[Apology Series] Ex Girlfriend (Junhoe’s Story)

CT3M1I_WUAADLv5[caps by BaiduiKONbar]

Title : Ex Girlfriend

Genre : Angst, Slice of Life

Length : Ficlet [600+ words]

Cast(s) : Koo Junhoe (iKON), Park Yura (OC)

 This fic specially made for Airin. Enjoy baby~

Read the rest of the member(s) –> [Chanwoo] — [Junhoe]

***

 I hope you live well

Sorry sorry forget about me

.

.

.

“Kita….. akhiri saja?”

Kata-kata itu masih terngiang jelas dikedua kuping gadis berkuncir kuda yang sedang memakan pastanya dengan nikmat. Rasa daging yang tadinya meresap di lidahnya tiba-tiba tidak terasa, membuatnya langsung menegak air putih sebanyak-banyaknya sampai lidahnya mengecap rasa.

“Makanlah,” gadis itu mencoba tidak menghiraukan walaupun jujur saja, perasaannya hancur berkeping-keping.

Koo Junhoe, lelaki yang dengan berat mengucapkan kata itu ditengah santap malam yang seharusnya romantis itu mengambil garpu, memutarnya sehingga mie pasta itu menempel di garpunya. Sayangnya dirinya tidak punya tenaga lagi untuk mengangkat tangannya, sekedar untuk memasukkan mie berbumbu merah itu ke dalam mulutnya.

“Aku akan sekolah ke luar negeri, kemudian meneruskan usaha ayahku. Dia tidak pernah mau merestui hubunganku denganmu, Yura-ya.”

Gadis di depannya, Park Yura, kembali berpura-pura menikmati santap malamnya. Memasukkan pasta sesuap dan meminum segelas air. Begitu yang dilakukannya sampai piringnya bersih dari noda pasta.

“Setidaknya aku selalu berusaha kuat ketika keluargamu menghakimi keluargaku hanya karena kami tidak punya uang,” Yura tersenyum tipis, menghindari kontak mata dengan Junhoe.

“Kau tahu, itu bukan mauku.”

“Itu juga bukan mauku,” Yura akhirnya menatap lelaki yang selama 3 tahun ini menjalin hubungan baik dengannya. “Aku juga ingin hidup bahagia, dengan aku sebagai istri yang baik dan kau suami yang baik pula. Aku tahu ini kelewatan tapi—“ Yura menggeleng, menghapus cair bening yang keluar melalui kelopak mata kanannya. “—memutuskan seperti ini membuatku sakit.”

“Aku tahu,” Junhoe tertunduk, menatap gaun sederhana Yura yang dirancang baik oleh ibunya yang seorang penjahit di kampungnya. “Lupakan saja aku.”

Yura tertawa kecil, meletakkan kedua garpu dan sendoknya ke arah jam 5. “Kalau ingat.”

Junhoe menatap wajah Yura yang menunduk, memerhatikan make up tipisnya yang terlihat natural dengan wajahnya, memerhatikan mata kecilnya yang selalu menutup ketika tersenyum padanya, memerhatikan hidungnya yang ideal dengan bentuk wajahnya, bibirnya, pipinya, dagunya…

“Kau tahu aku mudah sekali lupa.”

Junhoe tidak mau Yura melupakannya. Junhoe juga tidak mau kehilangan candaan garing gadis itu atau ucapan-ucapan bodohnya yang sama sekali tidak nyambung untuk dijadikan kalimat majemuk.

Tetapi Junhoe juga tidak mau menyakiti gadis itu lebih jauh. Ia tidak mau Yura menerima perlakuan kasar lagi dari keluarganya.

“Live well, Yura-ya.”

Yura mengangguk, masih tidak menatap Junhoe. “You too, Koo Junhoe-ssi.”

Yura langsung menumpahkan air matanya ketika Junhoe yang mengakhiri hubungan dengannya itu pergi. Sekuat apapun ia berusaha untuk tetap tenang tetap saja hatinya hancur. Hatinya tidak bisa dibohongi.

Hati tidak bisa dibohongi, dan Junhoe pun ikut menangis menatap Yura dari kejauhan.

 

****

 

Rapat direksi telah selesai dilaksanakan. Koo Junhoe yang baru menutup acara tidak sempat bercakap cakap dengan para wakil bagian lainnya tentang perjanjian dan kerjasama dengan perusahaan lain. Ia langsung berlari keluar untuk mengejar waktu. Tidak ia hiraukan betapa kacau pencernaannya karena tidak diisi sejak semalam.

Junhoe menatap plang yang menunjukkan nama dari restoran pasta ini. Restorannya masih sama seperti dulu, rapi. Restorannya sudah diperluas sehingga kini banyak mobil yang bisa diparkir di depannya. Waktu dulu mana bisa Junhoe memarkir mobil sportnya sebelum memesan tempat.

“Maaf, saya terlambat, Presdir Park. Rapat direksi memakan waktu yang lebih lama dari yang dijadwalkan.”

Junhoe langsung melapor pada wanita yang sedang memesan sesuatu pada pelayan. Wanita itu menoleh sambil tersenyum, kemudian senyumnya memudar perlahan.

“P-Park Yura?”

Wanita itu tersenyum lebar, menyilakan Junhoe yang kini memakai jas rapi duduk di depannya. Mata Junhoe tidak lepas memandangnya. Gaun cokelat muda dengan banyak mutiara menghiasinya serta tas kecil bertabur berlian di atas meja…

“Bagaimana keputusan kerjasamanya? Saya sudah melakukan merger dengan restoran ini juga sebelumnya, juga perusahaan transportasi lainnya. Mungkin itu jadi lebih baik jika perusahaan minyak anda ikut bergabung dengan kami?”

Junhoe tersenyum perlahan menatap Park Yura. Kini mantannya telah berkembang ke arah yang lebih baik. Gadis yang diteriaki kumuh oleh keluarganya sudah menjadi putri raja dalam waktu yang tidak singkat.

“Kau hidup dengan baik?” tanya Junhoe, keluar dari rencananya.

“Seperti yang anda lihat, Presdir Koo,” wanita itu menunjuk dirinya sendiri. “Terima kasih atas doanya waktu itu, Presdir Koo.”

Setelah itu mereka kembali membicarakan pekerjaan, kemudian makan pasta yang sering dipesannya dulu. Lelaki itu ingin sekali menunjukkan pada keluarganya kalau gadis kumuh itu sudah berubah drastis. Sayangnya niatan itu harus dipendamnya sampai mati.

.

.

.

“Ya, aku sudah menikah dan punya dua anak laki-laki.”

.fin

Maunya no caption, tapi kalo ga ngomong ga enak /plak/

Makasih buat Kakak Airin yang mau jadi ‘tumbal’ di fic series ini /ditabok/ sebelumnya maaf kalo ceritanya ga jelas dan ga seru. Maklum authornya rada nganu/?

Kalo ada yang kurang sreg boleh dikomen. Thanchuu~~

16 thoughts on “[Apology Series] Ex Girlfriend (Junhoe’s Story)

  1. Airin

    I was surprised by the end of the story. 😂
    Bagus ceritanya, aku suka.

    Btw, happy birthday, ya. Sorry for the very late birthday greetings 🎉

    Makasih untuk ffnya 💕

    Reply
  2. Pingback: [Apology Series] Protect? (Donghyuk’s Story) | Kumpulan Fanfic

  3. mintulmint

    Feel sad nya kerasaa hemmmm apalagi pas ending. Kok nyess nyesss gimanceee gitu :”))) yaaa june mah. Coba pertahanin yura nya ya kannn enak gituu dia nanti bangga :3 nice fic! Suka style nulismu kak😀 keep writing yihaaaa

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      demi apa baru bangun langsung disuguhi notif wp darimu duh you make my day~~ ((bgm: you raised me up)) ((gak))

      makasih udah baca dan komen yaww~~~ ^.^

      Reply
  4. abcdestiana

    heyyaa laila..
    Laila Canggung, Laila Canggung..
    Laila Resah Hatinya Bingung..

    aduh nyampe disini aku kok ngosngosan ya. lai, itu ffmu nganu banget. maksudnya asem manis manis kriuk gitu loh/ gak mudeng aku kak apa yang km maksud/ aku juga gak mudeng dg apa yang barusan aku maksud dek. loh?

    serius.. aku baca ini berasa nonton drama apaa gitu la, 7 manusia harimau kali ya eh gak deh tentu saja bukan. lupa.

    aku suka sekalee tulisanmu la, mungkin aku akan melabrak(?) ff manis yang lainnya.

    Reply
    1. LaillaMP Post author

      Lama ga denger lagu itu diingetin lagi di liriknya huahahahahah ((apaini)) ((abaikan))

      Ngos ngosan berasa lari marathon 5km gitu ya heuheu maapkeun blog ini masih sangaaaat berantakan ditambah isinya acak acakan(?) Ini cinta cenat cenut kak bukan manusia harimau xD aaww makasih ya udah sukain tulisanku (kalo sukain akunya juga ga papa kok xD) makasih udah ngunjungin ya kak luvvvvv<3

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s