[Jealousy] He’s My Boyfriend!

imgur.php[ps : males cari gambar baru, sumbernya tertera(?)]

Title : He’s My Boyfriend!

Genre : College-life, failed! Fluff

Length : Ficlet [600+ words]

Cast : Yoo Heedo (B.I.G), Im Soeun (Soloist NC.A)

 

****

Hari ini ada acara pentas seni di auditorium kampus dan Yoo Heedo memaksanya untuk menonton penampilannya sekali saja, sekitar pukul 10 pagi.

Im Soeun tentu saja menolak mentah-mentah.

“Paling kau melakukan kesalahan lagi,” ucap gadis itu sinis.

Heedo menghela nafas. “Yang dulu itu karena panggung benar-benar licin, sekarang kan sudah bagus panggungnya.”

Soeun tetap menggeleng. Akhirnya Yoo Heedo memutuskan untuk merobek tiket yang telah dipesannya khusus untuk sang pacar.

 

****

 

Entah terkena setan apa akhirnya Soeun melangkahkan kakinya ke auditorium juga, memesan tiket yang ternyata harganya pas dengan uang yang ada di saku. Lebih sial lagi dirinya mendapat tiket festival, yang harus berdiri berjubel dengan anak-anak lain.

“Awas kalau kau melakukan kesalahan lagi, Yoo Heedo!” gumam Soeun sembari menatap penampilan seniornya yang baru saja selesai.

“Penampilan selanjutnya datang dari fakultas seni dan tari tahun pertama, Boys in Groove!”

5 orang lelaki—termasuk Heedo—memasuki panggung dengan kerennya, membuat histeria lokal di dalam auditorium yang kelewat besar ini. Beberapa orang saling mendorong, ingin melihat penampilan anak tahun pertama yang—Soeun akui—keren itu.

“Kami dari…”

“BOYS IN GROOVE!”

“….akan menampilkan sebuah tarian dan lagu yang kami ciptakan sendiri. Selamat menikmati.”

Satu lelaki yang bertugas sebagai leader itu memperkenalkan grupnya, kemudian membalikkan badan sesuai dengan koreo.

Menit pertama diisi dengan sesi ‘solo dance’ dari masing masing anggota. Yang pertama seorang lelaki bertubuh kecil dan berambut putih yang diketahui bernama Lee Gunmin, disusul lelaki bertubuh lebih tambun tetapi lumayan manis bernama Junghoon. Yang ketiga ini yang bermasalah untuk Soeun, jantungnya langsung berdebar tak karuan kala gaze yang dikeluarkan olehnya benar-benar membuat bulu kuduk berdiri. Heedo melihatnya, kemudian tersenyum miring penuh kemenangan.

Teriakan demi teriakan para gadis pun tidak ternilai lagi besarnya, mau tak mau Soeun juga ikut berteriak.

“YOO HEEDO!”

 

****

 

“Boys in Groove benar-benar keren!”

“Aku suka yang solo dance ketiga. Sudah tinggi, suaranya menggoda, senyumnya manis…”

“Oh Tuhan aku juga suka dia! Jangan ambil Oppa-ku!”

Soeun mengernyit geli mendengar pembicaraan tiga orang disebelahnya yang sedang memuji penampilan Boys in Groove tadi.

“Siapa namanya tadi? Yoo—“

“Heedo.” Soeun menyambung pembicaraan ketiga orang itu, kemudian menatap ketiga anak ber-make up tebal itu sembari berkacak dada.

“Nah itu! Kau juga menyukainya?”

Soeun diam sejenak. Dia takut tiba-tiba Heedo berada disini dan langsung terbang ke awang-awang jika Soeun mengakui hal ini.

“Aku benar-benar menyukainya! Dia tipeku sekali!” gadis berkuncir dua disebelahnya memegangi pipi, masih terpesona.

“Pfff…” Soeun terkekeh tertahan. Tipenya? Tidak tahu saja bagaimana Heedo sebenarnya. Tukang makan, tukang gombal, tidak bisa diam, mesum, dan yang paling penting… kepalanya aneh.

“Dasar aneh!” gadis-gadis itu kembali menggosip, menyebutkan nama Heedo dengan embel-embel Oppa yang menggelikannya bukan main.

Soeun mencoba tak acuh dan fokus pada band yang sedang tampil sekarang, tetapi segala yang didengar telinganya adalah nama Heedo dan pembicaraan tidak penting 3 orang itu. Lama-lama kupingnya panas juga.

“Bisa diam tidak?” Soeun kembali menegur mereka.

3 orang itu memilih tidak acuh.

“Hei, berhenti mengucapkan namanya.”

“Memangnya kau siapa?” gadis di dua langkah sebelahnya melotot, kemudian mendengus kesal.

“Aku masih mengatakannya baik-baik, berhenti mengucapkan namanya, apalagi dengan embel-embel Oppa.”

“Cih! Memangnya kenap….” gadis yang lainnya ikut berbicara, tetapi kalimatnya menggantung sejenak. “….pa.”

Soeun menghela nafas, menyingkirkan seluruh gengsinya yang sebenarnya hanya sebesar biji jagung. “Dia pacarku.”

“Apa?!!!” tiga gadis itu berteriak bersamaan.

Dua buah lengan tiba-tiba memeluk Soeun dari belakang, menyandarkan dagunya pada bahu bagian kirinya. Mata Soeun melebar langsung, mengundang decak iri pada ketiga orang yang sedang menatapnya.

Tak lama para gadis itu menjauh, tidak ingin mematahkan hati mereka lebih parah lagi.

“Aku tidak tahu kalau diakui sebagai pacarmu itu senangnya bukan main,” Heedo berbicara tepat ditelinganya, suara bassnya terasa mengalun lembut seperti suara piano di atas panggung.

Detak jantung Soeun tidak beraturan sekarang, merasakan kehangatan yang diberikan Heedo melalui dua lengannya.

“A-aku juga tidak tahu…” Soeun menelan ludahnya. “….kalau mengakuimu sebagai pacar membuatku ingin pingsan.”

Heedo tertawa kecil disampingnya, “Aku mencintaimu.”

Soeun menahan nafasnya, berusaha agar air matanya tidak langsung turun seperti air terjun niagara. Tetapi pertahanan itu langsung runtuh kala Heedo melayangkan kecupan singkat di pipi kirinya.

.

.

.

Yoo Heedo tanggung jawablah pada hatiku yang hampir meledak ini!!

 

.fin

Maunya no caption, tapi kok pengen ngomong(?)

Oke, sebenernya ini ‘series’ baru, dimana ceritanya tentang kecemburuan. Ya cemburu kan tanda cinta jadi… ((abaikan))

Entahlah, terinspirasi dari salah satu foto Heedo yang tamvan entah disimpen dimana dan tersepona jadilah begini. Mind to review then?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s