh bekal tadi di mobil dan mendekati Sanghyuk lalu mencubit bibir Sanghyuk.

                        “Ahh, Hyung, Sakit!” teriak Sanghyuk.

                        “Anak-anak, sudah siap?” Hakyeon berteriak dengan nyaring.

                        “Iya. Ayo Hyung, kita masuk ke dalam mobil.” Sahut Sanghyuk.

                        “Sanghyuk-ah, kau sudah sarapan?” Ravi bertanya sambil memegang handphonenya.

                        “Sudah Hyung. Hyung sudah?” Sanghyuk bertanya kembali pada Ravi

                        “Aku juga sudah. Kemana lainnya?” tanya Ravi sekali lagi.

                        “Di dalam mobil. Ayo hyung kita ke mobil.” Sanghyuk membereskan barangnya yang tertinggal dan menarik Ravi ke mobil.

                        “Yakkk, Sanghyuk-ah, kau tak usah menarikku.” Ravi melepaskan tangannya dengan kasar.

                        “Ahh Hyung, maaf.” lirih Sanghyuk.

            Ravi meneruskan langkah kakinya menuju ke mobil yang akan mereka tumpangi untuk pergi ke pantai.

                        “Ravi Hyung!” Sanghyuk mengejar Ravi lalu masuk ke mobil.

                        “Hei, kalian bertengkar ya?” tanya Ken.

                        “Aku tak tahu.” Ravi menyahut lalu bersandar di kaca mobil.

            Ketika mendengar jawaban Ravi seperti itu, Hongbin menengok ke arah Sanghyuk yang duduk termenung seperti menyesal. Melihat Sanghyuk seperti itu, membuat Hongbin yang tadinya duduk dengan Leo, akhirnya berpindah tempat duduk disamping Sanghyuk.

                        “Hyung, aku duduk di sebelah Sanghyuk, OK.” Hongbin berkata sambil mengedipkan matanya sebelah langsung duduk di samping Sanghyuk.

                        “Sanghyuk-ah.” Hongbin mencolek dagu Sanghyuk.

                        “Kenapa Hyung?” tanya Sanghyuk.

                        “Tidak ada apa-apa. Kenapa Sanghyuk lesu?” tanya Hongbin sambil melihat wajah Sanghyuk.

                        “Ada masalah apa denganmu dan Ravi?” tanya Hongbin sekali lagi.

                        “Sebenarnya tadi aku sedang terburu-buru dan aku menarik tangan Ravi Hyung, dan sekarang Ravi Hyung marah.” Suaranya lirih pertanda bahwa ia merasa bersalah dengan Ravi.

                        “Sudahlah, nanti Ravi juga baikan lagi denganmu Sanghyuk. Kau sudah tahu Ravi bagaimana bukan? Dia mungkin lagi ingin tidur makanya dia seperti.” Hongbin berkata sambil menoleh ke arah Ravi yang memangnya tertidur di mobil.

                        “Aku mengerti Hongbin Hyung.” suara Sanghyuk mulai ceria.

                        “Tak usah dipikirkan terlalu dalam. Kalau Sanghyuk punya masalah, cerita padaku saja. Aku akan selalu mendengarkanmu.” Hongbin berbicara sambil menghadap ke arah Sanghyuk.

                        “Hyung, aku mengantuk. Aku tinggal untuk tidur ya.” Sanghyuk mulai mencari tempat yang nyaman bersandar untuk tidur.

                        “OK Sanghyuk-ah.” kata Hongbin.

            Di dalam mobil tersebut, yang menjadi supir adalah Ken, karena hanya dia yang punya SIM. Hakyeon duduk di samping Ken, Ravi duduk di sebelah Leo dan Sanghyuk duduk dengan Hongbin. Suasana di mobil itu sangat sepi karena banyak yang tidur. Tak terasa, bensin mobil mulai menipis. Ken lalu membelokkan mobilnya ke arah Stasiun Pengisian Bahan Bakar yang ada di sekitar jalan perjalanan menuju ke pantai. Sanghyuk mulai mengerjabkan matanya.

                        “Kita dimana hyung?” tanya Sanghyuk sambil mengosok matanya.

                        “Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar. Kau tak ingin ke toilet Sanghyuk?” Ken menoleh lalu menjawab pertanyaan Sanghyuk tadi.

                        “Aku ke toilet dulu hyung. Mendengar hyung berbicara toilet aku jadi ingin ke toilet.” Sanghyuk nyengir dan membuka pintu mobil lalu berlari menuju toilet.

                        “Well, Sanghyuk di toilet. Aku sendirian disini.” Ken menatap ponselnya sambil menghela nafasnya.

            Setelah menunggu, akhirnya Sanghyuk menampakkan dirinya.

                        “Ah, hyung. Apakah aku sangat lama?” Sanghyuk bertanya sambil membuka pintu mobil

                        “Tidak. Cepatlah Sanghyuk. Setelah ini kita langsung ke pantai.” sahut Ken sambil memasang sabuk pengamannya kembali.

            Semua orang di mobil sedang menari-nari karena Hongbin memutar lagu AOA, Like a Cat, lagu yang lagi populer.

                        “Hakyeon hyung, katanya kau tak menari, mengapa kau menari?” celetuk Ravi dan membuat mereka semua tertawa dengan keras, sementara wajah Hakyeon memerah karena malu.

                        “Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly.” Suara member AOA terdengar di seluruh penjuru mobil dan menari.

                        “Ahhh, ganti lagu lainnya, Hongbin.” sahut Ravi.

            Hongbin segera mengganti lagu APINK, Mr.Chu.

                        “Oh ya, Sanghyuk. Namjoo APINK itu teman sekolahmu kan?” tanya Hakyeon.

“Ya, hyung. Kenapa? Jangan – jangan kau meminta tanda tangannya, ya?”

Sanghyuk menggoda Hakyeon dan muka Hakyeon langsung memerah dan dia segera menjitak kepala Sanghyuk.

            “Ahh, hyung. Mwoya ige? Kenapa kau begitu kepadaku? Aku tak akan lagi memanggilmu hyung tetapi Heukyeonie.” Sanghyuk marah dan dia langsung memanggil Hakyeon dengan sebutan Heukyeon[1].

            “Anak nakal, kau tak usah memanggilku dengan sebutan itu.” Setelah Sanghyuk, giliran Hakyeon yang marah.

            “Berhentilah. Kalian nanti akan membuat Ken tidak konsentrasi pada jalanan.” Leo langsung melerai mereka.

            “Sekarang ayo kita tidur.” Ravi mengajak mereka tidur, selang beberapa menit yang terdengar hanya suara dengkuran halus.

Ken menoleh ke belakang sebentar dan dia kembali fokus ke jalan. Saat itu, ada truk yang dikemudikan oleh pengemudi yang mabuk dan BRAKKK

Mobil itu terlempar sejauh 5 meter dari asalnya dan menuju ke arah jurang, dan 2 orang yang duduk di depan terkena pecahan kaca, sementara yang di belakang terkena gencetan badan mobil. Diantara mereka, yang sadar hanya Sanghyuk. Dia mengerjab-ngerjabkan matanya.

            “Hyung, hyung.” Dia menggoyangkan tubuh Hongbin yang berada di sampingnya, tetapi Hongbin tetap diam.

            “Hyung, disini sesak.” setelah mengucapkan kata itu, Sanghyuk kehilangan kesadarannya.

2 Jam kemudian

            “Permisi, kalian menghalangi jalan evakuasi kami.” Seorang Petugas Polisi memberi peringatan untuk para warga melihat mobil yang terlempar ke jurang tadi.

Tim Medis yang ikut bagian, melihat keadaan mobil tersebut hancur dan menemukan seseorang yang masih bernafas, tetapi dalam keadaan tak sadar.

            “Ada 1 yang selamat.” teriak salah seorang petugas medis, ketika memeriksa denyut nadi Sanghyuk.

            “Cepat bawa dia, dan pindahkan ke Ambulance.” perintah rekan petugas medis.

Setelah membawa korban kecelakaan ke rumah sakit. Polisi masih tetap menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

1 bulan kemudian

            Sanghyuk duduk di kursi rodanya sambil menunggu masa pemulihannya. Dia menatap ke segala arah, berharap para hyungnya datang untuk mengunjunginya tapi sayangnya harapan Sanghyuk kali ini tak terkabul.

                        “Sanghyuk, kamu menunggu siapa nak?” seorang wanita paruh baya menghampiri Sanghyuk dan mengelus rambut Sanghyuk dengan penuh kasih sayang.

                        “Hyungdeul masih belum datang, eomma?” tanya Sanghyuk dengan pertanyaan yang sama.

                        “Mereka masih belum mengunjungimu nak.” jawab Ibunya dengan sabar tapi tatapannya merasa bersalah karena menyembunyikan kenyataan di hadapan anaknya walau demi kebaikan Sanghyuk.

            Seseorang datang memakai jas putih menghampiri Sanghyuk.

                        “Han Sanghyuk-ssi?” tanya Dokter itu.

                        “Iya, dokter.” Sanghyuk menjawab dengan sopan.

                        “Han Sanghyuk-ssi keadaannya sudah pulih, dan bisa pulang ke rumah.”

                        “Terima kasih, dokter.” jawab Ibu Sanghyuk.

                        “Sanghyuk-ah, ayo kita pulang. Ibu akan membereskan kamarmu.”

            Sanghyuk hanya diam termenung sambil menunggu ibunya keluar.

1 Minggu kemudian

                        “Eomma, kemana Hakyeon hyung dan lainnya? Hyuk belum pernah melihatnya sejak Hyuk siuman di Rumah Sakit.” tanya Sanghyuk sambil membentak ibunya.

                        “Nak, kalau kamu ingin menemuinya, kamu bisa pergi ke sini.” Ibu Sanghyuk menyerahkan sebuah kertas berisikan alamat sebuah tempat.

10 tahun kemudian

“Hyung, Annyeong.” Sanghyuk menyapa mereka yang berjejer disana.

“Aku kesini membawa anak dan istriku. Dulu aku pernah berjanji bahwa aku akan membawa mereka, jika aku kesini lagi.”

Sanghyuk langsung memanggil anak dan istrinya.

“Seolhyun-ah, Seolhyuk-ah.”

Seorang anak perempuan kecil dan manis langsung berlari

“Appa.”

“Yeobo.”

“Appa, ini siapa?” tanya Seolhyuk sambil menunjuk mereka satu-satu.

“Ini? Itu teman ayah nak. Ayo sapa mereka.” Sanghyuk berdiri di belakang anaknya.

“Annyeonghaseyo. Han Seolhyuk imnida.” Seolhyuk membungkuk di hadapan lemari yang bertuliskan teman Sanghyuk itu.

“Nah, sekarang ayo kita berdoa.” Sanghyuk menepuk punggung anak dan istrinya.

“Yeobo, ayo kita pulang. Seolhyuk-ah, ayo ibu gendong.” kata Seolhyun dan Sanghyuk memindahkan anaknya ke istrinya. Setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat itu.

 

                        E N D

Aduh, maaf ya disini aku buat beberapa cast jadi nista.

Aku buat FF ini terinspirasi lagunya Rainbow yang Black Swan itu.

Untuk nama anaknya Sanghyuk, aku gak bisa mikir, dan mikir ketemunya itu😀

Maaf untuk alur yang kecepatan dan lain sebagainya.

Black Swan sendiri itu artinya Kejadian yang terjadi di luar rencana kita, maksudnya disini kejadian yang diluar dugaan kita bakal terjadi tanpa kita rencanakan. Seperti di FF ini, yang aku maksud Black Swan itu ya ……. (silakan di tebak sendiri)😀

[1] Heukyeon itu nama plesetannya N, nama N kan Hakyeon, nah di One Fine Day VIXX, Ken manggil N dengan Heukyeon, aslinya Heuk itu artinya Hitam, makanya dipanggil Heukyeon.😀

Silahkan ditanyakan di Komen, nanti aku balas kok😀 .

– – –

[A/A/N] Makasih udah ngirim ficnya kesini dan meramaikan page freelance yoohoo~~~ ^^
Maafkan ya dek aku belom sempet baca ficnya tapi aku usahain baca deh nanti huehue :v ayo para penjelajah jangan sungkan buat komen di ff keren ini ^^

7 thoughts on “[Kiriman FF] Black Swan

  1. Dini

    Kampret jadi ikutan galo bacanya T-T para lelaki gue abis cuma nyisa Hyuk doang/?
    Bagus ih! Udah ah gak ada yg perlu dibacot cuma review ajaa~

    Reply
  2. keijhi

    aku gx rela N, LEO,KEN, HONGBIN, RAVI mateeeeek bgitu aja….
    thorrr tolong hidupkan lagi
    hiks hiks hiks……

    Reply
  3. LaillaMP Post author

    dekkkkkkk duh aku mungkin terlalu telat buat ngomen fic ini padahal udah baca dari pas liburan kemaren /iya liburan wkwk/

    jadi cuma hyuk doang yang selamat dari maut? duh plis kok nyesek :(( terus nasib yang lain langsung ga keliatan aja gitu ga di flashbackin lagi pas mereka-mereka sakaratul maut gitu (abaikan pemikiran bodong ini) yah intinya cerita ini nyesek, tapi masih terlalu cepet alurnya bagiku hehehe /plak/ tapi aku suka kok ^^

    tapi finally….. SEOLHYUN?! OMGOMGOMG UNNI CANTIK INI SAMA HYUK AKKKKKKKK /kumat/ oke abaikan itu dan terus nulis ya dek! ditunggu karya selanjutnya mumumu<3333

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s