[Apology Series] Waiting (Yunhyeong’s Story)

CUK_0yOU8AAfLGa

Title : Waiting

Genre : School-life, Angst, Teenager

Length : Ficlet [700+ words]

Cast(s) : Song Yunhyeong (iKON), Goo Nara (OC)

This fic was dedicated to my Mamah, Tiara Resa(h). Enjoy mams~

Read the rest of Member(s) –> [Chanwoo] — [Junhoe] — [Donghyuk] — [Yunhyeong]

***

 

You were always at the same place

Waiting for me but… I was gone.. i was gone.

.

.

.

Oppa, nanti kita ke Five Cafe ya? Aku traktir cokelat panas!”

Song Yunhyeong hanya menanggapinya dengan senyum tipis, malas. Semenjak gadis yang lebih muda 2 tahun darinya itu menyatakan cintanya—dan dengan bodohnya ia terima atas nama cemburu—akhirnya seluruh rencana kencan yang seharusnya menjadi tanggung jawab laki-laki jatuh pada gadis itu.

“Aku pulang dulu, ya. Jam 5, ingat?”

Yunhyeong masih mengangguk sembari tersenyum tipis, memerhatikan senyum gadis bernama Goo Nara yang tidak pernah luntur.

Awalnya Yunhyeong pikir gadis itu seperti gadis lainnya yang menyatakan cinta padanya yang lumayan eksis di sekolah atas dasar dare. Tapi tuduhan itu tidak terbukti karena Nara bukanlah gadis yang dikenal di sekolah.

“Song Yunhyeong?”

Yunhyeong langsung menoleh kala mendengar namanya dipanggil, seorang gadis berambut hitam panjang itu langsung mengambil posisi di sebelah Yunhyeong.

“Aku tahu kau masih marah padaku, tapi maukah kau datang ke pesta ulangtahunku? 18 tahun ini,” senyum gadis itu masih tidak bisa dilupakan oleh ingatan Yunhyeong. Terlalu banyak kenangannya bersama gadis itu yang berakhir pada perasaan aneh di dalam perutnya.

“B-baiklah.”

“Jam 5, sore ini.”

Yunhyeong mengangguk mantap. Setelah gadis itu hilang dari pandangannya, keluar dari taman kota, senyumnya mengembang. Lelaki itu langsung mengambil motornya dan bersiap-siap mencari jas yang bagus untuk dikenakan nanti sore.

 

****

 

Pesta itu berakhir pukul 9 malam, setidaknya untuk Yunhyeong. Beberapa gadis masih mengerubungi si birthday girl dan kebanyakan memang sudah puas menikmati santap malam mewah yang diberikan si pemilik rumah.

Sebenarnya Yunhyeong masih ingin disini, memerhatikan Lee Jae In dari jauh. Memang salahnya sendiri terlambat mengungkapkan perasaannya sehingga gadis itu kini telah memiliki gandengan lain yang lebih lebih darinya. Itulah yang membuat Yunhyeong akhirnya memeluk Goo Nara dan menerimanya sebagai pacar.

Tunggu, Goo Nara?!

“Ah sial!” Yunhyeong langsung berlari, mencari kunci motornya di setiap saku. Dirinya benar-benar kalut, benar-benar lupa akan janjinya dengan Nara.

Yunhyeong mengambil ponsel, melihat ada sekitar 10 panggilan tak terjawab dan 1 pesan yang menanyakan dimana dirinya karena Nara akan selalu menunggu.

Dasar gadis bodoh, pikir Yunhyeong kesal. Selama ini ia bersikap kurang ajar bukan tanpa alasan, tetapi gadis itu masih saja bertahan dengannya.

Song Yunhyeong pun langsung memacu motornya dengan kecepatan maksimal. Tidak ia pedulikan berapa puluh klakson yang menyuruhnya untuk merendahkan kecepatan, bahkan dengan sigap ia bisa menghindari polisi lalu lintas yang mengejarnya.

 

****

 

Nara bisa melihat pegawai kafe itu memasang wajah kesal padanya. Pasalnya selama 4 jam ia menunggu di meja nomor delapan itu dirinya hanya memesan secangkir hot chocolate, dan itu sudah habis 3 jam lalu.

Nara sudah berjanji akan terus menunggu Yunhyeong sampai lelaki itu menerimanya, atau sekedar menerima ajakannya makan. Mungkin kali ini gadis itu harus menyerah. Cinta tidak bisa dipaksakan, ‘kan?

“Nara-ya!”

Senyum Nara mengembang melihat pintu kafe terbuka dan suara itu memanggilnya. Nara menghela nafas, benar-benar sulit untuk membiarkan lelaki itu pergi.

“K-kau masih menunggu?” Yunhyeong yang memakai jas rapi dengan rambut acak-acakan itu bertanya padanya. Nara tidak bisa berkedip untuk sementara saking terpesonanya.

“Goo Nara!”

“Eh,” Nara menelan ludah, tersenyum lembut kemudian mengangguk pelan. “Aku sudah bilang akan selalu menunggumu, Sunbae.

Langkah pertama untuk mengakhiri ini adalah memanggil Yunhyeong dengan sebutan ‘senior’, bukan ‘Oppa’.

“Maafkan aku..” wajah pucat Yunhyeong menunduk. “seharusnya aku kesini lebih dulu.”

Nara mengangguk, mengatur nafasnya agar ia tidak menangis detik ini juga.

“K-kau darimana, Sunbae?”

“Menghadiri pesta ulangtahun Jae In.”

Jawaban itu cukup menyakitkan untuk Nara yang sudah tahap ingin menyerah. Nara tahu ia telah menjadi parasit dari hubungan kedua orang itu.

“A-apa meriah?”

Yunhyeong mengangguk. “Sangat meriah.”

“B-baguslah.”

Nara menunduk, menggigit bibirnya agar air mata tidak keluar dari tempatnya.

Sunbae, aku ingin mengakhiri ini semua,” ucap Nara setelah timbul jeda beberapa menit. “aku tahu aku benar-benar kekanakan memintamu menjadi pacarku dan mengajakmu kencan. Aku minta maaf untuk itu.”

Nara menatap mata indah Yunhyeong yang membuatnya jatuh dalam waktu sepersekian detik. Menelusuri wajahnya yang indah dengan senyuman manis ketika dirinya dinobatkan sebagai pemenang dalam lomba makan donat beberapa bulan lalu.

“Terima kasih atas waktumu selama ini, Sunbae.” Nara bangkit dari kursinya, menyunggingkan senyum lebar yang disertai setetes air mata. “Terima kasih karena telah memegang tanganku ketika aku kesulitan menyeberang.”

Setelah itu Nara keluar, disertai tatapan sinis dari para pekerja kafe yang sudah melihatnya lebih dari 4 jam di hari ini. Gadis itu langsung menangis sekeluarnya ia dari kafe. Ia tidak peduli lagi tatapan orang, hatinya benar-benar sakit karena keputusannya sendiri.

Ponsel Nara bergetar dari balik saku kardigannya. Gadis itu mengatur nafas ketika melihat nomor Yunhyeong masuk ke ponselnya.

“Anda mengenal saudara Song Yunhyeong?” tanya suara diseberang.

Nara mengernyit, melihat siapa sebenarnya yang menelpon. “Iya, saya pa—mantan pacarnya.”

“Bisa kau datang ke Rumah Sakit Daehan? Saudara Song kecelakaan dan sedang sekarat sekarang.”

Ponsel itu langsung jatuh mencium aspal. Tangis Nara berhenti seketika, langsung menoleh ke arah kanan dan melihat keadaan meja nomor delapan.

.

.

.

Tidak ada Yunhyeong disana.

 

.fin

Jujur, harusnya yang di post duluan hanbin, tapi karna ficnya belom dibuat (T.T) jadilah saya skip ke mas yoyo. Karna project ini ga boleh berhenti di tengah jalan, jadi harus diupdate terus fiuh~

Buat Tiara a.k.a Mamah, maap kalo ada unsur kesengajaan dalam memasukkan adegan itu(?) dan semoga ga kapok dijadiin tumbal gue terus wkwk lappph :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s