[VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 2-End)

17290_816591991728568_5111618158721675209_n

Title : Love is A Nightmare
Genre : shonen-ai, angst, romance
Length : 2 of 2 (End)
Main Cast : Han Sang Hyuk, Lee Hongbin
Other Cast : VIXX members
A/N : hiyaaa saya comeback lagi duh duh duh /cipok satu-satu/ /digampar/
Maapkeun ya harusnya kan mau pesta ff tanggal 17 eh mau ngundur hari sabtu kemaren eh malah batre laptop sama charger ga kebawa. Ga guna T.T
Okelah daripada banyak cingcong mending langsung ke spot. Maap kalo masih ada typo namanya juga tangan😦

Read the rest of this fic ==> Perfect Love Project // Failed Holiday 12 // Smooth Break Up // Song of The Heart // Failed Holiday (Again) // Love is A Nightmare 1 -2

****

Kali ini Hyuk menang.

“Bagaimana? Apa permintaanmu? Jangan tertidur atau hangus?!” Hongbin bertanya dengan nada penuh kekesalan pada Hyuk.

Raut wajah Hongbin saat ini mampu membuat Hyuk menggerakkan tangannya menyentuh pipi Hongbin dan mencubitnya keras.

“Aku mau kau jadi pa—“

“Hei bocah!”

Hyuk dan Hongbin sama-sama mencari sumber suara, kemudian Hyuk kembali melanjutkan kalimatnya sebelum suara gaib itu kembali.

“Hei bocah kau harus—“

 

==============================Love is A Nightmare================================

“—berisik!”

Hyuk langsung menutup mulutnya melihat dua pasang mata telah menatapnya sengit, kemudian berdeham pelan dan memposisikan dirinya lebih tegak.

“Ada apa?” tanya Hyuk sok cool, padahal dalam hati benar-benar ingin menurunkan Leo paksa dari kereta karena menggagalkan misinya memacari Lee Hongbin, di dalam mimpi tentunya.

“Kita sudah mau sampai,” balas Leo pelan, kemudian kembali fokus pada ponselnya.

“Kau mati suri atau apa sih?” sekarang suara disebelahnya, Hyuk hampir terlonjak kalau tidak ingat yang ia lihat sebelumnya memang ada dua pasang mata disini.

“Aku mati berdiri, Hyung,” jawab Hyuk sambil tersenyum lebar.

Hongbin buru-buru memojok, menjauh dari Hyuk saking gelinya dengan senyum tersirat itu. Leo yang duduk di depan kini gantian menjadi patung asmat yang tidak dianggap, dan lelaki tertua kedua di grupnya itu menyunggingkan senyum tipis melihat perkembangan Hyuk yang makin ‘berani’, tidak sepertinya.

“H-Hyuk-ah, kau kehabisan obat? Biar aku belikan, ya..”

Hyuk tertawa garing. “Aku memang gila, tapi tidak ada obatnya, Hyung.”

Leo terbatuk sengaja, kemudian langsung diberikan air oleh penumpang lain yang tersentuh oleh aktingnya.

“Terima kasih,” Leo tidak bisa menolak, tentu saja. Ia adalah tipe orang baik yang akan menerima apapun dengan setulus hati.

“Setelah ini kita ke dorm atau langsung ke kantor?” tanya Hyuk, sok sibuk. Padahal ia sudah tahu kemana arah pembicaraan ini.

“Aku mau ke kantor dulu. Kalian duluan saja ke dorm.”

Hyuk mengangguk, menjadikan kesempatan ini emas. Tidak boleh disia-siakan!

 

****

 

Hyuk langsung merebahkan diri di atas kasur setelah sampai di dorm. Hongbin yang bersamanya sedang sibuk menutup pintu dorm sembari membawa barang-barang bawaannya. Hyuk tidak mau membantunya, katanya lelah setelah dibangunkan paksa dari tidurnya. Hongbin berkilah kalau itu karena hampir sampai di tempat tujuan.

“Hyuk-ah, tidak mau membantuku?” tanya Hongbin dari pintu.

Hyuk tersenyum menggoda di dalam kamar. Sekali-kali mengusili kakak termudanya juga tidak apa-apa kan?

Hyuk kembali meralat, ia sudah pernah mengusili Hongbin dan berakhir tragis. Walaupun Hongbin sudah memaafkannya, tetapi member yang lain malah menyuruhnya meminum susu putih. Untungnya Hongbin langsung sigap meminum susu itu mewakilinya.

Bocah termuda di VIXX itu kembali tersenyum, bodoh.

“Hei bocah, kau tidur lagi?!” tanya Hongbin yang kesulitan membawa ransel besar berisi oleh-olehnya ke kamar.

Hyuk tertawa kecil. “Kau terlihat seperti ibuku kalau sedang repot, Hyung.”

Hongbin menggeleng. “Jangan samakan aku dengan ibumu. Itu tandanya kau mulai menyukaiku.”

Hyuk menelan ludahnya pelan. Jantungnya kini berdetak tak normal. Memikirkan ibunya sembari mencerna kata-kata Hongbin membuat tubuhnya seekstrim ini.

“Kau mau makan?”

“Ya.”

Hyuk menjawab singkat, memunggungi Hongbin yang sudah selesai memojokkan barang bawaannya yang seberat anak sapi itu.

“Tidak usah dipikirkan, aku hanya bercanda.”

Hyuk bukannya menghindari Hongbin. Anak itu hanya sedang berusaha mengatur detak jantungnya. Berbagai pemikiran tentang penyakit jantung pun menghampirinya. Bagaimana di usia semuda ini ia mendapat penyakit mematikan itu? Kemana imej tampannya dibawa pergi jika ia terkena serangan jantung saat perform? Bagaimana kalau—

Tidak!

Hyuk langsung heran sendiri mendengar pemikirannya. Ia kembali menelan ludahnya dengan susah payah dan bangun dari tempat tidurnya. Hyuk kemudian berjalan ke lemari riasnya, membuka laci lemari itu perlahan dan menemukan foto polaroid bercaption ‘Hyung terbaik<3’ di dalamnya. Hati Hyuk kembali berkecamuk, antara nyeri dan perasaan berat menyimpan ini untuk waktu yang lama. Hyuk tahu alasan Hongbin kembali ke rumahnya adalah foto ini, dan Hyuk sengaja tidak mengungkit tentang foto ini agar Hongbin bisa memindahkan rasa cintanya dari Leo.

“Hyuk, makanan siap!!” teriak Hongbin dari dapur.

Aroma telur dadar memasuki penciumannya. Hyuk langsung tersenyum dan membawa foto itu bersamanya. Ia merencanakan sesuatu, terkait masa depannya dan kisahnya.

 

****

 

Hongbin menatap Hyuk yang tiba-tiba tidak bersemangat menyantap telur dadar buatannya. Mata Hyuk sekali-kali menatapnya ragu, kemudian kembali menyantap telur dadarnya dengan sok lahap.

“Ada apa?” tanya Hongbin risih.

“Ha? Kenapa?” Hyuk kelabakan, mungkin Hongbin melihat semuanya.

Hongbin menggeleng. “Kau bisa menceritakan apapun, tetapi tidak dalam hatimu. Aku tidak bisa membaca hatimu, bocah.”

Hyuk menghela nafas panjang. Hongbin mendengus kesal.

“Kau menyukai seseorang, Hyung?” tanya Hyuk tiba-tiba.

Hongbin langsung menghentikan suapannya pada nasi di sumpit, kemudian menatap Hyuk yang sedang menatapnya intens.

“Hm?’

“Kau sedang menyukai seseorang?” tanya Hyuk lagi.

“Tidak.” Hongbin langsung menyangkal, padahal itu bukan kenyatannya.

“Kau bisa menceritakan apapun padaku, Hyung, asalkan bukan dalam hati. Aku tidak bisa membaca hatimu,” kata-kata itu kembali menyerang Hongbin. Akhir-akhir ini Hyuk sering memotokopi kata-katanya, termasuk yang ini.

“Hyung?”

“Menurutmu aku sedang menyukai siapa?” tanya Hongbin kemudian. Nafsu makannya hilang ditelan pembicaraan ini.

Hyuk menatap intens wajah Hongbin, menusuknya dengan tatapan itu sampai Hongbin menyerah dan membalikkan sendok. Hyuk masih diam, tangan kanannya sibuk mencari selembar foto yang mengganjal hatinya saat ini.

“Jung.. Taek…Won.” kemudian Hyuk meletakkan foto itu di atas meja dan menatap raut berbeda dari wajah Lee Hongbin.

“Darimana….”

“Kau meletakannya dibawah bantal saat liburan kemarin. Kau meninggalkan foto ini dan kebetulan aku menemukannya ketika aku lupa membawa ponselku. Aku menyimpannya untuk waktu yang lama dan kau kembali mengajakku ke rumah, mencari foto itu dan—“

“Berhenti! Itu tidak benar!” Hongbin ingin sekali membanting meja makan ke arah Hyuk. Wajahnya memerah dan ia tidak mau menunjukannya pada Hyuk.

“Aku berani bertaruh isi kameramu adalah fotonya. Kau selama ini menyimpan perasaan pada Leo Hyung.”

Hongbin memukul meja, membuat Hyuk yang sedang dalam posisi mencuil telur tersentak. “Jangan sembarangan! Dia menyukai Ken Hyung!”

Hyuk mengangguk. “Kau menyukai Leo Hyung, Leo Hyung menyukai Ken Hyung, Ken Hyung balik mencintai Leo Hyung. Lalu kau? Bagaimana perasaanmu sampai saat ini ketika mereka berdua putus?”

Hongbin mendorong meja makan, membuat perut Hyuk terhimpit meja itu dan terasa sangat sakit. Hyuk menatap Hongbin yang dilanda emosi hebat, dan itu karena ‘adik manis’ kesayangannya.

“Kau mau menuduhku karena menyebabkan mereka putus, begitu?”

Hyuk menatap Hongbin sambil tersenyum kecil. “Kau yang menyebabkan mereka putus?”

Raut wajah Hongbin kembali berganti, menjadi lebih tegang dan lebih memerah. Hongbin benar-benar menyimpan magma emosi di dalam hatinya.

“Han Sanghyuk, kau keterlaluan!” Hongbin mendekati Hyuk dan memukulinya seperti kesetanan. Hyuk tidak melawan, tidak terlalu mempedulikan emosi Hongbin.

“Kau belum pernah seperti ini, Hyung. Kalau itu tidak benar kau bisa balik mencecarku, ‘kan? Sekarang kau memukulku, itu tandanya—“

“Benar, aku yang menyebabkan mereka putus. Aku tidak sengaja mengatakan aku menyukai Leo Hyung dan Ken Hyung mendengarnya. Aku yang menyebabkan putusnya hubungan mereka! Puas?”

Hongbin langsung menelan ludahnya banyak-banyak, membalikkan badan dengan susah payah dan berjalan dengan tubuh bergetar.

“Kau boleh mengatakan pada yang lain karena Ken Hyung tidak mau mengakui kesalahanku.”

Hyuk menghela nafas panjang, menatap punggung Hongbin yang bergetar dan menjauh darinya. Hyuk mencoba berdiri dengan keadaan perut nyeri plus mual.

“Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun,” kata Hyuk sambil mengikuti arah langkah Hongbin.

Hongbin langsung berhenti dan berbalik badan, membuat Hyuk yang sedang berjalan ke arahnya terlambat berhenti dan menubruk tubuhnya.

“…tetapi ada syaratnya.”

Hongbin menghela nafas panjang. Perasaannya tidak enak, mungkin akan ada hal buruk yang menimpanya jika tidak mengabulkan permintaan bocah ini.

“Apa?”

“Jadi pacarku.”

 

****

 

Hongbin menatap jijik melihat tatapan menggoda para Hyung-nya. Pasangan paling heboh alias N-Ravi tidak berhenti menyunggingkan gigi sampai kering, sedangkan pasangan Ken-Leo masih menilik kedua orang itu dengan tatapan menginvestigasi. Hei, mana mungkin kedua orang itu jadian tanpa bilang-bilang, tanpa menunjukkan perilaku apapun, dan tanpa ketahuan siapapun?!

“Ini pasti bercanda,” kata Ken. “Iya kan, Hyung?” Ken menyenggol Leo, Leo langsung menyingkir beberapa inchi menjauhi Ken.

“Tidak… Tidak, kok, Hyung.” Ravi menguatkan fakta ini, membuat gigi N makin kering karena tidak diberi asupan air liur.

“Bagaimana…” Leo menatap datar ke keduanya, tetapi tidak pada pertanyaannya yang terputus ditengah kalimat. “Bagaimana kalian…”

“Ceritanya panjang sekali!” jawab Hyuk sambil tersenyum sumringah, membuat Hongbin disampingnya ikut-ikutan menyunggingkan senyum canggung.

Lihat saja kau akan mati dalam hitungan detik, Tuan Muda Han!

“Ceritakan kalau begitu. Ah ya, aku harus menyiapkan camilan dan makan besar untuk hari bahagia ini!” N langsung berlari ke kamar, mengambil beberapa camilan yang ia beli dari minimarket bersama Ravi tadi.

“Ayo ceritakan! Kami tidak sabar!!” Ken ikut memprovokasi, diikuti teriakan menyemangati dan N dan Ravi. Leo seperti biasa, hanya menjadi silent watcher disini.

Hyuk tersenyum, menenangkan seluruh Hyungnya yang berlaku tidak dewasa dan malah senang sendiri, padahal seharusnya ia yang sangat senang.

“Ceritanya……”

Ting nong!

Semuanya langsung mendesah kecewa ketika bel berbunyi di awal kisah. N sebagai member tertua secara sukarela membukakan pintu untuk tamu tidak diundang itu, kemudian diikuti anak-anak lain yang penasaran siapa yang datang. Tinggal Hyuk dan Hongbin saja yang masih ada di tempat.

“Awas kalau berbicara macam-macam!” bisik Hongbin mengancam.

Hyuk tertawa kecil, menatap Hongbin dengan tatapan cinta diatas rata-rata—jujur saja Hongbin ingin sekali muntah detik ini.

“Kalian membicarakan apa? Akhirnya kalian jadian juga. Kita menunggu hari ini, lho,” Ken yang paling bersemangat, membawakan seluruh jajangmyun yang dipesan N saat mengambil camilan dari si pengirim makanan.

“Untuk yang baru jadian, kuberikan satu. Makan berdua ya,” Ken membuka plastik jajangmyun itu dengan sukarela, kemudian memberikan dua sumpit diatasnya untuk dimakan kedua pasangan yang baru resmi.

Hongbin dan Hyuk saling berpandangan dengan Hongbin menatap penuh kemistisan pada Hyuk yang sedang senyum-senyum menggodanya.

“Aaaa…” Hyuk menyodorkan sesumpit mie kecap yang menggoda iman di depan mulut Hongbin.

“Terima! Terima! Terima!” provokasian para member menyemangati Hyuk.

Nyam!

Akhirnya Hongbin bisa memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya untuk kemudian dicincang sampai halus untuk dikeluarkan lagi keesokan harinya. Semua orang bertepuk tangan, tak terkecuali Leo yang terharu atas perjuangan Hyuk selama ini.

“Kukira kalian akan terus dalam hubungan tanpa status. Ah akhirnya kalian jadian juga,” N mendramatisir keadaan, mulai menangis terharu dan Ravi disampingnya dengan sigap menghapus air matanya. Benar-benar drama king.

“Hongbin-ah, kau belum menyuapi Hyuk. Ayo suapi!” sekarang Ken kembali berisik, menyuruh Hongbin menyumpit mie itu untuk diberikan pada Hyuk.

Hongbin menatap Hyuk—sialnya saat itu Hyuk sedang menatapnya sambil tersenyum manis. Hongbin mengambil sumpit, berharap agar makanan yang disumpitnya mengandung racun arsenik yang bisa menyebabkan Hyuk mati hari ini. Jujur saja ini baru beberapa menit setelah fakta mereka berpacaran menyebar di dorm VIXX.

“Ayolah, Hyung,” Hyuk mengerucutkan bibir sembari memegang perutnya, mengundang tawa dari sekian orang di dalam ruangan itu dan mengundang nafsu Hongbin untuk menendangnya.

Hongbin memiliki ide jahil, mengambil mie hitam itu dalam porsi banyak dan menyodorkannya ke depan mulut Hyuk. Hyuk sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk mempersilakan mie hitam itu melewati lidahnya. Tetapi kemudian Hongbin malah memasukkan mie itu ke dalam mulutnya sendiri.

Hongbin tersenyum penuh kemenangan dengan mie hitam yang masih tersisa sebagian di atas sumpit. Hyuk menatap pura-pura marah, kemudian tersenyum menggoda sebelum melahap sisa mie hitam yang akan memasuki mulut Hongbin.

N menganga parah, Ravi melotot tajam, Ken menutup matanya dan Leo mengubah raut wajahnya. Adegan itu berlangsung sekitar 30 detik, dan selama itulah tidak ada reaksi apapun dari semuanya.

Leo mengedipkan mata pertama kali, kemudian bertepuk tangan datar melihat Hyuk yang telah mencuri makanan—atau ciuman?—dari bibir Lee Hongbin.

“H-Hyuk-ah…” Hongbin terdiam sesaat sebelum sepasang sumpit melayang ke wajah tampan Hyuk yang masih menggodanya.

Demi apapun aku akan membunuh Han Sang Hyuk sebentar lagi! Ingatkan aku!

 

****

 

“Jadi pacarku.”

Hyuk geli sendiri mengingat ucapannya pada Hongbin tadi siang setelah dirinya diserang bertubi-tubi oleh Hongbin. Bagaimana ia bisa mengatakan hal seperti itu padahal dirinya sudah berjanji untuk tidak mengikuti jejak Hyung-Hyung gilanya?

“Belum tidur?” tanya Hongbin yang sedang memunggunginya.

Hyuk menatap punggung Hongbin yang tidak beranjak sejak 2 jam lalu. “Belum.”

Kemudian hening, tidak ada kata-kata lagi diantara mereka. Hyuk seharusnya tahu ia akan kehilangan beberapa hal penting ketika hubungannya dengan Hongbin lebih ‘serius’. Selain tidak mendapat posisi kamar yang sama dengan Ken-Leo, mereka juga tidak bisa melakukan hal yang lebih ‘dalam’ ketika menjadi sepasang sahabat.

“Kau menyesali keputusanmu kan?” tanya Hyuk kemudian, memecah kegelapan. Ia dan Hongbin terpaksa tidur di ruang tamu karena seluruh pasangan harus mendapat ruangan sendiri.

“Tidak juga.”

Hyuk memejamkan matanya dan tersenyum, itu jawaban paling bodoh yang pernah ia dengar. Bagaimana bisa orang mengatakan ‘tidak juga’ disaat dirinya sedang membutuhkan jawaban pasti?

“Kupikir aku harus ‘menyerahkan’ Leo Hyung kembali pada Ken Hyung. Aku sudah bersamamu,” lanjut Hongbin.

Hyuk membuka matanya kembali, masih tersenyum, lebih pilu. “Aku hanya pelarianmu?”

Hongbin mengangguk dalam posisinya, dan hati Hyuk makin mencelos. “Baiklah, aku tidak melarang.”

Kemudian Hongbin berbalik, menatap Hyuk yang menatap punggungnya pilu. “Kau kenapa menawariku menjadi pacarmu? Kau kan sudah mendeklarasikan diri sebagai yang paling ‘normal’ diantara kami semua?”

“Kau terlibat di dalam ‘ketidaknormalan’ dan aku tidak bisa bertahan di batas ‘normal’, Hyung.”

“Kau benar-benar menyukaiku?”

Hyuk menimang sejenak, kemudian mengangguk. “Aku tidak tahu. Aku hanya berpikir aku tidak bisa hidup tanpamu. Selain karena Hyung yang selalu membereskan kamarku, aku tidak bisa diam saja ketika Hyung sedang bersama orang lain.”

Hongbin tertawa kecil, mengelus pipi sang magnae yang makin membesar. “Kau hanya menganggapku kakak, Han Sanghyuk.”

Hyuk menggeleng. “Apa teman pernah cemburu ketika temannya dekat dengan orang lain?”

“Kau hanya takut kehilangan teman, bukan menyukainya.”

“Ini berbeda, Hyung..”

Hongbin menutup mulut Hyuk dengan telunjuknya agar si magnae bisa diam. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam dan mereka belum memejamkan mata barang sejenak.

“Kita bicarakan ini besok. Siap-siap juga kalau kau harus minum susu putih nanti,” kata Hongbin sambil tersenyum menggoda.

Hyuk balas tersenyum lebar sambil mengedipkan mata. “Kau akan maju lagi, ‘kan?”

Hongbin mengedikkan bahu. “Entahlah.”

Hyuk mulai memejamkan matanya setelah tangan Hongbin sudah menyusuri rambut karamelnya. Jatuh cinta tidak buruk juga, dan mengubah status pun tidak mengubah segalanya. Mungkin Hyuk harus mengajari Hongbin untuk mencintainya, atau hanya sekedar melupakan Leo dari otaknya.

“Hyung, aku punya satu permintaan,” ucap Hyuk ditengah kantuknya.

“Apa?”

“Hapus semua foto Leo Hyung di kameramu, bakar semua polaroid tentang Leo Hyung, dan hapuskan semuanya tentang Leo Hyung.”

Hongbin menghentikan sapuan tangannya di atas rambut Hyuk.

“Kau harus belajar menyukaiku, Hyung. Tenang saja, aku tidak akan menyuruhmu menjauhinya, hanya saja, hapuskan dari ingatanmu.”

Hongbin terdiam, tangannya kembali bergerak untuk menjauhi Hyuk. “Bisa kita putus sekarang juga?”

Hyuk menggeleng. “Tidak. Kita sudah berjalan selangkah, kenapa harus mundur lagi?”

Hongbin mendengus. “Bermimpi saja! Sudahlah, aku lelah!”

 

****

 

“Selamat pagi, Hyung,” Hyuk menyambut Hongbin yang baru terbangun dari tidurnya. Wajah kusut dan rambut berantakannya membuat jantung Hyuk berdebar, entahlah mungkin ia memang punya penyakit jantung bawaan.

“Pagi,” balas Hongbin sengit. Dirinya masih tidak terima dengan pernyataan Hyuk yang tiba-tiba—dan bodohnya ia terima begitu saja.

“Bagaimana mimpimu? Indahkah?” tanya Hyuk lagi, membantu Hongbin berdiri dari posisinya, yang tentu saja tidak diterima olehnya.

“Buruk, buruk sekali.”

Hyuk menghela nafas. “Jangan terlalu dijadikan beban. Aku akan menjaga diriku sendiri, dan tentunya kau.”

Hongbin terdiam, merasakan perasaan aneh dalam hatinya.

“Boleh aku memanggilmu ‘Lee Hongbin’ saja? Kelihatannya aku akan bahagia ketika menjadi beberapa tahun diatasmu.”

Hongbin menggeleng keras. “Tidak! Panggil aku seperti biasa atau mati kau!”

Hyuk tertawa, menggoda Hongbin masih menjadi kebiasaan untuknya. “Baiklah Lee Hongbin, mandilah kemudian makan. Aku sudah menyediakan sesuatu untukmu.”

Hongbin berdiri, tersenyum kecil melihat sisi dewasa Hyuk yang tumbuh setelah memberikan pernyataan cinta kemarin.

“HAN SANG HYUK DISINI SUSU PUTIHMU!!!!” N, si leader hitam itu memanggilnya.

Hongbin menatap Hyuk, dan Hyuk menatap Hongbin lebih pucat lagi. Suara langkah kaki yang penuh hasrat itu terdengar mendekat, dan tiba-tiba sudah berada di hadapan mereka.

“Kau kan berjanji untuk meminum susu putih kalau menyukai Hongbin, eh sekarang kau malah jadian. Jadi, kita sudah menyiapkan ini!” Ken dengan sangat semangat menyodorkan susu putih itu ke depan mata Hyuk. Anak laki-laki itu pun makin beringsut.

“K..Kau berjanji untuk menjaga dirimu sendiri, Bung,” bisik Hongbin ikut panik.

“Sekali saja, Hyung, kumohon…” Hyuk balas berbisik, dan membuat N dan Ken makin bersemangat.

“Aku mandi dulu. Nanti aku akan makan ‘sesuatu’-mu itu..” Hongbin berdiri, meninggalkan sang pacar alias Hyuk dan kedua bandmate gilanya.

“HYUNG, BANTU AKU HYUNG!! AKU AKAN MATI KALAU MINUM SUSU PUTIH!!”

 

****

 

End.

 

Hiyaaaa yesh yesh yesh yesh akhirnya HYUKBIN JADIAN!!!!! Yaah jangan diingetin soal maksanya emang intinya jadian tapi maksa /plok/

Duh maap yak kalo ceritanya makin ngaco aja maklumlah otak authornya juga ngaco. Segala jenis respon ditunggu dan tunggulah kisah VIXX’s member lainnya ^_^ (yah kalo pada diem sih saya udahin aja sampe sini wuakakak xD)

17 thoughts on “[VIXX’s Story] Love is A Nightmare (Part 2-End)

  1. aa

    AAAAHHH WAEEE?? INI FF BIKIN GREGETTT HYUKBIN NYA HIKS:” HONGBIN TERIMA LAH HYUK APA ADANYAA KEO MOMENT DOONGGG:3 TETEP SEMANGAT AUTHOR. ASAP YAAA

    Reply
  2. Jung Ji Ah

    hongbin kejamm T.T N sama Ken sifat ke ahjummanya keluar xD First kiss Hongbin is Hyuk, First kiss Hyuk is Hongbin xD semangat thor buatnya ^^

    Reply
  3. Dini

    My Hyukie sudah dewasaa T.T beranian nyium2 si Bean-,- jiwa N yang kaya emak2 doyan gosip keluar/? :v
    mangats buat cerita selanjutnyaa

    Reply
  4. DAELOvely11

    Wadaowww, jadi gimana ini endingnyaaaa?? Hongbin ad prasaan ke Hyuk gak???

    Keukeu, jujur, aku suka FF nya. Bahasa itu loh yg bikin betah baca. GOOD JOB deh^^

    Kupikir yah, si Hyuk ini bakal jdi Seme nya xD
    Eh ternyata kgk :v

    wkwkkk, kpan2 bkin LeoHyuk dong ya?? *wink + puppy eyes /digeplak/ :v

    See ya Thor, fighting! Bye~ ^^

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      Endingnya ngegantung tentu aja /ketawa setan/ tapi gatau hongbin punya rasa atau nggak xD
      Duh makasih padahal ancur-ancuran buat fic ini huehehehe :v leohyuk ya…. Heheheheheh takut sebenernya kalo bikin yg crack gitu, takut ga ada feel xD tapi kuusahain ya kalo bisa ^^

      Makasih udah baca + komen yaaa<3<3<3

      Reply
    1. LaillaMP Post author

      Hehe makasih ya udah sampe dibaca berulang-ulang pasti bosen xD lanjutannya kalo saya sempet ya hehe… makasih udah baca + komen yaaa<3<3<3

      Reply
  5. Pingback: [VIXX’s Story] Hongbin’s Wish | Kumpulan Fanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s