[Vignette] Confession of A Friend

confession-of-a-friend-copy[Poster by americadoo @ Poster Channel
Thankyou for the amazing poster ^_^]

Title : Confession Of A Friend
Genre : angst, friendship, romance
Length : vignette [1230w]
Main Cast : Jung Jinwoon (2AM), Nicole Jung (Ex-Kara)
Other Cast : other 91-liners idol
A/N : I’m back with new brand couple /plok/ gak lama sih, cuma terinspirasi dari lagu Lost-nya mbak Nicole dan saya baru nyadar lagunya featuring Jinwoon walaupun cuma dikit partnya jadi kepikiran buat bikin couple ini. Yaah nikmati aja hasilnya ini adalah pelampiasan saya terhadap prenjon-an saya😦

Soo nikmati dan jangan lupa tinggalin jejak heuheu :v

***

“Kau percaya friendzone?”

****

 

It’s been while

Since my heart began to change little by little

 

“Jinwooniee~” panggilan itu sontak membuat Jung Jinwoon yang sedang membuat istana pasir langsung menoleh.

 

“Ne—YA!” balasan manis itu langsung berganti menjadi sedikit hentakan, membuat gadis yang baru saja melemparkan setengah ember pasir pantai padanya membeo.

 

“O-ow…” kemudian gadis itu berlari, bersamaan dengan langkah besar dibelakang sana yang mengejarnya lebih cepat.

 

Jinwoon menangkapnya. Gadis itu tidak begitu baik dalam berlari dan bisa langsung tertangkap dalam radius beberapa langkah.

 

“Aku bercanda!” Jung Nicole, gadis itu mencoba melepaskan diri dari cengkraman lelaki itu.

 

“Jangan coba-coba..” Jinwoon tersenyum jahil, mengangkat tubuh gadis itu dan menceburkannya ke pantai yang sedang dilewati ombak.

 

“Jung Jinwoon!!!” Nicole mengerucutkan bibir, memukuli air disekitarnya karena kesal. Lelaki di depannya hanya tertawa dengan penuh semburat kesenangan di wajahnya.

 

Deg.

Nicole ikut tertawa, padahal jantungnya kini bergemuruh hebat melebihi ombak yang menabrak batu karang. Jinwoon mencipratkan air ke wajahnya, membuatnya tersadar akan apa yang dipikirnya. Nicole kemudian berdiri dan langsung mendorong tubuh besar Jinwoon—yang sukses juga mendorong tubuhnya sendiri mendekati sahabatnya.

 

“Kalian………” Key, teman sekelasnya yang sedang melakukan misi ‘mencari bintang laut’ tidak sengaja melihat adegan mencengangkan kedua temannya. Lelaki itu mengernyit, kemudian bersiap-siap meminum air asin di bawah kakinya sebelum memuntahi keduanya.

 

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan!!” Nicole bangkit dan memasang wajah bersalah, sedangkan Jinwoon masih tetap di posisi tertidurnya diiringi ombak yang berdesir pelan.

 

“Ekhem..” Son Dongwoon, yang melihat dari kejauhan akhirnya ikut-ikutan menggoda pasangan tetangga paling awet seantero sekolah itu.

 

“Wae?” Jinwoon akhirnya berdiri dan langsung menempeleng kepala kedua penggosip pagi itu. “Park Chorong masih disana, kok,” Jinwoon menunjuk gadis manis berponi yang sedang asyik membaca novel di bawah rindangnya pohon kelapa.

 

“Apa-apaan…” Dongwoon gantian menempelengnya, kemudian berlari mengejar lelaki hiperaktif bermata sipit itu.

 

“Khhh…. padahal aku menunggu progress hubungan kalian…” Key menepuk pundak Nicole pelan. “Tenang saja, aku mendukungmu.”

 

Nicole tersenyum kecil, memberikan pukulan pelan pada kaki Key dan meninggalkan lelaki itu bersama kaleng sodanya.

 

****

 

Nicole dan Jinwoon sudah berteman sejak lama, tepatnya setelah mereka resmi bertetangga. Jinwoon yang saat itu adalah anak baru di lingkungannya, mulai mengetuk pintu rumahnya dan mengajaknya bermain.

 

“Kata ibuku disini ada anak laki-laki…” Jinwoon kecil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Kau tidak mau bermain denganku?” gadis kecil di depannya memeluk boneka piglet dengan erat. Jinwoon tentu saja tidak mau bermain dengan alat peraga bercerita itu.

 

“Baiklah. Kau bisa memainkan mobil remote?” dan persahabatan mereka dimulai setelah Nicole bisa mengalahkan ferrari merah Jinwoon yang terbalik karena tersenggol ferrari putihnya.

 

****

 

As friend, to stay as friend

I couldn’t tell you how I feel, but I held onto my confession

 

Andaikan pengakuan itu tidak pernah terjadi…

 

Nicole menyandarkan dirinya di kursi malas yang disediakan pihak pantai untuk bersantai. Gadis itu menatap lurus ke depan, memperhatikan apapun yang melewatinya dan berakhir dengan bulir air mata yang tiada henti.

 

“Aku….” ia dan Jinwoon mengatakan satu kata yang sama. Keduanya tertawa, kemudian saling melemparkan kesempatan untuk berbicara.

 

“Aku menyukai Nana,” Jinwoon memerhatikan gadis tinggi berwajah bak model itu dengan mata berbinar. Nicole tidak pernah melihat mata sipit disebelahnya ini berbinar. “Kau mau mengatakan apa?”

 

Nicole tidak mungkin merusak semuanya dengan pengakuannya, kan? Gadis itu tersenyum dan hanya mengucapkan ‘Oh’ dengan pelan.

 

“Kau percaya friendzone?” Nicole tiba-tiba bertanya, menatap matahari yang sebentar lagi menghilang ditelan air laut.

 

“Hmm… Apa aku dan Nana terlihat seperti itu?” Jinwoon menghela nafas. “Tapi aku akan berusaha.”

 

Nicole lagi-lagi tersenyum, mencoba menambal luka di hatinya dengan membiarkan orang yang disukainya berbahagia dengan yang lain.

 

“Baguslah. Friendzone itu….. menyakitkan.” Nicole akhirnya kembali sendiri karena Jinwoon berlari ke arah pantai untuk membantu Nana mengambilkan bola plastik yang dipakainya main bersama Mir.

 

****

 

“Ya, kau kenapa?” Jinwoon yang baru selesai bermain voli pantai itu menatap bingung sahabatnya. “Kelilipan?”

 

Nicole terpaksa mengangguk. Tidak mungkin ia mengatakan ini air mata kesakitan.

 

“Biar kutiup..” Jinwoon mendekatkan bibirnya ke mata kanan Nicole, yang langsung ditepis gadis itu dengan kata-kata ‘Aku tidak apa-apa’.

 

“Nike—“ Jinwoon mengedipkan kedua matanya berkali-kali, mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Nicole.

 

“Kau tahu friendzone?” tanya Key sambil menduduki kursi malas yang barusan ditinggal pergi Nicole.

 

“Ada apa dengan friendzone? Apa ia sakit parah?” Jinwoon benar-benar muak dengan kata-kata ini karena Nana benar-benar hanya menganggapnya sebagai teman. Apa Jinwoon kurang menarik perhatiannya sehingga gadis itu selalu memilih Mir sebagai partner bermainnya.

 

Key menggeleng pasrah. Ternyata benar kata Nicole, yang dituju tidak pernah peka. Mungkin karena sudah terlalu ‘lama’.

 

“Tidak apa-apa, kok. Hanya saja, si ‘friendzone’ itu sedang menahan sakitnya. Baiklah, selamat berjuang!” Key menepuk pundak teman sebangkunya dengan akrab.

 

Jinwoon hanya tersenyum, agak kelu sebenarnya. Nana berada tepat didepannya, menunjukkan bola yang dipakainya main bersama Mir seharian kemarin.

 

“Mau bermain?” Nana tersenyum manis, membuat Jinwoon tidak kuasa menahan desiran lembut panas tubuhnya dan langsung mengambil bola kuning itu dari tangan Nana.

 

But now I’ll confess to you

I love you

 

“Hoam, ada apa sih?” Jinwoon menguap berkali-kali dan membuat tangannya kewalahan sendiri untuk menutup mulutnya.

 

Kalau bukan karena Nicole Jung yang memanggilnya mungkin Jinwoon tidak mau keluar dari villa dan duduk di pasir pantai dengan desiran ombak yang tenang itu.

 

“Tidak ada. Hanya…. bosan,” Jinwoon membuka matanya lebar-lebar. Benar-benar angin malam membuat orang yang mengantuk menjadi segar kembali.

 

Jinwoon mendengus. “Carilah pacar, jangan ganggu aku!”

 

Nicole gantian tersenyum pilu. “Aku juga berencana akan mencari pacar.”

 

Jinwoon mengangguk. “Baguslah, jadi kau tidak akan mendapat predikat ‘single of the year’ 3 tahun berturut-turut.”

 

Baik Nicole maupun Jinwoon sama-sama tidak buka suara selama beberapa detik. Membiarkan desiran ombak yang terlampau pelan itu terdengar seperti gemuruh yang besar.

 

“Kau dan Nana… bagaimana?” tanya Nicole akhirnya.

 

Jinwoon tersenyum lebar. “Nana memberi kesempatan untukku. Ternyata friendzone tidak berlaku untukku.”

 

Nicole memejamkan matanya, menahan air matanya agar tidak keluar saat ini juga. “Ba-baguslah.”

 

Jinwoon mengacak rambut Nicole pelan. “Terima kasih telah mendukungku.”

 

Nicole mengangguk. Kali ini ia tidak kuat lagi menahan air matanya. Ia membiarkan bulir-bulir itu jatuh dan mengenai lutut telanjangnya.

 

“Nike, kau kenapa?” Jinwoon mencoba menenangkan Nicole yang tiba-tiba menangis sambil memeluk lutut. “Kau marah?”

 

Nicole menggeleng. Lubang di hatinya benar-benar sudah membesar, ditambah sayatan kata-kata bahagia yang keluar dari bibir mungil Jung Jinwoon disampingnya.

 

“Aku menyukaimu, Jinwoon-ah,” Nicole masih tetap menenggelamkan kepalanya diantara lututnya. “Aku menyukaimu…” dan pengakuan yang kedua kalinya membuat Jinwoon benar-benar sadar akan perasaan sahabatnya itu.

 

“Nike….”

 

Nicole mengangkat kepalanya, menghapus air mata yang masih saja meluncur dari balik mata indahnya.

 

“Aku tidak apa-apa. Aku hanya mau mengatakan ini, Jin,” Nicole tersenyum, agak pahit memang. Tapi inilah yang seharusnya dilakukannya.

 

“Kau merasa tidak terjebak friendzone, tapi aku yang terjebak,” Nicole berdiri dari tempatnya, menghembuskan nafas panjang yang menenangkan dirinya.

 

“Berbahagialah, Jin. Aku tidak akan mengganggumu,” Nicole kembali berjongkok, menyamakan tingginya dengan Jinwoon yang berada di atas pasir.

 

Nicole mengelus pipi sahabatnya, memberikan kecupan singkat pada pipi kanannya dan mengucapkan selamat tinggal.

 

Di hari yang indah ini, tepat di hari terakhir liburan untuk menyambut kelulusannya dari bangku sekolah tingginya, Nicole mengungkapkan semuanya dengan senyum.

 

Jinwoon tidak mampu bergeser sedikitpun dari posisinya. Otot-otot tubuhnya seperti tidak mengizinkannya untuk bergerak. Ungkapan perasaan Nicole itu membuatnya sadar atas kesalahannya selama ini. Dan Jinwoon baru menyadari maksud ‘friendzone’ yang diucapkan Nicole dan Key beberapa waktu lalu.

 

Friendzone itu menyakitkan…

 

Jinwoon merebahkan dirinya di atas pasir putih pantai Haeundae. Kemudian memukuli kepalanya sendiri karena kebodohannya, menghentakkan kakinya membentuk gundukan kecil dibawahnya. Untuk pertama kalinya lelaki itu menangis.

 

Berbahagialah, Jin. Aku tidak akan mengganggumu…

 

Jinwoon berjanji akan berbahagia, asal gadis yang setia disisinya itu juga bahagia.

 

.fin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s