[Ficlet] Failed Wedding

17877aa31729028d56f5a25cc432046a[Pic credit to pinterest]

Title : Failed Wedding
Genre : failed!Marriage life, Angst, Family
Length : Ficlet [600+ words]
Main Cast : Kim Sungjoo (UNIQ), Choi Minyoung (OC)

Inspired by one of Fly to the Sky’s MV. Enjoy!

****

Choi Minyoung terus menebar senyum kepada tamu-tamu ekslusifnya yang sedang memuji kecantikan wajahnya—juga gaunnya. Gaun yang dipesan semenjak 6 bulan sebelum pernikahan itu adalah buatan desainer Korea yang bekerja di Prancis, tepatnya saudara kandung mamanya.

“Minyoung-ah, beruntung sekali dapat gaun ini!”

“Aku suka! Aku suka!”

“Andaikan badanku selangsing dirimu, Youngie-ya..”

Minyoung tersenyum manis menanggapi komentar kawan-kawannya. Gaun itu pastinya memiliki harga selangit, cukup untuk membeli dua apartemen di Songdo beserta barang-barangnya. Tidak mungkin gaun yang membuat orang meneteskan air liur ini didapat dengan mudah.

Banyak hal yang membuat Minyoung senang di pernikahan mudanya ini walaupun pernikahan ini didasari oleh keinginan kedua belah pihak sang pengantin. Minyoung yang sangat ingin menjadi penulis lagu bisa memulai pekerjaannya tepat sehari setelah pernikahannya. Ada lagi, itu juga karena pengantin laki-lakinya terlihat sangat tampan saat acara jamuan malam yang diadakan keluarganya.

Namanya Kim Sungjoo, usianya sama sepertinya dan mereka pun pernah satu sekolah saat SMP dulu. Mungkin anak laki-laki itu tidak ingat, tapi Minyoung pernah sekali memberikan proposal kepadanya—Sungjoo ketua OSIS, kalau mau tahu. Dan sejak 2 tahun lalu, mereka berdua dipertemukan lagi di universitas yang sama, fakultas yang sama, tetapi berbeda jurusan.

Anak laki-laki yang hanya menetap di ruang OSIS sepanjang istirahat itu sudah menjelma menjadi pangeran yang digandrungi anak-anak kampus. Minyoung bukan salah satunya sebenarnya, karena dirinya sudah memiliki tipe tersendiri yang ditemukan dalam diri ketua klub musiknya saat SMA. Tetapi hadiah tidak boleh ditolak kan? Minyoung mendapatkan mantan ketua OSIS-nya waktu SMP sekaligus pangeran kampusnya?

Setelah tamu ekslusif Minyoung meninggalkan ruangan, tinggallah Minyoung sendirian menunggu ayahnya menjemput dan mengantarkannya ke altar pernikahan. Jantung Minyoung berdebar keras, menunggu saat-saat ia akan dibawa oleh orang lain dalam hidupnya. Pernikahan ini hanya terjadi sekali, dan Minyoung tidak ingin menyesalinya.

***

Minyoung melihat Sungjoo sudah berjalan dengan penuh karisma melewati para tamu undangan yang menatapnya kagum. Minyoung harus mengakui kalau Sungjoo—orang yang akan menikah dengannya—memang sangat tampan dibalut kain apapun. Mata Minyoung berkaca-kaca, tidak percaya akhirnya ia akan menjadi pengantin di usianya yang ke-22.

Setelah Sungjoo naik ke atas altar, giliran Minyoung yang berjalan di atas karpet merah dan disaksikan puluhan pasang mata untuk memberkatinya. Minyoung sangat cantik dengan balutan gaun itu, dan tidak ada satupun orang yang bisa berkedip menatapnya.

Minyoung akhirnya sampai di atas altar setelah musik dari piano berhenti. Kedua pengantin itu sudah berada disamping pastur, saksi dari pengikatan janji suci keduanya. Minyoung tidak bisa berhenti tersenyum, sedangkan lelaki di depannya tidak terlihat senang. Minyoung tahu Sungjoo tidak menyukainya, dan dia juga terang-terangan mengatakan pernikahan ini tidak seharusnya terjadi. Sungjoo bilang ia akan mengecewakannya di altar nanti.

Sampai detik ini belum ada yang terjadi. Minyoung masih memegang buket bunganya, dan Sungjoo masih berdiri tegak di depannya.

“Saudara Kim Sungjoo, bersediakah anda menjadi pendamping hidup Choi Minyoung, dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan?”

Tidak ada jawaban dari sang mempelai pria. Sungjoo hanya menatap kosong ke depan, entah apa yang dipikirkannya. Minyoung terus berdoa, berharap agar pernikahan ini bisa dilaksanakan dengan khidmat dan ia bisa meraih impiannya.

“Saudara Kim Sungjoo?”

Kim Sungjoo menelan ludahnya. Kepalanya menunduk beberapa saat, setelah itu ia menatap sang pastur dan mempelai wanitanya.

“Minyoung-ah, maaf.”

Minyoung menjatuhkan buket bunga yang dipegangnya. Matanya membuka lebar, bibirnya bergetar, air matanya sudah bergumul di pelupuknya. Minyoung menggigit bibir melihat pernikahannya hancur.

Kim Sungjoo, calon pengantin prianya memeluk gadis lain.

Kim Sungjoo, calon suaminya memeluk gadis lain dengan erat.

Dan Kim Sungjoo, calon pendamping hidupnya sampai mati itu berlari bersama gadis yang merupakan mantan kekasihnya.

Choi Minyoung tidak kuat lagi. Tubuhnya limbung dan kepalanya dengan sukses membentur mimbar dan terjatuh di atas altar.

****

Seminggu kemudian sesosok pria yang sudah mati-matian dihilangkannya dari ingatan kembali. Kembali dengan satu alasan dan dua buah kopor besar beserta snapback dibelakang punggungnya. Pria itu berusaha merendahkan dirinya, meminta sesuatu yang seharusnya ‘haram’ untuk dilakukannya.

“Boleh aku menginap disini untuk semalam?”

Petir langsung menyambar ranting tertinggi diluar sana. Kembali rentetan rasa yang ia hadapi seminggu lalu menderanya. Tubuhnya limbung, untungnya masih bisa berpegangan dengan gagang pintu. Matanya berkunang-kunang, bibirnya bergetar, dan air mata kembali menggenangi pelupuk matanya.

“Minyoung-ah, aku mohon..”

Mungkinkah Minyoung mau menerima lagi lebah yang telah menghancurkan kelopak-kelopak indahnya?

.fin

No caption.

Niatnya mau dibuat chaptered tapi mager banget lanjutnya hueheheh… Anggap saja ini sudah selesai dan kalian bisa bayangkan kemana Sungjoo akan melangkah(?)

Mind to review anyone?

CY0Vw0vUQAUNXoebest love!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s