[UNIQ’s Series] Yibo’s Fault

yiboo[poster by Olv @ Poster Channel
thankyou for amazing poster kak ><]

Title : Yibo’s Fault
Genre : Comedy, fluff(?)
Length : Ficlet [500+ words]
Cast : Wang Yibo (UNIQ), Jolie Ahn (OC) and special appearance by Wang Yira (OC)

Read the rest of the member(s) ==> Yixuan | Sungjoo | Wenhan | Seungyoun | Yibo

***

Jolie tidak menggubris sedikitpun pernyataan Yibo. Iya, pernyataan.

 

“Aku lolos lomba dance untuk ke Seoul.”

 

Selain karena itu pernyataan, ada hal lain yang membuat Jolie tidak menggubris ucapan lelaki galak yang mengaku menjadi pacarnya beberapa hari lalu.

 

“Jo?”

 

“Apa?”

 

Kesabaran lelaki berambut cokelat itu habis sudah. Baru 3 hari jadian dan sekarang terancam putus hanya karena pernyataan yang tidak tergubris.

 

“Kau kenapa sih?! Biasanya kau mengucapkan sepatah dua patah, sekarang…” Yibo mengacak rambutnya, menghentikan aktivitas mengaduk telur yang akan dicampurkan dalam ramennya.

 

“Aku harus apa? Memangnya ada yang bisa aku tanggapi, ha?!” Jolie membalas galak, membuat Yibo menjatuhkan tepung ke dalam telurnya.

 

“Iya sih,” Yibo tersenyum getir. “Kau sedih? Aku ke negaramu sebentar, kemudian kembali ke Luoyang dengan selamat. Agree?”

 

Jolie menatap Yibo yang dua puluh senti lebih tinggi darinya, kemudian menghela nafas singkat dan kembali fokus pada buku resepnya.

 

“Baiklah, aku mengerti,” kata Yibo kemudian sambil memasukkan adukan telur dadar itu ke dalam panci ramennya.

 

“Kau tidak mengerti!” balas Jolie sambil memperbesar kecepatan adukan mixer sampai full.

 

“Ya makanya beritahu aku!” Yibo mengaduk ramen itu dengan geram sampai telurnya tidak berbentuk lagi.

 

“Tidak akan!” Jolie mengarahkan mixernya ke seluruh penjuru mangkuk sampai terdengar derit mengerikan.

 

“Ya sudah!” Yibo sebagai pihak laki-laki harus mengorbankan perasaan lagi. Menghela nafas berat dan mematikan kompor.

 

****

 

Yibo merutuki dirinya sendiri karena membuat Jolie menangis saat mencicipi ramen buatannya. Lelaki itu telah mencoba ramennya beberapa kali—dan menambah porsinya pula—tetapi tidak ditemukan kejanggalan dalam masakannya itu—kecuali tampilannya, mungkin.

 

“Apa masakanku terlalu enak untukmu? Kenapa harus se-terharu itu?” kata Yibo, memecah keheningan sembari bercanda garing.

 

Jolie menggeleng. Ia meletakkan mangkuk ramen itu dan melanjutkan tangisnya di antara dua tangan yang ditumpuknya.

 

Kali ini Yibo menyalahkan nasib yang menjadikannya lelaki super cool dan tidak peka dengan keadaan.

 

“Kau tahu, istilah ‘umur tidak penting dalam percintaan’?” tanya Jolie kemudian setelah menghentikan tangis.

 

“Mmm… Hm,” Yibo mengangguk ragu.

 

“Kau akan menerimaku, ‘kan, tanpa paksaan?”

 

Yibo mulai menerima sinyal ‘drama queen’ dari Jolie. Tentu saja ia akan mengangguk saja, karena terhipnotis akting ratu yang satu ini.

 

“Kenapa kau tidak memberitahuku tanggal ulangtahunmu? Aku tahu kita lahir di tahun yang sama, tetapi bulan kan juga menentukan umur! Ah, molla!” bahasa Ibu Jolie terbawa kembali sampai di tanah Luoyang.

 

Yibo meneguk ludahnya berat-berat, menatap Jolie tidak percaya dengan kecepatan berbicara 5 kata perdetik. Sebelum sempat berkomentar, Jolie sudah kembali berbicara 5 kata perdetik.

 

“Aku sudah berkomitmen sendiri bahwa aku akan mencari pasangan yang lebih tua dariku, karena aku tidak perlu berlaku lebih dewasa. Tapi kau memaksaku melakukan ini. Ah, Wang Yibo, kenapa kau tidak pernah memberitahukanku tanggal lahirmu?”

 

Yibo mendecak kesal. Jolie sudah bangkit berdiri, dan Yibo mengikutinya berdiri. Yibo hendak berbicara kembali, namun tertahan oleh ucapan 5 kata perdetik yang hanya bisa rapper lakukan di panggung.

 

“Aku tidak tahu kau se—“

 

Sebelum Jolie sempat mengatakan kalimat ala rappernya, Yibo sudah berhasil membungkam mulutnya. Jolie membelalakkan mata, tanpa sadar menikmati permainan yang sedang dilakukan Yibo.

 

“Aku lebih dewasa darimu, Ahn Jolie,” Yibo tersenyum, kemudian kembali duduk di kursinya untuk menikmati tofu ramen buatannya.

 

Jolie ikutan duduk, kembali mengambil ramen di dalam panci dengan sumpitnya. Pipinya merona, mengingat batas kewajaran yang ia komitmenkan pada diri sendiri.

 

“OH MY GOD, AKU TIDAK PERCAYA! AKU TIDAK PERCAYA!” suara alto Yira, kakak Yibo, tiba-tiba berdengung, ditambah suara tas belanjaan yang jatuh satu persatu. “ADIKKU BERCIUMAN, SUNGJOO-YA, ADIKKU SUDAH CURI START!”

 

Yibo menghela nafas, kemudian memberikan kode pada Jolie untuk segera menghentikan acara makan malam mereka.

 

.fin

 

Hello, annyeong~

Lama ga berjumpa sama Lailla pasti kangen kan yakan yakan yakan bener dong ((kemudian digampar)) maaf ya udah lama ga apdet ><

Harusnya ini fic di publish pas ulangtahun Yibo dan Seungyeon tanggal 5 kemaren, tapi akhirnya gagal karna sampai tanggal 5 saya baru dapet nomor HP dan kelar admission😦

 

Sebagai permintaan maaf saya mau nyium rider sekalian aja deh biar kayak yibo ((kemudian dilempar sapu lidi)) oke makasih buat yang udah baca—dan komen kalau ada kkk xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s