[Ficlet] Playboy

playboy[poster by peaterplum @ posterchannel
Thankyou for the amazing poster^^]

Title : Playboy
Genre : comedy, fluff/?
Length : Ficlet
Cast : Jackson Wang (Got7), Cissy (OC)
A/N : ini adalah requestan temen sebangku gue selama 3 tahun SMK, sebut saja…. salma.
Jujur aja sebenernya gue geli jadiin Jackson main cast tapi apadaya, demi persahabatan /elap ingus/
Oke moga ga ngecewain banget yak :<

****

“Kenyataannya tidak semua playboy seperti itu.”

.

.

.

.

Playboy.

Cissy benar-benar membenci kata itu. Bahkan saking bencinya ia bisa menolak salah satu anggota eskul martial arts yang–sebenarnya–juga ia kagumi diam-diam.

 

Pertemuannya dengan Jackson, lelaki Hongkong itu dimulai ketika Cissy kehilangan buku tulisnya yang tertinggal entah dimana. Sebenarnya cukup simpel kelanjutannya. Lelaki itu menemukannya, mengajaknya berkenalan dan pada akhirnya berlanjut menjadi pertemanan yang didasari persamaan hobby.

 

“Ci-Cissy…” Jackson menggumamkan namanya lagi, mencoba membuatnya agar tidak lari lagi dari hadapannya.

 

“Jackie…” tetapi panggilan gadis disebelahnya yang memegang erat lengan kekarnya membuat Jackson menghentikan langkahnya. Jackson akhirnya kembali mengurungkan niatnya untuk mengejar Cissy.

 

****

 

Cissy duduk sendirian di bangkunya, membaca buku yang entah bagaimana ceritanya. Cissy tidak begitu peduli dengan halaman baru yang dibacanya karena yah, hanya satu yang sedang dipikirkannya saat ini.

 

Jackson kembali mengencani anak kelas 1 yang masih ‘seumur jagung’. Memperlihatkan keserasiannya dan menatap Cissy dengan lembut ketika bersamanya. Cissy ingin sekali membunuh lelaki itu andaikan saja dia tidak ingat predikatnya sebagai ‘penolak-pertama-Jackson-Wang’.

 

“Hey,” dan suara itu membangunkan lamunannya dari halaman 48. “Ternyata disini.”

 

Cissy menggeser tempat duduknya. Bukan untuk menyilakan orang itu duduk, tetapi lebih pada ‘menghindar’.

 

“Eo.” Cissy hanya membalas singkat.

 

Jackson duduk disampingnya, dan Cissy benar-benar tidak ingin berada di dekatnya. Masih terlalu sakit hatinya mengingat gadis yang dipeluknya erat ketika menangis.

 

“Kenapa menolakku?” tanya Jackson kemudian.

 

Cissy menutup bukunya. “Tidak apa-apa.”

 

Jackson menatap Cissy yang sedang memusatkan pandangannya pada buku di tangannya.

 

“Kenapa menolakku?” pertanyaan yang sama kembali dilontarkan untuk mengambil kesimpulan yang pas.

 

“Kau playboy. Aku tidak suka.”

 

“Kenapa?”

 

Cissy diam. Tidak ada alasan sebenarnya kenapa ia membenci playboy. Mungkin ini sebagian dari ‘karma’ yang harus didapatkannya setelah menyelingkuhi Mark yang sudah ‘mati’ di pikirannya.

 

“Entahlah. Aku tidak menyukainya.”

 

Jackson menghela nafas. “Aku memang tidak tahu apa alasannya. Tapi biar aku luruskan, kenyataannya tidak semua playboy seperti itu.”

 

Cissy tertawa kecil, menertawakan diri sendiri yang juga seorang ‘player’ saat di Amerika.

 

“Semuanya sama saja. Aku tidak suka player.”

 

Jackson mendengus. “Baiklah, kau juga ‘player’ kan?”

 

Cissy membanting bukunya ke atas meja. “Jadi kau mau membalasku?” gadis manis itu mencoba mengendalikan nada suaranya.

 

Jackson menggeleng. “Tidak. Memang takdir yang membuatku seperti membalasmu.”

 

Cissy kembali terdiam. Mengingat dirinya yang benar-benar bodoh karena menyelingkuhi Mark. Padahal Mark hanya meninggalkannya beberapa menit untuk membeli makanan di kantin.

 

Gadis manis itu menangis, mengingat kenangan masa lalunya dan juga Mark yang kini mungkin sudah bahagia bersama gadis lain di Thailand.

 

Jackson menghela nafas panjang. Ditatapnya Cissy dengan ragu. Otaknya menyuruh tangannya bergerak dan mengelus punggung gadis itu. Tapi yang dilakukannya sekarang hanyalah diam. Entahlah kenapa Jackson bisa selemah ini pada satu gadis.

 

“Aku berjanji tidak akan mempermainkanmu, Cissy Oh. Aku bersumpah!”

 

Cissy mendongak ketika mendengar kata-kata Jackson yang agak terbata. Entah karena Jackson ragu atau….

 

Cissy tertawa kecil melihat tubuh kecil Jackson bergetar. Tapi ia juga tidak bisa begitu saja mempercayai lelaki playboy itu.

 

“Aku sedang menangis dan kau bahkan tidak menyentuhku sama sekali,” Cissy menghapus air matanya perlahan.

 

Jackson tersenyum canggung. Tubuhnya masih bergetar, dan ini hanya ditujukan pada Cissy Oh seorang.

 

****

 

“Tampan sekali..”

“Iya, tubuhnya bagus.”

“Wow dia murid di sekolah JYP kan?”

 

Cissy melepaskan tangannya pada lengan Jackson. Jackson yang tidak terlalu sadar hanya terus menatap para gadis yang terpesona oleh ketampanannya.

 

“Jalan saja dengannya! Aku bisa panggil Jaebum kesini,” gadis berbando pink itu mengeluarkan ponselnya.

 

“Eeeeh tidak tidak!!” Jackson langsung mengambil ponsel Cissy yang masih menampilkan layar hitam. “Biar kulihat siapa saja yang gadisku kirimi pesan…”

 

“Ada dari Jaebum, Jinyoung, sampai adik kelas imut dari Thailand. Ah ya, juga Choi Youngjae yang pemalu itu.” Cissy menyebutkan nama orang-orang yang kebetulan dikenalnya sambil berusaha menahan tawanya. Tapi tidak lama kemudian tawanya pecah.

 

“Tenang saja, Jackie-ya, baterainya habis kok. Jadi jangan jauh-jauh ya!” Cissy kembali mengalungkan lengannya pada lengan kanan Jackson. Membuat lelaki itu kembali bergetar hebat bahkan saat menaiki eskalator.

 

“Jangan bercanda!!” Jackson mundur setengah langkah melihat toko boneka terhampar di depannya.

 

“Tidak mau tahu di kamarmu harus ada SATU boneka yang imut. Hmm… Ayo masuk!”

 

Jackson meringis. Dalam hitungan detik kamarnya akan menjadi sarang boneka, termasuk dari para mantannya terdahulu.

 

.fin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s