[Ficlet] Truth or Dare?

B8_ObvIIcAA48vK.jpg large[Pic cr : NC.A Official Twitter]

Title : Truth or Dare?
Genre : Comedy, Romance, Teenager
Length : Ficlet [500+w]
Cast : Yoo Heedo (B.I.G), Im Soeun (Soloist NC.A)

Dessert pertama dari penutup tahun 2015! Waktu New Delhi tentunya!

****

 

Lebih memalukan mana, aku yang jadi pacarmu atau kau yang jadi pacarku?

Soeun menatap gemas ke arah moncong botol yang mengarah padanya. Lagi-lagi ia akan menerima pertanyaan yang cukup membuat otak meradang memikirkan jawabannya.

“Berapa kali kau keramas dalam seminggu?” Yoo Heedo, lelaki di depannya bertanya dengan nada santai dan wajah penuh senyuman jahil. Lelaki itu benar-benar ingin tahu seluruh rahasia kewanitaannya. Tadi dia bertanya apa merk lotion badan yang dipakainya tiap musim panas sampai membuat kulitnya menggosong tiap hari, kemudian bertanya apa merk pembalut yang digunakannya setiap bulan. Dan sekarang…

“Apa itu penting?” Soeun bertanya balik, membuat lelaki di depannya menghela nafas panjang.

“Tinggal jawab saja, berapa kali? Kelihatannya rambutmu selalu kusut setiap hari.”

Otak Soeun kembali meradang, diikuti dengan terbakarnya hati dan pikirannya. Yoo Heedo benar-benar berbakat dalam membuat moodnya terjungkal.

“3 kali,” jawab Soeun akhirnya. Kemudian tangannya langsung memutar kembali botol minuman dingin yang tadi diminumnya dan tersenyum cerah.

Gantian Heedo yang berwajah masam saat ini. Sebelumnya ia merasa Tuhan akan memberikan kesempatan keempat untuk kali ini, tetapi ternyata ia hanya bisa 3 kali memberikan pertanyaan untuk gadisnya.

“Berapa kali kau menonton film porno dalam sehari?”

Heedo langsung terbatuk pelan mendengar pertanyaan yang paling sering ia hindari. Ibunya, kakaknya, bahkan ayahnya sering bertanya apakah ia menonton film porno atau tidak. Ia laki-laki, normal pula, dan hampir mustahil jika ia tidak pernah menonton hal-hal berbau porno dan lainnya itu.

“Apa pertanyaan itu bermutu? Cari pertanyaan lain!” mata Heedo mengawasi beberapa pasang mata yang sedang mengarah pada mejanya dan Soeun. Soeun benar-benar hebat dalam memberikan balasan.

“Tinggal jawab saja, berapa kali? Kelihatannya rambutmu bertumbuh cepat setiap hari.”

Heedo menggigit bibir. Soeun pernah memberitahunya kalau laki-laki yang rambutnya tumbuh dengan cepat itu berarti sering memikirkan hal-hal kotor, dan itu terbukti pada dirinya. Berapa kalipun rambutnya dipotong tetap saja akan bertambah panjang dengan cepat dalam seminggu.

“Rambutku memang cepat tumbuh dari dulu, tidak perlu menonton film porno juga!” jawab Heedo, merasa menang dan kemudian menyentuh botol itu untuk diputarnya lagi.

Soeun menahan pergerakan tangan Heedo dengan tangan kanannya, setelah itu ia menggeleng ketika manik cokelat lelakinya meminta penjelasan.

“Berapa kali, Yoo Heedo?”

Heedo menghela nafas panjang. Otaknya kacau balau ketika kulitnya sudah bersentuhan dengan kulit mulus Soeun.

“4 kali…..” Heedo berhenti untuk melihat reaksi Soeun yang membelalak kaget. “……seminggu. Aku tidak menontonnya setiap hari.”

“Bohong.”

“Benar.”

“Bohong!”

Heedo tertawa kecil. “Kali ini benar.”

Sempat terhenti permainan ini beberapa saat karena Soeun masih menahan tangan Heedo yang berada di atas botol. Heedo hanya menikmati saja sembari menatap wajah judes gadisnya yang sepertinya tidak mau percaya dirinya tidak menonton film itu setiap hari.

“Boleh aku memberikan pertanyaan lagi?” tanya Heedo. “Menurutmu mana yang lebih memalukan, aku yang jadi pacarmu atau kau yang jadi pacarku?”

Soeun langsung menatap Heedo dengan mata melotot ketika Heedo memberikan pertanyaan intens padanya. Selama berhubungan hanya sekali dua kali mereka membicarakan tentang cinta, atau perasaan masing-masing.

“Yang pertama,” jawab Soeun tanpa ragu, tetapi dalam hatinya ikutan bertanya lagi, apakah benar atau tidak.

Soeun kemudian melepaskan tangannya dari punggung tangan Heedo. Kehangatan yang tadinya menjalari tubuhnya sudah menghilang, digantikan dengan kehampaan yang tidak ia ketahui.

“Soeun-ah,” baru kali ini Heedo memanggil namanya dengan sangat lembut. Gadis itu menghela nafas panjang, kemudian membalikkan badan.

“Tidak apa-apa kalau kau malu karena aku pacarmu. Aku tetap mencintaimu seperti biasa.”

Soeun menggigit bibir, tidak mau menatap wajah Heedo yang sepertinya sedang benar-benar serius.

“Apa itu dare?” tanya Soeun kemudian, sembari merutuk dirinya sendiri.

Heedo tersenyum lembut dari belakang tubuh Soeun, kemudian menggeleng. “Tidak. Kita kan sedang bermain Truth or Truth, tidak ada dare.”

Setelah itu Soeun langsung berlari mencari toilet untuk menyeka air mata bahagianya.

 

(((end)))

Terima kasih telah bersama Kumpulan Fanfic selama tahun 2015!
Terima kasih telah memberi cinta pada cerita-cerita disini dan authornya!
Mari memulai hidup baru di 2016!!! ^^

Bonus dari Mr Yoo~

tumblr_nl6gbeDEnr1uq8pmzo1_500
[cr on pic]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s