[VIXX’s Story] Hongbin’s Wish

tumblr_mznbmvyQQS1sfb5w4o1_500[Photo credit by owner]

Title : Hongbin’s Wish
Genre : Shonen-Ai, Romance, Comedy, Friendship
Length : Ficlet/Series
Main Cast(s) : Han Sanghyuk & All VIXX’s Members

Read the rest of this fic ==> Perfect Love Project // Failed Holiday 12 // Smooth Break Up // Song of The Heart // Failed Holiday (Again) // Love is A Nightmare 12 // Hongbin’s Wish

sorry for all the error(s)

****

“Kalau ku beri satu permintaan, kau mau meminta apa?”

“Hm….”

“Ayolah, Hyung. Aku tidak suka menunggu.”

.

.

.

Hyuk menatap kalendernya dengan lesu. 3 hari lagi Hongbin berulangtahun, dan dirinya yang sudah tercatat sebagai kekasih hati lelaki bermarga Lee itu masih tidak bisa memutuskan apa yang akan diberikan sebagai kadonya.

Cinta?

Tidak usah dijadikan kado pun Hyuk sudah memberikan banyak cinta pada Hongbin. Bahkan saking banyaknya cinta-cinta itu bisa saja dijadikan uang di toko barang bekas. Sayangnya cinta itu akhirnya mengalir ke tempat lain, ke hati yang lain.

“Kenapa, sih?” Leo, orang ‘ketiga’ dalam hubungannya bersama Hongbin itu datang sembari memberikan segelas jus jeruk.

Hyuk menatap orang tertua kedua di grupnya itu dengan lesu. Leo yang melihatnya langsung menyesal telah datang sebagai penolongnya.

“Kau tahu kan tanggal 29 akan datang? Aku harus apa?” tanya Hyuk setelah menghela nafas berkali-kali. “Dia sering menolak kado dariku. Ataukah aku harus memberikanmu sebagai kado untuknya?”

Leo terdiam. Ia sebenarnya sudah lama tahu kalau Hongbin menyimpan perasaannya, dan ketika Hongbin mengakui perasaannya itu perasaannya jadi campur aduk. Entah kenapa ia jadi lebih perhatian dengan Hongbin ketimbang Ken saat itu.

“Mau mati?” balas Leo dingin.

Hyuk tertawa lemas, kemudian kepalanya ia letakkan di atas meja makan dengan pasrah. Matanya menatap lurus ke Leo, yang dibalas lelaki itu dengan siraman sisa jus jeruk miliknya.

“Ehm,” seseorang berdeham, membuat kedua lelaki yang sedang adu tatap itu langsung mengarahkan netra ke si pendeham.

“Aku tidak bermaksud mengganggu, kok,” Ken, lelaki itu tersenyum lebar. “Hyuk-ah, kau mau selingkuh? Bagaimana kalau Hongbin menjejalkan susu putih kalau ketahuan sedang selingkuh?”

Hyuk langsung menaikkan kepalanya, menatap Ken sembari tertawa kecil. “Tentu saja aku akan meminumnya. Aku akan bilang ‘Jaehwan Hyung yang menyuruhku!’”

Ken mendengus. “Kubunuh, kau!”

Hyuk kemudian berlari meninggalkan meja makan, merasa Ken akan mengejarnya dengan beringas ke seluruh penjuru dorm. Sayangnya Ken tetap berada di dapur, menjadi objek penglihatan Jung Taekwoon yang sedang dilanda ‘cinta lama berseri kembali’.

****

Hongbin mengernyit melihat Hyuk berdiri diam di depan pintu kamarnya. Hongbin sudah berkali-kali menyuruhnya masuk, tetapi lelaki yang lebih muda 2 tahun darinya itu tidak bergeming sama sekali.

“Kau sakit?” tanya Hongbin.

Hyuk menggeleng. Kemudian tungkainya melangkah lemah menuju tempat tidur Hongbin dan duduk dibawahnya.

“Tidak biasanya. Ada apa sih?” tanya Hongbin yang mulai khawatir dengan kesehatan Hyuk. Pasalnya jadwal VIXX sangat padat akhir-akhir ini, walaupun sedang tidak ada promosi lagu baru lagi.

Sempat terdiam beberapa saat karena Hyuk masih duduk di bawah ranjang sambil menunduk dan Hongbin sedang serius mendownload lagu baru yang ingin ia dengarkan.

“Kalau kuberi satu permintaan….” Hyuk menelan ludahnya perlahan. “….kau mau apa?”

“Permintaan seperti apa?” tanya Hongbin balik, merasa sedikit lega karena Hyuk agak kembali seperti sedia kala.

“Permintaan….. sebagai kado ulangtahunmu,” Hyuk merutuki dirinya sendiri. Dirinya memang sangat tidak pandai dalam merahasiakan sesuatu.

Hongbin tertawa, mengacak rambut Hyuk sampai benar-benar berantakan. “Bodoh sekali, sih. Bukannya kado itu terserah si pemberi, ya?”

Hyuk menundukkan kepalanya lebih dalam. Ia memang masih belum siap mengutarakan ini, tetapi ulangtahun Hongbin sudah tinggal menghitung hari lagi.

Hongbin menghela nafas. “Hm…”

Sempat hening sesaat karena Hongbin masih berpikir matang-matang apa yang akan ia minta dari anak laki-laki itu. Hyuk menatap jam tangannya, sudah hampir 5 menit Hongbin belum mengambil keputusan.

“Ayolah, Hyung. Aku tidak suka menunggu.”

Hongbin mengangguk, kemudian menatap tepat di depan netra Hyuk, mengikis jarak antara mereka berdua. Bibirnya menyunggingkan senyum searah, menampilkan lesung pipi manis yang membuat jantung Hyuk berdebar sangat keras.

“Kencan. Aku ingin satu hari kencan denganmu.”

Mata Hyuk melebar. Nafasnya sempat berhenti sementara karena kalimat manis Hongbin. Setelah itu Hyuk terbatuk kecil, membuat Hongbin menjauhkan wajahnya dari anak itu.

“S-Serius? J-Jangan bercanda…” Hyuk benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya lagi. Tangannya bergetar, kakinya semutan, nafasnya tidak teratur, dan deru jantungnya sangat memekakan telinganya di atas.

“Tidak mau? Oke aku cari permintaan lain—“

“Jangan! Oke, aku akan kencan denganmu.”

Hyuk menggigit bibir. Menatap Hongbin yang sedang tersenyum—entah berarti apa—ke arah ponselnya. Hyuk pun akhirnya mencoba bangkit, dengan keadaan kaki yang masih sedikit berat karena kesemutan dan tubuh lemas karena jantungnya memompa darah dengan sangat cepat.

“Sampai jumpa besok, Hyuk-ie.”

Hyuk menelan ludahnya, kemudian mengangguk sebelum menutup pintu kamar Hongbin dengan cepat. Hyuk langsung menempelkan pundaknya ke tembok setelah keseimbangannya perlahan hilang. Lelaki itu memejamkan mata, kemudian membukanya lagi, berharap ini hanya mimpi indahnya saja agar tidak memberikan harapan besar untuknya. Kenapa… Kenapa harus begini? Kenapa reaksi tubuhnya benar-benar berlebihan hanya karena Hongbin memintanya kencan? Besok?! Apa yang harus Hyuk lakukan saat kencan nanti?

Ternyata ini bukan mimpi. Ini sangat nyata, dan tungkainya melemas seketika. Senyum langsung mengembang di bibirnya, kemudian dengan sisa tenaga yang dimilikinya ia menarik tubuhnya menggunakan kekuatan tangan di atas lantai.

“I-itu… Hyuk kan?” tanya N yang baru pulang membeli sayur dengan Ravi.

Ravi mengernyit, melihat gaya ngesot ala Hyuk yang terkesan mengerikan dengan senyum mengembang itu.

“Kok diam—HA?!” Ken yang baru keluar dari kamar mandi kaget sendiri melihat N dan Ravi yang terbengong dan Hyuk yang sedang menyeret tubuhnya dengan tangan.

“Uhuk!” hanya Leo yang meresponnya dengan sangat cepat. Tenggorokannya langsung gatal melihat adegan familiar di film horor yang sering ditontonnya.

“Wah, lantainya langsung bersih, ya?” Hongbin yang baru keluar dari kamarnya tertawa kecil melihat reaksi Hyuk karena permintaannya. Semoga saja Hyuk tidak langsung ditarik kembali ke Rumah Sakit Jiwa karena kelakuannya kali ini.

.fin

 

Kurang? Mau liat kencannya? Kepo ciyee… ((digampar))

Yosh! Another VIXX’s Story yang udah lama gak apdet. Mungkin langsung pada amnesia ‘apa itu VIXX’s Story’ dan apa itu saya (gak) maaf ya kalo ceritanya makin amburegul :”

Aku tau ini telat banget buat jadi fic birthday mas binem tapi yah apa daya baru ada waktu ngetiknya sekarang sekarang :(( oke kata mas binem it’s okay.

Mind to review then?🙂

3 thoughts on “[VIXX’s Story] Hongbin’s Wish

  1. Okeyoungiester

    Ahakjsj, hai hai aku adalah reader yang tiba2 nongol.
    Sukaaaa banget ceritanyaa.
    Lagi suka couple Hyukbin nih jadi nyari2 di internet.
    Eh, nemu ini..
    Aku baca dari series pertama sampai ini.. Semuaaaanya luar biasaaaaa.
    SANGAT SUKAAAAAA..
    KUTUNGGU LANJUTAN KENCAN MEREKA YAAA ?😉

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      Haaaai makasih udah mampir dan nyempetin komentar disini yuhuuuu~~~~

      Kencan mereka? Hahah tunggu aja kalo jadi natal nanti bisa dipublish ((doain yaa)) ((ceritanya ga inget kalo lg ujian))

      Makasih lagi udah mampir hehe ^_^

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s