[Kumpulan Drabble] Muah! (April Special)

 CUoTN-7UAAANO7a

LaillaMP presents 5 in 1 Drabble-Fic Muah! APRIL special ||Genre(s) : failed! Fluffy Romance on Teenager level || Cast(s) : Kim Chaewon x ASTRO’s Cha Eunwoo; Lee Hyunjoo x Seventeen’s Boo Seungkwan ; Lee Naeun x Romeo’s Kim Hyunkyung; Yang Yena x Seventeen’s Lee Chan; Lee Jinsol x ASTRO’s Yoon Sanha

.

.

.

Muah! Take ONE.

april-chaewon-e1449395429441

Chaewon menatap ke arah pintu yang belum juga termasuki oleh orang yang ditunggunya. Hujan sedang deras-derasnya diluar sana, membuat gadis itu khawatir sekaligus kesal dalam satu waktu.

“Ehm, maaf terlambat.”

Chaewon tersenyum melihat seorang yang ditunggunya kini telah berdiri di depannya, merapikan tatanan rambutnya yang basah karena air hujan.

“Tidak apa-apa.”

Lelaki itu, Cha Eunwoo namanya, melepas jaketnya, meletakannya di sandaran kursi dan memposisikan dirinya di atasnya. Nafas beratnya menghembus, menatap gadis yang masih tersenyum karena kedatangannya.

“Sudah habis berapa cup?” tanya Eunwoo, basa-basi.

“Baru setengah gelas,” jawab Chaewon. “tidak lihat masih berisi?”

Eunwoo tersenyum tipis, kemudian memesan cheesecake dan caramel macchiato pada pelayan yang kebetulan menghampiri.

“Hm.. bibirmu…”

“Kenapa?” Chaewon sibuk meraba permukaan bibirnya.

Eunwoo tiba-tiba berdiri, menempelkan jari-jari lentiknya pada dagu Chaewon. Reaksi Chaewon? Hanya memejamkan mata.

Cium… Jangan… Eunwoo-ya tolong!

“Ya, kau memikirkan apa?” Eunwoo tertawa kecil, menyingkirkan krim yang menempel di ujung bibir gadis itu dengan ibu jarinya. “Kau pikir aku akan menciummu?”

Mati aku! Chaewon menjerit dalam hati.

Wajah Chaewon memerah sempurna, tidak berani menatap netra cokelat pemuda Cha itu dengan benar.

“Aku akan melakukannya, nanti.”

“Aku tidak akan menunggu, Cha!”

 

*

 

Muah! Take TWO.

april-hyunju-e1449395486137

“Seungkwan? Dengan Hyunjoo? Mimpi siang bolong?”

Semuanya tertawa mendengar gosip yang melibatkan salah satu siswa yang bukan siapa-siapa dan satu siswi cantik pujaan para guru pagi ini. Boo Seungkwan, si viktim yang terpojok kini harus menerima tatapan tidak suka para laki-laki yang menjadi penggemar gadisnya. Gadis yang digosipkan dengannya.

“Iya! Memangnya kenapa?”

Sekelas langsung menoleh ke arah lantang suara, mendapati seorang gadis dengan balutan jaket musim dinginnya berada di ambang pintu.

“Ya, Lee Hyunjoo. Kau mengigau? Kau mabuk?” Dahyun bertanya.

“Ya, aku mabuk.”

Totally daebak!” Hansol, siswa pindahan dari Los Angeles itu bertepuk tangan—diikuti yang lain tentunya. “Okay, Boo, sekarang cium Hyunjoo kalau itu benar. Cepat!”

Mata Hyunjoo melebar seketika saat Seungkwan didorong mendekat ke arahnya. Teriakan anak-anak yang menyuruh mereka berciuman santer terdengar ke seluruh penjuru kelas. Wajah gadis itu memerah, sedangkan si lelaki hanya bisa menunduk.

Langkah kecil Hyunjoo mendekat, nafasnya agak tercekat seperti tersekat kabel tak kasat mata. Kini kedua orang itu hanya berjarak beberapa senti, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk saling menempelkan….

Ya Ya Ya, ada apa ini?! Kembali ke tempat masing-masing!”

Guru Song si penyelamat.

“A-aku akan menciummu nanti.”

Hyunjoo menelan ludahnya, pelan. “A-aku menunggu.”

 

*

 

Muah! Take THREE.

april-naeun-e1449395621691

“Hyunkyung-ah.”

Panggilan itu seketika menghentikan kegiatan membaca Hyunkyung yang tinggal menghitung lembar. Lelaki itu menggumam tipis menanggapinya.

“Menurutmu ciuman pertama dilakukan saat umur berapa?”

Hyunkyung diam sejenak, kemudian tertawa kecil. Lelaki itu menutup bukunya, menandainya dengan jari telunjuknya. Kepalanya mendekat perlahan ke arah Lee Naeun yang sedang bersandar di rak belakangnya, menatap ke arah samping.

“Apa ini kode agar aku menciummu?”

“Ha—“

Kepala Naeun menoleh langsung ketika mendengar Hyunkyung berbicara di dekatnya. Sayangnya jarak yang memisahkan mereka terlalu tipis untuk dikatakan sejengkal.

“K-kau melakukannya.”

Naeun langsung membalikkan badan, mengatur detak jantungnya yang bergemuruh tidak karuan. Bibirnya masih merasakan kelembaban itu, aroma mint dari bibir Hyunkyung masih membekas di bagian dalam bibirnya.

“Oh sial! Aku menghilangkan halamannya!”

 

*

 

Muah! Take FOUR.

april-yena-e1449395674338

Lee Chan : Hei, ada pentas seni kelas Moon Bin kenapa tidak datang?

Me : Hah? Pentas seni?! Kenapa tidak bilang?!!

Lee Chan : Bodoh. Cepat datang! Aku guest starnya loh!

 

Yena tersedak sejenak karena minum dan langsung berlari secepat kilat ketika Lee Chan mengiriminya chat. Gadis itu terus berlari tanpa memerhatikan banyak orang yang ia lewati. Akibatnya banyak orang misuh-misuh ke arahnya.

Akhirnya gadis itu sampai juga ke ruang pertunjukan. Sayangnya seluruh ekspektasinya bubar karena tinggal panggung yang tertutup dengan tirai dan kursi-kursi yang kosong. Lee Chan sialan!

“Kau terlambat, bocah!”

Yena mendesis keras, membuka tutup botol yang kebetulan terbawa di tangannya dan berniat menyiram bocah itu dengan isinya.

“Oh? Untukku? Terima kasih!” Lee Chan langsung mengambil botol itu dan menegak air mineralnya dengan cepat. Jakun lelaki itu bergerak mengikuti arah air, membuat Yena membuat satu kesimpulan—

“K-kita berciuman…”

“Ha?!”

“Itu botol milikku, Chan sialan! Dan kau…. bibirmu… menyentuh…”

Yena langsung lari keluar dari gedung pertunjukan. Baiklah, ia akan mencatat hari ini sebagai hari sial karena Lee Chan sialan.

 

*

 

Muah! Take FIVE.

april-jinsol-e1449395549272

“Hei, pendek!”

Jinsol menoleh ke asal suara sembari memasang wajah jengah. Seingatnya dirinya sudah bertumbuh lebih cepat daripada beberapa tahun lalu, dan sialnya si orang yang mengatainya itu tumbuh dengan sangat cepat.

“Diam kau, Yoon Sanha!”

Si lelaki hanya tertawa, kemudian mengikuti langkah dongkol Jinsol yang menaiki bus yang sama. Gadis itu mencoba tidak peduli, bahkan tidak ia hiraukan ketika Sanha memilih tempat disamping dirinya.

“Jinsol-ah,” panggil Sanha pelan. “A-ada yang mau kusampaikan.”

“Bicara saja,” balasnya dingin.

Kepala pirang Sanha tiba-tiba mendekat, menyisakan jarak yang lumayan membuat darah berdesir untuk Lee Jinsol.

“A-aku…”

Jinsol menutup matanya, dengan reflek pula ia memajukan bibirnya. Nafasnya sudah tertahan daritadi.

“Ya!”

“Lee Jinsol!”

“Oi, pendek, bangun! Kenapa pula bibirmu?!”

Jinsol membuka matanya, memerhatikan keadaan sekitar yang tidak asing baginya. Si kepala pirang disampingnya memerhatikannya dengan bingung.

Demi apapun aku tidak mau lagi tidur di bus!

 

*

 

Muah! Take KKEUT!

Pertama kalinya bikin kumpulan drabble dari girlband hueheheheh~
Mungkin tahun 2015 ini saya banyak bertemu girlband yang menarik perhatian, dan jadilah saya buat ficnya bersamaan dengan beberapa rookie boygroup yang makin kinclong kayak kaca baru dibersihin hmm…

Saran dan kritik bakal diterima.

Thanks for reading ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s