[Kumpulan Drabble] 10 Reasons to Love You

10 Reasons to Love You

 10 reasons to love you

#1 your heart like a tree, that gives me rest
C-Clown’s Ray – Kim Hyunil, CLC’s Oh Seung Hee

 

Seunghee berjalan riang dengan siulan pelan di koridor rumah sakit. Awalnya semua orang menatapnya aneh, tetapi dengan memberikan senyum manisnya, gadis itu bisa mengubah pemikiran orang dan membalas senyumnya.

“Hyunil Oppa bagaimana? Sudah baikan?” tanya Seunghee pada Suster Jang yang kebetulan berpapasan dengannya.

Suster itu mengangguk. “Lumayan. Semoga saja dia baik-baik saja denganmu.”

Seunghee memajukan bibir, tidak mengerti. Langkah kecilnya kembali menari di lantai Rumah Sakit, menaiki tangga dan bersiul riang.

“H-Hyunil Oppa!” Seunghee yang sedang menatap tumpukan kotak bekalnya langsung berlari ke objek yang dituju, membiarkan sushi yang telah dibuatnya semalaman jatuh berserakan ke dalamnya.

“K-Kenapa….” Seunghee langsung mengeluarkan sapu tangan, menghapus noda darah yang mengotori punggung tangan Hyunil.

“Aku ingin pulang. Kupikir aku bisa kabur dari sini,” suara berat Hyunil membuat Seunghee langsung menangis.

“Kalau kau mau pulang ya sembuh dulu! Kenapa langsung mencabut infus?! Memangnya ini sinetron?” kalimat yang dilontarkan Seunghee langsung membuat Hyunil yang terduduk lemas kembali tersenyum.

“Kau khawatir?”

“Tentu saja!” dan jawaban itu bukan berasal dari bibir Seunghee. “M…Maksudku kau kan tetanggaku. Iya, te—“

“Jadilah pacarku, untuk hari ini dan seterusnya. Bagaimana?”

Tawaran Hyunil langsung ditepis Seunghee, yang anehnya merubah warna pipinya. Hyunil tertawa kecil, kemudian mencoba bangun dan kembali ke kamarnya.

“Terima kasih, telah menenangkanku, Oh Seunghee.”

*

#2 your smile like the sunshine, glow brightly upon me
iKON’s Jung Chanwoo, Shannon Williams slight!24K’s Kim Jinhong

 

“Chan!”

Suara indah itu menggema di sepanjang koridor, menyadarkan Jung Chanwoo dari lamunan paginya tentang jam mati yang bertengger manis di dindingnya, yang menyebabkan dirinya datang terlalu pagi sekarang.

“Kau datang sepagi ini? Benarkah?”

Chanwoo tersenyum, memberikan anggukan lemah. Apa yang akan dikatakan murid sekelas melihat biang telat Yang High School ini datang 45 menit sebelum bel ditekan?

“Hey, kau seharusnya berbahagia karena hari ini aku akan mengumumkan sesuatu! Cepatlah ke kelas dan kau akan dapat hadiah yang sangaaaat indah!”

Shannon tersenyum manis, memberikan tatapan mautnya dan membuat Chanwoo kembali terdiam di tempatnya, mencoba menerka hari-apa-ini dan tanggal-berapa-ini.

Seingatnya ia sudah berulangtahun sebulan lalu. Apa gadis itu—Shannon—yang berulang tahun? Tapi gadis itu bilang hadiah? Sebenarnya siapa yang berulang tahun di hari ini?

Gadis itu tidak main-main! Shannon yang sangat hiperaktif dan tidak tahu malu itu membuatnya tersedak di pagi yang indah ini. Seharusnya Chanwoo tidak datang saja ke kelas setelah diberitahu.

“Aku dan Jinhong berpacaran. Ah ya, ini hari ulangtahun Jinhong. Ucapkan selamat untuk Jinhong ya? Dan untuk Jung Chanwoo, kau sudah tidak terlambat! Ucapkan juga ya, pada Jung Chanwoo!”

Chanwoo ingin menelan ludahnya kalau bisa, tapi itu tinggal kenangan. Dirinya telah jatuh ke lubang dalam yang gelap dan diberitahukan malaikat penebar cahaya bahwa senyuman manis yang dikaguminya akhir-akhir ini seharusnya tidak usah ditanggapi. Dibuang saja, karena hanya akan menghasilkan gelas kosong yang terisi harapan.

*

#3 your hand who keeps me in your arms, Everytime it gets difficult
GOT7’s Choi Youngjae, Chocolat’s Lori Thomas

 

Youngjae menghela nafas berkali-kali, melenguh tidak jelas padahal namanya belum dipanggil sebagai siswa yang lolos dalam ujian universitas tahun ini.

“Aku bisa langsung digantung di pohon sakura kalau tidak masuk,” pikirnya liar. Sudah dibayangkannya wajah ibu, ayah, serta saudara-saudara lainnya yang akan menatapnya dengan tidak manusiawi hanya karena tidak masuk ke universitas yang dipilihnya sendiri—yang bodohnya banyak sekali yang ingin melanjutkan kesana.

“Cha Siwon!” nama anak laki-laki dari kelas sebelah itu langsung berlari mengambil amplop dari guru kurikulum killer yang biasa memakan murid sampai pingsan.

Selesai satu urusan. Youngjae benar-benar tidak tahan dengan ketegangan ini. Katakan saja kalau ia tidak masuk atau katakan saja langsung kalau ia bisa bebas dari hukuman gantung di pohon depan rumahnya karena lulus.

“Choi Hayoung.”

Kembali nama dari kelas lainnya, Youngjae sudah benar-benar akan meledak kalau saja tangannya tidak menerima aliran panas dan mengalirkannya ke seluruh tubuh sampai tidak bersisa kecemasannya.

“Tenang saja, kau pasti masuk!” Lori Thomas, gadis Amerika yang bahasa Korea-nya masih terbata itu menggenggam tangannya sambil tersenyum.

“Choi Youngjae!”

Choi Youngjae untuk pertama kalinya merasa dirinya terbang ke awang-awang. Ia menyunggingkan senyum tipis pada gadis blasteran disebelahnya.

“Kau dipanggil, Jae. Jangan sampai kau tidak jadi masuk universitas karena tanganku.”

*

#4 your warmth make my heart warm
VIXX’s Lee Hongbin, KARA’s Heo Youngji

 

Hongbin tidak pernah menyangka akan memiliki gadis seaneh ini, yang sering menertawakan hal-hal kecil dengan mulut terbuka seperti buaya yang sedang menunggu lalat.

“Berhenti!” Hongbin menjadi objek yang ditertawakan gadis itu hari ini hanya karena Hongbin salah mengucapkan ‘yaja’ sebagai ‘yeoja’. Bukan masalah besar kan?

“Kau lucu, Oppa!” Heo Youngji mencoba menghentikan tawanya—dan gagal total melihat wajah Lee Hongbin yang masam.

Hongbin mendengus, tidak mau lagi ditertawakan dan sekarang maniknya tepat menatap jalan yang sedang dipijaknya.

BRUK!

Tidak sengaja Hongbin menubruk seorang gadis kecil yang sedang memakan es krim. Akibatnya Hongbin menjadi pelaku utama dalam kasus bocah menangis ini.

“Ssst…. Anak manis jangan menangis lagi, ya? Hm, Unnie punya gantungan kura-kura, kau mau?” Youngji berusaha menenangkan anak itu. Gadis kecil yang ditubruk Hongbin dengan tidak sengaja langsung menggelengkan kepala.

“Kau mau es krim? Hm, tapi diam dulu dan suruh Oppa itu meminta maaf. Oppa, minta maaflah!” tatapan hangat Youngji langsung menjadi suram ketika melihat Hongbin.

“Ma-maaf…”

Gadis kecil yang tadi menangis mulai menampakkan senyum, tertawa kecil melihat lelaki setampan Hongbin yang langsung tunduk pada tatapan mengancam Unnie penenangnya.

Unnie sangat baik hati. Aku ingin jadi seperti Unnie,” kata gadis kecil itu.

Hongbin mendengus kesal sembari menjilat es krim vanillanya. “Jangan, Unnie itu menyeramkan. Kau kan seperti malaikat, jangan mau sepertinya!”

Youngji tertawa kecil. Bohong besar kalau Hongbin mengatakan seperti itu. Kenyataannya justru saat ini Hongbin tidak kuasa menahan air muka memerahnya karena ‘kehangatan’ gadis itu pada anak kecil ditengahnya.

“Aku pikir tidak buruk juga mengambil anak asuh.”

*

#5 your tears I’ve to work harder
UNIQ’s Cho Seungyoun, Apink’s Oh Hayoung

 

“Pemenangnya adalah……”

“……APINK! Chukhadeurimnida!

Seungyoun tersenyum menatap layar komputer yang menampilkan wajah 6 orang gadis yang sedang menangis terharu di penyerahan piala kemenangan yang ke-12.

“Kau menang lagi? Selamat, ya,” Seungyoun mengucapkan kata selamat dengan bangga dan serak, suaranya sedang tidak baik hari ini.

“Hm.. Hei, ini ponsel siapa?” Oh Hayoung, gadis yang tadi dilihatnya di layar komputer sedang berbicara kepadanya. Membuat pria Cho itu kehilangan fokus dengan euforia di layarnya.

“Xuan Hyung meminjamkannya, tenang saja,” Seungyoun terbatuk pelan, benar-benar tidak bisa diajak kompromi.

“Kau bekerja terlalu keras. Istirahatlah, Cho.”

Seungyoun menggeleng. “Aku harus menghadiahimu first win-ku.”

Oh Hayoung tertawa di seberang. “Baiklah, kalau begitu jaga kesehatanmu untuk dapat first win! Semangat!”

Seungyoun menutup teleponnya, menyandarkan bahunya pada kursi putar yang selalu menemaninya di ruang rekaman.

“Haish, bocah gila! Kenapa kau disini dan mencuri ponsel? Demammu belum turun, bocah!” Kim Sungjoo, sang leader yang cerewet menjewer kupingnya, menuntunnya keluar dari ruang rekaman dan kembali ke dorm ditemani rentetan kalimat yang cukup membuat telinga nyeri.

*

#6 your prayers straighten my drooping shoulders
iKON’s Kim Hanbin, Lee Hayi

 

Boygroup baru dari YG Entertainment, iKON, yang telah menyelesaikan program survival ‘Mix & Match’ dikabarkan akan debut pada bulan Januari tahun depan…

 

Kim Hanbin tersenyum menatap layar komputer yang menampilkan berita tentang grupnya dan waktu debutnya, walaupun sebenarnya belum terlalu pasti juga. Tetapi memikirkan dirinya akan debut sudah membuat bahunya naik turun tidak karuan untuk menenangkan dirinya.

“Aku akan debut!” Hanbin mengatur nafasnya, mencoba tenang sementara jantungnya sudah berdebar tidak karuan.

“Benarkah?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba ada dibelakangnya, membuat Hanbin langsung tersungkur ke bawah kursi saking kagetnya.

“Sudah kubilang salam dulu kalau mau masuk,” dengus Hanbin sambil bangun dari posisinya.

“Kau akan debut? Selamat. Aku doakan yang terbaik untukmu,” kata gadis itu dengan tangan terlipat di dada.

“Kau mau mendoakan atau mengejek sih?” Hanbin mendengus pada Hayi dengan kesal. “Ah ya, kau belum comeback lagi, ya?”

Pembicaraan dua orang itu tiba-tiba terhenti, melihat sepasang mata lainnya ada dibelakang mereka berdua.

“Jangan percaya pada artikel. Latihan saja sampai aku mendebutkanmu!”

Bahu Hanbin langsung merosot. Seluruh kebahagiaannya seperti disapu oleh kata-kata bosnya sendiri. Ia yang sudah berlatih mati-matian selama beberapa tahun ini hanya bisa pasrah, dan meminta tuhan untuk menguatkannya saja.

“Kan sudah kubilang, kudoakan yang terbaik untukmu.”

*

#7 your expressions make the sulky me laugh
BTS’ Jeon Jungkook, Lovelyz’s Jung Yein

 

“Bodoh sekali, kenapa aku tidak bisa membedakan bioma dan biosfer? Sudah tahu itu berbeda!”

Kalau bukan karena Yein menyukainya, mungkin Jungkook sudah ditinggalkan gadis berkuncir itu sendirian. Yein sudah menawarkan air mineral beberapa kali sampai ia bosan, tetapi yang diberi air minum malah meneruskan marahnya.

“Kalau saja aku memilih ekosistem monsun pasti aku bisa memperbaiki pertanyaan bioma itu. Ah sial!”

Yein benar-benar ingin menghapus perasaannya kalau bisa. Bagaimana bisa ia menyukai seseorang yang tidak pernah lupa memarahi apapun, sedetil-detilnya.

“Yein-ah, kau tidak mau memberi solusi, atau apa?” Jungkook gantian menatap Yein yang masih melotot sambil menatapnya.

“Y-Yein-ah..” Jungkook mengedipkan mata, berharap Yein mau mengedipkan matanya juga.

Tetapi…

“Huaahahahhahaha…” tawa langsung menyembur dari mulut Jungkook.

Yein seketika langsung memejamkan matanya, perih bercampur liur Jungkook memasuki bagian dalam matanya. Gadis itu mengucek matanya dengan kasar.

“Wajahmu—hahahha!!” Jungkook tidak mampu lagi berkata. Kini segala kesalahannya pada ulangan IPA bisa terbayar dengan melihat wajah Yein yang cemberut.

“Berisik!” Yein langsung melemparkan botol air mineral itu ke wajah Jungkook. “Tapi baguslah, kau sudah sadar.”

Jungkook tersenyum, berdeham sebentar untuk menenangkan perasaannya. “Terima kasih, Nyonya Jeon. Aku benar-benar beruntung memilikimu.”

Wajah Yein pun tidak lepas dari rona merah. Kepanasan.

*

#8 your voice because you’re giving me strength
Red Velvet’s Kim Yerim, SM Rookies’ Mark Lee

 

Yeri menghela nafas panjang setelah melihat ke layar komputer. Bahunya mengendur, kehilangan semangat. Tidak tahu apa yang harus dilakukannya agar mendapat pengakuan terbesar sebagai artis SM Entertainment yang baru debut di sebuah girlband.

“Kenapa?”

Yeri langsung menoleh ke sumber suara. Mark, temannya semasa trainee itu tersenyum manis. Yeri jadi iri karena Mark masih bisa tersenyum disaat seperti ini.

“Komentar buruk lagi?” tanya Mark kemudian, duduk disamping gadis itu dan memberikan minuman dingin untuknya.

Yeri mengangguk. “Mereka bilang wajahku biasa, tidak seperti artis SM lain. Aku juga tidak pantas jadi maknae, aku tidak diterima oleh fans lama.”

Mark mengangguk mendengar penjelasan Yeri. “Kalau menurutku, Yeri itu berwajah manis, imut, lucu. Yeri itu berbakat, bisa menjadi maknae. Dan aku menerima Yeri di Red Velvet. Aku menjadi fans ketika Yeri masuk.”

Seketika senyum merekah di wajah gadis 15 tahun itu. Yeri menatap Mark, hendak memeluknya kalau tidak ingat mereka tidak boleh bersentuhan dengan satu sama lain.

“Tetapi sayangnya, Yeri itu pendek. Yah, tidak apa-apa, karena Mark tetap akan menyukai Yerim kapanpun.”

Baiklah, Yeri akan mencatat pendaratannya di awang-awang pada hari ini, pukul sepuluh malam.

 *

#9 your steps everyday come to find the pitiful me
B.I.G’s Yoo Heedo, Im Soeun (NC.A)

 

“Soeun-a!!” Hera, gadis berkuncir kuda itu berlari tergopoh menuju meja Soeun yang ada di bagian belakang. Soeun yang sedang asyik mematutkan wajahnya di cermin menatapnya sangar.

“Dengar, Heedo ingin melompat dari lantai 5! Ayolah katanya kau harus datang dulu sebelum dia mati!!”

Soeun terpaku di tempatnya. Ini sudah keberapa kalinya Soeun menerima pengaduan seperti ini. Memangnya aku psikiater?! Tapi akhirnya gadis bersurai cokelat itu berlari menaiki tangga tanpa ampun, membuat orang-orang berpikir untuk tidak mengencani gadis seperti itu.

Terlambat.

Kerumunan orang-orang itu sudah berjalan melewatinya, memberikan pesan duka cita yang mendalam. Soeun terduduk, menyaksikan semuanya dari sini sudah cukup membuatnya tercekat, tidak berhenti merutuki diri sendiri.

Soeun berlari menuju gudang, tempat pertamanya menemukan Heedo saat sedang terpuruk. Kini tempat itu kosong, tanpa udara dan membuat dada gadis itu sesak seketika. Kenapa Heedo harus melakukan hal sebodoh ini hanya karena Soeun tidak bisa memberikan solusi untuk kehidupannya? Memangnya mereka—

“Kau seharusnya tahu aku ada dimana, kan?” seseorang tiba-tiba bersuara, membuat bulu kuduk Soeun seketika berdiri.

“H-Hee—“

“Tidak usah takut. Itu hanya skenario. Aku hanya ingin tahu seberapa peduli kau denganku,” Heedo tertawa tanpa dosa, mencoba merangkul Soeun yang langsung ditepisnya kasar.

“Tidak lucu!”

Tidak perlu waktu lama bagi Heedo untuk mengejar gadis berkaki kecil itu, karena Heedo sekarang bisa memeluk gadis itu dari belakang.

“Kau selalu tahu aku ada dimana, Sso. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku hidup tanpamu.”

Soeun tidak tahan untuk menahan sepatunya tetap ditempat. Gadis itu melepaskan diri dari adegan roman picisan yang membuatnya mati rasa, kemudian melepas sepatunya dan memukulkannya ke wajah Heedo dengan penuh perjuangan.

“Makan saja hidupmu! Sialan aku dibohongi lagi!”

 *

 #10 is the gift that is you I’m really happy cause it’s you
Actor Song Joongki, Actress Moon Chaewon

 

Joongki menatap langit kelabu dari balik jendelanya. Angin diluar mulai menampakkan kuasanya, menerbangkan dedaunan dan menggoyangkan pepohonan rapuh yang tinggal menghitung waktu untuk jatuh.

“Sudah kubilang kau harus minum obat dan tidur.”

Suara wanita yang telah menghiasi hari-harinya berhasil membawanya kembali ke dunia nyata, dimana kini raga lemahnya sedang berjuang melawan rasa sakit dari kepalanya yang berakhir pada ketidakmampuannya untuk sekedar berdiri.

“Aku bosan,” lelaki itu mengerucutkan bibir, menatap rintik hujan yang perlahan membesar membasahi dataran dibawahnya.

Chaewon mendengus, mendudukkan diri di ujung kasur Joongki yang terlihat memprihatinkan dengan wajah pucat dan tulang pipi yang makin menunjukkan eksistensinya.

“Cepatlah sembuh, aku tidak mau kau kenapa-napa!” dan wanita itu kembali menangis, tepat setelah meninggikan suaranya.

Song Joongki tidak bisa lagi menahan tawanya, ia merasa tidak sakit lagi setelah wanita itu mulai menampakkan air matanya.

“Hey, aku hanya demam, tidak lebih! Kenapa mengkhawatirkanku seperti itu?” Joongki mengacak rambut Chaewon agak gemas.

“Sebentar lagi kau ulangtahun, kau setidaknya harus sembuh atau tidak kuberi kado!”

Joongki tersenyum sangat lebar. “Sayangnya kadoku sudah datang sebelum aku berulangtahun.”

Chaewon mengernyit heran, kemudian melempar bantal yang ada di dekatnya ke wajah lelaki yang sedang sakit itu tanpa ampun.

“Hey, aku serius! Kau memang kado ulangtahunku—“ Joongki menutup wajahnya sebelum wanita itu mulai melemparinya dengan barang-barang yang ada di kamarnya. “—yang paling indah.”

 

x

Sebenernya ini adalah proyek yang harusnya udah publish setelah selesai UN. tapi karena perdebatan panjang antara couples jadilah saya tunda xD (abaikan)

Semoga ada yang baca dan ada yang mau komentarin kejelekan kumpulan drabble ini heuheu :v

Thankyou ~^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s