[VIXX’s Series] Dont Want To Be An Idol (Ravi Version)

dont-want-to-be-an-idol-by-echaminswag[poster by echaminswag~ by Cafe Poster
thank you for the amazing poster kak^^]

Title : Dont Want To Be An Idol
Genre : Romance, Angst
Length : Ficlet [640 words]
Cast(s) : Kim Wonshik (VIXX), Oh Seul Mi (OC)
A/N : Karna besok mau vacation ke Jogja (yeayyy!!) jadi kemungkinan besar saya ga bisa publish ff dimari sementara huhu :””” tapi tenang aja series ini udah ada semua kok membernya so yang mana yang ditunggu? xD /digampar/
Ini rikuesan temen sebangku saya yang lagi demen sama bang rapih sebut saja salma (wakakak) dan sedihnya dia ga mau baca hasilnya (gampar aja dia /plak) okelah daripada banyak pusing dinikmati aja. Monggo ^^ (btw i love the poster kkkk)

Read the rest of the member(s) – Hyuk // Hongbin // Ravi

[Ps : i use VIXX’s members real name so dont be confused ^^]

****

 

“Things that everyone else does, things that are normal

Those things are difficult for us”

 .

.

.

 

“Wonshik, kau diman—“ Seul Mi langsung mengatupkan bibirnya, melihat beberapa pasang mata mengarah padanya. “—na..” tapi tetap saja kalimatnya berhasil terucap, dengan pelan tentu saja.

 

“Aku sudah mau sampai. Tunggu aku, ya,” suara laki-laki diseberang seperti sedang menjadi mata-mata, pelan dan penuh selidik.

 

“Baiklah,” akhirnya Seul Mi memutuskan sambungan teleponnya.

 

Layar besar di depan sudah memutarkan bagian puncak konflik antara Jodie, si pemeran wanita yang akan menghadapi kenyataan bahwa Daniel, si pemeran pria, akan meninggal sebentar lagi.

 

“Wonshik bodoh, kau dimana..” Seul Mi ingin sekali membesarkan volume suaranya agar si tukang telat itu bisa cepat datang. Banyak hal yang ingin disampaikan olehnya, termasuk salam rindu yang sudah lama ia pendam.

 

“Maaf aku terlambat.”

 

Wonshik seharusnya bisa melihat raut wajah Seul Mi saat ini. Muram dan tidak bergairah.

 

“Oh ayolah ini hanya…..” Wonshik duduk di tempatnya, kemudian menoleh ke arah layar besar yang sedang menampilkan adegan ciuman. “….ciuman,” Wonshik kehilangan fokus.

 

Seul Mi sontak menatapnya, memberikan tatapan mematikan andai saja tatapannya adalah pisau.

 

“Perjanjiannya 20 menit, tapi kau datang 40 menit sebelum film selesai…” Seul Mi kembali mendapat sorotan dari bangku depannya. “…ya sudah aku maafkan.”

 

Wonshik tersenyum, kemudian memberikan pop corn dan minuman bersoda untuk santapan filmnya.

 

“Filmnya seru ya. Apa judulnya?” tanya Wonshik yang sok mengerti tentang drama romantis yang sedang diputar di layar besar, padahal kenyataannya ia ingin tidur.

 

Just Another Love Story. Memang seru.” Seul Mi menjawab sekenanya.

 

Wonshik mengangguk, kemudian mulai merapatkan hoodie dan memejamkan matanya. Ruangan segelap ini dengan adegan romantis yang terputar membuatnya mudah sekali untuk memejamkan mata.

 

Seul Mi menatap lelaki disampingnya dengan iba. Wonshik, setelah mengubah namanya menjadi Ravi di atas panggung, menjadi sosok yang berbeda dari lelaki kebanyakan. Teman-teman kampusnya akan dengan bangga mengatakan pacarnya dari fakultas A, di semester sekian, dan akan lulus di tahun sekian. Teman-temannya mungkin juga akan menarik tangan pasangannya keliling kampus hanya untuk diketahui saja. Dan teman-temannya tidak mungkin berpikir yang aneh-aneh tentang Seul Mi yang mengatakan pacarnya ada di tempat yang jauh.

 

“Kau mungkin berniat memacari idola-idola itu? Hey, mereka akan menikah setelah umur 40!” kata salah satu temannya.

 

Kenyataannya ia sedang berada di sisi Wonshik, di sisi idola yang selalu diteriaki oleh para gadis belia yang kebanyakan berwajah sangat menarik dan bermodal banyak. Seul Mi sekali lagi menatap Wonshik yang tertidur pulas disampingnya, mengabaikannya yang meminta ditemani menonton sekali saja. Seul Mi tidak bodoh, dia tahu jadwal Wonshik sangat padat dan belum sempat mendapat waktu memejamkan mata.

 

“Seul…”

 

Seul Mi menggeleng, berkata dalam hari agar lelaki itu tidak bangun sementara ia akan mengucapkan selamat tinggal.

 

Seul Mi memejamkan mata, menengahi air mata agar tidak terjun bebas dari tempatnya. Seul Mi tahu ini akan sangat menyakitkan dan membutuhkan waktu banyak untuk berpindah. Tetapi ia tidak boleh egois, membiarkan Wonshik bahagia adalah motto barunya.

 

Seul Mi mendekatkan wajahnya pada wajah tenang lelaki yang sedang tertidur itu. Kemudian mengecup bibirnya, pelan dan penuh keputusasaan, seperti Jodie di film yang sedang ditontonnya sekarang. Seul Mi sudah tidak mampu lagi menahan air matanya. Ia biarkan bulir itu membasahi pipinya.

 

Gadis itu terdiam beberapa saat, kemudian kembali menatap layar besar yang sedang menampilkan adegan Jodie dan Daniel yang saling mengucapkan selamat tinggal. Daniel akan pergi mati, dan Wonshik akan ia usir pergi dari hidupnya.

 

“Won..” Seul Mi terisak, kini ia tidak tahu bagaimana caranya kuat. “..shik.”

 

“Aku…”

 

“…Mencintaimu,” rentetan kata itu belum selesai, masih ada kata pamungkas yang akan menjadi penentu hubungan yang telah terajut lama ini. “…Selamat tinggal.”

 

Wonshik bisa mendengar langkah berat itu meninggalkannya, bahkan sebelum filmnya usai. Lelaki itu membuka matanya, menemukan fakta bahwa itu bukan mimpi. Seul Mi tidak ada disampingnya. Gadis itu benar-benar meninggalkannya.

 

“Daniel, i promise i will not cry.”

 

Jodie, gadis dalam film itu memeluk boneka pemberian pasangannya yang telah mati. Wonshik kemudian menghapus air matanya.

 

“Seul, aku berjanji aku tidak akan mengganggumu. Berbahagialah..”

 

.fin

6 thoughts on “[VIXX’s Series] Dont Want To Be An Idol (Ravi Version)

  1. Pingback: [VIXX’s Series] Dont Want To Be An Idol (Ken Version) | Kumpulan Fanfic

  2. Adelia

    Aduhhh kakkkkk. Ktanya gk bakal ada baper2 lgii… tpi ini apaa?! Apaa?! Hayati lelahhh baper terusss /abaikan iniii/

    Satuuu lgi deh cowo ganteng yg patah hati. Kyknya di series ini yg fluff cma Leo doang?:’v yg lainnya bikin mewek semuaaa wkwk

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      yang bikin baper versi aku yang fluff fluff macem leo, jadi aku bilang yg lain ga bakal bikin baper wkwkwk /plok/
      mas leo emang dibikin spesial karna waktu itu tangan lagi stres jadi nulis nama taekwoon buat yang fluff (plok) makasih udah baca ya dek huehehehe

      Reply
      1. Adelia

        Wkwkwk spesial pke telor bebek ya kak /dikira martabak kali ah/ kasian mas Leo jdi pelampiasan ke-stressan kakak (?) /bahasa apa inii/ yaapp masama kak! Ditunggu vixx series yg lainnyaaa😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s